Apa Itu Self Isolation?

Self Isolation dilakukan bila seseorang menderita sakit seperti demam, batuk, sesak nafas, memilih untuk tinggal di rumah tanpa pergi ke sekolah, kantor dan tempat umum, untuk mencegah penularan penyakit.

Apa yang dilakukan ketika Self Isolation?

  1. Lakukan etika dan bersin, gunakan masker selama isolasi.
  2. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  3. Hindari pemakaian bersama peralatan makan, peralatan mandi, dan linen/sprei.
  4. Bersihkan area yang sering disentuh dengan cairan desinfektan.
  5. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya. Upayakan menjaga jarak dari anggota keluarga setidaknya 1 meter.
  6. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas
  7. Tinggal di rumah, jangan pergi bekerja, dan jangan ke ruang public.
  8. Hubungi segera fasyankes jika sakit berlanjut seperti napas untuk dirawat lebih lanjut.

Durasi Self Isolation jika positif COVID-19 “sampai dikatakan negatif COVID-19 oleh petugas kesehatan”.

Lakukan Self Monitoring jika seseorang terpapar dengan kasus COVID-19 positif atau riwayat perjalanan ke negara/kota terpapar COVID-19 selama 14 hari.

Posted in Penyakit Dalam and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *