Tetes Mata

Tetes mata saat ini terdapat bermacam-macam jenis, tahukah kita bahwa masing-masing jenis tetes mata tersebut memiliki indikasi yang berbeda pula? Mari kita telisik lebih jauh bagaimana indikasi tetes mata yang sering diresepkan di Farmasi Rumah Sakit kita yang tercinta ini.

Tetes Mata bisa digolongkan ke dalam beberapa golongan, yaitu:

  • Antiinfeksi
  • Antiinflamasi
  • Midriatik dan Cycloplegic
  • Miotik dan Anti Glaukoma
  • Anastetik Lokal
  • Tonik
  • Lain-lain

GOLONGAN TETES MATA

ANTIINFEKSI

Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba, masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus.

Kandungan obat antiseptik dan antiinfeksi mata selain pembawa yang harus steril dan inert (tidak menimbulkan efek pada mata atau tidak bereaksi dengan zat aktifnya/obat) dalam bentuk tetes atau salep, juga zat aktifnya merupakan antibiotik/antiseptik atau antivirus dengan berbagai golongan.

Berikut ini jenis zat aktif yang ada dalam obat antiseptik dan antiinfeksi mata :

  1. Sulfacetamid Na(Albucid®)
    1. Ciprofloxacin HCl(Baquinor® TM)

Ulkus kornea yang disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa, Serratia marcescens, Staphyllococcus aureus, Streptococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus viridans.

  1. Tobramycin(Tobradex®)
  2. Chloramphenicol dan kombinasinya

Sediaan Chloramphenicol: Colsancetine®, Cendo Fenicol®, Ikamicetin®.

Sediaan dgn kombinasi: Cendo Mycos® (dgn Hydrocortison).

  1. Dibekacin Sulfat(Dibekacin Meiji® TM)
  2. Ofloxacin(Tarivid® TM, Cendo Floxa®)
  3. Gentamycin Sulfat(Garamycin® TM, Sagestam® TM, Cendo Gentamycin® TM)
  4. Oxytetracycline dan turunannya(Terra-cotril®)
  5. Kombinasi Neomycin Sulfat dan antibiotik lainnya

Untuk sediaan tetes mata Neomisin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat dan Phenylephrine atau Polymixin B Sulfat dan Gramicidin.

Sedangkan sediaan salep matanya Neomycin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat atau Bacitracin

  1. Ofloxacin(Tarivid® TM)
  2. Acyclovir

ANTIINFLAMASI

Peradangan pada mata sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur dan alergi. Gejala yang dirasakan pasien misalnya mata berair dan gatal, tampak kemerahan, adanya secret/kotoran mata, silau,  buram atau kelopak mata bengkak. Pengobatan bergantung kepada penyebabnya dapat berupa antibiotika,anti inflamasi, anti alergi, anti jamur dan anti virus. Misalnya Cendo Lyteers®, Cendo Vision®, Vision® dan Voltaren Opthma®.

MIDRIATIK DAN CYCLOPLEGIC

Digunakan untuk memperlebar pupil mata, biasanya digunakan bila akan dilakukan pemeriksaan pada mata untuk melihat detail mata.

Tetes mata midriatik secara temporer akan menstimulasi pelebaran otot iris pada mata.

Midriatik biasa digunakan untuk alasan berikut ini:

  1. Relaksasi otot lensa mata dalam melakukan fokus mata.
  2. Dalam operasi mata untuk menghindari luka gores dengan memperlebar pupil mata (misal: operasi katarak).
  3. Untuk menghindari operasi katarak pada penderita katarak kecil yang masih kecil.
  4. Post operatif Glaukoma.
  5. Pada anak-anak penderita amblyopia (mata malas), midriatik  digunakan sebagai terapi untuk memburamkan pandangan mata agar otak anak terstimulasi.

Penggunaan Midriatik menyebabkan pelebaran pupil mata sehingga lebih sensitif terhadap cahaya. Oleh sebab itu penggunaan kacamata UV dapat membantu. Misalnya : Cendo Mydriatil ®

MIOTIK DAN ANTI GLAUKOMA

Miotik digunakan dengan tujuan konstriksi/memperkecil pupil mata. Obat jenis ini bertolak belakang dengan penggunaan tetes mata midriatik. Sedangkan antiglaukoma digunakan untuk mencegah peningkatan Tekanan Intra Okular yang berakibat pada perubahan patologis optik mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Contoh sediaan, misalnya: Azopt ® TM, Betoptima ® TM, Cendo Carpine ® TM, Cendo Timolol ®.

ANASTETIK LOKAL

Anastetik local mata biasa digunakan untuk menimbulkan kekebalan atau mati rasa. Biasanya digunakan sebelum mengukur tekanan pada mata, menghilangkan objek asing dari mata dan sebelum melakukan beberapa pemeriksaan mata. Efek dari tetes mata anastetik biasanya selama 20 menit. Contoh sediaan Pantocain®.

TONIK

Tonik mata berfungsi sebagai penyegar dan mengatasi kelelahan pada mata. Penggunaannya juga mampu mempertajam penglihatan. Contoh sediaan, misalnya : Cendo Augentonic ®.

 

ISTILAH PENYAKIT PADA MATA

Blefaritis : radang pada kelopak mata.

Dakriosistitis : infeksi pada saluran air mata, ada di dekat hidung.

Katarak : proses kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau seluruh bagian lensa mata. Penyebab katarak adalah karena faktor usia, kecelakaan, terganggunya metabolisme tubuh akibat penyakit berkepanjangan, bawaan lahir atau bahkan keracunan.

Keratitis : radang pada kornea mata.

Konjungtivitis :

Peradangan pada konjungtiva (lapisan luar mata dan lapisan dalam kelopak mata) yang disebabkan oleh mikroorganisme (virus, bakteri, jamur, chlamidia), alergi, iritasi bahan-bahan kimia. Biasa disebut “belekan”.

