Angina Pectoris

Bila Anda mengalami rasa nyeri dada saat anda beraktivitas, segera konsultasi ke dokter.

Angina pektoris adalah kumpulan gejala klinis berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri.

  • Nyeri dada tersebut  biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas dan segera hilang bila aktivitas dihentikan.
  • Nyeri angina dapat menyebar ke lengan kiri, ke punggung, ke rahang atau ke daerah perut, yang bisa disalahartikan sebagai gejala maag.

Penyebab angina pektoris adalah

  • suplai oksigen yang tidak mencukupi ke sel-sel otot-otot jantung dibandingkan kebutuhan.
  • Ketika beraktivitas, terutama aktivitas yang berat, beban kerja jantung meningkat. Otot jantung memompa lebih kuat.
  • Jika beban kerja suatu jaringan meningkat maka kebutuhan oksigen juga meningkat; Oksigen ini dibutuhkan untuk menghasilkan energi kerja.
  • Jantung mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi terutama dari pembuluh darah koroner.
  • Saat beban jantung meningkat, pembuluh darah koroner akan melebar untuk memberikan aliran darah yang adekuat bagi kebutuhan otot jantung.
  • Namun jika pembuluh darah koroner mengalami kekakuan atau menyempit, otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang memadai bagi kerja jantung.
  • Otot jantung akan memproduksi jalur energy lain yang tidak menggunakan oksigen. Jalur energy ini menghasilkan asam laktat yang bersifat asam. Derajat keasaman otot jantung akan meningkat. Hal inilah yang menimbulkan rasa nyeri.
  • Apabila kebutuhan energi jantung berkurang,ketika aktivitas dihentikan,  maka suplai oksigen menjadi adekuat dan otot kembali ke proses wajar untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya penimbunan asam laktat, maka nyeri angina mereda. Dengan demikian, angina pektoris merupakan suatu keadaan yang berlangsung singkat.

Terdapat tiga jenis angina, yaitu :

  1. Angina Stabil

Disebut juga angina klasik, terjadi jika pembuluh darah koroner yang  tidak dapat melebar untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksigen meningkat. Peningkatan kerja jantung dapat menyertai aktivitas misalnya berolah raga atau naik tangga.

  1. Angina prinzmetal

Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan pada kenyataannya sering timbul pada waktu beristirahat atau tidur. Pada angina prinzmetal terjadi spasme (penyempitan terus-menerus) pembuluh darah koroner yang menimbulkan kekurangan oksigen jantung di bagian hilir.

  1. Angina tak stabil

Adalah kombinasi angina stabil dengan angina prinzmetal ; dijumpai pada individu dengan perburukan penyakit pembuluh darah koroner. Angina ini biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung; hal ini tampaknya terjadi akibat arterosklerosis koroner, yang ditandai oleh plak yang tumbuh dan mudah mengalami penyempitan.

Gejala klinis :

Diagnosis seringkali berdasarkan keluhan nyeri dada yang mempunyai ciri khas sebagai berikut :

  • Sering pasien merasakan nyeri dada di daerah sternum (tulang dada) atau di bawah sternum (substernal), atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri, dapat menjalar ke punggung, rahang, leher, atau ke lengan kanan. Nyeri dada juga dapat timbul di tempat lain seperti di daerah ulu hati, leher, rahang, gigi, bahu.
  • Pada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti di peras atau terasa panas, kadang-kadang hanya mengeluh perasaan tidak enak di dada karena pasien tidak dapat menjelaskan dengan baik, lebih-lebih jika pendidikan pasien kurang.
  • Nyeri dada pada angina biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas, misalnya sedang berjalan cepat, tergesa-gesa, atau sedang berjalan mendaki atau naik tangga. Pada kasus yang berat, aktivitas ringan seperti mandi atau menggosok gigi, makan terlalu kenyang, emosi, sudah dapat menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada tersebut segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. Serangan angina dapat timbul pada waktu istirahat atau pada waktu tidur malam.
  • Lamanya nyeri dada biasanya berlangsung 1-5 menit, kadang-kadang perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Bila nyeri dada berlangsung lebih dari 20 menit, mungkin pasien mendapat serangan jantung dan bukan angina pektoris biasa.
  • Pada angina pektoris dapat timbul keluhan lain seperti sesak napas, perasaan lelah, kadang-kadang nyeri dada disertai keringat dingin.

Pemeriksaan penunjang

  1. Elektrokardiogram (EKG)
  • Gambaran EKG saat istirahat dan bukan pada saat serangan angina sering masih normal.
  1. Foto rontgen dada
  • Foto rontgen dada seringmenunjukkan bentuk jantung yang normal; pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung membesar dan kadang-kadang tampak adanya pengapuran pembuluh darah aorta
  1. Pemeriksaan laboratorium
  • Pemeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam diagnosis angina pektoris.
  • Walaupun demikian untuk menyingkirkan diagnosis serangan jantung akut sering dilakukan pemeriksaan enzim jantung. Enzim tersebut akan meningkat kadarnya pada serangan jantung akut sedangkan pada angina kadarnya masih normal.
  • Pemeriksaan profil lemak darah seperti kolesterol, HDL, LDL, trigliserida dan pemeriksaan gula darah perlu dilakukan untuk mencari faktor risiko seperti kolesterol dan/atau diabetes mellitus.

Penatalaksanaannya :

  • Pengobatan pada serangan akut, nitrogliserin sublingual 5 mg merupakan obat pilihan yang bekerja sekitar 1-2 menit dan dapat diulang dengan interval 3 – ­ 5 menit.
  • Pencegahan serangan lanjutan :

o   Long acting nitrate, yaitu ISDN 3 kali sehari 10-40 mg oral.

o   Beta blocker : propanolol, metoprolol, nadolol, atenolol, dan pindolol.

o   Calcium antagonist : verapamil, diltiazem, nifedipin.

  • Mengobati faktor presdiposisi dan faktor pencetus : stres, emosi, hipertensi, DM, hiperlipidemia, obesitas, kurang aktivitas dan menghentikan kebiasaan merokok.
  • Memberi penjelasan perlunya aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan jantung.

Referensi

Rahman, Muin. Angina Pectoris Stabil. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, edisi keempat, jilid III. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006.

“Sakit panas anak yang tidak biasa dan bisa berkomplikasi ke jantung”

Penyakit Kawasaki
Mirip dengan kisah yang dialami dokter Kawasaki pada tahun 1967 di Jepang, seorang anak  5 tahun datang ke  seorang dokter  anak di  Yogyakarta dengan badan panas  terus menerus  selama 4 hari. Sang bunda sudah mencoba memberikan pengobatan sendiri di rumah, tapi tidak membaik, bahkan saat di bawa ke dokter , disertai dengan kedua mata kemerahan , kulit tampak ruam kemerahan di hampir di seluruh tubuh. Orang tua takut  jangan jangan si anak terkena Demam Berdarah, penyakit yang saat ini sedang musim nya atau  mungkin campak  ?

