Asma pada Anak

Anak dengan batuk membandel, bisa jadi merupakan gejala asma…….

Asma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan bernafas.  Asma merupakan suatu penyakit peradangan  saluran napas yang sifatnya kronik (menahun).Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama sekali pada anak mulai usia 5 tahun.

Asma diambil dari bahasa Yunani  “asthma” yang berarti ‘sukar bernapas’. Penyakit asma ditandai dengan tiga hal, antara lain mengkerutnya  saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebih pada saluran napas.

Penyakit ini merupakan salah satu manifestasi alergi. Jika salah satu atau kedua orangtua, atau kerabat lain(kakek, nenek, paman, bibi) mengidap alergi, maka si anak memiliki bakat besar untuk alergi. Seorang anak dengan salah satu orangtua yang menderita asma memiliki resiko 25 % memiliki asma, jika kedua orangtua memiliki asma, resikonya meningkat menjadi 50 %. Dalam riwayat keluarga, biasanya ditemui asma, serta bentuk lain penyakit alergi, seperti eksim, pilek alergi, atau alergi obat maupun makanan.

Anak yang ibunya merokok selama hamil lebih mungkin terkena asma. Anak di lingkungan perkotaan lebih mungkin memiliki asma, terutama sekali jika mereka berasal dari kelompok sosial ekonomi rendah. Meskipun asma berpengaruh dengan persentasi yang tinggi pada anak berkulit hitam dibandingkan dengan anak berkulit putih, peranan genetik berpengaruh dalam meningkatnya asma adalah kontroversi karena anak berkulit hitam juga lebih mungkin untuk tinggal di daerah perkotaan. Anak yang menghadapi alergen dengan konsentrasi tinggi, seperti debu atau kotoran kecoa, pada usia dini lebih mungkin menderita terkena asma.

Sebagian besar asma pada anak menghilang saat dewasa. Sebagian lagi terbawa sampai dewasa.

GEJALA KLINIS ASMA PADA ANAK

Anak dengan batuk membandel, bisa jadi merupakan gejala asma. Batuk membandel adalah batuk yang berlangsung lama (dua minggu lebih), sulit sembuh, timbul berulang dalam jangka pendek, atau membaik sebentar namun timbul lagi.

Gejala klinis asma bervariasi dari yang ringan sampai berat. Gejala khas asma adalah adanya sesak napas yang berulang disertai napas berbunyi. Batuk kering merupakan gejala awal yang biasanya terjadi pada malam dan menjelang pagi hari Selanjutnya batuk disertai dahak yang kental. Gejala ini sering disertai pilek-pilek (rinitis alergika). Gejala ini biasanya terjadi setelah 4 – 8 jam kontak dengan pemicu.

Hal yang mendukung ke arah asma diantaranya :

Batuk timbul jika terpajan dengan faktor pencetus yang banyak sekali bentuk dan macamnya. Batuk asma pada anak memberikan ciri lain yang lebih berat pada malam atau dini hari. Terkadang, perbedaan intensitas batuk pada siang dan malam hari, demikian ekstrem. Siang, tanpa batuk sama sekali, lalu malam justru hebat sampai anak tidak bisa tidur. Tentu orang tua ikut terganggu tidurnya. Akibatnya anak mengantuk di sekolah, dan orang tuanya mengantuk saat bekerja.

Hal lain yang memperkuat diagnosis asma ialah respons yang baik dengan obat asma. Sering karena tidak terdiagnosis asma, pasien dengan batuk bandel diberikan obat penekan batuk, tapi bentuknya malah kian menjadi. Pasien asma memang tidak boleh diberikan obat tadi. Pasien akan mereda batuknya jika diberikan obat asma.

Untuk mengonfirmasi diagnosis asma, perlu dilakukan pemeriksaan khusus berupa uji fungsi paru. Untuk melaksanakannya, pasien perlu melakukan jurus yang cukup kompleks. Biasanya, anak berusia dibawah tujuh tahun belum mampu melakukannya sehingga pemerikssaan ini terbatas digunakan pada anak kecil.

PENYEBAB

Hingga saat ini penyebab asma belum diketahui. Telah banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli di bidang asma untuk menerangkan sebab terjadinya asma, namun belum satu pun teori atau hipotesis yang dapat diterima atau disepakati semua para ahli.

Anak penderita asma mempunyai sifat yang hiperresponsif, mempunyai respon berlebih terhadap suatu pencetus yang bagi anak yang tidak menderita asma tidak menimbulkan respon. Semua pencetus ini menghasilkan reaksi serupa ; sel tertentu di saluran udara melepaskan zat kimia. Zat-zat ini menyebabkan saluran napas menjadi meradang dan bengkak dan merangsang sel otot pada dinding saluran napas mengkerut, meningkatkan produksi lendir pada saluran napas.. Setiap reaksi ini memicu  pengecilan saluran napas secara tiba-tiba (serangan asma). Pada kebanyakan anak-anak, saluran napas kembali normal di antara serangan asma.

 

PENCETUS ASMA

►   Debu rumah

►   Tungau debu rumah

►   Bulu binatang

  • Anjing
  • Kucing
  • Ayam
  • Burung

►   Kecoa

►   Kapuk

►   Makanan

  • Dingin
  • Coklat
  • Kacang tanah
  • Tomat
  • Rambutan
  • Pengawet dan pewarna makanan
  • Dan yang mengandung MSG

►   Kegiatan jasmani berlebihan

  • Naik sepeda
  • Lari
  • Aktivitas fisik lainnya

►   Naiknya isi lambung ke esofagus / gastroesofageal refluks (GER) terjadi bila anak tidur datar

►   Psikis

►   Stress

►   Kombinasi

►   Asap

  • Rokok
  • Obat nyamuk
    • Dibakar
    • Disemprot
    • Listrik/elektrik
  • Dapur
  • Hairspray
  • Deodorant
  • Bau yang tajam
  • Pengharum ruangan
  • Pembakaran sampah

►   Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) :

    • ISPA- Atas,  (Flu, Sinusitis)
    • ISPA – Bawah

 

PENANGGULANGAN

  1. UPAYA PENCEGAHAN
    • Penghindaran faktor pencetus. Termasuk pencegahan dini  mulai pada ibu hamil, bayi,  ibu menyusui, dan seterusnya.
    • Pemakaian obat-obat.
  1. UPAYA PENGOBATAN
  • Penggunaan obat-obat untuk melebarkan saluran napas yang menyempit.
  • Hasil pengobatan terbaik untuk jangka panjang hanya dapat dicapai bila disamping pengunaan obat juga penghindaran terhadap faktor.

Peranan orang tua

  • Identifikasi dan pengendalian pencetus serangan asma dan hal-hal yang dapat memberatkan asma.
  • Penyediaan obat dan pemberian obat yang tepat.
  • Pengenalan tanda-tanda awal serangan.
  • Mengetahui kapan harus membawa anaknya ke dokter, RS, IGD.
  • Menjaga kesehatan pada umumnya.
  • Membina suasana keluarga.

Memantau kemajuan/kemunduran keadaan asma anak.

Bahaya Merokok

Dengan merokok, Anda menginvestasikan sejumlah penyakit berbahaya…..

Merokok menyebabkan sejumlah efek kesehatan yang berbahaya baik bagi perokok (aktif) maupun bagi orang lain sebagai perokok pasif karena asap rokok yang terhirup.

Apa yang terkandung dalam asap rokok?

Rokok mengandung lebih dari 3.800 bahan kimia, sebagian besar diantaranya beracun.Racun dalam asap rokok yang dihisap oleh perokok aktif dan perokok pasif meliputi: Nikotin, Tar, Arsenik, Benzen, Karbonmonoksida, Formalin, Hidrogen sianida, Amoniak, Vinyl klorida.

  1. Nikotin, merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker. Nikotin yang dihirup hanya memerlukan waktu singkat untuk mencapai peredaran darah di otak. Nikotin dalam otak akan menstimulasi berbagai senyawa kimia neurotransmiter dan hormon yang bertanggung jawab terhadap semua efek “penenang” bagi perokok. Senyawa ini akan terus-menerus dihasilkan selama terdapat nikotin di dalam peredaran darah otak. Akibatnya, bila kadar nikotin menurun, otak akan mengirim pesan “butuh” nikotin kembali.
  2. Tar,  kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar sejenis cairan berwarna coklat atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Tar menyebabkan kanker paru-paru. Bahaya rokok dari racun ini sangat mengancam kelangsungan hidup si perokok.
  3. Karbon monoksida, mengikat hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen. Tubuh yang kekurangan oksigen akan mengecilkan pembuluh darah. Bila proses tersebut berlangsung lama, maka pembuluh darah akan menyempit. Penyempitan pembuluh darah bisa terjadi di otak, paru, ginjal, saluran kandungan, ari-ari pada janin, dan di mana-mana.
  4. Hidrogen sianida,merupakan zat yang mudah terbakar dan paling ampuh untuk menghalangi ataupun merusak saluran pernapasan. Walaupun hanya sedikit, apabila sianida dikomsumsi orang secara langsung, maka manusia tersebut bisa meninggal.
  5. Benzene dan formaldehid, merupakan senyawa karsinogen yang berbahaya, Arsen yang sering digunakan sebagai racun tikus, dan karbon monoksida, yang merupakan komponen utama pada asap rokok dan asap kendaraan, merupakan beberapa senyawa yang terdapat pada rokok.

Merokok:

Berkaitan dengan angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) yang lebih tinggi pada semua umur

Meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung pada laki-laki dan wanita paruhbaya sebanyak 3 kali

Berinteraksi dengan faktor risiko PJK lainnya:

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Hiperkolesterolemia

Bahkan merokok dalam jumlah sedikit berbahaya

-Mereka yang menghisap

  • Hanya 6-9 batang rokok perhari meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 210%
  • Mortalitas (angka kematian) karena penyebab apapun meningkat sampai 200%

-Mereka yang tidak menghisap

  • Risiko serangan jantung juga meningkat
  • Risiko kematian akibat penyebab apapun juga meningkat

-Mereka yang menghisap

  • Hanya 6-9 batang rokok perhari meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 210%
  • Mortalitas karena penyebab apapun meningkat sampai 200%

-Mereka yang tidak menghisap

  • Risiko serangan jantung juga meningkat
  • Risiko kematian akibat penyebab apapun juga meningkat

Merokok dan Penyakit Vaskular

-Penyakit vaskular perifer )penyakit pembuluh darah tepi) – risiko perokok dibandingkan dengan bukan perokok:

  • Merokok <20 batang/hari meningkatkan risiko lebih dari 11 kali
  • Merokok >20 batang/hari meningkatkan risiko lebih dari 15 kali

-Aneurisme aorta (Kelainan pembuluh darah besar aorta) ( – risiko perokok lebih dari 5 kali

-Meningkatkan risiko trombosis cerebral (penyumbatan pembuluh darah otak) dan stroke

Merokok dan Diabetes

Penderita diabetes yang merokok memiliki risiko kematian prematur 2 kali lebih besar dibandingkan dengan penderita diabetes yang tidak merokok.

Merokok dan diabetes berinteraksi:

  • Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak 14 kali dibandingkan dengan merokok atau diabetes secara terpisah
  • Mempercepat terjadinya nefropati (gangguan fungsi ginjal)
  • Mempercepat terjadinya neuropati (gangguan fungsi saraf)

Merokok Merusak Fungsi Paru

Hasil gambar untuk smoking

Merokok mempercepat proses penuaan paru-paru yang normal

Merokok menyebabkan peradangan saluran udara yang berukuran kecil

  • Menyebabkan terjadinya radang paru.
  • Elastisitas paru normal menjadi hilang
  • Fibrosis (pemadatan jaringan paru) dan distorsi jalan nafas

– Kehilangan fungsi paru

  • Dimulai lama sebelum gejala awal muncul
  • Bila gejala awal muncul, perokok telah mengalami kehilangan fungsi paru yang bermakna

PPOK (Penyakit Paru Obstuktif Kronik) dan Penghentian Merokok

Bila pasien belum memiliki gejala, HANYA penghentian merokok dapat memperbaiki perjalanan klinis PPOM.

Setelah berhenti merokok:

  • Peningkatan fungsi paru
  • Penuaan paru kembali ke kecepatan  normal

Terapi dengan obat-obatan TIDAK memberikan keuntungan yang sama seperti berhenti merokok

Penghentian Merokok dan Pengembalian Fungsi Paru

Bila seorang berhenti merokok, pada beberapa minggu pertama, dia akan batuk dan berdahak LEBIH BANYAK

Pasien sering SALAH menginterpretasikan gejala-gejala bahwa penghentian merokok membuat mereka menjadi lebih sakit

Sebenarnya ini merupakan tanda-tanda KESEMBUHAN:

  • Kembalinya fungsi normal cilia saluran nafas
  • Sembuhnya mekanisme “pembersihan” paru

Merokok dan Infeksi Paru

-Perokok memiliki peluang yang lebih banyak untuk menderita

  • Bronkitis akut dan kronis
  • Pneumonia
  • Tuberkulosis

-Racun tembakau merusak cilia paru

  • Mengurangi dampak pembersihan cilia
  • Mengurangi fungsi imunitas

Tuberkulosis (TB) dan merokok

Merokok merupakan faktor risiko untuk tuberkulosis paru dan ekstra-paru

Penelitian pada laki-laki di India

  • Risiko perokok sampai 4,5 kali lebih mungkin untuk menderita TB klinis dibandingkan dengan bukan perokok
  • Perokok 4,5 kali lebih mungkin untuk meninggal karena TB

Risiko TB meningkat walaupun jumlah rokok yang dihisap kurang dari 10 batang per hari

 

Kondisi Mulut yang Disebabkan oleh Penggunaan Tembakau

-Kanker mulut

  • Merokok meningkatkan risiko kanker mulut sebanyak 1000% sampai 2000%
  • Risiko meningkat sejalan dengan jumlah dan lama merokok

-Pada saat diagnosis:

  • Hanya 30% kanker mulut masih terlokalisir
  • 70% telah menyebar ke kelenjar getah bening

Kondisi Mulut yang Disebabkan oleh Penggunaan Tembakau

– Leukoplakia

  • Lesi prekanker, berupa bercak putih tidak hilang pada selaput lendir mulut.
  • Risiko meningkat sejalan dengan jumlah dan lama merokok
  • 6 kali lebih sering pada perokok
  • Salah satu bentuk:”langit-langit mulut perokok”

Kondisi Mulut Lainnya yang Disebabkan oleh Penggunaan Tembakau

-Penyakit gigi dan gusi.

-Karies gigi

-Karang gigi & pembentukan plak

-Pewarnaan dan noda pada gigi

-Nafas berbau

Hairy tongue

Mekanisme Efek Tembakau Terhadap Kesehatan Oral

Penggunaan rokok:

-Mengganggu respon sistem imun

-Menurunkan peredaran pembuluh darah ke jaringan

-Menghambat penyembuhan jaringan

 

Merokok dan Impotensi

-Risiko yang paralel dan kuat dengan

  • Penyakit jantung koroner
  • Atherosclerosis

-Risiko impotensi meningkat seiring dengan jumlah dan durasi merokok

-Sebagian disebabkan oleh kerusakan fungsi normal dinding pembuluh darah

-Peluang untuk mengalami impotensi dibandingkan dengan bukan perokok:

  • Perokok saat ini – 90% risiko lebih tinggi
  • Perokok pasif – 240% risiko lebih tinggi
  • Perokok cerutu – 200% risiko lebih tinggi

Efek Merokok terhadap Mata

-Merokok meningkatkan risiko untuk mengalami katarak sebanyak 230%

-Efek dosis respons:

Setiap peningkatan lama rokok sebanyak 10 tahunnya, risiko katarak meningkat sebanyak lebih dari 20%.

Merokok dan Sistem Imunitas

Perubahan fungsi imunitas

  • Penurunan jumlah dan fungsi sel pembunuh alami
  • Penurunan jumlah sel imun lainnya
  • Penurunan keempat jenis antibodi

 

Penyakit Psikiatrik dan Merokok

Angka merokok lebih tinggi pada semua kelompok penderita gangguan jiwa dibandingkan dengan populasi umum:

  • Schizophrenia           70-90%
  • Gangguan bipolar     >50%
  • Depresi mayor          20-40 %

Perokok Pasif

-Istilah lain untuk perokok pasif

  • second hand smoke
  • involuntary smoke
  • environmental tobacco smoke

-Jenis perokok pasif

  • “mainstream smoke” – asap rokok yang dihembuskan oleh perokok
  • “sidestream smoke”- asap rokok yang berasal langsung dari rokok yang menyala
  • Dua kali lebih berbahaya dibandingkan mainstream smoke

-Sumber utama polusi udara dalam ruangan

-Mengandung toksin dan karsinogen

-Berkaitan dengan banyak dampak buruk kesehatan pada:

Anak-anak

Dewasa

Fetus

Perokok Pasif dan Anak-Anak

-Tubuh anak-anak masih tumbuh dan berkembang

-Anak-anak lebih sensitif terhadap efek pernafasan akibat asap rokok pasif

-Penyakit pernafasan dapat mengganggu perkembangan dan fungsi paru-paru normal

-Penyebab utama ketidakhadiran di sekolah

Penyakit Saluran Pernafasan Bawah

-Anak-anak 0-2 tahun

  • Bila bapak merokok, risiko infeksi saluran pernafasan meningkat sebanyak 30%

-Rawat inap di rumah sakit

  • Bila bapak merokok, tingkat rawat inap di rumah sakit meningkat lebih dari 30%

Penyakit Saluran Pernafasan Bawah pada Anak Berusia 5-16 tahun

-Batuk

  • Bila bapak merokok, risiko batuk meningkat sebanyak 10-30%

-Asma

  • Anak < 6 tahun, risiko meningkat 20-30%
  • Anak > 6 tahun, risiko meningkat 5-20%

-Pada semua umur, perokok pasif meningkatkan keparahan, frekuensi serangan, penggunaan obat, dan rawat inap di rumah sakit untuk penderita asma

 

Penyakit Telinga Tengah pada Anak-Anak

-Paparan perokok pasif meningkatkan risiko:

  • Infeksi telinga tengah sampai 60%
  • Rekurensi infeksi telinga tengah sampai kira-kira 50%

-Infeksi telinga rekuren meningkakan risiko kehilangan pendengaran dan masalah bicara.

Sindroma Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome)

-Perokok pasif merupakan faktor risiko independen untuk sindroma kematian bayi mendadak/Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

-Bila ayah merokok, risiko SIDS meningkat sebanyak 50%-200%

 

Efek Asap Rokok Terhadap Janin

-Karbon Monoksida

  • Terikat secara irreversibel pada hemoglobin janin
  • Penurunan pengangkutan oksigen kepada janin

-Nikotin

  • Menurunkan aliran darah uterus sampai 38%

-Toksin dalam asap dapat melewati plasenta

-Banyak efek asap rokok terhadap janin

  • Diperberat oleh nutrisi ibu yang buruk

Perokok Pasif dan Kehamilan

-Meningkatkan risiko berat badan lahir rendah sampai 240%

-Meningkatkan risiko untuk:

  • Kelahiran prematur sampai 600%
  • Kelahiran sangat prematur sampai 530%

Perokok Pasif dan Kesakitan Pada Dewasa

-Wanita Indonesia yang memiliki suami perokok:

  • Rokok biasa – risiko kanker paru meningkat lebih dari 279%
  • Rokok kretek – risiko kanker paru lebih dari  300%

-Orang dewasa dengan asma yang terpapar perokok pasif:

  • Batuk  – 20% risiko lebih tinggi
  • Gangguan napas – 85% risiko lebih tinggi
  • Keberbatasan aktifitas – 200% risiko lebih tinggi

Apa yang dapat dilakukan tentang epidemik merokok?

Peran Dunia Kedokteran

-Tembakau:

  • Menyebabkan dampak buruk pada hampir setiap organ tubuh
  • Merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian yang dapat dicegah
  • Membawa penderitaan yang besar bagi pasien dan keluarganya
  • Pada tahun 2030 akan merupakan penyebab kematian utama di dunia

-Penanganan penggunaan tembakau merupakan bagian dari pelayanan kedokteran modern yang baik

Apa yang dapat dilakukan oleh profesional kesehatan untuk menangani epidemik tembakau?

Peran dokter sebagai pemimpin

Di negara-negara maju

  • Sebelum tahun 1940 dokter merokok lebih banyak daripada populasi umum

Setelah laporan Surgeon General tahun 1964 yang menunjukkan bahaya merokok

  • Dokter menjadi pemimpin dalam penghentian merokok
  • Dokter mulai mendorong pasien untuk berhenti merokok
  • Dokter merupakan panutan yang menginspirasi populasi umum untuk berhenti merokok

Angka merokok di kalangan dokter pada saat ini kurang dari 2%

Penghentian Merokok di Kantor dan Rumah Sakit

Penghentian merokok kadang dapat merupakan tantangan karena:

  • Dokter sangat sibuk dengan prioritas lainnya
  • Waktu yang terbatas dengan pasien
  • Dokter tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk membantu pasien berhenti merokok
  • Dokter mungkin masih merokok

 

Peran Dokter di Negara Maju

Walaupun penghentian merokok kadang-kadang sulit, dokter masih tetap menangani masalah rokok karena masalah ini sangat penting.

  • 98% menanyakan kepada pasien tentang perilaku merokok mereka
  • 95% menganjurkan pasien untuk berhenti merokok

Apa yang dipikirkan dan dikatakan oleh pasien?

-Pasien mengatakan bahwa bila dokter menyarankan untuk berhenti merokok, maka saat itu mereka berpikir untuk berhenti merokok

-Bila dokter tidak mengatakan apa-apa, pasien tidak berpikir untuk berhenti merokok.

Apakah anak kita akan memiliki masa depan yang bebas rokok?

 

(Sumber:  Myra Muramoto, M.D., M.P.H., University of Arizona, College of Medicine)

Penyakit Campak

Apakah setiap bintik-bintik merah yang muncul di seluruh tubuh pada anak balita merupakan campak? Banyak para orangtua salah mengira gejala campak. Salah perkiraan ini tak jarang menimbulkan kerugian buat si anak. Anak dianggap sudah mendapat kekebalan campak, hingga anak melewatkan vaksinasi campak.

Definisi Suspek Campak:

Setiap orang yang demam dengan bercak kemerahan disertai minimal salah satu dari: mata merah (konjungtivitis) atau pilek atau batuk atau mencret.

Campak / Gabag /Morbili / Measles / Rubeola

  • Merupakan penyakit infeksi virus yaitu Morbillivirus.
  • Kejadiannya di seluruh dunia.
  • Menyerang manusia, belum diketahui pada binatang
  • Sangat menular, >90 % diantara kelompok orang rentan.
  • Umur terbanyak menderita campak adalah <12bulan, diikuti kelompok umur 1-4 tahun dan 5-14 tahun terlebih yang tidak mendapatkan imunisasi campak.

Cara Penularan

  • Penularan dari orang ke orang melalui percikan ludah dan transmisi melalui udara ( sampai 2 jam setelah  penderita campak  meninggalkan ruangan ).
  • Waktu Penularan: 4 hari sebelum dan 4 hari setelah ruam.
  • Penularan maksimum pada 3-4 hari  setelah ruam.

Gejala Penyakit CAMPAK

Hari 1-3 :

  • Demam tinggi.
  • Mata merah dan sakit bila kena cahaya.
  • Anak batuk pilek
  • Mungkin dengan muntah atau diare.

Hari 3- 4 :

  • Demam tetap tinggi.
  • Timbul ruam / bercak-bercak merah pada kulit dimulai

wajah dibelakang telinga menyebar cepat ke seluruh tubuh.

  • Mata bengkak terdapat cairan kuning kental
  • Bila ruam timbul waktu demam turun dan dengan penyebaran yang tidak khas, dan penderita berumur < 2tahun, bukan merupakan penyakit campak tetapi Eksantema Subitum / Roseola Infantum ( infeksi virus Herpes tipe 6 dan 7)

Hari 4 – 6 :

  • Ruam berubah menjadi kehitaman dan mulai mengering
  • Selanjutnya mengelupas secara berangsur-angsur
  • Akhirnya kulit kembali seperti semula tanpa menimbulkan bekas
  • Hilangnya ruam sesuai urutan timbulnya.

Komplikasi Penyakit Campak

Sering

Jarang

-Diare yang dapat diikuti    dehidrasi

-Radang paru-paru

-Malnutrisi

-Radang telinga tengah

-Sariawan

-Komplikasi mata

– Encephalitis / radang otak

– Myocarditis / radang otot jantung

– Pneumonia / radang paru-paru

– Subacute Sclerosing Pan Encephalitis (SSPE): proses degeneratif susunan saraf pusat. Disebabkan karena infeksi virus yang menetap.

Pengobatan :

  • Pada umumnya penyakit Campak dapat sembuh dengan sempurna. Komplikasi terjadi bila kekebalan anak tidak bagus atau anak menderita kurang gizi.
  • Pengobatan bersifat suportif, terdiri dari pemberian cairan yang cukup, suplemen nutrisi, obat anti-demam, obat batuk dan pilek. Bila tidak ada komplikasi dilakukan rawat jalan.
  • Rawat Inap bila:
  • Demam tinggi (>39ºC), dehidrasi, kejang, asupan makanan / minuman sulit, atau adanya komplikasi.
  • Pemberian Vitamin A (100.000 IU untuk anak usia 6-12 bulan dan 200.000 IU untuk >12 bulan. Vitamin A ini berfungsi untuk  perbaikan selaput lendir ( mata, mulut, hidung, usus) yang meradang.

Pencegahan :

  • Vaksinasi campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak.
  • Imunisasi Campak diberikan pada bayi usia 9 bulan, pemberian vaksin dibawah umur 9 bulan kurang efektif karena bayi masih mendapatkan  proteksi kekebalan dari ibu.
  • Vaksin kombinasi MMR ( Measles, Mumps, Rubella), dilakukan pada usia 12-15 bulan dan diulang saat usia 4-7 tahun.
  • Bayi yang pernah sakit campak sebelum usia 9 bulan apakah perlu divaksin campak? Karena beberapa penyakit virus lain gejalanya mirip campak, sehingga orangtua bahkan dokter keliru, bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus lain dianggap sebagai campak. Seandainya benar-benar pernah menderita campak, bayi tetap boleh diberikan vaksin campak, tidak merugikan bayi, karena kekebalannya hanya bertahan beberapa tahun. Oleh karena itu semua anak balita dan usia sekolah di daerah yang banyak kasus campak dan cakupan imunisasinya masih rendah harus mendapat imunisasi campak ulangan (penguat) agar kekebalannya bisa berlangsung lama.

Sumber: Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak, Buku Pedoman Imunisasi Di Indonesia)

 

Cacar Air

Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular….

Cacar air merupakan penyakit kulit yang umum dikenal masyarakat. Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena cacar air. Sering kita bisa memperkirakan seseorang sudah terkena cacar air dari adanya bekas luka di wajah, berupa bopeng.

Cacar air bersifat musiman. Disebut musiman karena sifatnya yang sangat mudah menular. Bila ada 1 penderita cacar air, sangat besar akan diikuti oleh penderita-penderita lainnya. Bila di satu keluarga ada yang terkena, maka akan disusul episode-episode anggota keluarga lainnya.

Apakah penyakit Cacar Air itu?

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster.  Virus ini menginfeksi manusia dengan sifat sistemik, maksudnya virus ini menimbulkan reaksi menyeluruh, bukan bersifat lokal.

Penderita cacar air menularkan penyakitnya ke orang lain melalui cara:

  • Droplet (partikel cairan yang dikeluarkan dari mulut pada waktu bersin, batuk, atau berbicara yang mengandung kuman penyakit, yaitu virus Varicella-zoster) yang masuk ke tubuh orang sehat.
  • Melalui kontak langsung, bersentuhan dengan penderita

Setelah masuk ke tubuh manusia, virus akan memperbanyak diri dan menyebar ke jaringan setempat melalui aliran darah dan aliran getah bening. Virus memperbanyak diri kembali hingga virus menyebar ke seluruh tubuh dan terutama mencapai kulit dan selaput lendir.

Periode menular 1-2 hari sebelum, sampai 5-6 hari setelah timbulnya ruam.

Apa gejala penyakit Cacar Air?

Berat ringannya gejala cacar air sangat ditentukan oleh daya tahan tubuh, yaitu imunitas tubuh.

Tanda awal umumnya berupa: demam yang tidak tinggi, tidak enak badan, sakit kepala, yang dialami 1-3 hari sebelum munculnya ruam atau plentingan.

Ruam berair muncul, makin lama makin banyak hingga sekujur tubuh, termasuk di rongga mulut, mata, telinga, hidung. Munculnya ruam ini tidak khas dari bagian tubuh tertentu. Bisa pertama muncul di lengan, punggung, atau perut.

Pada cacar air di seluruh tubuh dapat ditemukan bermacam-macam bentuk ruam, ada yang masih berupa ruam kemerahan, ruam berair yang berisi cairan jernih, ruam bernanah, hingga ruam yang sudah menjadi keropeng. Ruam berangsur mengering seluruhnya hingga pulih setelah 1-3 minggu.

Penyakit ini lebih berat dan sering menimbulkan komplikasi pada bayi, dewasa, dan orang dengan daya tahan tubuh yang jelek. Setelah sakit, pasien kebal seumur hidup.

Komplikasi bervariasi antara 5- 10% kasus, dapat mengenai sistem saraf pusat, paru-paru, telinga bagian tengah, dan infeksi kulit yang parah. Penyakit ini dapat sembuh sendiri.

Bagaimana manajemen penyakit Cacar Air?

Bila menderita penyakit ini maka yang sebaiknya dilakukan adalah:

  • Istirahat. Selain untuk memperbaiki daya tahan tubuh, juga untuk mencegah penularan penyakit.
  • Menjaga nutrisi yang cukup.
  • Menjaga kebersihan diri:

o   Mandi, merupakan anggapan yang salah bila penderita cacar air tidak boleh mandi. Mandi akan membersihkan tubuh dari sel-sel kulit mati sehingga mencegah infeksi bakteri.

o   Air mandi bisa ditambahkan larutan antiseptic seperti Larutan PK, atau gentian violet.

o   Jangan memencet ruam berair ataupun melepas keropeng karena dapat menimbulkan bekas dan infeksi.

  • Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman untuk menghindari gesekan dengan ruam.
  • Obat-obatanuntuk meringankan gejala:

o   Obat anti-demam, bila demam tinggi

o   Obat untuk mengurangi rasa gatal, bisa obat luar berupa bedak salisil atau sejenisnya, bisa juga obat yang diminum.

  • Obat anti-virus:

o   Salep Asiklovir, dioleskan pada ruam.

o   Asiklovir tablet, tidak rutin penggunaannya. Asiklovir tablet akan mengurangi jumlah ruam yang muncul dan memperpendek durasi sakit apabila diberikan paling tidak 24 jam sebelum muncul ruam. Setelah muncul ruam, pemberian asiklovir tablet tidak menunjukkan hasil yang bermakna, kecuali pada penderita dengan daya tahan yang jelek.

  • Antibiotika, diberikan bila ada infeksi bakteri.

Pencegahan:

  • Imunisasi aktif di atas 10 tahun kecuali atas permintaan dapat diberikan pada usia > 12 bulan.
  • Imunisasi pasif diberikan pada kasus daya tahan  buruk.

Catatan Khusus Penyakit Cacar Air

Cacar Air pada wanita hamil 3 bulan pertama dapat menimbulkan kelainan bawaan (konginetal), sedangkan pada wanita yang terkena cacar air beberapa hari menjelang kelahiran dapat menyebabkan varicella pada bayinya. Kejadian infeksi cacar air saat hamil sekitar 0,05-0,07 %. Jumlahnya kecil karena sebagian besar perempuan subur sudah memiliki kekebalan terhadap cacar air. Cacar air yang terjadi saat 3 bulan pertama kehamilan terutama minggu ke 8-12, memiliki risiko sindrom varisela kongenital sebesar 2,2 persen, yaitu sindrom cacat lahir pada bayi.

Seseorang saat pertama kali terkena virus ini akan menampilkan gejala – gejala cacar air dan setelah itu, virus ini akan berdiam di dalam tubuh sehingga kita memiliki ketahanan terhadap virus tersebut. Jika virus ini aktif kembali maka virus ini muncul dengan gejala yang sedikit berbeda dari cacar air dan disebut herpes zoster dimana secara umum gejala yang terjadi adalah rasa nyeri hebat atau rasa panas terbakar saat tubuh Anda bersentuhan dengan sesuatu meskipun sentuhan ringan seperti baju dan juga disertai dengan timbulnya gelembung – gelembung berisi cairan yang mirip dengan cacar air.

(Sumber: Art of Therapy)

Flu Singapore

Seminggu yang lalu, saya bertemu dengan teman lama saya, di rumah sakit. Teman saya itu membawa anaknya berobat. Dia bilang menurut dokter anaknya menderita Flu Singapore.  Saya lihat di telapak tangan anak itu tampak bintik-bintik merah, mulutnya ada sariawan di beberapa tempat.

Flu Singapore? Apakah itu?

Flu Singapore sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PKTM). Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Di indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.

Istilah “Flu Singapore” muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura.  Gejala penyakit ini mirip flu, dan saat itu terjadi kejadian luar biasa di Singapura (dan kemudian juga terjadi di indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah “Flu Singapore”.

PKTM ini merupakan penyakit akut akibat infeksi virus. Virus yang dapat menyebabkan PKTM adalah Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan  Enterovirus.  Infeksi Enterovirus 71 sering menimbulkan PKTM yang berat bahkan berkomplikasi.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun).  Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena.

Penularan PKTM sama seperti penularan flu, bisa melalui udara, batuk, bersin, air liur, ingus, cairan tubuh lainnya. Dari tangan yang tidak cuci tangan, handuk, peralatan makan pun bisa menularkan penyakit ini.

Ketika seseorang terkena PTKM dia akan mengalami demam, umunya demamnya tidak tinggi, diikuti keluhan tenggorokan (mungkin nyeri menelan atau terasa kering), badan terasa tidak enak, nafsu makan menurun, pilek, pegal-pegal. Kemudian timbul plentingan berair yang mudah pecah di lidah, gusi, pipi bagian dalam, yang terasa nyeri. Di telapak tangan dan kaki timbul bercak-bercak merah sampai plentingan berair yang tidak gatal. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat dirumah sakit. Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit.

Komplikasi yang bisa terjadi: radang selaput otak, radang otak, radang otot jantung, lumpuh layu akut, bahkan kematian.

Diagnosis pasti penyakit ini didapatkan dengan pemeriksaan deteksi keberadaan virus. Pemeriksaan darah rutin tidak memberikan diagnosis yang pasti.

PTKM adalah infeksi virus, dan infeksi virus ini bersifat self limited disease, artinya bisa pulih dengan sendirinya. Berat ringannya gejala sangat ditentukan oleh jenis virus yang menginfeksi serta tingkat imunitas tubuh. Semakin rendah tingkat imunitas tubuh, maka gejala yang Nampak dapat semakin berat dan mudah mengalami komplikasi.

Manajemen PTKM meliputi istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, bila perlu dengan suplemen vitamin, pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan pengobatan sesuai gejala yang menyertai. Bila demam, maka diberikan obat anti-demam. Diberikan juga obat untuk luka di daerah mulut untuk mengurangi kesakitan.

 

(dari berbagai sumber)

Varises Tungkai Bawah

Bila Anda tidak tahan untuk jongkok dan berdiri lama, dimana tungkai bawah Anda terasa pegal, atau di bagian betis sudah terlihat urat-urat halus bisa jadi Anda mulai terkena  varises.

Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik (pembuluh darah vena) akibat gangguan aliran darahKata varises berasal dari bahasa Latin “varix” yang berarti memutar. Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari jaringan tubuh untuk kembali ke jantung.

