Puasa Tidak Hanya Melangsingkan Tubuh tetapi juga Membuat Awet Muda

Umat muslim di seluruh dunia sedang menyambut dengan suka cita datangnya bulan Ramadhan. Pada bulan suci ini umat Islam menjalankan ibadah puasa selama 30 hari penuh. Bagi sebagian besar orang, bulan puasa dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Lebih dari itu, menurut Shinya (2014), dalam bukunya Keajaiban Enzim Awet Muda, puasa sebenarnya memberikan sedikit rasa lapar agar tubuh memiliki kesempatan untuk membangkitkan pabrik daur ulang tubuh, dengan membangkitkan enzim awet muda dan kemampuan regenerasi tubuh.

Selama berpuasa, umat muslim di Indonesia, pantang makan dan minum selama kurang lebih 14 jam. Tubuh yang telah terbiasa menerima makanan lezat dan berkalori tinggi setiap harinya akan mulai terlempar dari zona nyamannya. Akibatnya, mulai timbul perlawanan tubuh berupa keluhan kesehatan di awal-awal berpuasa seperti rasa pusing, lambat berpikir, mual, lemas, mengantuk, keringat dingin, dan rasa mudah marah.  Namun tahukah Anda, dibalik penderitaan dan ketidaknyamanan saat berpuasa, mengendalikan, dan menahan rasa lapar, ada begitu banyak manfaat berpuasa bagi kesehatan tubuh manusia, terutama bagi mengembalikan kondisi vitalitas organ tubuh menjadi lebih muda.

Beberapa penelitian terkini di bidang kedokteran antiaging, meskipun sebagian besar masih terbatas pada uji hewan dan sel jamur, membuktikan manfaat besar puasa bagi fungsi metabolism tubuh, dan melawan penuaan. Beberapa penelitian tentang efek puasa pada model hewan uji membuktikan bahwa berpuasa dan pemangkasan kalori sebesar 10-30% memiliki efek memperpanjang usia.

Seorang ahli biologi Jepang, Yoshinori Ohsumi menerima hadiah nobel di bidang kedokteran tahun 2016 untuk penelitiannya mengenai efek puasa pada sel jamur. Menurut Ohsumi, puasa mengaktifkan proses autofagi, suatu proses dalam sel yang dapat memperlambat proses penuaan dan meremajakan sel. Proses autofagi adalah suatu proses pembersihan sampah sel dan berperan dalam proses detoksifikasi atau penawaran racun yang sangat dibutuhkan oleh semua organisme, termasuk manusia.

Menurut salah satu teori penyebab penuaan, penuaan disebabkan oleh penumpukan sampah-sampah sel yang mengganggu proses pembentukan energi di mitokondria, kerusakan, dan kematian sel. Meningkatnya kerusakan dan kematian sel merupakan proses awal terjadinya penyakit kronis, seperti penyakit kepikunan (demensia),  jantung, dan stroke. Melalui proses puasa, terjadi peningkatan aktivitas pembersihan sampah sel (autofagi), proses daur ulang sampah menjadi protein-protein baru untuk fungsi regenerasi organ/jaringan. Lingkungan intrasel yang kembali bersih, akan meningkatkan fungsi mitokondria sebagai penghasil energi. Dengan demikian kesehatan dan vitalitas tubuh kita terjaga, fungsi regenerasi dan peremajaan organ tubuh menjadi jauh lebih baik.

Lalu, bagaimanakah efek puasa pada manusia? Beberapa ilmuwan dari Jepang yang dipimpin oleh Dr. Takayuki Teruya, dari Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University, yang dimuat dalam jurnal Nature, 2019, telah melakukan penelitian tentang efek puasa pada manusia. Okinawa sendiri adalah nama suatu daerah di Jepang yang sangat terkenal dengan penduduknya yang awet muda, sehat, berumur panjang, dan memiliki jumlah penduduk berusia lebih dari 100 tahun terbanyak di dunia.

Penelitian tersebut menjawab pertanyaan tentang apa saja yang terjadi dalam tubuh manusia selama berpuasa? Puasa tampaknya sebagai proses pasif, saat dimana tubuh seakan-akan beristirahat untuk sementara waktu. Namun ternyata, saat tubuh kelaparan, terjadi peningkatan aktivitas metabolisme. Peningkatan aktivitas metabolisme ditandai dengan peningkatan 44 jenis metabolit (asam amino dan protein), yang diantaranya bahkan meningkat sebanyak 60 kali dibandingkan kondisi normal. Hasil metabolit yang terbentuk menunjukkan bahwa selama berpuasa terjadi aktivitas perbaikan pembakaran energi oleh mitokondria, peningkatan aktivitas pembersihan sampah sel, proses antiperadangan, dan peremajaan sel di seluruh tubuh.

Penelitian tersebut juga menghasilkan suatu penemuan di luar dugaan, yang belum pernah ditemukan sebelumnya: bahwa puasa ternyata juga meningkatkan kandungan senyawa asam amino purine dan pyrimidine. Peningkatan senyawa amino tersebut menunjukkan bahwa saat berpuasa terjadi peningkatan sintesis protein dan perbaikan ekspresi gen. Artinya, saat puasa, sel-sel tubuh manusia lebih aktif melakukan fungsi regenerasi dengan meningkatkan sintesis berbagai jenis protein yang dibutuhkan. Peningkatan purine dan pyrimidine juga merupakan suatu tanda bahwa tubuh meningkatkan pembentukan antioksidan. Antioksidan yang meningkat saat berpuasa diantaranya adalah ergothioneine dan carnosine. Antioksidan adalah senyawa yang dibentuk oleh tubuh dalam melawan radikal bebas akibat stres oksidatif penyebab penuaan dini dan penyakit kronis.

Manfaat berpuasa diatas tentu saja harus diimbangi dengan pemilihan diet yang baik dan benar saat berbuka puasa, yaitu dengan tetap memperhatikan jumlah kalori yang masuk dan keseimbangan jenis zat gizi. Itulah tantangan terbesar dalam berpuasa. Saat berpuasa, tubuh akan cenderung untuk memilih makanan yang manis secara berlebihan selama berbuka. Selain itu penekanan nafsu makan selama berpuasa akan menimbulkan dorongan untuk mencari makanan yang lezat kaya lemak dan makan berlebihan.

Oleh sebab itu, agar pembaca mendapatkan manfaat berpuasa secara optimal, saya akan memberikan tips-tips diet yang sehat dan benar. Pertama dan yang paling penting adalah dengan menghindari makanan yang terlalu manis dari karbohidrat sederhana. Jenis gula itu akan meningkatkan proses glikasi yaitu pengikatan protein oleh glukosa menghasilkan senyawa Advance Glycation End Products (AGEs). Peningkatan AGEs akan mempercepat proses penuaan organ tubuh, juga menjadikan kulit mudah keriput dan berjerawat. Contoh  sumber karbohidrat sederhana adalah gula pasir, gula sukrosa dan fruktosa yang terdapat dalam minuman kemasan, tepung-tepungan, dan nasi putih. Mie, pasta, dan roti adalah suatu bentuk karbohidrat kompleks yang memiliki sifat seperti karbohidrat sederhana, sehingga harus dibatasi juga asupannya. Mulailah beralih pada konsumsi karbohidrat yang lebih sehat, yaitu jenis karbohidrat kompleks berkualitas tinggi yang kaya vitamin, mineral, dan antioksidan seperti nasi merah, nasi hitam, oat, ubi-ubian, dan perbanyak sayuran serta buah yang kaya warna. Gantilah gula pasir dengan jenis gula lain yang lebih sehat, seperti ekstrak daun stevia atau menggunakan daun stevia asli.

Cara kedua adalah menghindari berbuka puasa dengan makanan yang mengandung lemak jenuh seperti gorengan, martabak, dan makanan yang kaya santan. Lemak jenuh mengandung LDL yang mudah mengendap di pembuluh darah, menghasilkan plak lemak, dan apabila plak tersebut lepas akan mengakibatkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Demikian, ulasan secara ilmiah mengenai manfaat berpuasa bagi kesehatan dan fungsi awet muda tubuh. Semoga di bulan puasa nan penuh berkah ini, pembaca senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, dan memperoleh manfaat sebesar-besarnya berpuasa bagi kesehatan. Sehingga pada saat hari kemenangan tiba, tidak hanya rohani dan jiwa para sahabat yang menjadi baru kembali, namun tubuh pun menjadi lebih baru dan bugar, wajah lebih tampak awet muda, dan berseri. Selamat menjalankan ibadah puasa.

Kuatkan Daya Tahan Tubuhmu dengan Vitamin C

Di tengah adanya pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, maka diperlukan upaya untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya dengan pemberian injeksi vitamin C. Antioksidan yang ada dalam vitamin C ini bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit, khususnya penyakit infeksi.

Manfaat Vitamin C 

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh
  2. Memelihara kesehatan kulit
  3. Asupan vitamin C yang disertai diet sayur dan buah-buahan mengurangi risiko stroke dan melindungi tubuh dari radikal bebas
  4. Membantu mempercepat penyembuhan luka

Mengkonsumsi Vitamin C secara Tepat

Vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan seperti buah dan sayur. Sumber vitamin C alami selain jeruk antara lain buah kiwi, mangga, pepaya, nanas, serta sayuran seperti brokoli, paprika, dan tomat. Untuk melengkapinya, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C, dengan dosis yang tepat sesuai anjuran dokter atau sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan produk.

Cara Menggunakan Vitamin C (Asam Askorbat) dengan Benar

Suplemen vitamin dan mineral dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral, terutama ketika asupan vitamin dan mineral dari makanan tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh. Namun, suplemen hanya digunakan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi tubuh, bukan sebagai pengganti nutrisi dari makanan.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan tubuh membutuhkan asupan suplemen, seperti sedang terserang suatu penyakit (misalnya flu), hamil, atau sedang mengonsumsi obat yang dapat mengganggu metabolisme vitamin dan mineral.

Dosis vitamin C diberikan berdasarkan usia, kondisi, dan respons pasien terhadap obat. Vitamin C tablet umumnya dikonsumsi 1-2 kali sehari, bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Kebutuhan seseorang terhadap vitamin C akan meningkat seiring pertambahan usia. Konsultasikan dengan dokter spesialis gizi mengenai kebutuhan vitamin C harian yang sesuai dengan usia Anda. Guna mencegah efek samping, jangan melebihi dosis yang dianjurkan.

 

Sebagai upaya perlindungan terhadap segala macam penyakit terutama COVID-19 maka RS Panti Rapih menyediakan 2 paket injeksi vitamin C yaitu:

Paket 1

Rp 173.000,00

– 1x kedatangan

– 1x injeksi vitamin C

– 1x konsultasi dokter umum

Paket 2 *

Rp 421.000,00

– 4x kedatangan

– 4x injeksi vitamin C

– 1x konsultasi dokter umum

*) masa berlaku 8 minggu

Keterangan:

  • Harga termasuk biaya administrasi dan jasa injeksi
  • Paket tidak berlaku untuk pasien asuransi dan BPJS
  • Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya
  • Lokasi pelayanan di Medical Check Up RS Panti Rapih
  • Usia minimal 17 tahun

Paket Injeksi Vitamin C dilayani setiap hari Senin-Sabtu pukul 09.00-13.00 WIB.

Bagi Anda yang membutuhkan Injeksi Vitamin C dapat menghubungi kami di bagian Informasi 0274-563333, 514014, 514845 ext 1116 dan Pendaftaran 0274-514004, 514006, 521009 atau dapat juga melalui Aplikasi Registro.

 

Kenali Penyebab Demam Berdarah Dengue pada Anak

Demam berdarah dengue (DBD) masih jadi masalah kesehatan masyarakat saat ini. Kasus DBD meningkat di berbagai daerah khususnya di wilayah DIY. Ini artinya, orang tua diharapkan dapat lebih waspada untuk dapat mengenali tanda dan gejala penyakit ini. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Infeksi virus ini dapat menyerang segala usia mulai dari bayi sampai usia lanjut. Secara teoritis, seseorang dapat mengalami infeksi dengue lebih dari satu kali, karena virus ini mempunyai empat serotipe. Fase demam ditandai dengan demam yang mendadak tinggi dan bersifat terus menerus, hal ini yang sering kali dikuatirkan orangtua karena demam sulit turun meskipun sudah diberikan penurun panas.

Fase ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari yang disertai nyeri kepala, nyeri otot seluruh badan, nyeri sendi, serta kemerahan pada kulit, khususnya kulit wajah (flushing).

Gejala lain seperti nafsu makan berkurang, mual dan muntah sering ditemukan. Pada fase ini sulit dibedakan dengan penyakit bukan DBD maupun antara penyakit berat dan tidak berat. Bila dicek di laboratorium, biasanya terlihat penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia) dan jumlah trombosit dan nilai hematrokit (kekentalan darah) sering kali masih dalam batas normal.

Fase kritis biasanya terjadi paling sering pada hari ke-4 sampai ke-6. Pada fase ini terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler sehingga darah menjadi kental, dan apabila tidak mendapat terapi cairan yang memadai, dapat menyebabkan kondisi perburukan sampai kematian. Sering disertai tanda bahaya berupa muntah yang terus menerus, nyeri perut, perdarahan pada kulit, dari hidung, gusi, sampai terjadi muntah darah dan buang air besar berdarah.

Mendadak Dingin

Pada fase ini, badan terutama pada ujung lengan dan kaki mendadak dingin dan terlihat lemas. Hal ini merupakan bentuk tanda syok. Pada pemeriksaan darah dapat ditemukan penurunan jumlah trombosit yang disertai peningkatan nilai hematokrit (kekentalan darah) yang nyata.

Fase ini terjadi pada saat tubuh mulai mengalami penurunan sampai mendekati batas normal. Hal ini yang sering menyebabkan terlambatnya orang berobat, karena menganggap bila suhu tubuh mulai turun berarti penyakit akan mengalami penyembuhan.

Pada pasien yang tidak mengalami peningkatan permeabilitas kapiler akan menunjukkan perbaikan klinis menuju kesembuhan.

Fase pemulihan berlangsung secara bertahap 24-48 jam setelah melalui fase kritis, biasanya terjadi pada hari ke-7. Keadaan umum dan nafsu makan mulai membaik, evaluasi laboratorium mulai terjadi perbaikan, hematokrit (kekentalan darah) mulai stabil dan jumlah trombosit mulai terjadi peningkatan secara bertahap. Pada beberapa pasien dapat ditemukan ruam (kemerahan) di tangan dan kaki yang akan menghilang dengan sendirinya.

Dengan mengenali gejala-gejala tersebut, orang tua disarankan untuk segera membawa anaknya berobat ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami salah satu atau lebih dari gejala tersebut.

Pencegahan

DBD dapat dicegah dengan penggunaan kelambu saat tidur dan lotion anti-nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk, pemeriksaan jentik nyamuk di bak mandi, penyemprotan cairan insektisida (fogging), dan gerakan 3M (mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air, dan menguras bak mandi). Pada prinsipnya adalah menjaga kebersihan lingkungan.

 

Oleh:

dr. Maria Rulina YA, M.Sc., Sp.A

Dokter Spesialis Anak RS Panti Rapih

Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadari

World Breast Cancer Day, merupakan suatu peringatan yang dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dunia untuk mendukung pasien dan survivor kanker payudara. Peringatan ini jatuh pada Oktober.

Masyarakat begitu memberikan perhatian pada World Breast Cancer Day lantaran kanker payudara merupakan kanker paling umum terjadi baik di negara berkembang maupun negara maju.

Survei WHO pada 2013 menyatakan sekitar 8%-9% wanita mengalami kanker payudara. Bahkan, di Eropa tercatat setiap tahunnya ada lebih dari 250.000 kasus atau 28 kasus baru ditemukan setiap jam dan di Amerika tercatat 175.000 kasus atau 19 kasus ditemukan setiap jam. Bagaimana dengan Indonesia? Menurut catatan Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2010, diperkirakan terdapat 100 penderita baru setiap 100.000 penduduk. Begitu pedulinya masyarakat menggalakkan visi Indonesia Bebas Kanker Payudara Stadium Lanjut pada 2030.

Guna mengantisipasi hal ini, masyarakat dapat mulai memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan tanda dan gejala kelainan pada payudara, baik itu bersifat lokal maupun yang sudah sistemik. Banyak cara untuk melakukan deteksi dini agar masyarakat dapat mencegah dan memberikan perhatian lebih pada kasus ini, salah satunya adalah pemeriksaan payudara  sendiri atau lebih dikenal dengan Sadari.

Sadari merupakan salah satu pemeriksaan yang lahir sebagai bentuk kepedulian kaum wanita terhadap payudara sendiri. Pemeriksaan ini tergolong sangat murah dan tidak memerlukan biaya yang mahal dan dapat dilakukan sendiri. Sadari dilakukan antara waktu tujuh hingga 10 hari pertama setelah hari pertama selesai menstruasi. Perlu diingat jika Sadari tidak menggantikan peran medis terlatih untuk pemeriksaan fisik secara klinis. Pada pemeriksaan ini, beberapa hal yang harus dicermati antara lain perubahan  bentuk dan ukuran payudara; nyeri; penebalan kulit; benjolan yang teraba; cekungan kulit seperti lesung pipit; pengerutan kulit payudara; cairan yang keluar dari puting susu; penarikan puting susu ke dalam hingga muncul luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh.

Pemeriksaan Sadari ini dapat dilakukan pada saat mandi, pada saat berdiri di hadapan cermin maupun saat berbaring dengan langkah-langkah. Caranya, pada saat beridir di depan cermin besar, Anda dapat membuka pakaian dari pinggang ke atas kemudian lakukan inspeksi atau melihat payudara. Perhatikanlah, apakah bentuk payudara simetris? Apakah payudara membesar atau mengeras? Apakah arah puting berubah arah, tertarik ke dalam atau ada luka? Apakah ada perubahan warna kulit payudara? Apakah nampak kulit payudara menebal dengan pori-pori melebsar menyerupai kulit jeruk? Adakah kerutan atau cekungan yang tidak normal?

Setelah Anda menginspeksi, ulangi pengamatan tersebut dengan kedua tangan lurus ke atas, kemudian kedua tangan memegang pinggang dengan dada dibusungkan dan siku ditarik ke belakang. Setelah itu Anda dapat menjilat payudara anda dari tepi menuju arah puting.  Pada tahap ini perhatikanlah! Apakah ada cairan atau darah yang keluar dari puting susu? Kemudian berlanjut ke tahap akhir yakni meraba payudara satu persatu dengan posisi berbaring. Saat berbaring, anda dapat melakukan langkah-langkah seperti meletakkan bantal atau handuk yang dilipat dibawah salah satu bahu, lengan dari sisi payudara yang akan diperiksa, direntangkan di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala.

Kemudian rabalah dengan gerakan memutar, naik dan turun dari tepi payudara hingga puting susu, dan pada perabaan ini dilakukan dengan tiga tingkatan tekanan, yakni ringan untuk meraba adanya benjolan di tengah jaringan payudara dan tekanan kuat/dalam untuk meraba benjolan di dasar payudara.

Apabila ditemukan sesuatu pada saat pemeriksaan tersebut, sebaiknya dikonsultasikan dengan memeriksakan diri anda ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini merupakan langkah awal kepedulian kaum wanita terhadap kesehatan payudara, sehingga ada baiknya dilakukan paling tidak setiap satu bulan sekali untuk menjaga kesehatan payudara anda. Mari cegah kanker dengan Sadari.

 

Oleh:

dr. Stefanus Venanda Rian Chrismasto

(Dokter Rumah Sakit Panti Rapih)

Bayi Jo & Gangguan Pendengaran

Anak imut nan menggemaskan dan aktif itu bernama Johanes Arjuna Mahardika Sihombing, dia seperti anak kebanyakan aktif tidak mau diam dan lucu. Putera pertama dari Cesilia Kurnia dan Sabat Immanuel Sihombing ini seperti anak kebanyakan, tak ada yang menyangka anak tampan tersebut harus sudah memakai alat bantu pendengaran di kedua telinganya.

Sang Ayah yang berprofesi sebagai marketing sebuah produk mobil Jepang kenamaan mulai merasa ganjil saat mengamati putera kesayangannya tersebut, yang tidak pernah merasa terganggu dengan suara sekeras apapun, si kecil Jo tdk pernah menoleh ke asal sumber suara, beruntung ia memiliki ayah yang peka dengan perkembangannya.Diskusi panjang antara ayah dengan sang ibu yg juga Perawat RS Panti Rapih yang bertugas di ruang anak ini kemudian menghasilkan kesepakatan bahwa mereka harus melakukan cek up terhadap Putera kesayangan mereka.

Mereka membawa putranya ke RS Panti Rapih menemui dr. Agus Surono, PhD, M.Sc, Sp. THT – KL. Hasil konsultasi dan pemeriksaan, dokter menyarankan untuk pemeriksaan OAE. OAE (Oto Accoustic Emission) adalah skrining (deteksi dini) atau tes pendengaran bayi baru lahir yang menangkap emisi pada koklea, dan hasilnya adalah REFER yg artinya tidak ada respon suara sama sekali pada kedua telinganya. Tak dapat dipungkiri kekecewaan dan kesedihan meliputi hati orang tua Jo, bayi yang dilahirkan spontan pada tanggal 11 September 2017 dengan berat badan 2325 gr.

Orang tua Jo segera menempuh langkah langkah untuk penegakan diagnosa supaya gangguan pendengaran yang di alami putranya tidak menghambat tumbung kembang Jo.

Orang tua Jo menemui dr. Ashadi P, M.Sc, Sp. THT – KL di RS Panti Rapih, dan dokter menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan BERA. Brain Evoked Response Auditory (BERA) adalah pemeriksaan pendengaran yang dilakukan pada anak umur 1-3 tahun dan ASSR (Auditory Steady-State Response) adalah sebuah pemeriksaan pendengaran objektif, hasilnya pun menunjukan bahwa Jo mengalami Profound Hearing Loss / Gangguan Pendengaran kategori Berat yaitu di tingkat >110 db pada telinga kanan maupun yg kiri.

Menurut Nia demikian ibu Jo biasa dipanggil, penyebab Jo mengalami gangguan pendengaran seperti penjelasan dokter adalah akibat terserang virus rubella saat masa kehamilan. Ibu Jo mengungkapkan selama masa kehamilan yang dirasakan adalah gatal – gatal diseluruh tubuh yang dialami selama 9 bulan penuh dimasa kehamilannya. Ibu muda berusia 30 thn ini mengatakan tidak mengetahui jika terdapat virus rubella saat mengandung Jo, ia merasa biasa – biasa saja, hingga kemudian ia menyadari putranya tersebut mengalami gangguan pendengaran.

Menurut beberapa sumber, hal yang sering menjadi penyebab gangguan pendengaran pada anak adalah saat hamil si ibu mendapat serangan virus misal campak, cacar, rubella, cacar air atau varicella dan virus-virus lain termasuk infeksi gondong. Jika salah satu atau beberapa virus ini menyerang ibu hamil, anak berisiko terkena total deafness atau gangguan pendengaran.
Gangguan pendengaran pada anak

umumnya sulit untuk disadari oleh orang tua maupun orang lain yang berinteraksi dengan si bayi. Orangtua seringnya tidak menyadari bayi mereka mengalami gangguan pendengaran hingga saat anak mulai bertambah usia mulai bertanya tanya kok anaknya sudah mulai besar tapi belum juga lancar bicara. Gangguan pendengaran sejak masa bayi atau balita akan berpengaruh pada kemampuan berbahasa, sosial, dan emosionalnya.

Menurut Nia, dr. Agus Surono, PhD, M.Sc, Sp. THT – KHL membenarkan bahwa gangguan pendengaran yang teratasi dengan alat bantu dengar seawal mungkin akan mencegah anak menjadi gagap dan bahkan bisu, namun tidak semua anak yang menggunakan alat bantu pendengaran bisa mendengar dan berbicara maksimal seperti yang diharapkan, ada solusi lain selain menggunakan ABD ( alat batu dengar ) yaitu dengan Operasi Implan Koklea, tetapi itupun juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Saat ini Jo pun telah memakai alat bantu dengar di kedua telinganya, orang tua Jo berharap tumbuh kembang putra mereka akan seperti anak – anak biasa lainnya. Maka mengapa alat bantu dengar sangat di perlukan sejak dini seperti halnya pada bayi Jo, yang sejak usia 12 bulan sudah memakai alat bantu dengar. Kini Jo bisa mendengar suara dan berisiknya dunia, dunia bayi lucu itu tidak lagi sunyi dan si bayi yang adalah harapan kedua orang tuanya akan tumbuh sehat sempurna sekalipun mengalami gangguan pendengaran.

Setiap tanggal 3 Maret diperingati sebagai World Hearing Day (WHD) atau Hari Pendengaran Sedunia. Pendengaran yang sehat berawal dari telinga sehat. Pendengaran yang sehat akan meningkatkan kualitas hidup dan produktifitas untuk mencapai kebahagiaan. Oleh sebab itu setiap orang tua hendaknya melakukan pemeriksaan/deteksi dini adanya gangguan pendengaran pada anak anak sejak dini.
Berdasarkan data WHO diperkirakan ada sekitar 360 juta (5.3%) orang di dunia mengalami gangguan cacat pendengaran, 328 juta (91%) diantaranya adalah orang dewasa (183 juta laki-laki, 145 juta perempuan) dan 32 juta (9%) adalah anak-anak (data Kemenkes 2018).

Bayi Jo dan bayi – bayi yang lain yang mengalami gangguan pendengaran dan dideteksi sejak dini diharapan bakal tumbuh normal seperti anak anak biasa, jika anak yg lain memerlukan kacamata dan memakainya , begitupula Jo memakai alat bantu dengarnya dan ia terlihat keren dan tetap lucu.

Semoga kelak jadi anak harapan orang tua dan Tuhan, Johanes Arjuna Mahardika Sihombing.

Saat ini Nia juga menjadi salah satu anggota komunitas Rumah Ramah Rubella, dimana komunitas ini menjadi ajang berbagi antar ibu – ibu yang memiliki pengalaman yang sama.