Mata terasa kasar menggatalkan, merah dan mungkin berair. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih

Keratokonjungtivitis: kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata, yang menyebabkan dehidrasi pada konjungtiva dan kornea.

Konjungtivitis Vernalis: penyakit alergi mata sepanjang tahun menahun di daerah tropis seperti Indonesia.

Glaukomakerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata. Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidak-seimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata, sehingga merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Senile cataract: kerusakan penglihatan yang diakibatkan oleh penebalan lensa.

Trachoma: infeksi pada mata yg disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.

Uveitis: peradangan pada uvea atau bola mata.

Alergi Obat

Pernahkah anda mengalami gatal-gatal setelah minum obat atau mengalami bengkak pada mata dan sesak nafas setelah minum obat tertentu? Bila ya, kemungkinan anda mengalami reaksi alergi terhadap obat-obat tertentu.

Sebenarnya apakah alergi itu?

Alergi merupakan suatu respon tubuh yang diperantarai oleh system imun terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

 

Penyebab alergi (allergen) ada beberapa macam, diantaranya adalah makanan, debu dan obat. Bentuk spesifik dari reaksi alergi obat yang mudah dikenali adalah gatal-gatal, kemerahan ditubuh atau bisa pula timbul bengkak pada mata yang terkadang disertai sesak nafas.

Obat-obat yang sering timbulkan reaksi alergi adalah Penislin, Amoksisilin, antibiotika golongan sulfa, Antalgi (atau sering dikenal dengan alergi Gin-Gin).

Alergi Penisilin & Amoksisilin

Penisilin merupakan salah satu golongan antibiotika yang cukup sering menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitive. Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi penisilin sebaiknya juga menghindari obat-obat yang satu golongan dengannya antara lain : amoksisilin, ampisilin, penisilin prokain, phenoxymethylpenicilin. Bentuk alergi yang muncul biasanya berupa gatal-gatal, kemerahan di kulit, Steven’s Johnson Syndrome, atau syok anafilaksi bila obat yang diberikan berupa injeksi.

Alergi Sulfa

Antibiotika golongan lain yang juga cukup sering menimbulkan reaksi alergi adalah golongan sulfa. Yang termasuk dalam golongan Sulfa ini antara lain : Cotrimoxazole, Sulfadoxin (biasanya kombinasi dengan Pyrimethamine untuk pengobatan malaria), Sulfadiazine, Sulfasalazine.

Alergi Gin-Gin

Antalgin, salah satu obat pengurang rasa sakit, juga termasuk salah satu obat yang cukup sering menimbulkan reaksi alergi. Alergi antalgin ini lebih dikenal dengan sebutan “Alergi Gin-Gin”. Reaksi alergi terhadap Gin-Gin ini cukup unik, karena bentuk alergi yang muncul cukup khas yaitu bengkak pada pelupuk mata, dan terkadang disertai sesak nafas, namun ada pula yang mengalami alergi antalgin dengan bentuk gatal-gatal atau kemerahan di kulit. Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi antalgin dengan bentuk alergi bengkak pada pelupuk mata dan sesak nafas, sebaiknya menghindari obat-obat yang termasuk analgetik-antiradang, seperti : Asam Mefenamat, Diklofenak, Piroxicam, Ketoprofen, Ketorolac, Dexketoprofen. Karena obat-obat ini potensial menimbulkan reaksi alergi yang sama dengan alergi antalgin.

Tips aman sebelum minum obat :

1. Pastikan obat yang diminum telah benar.

2. Pastikan anda tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat yang anda pergunakan.

3. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter.

4. Informasikan kepada dokter atau petugas farmasi bila anda memiliki riwayat alergi obat

5. Bawalah selalu catatan alergi obat yang anda miliki dan tunjukkan kepada dokter yang merawat.

Mencegah Penyakit Pneumokokus

Orang Dewasa Juga Perlu di Vaksinasi, untuk mencegah penyakit Pneumokokus.

Apakah yang Dimaksud dengan Penyakit Pneumokokus?

Penyakit Pneumokokus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus.

Infeksi yang ditimbulkan adalah :

  1. Meningitis : infeksi pada jaringan yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak
  2. Pneumonia : infeksi paru-paru
  3. Bakteremia : bakteria dalam aliran darah
  4. Otitis Media : infeksi telinga tengah

Gejala dari Penyakit Pneumokokus meliputi :

  • demam
  • menggigil
  • nyeri dada
  • peningkatan denyut jantung
  • batuk
  • lemah
  • mual
  • sesak nafas
  • Otitis Media menyebabkan : mengakibatkan menangis, menarik telinga, demam, lekas marah, kurang pendengaran dan kadang diare serta muntah.

Pneumococcus adalah spesies bakteri pertama ditemukan ada sebagai diploid, dua organisme bersama-sama. Sebagai bakteri membagi asosiasi ganda & baru untuk membentuk rantai panjang yang memungkinkan bakteri untuk tetap bersama dan membentuk koloni.

Bakteri ini sekarang semakin kebal terhadap antibiotik (resisten) dikarenakan ia mudah berevolusi. Sehingga dikawatirkan dikemudian hari sulit sekali diobati.

Orang Dewasa Mempunyai Risiko Untuk Mengidap Penyakit Pneumokokus

Ya. Orang dewasa tetap bisa terkena bakteri ini. Orang dewasa muda mempunyai risiko terhadap penyakit pneumokokus jika mempunyai faktor resiko sebagai berikut : merokok, menderita flu, menderita penyakit kronik tertentu seperti penyakit kronik pada jantung, asma, hati, paru, ginjal dan diabetes. Menderita penyakit pneumokokus dapat mengubah hidup anda. Orang dewasa usia lanjut lebih beresiko terhadap penyakit pneumokokus karena fungsi kekebalan tubuh yang menurun.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Pneumokokus ?

Vaksinasi : vaksinasi sangat penting untuk mencegah penyakit pnemokokus dan komplikasinya.

  • Vaksinasi merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membantu mencegah infeksi yang akan datang atau penyakit
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa vaksinasi dapat melindungi anak dan orang dewasa terhadap penyakit pnemokokus
  • vaksinasi adalah langkah yang dapat menurunkan insiden penyakit pnemokokus dan mencegah terjadinya penyakit pnemokokus di masa depan.

Satgas imunisasi dewasa indonesia merekomendasikan pemberian vaksinasi untuk mencegah penyakit pneumokokus pada anak dan dewasa.

  • vaksinasi semua orang berusia 50 tahun ke atas
  • vaksinasi orang berusia 19 tahun ke atas dengan kondisi berikut : imunokompromais (immunodefisiensi bawaan atau dapatan, HIV/AIDS, gagal ginjal kronis, sindroma nefrotik, leukemia, limfoma, Hodgkin disease, kanker, immunosupresi iatrogenik, pasien yang mendapatkan transplantasi organ, mieloma multipel), asplenia fungsional atau anatomis (sickle cell desease / kelainan hemoglobin lain), pasien dengan implan koklea, dan kebocoran cairan serebrospinal.
  • Mereka yang termasuk dalam klelompok diatas dan belum pernah vaksinasi PPSV23, dianjurkan untuk vaksinasi 1 dosis PCV13 terlebih dahulu. Lanjutkan dengan vaksinasi PPSV23 minimal 8 minggu setelah pemberian vaksin PCV13
  • Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah; perlu diperhatikan agar vaksinasi telah memberikan proteksi sebelum jemaah haji/umrah berangkat
  • Bila sebelumnya sudah pernah vaksinasi PPSV23, berikan vaksin PCV13 dengan jeda minimal 1 tahun setelah pemberian vaksin PPSV23

Ada banyak hal dalam hidup Anda yang tidak dapat dikendalikan, jangan abaikan yang dapat Anda kendalikan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda. Vaksinasi dewasa dan pemeriksaan berkala, adalah bagian dari penuaan yang sehat, jika dilakukan bersama dengan diet seimbang dan latihan jasmani.

Teknik Nafas dalam dan Batuk Efektif

Batuk pada dasarnya merupakan mekanisme tubuh mengeluarkan benda asing yang berada di saluran pernafasan atas. Salah satunya, bisa disebabkan oleh flu atau ISPA yang menyebabkan terjadinya lendir atau radang saluran pernafasan. Di musim pancaroba, di mana virus flu dan kuman penyebab ISPA banyak berkembang biak, batuk pun semakin menjadi. Untuk menanganinya, perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu agar diketahui penyebab ataupun jenis batuk yang diderita, kemudian barulah pengobatan bisa diberikan sesuai dengan penyakit yang diderita.

Apa itu Batuk Efektif?

Merupakan suatu metode batuk yang benar, dimana klien  dapat mengeluarkan energi dan mengeluarkan dahak secara maksimal.

Apa manfaat nafas dalam dan batuk efektif ?

  1. Memperbaiki fungsi pernafasan
  2. Mencegah pengempisan paru
  3. Memperbaiki ketahanan dan kekuatan otot-otot pernafasan
  4. Memperbaiki pola nafas yang tidak efisien
  5. Meningkatkan relaksasi

Bagaimana melakukan teknik nafas dalam?

  1. Letakkan tangan pada uluhati
  2. Tarik nafas dalam melalui hidung secara perlahan, pertahankan  bahu tetap rileks, dada bagian atas tidak bergerak, dan biarkan rongga perut bergerak naik.
  3. Keluarkan udara secara perlahan melalui mulut, dengan  menguncupkan bibir.
  4. Lakukan 3 – 4 kali
  5. Pada tarikan nafas ke – 4,  keluarkan  nafas secara maksimal.
  6. Tarik nafas secara maksimal, tahan 3 – 5 detik
  7. Keluarkan udara secara  perlahan melalui mulut dengan menguncupkan bibir.
  8. Ulangi 5 – 10 kali, lakukan  sehari 3 – 4 kali

Bagaimana cara melakukan batuk efektif?

  1. Posisi duduk bersandar dengan leher sedikit menunduk
  2. Lakukan teknik pernafasan dalam
  3. Pada tarikan nafas ke – 4, tahan nafas dan  lakukan batuk 2 kali, kemudian keluarkan nafas perlahan melalui mulut.
  4. Pada tarikan  nafas ke – 5, lakukan batuk bersamaan dengan mengeluarkan nafas.
  5. Kencangkan otot-otot perut saat batuk
  6. Ulangi  5 – 10 kali, lakukan 3 – 4 kali sehari

Stroke “Mengerti dan Mengenali”

Otak Manusia

Otak manusia dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu otak besar kanan dan kiri serta otak kecil dibagian belakang, disetiap bagian memiliki fungsi masing-masing, otak besar kanan akan mempersarafi wajah, tubuh dan anggota gerak sebelah kiri (bersilangan) dan sebaliknya untuk otak besar kiri, sedangkan otak kecil memiliki fungsi keseimbangan dan koordinasi, Otak merupakan organ yang sangat peka dan tergantung dengan pasokan oksigen dan nutrisi dari darah karena otak tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan energi, oleh sebab itu otak dipasok oleh 2 pembuluh darah arteri (pembuluh darah yang membawa darah yang berasal dari jantung) yang besar dibagian depan dan 1 pembuluh darah arteri dibagian belakang, arteri-arteri ini akan saling berhubungan didasar otak membentuk sebuah lingkaran arteri yang siap memasok darah keseluruh bagian otak. Otak membutuhkan 50-60cc darah setiap menit untuk setiap 100gram jaringan otak.

Jaringan otak terbungkus oleh selaput otak yang terdiri dari 3 lapisan, sedangkan jaringan otak sendiri terdiri oleh bagian kortek yang berada di bagian luar dan sub kortek yang berada dibawah kortek, di bagian kortek inilah terdapat pusat gerakan, sensibilitas, fungsi luhur (atensi, bahasa, daya ingat, pengenalan benda dan fungsi eksekutif). Jaringan kortek dapat berfungsi dengan baik apabila pasokan darah ke otak dalam keadaan baik.

Mengerti tentang Stroke

Stroke adalah gangguan fungsi dari otak baik hanya sebagian maupun keseluruhan bagian dari otak yang disebabkan oleh gangguan dari aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ke otak ini dapat berupa sumbatan pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah otak yang pecah atau bocor.

Stroke merupakan masalah kesehatan yang sangat penting, 1 dari 6 orang akan mengalami stroke, dan stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit kanker dan jantung, Kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga berdampak besar pada kehidupan pribadi, sosial dan ekonomi bagi penderitanya.

Dikenal 2 jenis Stroke yaitu Stroke Perdarahan (hemoragik) dan Stroke sumbatan (Infark/non hemoragik), Stroke Sumbatan terjadi karena aliran darah di otak tersumbat dapat terjadi karena darah yang mengumpal melalui pembuluh darah yang menyempit, sedangkan stroke perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam otak pecah sehingga darah mengalih keluar dari pembuluh darah dan mendesak jaringan otak. Kejadian Stroke sumbatan lebih banyak dibandingkan stroke perdarahan.

Baik stroke sumbatan maupun perdarahan menyebabkan pasokan daah ke jaringan otak terganggu, sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan otak menjadi berkurang atau habis, maka jaringan otak akan kekurangan energi atau mati, hal inilah yang memicu terjadinya manifestasi klinis pada penderita.

Mengenali Stroke

Gangguan yang dialami oleh jaringan otak akan menyebabkan munculnya manifestasi klinis, manifestasi klinis yang terjadi bersifat tiba-tiba dikarenakan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah juga bersifat tiba-tiba. Manifestasi yang dialami bisa satu atau lebih dari manifestasi berikut ini:

  1. Gangguan kesadaran

Seorang yang mengalami serangan stroke dapat tiba-tiba mengalami gangguan kesadaran mulai terlihat mengantuk sampai tidak dapat dibangunkan.

  1. Gangguan fungsi luhur

Fungsi luhur adalah fungsi intelektual, yang meliputi atensi, bahasa, memori (ingatan), visuospatial (pengenalan bentuk dan ruang) serta eksekutif (pengambilan keputusan),  Gangguan fungsi luhur yang terjadi karena stroke dapat mengenai 1 atau lebih fungsi luhur diatas.

  1. Kelemahan separo tubuh

Keluhan ini yang paling sering dan paling diingat oleh masyarakat, yaitu kelemahan separo badan yang bersifat tiba-tiba, kelemahan yang dialami memiliki derajat yang berbeda-beda mulai dari ringan sampai tidak bisa bergerak sama sekali

  1. Gangguan rasa separo tubuh

Gangguan rasa yang dimaksud dapat berbagai macam tetapi bersifat separo badan, misalnya rasa tebal-tebal, rasa kesemutan, rasa tertusuk-tusuk jarum, nyeri separo badan

  1. Pelo atau perot

Pelo dan perot juga merupakan gejala yang sering, kelemahan yang terjadi pada otot wajah sesisi akan menyebabkan wajah tertarik ke sisi yang sehat, hal ini menimbulakn wajah tampak perot demikian juga dengan kelemahan dari otot lidah sehingga penderita mengeluhkan bicara pelo/cadel/celat

  1. Pusing berputar atau nggliyer

Pusing berputar atau nggliyer (rasa melayang, ringan, bergoyang) dapat dialami baik sebagai awal terjadinya stroke karena aliran darah di bagian otak kecil mulai berkurang ataupun karena sudah terjadi stroke dibagian otak.

  1. Buta mendadak

Buta mendadak merupakan salah satu manifestasi stroke, apabila terjadi gangguan pembuluh darah diotak besar bagian belakang

Perlu diingat bahwa keluhan–keluhan yang muncul karena stroke selalu bersifat mendadak atau tiba-tiba, keluhan tersebut bisa hanya terjadi kurang dari 24 jam ataupun menetap lebih dari 7 hari. Apabila keluhan yang muncul hilang dalam 24 jam maka yang terjadi adalah stroke sepintas atau disebut TIA (Transient Ischemic Atttack). TIA merupakan faktor risiko terjadinya stroke oleh sebab itu harus segera ditangani.

Pemerintah Amerika Serikat mengenalkan kepada warganya untuk tanda-tanda stroke yang harus dikenali sehingga dapat langsung meminta bantuan, dikenal dengan F.A.S.T (Face. Arm. Speech. Time)

  1. Face: mengenali adanya perot pada wajah
  2. Arm: Separo badan dan anggota gerak sulit digerakkan
  3. Speech: Bicara pelo/cedhal/celat
  4. Time: Secepatnya mencari pertolongan medis

Hasil terapi stroke sangat tergantung dengan waktu, yang dimaksud disini adalah waktu sejak terjadinya serangan sampai mendapatkan pertolongan medis (golden period), oleh sebab itu apabila didapatkan tanda-tanda yang seperti diatas penderita harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat.

Apa itu Parkinson?

“Di sebuah reuni SMA, 2 orang bapak-bapak yang merupakan sahabat semasa SMA dan sudah lebih dari 50 tahun tidak bertemu melepas kangen dengan ngobrol, salah satu bapak tersebut mengeluh saat ini kedua tangannya gemetar sampai ia sulit untuk memegang piring makan dan juga bila berjalan terasa kaku seperti robot”

Sebuah kutipan cerita diatas tampak seorang bapak yang sedang mengeluhkan kondisinya, kondisi dimana ia kesulitan untuk memegang benda karena gemetaran dan juga berjalan, kondisi ini di masyarakat luas sering disebut “buyutan” yang secara medis dikenal dengan nama Parkinson, Parkinson adalah suatu kondisi neurodegeneratif yang umumnya muncul pada usia diatas 60 tahun.

