Batu Empedu

Ketika mengalami kolik batu empedu (BE), saya tidak akan pernah lupa akan pengalaman yang terjadi sekitar 20 tahun yang lalu itu. Kejadiannya di tengah malam ketika saya berada dalam keadaan tidur dengan posisi berbaring (sehingga saluran empedu/SE sejajar dgn kantung empedu/KE). Kolik terjadi ketika ada BE yang  memaksa menerobos masuk ke dalam SE karena terdorong oleh kontraksi KE. Jika duduk atau berdiri, batu tersebut hanya mengendap di dasar KE mengingat SE terletak di atas sedangkan dasar KE di bawah (Ingat bentuk KE seperti buah per: lebar di dasar KE dan mengecil di puncaknya yg bersambung dgn SE).

Sakitnya sungguh luar biasa sehingga disebut kolik BE. Untuk meredakan kolik ini, saya harus minum kombinasi pereda sakit, pelemas otot polos pada SE/KE dan obat tidur.
Sakit tersebut terdapat pada perut kanan atas.

Sebelumnya saya memang sering mengalami sakit maag tapi tidak pernah terpikir bahwa sakit maag ini berhubungan dengan BE. Bedanya dgn sakit maag biasa, gejala sakit maag pada BE disertai rasa mudah lelah. Saat serangan juga terdapat rasa lemah yang hebat. Mual, muntah dan kembung juga menyertai.

TANDA ADANYA BE

Bila terjadi peradangan KE, maka ketika tangan kita menekan perut sebelah kanan atas tepat di bawah iga dan kemudian kita bernapas, maka saat menarik napas daerah tsb akan terasa nyeri sehingga kita akan menahan napas. Tanda ini dinamakan tanda Murphy.

Seperti dijelaskan di atas, kolik BE yang berlangsung 30 menit sampai beberapa jam itu diawali dengan gejala maag. Rasa nyeri pada BE  secara klasik terdapat di bagian perut kanan atas yang dapat menjalar ke bahu atau daerah antar-tulang belikat. Pada sakit maag yang asli, nyeri biasanya terdapat di daerah ulu hati. Ketika meraba daerah yang nyeri, kadang-kadang kita dapat merasakan adanya benjolan yg tegang sebesar bola pingpong…

Selain tanda-tanda ini, biasanya dokter juga mempertimbangkan 4F yaitu Fourty (usia sekitar 40 tahun), Female (wanita kendati pria juga bisa mengalaminya), Fatty (gemuk) dan Fertile (dalam usia subur pada wanita karena hormon estrogen diperkirakan berperan dalam memperlemah kontraksi empedu). F kelima atau Fair skin karena BE dianggap lebih sering ditemukan pada wanita berkulit putih.

Namun demikian, diagnosis pasti BE adalah pemeriksaan USG dan CT Scan perut. BE tanpa gejala biasanya ditemukan secara kebetulan pada saat USG perut untuk keperluan medical checkup.

TIPE BE

Ada dua tipe BE: (1) Batu kolesterol dan (2) Batu pigmen.

Yang pertama biasanya terjadi pada penyandang kolesterol, apalagi jika dia menggunakan obat golongan fibrat dan niacin. Kedua  obat ini meningkatkan produksi dan pengeluaran getah empedu (GE) ke dalam usus (karena itu berkhasiat untuk menurunkan kolesterol). Akan tetapi jika KE kita sudah lemah, maka produksi GE yang meningkat itu akan tertimbun dalam KE sehingga terbentuk lumpur (sludge) yang kemudian menjadi BE.

Yang kedua, batu pigmen, biasanya terdiri dari kalsium dan bilirubin. Batu ini umumnya terjadi pada anemia karena peningkatan penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik) dan infeksi KE.

PENANGANAN

Batu empedu yang tidak memberikan keluhan dan gejala apa pun biasanya didiamkan saja karena belum mengganggu KE dan organ lain. Jika batunya tidak terlalu besar, dokter dapat memberikan preparat urododesoksikolat untuk melarutkan BE dan mendorongnya keluar. Obat lain yang diberikan bersifat simptomatik seperti pereda nyeri, preparat enzim, atau antibiotik jika sudah terjadi infeksi.

Bila batunya besar (> 0,8 cm) dan lebih dari satu atau multiple, dokter bedah digestif dapat melakukan salah satu dari dua alternatif ini: (1) kolesistektomi terbuka/laparotomi dan (2) kolesistektomi laparoskopik. Cara pertama dilakukan bila terdapat infeksi berat dan pelengketan. Jika cara pertama memerlukan waktu perawatan minimal 4 hari, maka cara kedua hanya satu hari atau one day care.

Cara lainnya adalah dengan ERS (Endoscopic Retrograde Sphincterotomy) setelah keberadaan BE terbukti lewat ERCP (Endoscopic Retrograde CholePancreatography).

TERAPI DIET

Diet tinggi serat soluble dgn mengurangi asupan gula, tepung dan lemak terutama yang jenuh dgn rantai panjang seperti gajih, santan atau jelantah dapat mencegah pembentukan BE. Kekurangan asupan folat, magnesium, kalsium dan vitamin C dapat meningkatkan pembentukan BE. Sebaliknya serat pangan solubel dan asam lemak omega 3 (minyak ikan, flax seed oil) serta omega 9 (minyak zaitun/olive oil) dapat mengurangi kecenderungan pembentukan BE.

Jus apel lokal (yang agak asam) sebanyak 1/2 sampai 1 gelas dgn ditambahkan 1 atau 2 sendok makan minyak zaitun dipercaya oleh sebagian orang dapat melarutkan BE (karena cuka atau jus apel) dan mendorong BE yang sudah larut itu keluar (karena minyak zaitun).

dr Andry H.
(Sumber dari dr Sabarno P., SpB, pengalaman pribadi dan situs internet)

Posted in Umum and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *