Stroke “Mengerti dan Mengenali”

Otak Manusia

Otak manusia dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu otak besar kanan dan kiri serta otak kecil dibagian belakang, disetiap bagian memiliki fungsi masing-masing, otak besar kanan akan mempersarafi wajah, tubuh dan anggota gerak sebelah kiri (bersilangan) dan sebaliknya untuk otak besar kiri, sedangkan otak kecil memiliki fungsi keseimbangan dan koordinasi, Otak merupakan organ yang sangat peka dan tergantung dengan pasokan oksigen dan nutrisi dari darah karena otak tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan energi, oleh sebab itu otak dipasok oleh 2 pembuluh darah arteri (pembuluh darah yang membawa darah yang berasal dari jantung) yang besar dibagian depan dan 1 pembuluh darah arteri dibagian belakang, arteri-arteri ini akan saling berhubungan didasar otak membentuk sebuah lingkaran arteri yang siap memasok darah keseluruh bagian otak. Otak membutuhkan 50-60cc darah setiap menit untuk setiap 100gram jaringan otak.

Jaringan otak terbungkus oleh selaput otak yang terdiri dari 3 lapisan, sedangkan jaringan otak sendiri terdiri oleh bagian kortek yang berada di bagian luar dan sub kortek yang berada dibawah kortek, di bagian kortek inilah terdapat pusat gerakan, sensibilitas, fungsi luhur (atensi, bahasa, daya ingat, pengenalan benda dan fungsi eksekutif). Jaringan kortek dapat berfungsi dengan baik apabila pasokan darah ke otak dalam keadaan baik.

Mengerti tentang Stroke

Stroke adalah gangguan fungsi dari otak baik hanya sebagian maupun keseluruhan bagian dari otak yang disebabkan oleh gangguan dari aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ke otak ini dapat berupa sumbatan pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah otak yang pecah atau bocor.

Stroke merupakan masalah kesehatan yang sangat penting, 1 dari 6 orang akan mengalami stroke, dan stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit kanker dan jantung, Kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga berdampak besar pada kehidupan pribadi, sosial dan ekonomi bagi penderitanya.

Dikenal 2 jenis Stroke yaitu Stroke Perdarahan (hemoragik) dan Stroke sumbatan (Infark/non hemoragik), Stroke Sumbatan terjadi karena aliran darah di otak tersumbat dapat terjadi karena darah yang mengumpal melalui pembuluh darah yang menyempit, sedangkan stroke perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam otak pecah sehingga darah mengalih keluar dari pembuluh darah dan mendesak jaringan otak. Kejadian Stroke sumbatan lebih banyak dibandingkan stroke perdarahan.

Baik stroke sumbatan maupun perdarahan menyebabkan pasokan daah ke jaringan otak terganggu, sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan otak menjadi berkurang atau habis, maka jaringan otak akan kekurangan energi atau mati, hal inilah yang memicu terjadinya manifestasi klinis pada penderita.

Mengenali Stroke

Gangguan yang dialami oleh jaringan otak akan menyebabkan munculnya manifestasi klinis, manifestasi klinis yang terjadi bersifat tiba-tiba dikarenakan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah juga bersifat tiba-tiba. Manifestasi yang dialami bisa satu atau lebih dari manifestasi berikut ini:

  1. Gangguan kesadaran

Seorang yang mengalami serangan stroke dapat tiba-tiba mengalami gangguan kesadaran mulai terlihat mengantuk sampai tidak dapat dibangunkan.

  1. Gangguan fungsi luhur

Fungsi luhur adalah fungsi intelektual, yang meliputi atensi, bahasa, memori (ingatan), visuospatial (pengenalan bentuk dan ruang) serta eksekutif (pengambilan keputusan),  Gangguan fungsi luhur yang terjadi karena stroke dapat mengenai 1 atau lebih fungsi luhur diatas.