Penyakit ini disebabkan karena sel-sel saraf otak di bagian ganglia basal yang mulai mengalami degenerasi tidak lagi atau kurang memproduksi zat kimia sebagai neurotransmitter yaitu Dopamin. Dopamin memiliki peran penting pada fungsi gerak, maka apabila terjadi kekurangan dopamine maka akan muncul berbagai macam gejala, gejala-gejala khas yang muncul pada Parkinson dikenal dengan T.R.A.P (Tremor, Rigiditas, Akinesia/bradikinesia, Postural Instability).

  1. Tremor (Gemetaran)

Tremor merupakan gejala utama dari Parkinson, tremor adalah suatu kondisi gemetaran pada tangan baik satu atau pada kedua tangan, tremor khas pada Parkinson adalah gerakan memilin pada jari-jari dan tremor terjadi pada saat kondisi tangan istirahat (resting tremor) artinya pada saat tangan digerakkan makan tremor akan menghilang. Sebagian besar tremor terjadi pada tangan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada kepala dan kaki.

  1. Rigiditas (Kekakuan sendi)

Rigid berarti kaku, pada pasien yang menderita Parkinson maka akan terjadi kekakuan pada sendi dikarenakan tegangan otot yang tinggi, peningkatan tegangan otot ini dikenal dengan hipertoni kondisi ini akan menyebabkan sendi-sendi sulit untuk digerakkan karena adanya hambatan dari otot, kondoisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot-otot yang mengalami kekakuan.

  1. Akinesia/bradikinesia (Gerakan menjadi Lambat)

Kinesia berarti bergerak, bradi berarti lambat, pada Parkinson akan terjadi perlambatan gerakan, perlambatan ini meliputi bermacam bentuk seperti berkurangnya ekspresi wajah sehingga wajah seperti memakai topeng, berkurangnya kedipan pada mata, sulit atau lambat untuk memulai suatu gerakan (terutama memulai jalan), berjalan kecil-kecil, tulisan tangan menjadi lambat, kecil dan jelek serta kemampuan koordinasi untuk melakukan suatu keterampilan dalam aktivitas harian.

  1. Postural Instability (Gangguan postur tubuh)

Gangguan ini akan menyebabkan pasien menjadi mudah jatuh saat berjalan, berjalan tidak seimbang, sulit untuk berputar, keluhan ini biasanya muncul pada tahap lanjut dari penyakit Parkinson.

Diagnosis Parkinson dapat ditegakkan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis saraf dan juga dilakukan pemeriksaan penunjang bila diperlukan untuk menegakkan diagnosis lain dengan gejala mirip Parkinson (Parkinsonism). Selain karena proses degenerasi, Gejala mirip Parkinson dapat juga disebabkan oleh Stoke, Hidrosepalus tekanan normal, Demensia Lewi body dan beberapa penyakit degenerative lain.

Penanganan penyakit Parkinson meliputi terapi dengan obat-obatan dan terapi supportif. Terdapat berbagai macam obat yang apat digunakan untuk pengobatan Parkinson, antara lain obat golongan Levodopa, Dopamin agonist, dan golongan lainnya. Pilihan terapi sangat individual dengan mempertimbangkan banyak aspek seperti usia, alergi, respon tubuh terhadap obat, efek samping yang mungkin muncul dan faktor lainnya. Pengobatan Parkinson sebaiknya dimulai sedini mungkin seteah diagnosis ditegakkan karena Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif makan tidak menutup kemungkinan akan terdapat peningkatan dosis dikemudian hari pada masa pengobatan dikarenakan oleh makin banyaknya sel saraf otak yang mengalami degenerasi.

Selain obat pasien penderita Parkinson juga harus melakukan terapi supportif seperti olah raga teratur, fisioterapi dan memperhatikan pola makan, latihan gerak teratur akan meningkatkan efektifitas penggunaan dopamine diotak, mempertahankan elastisitas otot dan sendi serta mempertahankan keseimbangan tubuh.

Hidup dengan penyakit Parkinson akan mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan, pasien akan membutuhkan bantuan dari lingkungan sekitarnya, merasa tidak berdaya, mood yang jelek dan mungkin jatuh dalam keadaan depresi karena kondisinya, oleh sebab itu dukungan dan perhatian dari keluarga merupakan obat yang paling penting dalam penetalaksanaan penyakit Parkinson.

 

Ditulis oleh dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc, Sp.S

Kebersihan Tangan

Keselamatan pasien telah menjadi isu global. Ada lima isu penting yang terkait dengan keselamatan di rumah sakit, yaitu: keselamatan pasien, keselamatan petugas kesehatan, keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas, keselamatan lingkungan yang berdampak terhadap pencemanaran lingkungan dan keselamatan “bisnis” rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup rumah sakit.

Namun harus diakui bahwa kegiatan institusi rumah sakit dapat berjalan apabila ada pasien. Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama.

Keselamatan Pasien adalah unsur yang paling penting dalam pelayanan kesehatan, oleh karena itu Sasaran Keselamatan Pasien merupakan salah satu bab dasar dalam penilaian akreditasi. Kelompok sasaran ini menggarisbawahi mengenai ketepatan identitas, peningkatan komunikasi, keamanan obat, pembedahan yang aman, pengurangan resiko infeksi, dan pengurangan resiko pasien jatuh.

Salah satu cara pengurangan resiko infeksi adalah dengan cuci tangan. Cuci tangan 6 langkah menurut WHO dapat meminimalisir terjadinya penyebaran infeksi di Rumah Sakit.

Kebersihan Tangan

Kebersihan tangan mengacu pada proses membersihkan tangan dengan melakukan cuci tangan dengan menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol. Dalam pengaturan kesehatan, cuci tangan yang benar adalah cara paling sederhana untuk mengurangi lintas transmisi mikroorganisme yang terkait dengan infeksi yang menyebabkan peningkatan lama waktu dirawat , peningkatan biaya perawatan, dan bahkan kematian.