Demikianlah singkat kata , pada akhirnya si anak didiagnosis menderita penyakit Kawasaki, penyakit yang dinamai sesuai nama penemunya, yaitu penyakit panas yang tidak biasa karena bisa berakibat fatal dengan komplikasi menderita penyakit jantung bila tidak segera di tangani dengan tepat.  Misdiagnosis masih sering terjadi mengingat penyakit ini jarang dan belum populer disini. “ Apa itu Penyakit Kawasaki  dok “ sang Ibu bertanya terheran heran. Baru kali ini ia mendengar istilah itu.

Mengenal penyebab Penyakit Kawasaki

Marilah kita mengenali sejenak Penyakit yang ditemukan  Prof Kawasaki ini yang sekarang juga sudah bisa ditemukan di negara kita.

Balita dengan badan panas  terus menerus berhari hari dan mata merah tanpa belek disertai ruam kemerahan di sekujur tubuh adalah gejala yang umum ditemui pada penyakit ini. Orang kadang menganggap sebagai campak  ataupun takut sebagai  gejala demam berdarah. Namun ternyata gejala di atas disebabkan hal yang berbeda yaitu oleh karena adanya poliarteritis nodusa  istilah untuk adanya  peradangan pada  seluruh pembuluh darah  tubuh  ( disebut juga sebagai severe vasculitis) , disertai pembengkakan pada kelenjar getah bening. Apakah peradangan ini disebabkan infeksi virus seperti halnya  virus measles pada campak atau virus dengue pada demam berdarah ? Bukan . Penyakit ini bukanlah sejenis penyakit panas biasanya yang disebabkan oleh infeksi dari berbagai kuman atau virus  namun ini adalah penyakit yang diduga lebih banyak disebabkan oleh teaksi kekebalan tubuh yang salah  kaprah yang justru -kekebalan itu- menyerang tubuhnya  sendiri ( autoimun disease ) , yang dalam hal ini adalah terjadi pembengkakan di sistem pembuluh darah si anak dan juga kelenjar getah bening.

Penyakit  ini  relatif jarang terjadi. Data menyebutkan di Amerika Serikat dalam setahun terjadi 3000 kasus. Di Jepang di negeri asal ditemukannya  tahun 1967 hingga tahun 1999 terjadi  125 ribu anak terkena penyakit ini. Memang penyakit ini dikatakan lebih banyak menyerang etnik Asia meskipun tidak menutup kemungkinan mengenai etnik lainnya. 80 % yang terpapar adalah anak < 5 tahun. Anak laki laki punya risiko hampir 2 kalinya anak perempuan.

Dan apabila , oleh karena severity atau keberatan penyakitnya tidaklah fatal, dan si anak dapat lolos dari lubang jarum kematian, maka pada akhirnya kesembuhan yang terjadi akan meninggalkan parut serta kekakuan ( fibrotik ) pada pembuluh darahnya yang tentu saja akan menyebabkan  gangguan pasokan darah ke bagian jantung itu sendiri.  Anak sembuh dengan menderita penyakit jantung  oklusif ( sumbatan ) yang kronis. Inipun merupakan morbiditas / penderitaan yang tidak ringan.

Mengenali Tanda Klinik

Panas tinggi, bisa  lebih 40 Celsius, terus menerus. Tidak berespon dengan pengobatan antibiotika  atau antipanas dan apabila tidak segera terdiagnosis dan tidak mendapat pengobatan yang tepat  dalam 2 minggu pertama maka  panas dapat berlangsung hingga  satu bulan lamanya.

Dokter akan menegakkan diagnosis penyakit ini  sebagai {enyakit Kawasaki berdasarkan  panas  tinggi yang  berlangsung  beberapa hari  disertai  paling sedikit  munculnya 4  dari 5 tanda tanda khusus sebagai  berikut :

Lima tanda khusus Penyakit Kawasaki

  1. Perubahan pada anggota gerak  ( fase akut : ruam pada telapak tangan atau kaki ; bengkak. Sub akut/ 2-3 minggu : pengelupasan di sekitar kuku kuku  jari)
  2. Ruam ruam pada kulit tubuh ( seperti campak )
  3. Kemerahan pada kelopak mata tanpa belek/ discharge
  4. Perubahan pada bibir dan rongga mulut: kemerahan dan bengkak pada mukosa rongga mulut, bibir pecah pecah,  lidah strawberry .
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening ( > 1,5 cm ) pada leher.

Tanda tanda penyerta lainnya

  • Cardiovascular Finding

Congestive heart failure, myocarditis, pericarditis, valvular regurgitation

Coronary artery abnormalities

Aneurysms of medium-size noncoronary arteries

Raynaud,arthralgia

  • Musculoskeletal System

Arthritis, arthralgia

  • Gastrointestinal tract

Diarrhea, Vomiting, abdominal pain

Hepatic dysfunction

Hydrops of galibladder

  • Central nervous system

Extreme irritability

Aseptic meningitis

Sensorineural hearing loss

  • Genitourinary system

Urethritis/meatitis

  • Other findings

Erythema, induration at bacilli calmette-guerin (BCG) inoculation site

Anterior uveitis (mild)

Desquamating rash in groin

Pengobatan dan Prognosis

  • Mengingat bahwa penyakit ini adalah penyakit autoimun maka obat utama pada fase akut adalah obat obat suplemen  kekebalan tubuh ( gama globulin ) dan apabila terjadi komplikasi pembuluh darah jantung maka tentu saja memerlukan pengobatan khusus untuk mencegah penyumbatan  pembuluh darah terutama pembuluh darah koroner pada jantungnya  antara lain dengan pengencer darah, streptokinase , aspirin dan sebagainya.
  • Begitu beratnya komplikasi jangka panjang yang bisa terjadi terhadap jantung anak namun bila diobati tepat pada fase awal maka Penyakit Kawasaki ini dapat sembuh total tanpa komplikasi bermakna baik terjadinya penyakit koroner ataupun  aneurisma
  • Sehingga pesan yang paling tepat adalah waspada sedini mungkin pada anak yang menderita panas tinggi yang tidak biasa dengan tanda2 seperti yang sudah disebutkan  di atas,  segeralah berkonsultasi ke dokter sebelum terlambat.

Referensi:

  1. Kawasaki Disease. Anthony Harnden et all, BMJ 2009;338:b1514
  2. Diagnosis, Treatment and Longterm Management of Kawasaki Disease,Jane W. Newburger et   all, Circulation 2004;110:2747-2771

Diagnosis and Therapi of Kawasaki Disease in Children, Dajani AS et all, Circulation 1995;87: 1776-1780

Vaksin MMR dan Autisme Tidak Berkaitan

Ikatan Dokter Anak Indonesia telah lama memasukkan vaksin measles-mumps-rubella (MMR) pada daftar rekomendasi vaksinasi dasar untuk anak Indonesia. Sayangnya banyak juga berita miring tentang vaksin MMR yang dikatakan menyebabkan peningkatan insidensi autisme pada anak. Tuduhan terhadap vaksin MMR ini salah satunya didasarkan pada penelitian Wakefield dkk yang diterbitkan pada jurnal The Lancet tahun 1998 dengan judul “Ileal-lymphoid-nodular hyperplasia, non-specific colitis, and pervasive developmental disorder in children”.

Publikasi sensasional media atas publikasi tersebut telah menyebabkan kepanikan di seluruh dunia, menurunkan cakupan vaksin MMR, meningkatkan pembiayaan kesehatan, dan menempatkan jutaan anak pada resiko penyakit infeksi.

Jurnal ilmiah “The Lancet” tanggal 2 Februari 2010 mengumumkan penarikan terhadap jurnal ilmiah yang ditulis oleh Wakefield tersebut, sebagai respon atas keputusan UK General Medical Council’s Fitness to Practise Panel tanggal 28 Januari 2010 yang menyatakan bahwa ada ketidaksesuaian fakta yang tertulis pada jurnal tersebut. Fakta tersebut adalah bahwa kedua belas anak yang diikutsertakan dalam penelitian tersebut dirujuk berurutan kepada peneliti dan bahwa penelitian ini disetujui oleh komite etika di tempat Wakefield bekerja. Nyatanya, kedua belas anak tersebut dirujuk kepada peneliti dengan tujuan khusus, dan tidak adanya ijin terhadap pemeriksaan penunjang invasif terhadap anak-anak tersebut.

Seorang wartawan bernama Brian Deer pada tahun 2004 pernah mendapatkan fakta bahwa kedua belas anak tersebut tidak dirujuk berurutan kepada peneliti, melainkan dikirim oleh pengacara kelalaian medis yang diminta untuk membantu beberapa orang tua yang hendak menuntut dokter atas “kecacatan” yang terjadi akibat vaksin MMR. Deer pernah mengajukan permohonan kepada The Lancet atas temuan ini namun ditolak. Investigasi independen juga menemukan adanya imbalan dengan sejumlah uang tertentu pada saat pengambilan sampel tersebut, dan adanya kontribusi keuangan pihak yang merujuk kepada peneliti atas hasil pemeriksaan peneliti terhadap anak-anak tersebut.

Wakefield sendiri dalam publikasi asli penelitian tersebut mengemukakan bahwa dia dan koleganya mengamati beberapa anak yang setelah tumbuh normal kehilangan kemampuan komunikasi, disertai denagn keluhan saluran cerna berupa nyeri perut, diare, kembung, dan sedikit intoleransi makanan. Wakefield dkk dalam diskusinya juga menuliskan bahwa penelitian ini tidak bermaksud menghubungkan kumpulan gejala tadi dengan vaksin MMR. Walau demikian, peneliti menekankan fakta bahwa autisme berkaitan langsung dengan virus rubela dan ensefalitis karena virus, dan vaksin polivalen MMR juga berhubungan dengan sindrom tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers, Wakefield juga menyarankan pemberian ketiga vaksin secara terpisah dengan interval satu tahun tanpa dasar ilmiah yang jelas. Pernyataan inilah yang dianggap menyebabkan adanya “kepercayaan palsu” terhadap hubungan vaksin MMR dan autisme di seluruh dunia. Akibatnya, cakupan vaksin menurun, dan measles (campak) kembali terjadi khususnya di Eropa dan mengakibatkan kerusakan yang signifikan.

Penelitian Smeeth dkk tahun 2004 telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin MMR dengan gangguan perkembangan pervasif. Penelitian ini melibatkan 1294 kasus dan 4469 kontrol dengan desain penelitian case-control menggunakan data sekunder dari UK General Practice Research Database terhadap semua orang yang lahir dari tahun 1973 dan datang ke pusat pelayanan kesehatan primer dengan gangguan perkembangan tahun 1987 sampai dengan 2001. Penelitian secara terbatas juga dilakukan pada mereka yang menerima vaksinasi MMR sebelum usia tiga tahun dan mereka yang terpapar informasi media mengenai efek MMR terhadap autisme  dengan hasil akhir yang serupa.

Apa yang kemudian bisa kita pelajari dari kasus ini?

Pertama, saya ingin mengutip Helen Bedford dan David Elliman yang intinya mengkritik para profesional yang tanggapannya hangat-hangat kuku terhadap pemberitaan media yang sangat sensasional terhadap dugaan akibat negatif vaksin MMR terhadap perkembangan mental anak. Apapun resikonya (pernah ada ancaman pembunuhan pada seorang peneliti Amerika) dan setidak nyaman apapun, para profesional termasuk pada pemberi pelayanan langsung harus terus mengadvokasi apa yang penting bagi kesehatan anak-anak kita, bahkan jika itu bertentangan dengan pilihan pasien maupun orang tua.

Kedua, sebagai tenaga  profesional di bidang kesehatan, harus ada langkah signifikan untuk mengembalikan kepercayaan para orang tua terhadap vaksinasi MMR. Ini mencakup orang tua anak yang telah menerima vaksin dan masih memendam kekhawatiran terhadap efek negatif vaksin tersebut maupun kepada para orang tua yang masih ragu-ragu dan takut terhadap akibat negatif vaksin tersebut kepada anak mereka yang belum divaksinasi. Caranya hanya satu, yaitu dengan menyediakan informasi yang akurat tidak hanya mengenai manfaat dan resiko vaksin namun juga resiko penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin tersebut. Kesempatan berkomunikasi dengan orang tua pasien adalah pintu awal yang baik untuk mengembangkan kepercayaan terhadap vaksin MMR ini.

Penarikan publikasi tersebut dari jurnal The Lancet berkontribusi positif pada perkembangan ilmu pengetahuan, dan membuat kita banyak belajar. Hasil pembelajaran inilah yang seharusnya menjadi pemacu kita untuk berbuat lebih bagi para pasien kita. Salam! (RAD)

 

Diare

Diare masih merupakan masalah kesehatan di Asia Tenggara. Penyakit yang berhubungan dengan diare masih menjadi penyebab kematian empat sampai lima juta balita di dunia, menduduki tempat ketiga penyebab terbanyak. Setengah dari kematian anak-anak Asia Tenggara diakibatkan oleh diare dan infeksi saluran pernafasan.

Paling sedikit ada 20 virus, bakteri, dan protozoa yang berkembang biak di dalam saluran pencernaan manusia, keluar bersama feses, transit di lingkungan, dan akhirnya menyebabkan diare pada inang yang baru.
Perbedaan tempat menimbulkan perbedaan sumber daya, epidemiologi, permasalahan kesehatan umum yang mendasar, ketersediaan air dan makanan yang aman, dan lain-lain.

Diare sebenarnya adalah masalah yang umum walaupun gejalanya dapat bervariasi dari yang ringan sampai berat. Diare pada anak-anak biasanya diakibatkan oleh infeksi. Meski demikian, pemberian makanan yang kurang tepat, gangguan penyerapan, dan gangguan pada usus yang lain dapat pula menyebabkan diare. Diare biasanya self-limited namun harus ditangani dengan manajemen yang tepat. Komplikasi paling sering terjadi adalah dehidrasi (kekurangan cairan). Diare akut (kurang dari satu minggu) biasanya disebabkan oleh infeksi dan berkaitan erat dengan kepadatan penduduk, globalisasi produksi makanan, kontaminasi sumber air, dan pembuangan sampah yang tidak aman. Virus penyebab diare yang paling sering dikenal adalah enterovirus. Protozoa yang paling sering menyebabkan diare adalah amoeba. Diare yang disertai lendir dan darah biasanya disebabkan oleh bakteri, misalnya Shigella, Salmonella, Campylobacter, Escherichia coliYersinia enterocoliticaClostridium difficile.

