Facebook Like

    1. Gejala umum:
      • Demam ringan
      • Mual, bisa disertai muntah
      • Diare ringan sampai sedang
      • Kram perut
  • Gejala yang lebih serius: 
    • Ada darah di muntahan atau di tinja
    • Muntah lebih dari 48 jam
    • Demam
    • Nyeri perut
    • Dehidrasi

Berdasarkan jenisnya diare dibedakan menjadi diare akut cair (acute watery diarrhea) atau  diare berlendir darah (dysenteriform diarrhea).

Berdasarkan perjalanannya, diare dibagi menjadi diare akut, kronis, dan persisten (tanpa infeksi)

Diare akut adalah diare yang gejalanya tiba-tiba dan berlangsung 14 hari. Diare dapat disebabkan infeksi maupun non infeksi. Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. Diare infeksi dapat disebabkan virus, bakteri, dan parasit.

Diare akut merupakan masalah yang umum ditemukan diseluruh dunia. Beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan data bahwa diare akut karena infeksi menempati peringkat pertama sampai dengan ke empat pasien dewasa yang datang berobat ke rumah sakit.

PENYEBAB DIARE dan GASTROENTERITIS

1.    Infeksi berbagai macam bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan maupun air minum;

2.    Infeksi berbagai macam virus; Penyebab diare terbanyak pada balita adalah diare karena virus, yaitu Rotavirus.

3.    Alergi makanan, khususnya susu atau laktosa (makanan yang mengandung susu);

4.    Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang kotor.

Penyebab utama disentri di Indonesia adalah Shigella, Salmonela, Campylobacter jejuni, Escherichia coli, dan Entamoeba histolytica. Disentri berat umumnya disebabkan oleh Shigella dysentery, kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh Shigella flexneri, Salmonella dan Enteroinvasive E.coli ( EIEC)

PROSES PENYAKIT DIARE DAN GASTROENTERITIS

Bakteri, virus, parasit

Masuk saluran cerna

 

Berkembangbiak di lumen usus

   

       
 
 

Kerja usus terganggu: absorbsi menurun,produksi cairan meningkat, gerakan usus meningkat

 

 
     
 

Demam, mual, muntah

Diare

PENCEGAHAN DIARE DAN GASTROENTERITIS

Diare mudah dicegah antara lain dengan cara:

1.    Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: 1) sebelum makan, 2) setelah BAB dan BAK, 3) sebelum memegang bayi, 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan;

2.    Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi: dan selalu memasak makanan.

3.    Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain);

4.    Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.

PENYEMBUHAN DIARE dan GASTROENTERITIS

 

1.    Minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang;pasien diare tidak boleh dipuasakan, makanan diberikan sedikit-sedikit tetapi sering, prinsipnya: berikan makanan yang mudah dicerna yang tidak membebani usus dan mengiritasi usus, seperti: rendah serat, banyak kuah, hindari santan dan hindari bumbu-bumbu menyengat, berikan buah-buahan terutama pisang dan apel, karena kedua buah tersebut mengandung kaolin, pektin, dan kalium yang dapat mengurangi diare.

 

2.    Untuk bayi dan balita, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu);

 

3.    Cairan Rumah Tangga (CRO) dan oralit. Oralit merupakan salah satu cairan pilihan untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi. Cairan yang biasa disebut sebagai cairan rumah tangga ini harus segera diberikan pada saat mulai diare. Jika terjadi muntah, pemberian cairan dapat dihentikan selama kurang lebih 10 menit, selanjutnya cairan diberikan perlahan-lahan (misalnya 1 sendok setiap 2-3 menit).Oralit sudah dilengkapi dengan elektrolit, sehingga dapat mengganti elektrolit yang ikut hilang bersama cairan. Oralit dapat mengurangi BAB sebesar 20% dan mengurangi muntah 30%, dan dapat mengurangi kebutuhan cairan infus sebesar 33%. Cairan rumah tangga bisa meliputi air mineral, kuah sup, air teh encer, jus buah segar, sebaliknya, larutan-larutan yang kandungan gulanya tinggi tidak boleh diberikan, contohnya adalah teh yang sangat manis, soft drink dan minuman buah komersial yang manis.

 

4.    Suplementasi seng (zinc), dapat mempercepat penyembuhan serta mengurangi angka kekambuhan diare. Seng membantu pemulihan vili-vili usus yang rusak akibat diare.

 

5.    Antimikroba yang sesuai dengan diagnosis diare. Diare karena infeksi virus, tidak rasional bila diberikan antimikroba, cukup dengan pengobatan penunjang saja.

 

6.    Bila diare sangat frekuen dapat diberikan obat-obat yang berfungsi untuk mengurangi pergerakan usus, tetapi dengan pengawasan dokter.

 

7.    Bisa diberikan juga obat-obat yang bersifat absorben, seperti arang aktif, dan kaolin pectin, yang dijual bebas.

 

Yang penting diperhatikan pada diare dan gastroenteritis:

 

Ada/tidaknya tanda-tanda dehidrasi/ kekurangan cairan.

Mengetahui tanda-tanda dehidrasi adalah sangat penting karena kematian pasien diare adalah karena dehidrasi.

 

Klasifikasi

Tanda dan Gejala

Terapi

Tak ada dehidrasi

Tak ada tanda dan gejala dehidrasi:

  • Keadaan umum baik, sadar
  • Tanda vital (tekanan darah, suhu,nadi, pernapasan)  dalam batas normal
  • Pasien rawat jalan
  • Cairan rehidrasi oral
 

Dehidrasi tak berat

Dua atau lebih tanda-tanda berikut:

  • Gelisah/rewel
  • Mata cekung
  • Air mata kurang
  • Haus (minum banyak)
  • Mulut dan bibir sedikit kering
  • Cubitan kulit perut kembali lambat
  • Tangan dan kaki hangat
  • Pasien harus rawat inap
  • Cairan rehidrasi oral
  • Cairan parenteral/infus
 

Dehidrasi berat

Dua atau lebih tanda-tanda berikut:

  • Kondisi umum lemas
  • Kesadaran menurun-tidak sadar
  • Mata cekung
  • Air mata tidak ada
  • Tidak mampu untuk minum/ minum lemah
  • Mulut dan bibir kering
  • Cubitan kulit perut kembali sangat lambat (≥ 2 detik)
  • Tangan dan kaki dingin.
  • Pasien harus rawat inap
  • Cairan parenteral/infus
 

Sarankan kepada pasien/keluarga pasien kapan harus kembali berobat:

 

  • BAB menjadi lebih sering
  • Muntah berulang
  • Rasa haus meningkat
  • Tidak dapat makan serta minum seperti biasa.

 

Referensi

 

Halim-Mubin A, 2001. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis & Terapi. EGC: Jakarta.

Pulungsih SP. Penanganan Diare di rumah secara tepat dan optimal. Naskah lengkap seminar penanganan praktis masalah saluran cerna pada
anak. Disampaikan pada 23 Agustus 2001, Jakarta.

Ortopedik & Traumatologi

icon

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Read more »

Urologi

icon

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Read more »

Kesehatan Ibu dan Anak

icon

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”.

Read more »