Perut Buncit pada Pria

Pria gemuk biasanya memiliki tubuh seperti buah apel karena timbunan lemak di perutnya. Wanita gemuk, sebaliknya, menimbun lemak di panggul dan pangkal paha sehingga lebih terlihat seperti buah per atau biola. Nah, kini pertanyaannya bagaimana kita harus memahami risiko pada perut buncit (PB) dan mengatasinya.

RISIKO PB

PB berisiko pada:

1. Gangguan pembuluh darah yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner atau pun stroke (penyakit pembuluh darah otak).
2. Gangguan metabolisme seperti sindrom metabolik dgn resistensi insulin (keadaan pradiabetes), DMT2, kadar trigliserid yang tinggi dan penyakit kolesterol atau dislipidemia.
3. Beberapa jenis kanker
4. Gangguan sendi seperti spondilosis tulang belakang atau osteoartritis sendi lutut/pangkal paha.
5. Sleep apnea (berhenti napas dengan gejala napas seperti tercekik saat tidur). Pria dengan PB sering harus tidur dalam posisi duduk untuk mencegah sleep apnea.

BAGAIMANA MENGETAHUI PB ?

Ukurlah lingkaran pinggang anda, jika ukurannya melebihi 90 cm atau 36 inci pada ukuran pinggang celana jean anda (kriteria Asia Pasifik), maka anda sudah dianggap berperut buncit.

Cara mengukur lingkar pinggang:
1. Gunakan pita pengukur penjahit (sentimeteran). Lingkarkan pita itu di sekeliling perut anda pada posisi tepat di atas kedua ujung tulang pinggul.
2. Tarik pita itu sehingga pas melingkari perut dalam posisi horizontal tetapi jangan menariknya dengan kuat sehingga menimbulkan lekukan pada kulit perut.
3. Hembuskan napas anda, relaks tetapi jangan kempiskan perut anda.
4. Perhatikan ujung pita dengan angka nol jatuh pada angka berapa. Hasilnya menunjukkan besar lingkar pinggang (LP)  anda.

USIA MEMBUAT PB

Genetik memang menentukan apakah seorang manula berperut buncit atau tidak. Akan tetapi, pada pria, gaya hidup lebih menentukan.

Penurunan BMR pada usia lanjut (BMR = kebutuhan energi untuk fungsi dasar seperti metabolisme, produksi panas tubuh, gerakan organ seperti jantung dan usus) dan berkurangnya aktivitas fisik karena pensiun atau jabatan manajer sementara asupan energi dari makanan tidak berubah atau malahan bertambah, semuanya ini akan berisiko kegemukan dan PB.

BAGAIMANA MENGATASI PB ?

OR situp biasanya tidak dianjurkan pada manula apalagi kalau sudah terdapat kelainan degeneratif tulang belakang dan sendi paha.

OR yang dianjurkan bersifat aerobik seperti jalan, renang perlahan, senam manula, dan bersepeda. Yang penting, setelah berolahraga, anda berkeringat serta merasa segar, tetapi tidak merasa lapar, tidak mengantuk dan tidak merasa pegal pada otot. Makanan yang perlu dihindari oleh manula meliputi makanan yang kaya akan gula, tepung dan lemak jenuh karena ketiga jenis makanan bukan hanya menimbulkan PB dan kegemukan tetapi juga dapat menaikkan kadar gula, TG, kolesterol jahat dan tekanan darah anda.

dr Andry Hartono, SpGK
Klinik MCU dan Gizi Medik
RS Panti Rapih Yogyakarta

Kegemukan

Kegemukan atau obesitas merupakan keadaan bertambahnya lemak tubuh yang menyebabkan kenaikan berat badan. Keadaan ini tentunya berbeda dengan kelebihan berat badan karena penambahan massa otot atau tulang seperti terjadi pada misalnya Ade Rai atau Sylvester Stallone.

Kegemukan dengan distribusi lemak pada perut dinamakan obesitas sentral atau abdominal (lihat perut buncit). Keadaan ini merupakan salah satu tanda atau gejala sindrom metabolik.

PENYEBAB KEGEMUKAN

Biasanya para ahli gizi akan menjelaskan bahwa asupan kalori yang melebihi pengeluaran merupakan penyebab kegemukan. Keadaan ini dapat kita analogikan dengan tabungan. Jika uang yang ditabung lebih banyak daripada yang diambil, maka tabungan kita tentu akan bertambah besar. Hanya sayangnya pada kegemukan, barang yang kita tabung bukan uang tapi lemak atau gajih.

Penyebab kegemukan yang lain adalah faktor genetik. Sejumlah orang dengan thrifty gen lebih mudah gemuk daripada lainnya. Kondisi ini disebabkan produksi leptin dalam sel-sel lemak mereka sangat rendah padahal leptin berfungsi menekan pertambahan sel lemak di samping menekan selera makan yang berlebihan.

Pada orang yang diet ketat, produksi leptin juga dapat berkurang. Keadaan ini menjelaskan mengapa setelah misalnya 3 sampai 6 bulan menjalankan diet ketat, penurunan berat badan kemudian terhenti. Keadaan yang dinamakan plateau phase of weight reduction ini terjadi karena penurunan sekresi leptin.
Sementara produksi ghrelin oleh sel-sel lambung dan neuropeptida Y dalam hipotalamus meningkat sehingga selera makan bertambah karena kedua hormon ini berfungsi untuk menimbulkan rasa lapar.

PENYEBAB HORMONAL

Beberapa keadaan hormonal juga dapat menyebabkan kegemukan seperti DMT2 awal atau sindrom metabolik dengan terjadinya resistensi insulin, produksi hormon tiroid yang kurang (hipotiroid) dan sindrom Cushing (peningkatan produksi hormon anabolik khususnya glukokortikoid oleh kelenjar adrenal).

Ketiga keadaan ini tentu saja tidak dapat ditangani dengan terapi diet semata tetapi memerlukan pengobatan yang rumit dan harus dilaksanakan oleh dokter spesialis endokrin (SpPD-KEMD).

RISIKO KEGEMUKAN

Risiko kegemukan sama seperti risiko perut buncit. Karena itu, anda dapat membaca tulisan tentang perut buncit.

DIAGNOSIS

Diagnosis kegemukan dibuat dengan menghitung indeks massa tubuh. Rumusnya adalah berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan (dalam meter) yang dipangkat dua.

Angka di atas 23 menunjukkan keadaan praobese dan di atas 25 memperlihatkan obesitas.

Selanjutnya kita dapat mengukur lingkar pinggang seperti dijelaskan dalam tulisan tentang perut buncit.

TERAPI DIET

Terapi diet yang dianjurkan adalah pengurangan asupan kalori, terutama KH sederhana dan lemak, melalui pemilihan jenis makanan dan cara memasak yang benar dengan memperhatikan keseimbangan zat gizi yang lain (protein, vitamin dan mineral). Sementara itu, asupan air tawar dan serat pangan dapat ditingkatkan untuk memberikan rasa kenyang dan mengurangi penyerapan makanan.

Beberapa diet menawarkan penurunan berat badan dengan cepat seperti diet Atkins atau diet Cohen. Diet ini menghilangkan sumber karbohidrat dari makanan sehingga terjadi asidosis. Asidosis memang akan mengurangi selera makan secara drastis tetapi juga membuat tubuh menjadi lemah, bau mulut menjadi tidak enak (bau keton) dan sulit konsentrasi. Biasanya orang yang menjalankan diet ini hanya dapat bertahan selama 3 bulan dengan penurunan berat yang drastis tetapi ketika pola makannya balik ke keadaan semula, maka berat badannya kembali naik bahkan lebih tinggi daripada BB sebelum diet. Keadaan inilah yang kita sebut sindrom yoyo.

Bahaya asidosis di atas juga terjadi kalau orang yang diet menderita diabetes, khususnya penyandang diabetes yang sudah memakai insulin.
Asidosis yang berat pada DM dapat berlanjut menjadi ketoasidosis diabetes yang disertai kehilangan kesadaran (koma). Karena itu, PERKENI menyebutkan batas minimal asupan KH sebesar 130 gram per hari.

Jadi, program penurunan BB yang baik adalah program mandiri yang bisa dijalankan sendiri oleh pasien tanpa bergantung pada obat-obatan, herbal atau tindakan seperti penyuntikan vitamin C atau pelarut lemak (biasanya senyawa getah empedu) ke dalam jaringan lemak di bawah kulit perut. Tindakan terakhir ini dapat berakibatkan fibrosis atau lipolisis sehingga tempat suntikan menjadi luka terbuka yang sulit menutup kembali (dehisensi).

Peranan dokter gizi adalah memberikan bimbingan teknis cara diet yang baik selain dukungan semangat mengubah pola makan. Suplemen dan obat hanya diberikan dalam proses perubahan perilaku makan dan gaya hidup.

Program slimming yang baik sebenarnya dilakukan melalui perubahan gaya hidup dengan tujuan penurunan BB yang perlahan tetapi bertahan lebih lama. Dengan program ini, ketika BB sudah ideal atau normal, kita akan dapat mempertahankannya sendiri lewat diet yang seimbang dengan perilaku makan dan olahraga yang tepat.

dr Andry Hartono, SpGK
Klinik MCU dan Gizi Medik
RSPR

Mengenal Ginjal Lebih Dalam

Ginjal merupakan salah satu organ penting untuk menyaring keluar zat racun termasuk limbah nitrogen dari protein selain juga mengatur jumlah cairan dalam tubuh lewat produksi air seni.

Organ yang terdapat sepasang ini berada di balik kedua belah pinggang kita dan masing-masing memiliki satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus. Penyakit atau kerusakan pada ginjal akan berakibatkan hilangnya nefron tersebut. Selanjutnya kita akan berkenalan dengan glomerulus dan tubulus.

GLOMERULUS

Glomerulus merupakan saringan (filter) yang sebenarnya dalam ginjal. Alat ini bertugas untuk

(1) menghilangkan zat kimia yang termakan lewat makanan/minuman. Zat-zat 7P (pemutih, penjernih, pengawet, pengental, pewarna, penyedap dan pemanis buatan) harus dikeluarkan oleh ginjal ke dalam air seni. Begitu pula, sebagian besar obat yang kita minum. Apalagi jika zat yang termakan itu bersifat racun seperti pestisida, pewarna tekstil atau pengawet formalin.
(2) Mengeluarkan limbah nitrogen dari hasil metabolisme protein seperti ureum atau BUN, dan kreatinin serta asam urat baik yang berasal dari makanan maupun dari keausan/kerusakan otot kita sendiri.
(3) Mempertahankan zat yang berguna seperti albumin (protein darah) dan glukosa (gula darah) agar keduanya tidak tersaring keluar.

TUBULUS

Tubulus ginjal merupakan bagian dari nefron yang bertugas untuk:
(1) Mengatur cairan tubuh lewat produksi air seni dan pengaturan kekentalannya.
(2) Mengatur keseimbangan asam-basa.
(3) Mengatur elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium dan fosfor.

FUNGSI LAIN

Di samping fungsi di atas, ginjal juga:
(1) Menghasilkan hormon eritropoitin yang merangsang sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah.
(2) Menghasilkan kalsitriol dengan mengaktifkan vitamin D. Kalsitriol berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan pembentukan dan perombakan tulang.

Ginjal yang terganggu akan menghasilkan renin yang mengaktifkan angiotensin sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.

Dengan mengenali fungsi-fungsi di atas, kita akan memahami mengapa gejala anemia, kenaikan TD, kelemahan tulang, sembab serta penimbunan cairan dalam rongga tubuh, dan serangan jantung karena hiperkalemia (kenaikan kadar kalium darah) akan terjadi pada penyakit ginjal kronis yang disertai penurunan fungsi ginjal, khususnya jika penyakitnya sudah parah.

(Sumber bacaan: Andry Hartono, “Rawat Ginjal, Cegah Cuci Darah,” Penerbit Kanisius Yogyakarta).

Dr Andry Hartono, SpGK
Klinik MCU dan Gizi Medik
RS Panti Rapih

Batu Empedu

Ketika mengalami kolik batu empedu (BE), saya tidak akan pernah lupa akan pengalaman yang terjadi sekitar 20 tahun yang lalu itu. Kejadiannya di tengah malam ketika saya berada dalam keadaan tidur dengan posisi berbaring (sehingga saluran empedu/SE sejajar dgn kantung empedu/KE). Kolik terjadi ketika ada BE yang  memaksa menerobos masuk ke dalam SE karena terdorong oleh kontraksi KE. Jika duduk atau berdiri, batu tersebut hanya mengendap di dasar KE mengingat SE terletak di atas sedangkan dasar KE di bawah (Ingat bentuk KE seperti buah per: lebar di dasar KE dan mengecil di puncaknya yg bersambung dgn SE).

Sakitnya sungguh luar biasa sehingga disebut kolik BE. Untuk meredakan kolik ini, saya harus minum kombinasi pereda sakit, pelemas otot polos pada SE/KE dan obat tidur.
Sakit tersebut terdapat pada perut kanan atas.

Sebelumnya saya memang sering mengalami sakit maag tapi tidak pernah terpikir bahwa sakit maag ini berhubungan dengan BE. Bedanya dgn sakit maag biasa, gejala sakit maag pada BE disertai rasa mudah lelah. Saat serangan juga terdapat rasa lemah yang hebat. Mual, muntah dan kembung juga menyertai.

TANDA ADANYA BE

Bila terjadi peradangan KE, maka ketika tangan kita menekan perut sebelah kanan atas tepat di bawah iga dan kemudian kita bernapas, maka saat menarik napas daerah tsb akan terasa nyeri sehingga kita akan menahan napas. Tanda ini dinamakan tanda Murphy.

Seperti dijelaskan di atas, kolik BE yang berlangsung 30 menit sampai beberapa jam itu diawali dengan gejala maag. Rasa nyeri pada BE  secara klasik terdapat di bagian perut kanan atas yang dapat menjalar ke bahu atau daerah antar-tulang belikat. Pada sakit maag yang asli, nyeri biasanya terdapat di daerah ulu hati. Ketika meraba daerah yang nyeri, kadang-kadang kita dapat merasakan adanya benjolan yg tegang sebesar bola pingpong…

Selain tanda-tanda ini, biasanya dokter juga mempertimbangkan 4F yaitu Fourty (usia sekitar 40 tahun), Female (wanita kendati pria juga bisa mengalaminya), Fatty (gemuk) dan Fertile (dalam usia subur pada wanita karena hormon estrogen diperkirakan berperan dalam memperlemah kontraksi empedu). F kelima atau Fair skin karena BE dianggap lebih sering ditemukan pada wanita berkulit putih.

Namun demikian, diagnosis pasti BE adalah pemeriksaan USG dan CT Scan perut. BE tanpa gejala biasanya ditemukan secara kebetulan pada saat USG perut untuk keperluan medical checkup.

TIPE BE

Ada dua tipe BE: (1) Batu kolesterol dan (2) Batu pigmen.

Yang pertama biasanya terjadi pada penyandang kolesterol, apalagi jika dia menggunakan obat golongan fibrat dan niacin. Kedua  obat ini meningkatkan produksi dan pengeluaran getah empedu (GE) ke dalam usus (karena itu berkhasiat untuk menurunkan kolesterol). Akan tetapi jika KE kita sudah lemah, maka produksi GE yang meningkat itu akan tertimbun dalam KE sehingga terbentuk lumpur (sludge) yang kemudian menjadi BE.

Yang kedua, batu pigmen, biasanya terdiri dari kalsium dan bilirubin. Batu ini umumnya terjadi pada anemia karena peningkatan penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik) dan infeksi KE.

PENANGANAN

Batu empedu yang tidak memberikan keluhan dan gejala apa pun biasanya didiamkan saja karena belum mengganggu KE dan organ lain. Jika batunya tidak terlalu besar, dokter dapat memberikan preparat urododesoksikolat untuk melarutkan BE dan mendorongnya keluar. Obat lain yang diberikan bersifat simptomatik seperti pereda nyeri, preparat enzim, atau antibiotik jika sudah terjadi infeksi.

Bila batunya besar (> 0,8 cm) dan lebih dari satu atau multiple, dokter bedah digestif dapat melakukan salah satu dari dua alternatif ini: (1) kolesistektomi terbuka/laparotomi dan (2) kolesistektomi laparoskopik. Cara pertama dilakukan bila terdapat infeksi berat dan pelengketan. Jika cara pertama memerlukan waktu perawatan minimal 4 hari, maka cara kedua hanya satu hari atau one day care.

Cara lainnya adalah dengan ERS (Endoscopic Retrograde Sphincterotomy) setelah keberadaan BE terbukti lewat ERCP (Endoscopic Retrograde CholePancreatography).

TERAPI DIET

Diet tinggi serat soluble dgn mengurangi asupan gula, tepung dan lemak terutama yang jenuh dgn rantai panjang seperti gajih, santan atau jelantah dapat mencegah pembentukan BE. Kekurangan asupan folat, magnesium, kalsium dan vitamin C dapat meningkatkan pembentukan BE. Sebaliknya serat pangan solubel dan asam lemak omega 3 (minyak ikan, flax seed oil) serta omega 9 (minyak zaitun/olive oil) dapat mengurangi kecenderungan pembentukan BE.

Jus apel lokal (yang agak asam) sebanyak 1/2 sampai 1 gelas dgn ditambahkan 1 atau 2 sendok makan minyak zaitun dipercaya oleh sebagian orang dapat melarutkan BE (karena cuka atau jus apel) dan mendorong BE yang sudah larut itu keluar (karena minyak zaitun).

dr Andry H.
(Sumber dari dr Sabarno P., SpB, pengalaman pribadi dan situs internet)

Konsekuensi Gula Yang Tinggi

Salah satu konsekuensi kenaikan gula darah adalah glikosilasi protein. Reaksi glikosilasi ini menghasilkan produk AGE yang mirip dengan produk amadori yang terbentuk ketika protein daging dimasak dengan gula. Misalnya saja daging yang lembut dan merah ketika mengalami oksidasi (karena dimasak) bersama dengan gula akan menjadi dendeng yang keras dan cokelat (produk amadori).

Protein hemoglobin dalam sel darah merah akan rusak (dan membentuk produk AGE; advanced glycation end products) ketika terikat gula saat terjadi  reaksi oksidasi dalam sel tersebut untuk menghasilkan energi. Ikatan ini diukur lewat A1c yg normalnya kurang dari 6,5. Sel darah merah yang hemoglobinnya terikat gula tidak dapat membawa oksigen. Sel seperti ini masih hidup tapi tidak berfungsi. Selain itu, sel darah merah tersebut menjadi keras dan tidak lentur sehingga tidak dapat masuk ke dalam kapiler untuk menyalurkan darah dan oksigen ke dalam sel-sel tubuh.

Di samping sel darah merah yang mengalami glikosilasi, protein kolagen dan elastin dalam dinding pembuluh darah juga bisa mengalami glikosilasi sehingga pembuluh darah tidak lentur dan tidak dapat berdenyut untuk mengalirkan darah dan oksigen.

Semua peristiwa di atas yang menyebabkan pengerasan sel darah merah dan pembuluh darah  disebut angiopati. Akibat angiopati selanjutnya adalah kerusakan organ seperti retinopati diabetes (kerusakan selaput jala mata) yang bisa menimbulkan kebutaan, nefropati diabetes (kerusakan nefron/saringan pada ginjal) yang bisa menimbulkan gagal ginjal, neuropati diabetes (kerusakan saraf) dst.nya sampai penyumbatan pembuluh darah tepi (yang membuat gangren sehingga kaki harus diamputasi), penyakit jantung koroner, dan stroke. Semua ini merupakan komplikasi kronis.

Di samping komplikasi kronis, gula darah yang tinggi juga dapat mengakibatkan komplikasi akut seperti koma hipoglikemia (pingsan karena kadar gula darah yang terlalu rendah di bawah 50 mg/dL), hiperglikemia hiperosmotik nonketosis (HONK) (pingsan karena kadar gula yang terlalu tinggi sehingga darahnya sangat kental dan aliran darahnya macet tapi tanpa ketosis) dan ketoasidosis diabetes (darah yang menjadi asam karena ketosis [penimbunan keton bodies hasil metabolisme lemak akibat sel tidak bisa menggunakan gula sebagai sumber energi]). Ketiga komplikasi akut ini dapat menimbulkan kematian mendadak apalagi jika ada komorbiditas atau penyakit lain yang serius seperti penyakit jantung koroner.

dr Andry H.
Klinik Medical Checkup
RS. Panti Rapih
Yogyakarta

Apendisitis Akut

Apendisitis (radang usus buntu) adalah peradangan pada apendiks vermiformis (umbai cacing/ usus buntu).

Umumnya apendisitis disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) apendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hiperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, kanker dan pelisutan.

Faktor kebiasaan makan makanan rendah serat dan konstipasi /susah buang air besar (BAB) menunjukkan peran terhadap timbulnya apendisitis. Konstipasi akan meningkatkan tekanan lumen usus yang berakibat sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan flora normal usus.

Tipe apendisitis:

  1. Apendisitis  akut (mendadak).
    Gejala apendisitis akut adalah  demam, mual-muntah, penurunan nafsu makan, nyeri sekitar pusar yang kemudian terlokalisasi di perut kanan bawah, nyeri bertambah untuk berjalan, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.
  2. Apendisitis kronik.
    Gejala apendisitis kronis  sedikit mirip dengan sakit asam lambung dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut.

Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak apendiks itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung apendiks menyentuh saluran kemih, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi apendiks ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik.

Perjalanan penyakit apendisitis:

Apendisitis akut fokal (peradangan lokal)

Apendisitis supuratif (pembentukan nanah)

Apendisitis Gangrenosa (kematian jaringan apendiks)

Perforasi (bocornya dinding apendiks )

Peritonitis (peradangan lapisan rongga perut); sangat berbahaya, dan mengancam jiwa

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosis adanya Apendisitis, diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi :

  1. Pemeriksaan fisik.
    Pada apendisitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign)
    Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan apendiks semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur yang lebih tinggi dari suhu ketiak, lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.
  2. Pemeriksaan Laboratorium.
    Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) .
  3. Pemeriksaan radiologi.
    Foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 ?97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93-98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.

Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit apendisitis (radang usus buntu)adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosis kemungkinan pemberian antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.

Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 -10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

Kamus

Nyeri Kolik : Nyeri perut akut, khas ditandai dengan nyeri organ dalam tidak terus menerus dengan fluktuasi sesuai gerakan otot polos. Biasanya khas nyeri pada organ berongga/mempunyai saluran.

Referensi

Ferri FF. Appendicitis Acute. In: Ferri FF. Ferri’s Clinical Advisor 2009: Instant Diagnosis and Treatment. Philadelphia, Pa.: Mosby Elsevier; 2009. http://www.mdconsult.com/das/book/body/147002427-2/0/1701/0.html. Accessed July 1, 2009.

Cerumen Prop

60-80%  keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop).

Ø  Seberapa sering Anda membersihkan kotoran telinga?

Ø  Mengapa telinga kita terus-menerus memproduksi kotoran telinga?

Ø  Sebenarnya apakah ada gunanya kotoran tersebut?

Ø  Bagaimana cara membersihkan yang benar?

 

Serumen adalah substansi lengket berwarna kekuningan sampai coklat, yang ada di liang telinga.

Substansi tersebut adalah hasil produksi dari kelenjar minyak dan modifikasi  kelenjar keringat dinding telinga. Serumen tersebut terdiri dari 60% keratin*, 12-20% asam lemak*, alkohol, squalene*, dan 6-9% kolesterol. Komposisi ini menentukan wujud serumen itu sendiri.

Serumen ini secara umum dibagi menjadi:

  • Tipe basah:

o   Serumen putih (White/Flaky Cerumen), sifatnya mudah larut bila diirigasi.

o   Serumen coklat (light-brown), sifatnya seperti jeli, lengket.

  • Tipe kering:

o   Serumen gelap/ hitam, sifatnya keras, biasanya erat menempel pada dinding liang telinga bahkan menutup liang sehingga menimbulkan gangguan pendengaran.

Serumen tipe basah lebih dominan dibandingkan tipe kering.

Serumen diproduksi tubuh dengan tujuan:

  • Pembersihan

Dinding dalam telinga, membrane tympani (gendang telinga) setiap hari menghasilkan epitel  mati. Serumen membantu pengeluaran epitel-epitel tersebut sehingga tidak menumpuk dengan bantuan gerakan rahang mulut.

  • Lubrikasi/ pelicin

Serumen mencegah terjadinya desikasi/ kekeringan, rasa gatal, dan panas dalam liang telinga.

  • Antibakterial dan antijamur

Kemampuan antibacterial dan antijamur serumen karena  serumen bersifat asam, mengandung enzim lysozyme*, dan adanya asam lemak.

Produksi serumen dipengaruhi oleh stres fisik dan stres psikis. Bila produksi serumen berlebihan, serumen dapat menumpuk dan menyumbat liang telinga, dan menyebabkan penurunan pendengaran. Diperkirakan 60-80%  keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop).

Metode Pembersihan Serumen

  • Kuretase*, dengan alat khusus pengangkat serumen, atau dengan cotton bud
  • Irigasi, menggunakan air hangat dan alat khusus
  • Vakum*

Pembersihan serumen  yang terlalu sering, justru merangsang produksi serumen lebih banyak.

Seruminolisis adalah proses untuk melisiskan (meluruhkan) serumen, biasanya menggunakan agen seruminolitik yang diteteskan ke liang telinga. Biasanya agen ini akan membuat serumen mencair, atau bila terlalu keras maka akan lebih melunakkan serumen sehingga lebih mudah diangkat dengan metode pembersihan yang sesuai. Agen seruminolitik yang tersedia adalah

  • Minyak zaitun, minyak almond, minyak mineral, baby oil, gliserol, Peroksida karbamid(6.5%)
  • Larutan sodium bicarbonate, atau sodium bicarbonate B.P.C. (sodium bicarbonate dan glycerine)
  • Cerumol (arachis oil, turpentine dan dichlorobenzene)
  • Cerumenex (Triethanolamine, polypeptides dan oleate-condensate)
  • Exterol (urea, hydrogen peroxide dan glycerine)
  • Docusate sodium
  • Hidrogen Peroksida 3%

Agen-agen ini dipakai 2-3 kali sehari selama 3-5 hari.

Pemberian agen-agen ini justru lebih baik daripada manipulasi telinga secara pribadi karena malah mungkin mengakibatkan perlukaan dinding liang telinga.

Penggunaan cotton bud pun harus dilakukan secara hati-hati. Sebaiknya sebelum digunakan untuk membersihkan serumen, kapas cotton bud dibasahi dengan baby oil, atau air bersih, atau dibuat lembab, supaya kapas cotton bud tidak mudah lengket dengan serumen yang bisa mengakibatkan kapas terlepas dari batangnya.

 

KAMUS KITA

Kerati : suatu protein yang menyusun rangka yang bersifat sangat tidak mudah larut
Squalene : zat perantara dalam pembuatan kolesterol, merupakan asam lemak tidak jenuh. Banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu.
Epitel : Lapisan yang menutupi permukaan dalam dan luar tubuh termasuk lapisan pada pembuluh darah dan rongga yang kecil lainnya.
Enzim lysozim : enzim yang mampu membunuh bakteri.
Kuretase : pengeluaran suatu bahan dari dinding suatu rongga.
Vakum : Penghisapan

 

REFERENSI

McCarter, D.F.2007.Cerumen Impaction. Available at URL: www.aafp.org. Cited at: 12 Oktober 2007

http://www.emedicinehealth.com/earwax

http://www.earnosethroatdrs.com/

Urtikaria: bentol-bentol Biduran

Urtikaria (urticaria, wheal, hives, biduran, kaligata, liman) adalah reaksi alergi (melibatkan pembuluh darah atau vaskuler) pada kulit dan selaput lendir yang ditandai dengan bentol-bentol (adakalanya hanya berupa bercak merah) pada kulit, berwarna merah atau berwarna keputihan dan gatal, sebagai akibat pembengkaan antar sel.

Berdasarkan waktunya, urtikaria dapat berlangsung akut (≤6 minggu), kronis (> 6 minggu) dan berulang (kambuhan).

Angka kejadian urtikaria sekitar 15-20% populasi dalam masa hidupnya. Tidak ada perbedaan ras dan umur. Hanya saja, pada urtikaria kronis (berulang dan lama), lebih sering dialami pada wanita(60%).

Faktor pencetus urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis.

Urtikaria terjadi sebagai akibat pelebaran pembuluh darah dan peningkatan kepekaan pembuluh darah kecil (kapiler) sehingga menyebabkan pengeluaran cairan dari dinding pembuluh darah, akibatnya terjadi bentol pada kulit. Kondisi ini dikarenakan adanya pelepasan histamin yang dipicu oleh paparan allergen.

Urtikaria mudah dikenali, yakni bentol atau bercak meninggi pada kulit, berwarna merah dan berwarna keputihan jika ditekan, gatal, dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran. Penampakan urtikaria beragam, mulai yang ringan berupa bentol merah dan gatal hingga  bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir, daun telinga dan adakalanya disertai demam.

Pengelolaan:

Menghindari penyebabnya

  1. Makanan, diketahui dengan cara:

i.Memperhatikan riwayat hubungan antara setiap makan makanan tersebut dengan timbulnya urtika, yakni apakah timbul bila makan dan tidak timbul bila tidak makan makanan tersebut.

ii.Yang biasanya menyebabkan, antara lain: ikan, udang, kepiting, telur, jamur, zat aditif: pengawet (asam benzoate), pewarna(golongan azo), ragi.

    • Obat, diketahui dengan cara:
    • Riwayat hubungan penggunaannya dengan timbulnya urtika.
    • Provokasi jika perlu dan tidak membahayakan.

iii. Yang biasanya menyebabkan: penisilin, aspirin, vaksin, serum

    • Inhalan, diketahui dengan cara:
    • Riwayat hubungan antara pajanan dengan timbulnya urtika.
    • Yang biasanya menyebabkan: tepung sari, bulu binatang, debu.
    • Gigitan serangga
    • Psikis
    • Tekanan: pada tempat-tempat yang tertekan: ikat pinggang, gelang, jam.
    • Fisik: digores dengan benda kecil, timbul urtika
    • Sinar: pada tempat yang kena sinar matahari
    • Dingin: termasuk udara dingin, bisa dites dengan provokasi dengan tabung berisi air es.

Menghilangkan gejalanya

  1. Bila ringan, gatal bisa dikurangi dengan kompres dingin, mandi air dingin, bedak calamine yang mengandung menthol.
  2. Obat-obat yang lazim digunakan, diantaranya:
  3. Antihistamin, secara umum akan menghambat pelepasan histamin pada fase awal dan mengurangi datangnya sel-sel radang. Antihistamin generasi pertama biasanya menimbulkan rasa kantuk yang hebat serta memiliki dampak kurang nyaman pada pasien seperti berdebar–debar. Sedangkan antihistamin generasi kedua memiliki efek kantuk yang rendah pada dosis anjuran, tidak menimbulkan rasa berdebar–debar dan penggunaannya cukup satu kali dalam sehari.
  • Diphenhydramine injeksi. Dosis dewasa: 10-20 mg per dosis, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Hydroxyne HCl (bestalin). Dosis dewasa: 25 mg, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3 kali sehari.
  • Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari.
  • Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), diminum1x1 sehari.
  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg (interhistin, tralgi, zoline, dll), diminum 3×1 sehari.
  • Dll

Kombinasi steroid dan antihistamin, (misalnya: alegi, colergis, dextafen, exabetin, lorson, zestam, dll), diminum 3×1 sehari.

Ephedrin HCl, biasanya digunakan sebagai kombinasi atau sebagai pengganti injeksi adrenalin.

Adrenalin injeksi. Digunakan untuk kasus yang berat dan perlu penanganan segera. (dosis dewasa: 0,3-0,5 ml per dosis dan dapat diulang 15-30 menit; dosis anak: 0,1-0,3 ml setiap kali pemberian).

 

Dinajani, Andi. Penatalaksanaan Penyakit Alergi. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, 2003.

Hipertensi Esensial (Primer)

Bila seseorang mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini dapat membawa penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian

Hipertensi adalah keadaan tekanan darah ≥ 140 mmHg sistolik dan atau ≥ 90 mmHg diastolik pada seseorang yang tidak sedang makan obat antihipertensi.

Disebut Hipertensi Esensial (Primer) bila tidak diketahui penyebabnya, biasanya merupakan kombinasi antara berbagai faktor genetik dan lingkungan yang menyebabkan fenotipe hipertensif.

Disebut hipertensi sekunder bila hipertensi terjadi akibat suatu penyakit tertentu, misalnya penyakit ginjal, karena hormonal, obatan-obatan, dll.

Tercatat 13.353 kasus hipertensi esensial pada tahun 2010 di Rumah Sakit Panti Rapih.

Diagnosis hipertensi berdasarkan hasil rata-rata pengukuran tekanan darah yang dilakukan minimal dua kali tiap kunjungan pada dua kali kunjungan atau lebih dengan menggunakan manset (cuff) yang meliputi minimal 80% lengan atas pada pasien dengan posisi duduk dan telah beristirahat lima menit.

Klasifikasi Hipertensi
Sistolik                                               Diastolik
———————————————————————————————————-
Normal                          < 120 mmHg              dan             < 80 mmHg
———————————————————————————————————-
Prehipertensi                 120 – 139 mmHg          atau           80 – 89 mmHg
———————————————————————————————————-
Hipertensi stage 1          140 – 159 mmHg          atau           90 – 99  mmHg
———————————————————————————————————-
Hipertensi stage 2          > 160  mmHg               atau          > 100 mmHg
———————————————————————————————————-

Hasil pemeriksaan tekanan darah akan didapatkan dua angka. Angka pertama diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), dan angka kedua diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, Tekanan darah dikatakan normal jika berada diantara 100/60 dan 120/80. Tekanan darah antara 120/80 dan 140/90 disebut pra-hipertensi, dan tekanan darah diatas 140/90 dianggap hipertensi.

Tekanan darah dalam kehidupan manusia bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak  normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah dibandingkan dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di pagi hari dan paling rendah di saat tidur malam hari. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh faktor psikis.

Hipertensi sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah. Tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala bisa muncul bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan hipertensi.

Gejala tersebut adalah :

  • Sakit kepala
  • Leher cengeng
  • Perdarahan dari hidung (mimisan)
  • Wajah kemerahan dan kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Gelisah
  • Pandangan kabur.

Bila seseorang mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini dapat membawa penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Hipertensi yang terus menerus menyebabkan jantung bekerja ekstra keras, akhirnya terjadi kerusakan pada jaringan dan organ-organ tubuh.

Pengobatan hipertensi yang utama adalah kontrol terhadap diet:

  1. Kandungan garam (Sodium /Natrium)

Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam (sodium/natrium), ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini :

Bahan makanan sumber natrium yang perlu dibatasi, yaitu sebagai berikut :

oGaram. Setiap 1 gram garam dapur mengandung 400 mg natrium. Apabila dikonversikan ke dalam ukuran rumah tangga 4 gram garam dapur setara dengan ½ sendok teh atau sekitar 1600 mg natrium.

oDiet rendah garam, terdiri dari diet ringan (konsumsi garam 3,75-7,5 gram per hari), menengah (1,25-3,75 gram per hari) dan berat (kurang dari 1,25 gram per hari).

oSemua makanan yang diawetkan dengan garam, seperti ikan asin, telur asin, ikan pindang, ikan teri, dendeng, abon, daging asap, asinan sayur, asinan buah, manisan buah, serta buah dalam kaleng.

oMakanan yang dimasak dengan garam dapur atau soda kue (natrium bikarbonat), seperti biskuit, kracker, cake dan kue-kue lainnya.

oBumbu-bumbu penyedap masakan. Sekarang ini, sudah banyak penyedap masakan dengan berbagai merk. Salah satu diantaranya yaitu vetsin/ motto/ micin/ MSG, yang masih sangat lazim digunakan masyarakat untuk menambah cita rasa masakan. Contoh lain yaitu kecap, terasi, petis, tauco, saos sambal dan saos tomat.

oMakanan kaleng. Makanan kaleng sebenarnya terbuat dari bahan makanan segar, namun yang perlu diperhatikan yaitu dalam proses pembuatannya ditambahkan garam untuk lebih awet. Contoh makanan yang dikalengkan yaitu corned, dan sarden. Selain itu pada buah kaleng yang diawetkan, juga mengandung pengawet berupa natrium benzoat. Oleh karena itu pada hipertensi dianjurkan untuk menghindari minuman atau pun sari buah dalam kaleng.

oFast food (makanan cepat saji). Hal yang perlu diwaspadai adalah makanan cepat saji komposisi makanannya kurang berimbang. Makanan ini tinggi kandungan lemak jenuh, kurang serat, kurang vitamin, dan tinggi natrium. Salah satu hal yang merupakan bumerang bagi penderita hipertensi yaitu kandungan natrium yang terdapat di dalamnya. Produk-produk fast food tersebut seperti sosis, hamburger, fried chicken, pizza, dsb.

oContoh bahan makanan lain yang mengandung tinggi natrium yaitu : keju, margarin, dan mentega.

  1. Kandungan Kalium / potassium

Suplemen kalium 2-4 gram perhari dapat membantu menurunkan tekanan darah..

Buah dan sayuran yang mengandung kalium, baik untuk dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi, antara lain apel, papaya, peterseli, bayam, kapri, semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang merah, dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 dikenal efektif dalam membantu penurunan hipertensi. Adapun hal yang perlu diperhatikan dari kalium adalah bahwa kalium  mudah hilang saat proses pengolahan. Bahan makanan yang dipotong kecil-kecil ditambah dengan pencucian pada air mengalir dapat meningkatkan kehilangan kalium dalam bahan tersebut. Demikian juga pada perebusan bahan makanan, air rebusan yang mengandung kalium tersebut sebaiknya tidak dibuang.

  1. Kandungan Magnesium.

Magnesium merupakan mineral yang sangat penting untuk sistem saraf, kesehatan jantung, ginjal, dan otot. Kekurangan magnesium ditandai dengan gejala seperti tekanan darah tinggi, retensi air dan depresi. Sumber Magnesium: kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran berdaun hilau, gandum, jagung, tahu. Dosis yang dianjurkan  adalah 320mg/hari.

  1. Kandungan alkohol.

Hindari konsumsi alkohol. Alkohol menguras magnesium dan mengurangi kemampuan tubuh menyerap magnesium dari makanan. Kelebihan konsumsi alkohol merupakan salah satu penyebab tekanan darah tinggi.

  1. Kandungan kolesterol.

Kendalikan kadar kolesterol. Ketika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah akibat penumpukan plak dari timbunan kolesterol, kecepatan aliran darah akan semakin meningkat.

Hal tersebut diakibatkan semakin sempitnya lumen pembuluh darah yang dapat dilalui oleh darah. Darah yang dibutuhkan jaringan tubuh harus terpenuhi secara adekuat, sehingga untuk mempertahankan aliran darah yang memadai, tekanan dalam pembuluh darah ditingkatkan.

  1. Kandungan vitamin C.

Penderita Hipertensi juga disarankan cukup mengonsumsi Vitamin C terutama Vitamin C alami yang terdapat didalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Semakin tinggi asupan Vitamin C, semakin rendah tekanan darahnya.

  1. KandunganVitamin B6.

Vitamin B6 berguna untuk menstimulasi sistem syaraf yang akan mempengaruhi tekanan darah. Oleh karena itu, Vitamin B6 sangat dianjurkan bagi penderita Hipertensi.

  1. Kandungan Kalsium.

Kalsium bermanfaat untuk membantu menurunkan tekanan darah. Sumber Kalsium terbesar terdapat didalam kacang kedelai, tempe, tahu, kacang hijau, susu kedelai serta sayur-sayuran hijau.

Selain diet, diperhatikan juga:

  1. Berhenti merokok.

Kandungan nikotin pada rokok dapat pendorong pengentalan darah, selain itu dapat menstimulasi kadar epinefrin yang berefek menaikkan tekanan darah, menambah denyut jantung, dan mempersempit diameter pembuluh darah.

  1. Hindari atau kurangi pemakaian obat-obatanpenurun demam yang mengadung Fenilpropanolamin yang dijual bebas, karena dapat menaikkan tekanan darah. Sebaiknya dikonsultasikan kembali dengan dokter.
  2. Istirahat perlu rutindilakukan diantara ketegangan jam sibuk setiap hari. Bersantai dapat berupa berkumpul rekan kerja, tetangga, keluarga di rumah atau bersantai seorang diri dengan merenung. Makin sering dan rutin hal ini dilakukan, makin bagus keseimbangan jiwa. Tidur merupakan bentuk bersantai seorang diri. Stamina akan pulih dengan cepat dan keseimbangan hormon dalam tubuh akan cepat tercapai. Hasilnya, pengendalian tekanan darah akan terjaga.
  3. Olahraga teratur dan terukur agar badan tetap bugar karena peredaran darah lancar.  Dianjurkan berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraganya.Yang umum biasa dilakukan adalah olahraga yang sifatnya ringan seperti jalan kaki, jogging, bersepeda dan berenang. Ketika akan memulai olahraga, penderita hipertensi baik derajat ringan, sedang, maupun berat harus terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter ahli.
  4. Berenang

Berenang selama 30 menit akan mengurangi jumlah sirkulasi adrenalin di dalam tubuh dan membuat pembuluh darah rileks. Berenang juga membantu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah.

  1. Jalan Lakukan 30 menit.

Kalau tekanan darah Anda naik secara moderat, jalan cepat 30 menit cukup untuk menjauhkan diri dari obat-obatan. Namun, bila Anda sudah mengonsumsi obat untuk mengatasi hipertensi, lakukan olahraga moderat selama 30 menit.

  1. Cari aktivitas menyenangkan

Cari aktivitas yang bisa  dinikmati selama 30 menit setiap harinya. Berkebun, naik tangga, berjalan kaki, atau bersepeda dengan anak bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Aktivitas tersebut juga akan menambah jatah olahraga Anda dan tentu saja bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Pengobatan hipertensi:

  • Diuretic(Hydrochlorothiazide/HCT, Lasix/Furosemide). Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses mengeluarkan cairan tubuh melalui urine. Tetapi karena potasium kemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.
  • Beta-blockers(Atenolol/TenorimCapoten/Captopril). Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.
  • Calcium channel blockers(Norvasc/amlopidineAngiotensinconverting enzyme/ACE). Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan tekanan darah tinggi atau hipertensi melalui proses relaksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.