 

Oleh :
Katharina indah Aryanti
(Perawat RS Panti Rapih Yogyakarta)
Dari berbagai sumber

Tuberculosis(TB) dan Pelayanan Pojok Dots RS Panti Rapih

Tanggal 24 maret adalah hari Tuberculosis (TB) sedunia, dan menderita penyakit TB bukanlah berakhirnya dunia, dengan semangat dan ketekunan serta kedisliplinan pengobatan niscaya TB dapat di sembuhkan.

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobakterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Penularan kuman Mycobacterium Tuberculosis penyebab TBC (yang resminya disingkat TB) ditularkan melalui droplet atau bercak dahak dari pasien yang terinfeksi. Penularan hanya terjadi ketika daya tahan tubuh seseorang berada dalam kondisi sangat lemah. Kondisi sangat lemah tersebut seperti lansia, bayi, penderita HIV/AIDS, penderita Diabetes,penderita kanker dan penyakit penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh.

Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian disebabakan oleh TB. Di Indonesia Tuberkulosis (TB) adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia.

Pentingnya edukasi kepada penderita untuk disiplin dalam pengobatan mampu mencegah penularan kuman yg resistensi terhadap OAT (Obat Anti TB). Apabila pasien yang menderita TB dan terpapar obat atau telah mendapat pengobatan namun kemudian belum sembuh sudah putus obat maka kuman yg akan di tularkan termasuk kuman yang resisten terhadap OAT (Obat Anti TB) dan hal ini akan mempersulit penyembuhan penderita TB. Penderita TB RO (TB Resisten Obat) inilah yg berisiko menularkan TB yang resisten obat dimana nanti OAT menjadi tidak efektif lagi. TB resisten bisa terjadi akibat pengobatan TB yang tidak tepat atau tidak standar. Misalnya akibat pasien tidak meminum obat dengan disiplin atau menghentikan pengobatan sebelum saatnya. Bisa pula akibat petugas kesehatan memberikan obat kurang tepat, seperti panduannya, dosis dan lama pengobatan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi acuan menegakkan diagnosa apakah kita menderita TB atau tidak yaitu TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes pendukung lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).Setelah kita benar benar terdiagnosa TB maka dokter akan memberikan kita OAT(obat anti TB), obat yang harus diminum rutin selama waktu tertentu dan dalam pantauan dokter.

Maka Pojok DOTS menjadi penting keberadaannya di setiap fasilitas kesehatan untuk memantau secara serius penderita penderita yang sedang dalam pengobatan TB.DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) adalah strategi penyembuhan TB jangka pendek dengan pengawasan langsung yang telah direkomendasikan oleh WHO sejak tahun 1993. DOTS adalah strategi yang paling efektif saat ini untuk menangani pasien TB, dengan tingkat kesembuhan bahkan sampai 95 persen. Dalam strategi ini ada tiga tahapan penting, yaitu mendeteksi pasien, melakukan pengobatan, dan melakukan pengawasan langsung.

Pokok bahasan kali ini mengenai TB atau Tuberkulosis, yang di kenal sebagai TBC pada orang dewasa dan istilah flek pada anak anak dan pelayanan Pojok DOTS di RS Panti Rapih.

Menurut Ibu Sutini,AMd.Kep perawat Rumah Sakit Panti Rapih yang menggawangi Pojok DOTS, menyebut terdapat penderita baru sekitar. 50-70 penderita setiap tri wulan di setiap tahunnya. Menurut Ibu Sutini yang sudah berkarya sebagai perawat Rumah Sakit Panti Rapih sejak tahun 1989 ini, kasus terkait TB terus meningkat.

Pojok DOTS  di RS panti Rapih, dilayani oleh lima perawat terlatih di bawah koordinasi ibu Sutini,Amd.Kep perawat lulusan Akper Panti Rapih dan Pojok DOTS Panti Rapih telah melakukan pelayanan sejak Desember tahun 2000 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kota, Provinsi dan fasilitas pelayanan kesehatan lain sehingga semua penderita TB yang melakukan pengobatan terpantau dengan tujuan supaya tidak terputus obatnya.

Ibu Sutini menyebutkan pelayanan Pojok DOTS sudah berlangsung sekitar sembilan belas tahun ini, bisa dilakukan apabila pasien yg merasa menderita TB melakukan pemeriksaan ke dokter dan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk penegakan diagnose, dan kemudian setelah diagnosa pasti dokter akan merujuk ke Pojok DOTS untuk akses obat dan serangkaian edukasi dengan harapan kelak kemudian hari pasien tersebut tidak putus obat dan tidak menjadi sumber penularan kuman TBC yang tahan terhadap obat Anti TB.

Pasien yang telah didiagnosa TB akan masuk ke Pojok DOTS untuk mendapatkan penyuluhan tentang penyakit TB, hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari penularan kepada orang lain serta proses pengobatan untuk menuju kesembuhan.

Apakah anda atau keluarga anda merasa perlu untuk memastikan terkena TB atau tidak, segera datang ke RSPR menemui dokter dokter Spesialis Paru Paru terbaik, tegakkan diagnosa dan raih kesembuhan dan melanjutkan hidup sehat tanpa TB, TB bisa disembuhkan, bersama Panti Rapih sahabat untuk hidup sehat.

 

Penulis: Katharina Indah Aryanti

(Perawat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Makanan pencegah PJK

Malaysia, berkhasiat utk melebarkan pembuluh darah koroner Jantung. Bahan pangan tsb terdiri dari :50603 Kuala Lumpur, Biotech Division Institute of Biological Sciences University of Malaya.

Beberapa jenis makanan menurut Prof. Dr. S. Vikineswary dari :

* 1 gelas sari/air Apple vinegar
* 1 gelas sari/air Bawang putih
* 1 gelas sari/air Jahe
* 1 gelas sari/airLemon

Cara mengolahnya :
* Campur semuanya dan didihkan dengan perlahan-lahan (api kecil).
* Biarkan sekitar 1/2 jam, untuk menjadi 3 gelas.
* Saring dan diamkan sampai dingin.
* Setelah dingin, tambahkan 3 gelas madu alami, diaduk sampai merata dan simpan dalam botol.

Anjuran pakai :
* Minumlah 1 sendok makan setiap pagi sebelum sarapan.

Cuka apel mengandung hasil fermentasi spt asam laktat yg dapat melarutkan endapan kalsium. Minyak zaitun kaya akan vitamin E yg mencegah oksidasi kolesterol jahat shg tidak terbentuk sel buih dan fatty streak sbg awal aterosklerosis. Bawang putih juga mencegah aterosklerosis krn kandungan selenium bagian dari enzim glutation peroksidase  dan sistein yg merupakan prekursor glutation. Jahe bersifat antiinflamasi dan pereda nyeri krn kandungan gingerol. Dan lemon kaya akan vitamin C dan antioksidan quercetin.

Penyempitan/sumbatan yg berupa timbunan lemak atau endapan kalsium  akan larut krn zat2 berkhasiat di atas shg penyempitan pembuluh darah koroner yg memerlukan pemasangan stent atau operasi angioplasty atau bypass dapat dicegah.

Kalium

A, seorang mahasiswa dirawat dgn kelemahan dan kram otot setelah bermain futsal dalam waktu lama yg membuatnya mengeluarkan banyak keringat. Dia juga hanya minum air mineral saat bermain.

Pada awalnya dokter yg merawat mengira A menderita GBS suatu reaksi autoimun pasca-infeksi virus dgn gejala kelumpuhan tungkai bawah. Namun pemeriksaan elektrolitnya menunjukkan kadar kalium di bawah nilai normal (hipokalemia).

Fungsi Kalium

KALIUM atau potassium sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot, kata Dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, MS, ahli nutrisi dari Semanggi Specialist Clinic. Kalium juga dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali detak jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya.

Kalium ditemukan di hampir seluruh tubuh dalam bentuk elektrolit dan banyak terdapat pada saluran pencernaan. Sebagian besar kalium tersebut berada di dalam sel, sebagian lagi terdapat di luar sel. Mineral ini akan berpindah secara teratur dari dan keluar sel, tergantung kebutuhan tubuh.

Di dalam tubuh, kalium biasanya bekerja sama dengan sodium atau natrium (Na) dalam mengatur keseimbangan muatan elektrolit cairan tubuh. Keseimbangan ini dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dari makanan dan jumlah kalium yang dibuang.

Sumber Kalium

Cukup mudah memperoleh kalium dari makanan sehari-hari. Kalium banyak ditemukan pada jeruk, pisang, kentang, alpukat, bayam, tomat, daging, susu, dan kacang-kacangan. Namun 3 jenis makanan yg kandungan kaliumnya tertinggi adalah mollases, seaweed dan kurma (dates). Sedangkan air kelapa ternyata lebih banyak mengandung kalium daripada natrium. Utk membuat balans kalium dgn natrium, kita dapat membubuhkan sejimpit garam ke dalam air kelapa yg kita minum (isi air kelapa dalam sebutir kelapa muda sktr 400 cc atau 2 gelas belimbing yg mengandung sktr. 400 mg kalium).

Dalam keadaan normal, organ ginjal berperan menyesuaikan antara asupan dan jumlah kalium yang dibuang tubuh. Sebagian besar kalium dibuang melalui urin, walaupun ada juga yang keluar bersama tinja.

Penggunaan Pencahar

Dijelaskan Dr. Samuel, kadar kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Bila kurang dari itu dibilang kekurangan kalium atau dikenal dengan istilah hipokalemia. “Orang jarang kekurangan kalium,” kata Dr. Samuel.
Olahragawan membutuhkan asupan kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat. Pengguna obat pencahar juga butuh asupan kalium lebih untuk menggantikan kalium yang hilang lewat kotoran. Begitu pula pemakai obat diuretik spt HCT atau furosemid yg menimbulkan kehilangan kalium bersama peningkatan jumlah air seni.

Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup kalium terlalu banyak. Ini karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini. Ginjal yang normal dapat menahan kalium dengan baik. Jika konsentrasi kalium darah terlalu rendah, biasanya karena ginjal tidak berfungsi normal atau terlalu banyak kalium yang hilang melalui saluran pencernaan akibat diare, muntah, penggunaan obat pencahar dalam waktu lama, atau polip di usus besar. Pada gagal ginjal bisa terjadi kenaikan kadar kalium jika tubulus tidak mampu membuang kelebihannya ke dalam air seni.

Obat-obatan seperti insulin dan obat asma jenis albuterol, terbutalin, dan teofilin bisa meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel dan mengakibatkan hipokalemia. Namun, pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal terjadinya hipokalemia.