Mengukur Kepatuhan Cuci Tangan Pelayan Kesehatan RS Panti Rapih

Proses pengukuran Kepatuhan Cuci Tangan Pelayan Kesehatan di RS Panti Rapih mencakup semua Pelayan Kesehatan: dokter, perawat, asisten perawat, dan pelayan kesehatan lain yang berada di Instalasi rawat Jalan, IGD, Rawat Inap (16 ruang rawat inap), Instalasi Hemodialisa, Laboratorium, dan Instalasi Radiologi. Unsur yang diukur meliputi Kepatuhan Cuci Tangan 6 Langkah dan 5 Moment. Komite Mutu dan Keselamatan Pasien (KMKP) RS Panti Rapih bersama dengan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Panti Rapih, manajemen rumah sakit dan pemangku kepentingan klinis telah bekerja sama untuk menyempurnakan program kebersihan tangan sejak tahun 2013. Program yang dilakukan termasuk pelatihan dan penilaian Pelayan Kesehatan di semua bagian.

Komite Mutu dan Keselamatan Pasien dan Komite Pencegahan bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS Panti Rapih melakukan monitoring kepatuhan Pelaksanaan 6 Langkah Cuci Tangan dan Kepatuhan Pelaksanaan 5 Moment Kebersihan Tangan Pelayan Kesehatan melalui observasi tertutup. Ini berarti bahwa Pelayan kesehatan tidak menyadari bahwa mereka sedang diamati oleh auditor. Hal ini dilakukan karena auditee cenderung memiliki kecenderungan untuk mengubah perilaku mereka ketika mereka tahu bahwa mereka sedang di audit (Hawthorne effect). Kepatuhan Pelaksanaan 5 Moment didefinisikan sebagai jumlah Pelayan Kesehatan yang melalukan five moment cuci tangan dengan benar dibagi dengan jumlah Pelayan Kesehatan yang dilakukan survey , dikalikan dengan 100 dan dinyatakan sebagai persentase. RS Panti Rapih mengadopsi pedoman Organisasi Kesehatan Dunia “WHO” pada “5 Moments of Hygiene” ¹, yaitu : Sebelum bersentuhan pasien, sebelum melakukan tindakan invasif, setelah bersentuhan dengan ekskresi, setelah menyentuh pasien, dan setelah menyentuh lingkungan pasien.

Kepatuhan Pelaksanaan 6 Langkah Cuci Tangan didefinisikan sebagai jumlah petugas yang melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar dibagi jumlah petugas yang dilakukan survey, dikalikan dengan 100 dan dinyatakan sebagai persentase.

Pelatihan staf Pelayan Kesehatan tentang  kebersihan tangan dilakukan bersamaan dengan orientasi bagi pegawai baru, penempelan poster tentang teknik mencuci tangan diletakkan di lokasi-lokasi strategis, pelaksanaan ronde cuci tangan, edukasi kepada pasien dan pengunjung  saat healing garden,  telah meningkatkan kesadaran Pelayan Kesehatan tentan pentingnya kebersihan tangan.

Grafik 1  di bawah ini menunjukkan tingkat kepatuhan Pelayan Kesehatan RS Panti Rapih dalam Pelaksanakan 5 Moment Kebersihan Tangan.

Grafik 2 di bawah ini menunjukkan tingkat kepatuhan Pelayan Kesehatan RS Panti Rapih dalam Pelaksanakan 6 Langkah Cuci Tangan.

Referensi: “First Global Safety Challenge: Clean Care is Safer Care”, 2009, WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care

Demam

Keceriaan anak atau aktivitas orang dewasa kerap kali terganggu oleh demam. Tulisan ini akan menguraikan sedikit tentang demam sehingga pandangan kita terhadap demam dapat lebih menyeluruh.

Demam menurut kamus umum adalah suhu tinggi yang abnormal dan biasa diikuti dengan menggigil, sakit kepala, dan bila sudah parah: mengigau. Ensiklopedia online menjelaskan demam dengan definisi yang agak lain.
Ada definisi lain yang bisa ditemukan dan menjadi pegangan para pelayan kesehatan. Demam dikatakan sebagai naiknya set-point suhu tubuh di hipotalamus. Dengan bergesernya set-point (patokan) ini, hipotalamus mengirimkan sinyal untuk menaikkan suhu tubuh. Sebelum memahami tentang gejala penyakit paling umum ini, kita perlu tahu bagaimana suhu tubuh kita diatur.

Suhu tubuh diatur di hipotalamus. Hipotalamus adalah bangunan kecil di bagian bawah otak yang kira-kira hanya berukuran 0,3% dari total volume otak. Walau demikian, bangunan ini mengatur integrasi yang luar biasa, meliputi pengendalian cairan dan elektrolit tubuh, keseimbangan energi, reproduksi, suhu, sistem kekebalan, dan lain-lain. Para pelajar dan mahasiswa kadang mengacaukan hipotalamus ini dengan hipofisis (pituitary) oleh karena letak dan peranannya yang sama-sama kompleks. Hipotalamus dapat menjalankan fungsi tersebut karena diatur oleh hubungan melalui sistem saraf, sistem peredaran darah, dan kemungkinan juga melalui cairan otak (cairan serebrospinal).

Suhu tubuh dapat diukur dengan berbagai cara menggunakan termometer. Cara pengukuran yang paling lazim dilakukan adalah dengan meletakkan termometer di ketiak. Selain itu, termometer dapat pula diletakkan di mulut, anus, atau vagina. Pengukuran yang paling baik tentu di anus karena dekat dengan pusat tubuh dan tidak terlalu banyak faktor pengacau. Pengukuran di mulut mudah dilakukan sekaligus akurat, namun dapat terganggu oleh kebiasaan bernafas lewat mulut, suhu minuman, dan lain-lain.

Suhu normal tubuh kita diukur di mulut adalah 36,7(36– 37,4C) pada pagi hari. Suhu di anus dan vagina adalah setengah derajat lebih tinggi, dan suhu di ketiak setengah derajat lebih rendah. Suhu tubuh kita berfluktuasi sebesar setengah sampai satu derajat setiap harinya. Paling rendah pada pagi hari dan paling tinggi pada awal malam hari.