  1. Kelemahan separo tubuh

Keluhan ini yang paling sering dan paling diingat oleh masyarakat, yaitu kelemahan separo badan yang bersifat tiba-tiba, kelemahan yang dialami memiliki derajat yang berbeda-beda mulai dari ringan sampai tidak bisa bergerak sama sekali

  1. Gangguan rasa separo tubuh

Gangguan rasa yang dimaksud dapat berbagai macam tetapi bersifat separo badan, misalnya rasa tebal-tebal, rasa kesemutan, rasa tertusuk-tusuk jarum, nyeri separo badan

  1. Pelo atau perot

Pelo dan perot juga merupakan gejala yang sering, kelemahan yang terjadi pada otot wajah sesisi akan menyebabkan wajah tertarik ke sisi yang sehat, hal ini menimbulakn wajah tampak perot demikian juga dengan kelemahan dari otot lidah sehingga penderita mengeluhkan bicara pelo/cadel/celat

  1. Pusing berputar atau nggliyer

Pusing berputar atau nggliyer (rasa melayang, ringan, bergoyang) dapat dialami baik sebagai awal terjadinya stroke karena aliran darah di bagian otak kecil mulai berkurang ataupun karena sudah terjadi stroke dibagian otak.

  1. Buta mendadak

Buta mendadak merupakan salah satu manifestasi stroke, apabila terjadi gangguan pembuluh darah diotak besar bagian belakang

Perlu diingat bahwa keluhan–keluhan yang muncul karena stroke selalu bersifat mendadak atau tiba-tiba, keluhan tersebut bisa hanya terjadi kurang dari 24 jam ataupun menetap lebih dari 7 hari. Apabila keluhan yang muncul hilang dalam 24 jam maka yang terjadi adalah stroke sepintas atau disebut TIA (Transient Ischemic Atttack). TIA merupakan faktor risiko terjadinya stroke oleh sebab itu harus segera ditangani.

Pemerintah Amerika Serikat mengenalkan kepada warganya untuk tanda-tanda stroke yang harus dikenali sehingga dapat langsung meminta bantuan, dikenal dengan F.A.S.T (Face. Arm. Speech. Time)

  1. Face: mengenali adanya perot pada wajah
  2. Arm: Separo badan dan anggota gerak sulit digerakkan
  3. Speech: Bicara pelo/cedhal/celat
  4. Time: Secepatnya mencari pertolongan medis

Hasil terapi stroke sangat tergantung dengan waktu, yang dimaksud disini adalah waktu sejak terjadinya serangan sampai mendapatkan pertolongan medis (golden period), oleh sebab itu apabila didapatkan tanda-tanda yang seperti diatas penderita harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat.

Stroke “Mengerti dan Mengenali”

Otak Manusia

Otak manusia dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu otak besar kanan dan kiri serta otak kecil dibagian belakang, disetiap bagian memiliki fungsi masing-masing, otak besar kanan akan mempersarafi wajah, tubuh dan anggota gerak sebelah kiri (bersilangan) dan sebaliknya untuk otak besar kiri, sedangkan otak kecil memiliki fungsi keseimbangan dan koordinasi, Otak merupakan organ yang sangat peka dan tergantung dengan pasokan oksigen dan nutrisi dari darah karena otak tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan energi, oleh sebab itu otak dipasok oleh 2 pembuluh darah arteri (pembuluh darah yang membawa darah yang berasal dari jantung) yang besar dibagian depan dan 1 pembuluh darah arteri dibagian belakang, arteri-arteri ini akan saling berhubungan didasar otak membentuk sebuah lingkaran arteri yang siap memasok darah keseluruh bagian otak, Otak membutuhkan 50-60cc darah setiap menit untuk setiap 100gram jaringan otak.

Jaringan otak terbungkus oleh selaput otak yang terdiri dari 3 lapisan, sedangkan jaringan otak sendiri terdiri oleh bagian kortek yang berada di bagian luar dan sub kortek yang berada dibawah kortek, di bagian kortek inilah terdapat pusat gerakan, sensibilitas, fungsi luhur (atensi, bahasa, daya ingat, pengenalan benda dan fungsi eksekutif). Jaringan kortek dapat berfungsi dengan baik apabila pasokan darah ke otak dalam keadaan baik.

Mengerti tentang Stroke

Stroke adalah gangguan fungsi dari otak baik hanya sebagian maupun keseluruhan bagian dari otak yang disebabkan oleh gangguan dari aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ke otak ini dapat berupa sumbatan pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah otak yang pecah atau bocor.

Stroke merupakan masalah kesehatan yang sangat penting, 1 dari 6 orang akan mengalami stroke, dan stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit kanker dan jantung, Kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga berdampak besar pada kehidupan pribadi, sosial dan ekonomi bagi penderitanya.

Dikenal 2 jenis Stroke yaitu Stroke Perdarahan (hemoragik) dan Stroke sumbatan (Infark/non hemoragik), Stroke Sumbatan terjadi karena aliran darah di otak tersumbat dapat terjadi karena darah yang mengumpal melalui pembuluh darah yang menyempit, sedangkan stroke perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam otak pecah sehingga darah mengalih keluar dari pembuluh darah dan mendesak jaringan otak. Kejadian Stroke sumbatan lebih banyak dibandingkan stroke perdarahan.

Baik stroke sumbatan maupun perdarahan menyebabkan pasokan daah ke jaringan otak terganggu, sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan otak menjadi berkurang atau habis, maka jaringan otak akan kekurangan energi atau mati, hal inilah yang memicu terjadinya manifestasi klinis pada penderita.

Mengenali Stroke

Gangguan yang dialami oleh jaringan otak akan menyebabkan munculnya manifestasi klinis, manifestasi klinis yang terjadi bersifat tiba-tiba dikarenakan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah juga bersifat tiba-tiba. Manifestasi yang dialami bisa satu atau lebih dari manifestasi berikut ini:

1. Gangguan kesadaran

Seorang yang mengalami serangan stroke dapat tiba2 mengalami gangguan kesadaran mulai terlihat mengantuk sampai tidak dapat dibangunkan.

2. Gangguan fungsi luhur

Fungsi luhur adalah fungsi intelektual, yang meliputi atensi, bahasa, memori (ingatan), visuospatial (pengenalan bentuk dan ruang) serta eksekutif ( Pengambilan keputusan),  Gangguan fungsi luhur yang terjadi karena stroke dapat mengenai 1 atau lebih fungsi luhur diatas.

3. Kelemahan separo tubuh

Keluhan ini yang paling sering dan paling diingat oleh masyarakat, yaitu kelemahan separo badan yang bersifat tiba-tiba, kelemahan yang dialami memiliki derajat yang berbeda-beda mulai dari ringan sampai tidak bisa bergerak sama sekali

4. Gangguan rasa separo tubuh

Gangguan rasa yang dimaksud dapat berbagai macam tetapi bersifat separo badan, misalnya rasa tebal-tebal, rasa kesemutan, rasa tertusuk2 jarum, nyeri separo badan

5. Pelo atau perot

Pelo dan perot juga merupakan gejala yang sering, kelemahan yang terjadi pada otot wajah sesisi akan menyebabkan wajah tertarik ke sisi yang sehat, hal ini menimbulakn wajah tampak perot demikian juga dengan kelemahan dari otot lidah sehingga penderita mengeluhkan bicara pelo/cadel/celat

6. Pusing berputar atau nggliyer

Pusing berputar atau nggliyer (rasa melayang, ringan, bergoyang) dapat dialami baik sebagai awal terjadinya stroke karena aliran darah di bagian otak kecil mulai berkurang ataupun karena sudah terjadi stroke dibagian otak.

7. Buta mendadak

Buta mendadak merupakan salah satu manifestasi stroke, apabila terjadi gangguan pembuluh darah diotak besar bagian belakang

Perlu diingat bahwa keluhan –keluhan yang muncul karena stroke selalu bersifat mendadak atau tiba-tiba, keluhan tersebut bisa hanya terjadi kurang dari 24 jam ataupun menetap lebih dari 7 hari. Apabila keluhan yang muncul hilang dalam 24 jam maka yang terjadi adalah stroke sepintas atau disebut TIA (Transient Ischemic Atttack). TIA merupakan faktor risiko terjadinya stroke oleh sebab itu harus segera ditangani.

Pemerintah Amerika Serikat mengenalkan kepada warganya untuk tanda-tanda stroke yang harus dikenali sehingga dapat langsung meminta bantuan, dikenal dengan F.A.S.T (Face. Arm. Speech. Time)

  1. Face: mengenali adanya perot pada wajah
  2. Arm: Separo badan dan anggota gerak sulit digerakkan
  3. Speech: Bicara pelo/cedhal/celat
  4. Time: Secepatnya mencari pertolongan medis

Hasil terapi stroke sangat tergantung dengan waktu, yang dimaksud disini adalah waktu sejak terjadinya serangan sampai mendapatkan pertolongan medis (golden period), oleh sebab itu apabila didapatkan tanda-tanda yang seperti diatas penderita harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat.