Osteoartritis Tulang Belakang

Pada saat mencapai usia pertengahan (sekitar 35 tahun), sebagian orang mulai didera oleh rasa nyeri pada tulang belakang, khususnya leher (servikal) dan punggung bawah (lumbal). Kedua bagian ini mengalami degenerasi karena banyak dipakai untuk gerakan menekuk ke depan atau berputar ke kanan dan ke kiri. Ibarat engsel yang sering dipakai sehingga karet peredam benturan atau gesekannya menjadi aus, bantalan sendi antar-ruas tulang belakang dapat mengalami hal yang sama.

Di antara tulang-tulang belakang leher/servikal dan punggung bawah/lumbal (yang pada leher terdapat 7 ruas dan pada punggung bawah 5 ruas) terdapat bantalan yang disebut diskus intervertebralis. Karena usia dan sering digunakan, diskus tersebut aus dan menipis sehingga ruas-ruas tulang saling bergesekan. Gesekan inilah yang menimbulkan peradangan dan pengapuran sehingga terjadi rasa nyeri.

Jika foto rontgen bagian yang sakit tersebut memperlihatkan penyempitan sela antar-ruas tulang belakang, dokter akan membuat diagnosis spondilosis atau osteoartritis (OA) tulang belakang. OA terjadi ketika tulang rawan yang melapisi tulang belakang mengalami peradangan dan pengapuran yang dinamakan bone spur atau osteofit.

OA yang ringan dan sedang biasanya dapat diredakan nyerinya dengan penurunan berat badan pada orang yang gemuk dan perubahan gaya hidup. Mandi berendam dengan air hangat, relaksasi, dan masase yang benar utk melemaskan otot dapat membantu. Fisioterapi seperti terapi vibrasi dan pemanasan dengan pemasangan kolar pada leher atau korset pada pinggang juga bermanfaat.

Jika rasa nyeri tidak tertahankan, dokter mungkin memberi obat pereda nyeri yang ringan seperti parasetamol dan ibuprofen. Bila tidak berhasil, obat golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) bisa diresepkan. Hanya sayangnya obat-obat ini dapat memberikan efek samping seperti nyeri lambung atau bahkan perdarahan usus, gangguan jantung dan ginjal yang bisa membawa kegagalan pada kedua organ tersebut.

Karena alasan itu, the American Geriatric Society (AGS) lebih menganjurkan pemberian derivat opioid seperti morfin dan kodein pada pasien manula dengan nyeri OA yang tak tertahankan. Tentu saja pemakaian obat ini harus dibawah pengawasan dokter untuk menghindari efek adiksi dan efek samping seperti mual serta sembelit.

Obat oles seperti krim dan jeli juga bisa digunakan untuk meredakan rasa nyeri. Ada 3 macam unsur yang dipakai dalam obat oles: (1) mentol dan eucalyptus oil yang menimbulkan rasa panas; (2) capsaicin, zat kimia dalam biji cabai, yang menumpulkan impuls nyeri di sel saraf dengan menghambat kerja substansi P; (3) obat analgetik seperti metil salisilat dan NSAID seperti diklofenak dan piroksikam yang memberikan rasa dingin dan sedikit patirasa; dan (4) obat bius lokal seperti lidokain yang menumpulkan impuls saraf.

Jika semua tindakan di atas tidak menolong, maka anda akan dirujuk oleh dokter umum atau dokter keluarga anda ke dokter spesialis saraf, rematologi atau ortopedi/spine surgeon untuk menjalani pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut. Pemeriksaan seperti MRI diperlukan untuk konfirmasi apakah anda tidak menderita HNP yaitu herniasi diskus yang menekan kolom saraf tulang belakang shg bisa menimbulkan kelumpuhan dan gangguan saraf lainnya. Tindakan invasif seperti penyuntikan obat anestesi, kortikosteroid atau bahkan pembedahan dapat pula dilakukan jika rasa nyeri terjadi karena HNP atau keadaan berbahaya lain seperti fraktur kompresi tulang belakang. Tentu saja semua keadaan ini baru dilaksanakan setelah dokter ahli mempertimbangkan manfaat-risikonya dan anda juga sudah menyetujuinya lewat informed-consent (penjelasan dokter yang diikuti kesepakatan tertulis dari anda).

dr Andryhartono, SpGK
Klinik MCU-Gizi Medik
RS Panti Rapih

Gout Arthritis

Peradangan sendi gout arthritis yang disebabkan penumpukan asam urat seringkali menimbulkan rasa sakit luar biasa. Nyeri ini disebabkan oleh kristal asam urat yg berbentuk spt jarum. Biasanya kristal asam urat terbentuk pada persendian jempol kaki dan jari-jari atau tulang2 kecil kaki (metatarsal dan tarsal). Selain itu, asam urat juga dapat mengendap dalam ginjal shg terbentuk batu asam urat.

Serangan asam urat bisa terjadi dalam hitungan hari atau bulan. Pria dan penyandang obesitas adalah kelompok yang berisiko tinggi mengalami kenaikan asam urat atau hiperurisemia. Sebenarnya, nyeri akibat asam urat bisa dicegah dengan mengatur keseimbangan kerja, olahraga dan istirahat di samping menghindari makanan tertentu.

Asam urat berasal dari purin yg banyak terdapat dalam daging merah termasuk otot kita sendiri. Jika aktivitas fisik kita terlalu berat (ditandai oleh rasa pegal) sementara kita juga kurang minum dan air seni kita terlalu asam krn banyak mengonsumsi daging, lemak dan alkohol, maka terjadilah kenaikan kadar asam urat (di atas 7 utk pria dan 5,5 utk wanita) yg bisa dgn atau tanpa nyeri sendi akibat pengendapan kristal asam urat. Kadar asam urat pria lebih tinggi dari wanita krn massa ototnya lebih besar.

Ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi atau setidaknya harus dikurangi porsinya agar nyeri akibat asam urat bisa dicegah. Apa saja makanan tersebut?

– Jamur kering
Jamur mengandung purin yg tinggi tetapi jamur kering jauh lebih tinggi lagi krn dengan pengeringan, purin lebih terkonsentrasi dg jumlah yg jauh lebih besar.

– Tape
Keberadaan ragi yg memfermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat dan alkohol bukan hanya meningkatkan kandungan purin tapi juga membuat air seni lebih asam sehingga asam urat mengendap sebagai kristal dan tidak bisa dibuang keluar oleh ginjal.

– Kerang
Untuk mengurangi risiko munculnya nyeri asam urat, Anda harus mengurangi konsumsi daging kerang. Saran ini dikemukakan Lona Sandon, asisten profesor gizi klinik di University of Texas Southwestern Medical Center, Amerika Serikat.

“Hewan laut satu ini sangat kaya akan purin, yang oleh tubuh akan dipecah menjadi asam urat. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya jangan terlalu banyak,” kata Sandon, seperti dikutip dari Health.com

– Alkohol

Minum minuman beralkohol akan meningkatkan risiko serangan asam urat hingga dua kali lipat. Alkohol tidak hanya meningkatkan asam urat tetapi juga membuat tubuh makin sulit membersihkannya dari sistem ekskresi spt ginjal. Jika memang ingin minum, lebih baik pilih red wine yg mengandung resveratrol antioksidan pencegah pembentukan asam urat. Minum bir hanya membuat nyeri asam urat makin parah.

– Daging merah dan jerohan

Seperti dikatakan sebelumnya daging kaya akan purin. Namun tidak semua daging memiliki kadar purin yang sama. Daging putih biasanya lebih sehat daripada daging merah. Sebenarnya tidak masalah jika Anda mengonsumsi daging merah, tetapi pastikan jangan terlalu sering dan jangan meminum kaldu atau kuahnya yg kental.

– Minuman manis

Hindari konsumsi minuman manis yg mengandung sukrosa dan fruktosa yg tinggi seperti soft drink atau jus buah kemasan. Pemanis buatan yang terkandung di dalamnya juga membuat tubuh lebih banyak memproduksi asam urat. Penelitian menunjukan pria yang mengonsumsi banyak minuman berfruktosa tinggi berisiko lebih tinggi terkena asam urat. Namun demikian, soda water yg hanya mengandung natrium bikarbonat tanpa gula akan melarutkan kristal asam urat shg kristal tsb dapat diekskresikan ke dalam air seni.

– Asparagus

Asparagus, kembang kol, bayam dan jamur basah mengandung lebih banyak purin dibandingkan sayuran lainnya. Tetapi jika Anda tidak terlalu banyak mengonsumsinya, tidak masalah. Menurut Sandon, tubuh juga sebenarnya lebih mudah mengeluarkan purin yang bersumber dari bahan nabati. Hal yg sama juga terjadi pada kacang dan emping.

– Daging burung. Burung yg terbang terus dan jarang minum spt angsa liar juga kaya akan purin krn hewan tsb dapat menyimpan purin dan asam urat dalam tubuhnya sbg bahan utk membentuk alantoin (bagian dari kuning telur).

– Sarden
Selain kandungan purin yg tinggi, ikan sardine yg dikalengkan juga mengandung kuah atau kaldu yang dapat membuat air seni menjadi asam.

Singkatan utk mengingat makanan yg harus dikurangi konsumsinya adalah JASBUKET yg tdd: Jerohan dan Jamur kering, Asparagus, Alkohol, Sarden, Sayuran yg tumbuh cepat spt jamur serta bayem, Burung, Kaldu, Kacang, Emping, dan Tape.

Pengapuran Sendi: Penyebab Utama Nyeri Sendi pada Wanita

Hampir semua orang pernah mengalami nyeri sendi. Masyarakat sering keliru menganggap semua nyeri sendi disebabkan oleh asam urat atau penyakit rematik. Kedua penyakit ini memang dapat menyebabkan nyeri sendi, tetapi sebenarnya jarang terjadi.

Penyakit lain yang sering dianggap dapat mengakibatkan nyeri sendi adalah kolesterol dan osteoporosis. Anggapan tersebut keliru karena kolesterol dan osteoporosis tidak pernah menyebabkan nyeri sendi.

Penyebab utama nyeri sendi pada usia di atas 45 tahun, khususnya lutut dan pinggul, adalah pengapuran sendi. Pada usia di bawah 45 tahun, penyebab utama nyeri sendi adalah peradangan otot akibat aktivitas fisik yang berlebihan atau karena cidera olah raga.

Pengapuran sendi atau osteoartritis adalah suatu penyakit di mana tulang rawan sendi menipis. Tulang rawan berfungsi melapisi ujung tulang pembentuk sendi, sehingga sendi dapat bergerak bebas tanpa rasa nyeri.

Fungsi tulang rawan sendi dapat diibaratkan seperti fungsi ban yang melapisi velg kendaraan sehingga mobil dapat bergerak bebas tanpa hambatan. Sama seperti ban mobil yang akan menipis karena aus akibat bergesekan dengan jalan, demikian juga tulang rawan sendi akan aus dan menipis karena saling bergesekan setiap kali sendi bergerak.

Jika tulang rawan sendi rusak dan menipis, ujung tulang pembentuk sendi akan saling bertemu dan bergesekan langsung tanpa pelapis tulang rawan, sehingga menimbulkan nyeri sendi.

Penyebab

Penyebab penipisan tulang rawan pada pengapuran sendi tidak diketahui secara pasti dan dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Setiap orang akan mengalami pengapuran sendi dengan derajad yang berbeda-beda.

Selain sebagai bagian dari proses penuaan,  pengapuran sendi dipandang sebagai akibat dari beberapa faktor resiko sebagai berikut: (1) wanita berusia lebih dari 45 tahun; (2) kelebihan berat badan; (3) aktifitas fisik yang berlebihan, seperti para olah-ragawan dan pekerja kasar; (4) menderita kelemahan otot paha; atau (5) pernah mengalami patah tulang di sekitar sendi yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejala-Gejala

Gejala pengapuran sendi stadium dini biasanya berupa nyeri dan  kekakuan sendi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah bangun tidur  atau setelah duduk dalam waktu lama. Sendi lutut juga terasa sakit jika digunakan untuk berjalan, naik-turun tangga, atau berjongkok. Sering terdengar bunyi “krek-krek” pada saat sendi lutut digerakkan.

Pada stadium lanjut, selain rasa sakit yang semakin hebat, sendi  lutut menjadi bengkok seperti huruf O atau huruf X.

Pada foto Rontgen, celah sendi lutut yang mengalami pengapuran sendi tampak lebih sempit dibanding celah sendi yang normal.

Derajad penyempitan celah sendi pada foto Rontgen inilah yang digunakan untuk menentukan berat ringannya (stadium) pengapuran sendi. Ada 4 stadium pengapuran sendi, yaitu stadium 1 dan 2 dikategorikan sebagai pengapuran sendi ringan, sedangkan stadium 3 dan 4 sebagai pengapuran sendi berat.

Pada stadium 1, celah sendi masih normal lebar, tetapi ada rasa nyeri pada sendi lutut. Celah sendi pada stadium 2 lebih sempit dibanding normal. Sementara pada stadium 3, celah sendi sangat sempit dan pada stadium 4, celah sendi menutup; keadaan ini disebabkan karena lapisan tulang rawan yang melapisi ujung tulang dan “mengisi” celah sendi telah hilang sama sekali.

Pengobatan.

Pengobatan tergantung pada stadium pengapuran sendi. Pengobatan untuk pengapuran sendi derajad ringan (yaitu stadium 1 dan 2) terdiri atas (1) menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan, (2) latihan untuk menguatkan otot paha dan pinggul serta untuk menjaga kebugaran tubuh, seperti berenang dan naik sepeda, (3) obat anti-radang dan anti-nyeri, (4) suplemen yang mengandung glukosamin untuk menumbuhkan tulang rawan, serta (5) obat pelumas sendi yang mengandung asam hialuronat dan yang perlu disuntikkan ke dalam sendi. Orang awam sering menyebut obat yang terakhir tersebut sebagai penambah ”oli sendi”.

Suntikan obat pelumas sendi hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi ringan (stadium 1 dan 2). Untuk pengapuran sendi berat (stadium 3 dan 4) obat tersebut tidak bermanfaat karena tulang rawan sendi pada umumnya tidak hanya menipis, tetapi telah hilang sama sekali sehingga tidak ada lagi tulang rawan yang tersisa untuk  dilumasi lagi.

Cukup banyak pasien yang kecewa telah mendapat suntikan obat pelumas sendi, tetapi tidak sembuh. Banyak diantaranya mendapat suntikan 5 sampai 10 kali pada kedua lututnya, tetapi tetap terasa nyeri. Hal ini disebabkan karena mereka telah mengalami pengapuran sendi stadium 3 atau 4 sehingga obat pelumas sendi tidak bermanfaat.

Oleh karena itu, bentuk pengobatan non-operasi tersebut di atas biasanya hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi  ringan (stadium 1 dan 2) dan tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk derajad yang berat. Untuk pengapuran sendi berat (yaitu, stadium 3 dan 4), pilihan pengobatan terbaik yang tersedia adalah operasi penggantian sendi.

Operasi Penggantian Sendi

Operasi penggantian sendi adalah operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan sendi buatan yang disebut prostesis. Operasi penggantian sendi paling banyak dilakukan pada sendi lutu dan sendi pinggul karena kedua sendi tersebut paling sering mengalami kerusakan akibat pengapuran sendi.

Pencegahan

Karena sebagai bagian dari proses penuaan, pengapuran sendi sebenarnya tidak dapat dicegah. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi resiko timbulnya pengapuran sendi, dengan cara (1) menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan, (2) tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, (3) segera memeriksakan diri jika menderita nyeri sendi agar pengapuran sendi stadium ringan dapat dicegah tidak bertambah buruk menjadi stadium berat.

Asam Urat dan Nyeri Sendi

Berbeda dengan kepercayaan dan pengetahuan kebanyakan orang, kata “urat” dalam frase “asam urat” tidak mempunyai hubungan langsung dengan kata “urat” yang berarti otot. Sebenarnya, asam urat adalah terjemahan langsung dari istilah bahasa Inggris “uric acid”. Penamaan ini berakibat banyak orang mengasosiasikan asam urat dengan nyeri otot, persendian, dan tulang. Apakah benar demikian?

Untuk menelaahnya, kita akan mulai dengan meninjau metabolisme asam urat dalam tubuh manusia. Asam urat adalah produksi metabolit langsung dari suatu bahan yang disebut sebagai purin. Di dalam sel, purin dibentuk menjadi senyawa asam nukleat yang menyusun senyawa-senyawa cadangan energi. Asam urat hasil pemecahan senyawa purin baik dari tubuh kita maupun dari makanan, beredar dalam darah untuk kemudian dibuang melalui saluran pencernaan dan saluran kemih. Jumlah asam urat yang dibuang melalui ginjal dan saluran kemih jauh lebih besar.

Pada tingkat keasaman darah yang normal, asam urat akan membentuk senyawa garam bersama dengan natrium (sodium). Pada perubahan tingkat keasaman darah, suhu yang menurun, dan adanya jejas atau trauma, senyawa asam urat ini akan membentuk kristal yang dapat dijumpai pada cairan sendi, sekitar sendi, ginjal, dan jaringan lunak yang longgar. Kadar asam urat dalam darah dapat saja tinggi namun tidak dirasakan oleh penderita.

Kristal asam urat yang terbentuk pada jaringan lunak menimbulkan benjolan kecil-kecil yang kadang dapat hilang sendiri. Benjolan ini sering dijumpai pada daun telinga (paling sering), permukaan dalam lengan bawah, permukaan depan tungkai bawah, sekitar persendian pada jari-jari, siku, dan sekitar tumit. Berlawanan dengan persepsi banyak orang, penumpukan kristal asam urat jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit dan peradangan yang nyata. Kekakuan sendi kadang terjadi.

Kristal asam urat juga dapat menghalangi penyaringan darah di ginjal. Kristal dapat menyumbat saluran-saluran di ginjal dan membentuk batu urat di ginjal. Akibatnya fungsi ginjal terganggu dan dapat menyebabkan kegagalan ginjal. Pada orang dengan diabetes dan tekanan darah tinggi, kristal urat dalam ginjal ini mempercepat terjadinya kerusakan pada ginjal dan menimbulkan batu ginjal dan saluran kemih.

Kristal asam urat yang menimbulkan nyeri adalah apabila kristal tersebut berada di dalam cairan sendi. Serangan nyeri karena kristal asam urat ini hampir selalu menyerang satu sendi saja. Sendi ini terutama adalah sendi di belakang ibu jari kaki. Penumpukan kristal asam urat ini menimbulkan peradangan, nyeri saat berjalan, kemerahan, dan setelah rasa sakit berkurang permukaan kulit akan mengelupas. Nyeri karena kristal asam urat pada sendi ini disebut sebagai penyakit pirai.

Pirai paling sering muncul pada laki-laki usia 40-50 tahun. Pirai sangat jarang terjadi pada anak-anak dan pada perempuan yang belum menopause. Ini menyebabkan adanya anggapan bahwa pirai adalah penyakitnya laki-laki. Dari sekian banyak orang dengan kadar asam urat dalam darah yang tinggi, hanya sedikit yang menjadi penyakit pirai.

Bagaimana mencegah kenaikan kadar asam urat?

Salah satu cara mencegah kenaikan kadar asam urat adalah dengan diet rendah purin. Ada jembatan keledai yang mudah diingat tentang jenis-jenis makanan yang perlu dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas, yaitu “BEnJOL”. Bayam, Emping, Jerohan, Otak, dan Lemak. Emping pada dasarnya adalah melinjo, jadi semua produk dari pohon melinjo juga perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya. Bayam mewakili sayur-sayuran, dan selain bayam, perlu juga menghindari atau mengurangi konsumsi terung-terungan. Kadar asam urat dalam darah juga dapat naik akibat konsumsi alkohol. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi setiap orang untuk mengurangi asupan minuman beralkohol.

Selain mengatur pola makan, perlu pula dilakukan perubahan gaya hidup seperti menghentikan rokok, olah raga yang cukup, dan menurunkan berat badan. Konsumsi vitamin C sampai dengan 500mg juga dikatakan dapat mempengaruhi kemungkinan terjadinya pirai. Cukup minum air hingga memastikan volume air seni sampai 2 liter per hari dikatakan dapat mencegah timbulnya batu urat pada ginjal dan saluran kemih.

Apakah setiap nyeri otot dan sendi berkaitan dengan asam urat?

Jawabannya: tentu tidak. Sebagian besar keluhan mengenai nyeri otot dan nyeri sendi tidak pernah berkaitan langsung dengan asam urat. Seperti sudah dibahas di atas, nyeri karena asam urat terjadi pada kristal asam urat yang menumpuk di cairan sendi dan menyebabkan peradangan. Sebagian besar nyeri karena asam urat ini juga terjadi hanya pada satu sendi dan paling sering mengenai sendi di belakang ibu jari kaki.

Trigger Finger – Penyebab Nyeri & Kaku Jari Tangan

Apakah jari tangan Anda kaku dan sakit jika digerakkan menekuk ke arah telapak tangan? Mungkin Anda menderita penyakit yang disebut Trigger Finger.

Gerakan jari-jari tangan lurus menunjuk sesuatu atau menekuk ke arah telapak tangan dilakukan oleh bagian otot yang disebut tendo (yaitu, bagian otot yang melekat pada tulang). Supaya berada pada tempatnya masing-masing, tendo-tendo tersebut "dipegang" oleh beberapa selubung yang disebut pulley, yang berbentuk seperti sebuah terowongan pendek

Penyebab

Dalam keadaan normal, tendo berbentuk bulat atau pipih dengan permukaan yang halus dan licin sehingga dapat bergerak di dalam terowongan pulley dengan mudah tanpa hambatan. Trigger finger dapat terjadi jika :

  1. Tendo membengkak dan membentuk benjolan yang disebut nodule
  2. Selubung tendo (pulley) yang menebal

Kedua keadaan tersebut menyebabkan tendo "terjepit" oleh pulley sehingga terjadi trigger finger.

Penyebab pasti trigger finger tidak diketahui. Namun demikian, trigger finger cenderung dialami oleh :

  1. Wanita hamil atau setelah melahirkan
  2. Wanita yang sudah menopause
  3. Penderita Kencing Manis
  4. Peminum alkohol
  5. Pekerja yang banyak melakukan gerakan menggenggam

Gejala - gejala

Gejala trigger finger berupa rasa sakit dan kaku pada jari yang terserang. Rasa nyeri biasanya timbul pada saat jari ditekuk atau diluruskan, dan lazim dialami di daerah pangkal jari. Pada saat jari ditekuk atau diluruskan sering terasa sensasi "klek" pada jari tersebut. Pada keadaan yang lebih berat, jari tidak dapat diluruskan kembali setelah ditekuk tanpa dibantu diluruskan oleh jari-jari tangan yang lain.

Trigger finger dapat mengenai setiap jari tangan secara bersamaan atau dalam waktu yang berlainan. Jari yang paling sering terserang adalah ibu jari dan jari tengah.

Pengobatan

Untuk trigger finger stadium awal, minum obat anti-radang dapat meredakan rasa sakit dan kaku, tetapi tidak dapat menyembuhkan secara tuntas. Suntikan obat anti-radang memberikan kesembuhan sementara (selama sekitar 3 bulan ) namun beresiko menyebabkan kerapuhan tendo jika suntikan mengenai tendo tersebut. Tendo yang rapuh beresiko putus.

Pengobatan trigger finger stadium lanjut, dan yang kambuh kembali setelah diberikan obat anti-radang (baik diminum atau disuntikkan), adalah operasi yang disebut release trigger finger.

Operasi ini bertujuan membuka (membelah) selubung tendo (pulley) yang menebal dan "menjepit" tendo pada jari yang terserang, sehingga tendo dapat bergerak bebas kembali tanpa menimbulkan rasa sakit. Ini merupakan operasi kecil (luka irisan sekitar 1 cm) yang dapat dilakukan dengan pembiusan lokal, membutuhkan waktu hanya sekitar 10 menit, dan penderita tidak perlu menginap di rumah sakit. Operasi pada trigger finger menjamin penyembuhan tuntas tanpa kemungkinan kambuh kembali.

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi :

Klinik Orthopaedi dan Traumtoalogi
Rumah Sakit Panti Rapih
Jl. Cik di Tiro 30 Yogyakarta 55223
Telp : 0274 - 563333 ext 337, 339