Mudah lelah

Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Kondisi yang lebih berat dapat mengakibatkan kelemahan fungsi otot dan tubuh mudah lelah. Kelemahan otot biasanya terjadi pada otot kaki dan tangan, tetapi kadang juga mengenai otot mata, otot pernapasan, dan otot untuk menelan. Kedua keadaan terakhir ini dapat berakibat fatal. Kondisi lemah otot ini dialami mereka yang sering kram di kaki jika terlalu banyak beraktivitas. Bahkan seorang pasien pernah sampai lumpuh krn kekurangan kalium.

Oleh dokter pasien hipokalemia ringan disarankan banyak makan pisang, atau minum jus jeruk dan air kelapa. “Sekarang aku tak bisa jauh dari pisang,” ujar seorang pasien hipokalemia. Pada kondisi hipokalemia parah, sistem saraf juga mengalami gangguan dalam mengantarkan rangsangan. “Yang lebih parah, meskipun jarang terjadi, hipokalemia dapat menyebabkan masalah serius seperti detak jantung tak beraturan hingga berhentinya detak jantung,” imbuh Dr. Samuel.

Beberapa penelitian menyebutkan, orang yang kekurangan kalium lebih berisiko terkena penyakit hipertensi, yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stroke. Kurang asupan kalium mudah digantikan dengan mengonsumsi makanan sumber kalium atau garam kalium (kalium klorida) dengan cara ditelan (oral). Pengobatan oral ini lebih mudah, tetapi karena kalium dapat mengiritasi saluran pencernaan, hanya diberikan dalam dosis kecil. Pemberian 40-60 mEq dapat menaikkan kadar kalium sebesar 1-1,5 mEq/L, sedangkan 135-160 mEq dapat menaikkan kalium 2,5-3,5 mEq/L.

Pada hipokalemia berat, kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya di rumah sakit, untuk menghindari kenaikan kadar kalium yang terlalu tinggi. Konsentrasi kalium dalam darah orang dengan hipokalemia berat ini mesti diperiksa ulang secara periodik. Bila kondisi membaik, jenis pengobatan dapat diubah.

Sumber referensi: dr Samuel Oetoro, MS SpGK.

Serangan Jantung

Semakin banyak orang meninggal karena serangan jantung koroner daripada krn penyakit lain. Serangan ini merupakan penyebab utama kematian dini. Serangan jantung koroner terjadi jika pembuluh nadi koroner yang memberi darah dan oksigen pada otot jantung tersumbat atau menyempit. Endapan lemak di sepanjang dinding pembuluh nadi tersebut menyebabkan penyempitan ini.

Jika aliran darah koroner berkurang cukup signifikan shg  menimbulkan kerusakan otot jantung (infark miokard), maka tindakan medis seperti PTCA harus dilakukan. PTCA merupakan singkatan “Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty.”

PTCA saat ini menjadi salah satu tindakan yg paling sering dilakukan oleh dokter (bedah)  jantung utk membuka pembuluh nadi koroner yang tersumbat atau rusak itu. Istilah perkutaneus berarti kateter disisipkan ke dalam pembuluh darah balik dengan jarum yg ditusukkan pada kulit hingga masuk pembuluh darah. Selanjutnya kateter didorong hingga mencapai pembuluh koroner dgn arahan x-ray. Jika utk tujuan diagnostik spt menentukan derajat penyempitan dan lokasinya, tindakan ini diinamakan kateterisasi jantung. Transluminal berarti bahwa tindakan ini dilakukan lewat lumen atau lubang pembuluh darah. Coronary atau koroner merupakan pembuluh darah yg menjalani tindakan ini sedangkan angioplasti berarti pembentuk kembali pembuluh darah tsb.

Angioplasti sering disebut pula terapi balon. Pembuluh koroner yg tersumbat dibuka dengan balon khusus. Prosedur ini juga memasang stent (ganjal) utk menjaga agar pembuluh tsb tidak menutup kembali. Kateterisasi jantung dan PTCA dapat dilakukan secara bersamaan.

Sebelum menjalani  PTCA, dokter akan melakukan evaluasi dengan teliti. Pasien harus puasa dan daerah lipat paha disterilkan utk tempat masuk kateter. Krn diberi obat bius, pasien akan mengantuk tapi tetap sadar selama pelaksanaan tindakan. Sejumlah obat akan disuntikkan lewat infus.

Ketika balon digembungkan, mungkin pasien merasa dadanya tertekan atau tidak enak. Perasaan ini tidak apa2 dan akan berhenti saat balon dikempiskan. Mungkin pasien juga merasa detak jantungnya hilang, wajah terasa panas (flushing) dan sakit kepala. Semua ini normal dan akan hilang sendiri.

Setelah  PTCA selesai dikerjakan, kateter dapat dilepas setelah 4-6 jam. Saat melakukan PTCA,  dokter akan menyuntikkan obat pengencer darah utk memasang stent. Kateter baru bisa dilepas setelah darah kembali normal. Setelah dilepas dipasang pembalut tekan utk mencegah perdarahan di tempat pemasangan kateter.

Pasca-PTCA, pasien perlu kontrol teratur dgn dokter jantungnya.  PTCA tidak selalu menyembuhkan penyakit koroner. Pada beberapa pasien, pembuluh koroner dapat menyempit kembali setelah 6 bulan kemudian. Jika ini terjadi, gejala semula akan muncul kembali. Bila obat dokter tidak menghentikan nyeri dada tsb, segera konsulltasikan dgn dokter jantung. Alternatif lain PTCA adalah bedah jantung bypass.

Andry H