Patokan suhu tubuh di hipotalamus dapat naik karena peran prostaglandin.  Prostaglandin  timbul akibat induksi pirogen endogen (sitokin). Sitokin dihasilkan oleh sel-sel sistem kekebalan tubuh karena adanya infeksi atau adanya cedera pada jaringan. Sampai saat masih belum jelas benar bagaimana suatu infeksi atau cedera pada suatu jaringan bisa menginduksi reaksi kenaikan set-point suhu tubuh. Sebagian besar obat turun panas  bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin dalam tubuh.

Kenaikan patokan suhu tubuh pada hipotalamus ditanggapi tubuh dengan menambah produksi panas, dengan jalan menggigil dan menaikkan laju metabolisme basal. Dengan produksi panas yang bertambah, suhu tubuh menjadi naik. Apabila sumber keluarnya sitokin telah disingkirkan, patokan suhu tubuh kembali ke normal. Pada waktu ini, tubuh tahu bahwa suhu tubuh lebih tinggi daripada patokan yang ditentukan. Segera hipotalamus bereaksi dengan merangsang keringat untuk menurunkan suhu tubuh.

Mengapa suhu tubuh harus naik akibat adanya sitokin? Ini juga belum sepenuhnya jelas. Demam mungkin bermanfaat sebab mikroorganisme penyebab penyakit tumbuh dalam rentang suhu yang sempit sehingga kenaikan suhu akan menghambat pertumbuhannya. Sistem kekebalan tubuh juga diuntungkan dengan adanya demam karena produksi antibodi meningkat dengan adanya demam. Walau demikian, suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat merusak sistem saraf dan dapat mematikan.

Kontroversi manfaat demam tersebut juga membawa konsekuensi terhadap penanganan demam. Dokter seringkali meresepkan obat penurun panas (antipiretik) untuk menurunkan demam. Namun ada literatur pula yang mengatakan bahwa apabila penderita merasa cukup nyaman dengan suhu tersebut, obat antipiretik tidak diperlukan dan lebih baik beristirahat sebagai kompensasi hilangnya energi akibat pembentukan panas.

Walau demikian, penting untuk waspada, sebab demam adalah gejala penyakit yang paling umum dan paling sering dijumpai. Tidak perlu terburu-buru minum atau meminumkan obat penurun panas. Tindakan yang paling bijaksana adalah istirahat, mengukur suhu, mencatat suhu, dan mengawasi pola demam.

Catatan anda yang berisi fluktuasi suhu selama satu hari akan membantu dokter untuk mengerucutkan kemungkinan penyebab demam. Sebagai contoh, pada demam (berdarah )dengue, penderita akan mengalami panas tinggi mendadak pada tiga hari pertama, disusul penurunan suhu pada dua hari berikutnya, disusul kenaikan kembali (tidak mencapai suhu panas pertama) pada dua hari berikutnya.

Penting pula untuk mencatat apakah demam tersebut muncul berulang dengan periode waktu tertentu, pemicunya, mereda dengan apa, dan apakah fungsi sosial anda terganggu oleh demam. Sebagai contoh, gejala khas malaria adalah demam berulang pada hari ketiga atau keempat. Siklus demamnya khas, diawali dengan panas dan menggigil, gelisah, dan diakhiri dengan keringat banyak dan tidur pulas.

Pada anak-anak, dokter anak akan sangat terbantu apabila orang tua dapat menceritakan waktu pertama kali timbul panas (pagi, siang, sore, malam), apakah ada aktivitas sebelumnya yang terganggu (misalnya: tidak masuk sekolah), apakah ada kelesuan beberapa hari sebelum demam (tidak mau bermain), dan bagaimana gambaran suhunya ketika mulai panas (langsung panas tinggi atau tidak).

Tidak semua demam pada setiap waktu memerlukan pemeriksaan darah di laboratorium. Ingatlah bahwa pemeriksaan darah ini adalah pemeriksaan penunjang. Penggalian riwayat dan pemeriksaan fisik oleh dokter biasanya sudah bisa mengerucutkan penyebab penyakit, sehingga pemeriksaan darah dibatasi yang penting dan menunjang diagnosis saja. Pemeriksaan laboratorium yang tidak perlu (misalnya periksa Widal pada hari ketiga demam tinggi) hanya akan memboroskan sumber daya tanpa manfaat yang berarti.

Harapan Tentang Pemberantasan HIV AIDS

Harapan tentang pemberantasan HIV AIDS –terutama pada anak–  yang perlu mendapatkan dukungan kita semua

Perayaan Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day) pada Jumat, 1 Desember 2017 memiliki tema ‘hak atas sehat’ (Right to health), dengan menyoroti hak 36,7 juta orang atau semua orang yang hidup dengan HIV, untuk tetap sehat. Apa yang harus disadari?

Pada tahun 2015, para pemimpin global telah menandatangani Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, dengan tujuan  untuk mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2030. Di bawah slogan “Everybody counts“, 36,7 juta orang tersebut harus memperoleh akses terhadap obat yang aman, efektif, berkualitas dan terjangkau, termasuk prosedur diagnostik dan layanan perawatan kesehatan yang dibutuhkan, sekaligus  memastikan bahwa mereka dilindungi terhadap risiko beban pembiayaan. Dengan UHC, maka tidak boleh ada lagi orang yang tertinggal, layanan kesehatan harus yang berkualitas tinggi, dan layanan HIV, tuberkulosis dan hepatitis harus terintegrasi. Selain itu,  orang yang hidup dengan HIV, termasuk anak, memiliki akses terhadap perawatan yang terjangkau.

Secara global diperkirakan 3,2 juta anak hidup dengan HIV pada akhir tahun 2013. Infeksi HIV pada anak terutama disebabkan penularan dari ibu, yaitu pada periode kehamilan, selama dan setelah persalinan. Data dari Ditjen PP & PL Kemkenkes RI pada 18 Mei 2016 menunjukkan bahwa, sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Desember 2016,  HIV-AIDS tersebar di 407 (80%) kabupaten/kota di seluruh  Indonesia. HIV-AIDS pertama kali ditemukan di Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2012.

Kemenkes juga melaporkan prevalensi HIV/AIDS sudah turun menjadi 0,33% (697.142 orang) di tahun 2016. Hingga Juli tahun 2017, yang masih terus mendapatkan obat ARV (Anti Retro Viral) sebanyak 83.517 orang. Dengan intervensi yang manjur (efficacious interventions), risiko penularan HIV dari ibu-ke-bayi  (mother-to-child HIV transmission) dapat dikurangi menjadi 2%.  Namun, intervensi semacam itu masih belum dapat diakses secara luas atau tersedia di kebanyakan negara atau daerah yang terbatas sumber daya, tetapi beban HIV tinggi.  Jumlah anak di bawah 15 tahun yang menerima ARV di negara berpenghasilan rendah dan menengah meningkat dua kali lipat dari tahun 2009 sampai 2013, dari 355.000 sampai 740.000 orang.  Pada akhir tahun 2013, kurang dari seperempat (23%) anak yang hidup dengan HIV menerima ARV di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dibandingkan dengan lebih dari sepertiga (37%) dari orang dewasa pada tahun 2009.

Kementerian Kesehatan RI Tahun 2014 memberikan panduan kapan kita harus memikirkan adanya infeksi HIV pada anak, dengan cara  melakukan temuan kasus (case finding).  Masalah terbesar adalah menentukan cara diagnostik yang terbaik.  Bayi dan anak wajib menjalani tes HIV, apabila anak menderita penyakit yang berhubungan dengan HIV, seperti  TB berat atau mendapat OAT berulang, malnutrisi, atau pneumonia berulang, dan diare kronis atau berulang. Juga bayi yang  lahir dari ibu terinfeksi HIV dan sudah mendapatkan perlakuan pencegahan penularan dari ibu ke anak. Selain itu, bila  salah satu saudara kandungnya didiagnosis HIV; atau salah satu atau kedua orangtua meninggal oleh sebab yang tidak diketahui, tetapi masih mungkin karena HIV. Kasus lain adalah anak yang terpajan atau potensial terkena infeksi HIV, baik melalui jarum suntik yang terkontaminasi, menerima transfusi darah berulang ataupun  mengalami kekerasan seksual.

Untuk memastikan diagnosis HIV pada anak dengan usia < 18 bulan, dibutuhkan uji virologi HIV  yang dapat memeriksa virus atau komponennya.  Anak dengan hasil uji virologi HIV positif pada usia berapapun, artinya terkena infeksi HIV. Bila ada anak berumur < 18 bulan dan dipikirkan terinfeksi HIV, tetapi perangkat laboratorium untuk PCR HIV tidak tersedia, dokter diharapkan mampu menegakkan  diagnosis presumtif atau dugaan.

Dugaan infeksi HIV harus ditentukan apabila ada 1 kriteria berikut:  PCP (Pneumocystis Carinii Pneumonia), meningitis kriptokokus, kandidiasis esophagus, toksoplasmosis, atau malnutrisi berat yang tidak membaik dengan pengobatan standar.  Selain itu, bila ditemukan minimal ada 2 gejala berikut : oral thrush, pneumonia berat, sepsis berat, penyakit atau kematian ibu yang berkaitan dengan HIV, atau CD4+ T Lymphocyte  <20%.

Oral thrush adalah lapisan putih kekuningan di atas mukosa lidah (pseudomembran) atau bercak merah di lidah, langit-langit mulut atau tepi mulut, yang disertai rasa nyeri, dan tidak bereaksi dengan pengobatan zalf anti jamur. Pneumonia adalah batuk atau sesak napas pada anak dengan adanya tarikan dinding dada, suara napas tambahan (stridor),  penurunan kesadaran, tidak dapat minum atau menyusu, muntah, dan adanya kejang selama episode sakit sekarang, meskipun dapat membaik dengan pengobatan antibiotik. Sepsis adalah demam atau hipotermia pada bayi muda, dengan tanda yang berat seperti bernapas cepat, tarikan dinding dada, ubun-ubun besar menonjol, letargi, gerakan berkurang, tidak mau minum atau menyusu, dan kejang.

Pemeriksaan uji HIV cepat (rapid test) pada anak dengan hasil reaktif, harus dilanjutkan dengan 2 tes serologi yang lain.  Bila hasil pemeriksaan tes serologi lanjutan tetap reaktif, anak harus segera mendapat obat ARV. Sedangkan diagnosis infeksi HIV pada anak > 18 bulan sudah dapat menggunakan cara yang sama dengan uji HIV pada orang dewasa.  Perhatian khusus harus diberikan untuk anak yang masih mendapat ASI pada saat tes dilakukan,  karena uji HIV baru dapat diinterpretasi dengan baik, apabila ASI sudah dihentikan selama > 6 minggu. Pada anak umur > 18 bulan, ASI bukan lagi sumber nutrisi utama. Oleh karena itu, cukup aman bila ibu diminta untuk menghentikan ASI sebelum dilakukan diagnosis HIV.

Momentum Hari AIDS Sedunia Jumat, 1 Desember 2017 juga mengingatkan tentang slogan kampanye global  *’Stop AIDS. Keep the Promise’.* Slogan yang digunakan sepanjang tahun itu untuk meminta  pertanggungjawaban pemerintah atas komitmennya terkait HIV dan AIDS, juga pada anak  di semua negara, termasuk Indonesia.

Sekian
Semoga bermanfaat.

Terimakasih.

Yogyakarta, 28 November 2017
*) Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Siloam dan RS Panti Rapih  Yogyakarta, Alumnus S3 UGM,

WA: 081227280161

e-mail :  fxwikan_indrarto@yahoo.com