Komplikasi Hipertensi:

  • Stroke
  • Kerusakan berbagai organ
  • Gagal jantung
  • Gagal ginjal
  • Kematian

Jangan anggap sepele hipertensi, rawatlah diri anda

Faringitis Akut

Tenggorokan terasa kering……

Terasa gatal…..

Terasa nyeri……

Waspadai nyeri telan yang tak membaik selama beberapa hari….

 

Faringitis (pharyngitisAkut, adalah suatu penyakit peradangan tenggorok (faring) yang sifatnya akut (mendadak dan cepat memberat). Umum disebut radang tenggorok. Radang ini menyerang lapisan mukosa (selaput lendir) dan submukosa faring.

Disebut faringitis kronis bila radangnya sudah berlangsung dalam waktu lama dan biasanya tidak disertai gejala yang berat.

Epidemiologi

  • Angka kejadian pada anak &dewasa:anak, rata-rata terdapat 5 kali infeksi saluran pernafasan bagian atas dan pada orang dewasa hampir separuhnya
  • Kasus Faringitis akut  di Rumah Sakit Panti Rapih tahun 2010 sebesar 5.305 kasus.

Penyebab

  • Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman.
  • Biasanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Namun bakteri lain seperti  gonorrhoeae, C. diphtheria, H. influenza juga dapat menyebabkan faringitis.
  • Apabila disebabkan oleh infeksi virus biasanya oleh Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza virusdan Coxsackie virus.
  • Faringitis juga bisa timbul akibat iritasi udara kering, merokok, alergi, trauma tenggorok (misalnya akibat tindakan intubasi), penyakit refluks asam lambung, jamur, menelan racun, tumor.

Perjalanan Penyakit

Penularan dapat terjadi melalui udara (air borne disease) maupun sentuhan.

Droplet  masuk melalui saluran napas atau mulut kemudian masuk ke lapisan faring. Faring bereaksi terhadap proses infeksi tersebut, terjadilah radang.

Gejala dan tanda

Yang sering muncul pada faringitis adalah:

  1. Nyeri tenggorok dan nyeri menelan
  2. Tonsil (amandel)  membesar
  3. Mukosa yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan pus (nanah).
  4. Demam, bisa mencapai 40ºC.
  5. Pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Setelah bakteri atau virus mencapai sistemik maka gejala-gejala sistemik akan muncul,

  1. Lesu dan lemah, nyeri pada sendi-sendi otot, tidak nafsu makan dan nyeri pada telinga.
  2. Peningkatan jumlah sel darah putih.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

  • Pemeriksaan fisik:

o   Kemerahan dan peradangan dinding belakang mukosa mulut.

o   Pembengkakan mukosa

o   Adanya selaput, bintik-bintik, nanah pada mukosa

o   Dengan menggunakan penilaian tertentu atas gejala dan tanda, bisa diprediksi penyebab faringitis apakah viral atau bakterial

Jenis faringitis

Faringitis Virus Faringitis Bakteri
Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan Sering ditemukan nanah di tenggorokan
Demam, biasanya tinggi. Demam.
Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang
Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar Pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening
Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat
Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium

Pemeriksaan penunjang

  • Pemeriksaan terhadap apus tenggorok.
  • Skrining terhadap bakteri Streptokokus.
  • Darah rutin menunjukkan peningkatan jumlah lekosit.
  • Kultur dan uji resistensi bakteri bila diperlukan.

Tata Laksana

  • Untuk mengurangi nyeri tenggorok dapat diberikan obat antinyeri (analgetik) seperti asetaminofen, obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye.
  • Untuk menghindari iritasi lebih lanjut pada saluran faring, pada pasien dapat dianjurkan untuk mengurangi makanan yang berminyak dan panas, juga dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin agar metabolisme lebih dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat dapat dibantu dengan menggunakan kompres dan masukan cairan yang cukup (air putih), hindari minuman yang terlalu dingin dan bersoda. Hindari asap rokok, debu, polutan lainnya. Madu dapat membantu mempercepat penyembuhan.
  • Jika disebabkan virus maka pengobatan bersifat simtomatik (hanya mengobati gejala), tidak diberikan antibiotika. Bisa dibantu dengan obat-obatan imunomodulator.
  • Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotika. Penting bagi penderita untuk meminum obat antibiotik sampai habis sesuai anjuran dokter, agar tidak terjadi resistensi pada kuman penyebab faringitis.

Prognosis (Perjalanan Penyakit)

  • Umumnya baik, tingkat kesembuhan tinggi.

Komplikasi yang mungkin timbul

  • Sumbatan jalan napas (pada peradangan yang berat)
  • Abses di tonsil atau dinding belakang mukosa faring.
  • Infeksi bakteri Streptococcus bisa berlanjut ke infeksi telinga, sinusitis,  Demam rematik (Penyakit katup jantung akibat infeksi), abses tonsil, peradangan ginjal, dll.

Kapan Anda Harus menghubungi Petugas Kesehatan:

  • Saat Anda menderita nyeri telan yang tidak membaik selama beberapa hari.
  • Saat Anda menderita demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening leher.
  • Segera mencari pertolongan bila Anda menderita nyeri telan dan gangguan pernapasan.

(Sumber: Art of Theraphy, 2008.FK UGM)

KAMUS KITA

 

Epidemiologi

 

:

 

Ilmu yang mempelajari hubungan antara berbagai faktor yang menentukan frekuensi dan distribusi penyakit pada komunitas manusia.

Droplet : Partikel cairan yang dikeluarkan dari mulut pada waktu kita batuk, bersin, atau berbicara, yang mungkin membawa infeksi untuk yang lain melalui udara.
Resistensi : Perlawanan
Metabolisme

 

:

:

Semua proses fisik dan kimia untuk memproduksi energi dan mengubah energi.
Immunomodulator : Penyesuaian respon kekebalan hingga suatu tingkat yang dikehendaki.
Abses : Kumpulan nanah setempat dalam rongga yang terbentuk akibat kerusakan jaringan.
Sinusitis : Peradangan sinus