Flu Singapore

Seminggu yang lalu, saya bertemu dengan teman lama saya, di rumah sakit. Teman saya itu membawa anaknya berobat. Dia bilang menurut dokter anaknya menderita Flu Singapore.  Saya lihat di telapak tangan anak itu tampak bintik-bintik merah, mulutnya ada sariawan di beberapa tempat.

Flu Singapore? Apakah itu?

Flu Singapore sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PKTM). Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Di indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.

Istilah “Flu Singapore” muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura.  Gejala penyakit ini mirip flu, dan saat itu terjadi kejadian luar biasa di Singapura (dan kemudian juga terjadi di indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah “Flu Singapore”.

PKTM ini merupakan penyakit akut akibat infeksi virus. Virus yang dapat menyebabkan PKTM adalah Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan  Enterovirus.  Infeksi Enterovirus 71 sering menimbulkan PKTM yang berat bahkan berkomplikasi.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun).  Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena.

Penularan PKTM sama seperti penularan flu, bisa melalui udara, batuk, bersin, air liur, ingus, cairan tubuh lainnya. Dari tangan yang tidak cuci tangan, handuk, peralatan makan pun bisa menularkan penyakit ini.

Ketika seseorang terkena PTKM dia akan mengalami demam, umunya demamnya tidak tinggi, diikuti keluhan tenggorokan (mungkin nyeri menelan atau terasa kering), badan terasa tidak enak, nafsu makan menurun, pilek, pegal-pegal. Kemudian timbul plentingan berair yang mudah pecah di lidah, gusi, pipi bagian dalam, yang terasa nyeri. Di telapak tangan dan kaki timbul bercak-bercak merah sampai plentingan berair yang tidak gatal. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat dirumah sakit. Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit.

Komplikasi yang bisa terjadi: radang selaput otak, radang otak, radang otot jantung, lumpuh layu akut, bahkan kematian.

Diagnosis pasti penyakit ini didapatkan dengan pemeriksaan deteksi keberadaan virus. Pemeriksaan darah rutin tidak memberikan diagnosis yang pasti.

PTKM adalah infeksi virus, dan infeksi virus ini bersifat self limited disease, artinya bisa pulih dengan sendirinya. Berat ringannya gejala sangat ditentukan oleh jenis virus yang menginfeksi serta tingkat imunitas tubuh. Semakin rendah tingkat imunitas tubuh, maka gejala yang Nampak dapat semakin berat dan mudah mengalami komplikasi.

Manajemen PTKM meliputi istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, bila perlu dengan suplemen vitamin, pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan pengobatan sesuai gejala yang menyertai. Bila demam, maka diberikan obat anti-demam. Diberikan juga obat untuk luka di daerah mulut untuk mengurangi kesakitan.

 

(dari berbagai sumber)

Varises Tungkai Bawah

Bila Anda tidak tahan untuk jongkok dan berdiri lama, dimana tungkai bawah Anda terasa pegal, atau di bagian betis sudah terlihat urat-urat halus bisa jadi Anda mulai terkena  varises.

Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik (pembuluh darah vena) akibat gangguan aliran darahKata varises berasal dari bahasa Latin “varix” yang berarti memutar. Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari jaringan tubuh untuk kembali ke jantung.

Varises timbul apabila terjadi gangguan pada pembuluh darah vena. Dinding pembuluh darah vena merupakan dinding yang tipis tetapi elastis. Apabila elastisitasnya berkurang, fungsinya yang mengalirkan darah kembali ke jantung pun akan berkurang. Pembuluh darah vena tidak optimal melawan efek gravitasi bumi sehingga darah akan menumpuk di tungkai. Selain karena elastisitas yang berkurang, rusaknya katup pembuluh darah vena juga menimbulkan varises. Katup pembuluh darah vena ini bertugas menahan darah yang mengalir ke atas (ke jantung) agar tidak kembali ke bawah (tungkai). Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan  menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Adanya gangguan aliran darah (penumpukkan darah) menyebabkan pembuluh darah vena melebar, membesar dan berkelok-kelok.

Hal-hal yang dapat memicu terjadinya varises:

· Faktor keturunan/ genetik

Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.

· Obesitas
Obesitas akan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena.

· Kehamilan

Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.

· Obat hormonal (KB)

· Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

· Merokok
Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.

· Kurang gerak
Gaya hidup yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.

· Terlalu banyak berdiri

Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh darah vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.

· Memakai sepatu hak tinggi

Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah vena menjadi tidak maksimal.

