Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan keadaan pradiabetes dengan komponen:

1. Intoleransi glukosa (kadar gula puasa 110-126 mg/dL)
2. Obesitas abdomen (gemuk dg perut buncit) dgn Indeks massa tubuh di atas 23 (kg/m2) dan lingkar perut di atas 80 cm [wanita] atau 90 cm [pria]).
3. Kadar trigliserid di sekitar atau di atas 175 mg/dL.
4. Kadar kolesterol jahat di sekitar atau di atas 150 mg/dL.
5. Tekanan darah sistolik di sekitar atau di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.

Diagnosis sindrom metabolik dibuat jika ada 3 dari 5 komponen di atas.

Sindrom metabolik merupakan (kumpulan) keadaan akibat resistensi insulin yang terjadi sebelum seseorang menderita penyakit metabolik khususnya diabetes dan penyakit vaskular seperti hipertensi yang kemudian bisa berlanjut menjadi penyakit yg serius (penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular [stroke] dan nefropati diabetes [gagal ginjal]). Lamanya waktu dari sindrom metabolik hingga terjadinya penyakit di atas bisa 15 tahun atau lebih tergantung faktor genetik dan pola hidup ybs.

Gangguan metabolisme termasuk sindrom metabolik biasanya mulai terjadi pada usia di sekitar 35 tahun (saat pola hidup berubah). Diet yg salah, kehidupan sedentari, stres serta perilaku yg salah, dan kebiasaan berisiko spt merokok semuanya akan mempercepat perubahan dari sindrom metabolik menjadi penyakit yang serius.

INSIDENSI

Dalam Survei Kesehatan Nasional 2007 disebutkan ada 1,5% kasus DM yg sudah diketahui, 4,2% DM yg baru terdiagnosis sehingga terdapat total kasus DM 5,7%. Sedangkan toleransi gula terganggu atau intoleransi glukosa adalah 10,2%. Mengingat sindrom metabolik merupakan sindrom resistensi insulin yg menyebabkan intoleransi glukosa, maka insidensi sindrom metabolik di Indonesia bisa dianggap sekitar 10,2% dari total populasi penduduk.

ORANG YANG RENTAN

Seperti di sebut di atas, orang gemuk dengan perut buncit karena pola hidup yg salah rentan terkena sindrom metabolik.  Cirinya adalah orang yang gemuk dengan perut buncit plus 4 tanda lain spt disebut di atas dalam komponen sindrom metabolik. Hanya sayangnya 4 tanda tsb tidak memberikan keluhan atau gejala apa pun shg baru diketahui setelah penyandang sindrom metabolik menjalani medical checkup atau tes laboratorium.

Untuk mencegahnya, faktor yg bisa diubah harus kita ubah seperti diet dengan gizi yang baik dan seimbang (khususnya diet DM), olahraga aerobik yang teratur, manajemen stres yg benar dan medical checkup untuk mendetesi faktor risiko secara dini.

Faktor usia, jenis kelamin dan genetik tidak bisa diubah.

TERAPI DIET DAN GIZI

Terapi diet untuk SM dan problem metabolik lainnya (obesitas, intoleransi gula dan hiperkolesterol/ hipertrigliserid):

1. Batasi KH sederhana spt gula dan tepung. Contoh makanan yg kaya akan KH sederhana a.l.: makanan/minuman yg manis, camilan spt roti halus, kue kering, tarcis dan camilan yg digoreng dgn tepung. Jangan makan malam dgn hidangan yg terlalu berat krn kaya akan KH sederhana dan lemak/ minyak spt nasi atau mie goreng.
2. Hindari lemak jenuh spt gajih, jerohan, lemak trans, jelantah dan santan yg kental. Gunakan jenis minyak yg baik spt omega-3, 6, 9 dan MCT dalam proporsi yg tepat dan jumlah yg wajar (sekitar 1 sendok makan per kali pakai).
3. Banyak makan makanan yg kaya serat dan antioksidan spt sayuran, buah dan kacang2an yg memiliki beragam warna. Gunakan makanan sumber KH secara bervariasi dgn pola diet semivegetarian.

Keuntungan makanan nabati:
1. Tidak mengandung kolesterol tetapi kaya akan serat (makanan hewani kaya akan kolesterol tapi tidak mengandung serat)
2. Relatif lebih mengandung kalsium dgn kandungan fosfor yg lebih rendah. Sementara kandungan natriumnya yg lebih rendah dan kaliumnya yg lebih tinggi akan mengurangi kecenderungan hipertensi pada sindrom metabolik.
3. Kandungan protein (dalam kacang2an) lebih rendah daripada makanan hewani (daging, telur, susu) sehingga menguntungkan bagi mereka yang memiliki insufisiensi renal.
4. Kandungan zat kimia spt pestisida pada sayuran dan buah lebih mudah dihilangkan dengan cara mencucinya atau mengupas kulit buah. Kandungan hormon, antibiotik, nitrosamin dan benzpiren (dua terakhir zat karsinogenik) dalam daging tidak mudah dihilangkan.
5. Sayuran dan buah yg berwarna mengandung fitokimia pangan dan antioksidan yg berkhasiat bagi tubuh. Contoh fitokimia makanan: lycopene, resveratrol, lutein dll. Contoh antioksidan: antosianin (hitam/biru gelap spt anggur hitam), zeaxanthin (merah tua spt jambu merah atau buah naga merah), klorofil (hijau spt kiwi, melon, brokoli), beta-karoten (merah jingga spt wortel, pepaya, mangga) dan lycopene (kuning kemerahan seperti tomat).

Dr Andry Hartono, DAN.SpGK

Gout Arthritis

Peradangan sendi gout arthritis yang disebabkan penumpukan asam urat seringkali menimbulkan rasa sakit luar biasa. Nyeri ini disebabkan oleh kristal asam urat yg berbentuk spt jarum. Biasanya kristal asam urat terbentuk pada persendian jempol kaki dan jari-jari atau tulang2 kecil kaki (metatarsal dan tarsal). Selain itu, asam urat juga dapat mengendap dalam ginjal shg terbentuk batu asam urat.

Serangan asam urat bisa terjadi dalam hitungan hari atau bulan. Pria dan penyandang obesitas adalah kelompok yang berisiko tinggi mengalami kenaikan asam urat atau hiperurisemia. Sebenarnya, nyeri akibat asam urat bisa dicegah dengan mengatur keseimbangan kerja, olahraga dan istirahat di samping menghindari makanan tertentu.

Asam urat berasal dari purin yg banyak terdapat dalam daging merah termasuk otot kita sendiri. Jika aktivitas fisik kita terlalu berat (ditandai oleh rasa pegal) sementara kita juga kurang minum dan air seni kita terlalu asam krn banyak mengonsumsi daging, lemak dan alkohol, maka terjadilah kenaikan kadar asam urat (di atas 7 utk pria dan 5,5 utk wanita) yg bisa dgn atau tanpa nyeri sendi akibat pengendapan kristal asam urat. Kadar asam urat pria lebih tinggi dari wanita krn massa ototnya lebih besar.

Ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi atau setidaknya harus dikurangi porsinya agar nyeri akibat asam urat bisa dicegah. Apa saja makanan tersebut?

– Jamur kering
Jamur mengandung purin yg tinggi tetapi jamur kering jauh lebih tinggi lagi krn dengan pengeringan, purin lebih terkonsentrasi dg jumlah yg jauh lebih besar.

– Tape
Keberadaan ragi yg memfermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat dan alkohol bukan hanya meningkatkan kandungan purin tapi juga membuat air seni lebih asam sehingga asam urat mengendap sebagai kristal dan tidak bisa dibuang keluar oleh ginjal.

– Kerang
Untuk mengurangi risiko munculnya nyeri asam urat, Anda harus mengurangi konsumsi daging kerang. Saran ini dikemukakan Lona Sandon, asisten profesor gizi klinik di University of Texas Southwestern Medical Center, Amerika Serikat.

“Hewan laut satu ini sangat kaya akan purin, yang oleh tubuh akan dipecah menjadi asam urat. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya jangan terlalu banyak,” kata Sandon, seperti dikutip dari Health.com

– Alkohol

Minum minuman beralkohol akan meningkatkan risiko serangan asam urat hingga dua kali lipat. Alkohol tidak hanya meningkatkan asam urat tetapi juga membuat tubuh makin sulit membersihkannya dari sistem ekskresi spt ginjal. Jika memang ingin minum, lebih baik pilih red wine yg mengandung resveratrol antioksidan pencegah pembentukan asam urat. Minum bir hanya membuat nyeri asam urat makin parah.

– Daging merah dan jerohan

Seperti dikatakan sebelumnya daging kaya akan purin. Namun tidak semua daging memiliki kadar purin yang sama. Daging putih biasanya lebih sehat daripada daging merah. Sebenarnya tidak masalah jika Anda mengonsumsi daging merah, tetapi pastikan jangan terlalu sering dan jangan meminum kaldu atau kuahnya yg kental.

– Minuman manis

Hindari konsumsi minuman manis yg mengandung sukrosa dan fruktosa yg tinggi seperti soft drink atau jus buah kemasan. Pemanis buatan yang terkandung di dalamnya juga membuat tubuh lebih banyak memproduksi asam urat. Penelitian menunjukan pria yang mengonsumsi banyak minuman berfruktosa tinggi berisiko lebih tinggi terkena asam urat. Namun demikian, soda water yg hanya mengandung natrium bikarbonat tanpa gula akan melarutkan kristal asam urat shg kristal tsb dapat diekskresikan ke dalam air seni.

– Asparagus

Asparagus, kembang kol, bayam dan jamur basah mengandung lebih banyak purin dibandingkan sayuran lainnya. Tetapi jika Anda tidak terlalu banyak mengonsumsinya, tidak masalah. Menurut Sandon, tubuh juga sebenarnya lebih mudah mengeluarkan purin yang bersumber dari bahan nabati. Hal yg sama juga terjadi pada kacang dan emping.

– Daging burung. Burung yg terbang terus dan jarang minum spt angsa liar juga kaya akan purin krn hewan tsb dapat menyimpan purin dan asam urat dalam tubuhnya sbg bahan utk membentuk alantoin (bagian dari kuning telur).

– Sarden
Selain kandungan purin yg tinggi, ikan sardine yg dikalengkan juga mengandung kuah atau kaldu yang dapat membuat air seni menjadi asam.

Singkatan utk mengingat makanan yg harus dikurangi konsumsinya adalah JASBUKET yg tdd: Jerohan dan Jamur kering, Asparagus, Alkohol, Sarden, Sayuran yg tumbuh cepat spt jamur serta bayem, Burung, Kaldu, Kacang, Emping, dan Tape.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

SEORANG anak bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, karena ia mempunyai sifat berlainan dari orang dewasa. Ia harus tumbuh dan berkembang sampai dewasa agar dapat berguna bagi masyarakat. Walaupun pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, seorang anak dalam banyak hal bergantung kepada orang dewasa, misalnya mengenai makan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dan sebagainya. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang, misalnya keperluan dan lingkungan anak pada waktu tertentu agar anak dapat tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya.

Sebuah organ yang tumbuh berarti organ itu akan menjadi besar, karena sel-sel dan jaringan di antara sel bertambah banyak. Selama pembiakan, sel berkembang menjadi sebuah alat (organ) dengan fungsi tertentu. Pada permulaannya, organ ini masih sederhana dan fungsinya belum sempurna.Lambat laun organ tersebut dengan fungsinya akan tumbuh dan berkembang menjadi organ yang matang, seperti yang diperlukan orang dewasa. Dengan demikian pertumbuhan, perkembangan dan kematangan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain.

Untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimum diperlukan berbagai faktor misalnya makanan harus disesuaikan dengan keperluan anak yang sedang tumbuh. Penyakit infeksi akut maupun kronis menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahan penyakit menular merupakan hal yang penting, di samping diperlukan bimbingan, pembinaan, perasaan aman dan kasih sayang dari ayah dan ibu yang hidup rukun, bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat.

Sebelum bayi lahir terdapat pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sekali, yaitu dari seorang makhluk yang terdiri hanya dari satu sel sampai terjadi seorang bayi yang setelah dilahirkan dapat hidup sendiri terpisah dari ibunya. Triwulan pertama masa embrio sangat penting, karena merupakan masa pembentukan organ dan beberapa organ telah mulai bekerja. Bila dalam masa ini pertumbuhan embrio dipengaruhi oleh obat, penyakit virus atau radiasi, maka akan terjadi perubahan pada organ yang sedang tumbuh tersebut yang selanjutnya akan menyebabkan kelainan bawaan.

Dalam triwulan berikutnya janin lebih tahan, beberapa organ telah selesai pertumbuhannya. Pada masa ini terutama terjadi perkembangan fungsi dan panjang janin juga bertambah. Akhir bulan keempat panjang janin 35 cm (kira-kira 70% dari panjang badan bayi baru lahir). Selama triwulan terakhir, berat badan bertambah dengan cepat sekali dan terutama terdapat penambahan jaringan lemak di bawah kulit. Bayi lahir dengan berat rata-rata 3000 gram dan panjang badan 48 cm di Indonesia, sedangkan di negara maju berat badan rata-rata bayi baru lahir adalah 3300 gram dan panjang 50 cm.

Pada bayi baru lahir besar kepala merupakan 1/4 panjang badan, sedangkan anggota gerak kira-kira 1/4 panjang badan. Besar kepala orang dewasa hanya 1/8 panjang badannya dan anggota geraknya 1/2 panjang badannya. Pada umur 2 tahun, umbilicus merupakan pusat badan, sedangkan pada orang dewasa pusat badan adalah simfisis. Berat fetus 90% terdiri dari air, sedangkan pada bayi baru lahir 70-80% dan pada orang dewasa 50%. Setelah bayi lahir, berat badan akan menurun karena kurangnya minum, kehilangan cairan tubuh melalui kencing, pernafasan kulit dan mekonium. Penurunan fisiologis ini dapat mencapai 10% dari berat badan waktu lahir. Sesudah 10-14 hari berat badan waktu lahir dapat dicapai kembali. Ciri khas dari anak ialah ia selalu berubah baik secara jasmaniah maupun secara fungsionil.

Tahap pertumbuhan anak:

  1. Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun.
  2. Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik.
  3. Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun).
  4. Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti.

Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan 23 cm (dinegeri maju 25 cm), sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (75 cm di negeri maju). Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm per-tahun.

Formula yang dipakai untuk menentukan panjang anak dari umur 3 tahun adalah:

Panjang badan = 80 + 5n cm.

Keterangan: n = jumlah umur dalam tahun

Panjang badan, umur:

1 tahun = 1½ X panjang lahir

4 tahun = 2 X panjang lahir

6 tahun = 1½ X panjang umur 1 tahun

13 tahun = 3 X panjang lahir

dewasa = 2 X panjang umur 2 tahun

Lingkaran kepala bayi baru lahir di Indonesia 33 cm (di negeri maju 35cm), kemudian pada umur 1 tahun menjadi 44 cm (di negeri maju 47 cm). Pada umur 10 tahun menjadi 53 cm dan pada orang dewasa 55-58 cm. Ukuran lingkar kepala penting diketahui yaitu untuk mengetahui perubahan dalam pertumbuhan otak. Selama masa prasekolah, berat badan naik setiap tahun dengan 1 ½-2 Kg di Indonesia (di negeri maju 2-3 Kg).

Formula yang digunakan untuk menentukan berat badan adalah:

Berat badan = 8 + 2n Kg

Keterangan: n = jumlah umur dalam tahun.

Berat badan, umur:

  • 1 tahun = 3 X berat badan lahir
  • 2 ½ tahun = 4 X berat badan lahir
  • 6 tahun = 2 X berat badan umur 1 tahun

Pada masa prasekolah dan sekolah anak akan tampak kurus yaitu karena pertumbuhan beberapa organ, jumlah jaringan lemak di bawah kulit mengurang. Masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa merupakan masa yang sangat penting. Masa ini disebut masa akil balik. Sesaat sebelum dan sewaktu masa akil balik, jaringan lemak terdapat lagi di bawah kulit, sehingga berat badan bertambah pula. Selama masa ini terdapat perbedaan mengenai jaringan lemak yang terdapat di sekitar panggul, payudara dan anggota gerak, sedangkan pada anak pria berat badan setelah akil balik tidak nyata bertambah. Penambahan berat badan ini tergantung dari makanan, hormon dan faktor keturunan.

Pada permulaan akil balik, pertumbuhan cepat sekali. Dalam masa yang pendek ini panjang anak dapat bertambah lebih kurang 10 cm per-tahun. Sampai akil balik pertumbuhan anak pria dan wanita kecepatannya berkurang menurut norma tertentu, tetapi setelah itu terdapat perbedaan. Pada wanita di negeri maju akil balik mulai 2 tahun lebih cepat dari pada pria (growthspurt) sehingga pertumbuhan cepat terdapat lebih dahulu daripada pria. Namun jalannya pertumbuhan pria selama masa akil balik lebih cepat dibandingkan dengan anak wanita. Anak pria tumbuh dua tahun lebih lama dengan kecepatan 5 cm pertahun dan pada masa akil balik tumbuh beberapa cm lebih cepat daripada anak wanita, sehingga panjang anak pria kira-kira 12 cm lebih panjang dari anak wanita.