Penting untuk mengenali dehidrasi pada anak dan bayi, mengingat ini komplikasi yang sering dan paling penting. Selain dehidrasi, abnormalitas konsentrasi elektrolit (ion-ion), status asam basa tubuh, dan menyebarnya infeksi ke seluruh tubuh menjadi penyulit diare. Dehidrasi sedang ditandai dengan anak/bayi yang nampak sakit, mengantuk, rakus bila diberi minum, mata cekung, mulut dan lidah yang kering dan nafas yang agak cepat. Bila kulit perut dicubit, cubitan kulitnya kembali lambat. Bila ubun-ubun bayi belum menutup, dapat diraba cekung. Dehidrasi berat pada anak/bayi ditandai dengan ketidakmampuan untuk minum, sangat mengantuk sampai tidak sadar, lemah, mata yang sangat cekung, mulut dan lidah yang sangat kering, dan cubitan kulit perut yang kembali sangat lambat. Nafas bayi menjadi sangat cepat dan ubun-ubun bila belum menutup teraba sangat cekung.

Pemberian makanan direkomendasikan sesegera mungkin sebagai manajemen diare akut karena isi usus diketahui sebagai faktor yang membantu perbaikan selaput lendir usus segera setelah jejas. Asupan makanan seperti biasa dalam beberapa jam saat pengembalian cairan atau meneruskan pemberian makanan selama diare tanpa dehidrasi telah terbukti memperpendek durasi diare. Pemberian susu formula yang diencerkan tidak memberikan manfaat dibanding susu formula dengan konsentrasi yang dianjurkan. Bayi dengan diare yang berat mungkin membutuhkan susu formula bebas laktosa (ada produk LLM/Low lactose milk dari merk-merk susu terkenal) sampai kira-kira dua minggu sampai penyembuhan selaput lendir tercapai. Bayi atau anak yang lebih tua dapat makan sesuai usia seperti biasa. Pembatasan laktosa juga tidak selalu dibutuhkan. Dianjurkan pemberian serat dan sereal seperti nasi, mi, kentang, gandum, dan oat. Makanan-makanan ini secara umum dapat ditoleransi oleh pasien dengan diare. Pasien-pasien dengan diare ini juga dapat mengkonsumsi biskuit, pisang, yogurt, sup, dan sayuran rebus. ASI mengandung banyak bahan yang dapat membantu pertubuhan sel-sel di mukosa usus dan melawan bakteri. Pemberian ASI yang berkelanjutan pada anak dengan diare memberikan manfaat seperti telah dibuktikan pada berbagai literatur. Oleh karena itu disarankan untuk tetap memberikan ASI.

Pencegahan tetap hal yang paling vital dalam manajemen diare. Sangat penting untuk mencegah transmisi organisme penyebab yang dapat dilakukan dengan cara menangani sanitasi yang baik pada persiapan dan pemrosesan makanan. Selain itu dapat pula dengan suplai air bersih yang baik, pasteurisasi susu, higiene tangan, pembuangan limbah dengan baik, mencegah orang yang terinfeksi untuk menangani makanan maupun memberikan pelayanan kesehatan, dan mencegah orang yang terinfeksi memakai fasilitas rekreasi air. Telur dan bahan makanan lain yang sumbernya dari hewan harus dimasak dengan baik.

Mencuci tangan menggunakan sabun dapat menurunkan resiko diare sampai dengan 42-47%. Dalam review yang dilakukan atas 17 penelitian yang dilakukan di negara-negara berkembang, disimpulkan bahwa kebiasaan mencuci tangan dengan sabun ini pada akhirnya dapat menyelamatkan jutaan nyawa.

Penting bagi anda orang tua, guru, atau oom dan tante untuk mengenali diare sesegera mungkin dan mencegah perburukan ke arah dehidrasi. Pemberian cairan untuk mengganti yang keluar pada diare dengan teliti dapat mencegah dehidrasi. Pemberian makanan, susu, dan ASI telah dijelaskan di atas. Lebih menggalakkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun saat ada anggota keluarga yang terkena diare sangat bermanfaat. Saya juga sering menyarankan kepada orang tua anak kecil yang terkena diare untuk membatasi kontak orang lain dengan si sakit, dan mencuci segenap peralatan makan si kecil dengan air panas. Saran saya ini belum pernah saya jumpai hasil penelitian kemanfaatannya, hanya sekedar mengolah sendiri dari referensi. Apabila sudah ada gejala-gejala awal dehidrasi, segera temui dokter. Dengan penggalian riwayat dan pemeriksaan fisik yang teliti dibantu beberapa pemeriksaan laboratorium sederhana, dokter lulusan Indonesia terlatih untuk memberikan cairan pengganti yang tepat. Apabila perlu, akan diresepkan antibiotik juga.

Batuk Kronis Berulang Pada Anak

Melihat anak yang sehat dan lincah dalam segala aktifitasnya, tentu membuat kita senang dan bahagia.  Namun ada kalanya anak kita menmgalami gangguan kesehatan yang mengganggu aktifitasnya.  Diantaranya batuk kronis berulang.

Sebenarnya batuk merupakan salah satu refleks tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang berada di saluran pernafasannya.  Namun jika batuk berlangsung terus pastilah menimbulkan gangguan.  Berikut ini informasi tentang batuk kronis berulang pada anak, disampaikan oleh dr. Ratnaningsih Sp.A yang berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta.
Batuk merupakan gejala klinis yang sangat mengganggu kita apalagi bila itu membuat anak menjadi muntah, sehingga asupan makanan berkurang sehingga berat badan anak menjadi turun.

Batuk kronis berulang pada anak adalah keadaan klinis yang disebabkan oleh berbagai penyebab dengan gejala batuk yang berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu berturut-turut dengan atau tanpa disertai gejala respiratorik maupun respiratorik.  Biasanya jenis batuknya terus menerus, produktif (berdahak), atau seperti gonggongan anjing.  Waktu batuk terutama malam hari, lebih hebat pada waktu bangun pagi, dan hilang pada waktu anak tidur.  Pencetusnya bias makanan, iklim/udara, kegiatan jasmani seperti berlari, ataupun infeksi saluran nafas akut serta debu rumah atau binatang, dll.

Gejala lainnya yang berhubungan dengan respiratorik adalah : sesak nafas, mengi, nafas berbunyi, nyeri dada bila bernafas.  Gejala non respiratorik adalah : panas, nafsu makan turun, sakit kepala, keringat malam hari, berat badan turun, meriang, dll.  Adanya riwayat asthma / alergi dalam keluarga, atau kontak dengan penderita tubercolusis, jangan sampai lupa kita tanyakan pada orangtuanya.

Pemeriksaan fisik yang bias didapatkan adalah tanda-tanda yang berhubungan dengan obstruksi saluran nafas yang kronis.  Pemeriksaan penunjang yang kita lakukan adalah tes tuberculin/mantoux test, darah rutin, IgE, IgG, IgA.  Uji kulit alergi/skin test, rontgent foto thorax dan sinus paranasal, uji faal paru dan provokasi bronkus.