Berdasarkan berat ringannya penyakit, varises terbagi menjadi 4 stadium, yakni:

Stadium I : Pada stadium ini gejala biasanya tidak spesifik. Pada umumnya ditandai dengan gejala tungkai bawah  gatal, rasa terbakar, rasa pegal, kaki mudah capek, mudah kesemutan (gringgingen).

Stadium II: Pada stadium ini ditandai dengan warna kebiruan yang lebih nyata pada pembuluh darah vena.

Stadium III: Pembuluh darah vena nampak melebar dan berkelok-kelok mirip sarang laba-laba (spider navy). Keluhan pada tungkai makin nyata dan makin kerap dialami.

Stadium IV: Pada stadium ini ditandai dengan timbulnya berbagai komplikasi, antara lain: dermatitis (peradangan pada kulit, kulit menghitam dan mengeras),  luka (ulkus), perdarahan varises, dan gangguan pembuluh darah vena lainnya.

Bila sudah terkena varises:

  • Sering istirahat dengan kaki ditinggikan.
  • Bila harus berdiri/duduk terlalu lama, gerakkan kaki sebanyak mungkin.
  • Gunakan stocking yang menopang.
  • Periksa dokter bila sudah mengganggu aktivitas, dokter akan:
  • Memberi resep salep pereda gatal.
  • Memberi obat anti-varises.
  • Mengobati komplikasi bila ada.
  • Menyuntik cairan sklerosa untuk mengecilkan varises.

Tindakan operasi terutama dilakukan pada varises stadium III dan IV, namun bisa juga dilakukan pada stadium II. Teknik-teknik pengobatan pada varises sudah dikenal sejak abad kelima sebelum masehi. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, teknik operasi dikembangkan melalui pendekatan meminimalisir tindakan invasif. Operasi yang lazim dilakukan diantaranya: Stripping Varises, Ambulatory Phlebectomy (menghilangkan bagian varises dengan irisan kecil), dan Saphectomy.

Tindakan operasi yang bersifat invasif minimal, yakni: Radiofrekuensi Ablasi dan Endovenous Laser Therapy (EVLT).

Pencegahan

  • Hindari duduk/berdiri terlalu lama. Bisa sedang terpaksa berdiri lama, gerakkan  tungkai kaki. Prinsipnya: jangan berada di satu sikap tubuh yang sama dalam waktu yang lama.
  • Hindari duduk bersila.
  • Manajemen berat badan.
  • Hindari sepatu bertumit tinggi.
  • Hindari celana jeans yang terlalu ketat.
  • Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  • Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  • Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  • Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.

 

Insomnia (Sulit Tidur)

Tidur merupakan kebutuhan pokok manusia. Bayangkan apa yang terjadi bila kebutuhan pokok tidak bisa tercukupi?  Tentu kehidupan manusia akan terganggu. Tidur mempunyai fungsi yang vital bagi kesehatan. Pada saat kita tidur, tubuh akan mengadakan perbaikan dan mencapai keadaan yang seimbang. Organ-organ tubuh akan beristirahat dan akan mengembalikan fungsi-fungsinya dalam keseimbangan.

Tidur yang normal antara 7-8 jam, bayi membutuhkan waktu yang lama untuk tidur yaitu 18-20 jam. Sedangkan pada lansia malah waktu tidur semakin memendek yaitu 4-6 jam.

Tidur yang normal adalah 7-8 jam, tetapi ada pengecualian:

  1. Short sleeper/ petidur singkat: < 6 jam
  2. Long sleeper/ petidur lama: > 8 jam

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hormon, yaitu asetilkolin,  serotonin, dan dopamin yang saling berinteraksi dalam proses tidur (mengawali dan mengakhiri).

Insomnia adalah sindroma kesulitan tidur yang berulang, baik kesulitan untuk memulai tidur dan atau mempertahankan tidur sehingga menghasilkan  hendaya (gangguan fungsi) pada siang hari.

Penyebab Insomnia:

  • Jet lag, perbedaan waktu, misal bila bepergian ke luar negeri.
  • Masalah psikologi: stres, trauma, depresi
  • Masalah kesehatan: sesak napas, rasa nyeri
  • Masalah lingkungan: keramaian, pencahayaan, suhu ruangan yang tidak nyaman
  • Efek obat-obatan: obat-obat stimulan otak, misal vitamin neurotropik.
  • Kebiasaan: begadang, minum alkohol, kecanduan nikotin.

Kriteria Insomnia:

  • Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun.
  • Hendaknya dalam fungsi kehidupan sehari-hari, misalnya mengantuk, susah konsentrasi, depresi, lesu, lemas, nyeri kepala, kesehatan menurun.

