Apendisitis Akut

Apendisitis (radang usus buntu) adalah peradangan pada apendiks vermiformis (umbai cacing/ usus buntu).

Umumnya apendisitis disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) apendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hiperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, kanker dan pelisutan.

Faktor kebiasaan makan makanan rendah serat dan konstipasi /susah buang air besar (BAB) menunjukkan peran terhadap timbulnya apendisitis. Konstipasi akan meningkatkan tekanan lumen usus yang berakibat sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan flora normal usus.

Tipe apendisitis:

  1. Apendisitis  akut (mendadak).
    Gejala apendisitis akut adalah  demam, mual-muntah, penurunan nafsu makan, nyeri sekitar pusar yang kemudian terlokalisasi di perut kanan bawah, nyeri bertambah untuk berjalan, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja.
  2. Apendisitis kronik.
    Gejala apendisitis kronis  sedikit mirip dengan sakit asam lambung dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut.

Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak apendiks itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung apendiks menyentuh saluran kemih, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi apendiks ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik.

Perjalanan penyakit apendisitis:

Apendisitis akut fokal (peradangan lokal)

Apendisitis supuratif (pembentukan nanah)

Apendisitis Gangrenosa (kematian jaringan apendiks)

Perforasi (bocornya dinding apendiks )

Peritonitis (peradangan lapisan rongga perut); sangat berbahaya, dan mengancam jiwa

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosis adanya Apendisitis, diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi :

  1. Pemeriksaan fisik.
    Pada apendisitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign)
    Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan apendiks semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur yang lebih tinggi dari suhu ketiak, lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu.
  2. Pemeriksaan Laboratorium.
    Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) .
  3. Pemeriksaan radiologi.
    Foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 ?97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93-98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks.

Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit apendisitis (radang usus buntu)adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosis kemungkinan pemberian antibiotika dapat saja dilakukan, namun demikian tingkat kekambuhannya mencapai 35%.

Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). Setelah dilakukan pembedahan, harus diberikan antibiotika selama 7 -10 hari. Selanjutnya adalah perawatan luka operasi yang harus terhindar dari kemungkinan infeksi sekunder dari alat yang terkontaminasi dll.

Kamus

Nyeri Kolik : Nyeri perut akut, khas ditandai dengan nyeri organ dalam tidak terus menerus dengan fluktuasi sesuai gerakan otot polos. Biasanya khas nyeri pada organ berongga/mempunyai saluran.

Referensi

Ferri FF. Appendicitis Acute. In: Ferri FF. Ferri’s Clinical Advisor 2009: Instant Diagnosis and Treatment. Philadelphia, Pa.: Mosby Elsevier; 2009. http://www.mdconsult.com/das/book/body/147002427-2/0/1701/0.html. Accessed July 1, 2009.

Cerumen Prop

60-80%  keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop).

Ø  Seberapa sering Anda membersihkan kotoran telinga?

Ø  Mengapa telinga kita terus-menerus memproduksi kotoran telinga?

Ø  Sebenarnya apakah ada gunanya kotoran tersebut?

Ø  Bagaimana cara membersihkan yang benar?

 

Serumen adalah substansi lengket berwarna kekuningan sampai coklat, yang ada di liang telinga.

Substansi tersebut adalah hasil produksi dari kelenjar minyak dan modifikasi  kelenjar keringat dinding telinga. Serumen tersebut terdiri dari 60% keratin*, 12-20% asam lemak*, alkohol, squalene*, dan 6-9% kolesterol. Komposisi ini menentukan wujud serumen itu sendiri.

Serumen ini secara umum dibagi menjadi:

  • Tipe basah:

o   Serumen putih (White/Flaky Cerumen), sifatnya mudah larut bila diirigasi.

o   Serumen coklat (light-brown), sifatnya seperti jeli, lengket.

  • Tipe kering:

o   Serumen gelap/ hitam, sifatnya keras, biasanya erat menempel pada dinding liang telinga bahkan menutup liang sehingga menimbulkan gangguan pendengaran.

Serumen tipe basah lebih dominan dibandingkan tipe kering.

Serumen diproduksi tubuh dengan tujuan:

  • Pembersihan

Dinding dalam telinga, membrane tympani (gendang telinga) setiap hari menghasilkan epitel  mati. Serumen membantu pengeluaran epitel-epitel tersebut sehingga tidak menumpuk dengan bantuan gerakan rahang mulut.

  • Lubrikasi/ pelicin

Serumen mencegah terjadinya desikasi/ kekeringan, rasa gatal, dan panas dalam liang telinga.

  • Antibakterial dan antijamur

Kemampuan antibacterial dan antijamur serumen karena  serumen bersifat asam, mengandung enzim lysozyme*, dan adanya asam lemak.

Produksi serumen dipengaruhi oleh stres fisik dan stres psikis. Bila produksi serumen berlebihan, serumen dapat menumpuk dan menyumbat liang telinga, dan menyebabkan penurunan pendengaran. Diperkirakan 60-80%  keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop).

Metode Pembersihan Serumen

  • Kuretase*, dengan alat khusus pengangkat serumen, atau dengan cotton bud
  • Irigasi, menggunakan air hangat dan alat khusus
  • Vakum*

Pembersihan serumen  yang terlalu sering, justru merangsang produksi serumen lebih banyak.

Seruminolisis adalah proses untuk melisiskan (meluruhkan) serumen, biasanya menggunakan agen seruminolitik yang diteteskan ke liang telinga. Biasanya agen ini akan membuat serumen mencair, atau bila terlalu keras maka akan lebih melunakkan serumen sehingga lebih mudah diangkat dengan metode pembersihan yang sesuai. Agen seruminolitik yang tersedia adalah

  • Minyak zaitun, minyak almond, minyak mineral, baby oil, gliserol, Peroksida karbamid(6.5%)
  • Larutan sodium bicarbonate, atau sodium bicarbonate B.P.C. (sodium bicarbonate dan glycerine)
  • Cerumol (arachis oil, turpentine dan dichlorobenzene)
  • Cerumenex (Triethanolamine, polypeptides dan oleate-condensate)
  • Exterol (urea, hydrogen peroxide dan glycerine)
  • Docusate sodium
  • Hidrogen Peroksida 3%

Agen-agen ini dipakai 2-3 kali sehari selama 3-5 hari.

Pemberian agen-agen ini justru lebih baik daripada manipulasi telinga secara pribadi karena malah mungkin mengakibatkan perlukaan dinding liang telinga.

Penggunaan cotton bud pun harus dilakukan secara hati-hati. Sebaiknya sebelum digunakan untuk membersihkan serumen, kapas cotton bud dibasahi dengan baby oil, atau air bersih, atau dibuat lembab, supaya kapas cotton bud tidak mudah lengket dengan serumen yang bisa mengakibatkan kapas terlepas dari batangnya.

 

KAMUS KITA

Kerati : suatu protein yang menyusun rangka yang bersifat sangat tidak mudah larut
Squalene : zat perantara dalam pembuatan kolesterol, merupakan asam lemak tidak jenuh. Banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu.
Epitel : Lapisan yang menutupi permukaan dalam dan luar tubuh termasuk lapisan pada pembuluh darah dan rongga yang kecil lainnya.
Enzim lysozim : enzim yang mampu membunuh bakteri.
Kuretase : pengeluaran suatu bahan dari dinding suatu rongga.
Vakum : Penghisapan

 

REFERENSI

McCarter, D.F.2007.Cerumen Impaction. Available at URL: www.aafp.org. Cited at: 12 Oktober 2007

http://www.emedicinehealth.com/earwax

http://www.earnosethroatdrs.com/

Urtikaria: bentol-bentol Biduran

Urtikaria (urticaria, wheal, hives, biduran, kaligata, liman) adalah reaksi alergi (melibatkan pembuluh darah atau vaskuler) pada kulit dan selaput lendir yang ditandai dengan bentol-bentol (adakalanya hanya berupa bercak merah) pada kulit, berwarna merah atau berwarna keputihan dan gatal, sebagai akibat pembengkaan antar sel.

Berdasarkan waktunya, urtikaria dapat berlangsung akut (≤6 minggu), kronis (> 6 minggu) dan berulang (kambuhan).

Angka kejadian urtikaria sekitar 15-20% populasi dalam masa hidupnya. Tidak ada perbedaan ras dan umur. Hanya saja, pada urtikaria kronis (berulang dan lama), lebih sering dialami pada wanita(60%).

Faktor pencetus urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis.

Urtikaria terjadi sebagai akibat pelebaran pembuluh darah dan peningkatan kepekaan pembuluh darah kecil (kapiler) sehingga menyebabkan pengeluaran cairan dari dinding pembuluh darah, akibatnya terjadi bentol pada kulit. Kondisi ini dikarenakan adanya pelepasan histamin yang dipicu oleh paparan allergen.

Urtikaria mudah dikenali, yakni bentol atau bercak meninggi pada kulit, berwarna merah dan berwarna keputihan jika ditekan, gatal, dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran. Penampakan urtikaria beragam, mulai yang ringan berupa bentol merah dan gatal hingga  bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir, daun telinga dan adakalanya disertai demam.

Pengelolaan:

Menghindari penyebabnya

  1. Makanan, diketahui dengan cara:

i.Memperhatikan riwayat hubungan antara setiap makan makanan tersebut dengan timbulnya urtika, yakni apakah timbul bila makan dan tidak timbul bila tidak makan makanan tersebut.

ii.Yang biasanya menyebabkan, antara lain: ikan, udang, kepiting, telur, jamur, zat aditif: pengawet (asam benzoate), pewarna(golongan azo), ragi.

    • Obat, diketahui dengan cara:
    • Riwayat hubungan penggunaannya dengan timbulnya urtika.
    • Provokasi jika perlu dan tidak membahayakan.

iii. Yang biasanya menyebabkan: penisilin, aspirin, vaksin, serum

    • Inhalan, diketahui dengan cara:
    • Riwayat hubungan antara pajanan dengan timbulnya urtika.
    • Yang biasanya menyebabkan: tepung sari, bulu binatang, debu.
    • Gigitan serangga
    • Psikis
    • Tekanan: pada tempat-tempat yang tertekan: ikat pinggang, gelang, jam.
    • Fisik: digores dengan benda kecil, timbul urtika
    • Sinar: pada tempat yang kena sinar matahari
    • Dingin: termasuk udara dingin, bisa dites dengan provokasi dengan tabung berisi air es.

Menghilangkan gejalanya

  1. Bila ringan, gatal bisa dikurangi dengan kompres dingin, mandi air dingin, bedak calamine yang mengandung menthol.
  2. Obat-obat yang lazim digunakan, diantaranya:
  3. Antihistamin, secara umum akan menghambat pelepasan histamin pada fase awal dan mengurangi datangnya sel-sel radang. Antihistamin generasi pertama biasanya menimbulkan rasa kantuk yang hebat serta memiliki dampak kurang nyaman pada pasien seperti berdebar–debar. Sedangkan antihistamin generasi kedua memiliki efek kantuk yang rendah pada dosis anjuran, tidak menimbulkan rasa berdebar–debar dan penggunaannya cukup satu kali dalam sehari.
  • Diphenhydramine injeksi. Dosis dewasa: 10-20 mg per dosis, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Hydroxyne HCl (bestalin). Dosis dewasa: 25 mg, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3 kali sehari.
  • Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari.
  • Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), diminum1x1 sehari.
  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg (interhistin, tralgi, zoline, dll), diminum 3×1 sehari.
  • Dll

Kombinasi steroid dan antihistamin, (misalnya: alegi, colergis, dextafen, exabetin, lorson, zestam, dll), diminum 3×1 sehari.

Ephedrin HCl, biasanya digunakan sebagai kombinasi atau sebagai pengganti injeksi adrenalin.

Adrenalin injeksi. Digunakan untuk kasus yang berat dan perlu penanganan segera. (dosis dewasa: 0,3-0,5 ml per dosis dan dapat diulang 15-30 menit; dosis anak: 0,1-0,3 ml setiap kali pemberian).

 

Dinajani, Andi. Penatalaksanaan Penyakit Alergi. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, 2003.

Hipertensi Esensial (Primer)

Bila seseorang mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini dapat membawa penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian

Hipertensi adalah keadaan tekanan darah ≥ 140 mmHg sistolik dan atau ≥ 90 mmHg diastolik pada seseorang yang tidak sedang makan obat antihipertensi.

Disebut Hipertensi Esensial (Primer) bila tidak diketahui penyebabnya, biasanya merupakan kombinasi antara berbagai faktor genetik dan lingkungan yang menyebabkan fenotipe hipertensif.

Disebut hipertensi sekunder bila hipertensi terjadi akibat suatu penyakit tertentu, misalnya penyakit ginjal, karena hormonal, obatan-obatan, dll.

Tercatat 13.353 kasus hipertensi esensial pada tahun 2010 di Rumah Sakit Panti Rapih.

Diagnosis hipertensi berdasarkan hasil rata-rata pengukuran tekanan darah yang dilakukan minimal dua kali tiap kunjungan pada dua kali kunjungan atau lebih dengan menggunakan manset (cuff) yang meliputi minimal 80% lengan atas pada pasien dengan posisi duduk dan telah beristirahat lima menit.

Klasifikasi Hipertensi
Sistolik                                               Diastolik
———————————————————————————————————-
Normal                          < 120 mmHg              dan             < 80 mmHg
———————————————————————————————————-
Prehipertensi                 120 – 139 mmHg          atau           80 – 89 mmHg
———————————————————————————————————-
Hipertensi stage 1          140 – 159 mmHg          atau           90 – 99  mmHg
———————————————————————————————————-
Hipertensi stage 2          > 160  mmHg               atau          > 100 mmHg
———————————————————————————————————-

Hasil pemeriksaan tekanan darah akan didapatkan dua angka. Angka pertama diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), dan angka kedua diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, Tekanan darah dikatakan normal jika berada diantara 100/60 dan 120/80. Tekanan darah antara 120/80 dan 140/90 disebut pra-hipertensi, dan tekanan darah diatas 140/90 dianggap hipertensi.

Tekanan darah dalam kehidupan manusia bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak  normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah dibandingkan dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di pagi hari dan paling rendah di saat tidur malam hari. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh faktor psikis.

Hipertensi sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah. Tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala bisa muncul bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan hipertensi.

Gejala tersebut adalah :

  • Sakit kepala
  • Leher cengeng
  • Perdarahan dari hidung (mimisan)
  • Wajah kemerahan dan kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Gelisah
  • Pandangan kabur.

Bila seseorang mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini dapat membawa penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Hipertensi yang terus menerus menyebabkan jantung bekerja ekstra keras, akhirnya terjadi kerusakan pada jaringan dan organ-organ tubuh.

Pengobatan hipertensi yang utama adalah kontrol terhadap diet:

  1. Kandungan garam (Sodium /Natrium)

Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam (sodium/natrium), ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini :

Bahan makanan sumber natrium yang perlu dibatasi, yaitu sebagai berikut :

oGaram. Setiap 1 gram garam dapur mengandung 400 mg natrium. Apabila dikonversikan ke dalam ukuran rumah tangga 4 gram garam dapur setara dengan ½ sendok teh atau sekitar 1600 mg natrium.

oDiet rendah garam, terdiri dari diet ringan (konsumsi garam 3,75-7,5 gram per hari), menengah (1,25-3,75 gram per hari) dan berat (kurang dari 1,25 gram per hari).

oSemua makanan yang diawetkan dengan garam, seperti ikan asin, telur asin, ikan pindang, ikan teri, dendeng, abon, daging asap, asinan sayur, asinan buah, manisan buah, serta buah dalam kaleng.

oMakanan yang dimasak dengan garam dapur atau soda kue (natrium bikarbonat), seperti biskuit, kracker, cake dan kue-kue lainnya.

oBumbu-bumbu penyedap masakan. Sekarang ini, sudah banyak penyedap masakan dengan berbagai merk. Salah satu diantaranya yaitu vetsin/ motto/ micin/ MSG, yang masih sangat lazim digunakan masyarakat untuk menambah cita rasa masakan. Contoh lain yaitu kecap, terasi, petis, tauco, saos sambal dan saos tomat.

oMakanan kaleng. Makanan kaleng sebenarnya terbuat dari bahan makanan segar, namun yang perlu diperhatikan yaitu dalam proses pembuatannya ditambahkan garam untuk lebih awet. Contoh makanan yang dikalengkan yaitu corned, dan sarden. Selain itu pada buah kaleng yang diawetkan, juga mengandung pengawet berupa natrium benzoat. Oleh karena itu pada hipertensi dianjurkan untuk menghindari minuman atau pun sari buah dalam kaleng.

oFast food (makanan cepat saji). Hal yang perlu diwaspadai adalah makanan cepat saji komposisi makanannya kurang berimbang. Makanan ini tinggi kandungan lemak jenuh, kurang serat, kurang vitamin, dan tinggi natrium. Salah satu hal yang merupakan bumerang bagi penderita hipertensi yaitu kandungan natrium yang terdapat di dalamnya. Produk-produk fast food tersebut seperti sosis, hamburger, fried chicken, pizza, dsb.

oContoh bahan makanan lain yang mengandung tinggi natrium yaitu : keju, margarin, dan mentega.

  1. Kandungan Kalium / potassium

Suplemen kalium 2-4 gram perhari dapat membantu menurunkan tekanan darah..

Buah dan sayuran yang mengandung kalium, baik untuk dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi, antara lain apel, papaya, peterseli, bayam, kapri, semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang merah, dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 dikenal efektif dalam membantu penurunan hipertensi. Adapun hal yang perlu diperhatikan dari kalium adalah bahwa kalium  mudah hilang saat proses pengolahan. Bahan makanan yang dipotong kecil-kecil ditambah dengan pencucian pada air mengalir dapat meningkatkan kehilangan kalium dalam bahan tersebut. Demikian juga pada perebusan bahan makanan, air rebusan yang mengandung kalium tersebut sebaiknya tidak dibuang.

  1. Kandungan Magnesium.

Magnesium merupakan mineral yang sangat penting untuk sistem saraf, kesehatan jantung, ginjal, dan otot. Kekurangan magnesium ditandai dengan gejala seperti tekanan darah tinggi, retensi air dan depresi. Sumber Magnesium: kacang-kacangan, polong-polongan, sayuran berdaun hilau, gandum, jagung, tahu. Dosis yang dianjurkan  adalah 320mg/hari.

  1. Kandungan alkohol.

Hindari konsumsi alkohol. Alkohol menguras magnesium dan mengurangi kemampuan tubuh menyerap magnesium dari makanan. Kelebihan konsumsi alkohol merupakan salah satu penyebab tekanan darah tinggi.

  1. Kandungan kolesterol.

Kendalikan kadar kolesterol. Ketika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah akibat penumpukan plak dari timbunan kolesterol, kecepatan aliran darah akan semakin meningkat.

Hal tersebut diakibatkan semakin sempitnya lumen pembuluh darah yang dapat dilalui oleh darah. Darah yang dibutuhkan jaringan tubuh harus terpenuhi secara adekuat, sehingga untuk mempertahankan aliran darah yang memadai, tekanan dalam pembuluh darah ditingkatkan.

  1. Kandungan vitamin C.

Penderita Hipertensi juga disarankan cukup mengonsumsi Vitamin C terutama Vitamin C alami yang terdapat didalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Semakin tinggi asupan Vitamin C, semakin rendah tekanan darahnya.

  1. KandunganVitamin B6.

Vitamin B6 berguna untuk menstimulasi sistem syaraf yang akan mempengaruhi tekanan darah. Oleh karena itu, Vitamin B6 sangat dianjurkan bagi penderita Hipertensi.

  1. Kandungan Kalsium.

Kalsium bermanfaat untuk membantu menurunkan tekanan darah. Sumber Kalsium terbesar terdapat didalam kacang kedelai, tempe, tahu, kacang hijau, susu kedelai serta sayur-sayuran hijau.

Selain diet, diperhatikan juga:

  1. Berhenti merokok.

Kandungan nikotin pada rokok dapat pendorong pengentalan darah, selain itu dapat menstimulasi kadar epinefrin yang berefek menaikkan tekanan darah, menambah denyut jantung, dan mempersempit diameter pembuluh darah.

  1. Hindari atau kurangi pemakaian obat-obatanpenurun demam yang mengadung Fenilpropanolamin yang dijual bebas, karena dapat menaikkan tekanan darah. Sebaiknya dikonsultasikan kembali dengan dokter.
  2. Istirahat perlu rutindilakukan diantara ketegangan jam sibuk setiap hari. Bersantai dapat berupa berkumpul rekan kerja, tetangga, keluarga di rumah atau bersantai seorang diri dengan merenung. Makin sering dan rutin hal ini dilakukan, makin bagus keseimbangan jiwa. Tidur merupakan bentuk bersantai seorang diri. Stamina akan pulih dengan cepat dan keseimbangan hormon dalam tubuh akan cepat tercapai. Hasilnya, pengendalian tekanan darah akan terjaga.
  3. Olahraga teratur dan terukur agar badan tetap bugar karena peredaran darah lancar.  Dianjurkan berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraganya.Yang umum biasa dilakukan adalah olahraga yang sifatnya ringan seperti jalan kaki, jogging, bersepeda dan berenang. Ketika akan memulai olahraga, penderita hipertensi baik derajat ringan, sedang, maupun berat harus terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter ahli.
  4. Berenang

Berenang selama 30 menit akan mengurangi jumlah sirkulasi adrenalin di dalam tubuh dan membuat pembuluh darah rileks. Berenang juga membantu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah.

  1. Jalan Lakukan 30 menit.

Kalau tekanan darah Anda naik secara moderat, jalan cepat 30 menit cukup untuk menjauhkan diri dari obat-obatan. Namun, bila Anda sudah mengonsumsi obat untuk mengatasi hipertensi, lakukan olahraga moderat selama 30 menit.

  1. Cari aktivitas menyenangkan

Cari aktivitas yang bisa  dinikmati selama 30 menit setiap harinya. Berkebun, naik tangga, berjalan kaki, atau bersepeda dengan anak bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Aktivitas tersebut juga akan menambah jatah olahraga Anda dan tentu saja bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Pengobatan hipertensi:

  • Diuretic(Hydrochlorothiazide/HCT, Lasix/Furosemide). Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses mengeluarkan cairan tubuh melalui urine. Tetapi karena potasium kemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.
  • Beta-blockers(Atenolol/TenorimCapoten/Captopril). Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.
  • Calcium channel blockers(Norvasc/amlopidineAngiotensinconverting enzyme/ACE). Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan tekanan darah tinggi atau hipertensi melalui proses relaksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.

Komplikasi Hipertensi:

  • Stroke
  • Kerusakan berbagai organ
  • Gagal jantung
  • Gagal ginjal
  • Kematian

Jangan anggap sepele hipertensi, rawatlah diri anda

Faringitis Akut

Tenggorokan terasa kering……

Terasa gatal…..

Terasa nyeri……

Waspadai nyeri telan yang tak membaik selama beberapa hari….

 

Faringitis (pharyngitisAkut, adalah suatu penyakit peradangan tenggorok (faring) yang sifatnya akut (mendadak dan cepat memberat). Umum disebut radang tenggorok. Radang ini menyerang lapisan mukosa (selaput lendir) dan submukosa faring.

Disebut faringitis kronis bila radangnya sudah berlangsung dalam waktu lama dan biasanya tidak disertai gejala yang berat.