Dikatakan BKB (Batuk Kronis Berulang) bila pada pasien tersebut belum diketahui penyebab batuknya.

Beberapa diagnosis banding BKB :

  1. Bronchitis :
    1. Bronchitis virus
    2. Bronchitis kimiawi keasap rokok, zat inhalasi
    3. Bronchitis karena infeksi bakteri
    4. Sinobronchitis
  2. Asthma
  3. Infeksi Spesifik
    1. Fibrosis kistik
    2. Infeksi mycoplasma pneumonia
    3. TBC
  4. Penyakit Paru Supuratif
    1. Fibrosis kistik
    2. Bronchietasis
    3. Infeksi sekunder pada atelektasis, benda asing ataupun kista
  5. Lesi Lokal
    1. Benda asing / corpus alienum
    2. Tumor / kista
    3. Trakeomolasia
  6. Batuk Psikogen
  7. Batuk Refleks

Pengelolaan terapi adalah sesuai dengan penyakit dasarnya, bila penyakit dasarnya belum diketahui, maka pertama harus kita berikan bronkodilator, fisioterapi perlu dipertimbangkan, bila perlu dapat diberi antibiotic.  Tahap kedua adalah menilai hasil pengobatan tahap awal, meneliti kembali gejala klinis yang lain, pemeriksaan rontgent, imunologik, dll.

Batuk kronis berulang (BKB) adalah suatu kondisi yang harus dilacak lebih jauh, sehingga pengelolaan dapat kita berikan sesuai dengan penyakit dasarnya / penyakit yang mendasarinya.

Kesehatan Gigi

Seringkali kita menyaksikan anak-anak yang terlihat sehat dan bergerak dengan lincah, apalagi saat menunjukkan senyuman menawan dengan gigi yang putih, rapi.  Sungguh menggemaskan, sehingga kita merasa enggan mengalihkan pandangan. Tentunya kita juga ingin mempunyai buah hati yang demikian.

Tidak kurang upaya yang dilakukan orangtua untuk  menjaga kesehatan gigi mereka.  Pada kesempatan ini drg. Julie Christine, Sp.KGA, seorang spesialis dokter gigi anak yang berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta, memberikan informasi tentang pentingnya fungsi gigi susu.
Perawatan gigi pada masa anak-anak sangat penting karena kondisi gigi susu (gigi decidui) saat ini sangat menentukan keadaan gigi-gigi permanent penggantinya.

Beberapa fungsi dan peran gigi susu adalah :

  • Fungsi Pengunyahan (mastikasi)

Anak yang sering sakit gigi tentu akan malas untuk mengunyah makanan, hal ini berdampak pada asupan gizi yang tentunya sangat dibutuhkan anak-anak mengingat masa anak-anak adalah masa aktif pertumbuhan dan perkembangan.  Disamping itu berdampak pula terhadap pertumbuhan rahang.  Rahang tidak akan bertumbuh maksimal karena fungsi pengunyahan yang juga tidak maksimal, mengakibatkan gigi-gigi permanen penggantinya kekurangan ruang sehingga gigi berjejal (crowded), posisi gigi depan maju (prostrusi)

  • Fungsi Bicara (fonetik)

Gigi berperan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu seperti F,V,S,Z,Th.  Ketika gigi, terutama gigi depan hilang/rusak berat maka pelafalan beberapa huruf akan kurang tepat (cedal).

  • Fungsi kecantikan (estetik)

Anak dengan gigi utuh dan rapi akan terlihat semakin cantik/tampan.  Yang perlu dicermati adalah beban psikologis anak ketika teman-temannya mengolok dengan sebutan ‘ompong’ karena giginya gigis (rampant) dan tinggal akar.

  • Fungsi mempertahankan ruang dalam lengkung gigi sebagai persiapan pertumbuhan gigi permanen sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi permanen.

Gigi susu karena suatu sebab terpaksa dicabut sebelum waktunya, maka gigi yang terletak di depan/ belakangnya akan bergeser ke ruang bekas gigi yang dicabut.  Hal ini mengakibatkan gigi permanent kekurangan ruang untuk tumbuhnya kelak.  Gigi permanent akan kehilangan penuntun arah, akibatnya gigi tumbuh dengan arah yang salah.

Mengingat pentingnya gigi susu, maka orangtua dapat mengkonsultasikan keadaan gigi buah hatinya pada dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak.  Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak juga akan mendetaksi kecenderungan terjadinya posisi gigi yang tidak normal (maloklusi) akibat kebiasaan buruk yang dilakukan anak seperti menghisap ibu jari, bernafas melalui mulut, menggigit-gigit kuku, kerot di waktu malam, dll.

Bersama orangtua, dokter spessialis kedokteran  gigi anak akan memotivasi anak untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, sehingga kemungkinan terjadinya kelainan pada gigi anak dapat dicegah.  Orangtua diharapkan membawa buah hatinya untuk control ke dokter spesialis konservasi gigi anak setiap 3 – 6 bulan sekali, terlebih antara usia 5-12 tahun ketika terjadi pergantian gigi susu ke gigi permanent.  Hal ini untuk menghindari terjadinya persistensi (gigi auau belum tanggal, gigi permanent telah tumbuh).

Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik merupakan keadaan pradiabetes dengan komponen:

1. Intoleransi glukosa (kadar gula puasa 110-126 mg/dL)
2. Obesitas abdomen (gemuk dg perut buncit) dgn Indeks massa tubuh di atas 23 (kg/m2) dan lingkar perut di atas 80 cm [wanita] atau 90 cm [pria]).
3. Kadar trigliserid di sekitar atau di atas 175 mg/dL.
4. Kadar kolesterol jahat di sekitar atau di atas 150 mg/dL.
5. Tekanan darah sistolik di sekitar atau di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.

Diagnosis sindrom metabolik dibuat jika ada 3 dari 5 komponen di atas.

Sindrom metabolik merupakan (kumpulan) keadaan akibat resistensi insulin yang terjadi sebelum seseorang menderita penyakit metabolik khususnya diabetes dan penyakit vaskular seperti hipertensi yang kemudian bisa berlanjut menjadi penyakit yg serius (penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular [stroke] dan nefropati diabetes [gagal ginjal]). Lamanya waktu dari sindrom metabolik hingga terjadinya penyakit di atas bisa 15 tahun atau lebih tergantung faktor genetik dan pola hidup ybs.

Gangguan metabolisme termasuk sindrom metabolik biasanya mulai terjadi pada usia di sekitar 35 tahun (saat pola hidup berubah). Diet yg salah, kehidupan sedentari, stres serta perilaku yg salah, dan kebiasaan berisiko spt merokok semuanya akan mempercepat perubahan dari sindrom metabolik menjadi penyakit yang serius.

INSIDENSI

Dalam Survei Kesehatan Nasional 2007 disebutkan ada 1,5% kasus DM yg sudah diketahui, 4,2% DM yg baru terdiagnosis sehingga terdapat total kasus DM 5,7%. Sedangkan toleransi gula terganggu atau intoleransi glukosa adalah 10,2%. Mengingat sindrom metabolik merupakan sindrom resistensi insulin yg menyebabkan intoleransi glukosa, maka insidensi sindrom metabolik di Indonesia bisa dianggap sekitar 10,2% dari total populasi penduduk.