Tipe Sindroma Insomnia:

  • Transient Insomnia: kesulitan tidur 2-3 hari.
  • Short Term Insomnia: kesulitan tidur 3 minggu.
  • Long Term Insomnia: kesulitan tidur lebih dari 3 minggu, biasanya berhubungan dengan kondisi medik dan psikiatrik tertentu.

Manajemen Kesulitan Tidur:

  • Ciptakan suasana tidur yang tenang dan nyaman.
  • Tidur dan bangunlah secara biasanya, bahkan bila tidur lebih larut, biasakanlah bangun di waktu yang sama, jangan menambah jam tidur.
  • Jangan mengkonsumsi kafein, soda, alkohol pada malam hari.
  • Sebaiknya mengkonsumsi produk yang mengandung kalsium, seperti susu, karena kalsium mempunyai sifat menenangkan.
  • Makan malam minimal 2 jam sebelum tidur, tetapi jangan tidur dengan perut kosong.
  • Jangan menggunakan obat-obat stimulan
  • Melakukan olahraga yang ringan sebelum tidur.
  • Segera bangun dari tempat tidur bila tak dapat tidur (15-30 menit).
  • Hindari rasa cemas atau frustasi.
  • Terapi Psikologi: teknik relaksasi.
  • Terapi Obat, bila memang sangat diperlukan.

 

(Berbagai Sumber)

Luka Bakar

Pernahkah Anda mengalami luka bakar?

Sebagian besar orang seumur hidupnya hampir pasti pernah menderita luka bakar, mulai dari tingkat ringan sampai berat. Mulai dari kemerahan akibat sengatan matahari, tersiram air panas, kena setrum, sampai terbakar api.

Luka Bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan energi ekstrim seperti api, air panas, bahan kimia (asam atau basa), listrik,  dan radiasi.

Prinsipnya: Luka bakar terjadi akibat energi  panas yang merusak jaringan kulit.

Luka Bakar Derajat 1

♣ Biasa terjadi akibat sengatan matahari, paparan nyala api

♣ Bersifat ringan

♣ Kulit yang terpapar akan terasa lunak, nyeri, merah dan hangat

♣ Sembuh sendiri, dalam 3-7 hari

Luka Bakar Derajat 2

♣ Jaringan kulit tidak rusak semua

♣ Ditandai dengan adanya bula (lepuhan)

♣ Luka tampak basah dan kemerahan

♣ Terasa sangat nyeri karena ujung saraf nyeri terbuka akibat kerusakan jaringan kulit.

Luka Bakar Derajat 3

♣ Seluruh kulit mengalami kerusakan

♣ Kulit seperli lilin, pucat dan kering

♣ Tidak terasa nyeri karena saraf-saraf sudah rusak

♣ Untuk perbaikannya membutuhkan pencangkokan kulit.

Penanganan Luka Bakar:

Segera hilangkan sumber luka bakar.

Segera hambat dan hilangkan panas yang terserap ke dalam kulit, misalnya dengan mengalirkan bagian tubuh yang terbakar dengan air bersih, kurang lebih selama 15 menit.

Segera mencari pelayanan kesehatan terutama untuk luka bakar derajat 2 dan 3.

Indikasi Rawat Inap

  • Luka bakar pada wajah, tangan, daerah kemaluan
  • Luka bakar akibat bahan kimia dan listrik
  • Menderita gangguan atau penyakit lain: penyakit jantung, ginjal, diabetes.
  • Luka bakar derajat 2 dengan luas ≥15% (dewasa) dan ≥10% pada anak dan lansia
  • Luka bakar derajat 3 ≥10%

“Mam…kenapa sih aku harus disunat?”

Liburan sekolah telah tiba, beberapa anak laki-laki Sekolah Dasar pada liburan sekolah ini disunat. Ada yang ikut-ikutan teman-temannya, ada yang dorongan orang tua dan lainnya. Dan tidak sedikit dari mereka yang bertanya kepada ibunya, “ Mam… kenapa sih aku harus disunat?

Sunat atau khitan sudah dikenal dan dilakukan sejak beribu tahun yang lalu di beberapa negara , misalnya bangsa-bangsa Semit di Timur Tengah, Arab, Israel, Palestina dan  Indonesia. Alasan orang tua memilih menyunatkan anak laki- lakinya berbeda-beda misalnya berdasarkan keyakinan agama, alasan kebersihan, medis,  faktor budaya, adat istiadat  atau social dan lainnya.