Penyakit akut yang berat dapat menghambat pertumbuhan anak, tapi bila hambatan yang terjadi tidak besar, maka keterlambatan pertumbuhan tersebut masih dapat dikejar. Selain penyakit, makanan, keadaan sosial-ekonomi, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, yaitu:

  1. Faktor genetis Tidak semua orang mempunyai panjang/tinggi badan yang sama. Kemampuan untuk menjadi panjang atau pendek diturunkan menurut ketentuan tertentu, sehingga anak yang tinggi biasanya berasal dari orang tua yang tinggi pula.
  2. Beberapa hormon yang mempengaruhi pertumbuhan.
  3. Hormon pertumbuhan hipofisis mempengaruhi pertumbuhan jumlah sel tulang.
  4. Hormon tiroid yang mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan tulang.
  5. Hormon kelamin pria di testis dan kelenjar suprarenalis dan pada wanita di kelenjar suprarenalis, merangsang pertumbuhan selama jangka waktu yang tidak lama. Di samping itu hormon tersebut juga merangsang pematangan tulang sehingga pada suatu waktu pertumbuhan berhenti. Hormon ini bekerja terutama pada pertumbuhan cepat selama masa akil balik.

Perubahan tubuh pada masa akil balik berlangsung karena pengaruh hormon kelamin dan hipofisis. Pada permulaan akil balik terdapat penambahan berat badan yang mencolok disertai dengan penambahan panjang badan. Pada anak wanita terdapat pembesaran uterus, ovarium, vagina pada umur8-10 tahun. Organ-organ ini mencapai kedewasaan pada umur 18-20 tahun. Pertumbuhan kelamin sekunder dimulai dengan membesarnya payudara yang didahului oleh pembesaran dan pigmentasi puting dan areola mamae. Bersamaan dengan ini pinggul menjadi lebar karena tulangnya menjadi lebar. Satu tahun kemudian terdapat pertumbuhan rambut di daerah pubis, setengah tahun kemudian terdapat pertumbuhan rambut di ketiak. Pada waktu ini terjadi menstruasi pertama, yang di negeri maju dimulai pada umur kira-kira 13 ½ tahun. Menstruasi ini berlangsung tidak teratur pada tahun pertama, tetapi kemudian menjadi teratur pada umur 16-18 tahun.

Pada anak pria, permulaan akil balik ditandai dengan pembesaran penis, testis dan scrotum. Pertumbuhan berupa pigmentasi dan kerut-kerutan juga terjadi pada scrotum. Ejakulasi terjadi pada umur kira-kira 15-16 tahun. Tidak lama sesudah pembesaran organ kelamin, terdapat pertumbuhan rambut di pubis, ketiak, kumis, janggut. Kemudian terdapat perubahan suara. Muka menjadi lebih jelas, bahu menjadi lebar dan terdapat penambahan jumlah dan kekuatan otot-otot. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa anak pria pada umur 18-20 tahun jasmaninya telah meningkat. Seluruh perkembangan gejala akil balik berlangsung menurut norma tertentu, walaupun juga terdapat perbedaan kecepatan antara anak yang satu dibandingkan dengan anak yang lain. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan, beberapa hormon, makanan dan adanya hambatan oleh penyakit. Gejala yang tidak sama untuk seluruh dunia ialah bahwa rata-rata manusia sekarang lebih cepat mengalami akil balik dan menjadi ebih tinggi. Hal ini akan mengakibatkan masalah bagi remaja maupun orang tuanya.

 

Prinsip Penanganan Kaki Diabetes

Prinsip Penanganan Kaki Diabetes

Kontrol metabolik : pengendalian keadaan metabolik sebaik mungkin seperti pengendalian kadar gula darah, kolesterol, dan sebagainya.

Kontrol vaskular: perbaikan suplai vascular(kecukupan aliran darah), biasanya dibutuhkan pada keadaan kerusakan pembuluh darah tepi, dilakukan dengan operasi atau angioplasty.

Kontrol infeksi: pengobatan infeksi secara agresif, jika terlihat tanda klinis infeksi.

Kontrol lukal: pembuangan jaringan terinfeksi dan jaringan mati secara teratur

Kontrol tekanan: mengurangi tekanan. Tekanan yang berulang dapat menyebabkan perlukaan, sehingga harus dihindari. Hal itu sangat penting dilakukan pada luka akibat kerusakan saraf, dan diperlukan pembuangan kalus dan memakaikan sepatu yang pas yang berfungsi untuk mengurangi tekanan. Gunakan alas kaki yang cocok dengan bentuk kaki, 1-2 cm lebih panjang dari ukuran kaki. gunakan selalu alas kaki baik didalam maupun diluar rumah. Kalau perlu buat sepatu yang dibuat khusus menyesuaikan dengan bentuk atau kelainan kaki yang ada.

Kontrol edukasi: penyuluhan yang baik.

o   Edukasi perawatan kaki harus diberikan secara rinci pada semua orang dengan luka maupun neuropati perifer atau peripheral arterial disease.

  1. Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan air.
  2. Periksa kaki setiap hari, dan laporkan pada dokter apabila ada kulit terkelupas atau daerah kemerahan atau luka.
  3. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakaikannya.
  4. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, dan mengoleskan krim pelembab ke kulit yang kering.
  5. Gunting kuku dengan cara yang benar, jangan membuat luka dan jangan sampai kuku tumbuh ke dalam daging.
  6. Bersihkan kaki setiap hari.
  7. Setiap 4-6 jam lepaskan sepatu
  8. Gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki untuk melancarkan sirkulasi darah.
  9. Jangan merendam kaki
  10. Jangan menggunakan botol panas/peralatan listrik untuk memanaskan kaki.
  11. Jangan menggunakan silet untuk mengurangi kapalan.
  12. Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan mata ikan.
  13. Jangan menggunakan sikat tajam atau pisau untuk kaki.
  14. Jangan membiarkan luka di kaki sekecil apa pun.

o   Edukasi perawatan kaki harus dilakukan secara teratur.

 

(dari berbagai sumber)

Kaki Diabetes

Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes pada berbagai organ tubuh. Data epidemiologis di luar negeri menunjukkan 4-10% diabetisi akan mengalami masalah kaki dibetes. Sebagian terbesar (40-70%) amputasi kaki terkait dengan diabetes.

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama akan menimbulkan beban kepada jaringan tubuh.

Gula darah yang merupakan nutrisi tubuh, karena jumlahnya berlebih malah menjadi racun bagi sel-sel tubuh. Penumpukkan racun itu akan mengganggu pembuluh darah dan sel saraf.

Pembuluh darah mengalami kerusakan dan tidak dapat menyediakan kebutuhan nutrisi dan oksigen kepada jaringan tubuh yang membutuhkan. Akibatnya, jaringan tubuh menjadi tidak sehat, sel-selnya kekurangan nutrisi dan dalam waktu lama menjadi rusak. Keadaan jaringan yang tidak sehat ini juga menjadi rentan terhadap masalah infeksi, karena sistem imunitas jaringan juga menjadi tidak optimal.

Kerusakan sel saraf tepi khususnya pada tungkai kaki menyebabkan kulit kaki mengalami pengurangan sensasi. Selain itu ditemukan juga kelemahan otot-otot intrinsik kaki, sehingga otot tersebut tidak dapat mempertahankan struktur-struktur dalam kaki terhadap pengaruh berat badan dan tekanan dari luar (misal: sepatu, alas kaki yang lain).

Kondisi-kondisi di atas menyebabkan kaki rentan mengalami luka dan infeksi.

Langkah-langkah deteksi dini kaki diabetik meliputi:

  • Adanya keluhan kaki kesemutan atau Baal (kulit teras tebal)
  • Adanya perubahan bentuk kaki seperti jari yang bengkok, kulit kering dan pecah-pecah, mata ikan, dll
  • Denyut nadi kaki melemah
  • Melakukan pemeriksaan dengan MONOFILAMEN
  • Melakukan pengukuran tekanan pembuluh darah di kaki dengan DOFLER.

Dengan melakukan deteksi dini kaki diabetik maka bisa diketahui upaya-upaya pencegahan yang perlu dilakukan.

Masalah kaki diabetes

Kalus
Merupakan penebalan kulit yang umumnya terjadi di telapak kaki, terutama di bagian yang menonjol. Kalus disebabkan gesekan atau tekanan berulang pada daerah yang sama, juga karena distribusi berat badan yang tidak seimbang, sepatu yang tidak sesuai (kesempitan), atau kelainan kulit. Kalus dapat menjadi berkembang menjadi infeksi, terlebih bila dimanipulasi ( dikorek, digunting)

Kulit melepuh

Terjadi jika sepatu selalu menggesek kaki pada daerah yang sama. Disebabkan penggunaan sepatu yang kurang pas atau tanpa kaus kaki. Kulit melepuh dapat berkembang menjadi infeksi. Penanganan kulit melepuh adalah dengan tidak meletuskannya.

Kuku kaki yang tumbuh ke dalam

Terjadi ketika ujung kuku tumbuh ke dalam kulit dan menimbulkan tekanan yang dapat merobek kulit sehingga kulit bengkak kemerahan dan terinfeksi. Kuku kaki yang tumbuh ke dalam dapat terjadi jika memotong kuku sampai ke ujung, dapat pula disebabkan pemakaian sepatu yang terlalu ketat atau trauma kaki karena aktivitas seperti berlari dan aerobik. Jika ujung kuku kaki kasar, pergunakan kikir untuk meratakannya.

Pembengkakan ibu jari kaki

Terjadi jika ibu jari kaki condong ke arah jari di sebelahnya sehingga menimbulkan kemerahan, rasa sakit, dan infeksi. Dapat terjadi pada salah satu atau kedua kaki karena penggunaan sepatu berhak tinggi dan ujung yang sempit.

Jari kaki bengkok

Terjadi ketika otot intrinsik  kaki menjadi lemah. Kerusakan saraf karena diabetes dapat menyebabkan kelemahan ini. Otot yang lemah dapat menyebabkan tendon (jaringan yang menghubungkan otot dan tulang) di kaki memendek sehingga jari kaki menjadi bengkok. Akan menimbulkan masalah dalam berjalan dan kesulitan menemukan sepatu yang tepat. Dapat juga disebabkan pemakaian sepatu yang terlalu pendek.

Kulit kaki kering dan pecah

Dapat terjadi karena kerusakan saraf pada kaki. Sehingga kulit kaki berkurang memproduksi keringat yang akan menjaga kulit tetap lembut dan lembab. Kulit yang kering dapat pecah. Adanya pecahan pada kulit dapat membuat kuman masuk dan menyebabkan infeksi. Dengan gula darah anda yang tinggi, kuman akan mendapatkan makanan untuk berkembang sehingga memperburuk infeksi.

Iskemi pada kaki memberikan dua gambaran klinik yang berbeda,yaitu nyeri istirahat (rest pain) dan gangren. Pada nyeri istirahat kaki teraba dingin dan tampak merah muda. Perasaan nyeri seperti terbakar pada seluruh kaki dan biasanya memburuk di malam hari. Gangren hampir selalu dimulai pada ibu jari kaki. Biasanya tanpa nyeri, warna keungu-unguan kemudian menjadi hitam dan kering. Bila disertai infeksi,gangren menjadi basah dan berbau khas.

Demam Chikungunya

Demam Chikungunya disebabkan oleh infeksi virus Chikungunya. Virus ini masih satu keluarga dengan Virus Dengue, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes Albopictus yang juga nyamuk penular DBD.

Demam Chikungunya sering rancu dengan DBD karena mempunyai gejala yang awal yang hamper sama, tetapi gejala nyeri sendi merupakan gejala yang penting pada demam Chikungunya. Tetapi untuk pasti membedakannya adalah dengan pemeriksaan laboratorium darah pada demam hari ke 3. Serangan demam Chikungunya dalam bentuk KLB (kejadian luar biasa) sudah sering terjadi, terutama pada musim penghujan.

Nyamuk Aedes yang sudah terinfeksi virus Chikungunya bila menggigit manusia akan menularkan virus Chikungunya. Di dalam tubuh manusia, virus tidak serta merta menimbulkan gejala, tetapi memerlukan masa berkembangbiakan (masa tunas) 1-12 hari untuk dapat menimbulkan gejala.

Gejala-gejala Demam Chikungunya adalah

  • Demam mendadak tinggi, disertai menggigil dan muka kemerahan. Panas tinggi selama 2-4 hari kemudian kembali normal.
  • Sakit persendian. Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering muncul sebelum timbul demam dan dapat bermanifestasi berat, sehingga kadang penderita merasa lumpuh. Sendi yang sering dikeluhkan: sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang.
  • Nyeri otot. Nyeri bisa terjadi pada seluruh otot atau pada otot bagian kepala dan daerah bahu. Kadang terjadi pembengkakan pada pada otot sekitar mata kaki.
  • Bercak kemerahan ( ruam ) pada kulit. Bercak kemerahan ini terjadi pada hari pertama demam, tetapi lebih sering pada hari ke 4-5 demam. Lokasi biasanya di daerah muka, badan, tangan, dan kaki. Kadang ditemukan perdarahan pada gusi.
  • Nyeri kepala: nyeri kepala merupakan keluhan yang sering ditemui.
  • Kejang, biasanya pada anak karena panas yang terlalu tinggi, jadi bukan secara langsung oleh penyakitnya.
  • Gejala lain. Gejala lain yang kadang dijumpai adalah pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher.

Penderita demam Chikungunya sebaiknya diisolasi dari gigitan nyamuk, sehingga dapat mencegah penularan ke orang lain. Setiap orang dapat mencegah gigitan nyamuk vektor dengan kelambu, repelan, obat nyamuk bakar dan semprot atau dengan kasa anti nyamuk.

Pencegahan terbaik adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Adanya gerakan PSN di suatu desa atau wilayah hunian akan berdampak pada penurunan angka kejadian Demam Chikungunya.

Pengobatan demam Chikungunya adalah pengobatan simptomatis (menghilangkan gejala) dengan obat demam, dan  atau anti-nyeri, disertai istirahat, dan makan minum cukup. Perjalanan penyakit ini umumnya cukup baik, karena bersifat self limited, yakni akan sembuh sendiri.

Belum ditemukan obat spesifik untuk penyakit ini. Juga belum ditemukan vaksinasi yang berguna sebagai tindakan preventif. Namun pada penderita yang telah terinfeksi timbul imunitas / kekebalan terhadap penyakit ini dalam jangka panjang.

http://www.chikungunya.in

http://www.who.int

Dispepsia

DISPEPSIA “pencernaan yang jelek”

Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pencernaan yang jelek”. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini.

Dispepsia merupakan  suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman, mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh/sebah), kembung, sendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. Gejala itu bisa akut, berulang, dan bisa juga menjadi kronis. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus.

Penyebab dispepsia bervariasi dari psikis sampai kelainan serius seperti kanker lambung. Ada dua tipe dispepsia yakni organik dan fungsional.

Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang terjadi tanpa adanya kelainan organ lambung, baik dari pemeriksaan klinis, biokimiawi hingga pemeriksaan penunjang lainnya, seperti USG, Endoskopi, Rontgen hingga CT Scan.

Dispepsia organik adalah dispepsia yang disebabkan adanya kelainan struktur organ percernaan(perlukaan, kanker)

Dispepsia fungsional berhubungan dengan ketidaknormalan pergerakan (motilitas) dari saluran pencernaan bagian atas (kerongkongan, lambung dan usus halus bagian atas). Selain itu, bisa juga dispepsia jenis itu terjadi akibat gangguan irama listrik dari lambung. Sebab lain bisa juga karena infeksi bakteri lambung Helicobacter pylori.

Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan dispepsia adalah menelan terlalu banyak udara, misalnya, mereka yang mempunyai kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara). Atau mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah (biasanya  konsistensi makanannya cair). Keadaan itu bisa membuat lambung merasa penuh atau bersendawa terus. Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan dispesia adalah merokok, konsumsi kafein (kopi), alkohol, atau minuman yang sudah dikarbonasi (softdrink), atau makanan yang menghasilkan gas ( tape, nangka, durian). Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti suplemen besi/kalium, anti-nyeri tertentu, antibiotika tertentu, dan anti-radang. Obat-obatan itu sering dihubungkan dengan keadaan dispepsia.

Yang paling sering dilupakan orang adalah faktor stres/tekanan psikologis yang berlebihan. Pada pasien diabetes pun dapat mengalami dispepsia karena gerakan lambungnya mengalami gangguan akibat kerusakan saraf.

Diagnosis Banding

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)/Penyakit refluks asam lambung dapat menjadi salah satu kemungkinan dari kumpulan gejala tersebut. Umumnya, penderita penyakit ini sering melaporkan nyeri perut bagian ulu hati. Kemungkinan lain, irritable bowel syndrome (IBS) yang ditandai dengan nyeri perut yang berulang, yang berhubungan dengan buang air besar yang tidak teratur dan perut kembung.

Kurang lebih sepertiga pasien dispepsia fungsional memperlihatkan gejala yang sama dengan IBS. Sehingga dokter harus selalu menanyakan pola BAB kepada pasien untuk mengetahui apakah pasien menderita dispepsia fungsional atau IBS. Pankreatitis kronik juga dapat dipikirkan. Gejalanya berupa nyeri perut atas yang hebat dan konstan. Biasanya menyebar ke belakang.

Mencari tahu sebab dari dispepsia tidaklah mudah. Dalam dunia kedokteran, diagnosis harus ditegakkan dulu sebelum memberi pengobatan. Dalam hal itu pengobatan dispepsia boleh dibilang relatif sukar karena untuk mengetahui dengan pasti penyebab penyakit itu relatif tidak gampang.

Dokter harus dengan teliti membedakan antara dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk oleh para dokter, yaitu sebagai berikut.