ORANG YANG RENTAN

Seperti di sebut di atas, orang gemuk dengan perut buncit karena pola hidup yg salah rentan terkena sindrom metabolik.  Cirinya adalah orang yang gemuk dengan perut buncit plus 4 tanda lain spt disebut di atas dalam komponen sindrom metabolik. Hanya sayangnya 4 tanda tsb tidak memberikan keluhan atau gejala apa pun shg baru diketahui setelah penyandang sindrom metabolik menjalani medical checkup atau tes laboratorium.

Untuk mencegahnya, faktor yg bisa diubah harus kita ubah seperti diet dengan gizi yang baik dan seimbang (khususnya diet DM), olahraga aerobik yang teratur, manajemen stres yg benar dan medical checkup untuk mendetesi faktor risiko secara dini.

Faktor usia, jenis kelamin dan genetik tidak bisa diubah.

TERAPI DIET DAN GIZI

Terapi diet untuk SM dan problem metabolik lainnya (obesitas, intoleransi gula dan hiperkolesterol/ hipertrigliserid):

1. Batasi KH sederhana spt gula dan tepung. Contoh makanan yg kaya akan KH sederhana a.l.: makanan/minuman yg manis, camilan spt roti halus, kue kering, tarcis dan camilan yg digoreng dgn tepung. Jangan makan malam dgn hidangan yg terlalu berat krn kaya akan KH sederhana dan lemak/ minyak spt nasi atau mie goreng.
2. Hindari lemak jenuh spt gajih, jerohan, lemak trans, jelantah dan santan yg kental. Gunakan jenis minyak yg baik spt omega-3, 6, 9 dan MCT dalam proporsi yg tepat dan jumlah yg wajar (sekitar 1 sendok makan per kali pakai).
3. Banyak makan makanan yg kaya serat dan antioksidan spt sayuran, buah dan kacang2an yg memiliki beragam warna. Gunakan makanan sumber KH secara bervariasi dgn pola diet semivegetarian.

Keuntungan makanan nabati:
1. Tidak mengandung kolesterol tetapi kaya akan serat (makanan hewani kaya akan kolesterol tapi tidak mengandung serat)
2. Relatif lebih mengandung kalsium dgn kandungan fosfor yg lebih rendah. Sementara kandungan natriumnya yg lebih rendah dan kaliumnya yg lebih tinggi akan mengurangi kecenderungan hipertensi pada sindrom metabolik.
3. Kandungan protein (dalam kacang2an) lebih rendah daripada makanan hewani (daging, telur, susu) sehingga menguntungkan bagi mereka yang memiliki insufisiensi renal.
4. Kandungan zat kimia spt pestisida pada sayuran dan buah lebih mudah dihilangkan dengan cara mencucinya atau mengupas kulit buah. Kandungan hormon, antibiotik, nitrosamin dan benzpiren (dua terakhir zat karsinogenik) dalam daging tidak mudah dihilangkan.
5. Sayuran dan buah yg berwarna mengandung fitokimia pangan dan antioksidan yg berkhasiat bagi tubuh. Contoh fitokimia makanan: lycopene, resveratrol, lutein dll. Contoh antioksidan: antosianin (hitam/biru gelap spt anggur hitam), zeaxanthin (merah tua spt jambu merah atau buah naga merah), klorofil (hijau spt kiwi, melon, brokoli), beta-karoten (merah jingga spt wortel, pepaya, mangga) dan lycopene (kuning kemerahan seperti tomat).

Dr Andry Hartono, DAN.SpGK

Gout Arthritis

Peradangan sendi gout arthritis yang disebabkan penumpukan asam urat seringkali menimbulkan rasa sakit luar biasa. Nyeri ini disebabkan oleh kristal asam urat yg berbentuk spt jarum. Biasanya kristal asam urat terbentuk pada persendian jempol kaki dan jari-jari atau tulang2 kecil kaki (metatarsal dan tarsal). Selain itu, asam urat juga dapat mengendap dalam ginjal shg terbentuk batu asam urat.

Serangan asam urat bisa terjadi dalam hitungan hari atau bulan. Pria dan penyandang obesitas adalah kelompok yang berisiko tinggi mengalami kenaikan asam urat atau hiperurisemia. Sebenarnya, nyeri akibat asam urat bisa dicegah dengan mengatur keseimbangan kerja, olahraga dan istirahat di samping menghindari makanan tertentu.

Asam urat berasal dari purin yg banyak terdapat dalam daging merah termasuk otot kita sendiri. Jika aktivitas fisik kita terlalu berat (ditandai oleh rasa pegal) sementara kita juga kurang minum dan air seni kita terlalu asam krn banyak mengonsumsi daging, lemak dan alkohol, maka terjadilah kenaikan kadar asam urat (di atas 7 utk pria dan 5,5 utk wanita) yg bisa dgn atau tanpa nyeri sendi akibat pengendapan kristal asam urat. Kadar asam urat pria lebih tinggi dari wanita krn massa ototnya lebih besar.

Ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi atau setidaknya harus dikurangi porsinya agar nyeri akibat asam urat bisa dicegah. Apa saja makanan tersebut?

– Jamur kering
Jamur mengandung purin yg tinggi tetapi jamur kering jauh lebih tinggi lagi krn dengan pengeringan, purin lebih terkonsentrasi dg jumlah yg jauh lebih besar.

– Tape
Keberadaan ragi yg memfermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat dan alkohol bukan hanya meningkatkan kandungan purin tapi juga membuat air seni lebih asam sehingga asam urat mengendap sebagai kristal dan tidak bisa dibuang keluar oleh ginjal.

– Kerang
Untuk mengurangi risiko munculnya nyeri asam urat, Anda harus mengurangi konsumsi daging kerang. Saran ini dikemukakan Lona Sandon, asisten profesor gizi klinik di University of Texas Southwestern Medical Center, Amerika Serikat.

“Hewan laut satu ini sangat kaya akan purin, yang oleh tubuh akan dipecah menjadi asam urat. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya jangan terlalu banyak,” kata Sandon, seperti dikutip dari Health.com

– Alkohol

Minum minuman beralkohol akan meningkatkan risiko serangan asam urat hingga dua kali lipat. Alkohol tidak hanya meningkatkan asam urat tetapi juga membuat tubuh makin sulit membersihkannya dari sistem ekskresi spt ginjal. Jika memang ingin minum, lebih baik pilih red wine yg mengandung resveratrol antioksidan pencegah pembentukan asam urat. Minum bir hanya membuat nyeri asam urat makin parah.

– Daging merah dan jerohan

Seperti dikatakan sebelumnya daging kaya akan purin. Namun tidak semua daging memiliki kadar purin yang sama. Daging putih biasanya lebih sehat daripada daging merah. Sebenarnya tidak masalah jika Anda mengonsumsi daging merah, tetapi pastikan jangan terlalu sering dan jangan meminum kaldu atau kuahnya yg kental.

– Minuman manis

Hindari konsumsi minuman manis yg mengandung sukrosa dan fruktosa yg tinggi seperti soft drink atau jus buah kemasan. Pemanis buatan yang terkandung di dalamnya juga membuat tubuh lebih banyak memproduksi asam urat. Penelitian menunjukan pria yang mengonsumsi banyak minuman berfruktosa tinggi berisiko lebih tinggi terkena asam urat. Namun demikian, soda water yg hanya mengandung natrium bikarbonat tanpa gula akan melarutkan kristal asam urat shg kristal tsb dapat diekskresikan ke dalam air seni.

– Asparagus

Asparagus, kembang kol, bayam dan jamur basah mengandung lebih banyak purin dibandingkan sayuran lainnya. Tetapi jika Anda tidak terlalu banyak mengonsumsinya, tidak masalah. Menurut Sandon, tubuh juga sebenarnya lebih mudah mengeluarkan purin yang bersumber dari bahan nabati. Hal yg sama juga terjadi pada kacang dan emping.

– Daging burung. Burung yg terbang terus dan jarang minum spt angsa liar juga kaya akan purin krn hewan tsb dapat menyimpan purin dan asam urat dalam tubuhnya sbg bahan utk membentuk alantoin (bagian dari kuning telur).

– Sarden
Selain kandungan purin yg tinggi, ikan sardine yg dikalengkan juga mengandung kuah atau kaldu yang dapat membuat air seni menjadi asam.

Singkatan utk mengingat makanan yg harus dikurangi konsumsinya adalah JASBUKET yg tdd: Jerohan dan Jamur kering, Asparagus, Alkohol, Sarden, Sayuran yg tumbuh cepat spt jamur serta bayem, Burung, Kaldu, Kacang, Emping, dan Tape.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

SEORANG anak bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, karena ia mempunyai sifat berlainan dari orang dewasa. Ia harus tumbuh dan berkembang sampai dewasa agar dapat berguna bagi masyarakat. Walaupun pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, seorang anak dalam banyak hal bergantung kepada orang dewasa, misalnya mengenai makan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dan sebagainya. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang, misalnya keperluan dan lingkungan anak pada waktu tertentu agar anak dapat tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya.

Sebuah organ yang tumbuh berarti organ itu akan menjadi besar, karena sel-sel dan jaringan di antara sel bertambah banyak. Selama pembiakan, sel berkembang menjadi sebuah alat (organ) dengan fungsi tertentu. Pada permulaannya, organ ini masih sederhana dan fungsinya belum sempurna.Lambat laun organ tersebut dengan fungsinya akan tumbuh dan berkembang menjadi organ yang matang, seperti yang diperlukan orang dewasa. Dengan demikian pertumbuhan, perkembangan dan kematangan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain.

Untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimum diperlukan berbagai faktor misalnya makanan harus disesuaikan dengan keperluan anak yang sedang tumbuh. Penyakit infeksi akut maupun kronis menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahan penyakit menular merupakan hal yang penting, di samping diperlukan bimbingan, pembinaan, perasaan aman dan kasih sayang dari ayah dan ibu yang hidup rukun, bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat.

Sebelum bayi lahir terdapat pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sekali, yaitu dari seorang makhluk yang terdiri hanya dari satu sel sampai terjadi seorang bayi yang setelah dilahirkan dapat hidup sendiri terpisah dari ibunya. Triwulan pertama masa embrio sangat penting, karena merupakan masa pembentukan organ dan beberapa organ telah mulai bekerja. Bila dalam masa ini pertumbuhan embrio dipengaruhi oleh obat, penyakit virus atau radiasi, maka akan terjadi perubahan pada organ yang sedang tumbuh tersebut yang selanjutnya akan menyebabkan kelainan bawaan.

Dalam triwulan berikutnya janin lebih tahan, beberapa organ telah selesai pertumbuhannya. Pada masa ini terutama terjadi perkembangan fungsi dan panjang janin juga bertambah. Akhir bulan keempat panjang janin 35 cm (kira-kira 70% dari panjang badan bayi baru lahir). Selama triwulan terakhir, berat badan bertambah dengan cepat sekali dan terutama terdapat penambahan jaringan lemak di bawah kulit. Bayi lahir dengan berat rata-rata 3000 gram dan panjang badan 48 cm di Indonesia, sedangkan di negara maju berat badan rata-rata bayi baru lahir adalah 3300 gram dan panjang 50 cm.

Pada bayi baru lahir besar kepala merupakan 1/4 panjang badan, sedangkan anggota gerak kira-kira 1/4 panjang badan. Besar kepala orang dewasa hanya 1/8 panjang badannya dan anggota geraknya 1/2 panjang badannya. Pada umur 2 tahun, umbilicus merupakan pusat badan, sedangkan pada orang dewasa pusat badan adalah simfisis. Berat fetus 90% terdiri dari air, sedangkan pada bayi baru lahir 70-80% dan pada orang dewasa 50%. Setelah bayi lahir, berat badan akan menurun karena kurangnya minum, kehilangan cairan tubuh melalui kencing, pernafasan kulit dan mekonium. Penurunan fisiologis ini dapat mencapai 10% dari berat badan waktu lahir. Sesudah 10-14 hari berat badan waktu lahir dapat dicapai kembali. Ciri khas dari anak ialah ia selalu berubah baik secara jasmaniah maupun secara fungsionil.

Tahap pertumbuhan anak:

  1. Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun.
  2. Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik.
  3. Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun).
  4. Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti.

Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan 23 cm (dinegeri maju 25 cm), sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (75 cm di negeri maju). Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm per-tahun.

Formula yang dipakai untuk menentukan panjang anak dari umur 3 tahun adalah:

Panjang badan = 80 + 5n cm.

Keterangan: n = jumlah umur dalam tahun

Panjang badan, umur:

1 tahun = 1½ X panjang lahir

4 tahun = 2 X panjang lahir

6 tahun = 1½ X panjang umur 1 tahun

13 tahun = 3 X panjang lahir

dewasa = 2 X panjang umur 2 tahun

Lingkaran kepala bayi baru lahir di Indonesia 33 cm (di negeri maju 35cm), kemudian pada umur 1 tahun menjadi 44 cm (di negeri maju 47 cm). Pada umur 10 tahun menjadi 53 cm dan pada orang dewasa 55-58 cm. Ukuran lingkar kepala penting diketahui yaitu untuk mengetahui perubahan dalam pertumbuhan otak. Selama masa prasekolah, berat badan naik setiap tahun dengan 1 ½-2 Kg di Indonesia (di negeri maju 2-3 Kg).

Formula yang digunakan untuk menentukan berat badan adalah:

Berat badan = 8 + 2n Kg

Keterangan: n = jumlah umur dalam tahun.

Berat badan, umur:

  • 1 tahun = 3 X berat badan lahir
  • 2 ½ tahun = 4 X berat badan lahir
  • 6 tahun = 2 X berat badan umur 1 tahun

Pada masa prasekolah dan sekolah anak akan tampak kurus yaitu karena pertumbuhan beberapa organ, jumlah jaringan lemak di bawah kulit mengurang. Masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa merupakan masa yang sangat penting. Masa ini disebut masa akil balik. Sesaat sebelum dan sewaktu masa akil balik, jaringan lemak terdapat lagi di bawah kulit, sehingga berat badan bertambah pula. Selama masa ini terdapat perbedaan mengenai jaringan lemak yang terdapat di sekitar panggul, payudara dan anggota gerak, sedangkan pada anak pria berat badan setelah akil balik tidak nyata bertambah. Penambahan berat badan ini tergantung dari makanan, hormon dan faktor keturunan.

Pada permulaan akil balik, pertumbuhan cepat sekali. Dalam masa yang pendek ini panjang anak dapat bertambah lebih kurang 10 cm per-tahun. Sampai akil balik pertumbuhan anak pria dan wanita kecepatannya berkurang menurut norma tertentu, tetapi setelah itu terdapat perbedaan. Pada wanita di negeri maju akil balik mulai 2 tahun lebih cepat dari pada pria (growthspurt) sehingga pertumbuhan cepat terdapat lebih dahulu daripada pria. Namun jalannya pertumbuhan pria selama masa akil balik lebih cepat dibandingkan dengan anak wanita. Anak pria tumbuh dua tahun lebih lama dengan kecepatan 5 cm pertahun dan pada masa akil balik tumbuh beberapa cm lebih cepat daripada anak wanita, sehingga panjang anak pria kira-kira 12 cm lebih panjang dari anak wanita.

Penyakit akut yang berat dapat menghambat pertumbuhan anak, tapi bila hambatan yang terjadi tidak besar, maka keterlambatan pertumbuhan tersebut masih dapat dikejar. Selain penyakit, makanan, keadaan sosial-ekonomi, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, yaitu:

  1. Faktor genetis Tidak semua orang mempunyai panjang/tinggi badan yang sama. Kemampuan untuk menjadi panjang atau pendek diturunkan menurut ketentuan tertentu, sehingga anak yang tinggi biasanya berasal dari orang tua yang tinggi pula.
  2. Beberapa hormon yang mempengaruhi pertumbuhan.
  3. Hormon pertumbuhan hipofisis mempengaruhi pertumbuhan jumlah sel tulang.
  4. Hormon tiroid yang mempengaruhi pertumbuhan dan kematangan tulang.
  5. Hormon kelamin pria di testis dan kelenjar suprarenalis dan pada wanita di kelenjar suprarenalis, merangsang pertumbuhan selama jangka waktu yang tidak lama. Di samping itu hormon tersebut juga merangsang pematangan tulang sehingga pada suatu waktu pertumbuhan berhenti. Hormon ini bekerja terutama pada pertumbuhan cepat selama masa akil balik.

Perubahan tubuh pada masa akil balik berlangsung karena pengaruh hormon kelamin dan hipofisis. Pada permulaan akil balik terdapat penambahan berat badan yang mencolok disertai dengan penambahan panjang badan. Pada anak wanita terdapat pembesaran uterus, ovarium, vagina pada umur8-10 tahun. Organ-organ ini mencapai kedewasaan pada umur 18-20 tahun. Pertumbuhan kelamin sekunder dimulai dengan membesarnya payudara yang didahului oleh pembesaran dan pigmentasi puting dan areola mamae. Bersamaan dengan ini pinggul menjadi lebar karena tulangnya menjadi lebar. Satu tahun kemudian terdapat pertumbuhan rambut di daerah pubis, setengah tahun kemudian terdapat pertumbuhan rambut di ketiak. Pada waktu ini terjadi menstruasi pertama, yang di negeri maju dimulai pada umur kira-kira 13 ½ tahun. Menstruasi ini berlangsung tidak teratur pada tahun pertama, tetapi kemudian menjadi teratur pada umur 16-18 tahun.

Pada anak pria, permulaan akil balik ditandai dengan pembesaran penis, testis dan scrotum. Pertumbuhan berupa pigmentasi dan kerut-kerutan juga terjadi pada scrotum. Ejakulasi terjadi pada umur kira-kira 15-16 tahun. Tidak lama sesudah pembesaran organ kelamin, terdapat pertumbuhan rambut di pubis, ketiak, kumis, janggut. Kemudian terdapat perubahan suara. Muka menjadi lebih jelas, bahu menjadi lebar dan terdapat penambahan jumlah dan kekuatan otot-otot. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa anak pria pada umur 18-20 tahun jasmaninya telah meningkat. Seluruh perkembangan gejala akil balik berlangsung menurut norma tertentu, walaupun juga terdapat perbedaan kecepatan antara anak yang satu dibandingkan dengan anak yang lain. Hal ini disebabkan oleh faktor keturunan, beberapa hormon, makanan dan adanya hambatan oleh penyakit. Gejala yang tidak sama untuk seluruh dunia ialah bahwa rata-rata manusia sekarang lebih cepat mengalami akil balik dan menjadi ebih tinggi. Hal ini akan mengakibatkan masalah bagi remaja maupun orang tuanya.

 

Prinsip Penanganan Kaki Diabetes

Prinsip Penanganan Kaki Diabetes

Kontrol metabolik : pengendalian keadaan metabolik sebaik mungkin seperti pengendalian kadar gula darah, kolesterol, dan sebagainya.

Kontrol vaskular: perbaikan suplai vascular(kecukupan aliran darah), biasanya dibutuhkan pada keadaan kerusakan pembuluh darah tepi, dilakukan dengan operasi atau angioplasty.

Kontrol infeksi: pengobatan infeksi secara agresif, jika terlihat tanda klinis infeksi.

Kontrol lukal: pembuangan jaringan terinfeksi dan jaringan mati secara teratur

Kontrol tekanan: mengurangi tekanan. Tekanan yang berulang dapat menyebabkan perlukaan, sehingga harus dihindari. Hal itu sangat penting dilakukan pada luka akibat kerusakan saraf, dan diperlukan pembuangan kalus dan memakaikan sepatu yang pas yang berfungsi untuk mengurangi tekanan. Gunakan alas kaki yang cocok dengan bentuk kaki, 1-2 cm lebih panjang dari ukuran kaki. gunakan selalu alas kaki baik didalam maupun diluar rumah. Kalau perlu buat sepatu yang dibuat khusus menyesuaikan dengan bentuk atau kelainan kaki yang ada.

Kontrol edukasi: penyuluhan yang baik.

o   Edukasi perawatan kaki harus diberikan secara rinci pada semua orang dengan luka maupun neuropati perifer atau peripheral arterial disease.

  1. Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan air.
  2. Periksa kaki setiap hari, dan laporkan pada dokter apabila ada kulit terkelupas atau daerah kemerahan atau luka.
  3. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakaikannya.
  4. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, dan mengoleskan krim pelembab ke kulit yang kering.
  5. Gunting kuku dengan cara yang benar, jangan membuat luka dan jangan sampai kuku tumbuh ke dalam daging.
  6. Bersihkan kaki setiap hari.
  7. Setiap 4-6 jam lepaskan sepatu
  8. Gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki untuk melancarkan sirkulasi darah.
  9. Jangan merendam kaki
  10. Jangan menggunakan botol panas/peralatan listrik untuk memanaskan kaki.
  11. Jangan menggunakan silet untuk mengurangi kapalan.
  12. Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan mata ikan.
  13. Jangan menggunakan sikat tajam atau pisau untuk kaki.
  14. Jangan membiarkan luka di kaki sekecil apa pun.

o   Edukasi perawatan kaki harus dilakukan secara teratur.

 

(dari berbagai sumber)