Epidemiologi

  • Angka kejadian pada anak &dewasa:anak, rata-rata terdapat 5 kali infeksi saluran pernafasan bagian atas dan pada orang dewasa hampir separuhnya
  • Kasus Faringitis akut  di Rumah Sakit Panti Rapih tahun 2010 sebesar 5.305 kasus.

Penyebab

  • Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman.
  • Biasanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Namun bakteri lain seperti  gonorrhoeae, C. diphtheria, H. influenza juga dapat menyebabkan faringitis.
  • Apabila disebabkan oleh infeksi virus biasanya oleh Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza virusdan Coxsackie virus.
  • Faringitis juga bisa timbul akibat iritasi udara kering, merokok, alergi, trauma tenggorok (misalnya akibat tindakan intubasi), penyakit refluks asam lambung, jamur, menelan racun, tumor.

Perjalanan Penyakit

Penularan dapat terjadi melalui udara (air borne disease) maupun sentuhan.

Droplet  masuk melalui saluran napas atau mulut kemudian masuk ke lapisan faring. Faring bereaksi terhadap proses infeksi tersebut, terjadilah radang.

Gejala dan tanda

Yang sering muncul pada faringitis adalah:

  1. Nyeri tenggorok dan nyeri menelan
  2. Tonsil (amandel)  membesar
  3. Mukosa yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan pus (nanah).
  4. Demam, bisa mencapai 40ºC.
  5. Pembesaran kelenjar getah bening di leher.

Setelah bakteri atau virus mencapai sistemik maka gejala-gejala sistemik akan muncul,

  1. Lesu dan lemah, nyeri pada sendi-sendi otot, tidak nafsu makan dan nyeri pada telinga.
  2. Peningkatan jumlah sel darah putih.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

  • Pemeriksaan fisik:

o   Kemerahan dan peradangan dinding belakang mukosa mulut.

o   Pembengkakan mukosa

o   Adanya selaput, bintik-bintik, nanah pada mukosa

o   Dengan menggunakan penilaian tertentu atas gejala dan tanda, bisa diprediksi penyebab faringitis apakah viral atau bakterial

Jenis faringitis

Faringitis Virus Faringitis Bakteri
Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan Sering ditemukan nanah di tenggorokan
Demam, biasanya tinggi. Demam.
Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang
Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar Pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening
Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat
Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium

Pemeriksaan penunjang

  • Pemeriksaan terhadap apus tenggorok.
  • Skrining terhadap bakteri Streptokokus.
  • Darah rutin menunjukkan peningkatan jumlah lekosit.
  • Kultur dan uji resistensi bakteri bila diperlukan.

Tata Laksana

  • Untuk mengurangi nyeri tenggorok dapat diberikan obat antinyeri (analgetik) seperti asetaminofen, obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye.
  • Untuk menghindari iritasi lebih lanjut pada saluran faring, pada pasien dapat dianjurkan untuk mengurangi makanan yang berminyak dan panas, juga dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin agar metabolisme lebih dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat dapat dibantu dengan menggunakan kompres dan masukan cairan yang cukup (air putih), hindari minuman yang terlalu dingin dan bersoda. Hindari asap rokok, debu, polutan lainnya. Madu dapat membantu mempercepat penyembuhan.
  • Jika disebabkan virus maka pengobatan bersifat simtomatik (hanya mengobati gejala), tidak diberikan antibiotika. Bisa dibantu dengan obat-obatan imunomodulator.
  • Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotika. Penting bagi penderita untuk meminum obat antibiotik sampai habis sesuai anjuran dokter, agar tidak terjadi resistensi pada kuman penyebab faringitis.

Prognosis (Perjalanan Penyakit)

  • Umumnya baik, tingkat kesembuhan tinggi.

Komplikasi yang mungkin timbul

  • Sumbatan jalan napas (pada peradangan yang berat)
  • Abses di tonsil atau dinding belakang mukosa faring.
  • Infeksi bakteri Streptococcus bisa berlanjut ke infeksi telinga, sinusitis,  Demam rematik (Penyakit katup jantung akibat infeksi), abses tonsil, peradangan ginjal, dll.

Kapan Anda Harus menghubungi Petugas Kesehatan:

  • Saat Anda menderita nyeri telan yang tidak membaik selama beberapa hari.
  • Saat Anda menderita demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening leher.
  • Segera mencari pertolongan bila Anda menderita nyeri telan dan gangguan pernapasan.

(Sumber: Art of Theraphy, 2008.FK UGM)

KAMUS KITA

 

Epidemiologi

 

:

 

Ilmu yang mempelajari hubungan antara berbagai faktor yang menentukan frekuensi dan distribusi penyakit pada komunitas manusia.

Droplet : Partikel cairan yang dikeluarkan dari mulut pada waktu kita batuk, bersin, atau berbicara, yang mungkin membawa infeksi untuk yang lain melalui udara.
Resistensi : Perlawanan
Metabolisme

 

:

:

Semua proses fisik dan kimia untuk memproduksi energi dan mengubah energi.
Immunomodulator : Penyesuaian respon kekebalan hingga suatu tingkat yang dikehendaki.
Abses : Kumpulan nanah setempat dalam rongga yang terbentuk akibat kerusakan jaringan.
Sinusitis : Peradangan sinus

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

“ISK dapat mengenai semua orang, mulai dari bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.”
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. ISK adalah jenis infeksi yang sangat sering terjadi. ISK dapat terjadi di ginjal, saluran ginjal (ureter), kandung kemih (bladder), atau saluran kencing bagian luar (uretra).

ISK secara klinik timbul sebagai ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah adalah ISK yang paling sering terjadi.  ISK bagian atas biasanya sering disebabkan oleh kuman yang sama dengan ISK bagian bawah, hal ini terjadi karena ISK bagian bawah tidak diobati secara tepat sehingga kuman tersebut naik dari kandung kemih ke ginjal, dan dapat menyebabkan infeksi yang serius dari ginjal.

Urin (air seni) merupakan media yang baik bagi pertumbuhan kuman. Maka dalam urin terdapat  kuman tetapi dalam  jumlah yang masih normal. Mengosongkan kandung kemih adalah cara alami yang dilakukan tubuh agar jumlah kolonisasi kuman dapat ditekan, sekaligus mencegah kuman naik ke saluran kemih bagian atas (ginjal). Di samping itu, tubuh menjaga agar urin yang dikeluarkan memiliki tingkat osmolalitas tinggi, konsentrasi urea tinggi, dan pH asam. Kondisi tersebut menyebabkan urin mempunyai ‘efek antibakteri’. Adanya gangguan terhadap mekanisme alami itulah yang memudahkan terjadinya ISK. Contohnya adalah pasien diabetes melitus, dimana terjadi konsentrasi glukosa urin yang meningkat menjadi media yang sangat baik bagi kolonisasi kuman.

ISK dapat mengenai semua orang, mulai dari bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.  ISK lebih sering ditemukan pada bayi atau anak kecil dibandingkan dengan dewasa.  Pada bayi sampai umur tiga bulan, ISK lebih sering pada laki-laki daripada perempuan, tetapi selanjutnya lebih sering pada perempuan daripada laki-laki.

Wanita lebih sering terkena ISK karena saluran kencing wanita lebih pendek dibanding pria. Ini menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih karena saluran kencing lebih dekat ke sumber bakteri seperti daerah dubur.

Pada wanita dengan seksualitas aktif, terdapat faktor lainnya untuk berkembang menjadi ISK, seperti penggunakan kontrasepsi diafragma (kondom wanita) dan metode seksual yang dilakukan.

Pada wanita hamil, dapat lebih sering terkena ISK karena adanya perubahan hormonal dan perubahan dari posisi saluran kencing selama kehamilan.

Semasa hidup seseorang, risiko ISK meningkat 1-2%. Statistik menunjukkan prevalensi ISK pada wanita muda yang semula hanya 1-2% akan meningkat menjadi 2,8-8,6% di usia 50-70 tahun. Pada pria, prevalensi ISK di atas usia 80 tahun juga tinggi, mencapai 20%.

Semakin tua seseorang, status imunnya akan semakin menurun. Maka, semakin mudah pula orang tersebut mengalami infeksi. Kaum geriatrik (lansia) dengan gangguan mood dan penurunan faal kognitif cenderung sulit merawat diri. Kebersihan tubuh terutama daerah genital kurang terjaga. Akibatnya, kuman mudah berkoloni di daerah tersebut sehingga terjadilah infeksi.

ISK dibagi menjadi 2 tipe yaitu tidak berkomplikasi (uncomplicated) dan berkomplikasi (complicated).

Prinsipnya, semua ISK yang ditemukan pada pria tergolong ISK berkomplikasi, karena struktur anatomi saluran kemih pria menyulitkan terjadinya ISK. Sebaliknya, definisi ISK berkomplikasi pada perempuan lebih ‘lunak’ yaitu bila ditemukan adanya kelainan struktur pada sistem saluran kemih, batu, retensi urin, abses, atau terjadi karena penyebaran melalui aliran darah.

ISK pada usia lanjut sebagian besar adalah ISK berkomplikasi. Pada usia diatas 65 tahun, ISK merupakan sebab dari 30% kasus bakteremia, dibandingkan dengan 16% pada usia dibawah 65 tahun.

Gejala ISK

Rasa nyeri sewaktu buang air kecil
Kencing keluar sedikit-sedikit (anyang-anyangen)
Sering kencing atau sulit menahan kencing
Darah didalam air kencing.

Rasa tidak nyaman di perut bagian bawah
Nyeri tekan perut bagian bawah
Air kencing tampak keruh dan / atau berbau
Panas, mual atau muntah.

Kadang tanpa gejala, dan didiagnosis setelah terjadi komplikasi gagal ginjal. Pada bayi baru lahir, gejalanya tidak khas, sehingga sering tidak terpikirkan, misalnya suhu tidak stabil (demam atau suhu lebih rendah dari normal), tampak sakit, mudah terangsang atau irritable, tidak mau minum, muntah, mencret, perut kembung, air kemih berwarna kemerahan atau tampak kuning.

Pada bayi lebih dari satu bulan, dapat berupa demam, air kemih berwarna kemerahan, mudah terangsang, tampak sakit, nafsu makan berkurang, muntah, diare, perut kembung atau tampak kuning.  Pada anak usia prasekolah atau sekolah, gejala ISK dapat berupa demam dengan atau tanpa menggigil, sakit di daerah pinggang, sakit waktu bermih, buang air kemih sedikit-sedikit tetapi sering, rasa ingin berkemih, air kemih keruh atau berwarna kemerahan.

Pencegahan dan saran

ISK dapat dicegah dengan banyak minum dan tidak menahan buang air kecil (BAK), sebagai upaya untuk membersihkan saluran kemih dari kuman. Bagi penderita ISK, kedua hal tersebut lebih ditekankan lagi karena ISK dapat menimbulkan lingkaran setan. Penderita ISK dengan nyeri ketika BAK cenderung untuk menahan kemih, padahal menahan kemih itu sendiri dapat memperberat ISK.

Untuk mengurangi risiko ISK pada kateterisasi, perlu kateterisasi yang tepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kateterisasi antara lain jenis kateter, teknik dan lama kateterisasi.

Beberapa tips untuk Mencegah ISK :

  • Minum cukup air.

Hal ini adalah untuk mengencerkan konsentrasi bakteri didalam kandung kemih.

  • Jangan menahan kencing.

Menahan kencing hanya akan membuat bakteri berkembang.

  • Pakailah celana dalam dari bahan katun untuk menjaga area tersebut kering.
  • Hindari memakai celana yang terlalu ketat yang akan membuat panas dan basah/berkeringat, membuat area tersebut mudah untuk ditumbuhi bakteri.
  • Untuk wanita cara membersihkan kemaluan adalah mulai dari depan ke arah belakang, ini untuk mengurangi masuknya bakteri dari daerah anus ke area saluran kencing.
  • Seksualitas: minumlah segelas air sebelum melakukan hubungan seks dan buang air kecil sebelum dan sesudah hubungan seksual.
  • Jika masalah penyebabnya adalah diafragma kontrasepsi maka coba untuk mengantinya dengan metode kontrasepsi yang lain.
  • Hindari mandi berendam. Mandi dengan shower atau siraman lebih baik daripada berendam.

 

Ingat : MENCEGAH lebih baik daripada MENGOBATI!

Jika terdapat kecurigaan terhadap ISK, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan urine rutin dan biakan.  Hasil pemeriksaan urinalisis dapat segera diketahui, sedangkan hasil biaksn memerlukan waktu satu minggu.

Ada tiga hal yang penting yang biasa dilakukan jika pasien sudah didiagnosis ISK, yaitu memberantas infeksi: mendeteksi, mencegah, dan mengobati infeksi berulang: dan mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih serta menanggulanginya.

Untuk memberantas infeksi, diberikan obat (antimikroba atau antibiotik) selama 7-10 hari.  Sedapat mungkin obat ini diberikan sesuai hasil uji kepekaan kuman yang diketahui dari hasil biakan urine.  Untuk mendeteksi infeksi berulang, perlu dilakukan pemeriksaan biakan urine secara berkala, dan kalau terdapat infeksi, maka infeksi ini diobati dengan antibiotik yang sesuai.

Untuk mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih, biasanya dokter melakukan pemeriksaan fisik yang lebih teliti dan kalau perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan/radiologis seperti USG atau pemeriksaan rontgen terhadap ginjal dan saluran kemih.  Jika ditemukan kelainan pada saluran kemih, maka tata laksana selanjutnya disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau tidak.

 

REFERENSI

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, hal 369-376, 2004

www.urologyhealth.org

Angina Pectoris

Bila Anda mengalami rasa nyeri dada saat anda beraktivitas, segera konsultasi ke dokter.

Angina pektoris adalah kumpulan gejala klinis berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri.

  • Nyeri dada tersebut  biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas dan segera hilang bila aktivitas dihentikan.
  • Nyeri angina dapat menyebar ke lengan kiri, ke punggung, ke rahang atau ke daerah perut, yang bisa disalahartikan sebagai gejala maag.

Penyebab angina pektoris adalah

  • suplai oksigen yang tidak mencukupi ke sel-sel otot-otot jantung dibandingkan kebutuhan.
  • Ketika beraktivitas, terutama aktivitas yang berat, beban kerja jantung meningkat. Otot jantung memompa lebih kuat.
  • Jika beban kerja suatu jaringan meningkat maka kebutuhan oksigen juga meningkat; Oksigen ini dibutuhkan untuk menghasilkan energi kerja.
  • Jantung mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi terutama dari pembuluh darah koroner.
  • Saat beban jantung meningkat, pembuluh darah koroner akan melebar untuk memberikan aliran darah yang adekuat bagi kebutuhan otot jantung.
  • Namun jika pembuluh darah koroner mengalami kekakuan atau menyempit, otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang memadai bagi kerja jantung.
  • Otot jantung akan memproduksi jalur energy lain yang tidak menggunakan oksigen. Jalur energy ini menghasilkan asam laktat yang bersifat asam. Derajat keasaman otot jantung akan meningkat. Hal inilah yang menimbulkan rasa nyeri.
  • Apabila kebutuhan energi jantung berkurang,ketika aktivitas dihentikan,  maka suplai oksigen menjadi adekuat dan otot kembali ke proses wajar untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya penimbunan asam laktat, maka nyeri angina mereda. Dengan demikian, angina pektoris merupakan suatu keadaan yang berlangsung singkat.

Terdapat tiga jenis angina, yaitu :

  1. Angina Stabil

Disebut juga angina klasik, terjadi jika pembuluh darah koroner yang  tidak dapat melebar untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksigen meningkat. Peningkatan kerja jantung dapat menyertai aktivitas misalnya berolah raga atau naik tangga.

  1. Angina prinzmetal

Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan pada kenyataannya sering timbul pada waktu beristirahat atau tidur. Pada angina prinzmetal terjadi spasme (penyempitan terus-menerus) pembuluh darah koroner yang menimbulkan kekurangan oksigen jantung di bagian hilir.

  1. Angina tak stabil

Adalah kombinasi angina stabil dengan angina prinzmetal ; dijumpai pada individu dengan perburukan penyakit pembuluh darah koroner. Angina ini biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung; hal ini tampaknya terjadi akibat arterosklerosis koroner, yang ditandai oleh plak yang tumbuh dan mudah mengalami penyempitan.

Gejala klinis :

Diagnosis seringkali berdasarkan keluhan nyeri dada yang mempunyai ciri khas sebagai berikut :

  • Sering pasien merasakan nyeri dada di daerah sternum (tulang dada) atau di bawah sternum (substernal), atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri, dapat menjalar ke punggung, rahang, leher, atau ke lengan kanan. Nyeri dada juga dapat timbul di tempat lain seperti di daerah ulu hati, leher, rahang, gigi, bahu.
  • Pada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti di peras atau terasa panas, kadang-kadang hanya mengeluh perasaan tidak enak di dada karena pasien tidak dapat menjelaskan dengan baik, lebih-lebih jika pendidikan pasien kurang.
  • Nyeri dada pada angina biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas, misalnya sedang berjalan cepat, tergesa-gesa, atau sedang berjalan mendaki atau naik tangga. Pada kasus yang berat, aktivitas ringan seperti mandi atau menggosok gigi, makan terlalu kenyang, emosi, sudah dapat menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada tersebut segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. Serangan angina dapat timbul pada waktu istirahat atau pada waktu tidur malam.
  • Lamanya nyeri dada biasanya berlangsung 1-5 menit, kadang-kadang perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Bila nyeri dada berlangsung lebih dari 20 menit, mungkin pasien mendapat serangan jantung dan bukan angina pektoris biasa.
  • Pada angina pektoris dapat timbul keluhan lain seperti sesak napas, perasaan lelah, kadang-kadang nyeri dada disertai keringat dingin.

Pemeriksaan penunjang

  1. Elektrokardiogram (EKG)
  • Gambaran EKG saat istirahat dan bukan pada saat serangan angina sering masih normal.
  1. Foto rontgen dada
  • Foto rontgen dada seringmenunjukkan bentuk jantung yang normal; pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung membesar dan kadang-kadang tampak adanya pengapuran pembuluh darah aorta
  1. Pemeriksaan laboratorium
  • Pemeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam diagnosis angina pektoris.
  • Walaupun demikian untuk menyingkirkan diagnosis serangan jantung akut sering dilakukan pemeriksaan enzim jantung. Enzim tersebut akan meningkat kadarnya pada serangan jantung akut sedangkan pada angina kadarnya masih normal.
  • Pemeriksaan profil lemak darah seperti kolesterol, HDL, LDL, trigliserida dan pemeriksaan gula darah perlu dilakukan untuk mencari faktor risiko seperti kolesterol dan/atau diabetes mellitus.

Penatalaksanaannya :

  • Pengobatan pada serangan akut, nitrogliserin sublingual 5 mg merupakan obat pilihan yang bekerja sekitar 1-2 menit dan dapat diulang dengan interval 3 – ­ 5 menit.
  • Pencegahan serangan lanjutan :

o   Long acting nitrate, yaitu ISDN 3 kali sehari 10-40 mg oral.

o   Beta blocker : propanolol, metoprolol, nadolol, atenolol, dan pindolol.

o   Calcium antagonist : verapamil, diltiazem, nifedipin.

  • Mengobati faktor presdiposisi dan faktor pencetus : stres, emosi, hipertensi, DM, hiperlipidemia, obesitas, kurang aktivitas dan menghentikan kebiasaan merokok.
  • Memberi penjelasan perlunya aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan jantung.

Referensi

Rahman, Muin. Angina Pectoris Stabil. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, edisi keempat, jilid III. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006.

“Sakit panas anak yang tidak biasa dan bisa berkomplikasi ke jantung”

Penyakit Kawasaki
Mirip dengan kisah yang dialami dokter Kawasaki pada tahun 1967 di Jepang, seorang anak  5 tahun datang ke  seorang dokter  anak di  Yogyakarta dengan badan panas  terus menerus  selama 4 hari. Sang bunda sudah mencoba memberikan pengobatan sendiri di rumah, tapi tidak membaik, bahkan saat di bawa ke dokter , disertai dengan kedua mata kemerahan , kulit tampak ruam kemerahan di hampir di seluruh tubuh. Orang tua takut  jangan jangan si anak terkena Demam Berdarah, penyakit yang saat ini sedang musim nya atau  mungkin campak  ?

Demikianlah singkat kata , pada akhirnya si anak didiagnosis menderita penyakit Kawasaki, penyakit yang dinamai sesuai nama penemunya, yaitu penyakit panas yang tidak biasa karena bisa berakibat fatal dengan komplikasi menderita penyakit jantung bila tidak segera di tangani dengan tepat.  Misdiagnosis masih sering terjadi mengingat penyakit ini jarang dan belum populer disini. “ Apa itu Penyakit Kawasaki  dok “ sang Ibu bertanya terheran heran. Baru kali ini ia mendengar istilah itu.

Mengenal penyebab Penyakit Kawasaki

Marilah kita mengenali sejenak Penyakit yang ditemukan  Prof Kawasaki ini yang sekarang juga sudah bisa ditemukan di negara kita.

Balita dengan badan panas  terus menerus berhari hari dan mata merah tanpa belek disertai ruam kemerahan di sekujur tubuh adalah gejala yang umum ditemui pada penyakit ini. Orang kadang menganggap sebagai campak  ataupun takut sebagai  gejala demam berdarah. Namun ternyata gejala di atas disebabkan hal yang berbeda yaitu oleh karena adanya poliarteritis nodusa  istilah untuk adanya  peradangan pada  seluruh pembuluh darah  tubuh  ( disebut juga sebagai severe vasculitis) , disertai pembengkakan pada kelenjar getah bening. Apakah peradangan ini disebabkan infeksi virus seperti halnya  virus measles pada campak atau virus dengue pada demam berdarah ? Bukan . Penyakit ini bukanlah sejenis penyakit panas biasanya yang disebabkan oleh infeksi dari berbagai kuman atau virus  namun ini adalah penyakit yang diduga lebih banyak disebabkan oleh teaksi kekebalan tubuh yang salah  kaprah yang justru -kekebalan itu- menyerang tubuhnya  sendiri ( autoimun disease ) , yang dalam hal ini adalah terjadi pembengkakan di sistem pembuluh darah si anak dan juga kelenjar getah bening.

Penyakit  ini  relatif jarang terjadi. Data menyebutkan di Amerika Serikat dalam setahun terjadi 3000 kasus. Di Jepang di negeri asal ditemukannya  tahun 1967 hingga tahun 1999 terjadi  125 ribu anak terkena penyakit ini. Memang penyakit ini dikatakan lebih banyak menyerang etnik Asia meskipun tidak menutup kemungkinan mengenai etnik lainnya. 80 % yang terpapar adalah anak < 5 tahun. Anak laki laki punya risiko hampir 2 kalinya anak perempuan.

Dan apabila , oleh karena severity atau keberatan penyakitnya tidaklah fatal, dan si anak dapat lolos dari lubang jarum kematian, maka pada akhirnya kesembuhan yang terjadi akan meninggalkan parut serta kekakuan ( fibrotik ) pada pembuluh darahnya yang tentu saja akan menyebabkan  gangguan pasokan darah ke bagian jantung itu sendiri.  Anak sembuh dengan menderita penyakit jantung  oklusif ( sumbatan ) yang kronis. Inipun merupakan morbiditas / penderitaan yang tidak ringan.

Mengenali Tanda Klinik

Panas tinggi, bisa  lebih 40 Celsius, terus menerus. Tidak berespon dengan pengobatan antibiotika  atau antipanas dan apabila tidak segera terdiagnosis dan tidak mendapat pengobatan yang tepat  dalam 2 minggu pertama maka  panas dapat berlangsung hingga  satu bulan lamanya.

Dokter akan menegakkan diagnosis penyakit ini  sebagai {enyakit Kawasaki berdasarkan  panas  tinggi yang  berlangsung  beberapa hari  disertai  paling sedikit  munculnya 4  dari 5 tanda tanda khusus sebagai  berikut :

Lima tanda khusus Penyakit Kawasaki

  1. Perubahan pada anggota gerak  ( fase akut : ruam pada telapak tangan atau kaki ; bengkak. Sub akut/ 2-3 minggu : pengelupasan di sekitar kuku kuku  jari)
  2. Ruam ruam pada kulit tubuh ( seperti campak )
  3. Kemerahan pada kelopak mata tanpa belek/ discharge
  4. Perubahan pada bibir dan rongga mulut: kemerahan dan bengkak pada mukosa rongga mulut, bibir pecah pecah,  lidah strawberry .
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening ( > 1,5 cm ) pada leher.

Tanda tanda penyerta lainnya

  • Cardiovascular Finding

Congestive heart failure, myocarditis, pericarditis, valvular regurgitation

Coronary artery abnormalities

Aneurysms of medium-size noncoronary arteries

Raynaud,arthralgia

  • Musculoskeletal System

Arthritis, arthralgia

  • Gastrointestinal tract

Diarrhea, Vomiting, abdominal pain

Hepatic dysfunction

Hydrops of galibladder

  • Central nervous system

Extreme irritability

Aseptic meningitis

Sensorineural hearing loss

  • Genitourinary system

Urethritis/meatitis

  • Other findings

Erythema, induration at bacilli calmette-guerin (BCG) inoculation site

Anterior uveitis (mild)

Desquamating rash in groin

Pengobatan dan Prognosis

  • Mengingat bahwa penyakit ini adalah penyakit autoimun maka obat utama pada fase akut adalah obat obat suplemen  kekebalan tubuh ( gama globulin ) dan apabila terjadi komplikasi pembuluh darah jantung maka tentu saja memerlukan pengobatan khusus untuk mencegah penyumbatan  pembuluh darah terutama pembuluh darah koroner pada jantungnya  antara lain dengan pengencer darah, streptokinase , aspirin dan sebagainya.
  • Begitu beratnya komplikasi jangka panjang yang bisa terjadi terhadap jantung anak namun bila diobati tepat pada fase awal maka Penyakit Kawasaki ini dapat sembuh total tanpa komplikasi bermakna baik terjadinya penyakit koroner ataupun  aneurisma
  • Sehingga pesan yang paling tepat adalah waspada sedini mungkin pada anak yang menderita panas tinggi yang tidak biasa dengan tanda2 seperti yang sudah disebutkan  di atas,  segeralah berkonsultasi ke dokter sebelum terlambat.

Referensi:

  1. Kawasaki Disease. Anthony Harnden et all, BMJ 2009;338:b1514
  2. Diagnosis, Treatment and Longterm Management of Kawasaki Disease,Jane W. Newburger et   all, Circulation 2004;110:2747-2771

Diagnosis and Therapi of Kawasaki Disease in Children, Dajani AS et all, Circulation 1995;87: 1776-1780

Vaksin MMR dan Autisme Tidak Berkaitan

Ikatan Dokter Anak Indonesia telah lama memasukkan vaksin measles-mumps-rubella (MMR) pada daftar rekomendasi vaksinasi dasar untuk anak Indonesia. Sayangnya banyak juga berita miring tentang vaksin MMR yang dikatakan menyebabkan peningkatan insidensi autisme pada anak. Tuduhan terhadap vaksin MMR ini salah satunya didasarkan pada penelitian Wakefield dkk yang diterbitkan pada jurnal The Lancet tahun 1998 dengan judul “Ileal-lymphoid-nodular hyperplasia, non-specific colitis, and pervasive developmental disorder in children”.

Publikasi sensasional media atas publikasi tersebut telah menyebabkan kepanikan di seluruh dunia, menurunkan cakupan vaksin MMR, meningkatkan pembiayaan kesehatan, dan menempatkan jutaan anak pada resiko penyakit infeksi.

Jurnal ilmiah “The Lancet” tanggal 2 Februari 2010 mengumumkan penarikan terhadap jurnal ilmiah yang ditulis oleh Wakefield tersebut, sebagai respon atas keputusan UK General Medical Council’s Fitness to Practise Panel tanggal 28 Januari 2010 yang menyatakan bahwa ada ketidaksesuaian fakta yang tertulis pada jurnal tersebut. Fakta tersebut adalah bahwa kedua belas anak yang diikutsertakan dalam penelitian tersebut dirujuk berurutan kepada peneliti dan bahwa penelitian ini disetujui oleh komite etika di tempat Wakefield bekerja. Nyatanya, kedua belas anak tersebut dirujuk kepada peneliti dengan tujuan khusus, dan tidak adanya ijin terhadap pemeriksaan penunjang invasif terhadap anak-anak tersebut.

Seorang wartawan bernama Brian Deer pada tahun 2004 pernah mendapatkan fakta bahwa kedua belas anak tersebut tidak dirujuk berurutan kepada peneliti, melainkan dikirim oleh pengacara kelalaian medis yang diminta untuk membantu beberapa orang tua yang hendak menuntut dokter atas “kecacatan” yang terjadi akibat vaksin MMR. Deer pernah mengajukan permohonan kepada The Lancet atas temuan ini namun ditolak. Investigasi independen juga menemukan adanya imbalan dengan sejumlah uang tertentu pada saat pengambilan sampel tersebut, dan adanya kontribusi keuangan pihak yang merujuk kepada peneliti atas hasil pemeriksaan peneliti terhadap anak-anak tersebut.

Wakefield sendiri dalam publikasi asli penelitian tersebut mengemukakan bahwa dia dan koleganya mengamati beberapa anak yang setelah tumbuh normal kehilangan kemampuan komunikasi, disertai denagn keluhan saluran cerna berupa nyeri perut, diare, kembung, dan sedikit intoleransi makanan. Wakefield dkk dalam diskusinya juga menuliskan bahwa penelitian ini tidak bermaksud menghubungkan kumpulan gejala tadi dengan vaksin MMR. Walau demikian, peneliti menekankan fakta bahwa autisme berkaitan langsung dengan virus rubela dan ensefalitis karena virus, dan vaksin polivalen MMR juga berhubungan dengan sindrom tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers, Wakefield juga menyarankan pemberian ketiga vaksin secara terpisah dengan interval satu tahun tanpa dasar ilmiah yang jelas. Pernyataan inilah yang dianggap menyebabkan adanya “kepercayaan palsu” terhadap hubungan vaksin MMR dan autisme di seluruh dunia. Akibatnya, cakupan vaksin menurun, dan measles (campak) kembali terjadi khususnya di Eropa dan mengakibatkan kerusakan yang signifikan.

Penelitian Smeeth dkk tahun 2004 telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin MMR dengan gangguan perkembangan pervasif. Penelitian ini melibatkan 1294 kasus dan 4469 kontrol dengan desain penelitian case-control menggunakan data sekunder dari UK General Practice Research Database terhadap semua orang yang lahir dari tahun 1973 dan datang ke pusat pelayanan kesehatan primer dengan gangguan perkembangan tahun 1987 sampai dengan 2001. Penelitian secara terbatas juga dilakukan pada mereka yang menerima vaksinasi MMR sebelum usia tiga tahun dan mereka yang terpapar informasi media mengenai efek MMR terhadap autisme  dengan hasil akhir yang serupa.

Apa yang kemudian bisa kita pelajari dari kasus ini?

Pertama, saya ingin mengutip Helen Bedford dan David Elliman yang intinya mengkritik para profesional yang tanggapannya hangat-hangat kuku terhadap pemberitaan media yang sangat sensasional terhadap dugaan akibat negatif vaksin MMR terhadap perkembangan mental anak. Apapun resikonya (pernah ada ancaman pembunuhan pada seorang peneliti Amerika) dan setidak nyaman apapun, para profesional termasuk pada pemberi pelayanan langsung harus terus mengadvokasi apa yang penting bagi kesehatan anak-anak kita, bahkan jika itu bertentangan dengan pilihan pasien maupun orang tua.

Kedua, sebagai tenaga  profesional di bidang kesehatan, harus ada langkah signifikan untuk mengembalikan kepercayaan para orang tua terhadap vaksinasi MMR. Ini mencakup orang tua anak yang telah menerima vaksin dan masih memendam kekhawatiran terhadap efek negatif vaksin tersebut maupun kepada para orang tua yang masih ragu-ragu dan takut terhadap akibat negatif vaksin tersebut kepada anak mereka yang belum divaksinasi. Caranya hanya satu, yaitu dengan menyediakan informasi yang akurat tidak hanya mengenai manfaat dan resiko vaksin namun juga resiko penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin tersebut. Kesempatan berkomunikasi dengan orang tua pasien adalah pintu awal yang baik untuk mengembangkan kepercayaan terhadap vaksin MMR ini.

Penarikan publikasi tersebut dari jurnal The Lancet berkontribusi positif pada perkembangan ilmu pengetahuan, dan membuat kita banyak belajar. Hasil pembelajaran inilah yang seharusnya menjadi pemacu kita untuk berbuat lebih bagi para pasien kita. Salam! (RAD)

 

Diare

Diare masih merupakan masalah kesehatan di Asia Tenggara. Penyakit yang berhubungan dengan diare masih menjadi penyebab kematian empat sampai lima juta balita di dunia, menduduki tempat ketiga penyebab terbanyak. Setengah dari kematian anak-anak Asia Tenggara diakibatkan oleh diare dan infeksi saluran pernafasan.

Paling sedikit ada 20 virus, bakteri, dan protozoa yang berkembang biak di dalam saluran pencernaan manusia, keluar bersama feses, transit di lingkungan, dan akhirnya menyebabkan diare pada inang yang baru.
Perbedaan tempat menimbulkan perbedaan sumber daya, epidemiologi, permasalahan kesehatan umum yang mendasar, ketersediaan air dan makanan yang aman, dan lain-lain.

Diare sebenarnya adalah masalah yang umum walaupun gejalanya dapat bervariasi dari yang ringan sampai berat. Diare pada anak-anak biasanya diakibatkan oleh infeksi. Meski demikian, pemberian makanan yang kurang tepat, gangguan penyerapan, dan gangguan pada usus yang lain dapat pula menyebabkan diare. Diare biasanya self-limited namun harus ditangani dengan manajemen yang tepat. Komplikasi paling sering terjadi adalah dehidrasi (kekurangan cairan). Diare akut (kurang dari satu minggu) biasanya disebabkan oleh infeksi dan berkaitan erat dengan kepadatan penduduk, globalisasi produksi makanan, kontaminasi sumber air, dan pembuangan sampah yang tidak aman. Virus penyebab diare yang paling sering dikenal adalah enterovirus. Protozoa yang paling sering menyebabkan diare adalah amoeba. Diare yang disertai lendir dan darah biasanya disebabkan oleh bakteri, misalnya Shigella, Salmonella, Campylobacter, Escherichia coliYersinia enterocoliticaClostridium difficile.

Penting untuk mengenali dehidrasi pada anak dan bayi, mengingat ini komplikasi yang sering dan paling penting. Selain dehidrasi, abnormalitas konsentrasi elektrolit (ion-ion), status asam basa tubuh, dan menyebarnya infeksi ke seluruh tubuh menjadi penyulit diare. Dehidrasi sedang ditandai dengan anak/bayi yang nampak sakit, mengantuk, rakus bila diberi minum, mata cekung, mulut dan lidah yang kering dan nafas yang agak cepat. Bila kulit perut dicubit, cubitan kulitnya kembali lambat. Bila ubun-ubun bayi belum menutup, dapat diraba cekung. Dehidrasi berat pada anak/bayi ditandai dengan ketidakmampuan untuk minum, sangat mengantuk sampai tidak sadar, lemah, mata yang sangat cekung, mulut dan lidah yang sangat kering, dan cubitan kulit perut yang kembali sangat lambat. Nafas bayi menjadi sangat cepat dan ubun-ubun bila belum menutup teraba sangat cekung.

Pemberian makanan direkomendasikan sesegera mungkin sebagai manajemen diare akut karena isi usus diketahui sebagai faktor yang membantu perbaikan selaput lendir usus segera setelah jejas. Asupan makanan seperti biasa dalam beberapa jam saat pengembalian cairan atau meneruskan pemberian makanan selama diare tanpa dehidrasi telah terbukti memperpendek durasi diare. Pemberian susu formula yang diencerkan tidak memberikan manfaat dibanding susu formula dengan konsentrasi yang dianjurkan. Bayi dengan diare yang berat mungkin membutuhkan susu formula bebas laktosa (ada produk LLM/Low lactose milk dari merk-merk susu terkenal) sampai kira-kira dua minggu sampai penyembuhan selaput lendir tercapai. Bayi atau anak yang lebih tua dapat makan sesuai usia seperti biasa. Pembatasan laktosa juga tidak selalu dibutuhkan. Dianjurkan pemberian serat dan sereal seperti nasi, mi, kentang, gandum, dan oat. Makanan-makanan ini secara umum dapat ditoleransi oleh pasien dengan diare. Pasien-pasien dengan diare ini juga dapat mengkonsumsi biskuit, pisang, yogurt, sup, dan sayuran rebus. ASI mengandung banyak bahan yang dapat membantu pertubuhan sel-sel di mukosa usus dan melawan bakteri. Pemberian ASI yang berkelanjutan pada anak dengan diare memberikan manfaat seperti telah dibuktikan pada berbagai literatur. Oleh karena itu disarankan untuk tetap memberikan ASI.

Pencegahan tetap hal yang paling vital dalam manajemen diare. Sangat penting untuk mencegah transmisi organisme penyebab yang dapat dilakukan dengan cara menangani sanitasi yang baik pada persiapan dan pemrosesan makanan. Selain itu dapat pula dengan suplai air bersih yang baik, pasteurisasi susu, higiene tangan, pembuangan limbah dengan baik, mencegah orang yang terinfeksi untuk menangani makanan maupun memberikan pelayanan kesehatan, dan mencegah orang yang terinfeksi memakai fasilitas rekreasi air. Telur dan bahan makanan lain yang sumbernya dari hewan harus dimasak dengan baik.

Mencuci tangan menggunakan sabun dapat menurunkan resiko diare sampai dengan 42-47%. Dalam review yang dilakukan atas 17 penelitian yang dilakukan di negara-negara berkembang, disimpulkan bahwa kebiasaan mencuci tangan dengan sabun ini pada akhirnya dapat menyelamatkan jutaan nyawa.

Penting bagi anda orang tua, guru, atau oom dan tante untuk mengenali diare sesegera mungkin dan mencegah perburukan ke arah dehidrasi. Pemberian cairan untuk mengganti yang keluar pada diare dengan teliti dapat mencegah dehidrasi. Pemberian makanan, susu, dan ASI telah dijelaskan di atas. Lebih menggalakkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun saat ada anggota keluarga yang terkena diare sangat bermanfaat. Saya juga sering menyarankan kepada orang tua anak kecil yang terkena diare untuk membatasi kontak orang lain dengan si sakit, dan mencuci segenap peralatan makan si kecil dengan air panas. Saran saya ini belum pernah saya jumpai hasil penelitian kemanfaatannya, hanya sekedar mengolah sendiri dari referensi. Apabila sudah ada gejala-gejala awal dehidrasi, segera temui dokter. Dengan penggalian riwayat dan pemeriksaan fisik yang teliti dibantu beberapa pemeriksaan laboratorium sederhana, dokter lulusan Indonesia terlatih untuk memberikan cairan pengganti yang tepat. Apabila perlu, akan diresepkan antibiotik juga.