  • Nyeri ulu hati yang terjadi pada malam hari dan berkurang dengan pemberian antasid, cenderung dihubungkan dengan luka pada lambung (peptic ulcer).
  • Pada dispepsia fungsional, tidak terjadi komplikasi dari perdarahan seperti kurang darah, penurunan berat badan atau muntah-muntah.
  • Nyeri atau ketidaknyamanan akibat IBS dapat terjadi pada ulu hati. Untuk membedakannya dengan dispepsia adalah dengan memperhatikan pola buang air besar.
  • Dengan pemeriksaan fisik saja, sangat sukar membedakan dispepsia fungsional dan organik

Intervensi dini terhadap dispepsia adalah dengan mengkonsumsi obat yang bisa menetralkan atau menghambat produksi yang berlebih asam lambung. Bisa juga diberikan obat yang memperbaiki pergerakan lambung. Apabila setelah dua minggu obat yang diberikan tidak bermanfaat, biasanya dokter akan memeriksa dengan peralatan khusus (endoskopi).

Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung, menghindari faktor risiko seperti alkohol, makanan yang pedas, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok, dan stress serta mengatur pola makan.

Pemeriksaan Endoskopi bisa dilakukan jika sebagai berikut:

  • Masih mengalami nyeri pada lambung meskipun telah minum obat selama delapan minggu.

Nyeri berkurang atau hilang sesaat untuk kemudian muncul kembali.

 

REFERENSI

Manjoer, A, et al, 2000, Kapita selekta kedokteran, edisi 3, Jakarta, Medika aeusculapeus
Suryono Slamet, et al, 2001, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, edisi , Jakarta, FKUI

Dislipidemia

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme* lipid (lemak) yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lemak dalam darah. Kelainan fraksi lipid yang paling utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), kenaikan kadar trigliserida serta penurunan kadar HDL(kolesterol baik). Idealnya kadar HDL dalam tubuh harus tinggi dan kadar LDL, TG dan kolesterol total tidak boleh berlebih.

Kolesterol merupakan salah satu dari komponen lemak itu sendiri. Kehadiran lemak sendiri dalam tubuh kita sesungguhnya memiliki fungsi sebagai zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi lainnya seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

  • Kolesterol mempunyai fungsi dalam tubuh yaitu untuk melapisi dinding sel tubuh, membentuk asam empedu, membentuk hormon seksual, berperan dalam pertumbuhan jaringan saraf dan otak. Kolesterol sebanyak 75% dibentuk di organ hati sedangkan 25% diperoleh dari asupan makanan.
  • Kenaikan kadar kolesterol di atas nilai normal diantaranya disebabkan oleh berlebihnya asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan serta makanan-makanan yang dewasa ini disebut sebagai makanan sampah (junkfood).
  • Trigliserida adalah asam-asam lemak dan merupakan jenis lemak yang paling banyak di dalam darah.
  • Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah (hipertrigliseridemia) juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Tingginya trigliserida sering disertai dengan keadaan kadar HDL rendah. Sementara yang lebih mengerikannya lagi, ditemukan pula pada kadar trigliserida diatas 500 mg/dl dapat menyebabkan peradangan pada pankreas.
  • Kadar trigliserida dalam darah banyak dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan kegemukan.
  • HDL dikatakan kolesterol baik karena berperan membawa kelebihan kolesterol di jaringan kembali ke hati untuk diedarkan kembali atai dikeluarkan dari tubuh. HDL ini mencegah terjadinya penumpukkan kolesterol di jaringan, terutama di pembuluh darah.
  • LDL dikatakan kolesterol jahat karena LDL berperan membawa kolesterol  ke sel dan jaringan tubuh. Sehingga bila jumlahnya berlebihan, kolesterol dapat menumpuk dan mengendap pada dinding pembuluh darah dan mengeras menjadi plak. Plak dibentuk dari unsur lemak, kolesterol, kalsium, produk sisa sel dan materi-materi yang berperan dalam proses pembekuan darah. Hal inilah yang kemudian dapat berkembang menjadi menebal dan mengerasnya pembuluh darah yang dikenal dengan nama aterosklerosis. Nilai LDL dan HDL berdampak terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nilai LDL yang tinggi dikaitkan dengan risiko tinggi terhadap serangan jantung, sebaliknya HDL tinggi dikaitkan dengan risiko rendah.

Pemeriksaan penyaring untuk profil lipid sebaiknya dilakukan orang dewasa berusia diatas 30 tahun atas anjuran petugas kesehatan atau atas permintaan sendiri. Pemeriksaan selektif harus dilakukan pada mereka yang berisiko tinggi untuk terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu:

  • Bukti adanya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan atau manifestasi penumpukan plak lemak di pembuluh darah yang lain.
  • Riwayat keluarga PJK usia dini.
  • Riwayat keluarga dengan dislipidemia
  • Bukti adanya faktor risiko PJK yang lain (DM, Hipertensi, Obesitas, Merokok)
  • Atau atas permintaan sendiri.
Profil Lipid Diinginkan Diwaspadai Berbahaya
·         Kolesterol <200 200-239 >240
·         Trigliserida <150 150-199 >200
·         HDL >45 36-44 <35
·         LDL <130 130-159 >160

Angka patokan kadar lipid yang memerlukan pengelolaan, penting dikaitkan dengan terjadinya komplikasi jantung dan pembuluh darah. Dari berbagai penelitian jangka panjang di negara-negara barat, yang dikaitkan dengan besarnya resiko untuk terjadinya Penyakit Jantung dan Pembuluh darah, dikenal patokan kadar kolesterol total sbb :

  1. a) Kadar yang diinginkan dan diharapkan masih aman (desirable) adalah < 200 mg/dl
  2. b) Kadar yang sudah mulai meningkat dan harus diwaspadai untuk mulai dikendalikan   (bordeline high) adalah 200-239 mg/dl
  3. c) Kadar yang tinggi dan berbahaya bagi pasien (high) adalah > 240 mg/dl .

Manajemen Dislipidemia

  1. Umum

Pilar utama pengelolaan dislipidemia adalah upaya non obat yang meliputi

  • Pengelolaan berat badan
  • Pengelolaan diet
  • Latihan jasmani

Pengelolaan Berat Badan

Ada beberapa cara mengetahui berat badan ideal, yaitu:

Indeks Massa Tubuh (IMT)= BB(kg) / TB(m2)

Klasifikasi:

BB kurang     <18,5

BB normal     18,5-22,9

BB lebih        ≥23,0

Berat badan Ideal (BBI) = 90% x (TB-100)x 1 kg.

Bagi pria dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan

wanita kurang dari 150 cm, rumus dimodifikasi menjadi:

Berat badan ideal(BBI)= (TB-100)x 1 kg

BB normal     : BBI ±10%

Kurus            :

Gemuk                    :>BBI+10%

Contoh: A mempunyai BB 70kg dengan tinggi badan 165cm,apakah BB A ini normal?

BBI= 90% x (165-100)x1kg=58,5kg

BB normal= 58,5 ±5,85= 52,65 sampai 64,35 kg, Jadi A termasuk dalam kategori gemuk.

Berdasarkan IMT:

IMT= 70kg/ (1,65)²= 70/2,7225 = 25,71

Berdasarkan IMT, A termasuk kategori BB lebih.

Kesimpulannya: A memerlukan pengelolaan berat badan, dengan pengelolaan diet dan olahraga.

Pengelolaan diet

Pengelolaan diet dimulai dengan menilai pola makan pasien, mengidentifikasi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol serta seberapa sering keduanya dimakan. Jika diperlukan ketepatan yang lebih tinggi untuk menilai asupan gizi, perlu dilakukan penilaian yang lebih rinci, yang biasanya membutuhkan bantuan ahli gizi. Hasil diet ini terhadap kolesterol serum dinilai setelah 4-6 minggu dan kemudian setelah 3 bulan.

Yang perlu diperhatikan pada diet ini:

  • Prinsip modifikasi jenis makanan:
  • Skip (menghindari makanan berlemak dan manis)
  • Trim(membuang lemak pada daging)
  • Pick(memilih blender sayuran dibandingkan jus buah manis)
  • Chew( mengunyah makanan samapai halus, 32 kali kunyahan)
  • Nick(mengurangi jumlah makanan berisiko)
  • Menggantikan karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana: merupakan makanan yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat sederhana juga tidak bisa menyimpan cadangan glikogen, misalnya nasi putih, roti, terigu, produk makanan jadi( biskuit, snek, gula-gula)

Karbohidrat kompleks: membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah menjadi gula darah, sehingga tidak mudah melepaskan gula ke dalam darah. Contoh: roti gandum, sereal gandum, nasi merah, jagung, ubi dan singkong, oatmeal

  • Makanan Termogenik (membakar kalori): cabai, air es, teh hijau, jeruk nipis, cuka apel, tahu, tempe, dan berbagai produk kedelai lainnya, telur (tanpa kuning), daging ayam (tanpa kulit), ikan kakap, ikan tuna, ikan kembung, ikan tongkol, ikan belanak, berbagai jenis udang, kepiting, kerang.
  • Hindari pengggunaan lemak jenuh.