Sunat dalam kehidupan sehari-hari mempunyai banyak istilah misalnya Circumsisi, Dorsumsisi, Khitan, Supit, Tetak (jawa), Sepit (banyumas), dll.  Dalam sunat, kulup yang menutupi penis dipotong, mengekspos ujung penis.

Anak laki-laki disunat tidak dibatasi usia  karena sunat bisa dilakukan mulai dari bayi baru lahir hingga dewasa, oleh ahli sunat tradisional seperti bengkong (bong supit), oleh tenaga kesehatan seperti  perawat, dokter umum, dokter bedah atau dokter lain yang biasa mengerjakannya. Namun di Indonesia biasanya anak disunat , pada waktu mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD), atau pada saat memasuki masa akil balik, kecuali apabila ada alasan medis dapat dilakukan lebih dini, misalnya fimosis (kulup tidak dapat dibuka sehingga kesulitan buang air kecil), biasanya dialami oleh satu dari 20 bayi laki-laki. Makanya, ia sudah bisa disunat sebelum usia dua bulan, dll.

Sunat adalah prosedur operasi kecil yang sudah umum dimana anak laki-laki dilahirkan dengan tudung kulit, disebut kulup/prepusium, yang mencakup kepala (juga disebut glend) dari penis.  Pada kulup terdapat kelenjar minyak, padatan minyak yang lembab sulit dibersihkan yang terkadang menutupi jalan keluar urine (air seni), kotoran pada daerah ini biasa disebut smegma. Dalam Sunat, prepusium atau kulit kuncup ujung penis yang melipat dipotong, pembuluh darah ditutup, kemudian luka dijahit sehingga kepala penis terlihat, dengan masa penyembuhan luka sekitar 5-6 hari. Dipotong atau diirisnya kulit yang menutupi kepala penis ini sekaligus membersihkan daerah tersebut dari smegma. Dalam tindakan ini dilakukan bius lokal apabila pasien kooperatif (tidak takut, mengerti dan bisa diajak kerjasama). Bius lokal bisa berupa suntik atau semprot. Kemudian untuk pasien bayi, ketakutan atau tidak koopertif dilakukan bius total.

Manfaat utama dari sunat adalah membersihkan diri dari berbagai smegma atau kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya. Sehingga penis menjadi lebih mudah untuk dibersihkan.  Dengan demikian sunat dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Dan, terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Beberapa bukti-bukti memperlihatkan bahwa  prosedur memotong kulup pada penis dapat mencegah sejumlah penyakit menular seksual dan juga riset menunjukkan sunat memotong risiko terkena HPV (Human Papiloma Virus = virus penyebab kanker leher rahim) dan herpes, perempuan yang berhubungan seks dengan pria yang bersunat sedikit kemungkinan terkena HPV dan infeksi bakteri.

Perawatan pasca sunat tidak sulit, biasanya dokter akan memberikan penghilang nyeri (analgesik), yang sebaiknya diminum secara teratur sesuai petunjuk dokter, jagalah alat kelamin  tetap bersih dan kering,  Penggantian perban dapat dilakukan setiap 2-3 hari tergantung perkembangan luka khitan, Lakukan kontrol rutin ke dokter yang mengkhitan pada hari ketiga dan pada hari kelima-ketujuh apabila luka khitan sudah betul-betul kering maka perban bisa dilepaskan secara total.

Akhirnya sebelum Anda membuat keputusan sunatan, penting untuk berbicara dengan dokter Anda dan mempertimbangkan beberapa isu, sehingga keputusan yang dibuat adalah yang terbaik untuk buah hati Anda.

Mengapa bahuku kaku dan nyeri?

Sudah dua minggu ini  Bu Ratih mengalami kekakuan pada bahu kanan. Bahu kanannya tidak bebas bergerak seperti biasanya. Dari hari ke hari keluhan bahu kanan Bu Ratih dirasakan semakin memberat. Menurut Bu Ratih, awalnya  bahu kanan terasa kaku ketika bangun pagi. Bu Ratih menganggapnya sebagai keluhan biasa saja.

Namun semakin lama keluhan tersebut semakin berat. Gerakan bahu menjadi terbatas karena adanya rasa nyeri.  Karena sudah tidak tahan dengan rasa nyeri di bahu kanannya, Bu Ratih berobat ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, Bu Ratih didiagnosis menderita Frozen Sholder (Bahu Membeku).

Apa itu Frozen Shoulder?

Definisi

•Gangguan pergerakan pada sendi bahu karena adanya peradangan pada kapsul sendi bahu. Peradangan tersebut menyebabkan sendi menjadi nyeri dan gerakan sendi terbatas dan kaku.

