Facebook Like

Berdasarkan waktunya, urtikaria dapat berlangsung akut (≤6 minggu), kronis (> 6 minggu) dan berulang (kambuhan).

 

Angka kejadian urtikaria sekitar 15-20% populasi dalam masa hidupnya. Tidak ada perbedaan ras dan umur. Hanya saja, pada urtikaria kronis (berulang dan lama), lebih sering dialami pada wanita(60%).

 

Faktor pencetus urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis.

 

         

 

Urtikaria terjadi sebagai akibat pelebaran pembuluh darah dan peningkatan kepekaan pembuluh darah kecil (kapiler) sehingga menyebabkan pengeluaran cairan dari dinding pembuluh darah, akibatnya terjadi bentol pada kulit. Kondisi ini dikarenakan adanya pelepasan histamine* yang dipicu oleh paparan allergen*.

 

Urtikaria mudah dikenali, yakni bentol atau bercak meninggi pada kulit, berwarna merah dan berwarna keputihan jika ditekan, gatal, dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran. Penampakan urtikaria beragam, mulai yang ringan berupa bentol merah dan gatal hingga  bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir, daun telinga dan adakalanya disertai demam.

 

Pengelolaan:

 

  1. Menghindari penyebabnya
    1. Makanan, diketahui dengan cara:

 

i.    Memperhatikan riwayat hubungan antara setiap makan makanan tersebut dengan timbulnya urtika, yakni apakah timbul bila makan dan tidak timbul bila tidak makan makanan tersebut.

 

ii.    Yang biasanya menyebabkan, antara lain: ikan, udang, kepiting, telur, jamur, zat aditif*: pengawet (asam benzoate), pewarna(golongan azo), ragi.

 

    1. Obat, diketahui dengan cara:

 

i.    Riwayat hubungan penggunaannya dengan timbulnya urtika.

 

ii.    Provokasi jika perlu dan tidak membahayakan.

 

iii.    Yang biasanya menyebabkan: penisilin, aspirin, vaksin, serum

 

    1. Inhalan, diketahui dengan cara:

 

i.    Riwayat hubungan antara pajanan dengan timbulnya urtika.

 

ii.    Yang biasanya menyebabkan: tepung sari, bulu binatang, debu.

 

    1. Gigitan serangga
    2. Psikis
    3. Tekanan: pada tempat-tempat yang tertekan: ikat pinggang, gelang, jam.
    4. Fisik: digores dengan benda kecil, timbul urtika
    5. Sinar: pada tempat yang kena sinar matahari
    6. Dingin: termasuk udara dingin, bisa dites dengan provokasi dengan tabung berisi air es.

 

 

 

  1. Menghilangkan gejalanya
    1. Bila ringan, gatal bisa dikurangi dengan kompres dingin, mandi air dingin, bedak calamine yang mengandung menthol.
    2. Obat-obat yang lazim digunakan, diantaranya:

 

i.    Antihistamin, secara umum akan menghambat pelepasan histamin pada fase awal dan mengurangi datangnya sel-sel radang. Antihistamin generasi pertama biasanya menimbulkan rasa kantuk yang hebat serta memiliki dampak kurang nyaman pada pasien seperti berdebar–debar. Sedangkan antihistamin generasi kedua memiliki efek kantuk yang rendah pada dosis anjuran, tidak menimbulkan rasa berdebar–debar dan penggunaannya cukup satu kali dalam sehari.

 

  • Diphenhydramine injeksi. Dosis dewasa: 10-20 mg per dosis, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Hydroxyne HCl (bestalin). Dosis dewasa: 25 mg, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3 kali sehari.
  • Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari.
  • Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), diminum1x1 sehari.
  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg (interhistin, tralgi, zoline, dll), diminum 3×1 sehari.
  • Dll

 

ii.    Kombinasi steroid dan antihistamin, (misalnya: alegi, colergis, dextafen, exabetin, lorson, zestam, dll), diminum 3×1 sehari.

 

iii.    Ephedrin HCl, biasanya digunakan sebagai kombinasi atau sebagai pengganti injeksi adrenalin.

 

iv.    Adrenalin injeksi. Digunakan untuk kasus yang berat dan perlu penanganan segera. (dosis dewasa: 0,3-0,5 ml per dosis dan dapat diulang 15-30 menit; dosis anak: 0,1-0,3 ml setiap kali pemberian).

 

 

 

Dinajani, Andi. Penatalaksanaan Penyakit Alergi. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, 2003.

 

Ortopedik & Traumatologi

icon

RS Panti Rapih melayani penggantian sendi lutut dan pinggul, pelurusan tulang belakang, serta peyambungan tulang.

Read more »

Urologi

icon

Unit bedah urologi melayani tembak batu ginjal dengan ESWL dan penanganan batu ginjal dengan metode PCNL.

Read more »

Kesehatan Ibu dan Anak

icon

Pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan luaran ibu dan bayi dengan pengamatan kehamilan berkelanjutan untuk mencapai “Healthy Mother and Healthy Baby”.

Read more »