Kebanyakan berasal dari lemak hewani:  daging, makanan laut, produk susu penuh lemak seperti keju, susu, es krim, kulit unggas, dan kuning telur. Beberapa tumbuhan juga tinggi lemak jenuh seperti kelapa, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol total lebih dari kolesterol diet karena cenderung meningkatkan baik HDL maupun LDL, sehingga penting untuk membatasi lemak jenuh.

  • Hindari penggunaan lemak trans.Asam lemak trans adalah lemak yang diproduksi melalui pemanasan minyak sayur dengan adanya kehadiran hidrogen. Proses ini disebut hidrogenasi. Kebanyakan lemak trans dalam diet orang Amerika dijumpai dalam makanan seperti makanan olahan, makanan ringan, dap lain-lain. Lemak trans bahkan memperburuk kadar kolesterol ketimbang lemak jenuh karena meningkatkan LDL dan menurunkan HDL.
  • Ganti penggunaan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh.Lemak tak jenuh dijumpai pada produk lemak nabati seperti minyak sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ada dua kategori utama, yaitu lemak tak jenuh rangkap banyak yang dijumpai dalam konsentrasi tinggi pada minyak bunga matahari, jagung, dan kedelai, dan minyak tak jenuh tunggal yang dijumpai dalam konsentrasi tinggi pada minyak kanola, zaitun, kacang tanah. Dalam studi di mana lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat, lemak baik ini menurunkan LDL dan meningkatkan kadar HDL.
  • Cara memasak
  1. Memasak lebih diutamakan dengan merebus, mengukus, menumis, hindari memanggang.
  2. Sayuran sebaiknya dimasak setengah matang.
  3. Gunakan penggorengan anti lengket, sehingga mengurangi penggunaan minyak goreng.
  4. Dihindari cara masak dengan banyak minyak (contoh: menggoreng)

Latihan jasmani

Latihan fisik yang minim menjadi faktor risiko berkembangnya penyakit koroner, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Mengapa aktivitas fisik penting? Aktivitas fisik secara rutin bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita dalam berolahraga. Dan yang tak kalah penting adalah untuk pencegahan primer maupun sekunder dari penyakit jantung dan pembuluh darah. Kurang gerak merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Bila dilakukan secara rutin, aktivitas fisik bisa membantu mengontrol kadar lipid dalam darah, diabetes, dan obesitas.

Ada beberapa alasan penting, mengapa aktivitas fisik bisa menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Di antaranya, meningkatkan kelenturan otot serta menguatkan dan memperpanjang daya tahan otot. Aktivitas yang banyak menggunakan otot lengan dan paha, atau disebut aerobik, akan membuat kerja jantung lebih efisien, baik saat olahraga maupun saat istirahat. Sedangkan aktivitas seperti jalan cepat, lompat tali, joging, bersepeda, hiking, atau dansa adalah contoh aktivitas aerobik yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan fisik.

Program olahraga yang didesain untuk meningkatkan kemampuan fisik, dibuat berdasarkan rumus FIT:

  • Frekuensi (seberapa sering: berapa hari dalam seminggu)
  • Intensitas (seberapa berat latihan yang dilakukan: ringan, sedang, atau sangat aktif)
  • Time (berapa lama: misalnya sebulan untuk masing-masing sesi).
  1. KHUSUS

Bila upaya non obat belum memberikan hasil yang maksimal, maka kita dapat menggunakan bermacam-macam obat  tergantung dari jenis dislipidemia. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuan dari pada obat obat tersebut dalam mempengaruhi HDL, Trigliserida, LDL, dan juga diperhatikan pengaruh atau efek samping dari pada obat-obat tersebut .

Saat ini didapat beberapa golongan obat :

1) Golongan resin ( sequestrants )

2) Asam nikotinat dan Acipimox

3) Golongan Statin (HMG-CoA Reductase Inhibitor)

4) Derivat Asam Fibrat

5) Probutol 1

6) Lain – lain

* Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel.

REFERENSI

http://www.aafp.org/afp

Pedoman Deteksi, Prevensi dan Tatalaksana Dislipidemia dalam penanggulangan Penyakit Jantung Koroner, PERKI edisi 1995.

 

Asma pada Anak

Anak dengan batuk membandel, bisa jadi merupakan gejala asma…….

Asma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan bernafas.  Asma merupakan suatu penyakit peradangan  saluran napas yang sifatnya kronik (menahun).Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama sekali pada anak mulai usia 5 tahun.

Asma diambil dari bahasa Yunani  “asthma” yang berarti ‘sukar bernapas’. Penyakit asma ditandai dengan tiga hal, antara lain mengkerutnya  saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebih pada saluran napas.

Penyakit ini merupakan salah satu manifestasi alergi. Jika salah satu atau kedua orangtua, atau kerabat lain(kakek, nenek, paman, bibi) mengidap alergi, maka si anak memiliki bakat besar untuk alergi. Seorang anak dengan salah satu orangtua yang menderita asma memiliki resiko 25 % memiliki asma, jika kedua orangtua memiliki asma, resikonya meningkat menjadi 50 %. Dalam riwayat keluarga, biasanya ditemui asma, serta bentuk lain penyakit alergi, seperti eksim, pilek alergi, atau alergi obat maupun makanan.

Anak yang ibunya merokok selama hamil lebih mungkin terkena asma. Anak di lingkungan perkotaan lebih mungkin memiliki asma, terutama sekali jika mereka berasal dari kelompok sosial ekonomi rendah. Meskipun asma berpengaruh dengan persentasi yang tinggi pada anak berkulit hitam dibandingkan dengan anak berkulit putih, peranan genetik berpengaruh dalam meningkatnya asma adalah kontroversi karena anak berkulit hitam juga lebih mungkin untuk tinggal di daerah perkotaan. Anak yang menghadapi alergen dengan konsentrasi tinggi, seperti debu atau kotoran kecoa, pada usia dini lebih mungkin menderita terkena asma.

Sebagian besar asma pada anak menghilang saat dewasa. Sebagian lagi terbawa sampai dewasa.

GEJALA KLINIS ASMA PADA ANAK

Anak dengan batuk membandel, bisa jadi merupakan gejala asma. Batuk membandel adalah batuk yang berlangsung lama (dua minggu lebih), sulit sembuh, timbul berulang dalam jangka pendek, atau membaik sebentar namun timbul lagi.

Gejala klinis asma bervariasi dari yang ringan sampai berat. Gejala khas asma adalah adanya sesak napas yang berulang disertai napas berbunyi. Batuk kering merupakan gejala awal yang biasanya terjadi pada malam dan menjelang pagi hari Selanjutnya batuk disertai dahak yang kental. Gejala ini sering disertai pilek-pilek (rinitis alergika). Gejala ini biasanya terjadi setelah 4 – 8 jam kontak dengan pemicu.

Hal yang mendukung ke arah asma diantaranya :

Batuk timbul jika terpajan dengan faktor pencetus yang banyak sekali bentuk dan macamnya. Batuk asma pada anak memberikan ciri lain yang lebih berat pada malam atau dini hari. Terkadang, perbedaan intensitas batuk pada siang dan malam hari, demikian ekstrem. Siang, tanpa batuk sama sekali, lalu malam justru hebat sampai anak tidak bisa tidur. Tentu orang tua ikut terganggu tidurnya. Akibatnya anak mengantuk di sekolah, dan orang tuanya mengantuk saat bekerja.

Hal lain yang memperkuat diagnosis asma ialah respons yang baik dengan obat asma. Sering karena tidak terdiagnosis asma, pasien dengan batuk bandel diberikan obat penekan batuk, tapi bentuknya malah kian menjadi. Pasien asma memang tidak boleh diberikan obat tadi. Pasien akan mereda batuknya jika diberikan obat asma.

Untuk mengonfirmasi diagnosis asma, perlu dilakukan pemeriksaan khusus berupa uji fungsi paru. Untuk melaksanakannya, pasien perlu melakukan jurus yang cukup kompleks. Biasanya, anak berusia dibawah tujuh tahun belum mampu melakukannya sehingga pemerikssaan ini terbatas digunakan pada anak kecil.

PENYEBAB

Hingga saat ini penyebab asma belum diketahui. Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli di bidang asma untuk menerangkan sebab terjadinya asma, namun belum satu pun teori atau hipotesis yang dapat diterima atau disepakati semua para ahli.

Anak penderita asma mempunyai sifat yang hiperresponsif, mempunyai respon berlebih terhadap suatu pencetus yang bagi anak yang tidak menderita asma tidak menimbulkan respon. Semua pencetus ini menghasilkan reaksi serupa ; sel tertentu di saluran udara melepaskan zat kimia. Zat-zat ini menyebabkan saluran napas menjadi meradang dan bengkak dan merangsang sel otot pada dinding saluran napas mengkerut, meningkatkan produksi lendir pada saluran napas.. Setiap reaksi ini memicu  pengecilan saluran napas secara tiba-tiba (serangan asma). Pada kebanyakan anak-anak, saluran napas kembali normal di antara serangan asma.

 

PENCETUS ASMA

►   Debu rumah

►   Tungau debu rumah

►   Bulu binatang

  • Anjing
  • Kucing
  • Ayam
  • Burung

►   Kecoa

►   Kapuk

►   Makanan

  • Dingin
  • Coklat
  • Kacang tanah
  • Tomat
  • Rambutan
  • Pengawet dan pewarna makanan
  • Dan yang mengandung MSG

►   Kegiatan jasmani berlebihan

  • Naik sepeda
  • Lari
  • Aktivitas fisik lainnya

►   Naiknya isi lambung ke esofagus / gastroesofageal refluks (GER) terjadi bila anak tidur datar

►   Psikis

►   Stress

►   Kombinasi

►   Asap

  • Rokok
  • Obat nyamuk
    • Dibakar
    • Disemprot
    • Listrik/elektrik
  • Dapur
  • Hairspray
  • Deodorant
  • Bau yang tajam
  • Pengharum ruangan
  • Pembakaran sampah

►   Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) :

    • ISPA- Atas,  (Flu, Sinusitis)
    • ISPA – Bawah

 

PENANGGULANGAN

  1. UPAYA PENCEGAHAN
    • Penghindaran faktor pencetus. Termasuk pencegahan dini  mulai pada ibu hamil, bayi,  ibu menyusui, dan seterusnya.
    • Pemakaian obat-obat.
  1. UPAYA PENGOBATAN
  • Penggunaan obat-obat untuk melebarkan saluran napas yang menyempit.
  • Hasil pengobatan terbaik untuk jangka panjang hanya dapat dicapai bila disamping pengunaan obat juga penghindaran terhadap faktor.

Peranan orang tua

  • Identifikasi dan pengendalian pencetus serangan asma dan hal-hal yang dapat memberatkan asma.
  • Penyediaan obat dan pemberian obat yang tepat.
  • Pengenalan tanda-tanda awal serangan.
  • Mengetahui kapan harus membawa anaknya ke dokter, RS, IGD.
  • Menjaga kesehatan pada umumnya.
  • Membina suasana keluarga.

Memantau kemajuan/kemunduran keadaan asma anak.

Bahaya Merokok

Dengan merokok, Anda menginvestasikan sejumlah penyakit berbahaya…..

Merokok menyebabkan sejumlah efek kesehatan yang berbahaya baik bagi perokok (aktif) maupun bagi orang lain sebagai perokok pasif karena asap rokok yang terhirup.

Apa yang terkandung dalam asap rokok?

Rokok mengandung lebih dari 3.800 bahan kimia, sebagian besar diantaranya beracun.Racun dalam asap rokok yang dihisap oleh perokok aktif dan perokok pasif meliputi: Nikotin, Tar, Arsenik, Benzen, Karbonmonoksida, Formalin, Hidrogen sianida, Amoniak, Vinyl klorida.

  1. Nikotin, merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker. Nikotin yang dihirup hanya memerlukan waktu singkat untuk mencapai peredaran darah di otak. Nikotin dalam otak akan menstimulasi berbagai senyawa kimia neurotransmiter dan hormon yang bertanggung jawab terhadap semua efek “penenang” bagi perokok. Senyawa ini akan terus-menerus dihasilkan selama terdapat nikotin di dalam peredaran darah otak. Akibatnya, bila kadar nikotin menurun, otak akan mengirim pesan “butuh” nikotin kembali.
  2. Tar,  kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar sejenis cairan berwarna coklat atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Tar menyebabkan kanker paru-paru. Bahaya rokok dari racun ini sangat mengancam kelangsungan hidup si perokok.
  3. Karbon monoksida, mengikat hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen. Tubuh yang kekurangan oksigen akan mengecilkan pembuluh darah. Bila proses tersebut berlangsung lama, maka pembuluh darah akan menyempit. Penyempitan pembuluh darah bisa terjadi di otak, paru, ginjal, saluran kandungan, ari-ari pada janin, dan di mana-mana.
  4. Hidrogen sianida,merupakan zat yang mudah terbakar dan paling ampuh untuk menghalangi ataupun merusak saluran pernapasan. Walaupun hanya sedikit, apabila sianida dikomsumsi orang secara langsung, maka manusia tersebut bisa meninggal.
  5. Benzene dan formaldehid, merupakan senyawa karsinogen yang berbahaya, Arsen yang sering digunakan sebagai racun tikus, dan karbon monoksida, yang merupakan komponen utama pada asap rokok dan asap kendaraan, merupakan beberapa senyawa yang terdapat pada rokok.

Merokok:

Berkaitan dengan angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) yang lebih tinggi pada semua umur

Meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung pada laki-laki dan wanita paruhbaya sebanyak 3 kali

Berinteraksi dengan faktor risiko PJK lainnya:

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Hiperkolesterolemia

Bahkan merokok dalam jumlah sedikit berbahaya

-Mereka yang menghisap

  • Hanya 6-9 batang rokok perhari meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 210%
  • Mortalitas (angka kematian) karena penyebab apapun meningkat sampai 200%

-Mereka yang tidak menghisap

  • Risiko serangan jantung juga meningkat
  • Risiko kematian akibat penyebab apapun juga meningkat

-Mereka yang menghisap

  • Hanya 6-9 batang rokok perhari meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 210%
  • Mortalitas karena penyebab apapun meningkat sampai 200%

-Mereka yang tidak menghisap

  • Risiko serangan jantung juga meningkat
  • Risiko kematian akibat penyebab apapun juga meningkat

Merokok dan Penyakit Vaskular

-Penyakit vaskular perifer )penyakit pembuluh darah tepi) – risiko perokok dibandingkan dengan bukan perokok:

  • Merokok <20 batang/hari meningkatkan risiko lebih dari 11 kali
  • Merokok >20 batang/hari meningkatkan risiko lebih dari 15 kali

-Aneurisme aorta (Kelainan pembuluh darah besar aorta) ( – risiko perokok lebih dari 5 kali

-Meningkatkan risiko trombosis cerebral (penyumbatan pembuluh darah otak) dan stroke

Merokok dan Diabetes

Penderita diabetes yang merokok memiliki risiko kematian prematur 2 kali lebih besar dibandingkan dengan penderita diabetes yang tidak merokok.

Merokok dan diabetes berinteraksi:

  • Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak 14 kali dibandingkan dengan merokok atau diabetes secara terpisah
  • Mempercepat terjadinya nefropati (gangguan fungsi ginjal)
  • Mempercepat terjadinya neuropati (gangguan fungsi saraf)

Merokok Merusak Fungsi Paru

Hasil gambar untuk smoking

Merokok mempercepat proses penuaan paru-paru yang normal

Merokok menyebabkan peradangan saluran udara yang berukuran kecil

  • Menyebabkan terjadinya radang paru.
  • Elastisitas paru normal menjadi hilang
  • Fibrosis (pemadatan jaringan paru) dan distorsi jalan nafas

– Kehilangan fungsi paru

  • Dimulai lama sebelum gejala awal muncul
  • Bila gejala awal muncul, perokok telah mengalami kehilangan fungsi paru yang bermakna

PPOK (Penyakit Paru Obstuktif Kronik) dan Penghentian Merokok

Bila pasien belum memiliki gejala, HANYA penghentian merokok dapat memperbaiki perjalanan klinis PPOM.

Setelah berhenti merokok:

  • Peningkatan fungsi paru
  • Penuaan paru kembali ke kecepatan  normal

Terapi dengan obat-obatan TIDAK memberikan keuntungan yang sama seperti berhenti merokok

Penghentian Merokok dan Pengembalian Fungsi Paru

Bila seorang berhenti merokok, pada beberapa minggu pertama, dia akan batuk dan berdahak LEBIH BANYAK

Pasien sering SALAH menginterpretasikan gejala-gejala bahwa penghentian merokok membuat mereka menjadi lebih sakit

Sebenarnya ini merupakan tanda-tanda KESEMBUHAN:

  • Kembalinya fungsi normal cilia saluran nafas
  • Sembuhnya mekanisme “pembersihan” paru

Merokok dan Infeksi Paru

-Perokok memiliki peluang yang lebih banyak untuk menderita

  • Bronkitis akut dan kronis
  • Pneumonia
  • Tuberkulosis

-Racun tembakau merusak cilia paru

  • Mengurangi dampak pembersihan cilia
  • Mengurangi fungsi imunitas

Tuberkulosis (TB) dan merokok

Merokok merupakan faktor risiko untuk tuberkulosis paru dan ekstra-paru

Penelitian pada laki-laki di India

  • Risiko perokok sampai 4,5 kali lebih mungkin untuk menderita TB klinis dibandingkan dengan bukan perokok
  • Perokok 4,5 kali lebih mungkin untuk meninggal karena TB

Risiko TB meningkat walaupun jumlah rokok yang dihisap kurang dari 10 batang per hari

 

Kondisi Mulut yang Disebabkan oleh Penggunaan Tembakau

-Kanker mulut

  • Merokok meningkatkan risiko kanker mulut sebanyak 1000% sampai 2000%
  • Risiko meningkat sejalan dengan jumlah dan lama merokok

-Pada saat diagnosis:

  • Hanya 30% kanker mulut masih terlokalisir
  • 70% telah menyebar ke kelenjar getah bening

Kondisi Mulut yang Disebabkan oleh Penggunaan Tembakau

– Leukoplakia

  • Lesi prekanker, berupa bercak putih tidak hilang pada selaput lendir mulut.
  • Risiko meningkat sejalan dengan jumlah dan lama merokok
  • 6 kali lebih sering pada perokok
  • Salah satu bentuk:”langit-langit mulut perokok”

Kondisi Mulut Lainnya yang Disebabkan oleh Penggunaan Tembakau

-Penyakit gigi dan gusi.

-Karies gigi

-Karang gigi & pembentukan plak

-Pewarnaan dan noda pada gigi

-Nafas berbau

Hairy tongue

Mekanisme Efek Tembakau Terhadap Kesehatan Oral

Penggunaan rokok:

-Mengganggu respon sistem imun

-Menurunkan peredaran pembuluh darah ke jaringan

-Menghambat penyembuhan jaringan

 

Merokok dan Impotensi

-Risiko yang paralel dan kuat dengan

  • Penyakit jantung koroner
  • Atherosclerosis

-Risiko impotensi meningkat seiring dengan jumlah dan durasi merokok

-Sebagian disebabkan oleh kerusakan fungsi normal dinding pembuluh darah

-Peluang untuk mengalami impotensi dibandingkan dengan bukan perokok:

  • Perokok saat ini – 90% risiko lebih tinggi
  • Perokok pasif – 240% risiko lebih tinggi
  • Perokok cerutu – 200% risiko lebih tinggi

Efek Merokok terhadap Mata

-Merokok meningkatkan risiko untuk mengalami katarak sebanyak 230%

-Efek dosis respons:

Setiap peningkatan lama rokok sebanyak 10 tahunnya, risiko katarak meningkat sebanyak lebih dari 20%.

Merokok dan Sistem Imunitas

Perubahan fungsi imunitas

  • Penurunan jumlah dan fungsi sel pembunuh alami
  • Penurunan jumlah sel imun lainnya
  • Penurunan keempat jenis antibodi

 

Penyakit Psikiatrik dan Merokok

Angka merokok lebih tinggi pada semua kelompok penderita gangguan jiwa dibandingkan dengan populasi umum:

  • Schizophrenia           70-90%
  • Gangguan bipolar     >50%
  • Depresi mayor          20-40 %

Perokok Pasif

-Istilah lain untuk perokok pasif

  • second hand smoke
  • involuntary smoke
  • environmental tobacco smoke

-Jenis perokok pasif

  • “mainstream smoke” – asap rokok yang dihembuskan oleh perokok
  • “sidestream smoke”- asap rokok yang berasal langsung dari rokok yang menyala
  • Dua kali lebih berbahaya dibandingkan mainstream smoke

-Sumber utama polusi udara dalam ruangan

-Mengandung toksin dan karsinogen

-Berkaitan dengan banyak dampak buruk kesehatan pada:

Anak-anak

Dewasa

Fetus

Perokok Pasif dan Anak-Anak

-Tubuh anak-anak masih tumbuh dan berkembang

-Anak-anak lebih sensitif terhadap efek pernafasan akibat asap rokok pasif

-Penyakit pernafasan dapat mengganggu perkembangan dan fungsi paru-paru normal

-Penyebab utama ketidakhadiran di sekolah

Penyakit Saluran Pernafasan Bawah

-Anak-anak 0-2 tahun

  • Bila bapak merokok, risiko infeksi saluran pernafasan meningkat sebanyak 30%

-Rawat inap di rumah sakit

  • Bila bapak merokok, tingkat rawat inap di rumah sakit meningkat lebih dari 30%

Penyakit Saluran Pernafasan Bawah pada Anak Berusia 5-16 tahun

-Batuk

  • Bila bapak merokok, risiko batuk meningkat sebanyak 10-30%

-Asma

  • Anak < 6 tahun, risiko meningkat 20-30%
  • Anak > 6 tahun, risiko meningkat 5-20%

-Pada semua umur, perokok pasif meningkatkan keparahan, frekuensi serangan, penggunaan obat, dan rawat inap di rumah sakit untuk penderita asma

 

Penyakit Telinga Tengah pada Anak-Anak

-Paparan perokok pasif meningkatkan risiko:

  • Infeksi telinga tengah sampai 60%
  • Rekurensi infeksi telinga tengah sampai kira-kira 50%

-Infeksi telinga rekuren meningkakan risiko kehilangan pendengaran dan masalah bicara.

Sindroma Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome)

-Perokok pasif merupakan faktor risiko independen untuk sindroma kematian bayi mendadak/Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

-Bila ayah merokok, risiko SIDS meningkat sebanyak 50%-200%

 

Efek Asap Rokok Terhadap Janin

-Karbon Monoksida

  • Terikat secara irreversibel pada hemoglobin janin
  • Penurunan pengangkutan oksigen kepada janin

-Nikotin

  • Menurunkan aliran darah uterus sampai 38%

-Toksin dalam asap dapat melewati plasenta

-Banyak efek asap rokok terhadap janin

  • Diperberat oleh nutrisi ibu yang buruk

Perokok Pasif dan Kehamilan

-Meningkatkan risiko berat badan lahir rendah sampai 240%

-Meningkatkan risiko untuk:

  • Kelahiran prematur sampai 600%
  • Kelahiran sangat prematur sampai 530%

Perokok Pasif dan Kesakitan Pada Dewasa

-Wanita Indonesia yang memiliki suami perokok:

  • Rokok biasa – risiko kanker paru meningkat lebih dari 279%
  • Rokok kretek – risiko kanker paru lebih dari  300%

-Orang dewasa dengan asma yang terpapar perokok pasif:

  • Batuk  – 20% risiko lebih tinggi
  • Gangguan napas – 85% risiko lebih tinggi
  • Keberbatasan aktifitas – 200% risiko lebih tinggi

Apa yang dapat dilakukan tentang epidemik merokok?

Peran Dunia Kedokteran

-Tembakau:

  • Menyebabkan dampak buruk pada hampir setiap organ tubuh
  • Merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian yang dapat dicegah
  • Membawa penderitaan yang besar bagi pasien dan keluarganya
  • Pada tahun 2030 akan merupakan penyebab kematian utama di dunia

-Penanganan penggunaan tembakau merupakan bagian dari pelayanan kedokteran modern yang baik

Apa yang dapat dilakukan oleh profesional kesehatan untuk menangani epidemik tembakau?

Peran dokter sebagai pemimpin

Di negara-negara maju

  • Sebelum tahun 1940 dokter merokok lebih banyak daripada populasi umum

Setelah laporan Surgeon General tahun 1964 yang menunjukkan bahaya merokok

  • Dokter menjadi pemimpin dalam penghentian merokok
  • Dokter mulai mendorong pasien untuk berhenti merokok
  • Dokter merupakan panutan yang menginspirasi populasi umum untuk berhenti merokok

Angka merokok di kalangan dokter pada saat ini kurang dari 2%

Penghentian Merokok di Kantor dan Rumah Sakit

Penghentian merokok kadang dapat merupakan tantangan karena:

  • Dokter sangat sibuk dengan prioritas lainnya
  • Waktu yang terbatas dengan pasien
  • Dokter tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk membantu pasien berhenti merokok
  • Dokter mungkin masih merokok

 

Peran Dokter di Negara Maju

Walaupun penghentian merokok kadang-kadang sulit, dokter masih tetap menangani masalah rokok karena masalah ini sangat penting.

  • 98% menanyakan kepada pasien tentang perilaku merokok mereka
  • 95% menganjurkan pasien untuk berhenti merokok

Apa yang dipikirkan dan dikatakan oleh pasien?

-Pasien mengatakan bahwa bila dokter menyarankan untuk berhenti merokok, maka saat itu mereka berpikir untuk berhenti merokok

-Bila dokter tidak mengatakan apa-apa, pasien tidak berpikir untuk berhenti merokok.

Apakah anak kita akan memiliki masa depan yang bebas rokok?

 

(Sumber:  Myra Muramoto, M.D., M.P.H., University of Arizona, College of Medicine)