•Penyebab utama Frozen Shoulder tidak diketahui, tapi diduga karena adanya perlukaan, trauma berulang, ataupun penyakit autoimun).

•Khas: sifat nyeri dan kekakuan sendi progresif (cepat memberat), namun biasanya  membaik secara spontan setelah 18 bulan.

•Gerakan bahu menjadi sangat terbatas, nyeri memberat ketika malam hari.

Faktor Risiko

♣Pada umumnya yang  menderita Frozen Shoulder adalah dewasa berusia 40-60 tahun, kebanyakan perempuan.
♣Imobilisasi  sendi bahu dalam waktu yang lama (misal setelah operasi lengan, koma, stroke)
♣Penyakit : Diabetes, Jantung dan Pembuluh Darah, Rematik, Parkinson.

Gejala Klinis

♣Nyeri, semakin memberat dari hari ke hari, terutama bila malam hari.

♣Kaku, ada pembatasan gerak sendi bahu: gerakan memutar lengan ke dalam, ke luar, gerakan merentangkan lengan.

Pemeriksaan

♣Foto Rontgen: dapat menunjukkan gambaran adanya peradangan sendi bahu, penurunan kepadatan tulang bahu.

♣Artrografi : menunjukkan sendi bahu terkontraksi.

Tata Laksana

♣Frozen Shoulder kebanyakan dapat pulih sendiri tanpa operasi tetapi dalam waktu yang lama.

♣Tata Laksana yang umum digunakan adalah: obat antinyeri, injeksi kortikosteroid, fisioterapi. Bila kasus parah dapat dilakukan operasi.

 

(Berbagai Sumber)

 

Penyakit TBC

Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia.

Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.

Penyebab Penyakit TBC

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).

Cara Penularan Penyakit TBC

Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.

Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala sistemik/umum

  • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
  • Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

Gejala khusus

  • Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak.
  • Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
  • Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
  • Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Penegakan Diagnosis

Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah:

  • Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
  • Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
  • Rontgen dada (thorax photo).
  • Uji tuberkulin.

(Berbagai Sumber)

 

Asam Urat dan Nyeri Sendi

Berbeda dengan kepercayaan dan pengetahuan kebanyakan orang, kata “urat” dalam frase “asam urat” tidak mempunyai hubungan langsung dengan kata “urat” yang berarti otot. Sebenarnya, asam urat adalah terjemahan langsung dari istilah bahasa Inggris “uric acid”. Penamaan ini berakibat banyak orang mengasosiasikan asam urat dengan nyeri otot, persendian, dan tulang. Apakah benar demikian?

Untuk menelaahnya, kita akan mulai dengan meninjau metabolisme asam urat dalam tubuh manusia. Asam urat adalah produksi metabolit langsung dari suatu bahan yang disebut sebagai purin. Di dalam sel, purin dibentuk menjadi senyawa asam nukleat yang menyusun senyawa-senyawa cadangan energi. Asam urat hasil pemecahan senyawa purin baik dari tubuh kita maupun dari makanan, beredar dalam darah untuk kemudian dibuang melalui saluran pencernaan dan saluran kemih. Jumlah asam urat yang dibuang melalui ginjal dan saluran kemih jauh lebih besar.

Pada tingkat keasaman darah yang normal, asam urat akan membentuk senyawa garam bersama dengan natrium (sodium). Pada perubahan tingkat keasaman darah, suhu yang menurun, dan adanya jejas atau trauma, senyawa asam urat ini akan membentuk kristal yang dapat dijumpai pada cairan sendi, sekitar sendi, ginjal, dan jaringan lunak yang longgar. Kadar asam urat dalam darah dapat saja tinggi namun tidak dirasakan oleh penderita.

Kristal asam urat yang terbentuk pada jaringan lunak menimbulkan benjolan kecil-kecil yang kadang dapat hilang sendiri. Benjolan ini sering dijumpai pada daun telinga (paling sering), permukaan dalam lengan bawah, permukaan depan tungkai bawah, sekitar persendian pada jari-jari, siku, dan sekitar tumit. Berlawanan dengan persepsi banyak orang, penumpukan kristal asam urat jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit dan peradangan yang nyata. Kekakuan sendi kadang terjadi.

Kristal asam urat juga dapat menghalangi penyaringan darah di ginjal. Kristal dapat menyumbat saluran-saluran di ginjal dan membentuk batu urat di ginjal. Akibatnya fungsi ginjal terganggu dan dapat menyebabkan kegagalan ginjal. Pada orang dengan diabetes dan tekanan darah tinggi, kristal urat dalam ginjal ini mempercepat terjadinya kerusakan pada ginjal dan menimbulkan batu ginjal dan saluran kemih.

Kristal asam urat yang menimbulkan nyeri adalah apabila kristal tersebut berada di dalam cairan sendi. Serangan nyeri karena kristal asam urat ini hampir selalu menyerang satu sendi saja. Sendi ini terutama adalah sendi di belakang ibu jari kaki. Penumpukan kristal asam urat ini menimbulkan peradangan, nyeri saat berjalan, kemerahan, dan setelah rasa sakit berkurang permukaan kulit akan mengelupas. Nyeri karena kristal asam urat pada sendi ini disebut sebagai penyakit pirai.

Pirai paling sering muncul pada laki-laki usia 40-50 tahun. Pirai sangat jarang terjadi pada anak-anak dan pada perempuan yang belum menopause. Ini menyebabkan adanya anggapan bahwa pirai adalah penyakitnya laki-laki. Dari sekian banyak orang dengan kadar asam urat dalam darah yang tinggi, hanya sedikit yang menjadi penyakit pirai.

Bagaimana mencegah kenaikan kadar asam urat?

Salah satu cara mencegah kenaikan kadar asam urat adalah dengan diet rendah purin. Ada jembatan keledai yang mudah diingat tentang jenis-jenis makanan yang perlu dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas, yaitu “BEnJOL”. Bayam, Emping, Jerohan, Otak, dan Lemak. Emping pada dasarnya adalah melinjo, jadi semua produk dari pohon melinjo juga perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya. Bayam mewakili sayur-sayuran, dan selain bayam, perlu juga menghindari atau mengurangi konsumsi terung-terungan. Kadar asam urat dalam darah juga dapat naik akibat konsumsi alkohol. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi setiap orang untuk mengurangi asupan minuman beralkohol.

Selain mengatur pola makan, perlu pula dilakukan perubahan gaya hidup seperti menghentikan rokok, olah raga yang cukup, dan menurunkan berat badan. Konsumsi vitamin C sampai dengan 500mg juga dikatakan dapat mempengaruhi kemungkinan terjadinya pirai. Cukup minum air hingga memastikan volume air seni sampai 2 liter per hari dikatakan dapat mencegah timbulnya batu urat pada ginjal dan saluran kemih.

Apakah setiap nyeri otot dan sendi berkaitan dengan asam urat?

Jawabannya: tentu tidak. Sebagian besar keluhan mengenai nyeri otot dan nyeri sendi tidak pernah berkaitan langsung dengan asam urat. Seperti sudah dibahas di atas, nyeri karena asam urat terjadi pada kristal asam urat yang menumpuk di cairan sendi dan menyebabkan peradangan. Sebagian besar nyeri karena asam urat ini juga terjadi hanya pada satu sendi dan paling sering mengenai sendi di belakang ibu jari kaki.

Flu Babi (Swine Flu)

Secara internasional, flu babi disebut sebagai swine flu. Jadi jangan sepolos saya yang mencari di search engine dengan keyword: pig flu. Duh, bodohnya saya. Beranjak dari kebodohan itu, mari kita bahas satu-satu mengenai flu ini, dan mengapa kita tidak perlu panik menghadapinya.

Pandemi Spanish Flu tahun 1918 membuat para ahli kesehatan masyarakat selalu waspada atas potensi pandemi yang sama. Setelah SARS dan avian influenza (flu burung, walau lebih tepat disebut flu unggas), kini ada ancaman serupa yang disebut sebagai flu babi atau swine flu. Potensi pandemi ini telah menyalakan alarm kewaspadaan di seluruh perbatasan negara di dunia termasuk Indonesia. Total kematian akibat flu ini dalam beberapa minggu ini telah melampaui seluruh korban meninggal akibat flu burung di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Flu babi disebabkan oleh virus influenza A H1N1.

Bedakan dengan flu burung yang H5N1. Sama dengan flu burung, ada tiga tingkatan diagnosis flu babi, yaitu kasus suspectprobable, dan confirmed. Seseorang dikatakan suspect flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dengan salah satu kondisi berikut:

  1. Kontak dengan penderita kasus flu babi confirmed dalam 7 hari terakhir, atau
  2. Melakukan perjalanan ke Amerika Serikat atau daerah lain di mana terdapat minimal satu kasus confirmedflu babi, atau
  3. Tinggal di tempat di mana ada minimal satu kasus confirmedflu babi.

Seseorang dikatakan probable flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dan memenuhi salah satu kriteria berikut ini:

  1. Positif untuk influenza A namun negatif untuk H1 atau H3 dengan RT PCR.
  2. Positif untuk influenza A dengan influenza rapid test atau immunofluorescent assay ditambah memenuhi kriteria suspect.

Seseorang dikonfirmasi sebagai penderita flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dengan konfirmasi virus influenza H1N1 yang diperiksa dengan real time PCR atau kultur virus.

Mari kita tidak usah pusing dengan klasifikasi tersebut. Mari kita fokus pada bagaimana gaya hidup kita bisa menghindarkan kita dari resiko penularan flu babi.

Tidak ada literatur yang saya baca di CDC menyebutkan keterlibatan babi dalam penularan virus flu ini. Virus ini memang menular dengan sangat cepat di antara babi-babi di peternakan, tapi sedikit sekali kasus manusia tertular dari babi, apalagi dari dagingnya. Itulah sebabnya saya heran kenapa Indonesia serta merta menghentikan impor daging babi. Manajemen emosional khas Indonesia. Walau demikian, babi memang menjadi tempat yang potensial perkembangan strain virus baru yang berbahaya bagi manusia mengingat tingginya kompatibilitas manusia dengan babi.

Flu babi menular melalui droplets bersin orang sakit. CDC menggarisbawahi bahwa tidak mungkin satu perilaku dapat mencegah penularan flu babi. Perlu beberapa perilaku, yaitu cuci tangan (dengan sabun atau bahan yang mengandung alkohol), menutup mulut dan hidung saat batuk, tinggal di rumah saja selama sakit (kecuali untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan), dan meminimalkan kontak dengan anggota rumah tangga yang lain. Apabila memerlukan diri untuk keluar dari rumah, orang sakit diharapkan mengenakan masker atau respirator (bentuknya seperti yang biasa dipakai para pekerja sampah).

Bila keduanya tidak ada, boleh memakai sapu tangan atau sleyer saja. Membatasi kontak sosial juga merupakan langkah yang penting. Kontak sosial sementara lewat sini saja dulu. CDC menetapkan jarak 6 kaki (WHO menulis kira-kira satu meter) sebagai jarak yang bisa diterima bila harus melakukan kontak sosial bagi penderita sakit saluran pernafasan.

Nah, kapan anda harus mencari pertolongan medis berkaitan dengan gejala infeksi saluran nafas? Pertama, bila ada sesak nafas atau nyeri dada. Selanjutnya apabila ada warna biru atau ungu pada bibir, muntah dan tidak bisa minum, ada gejala kekurangan cairan (pusing bila berdiri, kencing sedikit atau tidak ada, atau pada bayi tidak ada air mata waktu menangis).  Pada keadaan yang lebih serius mungkin ada kejang atau penurunan reaksi ketika dipanggil atau orang sakit menjadi bingung (gelisah).

Semoga informasi ini bisa membantu. Anda tidak usah takut makan daging babi asal dibersihkan dan dimasak dengan teliti (virus mati pada suhu 70 derajat Celcius). Tetap kembangkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, karena inilah yang akan menyelamatkan hidup anda, bukannya melarang orang berdagang karena ketakutan yang tidak berdasar.

Hemoroid

Ketika saya melakukan kunjungan kesehatan ke sebuah pos kesehatan, disana saya menemukan beberapa kasus hemoroid, atau awam dikenal sebagai wasir atau ambeien dengan keluhan yang berbeda. Ada Bapak yang mengeluhkan pedih di lubang anusnya, hingga duduk pun susah, ada juga Ibu-ibu yang khawatir karena keluar darah segar mengucur setelah selesai BAB (Buang Air Besar). Semua keluhan tersebut saya kelola sebagai hemoroid. Lantas mengapa keluhan mereka berbeda? Apa yang terjadi?

Hemoroid adalah penyakit yang sangat umum dijumpai.  Yunani, haem = blood (darah), rhoos = flowing (mengalir)]

Sekitar 75% orang akan menderita hemoroid di satu masa kehidupannya. Biasanya hemoroid ini akan dialami orang dewasa, dengan puncak usia 45-65 tahun. Laki-laki dan wanita mempunyai risiko yang sama untuk menderita hemoroid. Tetapi pada wanita hamil, kejadian hemoroid meningkat.Merupakan sebab terbanyak perdarahan yang keluar melalui anus. Hemoroid adalah pembesaran pembuluh darah vena di daerah anus.  Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah balik yang bertugas untuk mengantarkan darah kembali ke jantung.  Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang berdinding tipis dan elastis. Karena sifatnya yang tipis dan elastis, adanya tekanan yang meninggi atau bendungan akan membuat dinding vena melebar menampung darah.

Penyebab hemoroid pada prinsipnya adalah adanya peninggian tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah anus. Gangguan BAB ( bisa  BAB keras, ataupun diare) yang kronis, kekurangan serat makanan, mengejan ketika BAB, batuk kronis, mengangkat benda yang berat, duduk lama, kehamilan, tumor perut, kegemukan,  bisa menyebabkan  hemoroid. Penyebab lain hemoroid adalah kelemahan jaringan  penyokong usus besar dan anus yang terkait dengan usia.

Berdasarkan lokasinya, bila pembuluh darah vena di bagian dalam anus yang membesar tepatnya masih di daerah usus besar(rektum), dinamakan Hemoroid Interna. Sedangkan bila yang membesar adalah vena di daerah lubang anus, maka disebut sebagai Hemoroid Eksterna.

Hemoroid Interna berdasarkan tingkat keparahannya:

Derajat 1 Vena membesar, ada benjolan mukosa tetapi masih di dalam usus besar, gejala yang dirasakan: adanya perdarahan stelah BAB, tidak ada rasa nyeri.
Derajat 2 Benjolan mukosa dapat keluar dari lubang anus ketika BAB terutama waktu mengejan, namun secara spontan kembali ke dalam setelah BAB, gejala lain yang menyertai: perdarahan, rasa pedih, gatal.
Derajat 3 Benjolan mukosa keluar dari lubang anus ketika BAB, dan kembali ke dalam dengan bantuan jari. Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal.
Derajat 4 Benjolan mukosa keluar dari lubang anus, dan tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam.Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal.

Perdarahan terjadi ketika benjolan vena terluka oleh gesekan tinja. Sehingga perdarahannya khas menetes setelah tinja keluar. Darah menetes merah segar, tidak ada lendir, dan tidak bercampur dengan tinja. Rasa nyeri dan gatal terjadi ketika benjolan vena sudah keluar dari lubang anus.

Hemoroid Eksterna menimbulkan gejala yang lebih mengganggu dari hemoroid interna.  Vena yang membesar cenderung membentuk bekuan darah. Tonjolan ini akan meregangkan kulit anus sehingga menimbulkan rasa nyeri dan gatal.

Yang paling penting dalam mengobati hemoroid adalah menghilangkan  faktor yang menyebabkan.

Faktor yang Menyebabkan

Solusi

-BAB keras Minum banyak air putih minimal 8 gelas per hari, perbanyak serat makanan, obat pencahar, hindari mengejan. Serat akan membuat tinja lebih lunak dan lebih mudah keluar, sehingga mengurangi tekanan  vena akibat mengejan. Serat akan memperbaiki pencernaan dan mencegah sembelit.
-Batuk kronis Mengobati batuk, obat yang menekan rangsang batuk. Batuk meningkatkan tekanan di dalam rongga perut, proses yang terjadi sama seperti kita sedang mengejan.
-Mengangkat benda berat Mencari bantuan orang lain. Ketika mengangkat benda berat, secara tidak langsung kita juga mengejan.
-Duduk lama Menghindari bantalan duduk yang keras, setiap  beberapa saat bangun dari duduk, berjalan-jalan sejenak.
-Kehamilan Perbanyak konsumsi serat dan air putih, BAB dengan kloset duduk Kehamilan meningkatkan tekanan rongga perut. Efek hormon
-Kegemukan Turunkan berat badan hingga berat badan ideal, perbanyak konsumsi serat dan air putih.
-Tumor perut dan penyakit hati Mengobati penyakit utama, perbanyak konsumsi serat dan air putih.

Untuk mengurangi rasa sakit di anus :

  • Merendam anus di air hangat selama 10 menit beberapa kali sehari
  • Mengompres dengan es
  • Mengoleskan krim lidah buaya, madu
  • Mengoleskan salep antinyeri

Bila Hemoroid terus berkelanjutan dan tidak membaik dengan cara-cara sederhana di atas maka bisa dilakukan terapi invasive minimal (hanya untuk hemoroid interna derajat 1, 2, dan 3), yaitu ligasi, koagulasi, skleroterapi, krioterapi, dan terapi laser. Di atas derajat tersebut dan hemoroid eksterna terapi yang paling tepat adalah dilakukan tindakan pembedahan.

 

(Dari Berbagai Sumber)