Varises timbul apabila terjadi gangguan pada pembuluh darah vena. Dinding pembuluh darah vena merupakan dinding yang tipis tetapi elastis. Apabila elastisitasnya berkurang, fungsinya yang mengalirkan darah kembali ke jantung pun akan berkurang. Pembuluh darah vena tidak optimal melawan efek gravitasi bumi sehingga darah akan menumpuk di tungkai. Selain karena elastisitas yang berkurang, rusaknya katup pembuluh darah vena juga menimbulkan varises. Katup pembuluh darah vena ini bertugas menahan darah yang mengalir ke atas (ke jantung) agar tidak kembali ke bawah (tungkai). Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan  menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Adanya gangguan aliran darah (penumpukkan darah) menyebabkan pembuluh darah vena melebar, membesar dan berkelok-kelok.

Hal-hal yang dapat memicu terjadinya varises:

· Faktor keturunan/ genetik

Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.

· Obesitas
Obesitas akan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena.

· Kehamilan

Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.

· Obat hormonal (KB)

· Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

· Merokok
Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.

· Kurang gerak
Gaya hidup yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.

· Terlalu banyak berdiri

Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh darah vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.

· Memakai sepatu hak tinggi

Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah vena menjadi tidak maksimal.

Berdasarkan berat ringannya penyakit, varises terbagi menjadi 4 stadium, yakni:

Stadium I : Pada stadium ini gejala biasanya tidak spesifik. Pada umumnya ditandai dengan gejala tungkai bawah  gatal, rasa terbakar, rasa pegal, kaki mudah capek, mudah kesemutan (gringgingen).

Stadium II: Pada stadium ini ditandai dengan warna kebiruan yang lebih nyata pada pembuluh darah vena.

Stadium III: Pembuluh darah vena nampak melebar dan berkelok-kelok mirip sarang laba-laba (spider navy). Keluhan pada tungkai makin nyata dan makin kerap dialami.

Stadium IV: Pada stadium ini ditandai dengan timbulnya berbagai komplikasi, antara lain: dermatitis (peradangan pada kulit, kulit menghitam dan mengeras),  luka (ulkus), perdarahan varises, dan gangguan pembuluh darah vena lainnya.

Bila sudah terkena varises:

  • Sering istirahat dengan kaki ditinggikan.
  • Bila harus berdiri/duduk terlalu lama, gerakkan kaki sebanyak mungkin.
  • Gunakan stocking yang menopang.
  • Periksa dokter bila sudah mengganggu aktivitas, dokter akan:
  • Memberi resep salep pereda gatal.
  • Memberi obat anti-varises.
  • Mengobati komplikasi bila ada.
  • Menyuntik cairan sklerosa untuk mengecilkan varises.

Tindakan operasi terutama dilakukan pada varises stadium III dan IV, namun bisa juga dilakukan pada stadium II. Teknik-teknik pengobatan pada varises sudah dikenal sejak abad kelima sebelum masehi. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, teknik operasi dikembangkan melalui pendekatan meminimalisir tindakan invasif. Operasi yang lazim dilakukan diantaranya: Stripping Varises, Ambulatory Phlebectomy (menghilangkan bagian varises dengan irisan kecil), dan Saphectomy.

Tindakan operasi yang bersifat invasif minimal, yakni: Radiofrekuensi Ablasi dan Endovenous Laser Therapy (EVLT).

Pencegahan

  • Hindari duduk/berdiri terlalu lama. Bisa sedang terpaksa berdiri lama, gerakkan  tungkai kaki. Prinsipnya: jangan berada di satu sikap tubuh yang sama dalam waktu yang lama.
  • Hindari duduk bersila.
  • Manajemen berat badan.
  • Hindari sepatu bertumit tinggi.
  • Hindari celana jeans yang terlalu ketat.
  • Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  • Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  • Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  • Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.

 

Insomnia (Sulit Tidur)

Tidur merupakan kebutuhan pokok manusia. Bayangkan apa yang terjadi bila kebutuhan pokok tidak bisa tercukupi?  Tentu kehidupan manusia akan terganggu. Tidur mempunyai fungsi yang vital bagi kesehatan. Pada saat kita tidur, tubuh akan mengadakan perbaikan dan mencapai keadaan yang seimbang. Organ-organ tubuh akan beristirahat dan akan mengembalikan fungsi-fungsinya dalam keseimbangan.

Tidur yang normal antara 7-8 jam, bayi membutuhkan waktu yang lama untuk tidur yaitu 18-20 jam. Sedangkan pada lansia malah waktu tidur semakin memendek yaitu 4-6 jam.

Tidur yang normal adalah 7-8 jam, tetapi ada pengecualian:

  1. Short sleeper/ petidur singkat: < 6 jam
  2. Long sleeper/ petidur lama: > 8 jam

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hormon, yaitu asetilkolin,  serotonin, dan dopamin yang saling berinteraksi dalam proses tidur (mengawali dan mengakhiri).

Insomnia adalah sindroma kesulitan tidur yang berulang, baik kesulitan untuk memulai tidur dan atau mempertahankan tidur sehingga menghasilkan  hendaya (gangguan fungsi) pada siang hari.

Penyebab Insomnia:

  • Jet lag, perbedaan waktu, misal bila bepergian ke luar negeri.
  • Masalah psikologi: stres, trauma, depresi
  • Masalah kesehatan: sesak napas, rasa nyeri
  • Masalah lingkungan: keramaian, pencahayaan, suhu ruangan yang tidak nyaman
  • Efek obat-obatan: obat-obat stimulan otak, misal vitamin neurotropik.
  • Kebiasaan: begadang, minum alkohol, kecanduan nikotin.

Kriteria Insomnia:

  • Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun.
  • Hendaknya dalam fungsi kehidupan sehari-hari, misalnya mengantuk, susah konsentrasi, depresi, lesu, lemas, nyeri kepala, kesehatan menurun.

Tipe Sindroma Insomnia:

  • Transient Insomnia: kesulitan tidur 2-3 hari.
  • Short Term Insomnia: kesulitan tidur 3 minggu.
  • Long Term Insomnia: kesulitan tidur lebih dari 3 minggu, biasanya berhubungan dengan kondisi medik dan psikiatrik tertentu.

Manajemen Kesulitan Tidur:

  • Ciptakan suasana tidur yang tenang dan nyaman.
  • Tidur dan bangunlah secara biasanya, bahkan bila tidur lebih larut, biasakanlah bangun di waktu yang sama, jangan menambah jam tidur.
  • Jangan mengkonsumsi kafein, soda, alkohol pada malam hari.
  • Sebaiknya mengkonsumsi produk yang mengandung kalsium, seperti susu, karena kalsium mempunyai sifat menenangkan.
  • Makan malam minimal 2 jam sebelum tidur, tetapi jangan tidur dengan perut kosong.
  • Jangan menggunakan obat-obat stimulan
  • Melakukan olahraga yang ringan sebelum tidur.
  • Segera bangun dari tempat tidur bila tak dapat tidur (15-30 menit).
  • Hindari rasa cemas atau frustasi.
  • Terapi Psikologi: teknik relaksasi.
  • Terapi Obat, bila memang sangat diperlukan.

 

(Berbagai Sumber)

Luka Bakar

Pernahkah Anda mengalami luka bakar?

Sebagian besar orang seumur hidupnya hampir pasti pernah menderita luka bakar, mulai dari tingkat ringan sampai berat. Mulai dari kemerahan akibat sengatan matahari, tersiram air panas, kena setrum, sampai terbakar api.

Luka Bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan energi ekstrim seperti api, air panas, bahan kimia (asam atau basa), listrik,  dan radiasi.

Prinsipnya: Luka bakar terjadi akibat energi  panas yang merusak jaringan kulit.

Luka Bakar Derajat 1

♣ Biasa terjadi akibat sengatan matahari, paparan nyala api

♣ Bersifat ringan

♣ Kulit yang terpapar akan terasa lunak, nyeri, merah dan hangat

♣ Sembuh sendiri, dalam 3-7 hari

Luka Bakar Derajat 2

♣ Jaringan kulit tidak rusak semua

♣ Ditandai dengan adanya bula (lepuhan)

♣ Luka tampak basah dan kemerahan

♣ Terasa sangat nyeri karena ujung saraf nyeri terbuka akibat kerusakan jaringan kulit.

Luka Bakar Derajat 3

♣ Seluruh kulit mengalami kerusakan

♣ Kulit seperli lilin, pucat dan kering

♣ Tidak terasa nyeri karena saraf-saraf sudah rusak

♣ Untuk perbaikannya membutuhkan pencangkokan kulit.

Penanganan Luka Bakar:

Segera hilangkan sumber luka bakar.

Segera hambat dan hilangkan panas yang terserap ke dalam kulit, misalnya dengan mengalirkan bagian tubuh yang terbakar dengan air bersih, kurang lebih selama 15 menit.

Segera mencari pelayanan kesehatan terutama untuk luka bakar derajat 2 dan 3.

Indikasi Rawat Inap

  • Luka bakar pada wajah, tangan, daerah kemaluan
  • Luka bakar akibat bahan kimia dan listrik
  • Menderita gangguan atau penyakit lain: penyakit jantung, ginjal, diabetes.
  • Luka bakar derajat 2 dengan luas ≥15% (dewasa) dan ≥10% pada anak dan lansia
  • Luka bakar derajat 3 ≥10%

“Mam…kenapa sih aku harus disunat?”

Liburan sekolah telah tiba, beberapa anak laki-laki Sekolah Dasar pada liburan sekolah ini disunat. Ada yang ikut-ikutan teman-temannya, ada yang dorongan orang tua dan lainnya. Dan tidak sedikit dari mereka yang bertanya kepada ibunya, “ Mam… kenapa sih aku harus disunat?

Sunat atau khitan sudah dikenal dan dilakukan sejak beribu tahun yang lalu di beberapa negara , misalnya bangsa-bangsa Semit di Timur Tengah, Arab, Israel, Palestina dan  Indonesia. Alasan orang tua memilih menyunatkan anak laki- lakinya berbeda-beda misalnya berdasarkan keyakinan agama, alasan kebersihan, medis,  faktor budaya, adat istiadat  atau social dan lainnya.

Sunat dalam kehidupan sehari-hari mempunyai banyak istilah misalnya Circumsisi, Dorsumsisi, Khitan, Supit, Tetak (jawa), Sepit (banyumas), dll.  Dalam sunat, kulup yang menutupi penis dipotong, mengekspos ujung penis.

Anak laki-laki disunat tidak dibatasi usia  karena sunat bisa dilakukan mulai dari bayi baru lahir hingga dewasa, oleh ahli sunat tradisional seperti bengkong (bong supit), oleh tenaga kesehatan seperti  perawat, dokter umum, dokter bedah atau dokter lain yang biasa mengerjakannya. Namun di Indonesia biasanya anak disunat , pada waktu mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD), atau pada saat memasuki masa akil balik, kecuali apabila ada alasan medis dapat dilakukan lebih dini, misalnya fimosis (kulup tidak dapat dibuka sehingga kesulitan buang air kecil), biasanya dialami oleh satu dari 20 bayi laki-laki. Makanya, ia sudah bisa disunat sebelum usia dua bulan, dll.

Sunat adalah prosedur operasi kecil yang sudah umum dimana anak laki-laki dilahirkan dengan tudung kulit, disebut kulup/prepusium, yang mencakup kepala (juga disebut glend) dari penis.  Pada kulup terdapat kelenjar minyak, padatan minyak yang lembab sulit dibersihkan yang terkadang menutupi jalan keluar urine (air seni), kotoran pada daerah ini biasa disebut smegma. Dalam Sunat, prepusium atau kulit kuncup ujung penis yang melipat dipotong, pembuluh darah ditutup, kemudian luka dijahit sehingga kepala penis terlihat, dengan masa penyembuhan luka sekitar 5-6 hari. Dipotong atau diirisnya kulit yang menutupi kepala penis ini sekaligus membersihkan daerah tersebut dari smegma. Dalam tindakan ini dilakukan bius lokal apabila pasien kooperatif (tidak takut, mengerti dan bisa diajak kerjasama). Bius lokal bisa berupa suntik atau semprot. Kemudian untuk pasien bayi, ketakutan atau tidak koopertif dilakukan bius total.

Manfaat utama dari sunat adalah membersihkan diri dari berbagai smegma atau kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya. Sehingga penis menjadi lebih mudah untuk dibersihkan.  Dengan demikian sunat dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Dan, terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Beberapa bukti-bukti memperlihatkan bahwa  prosedur memotong kulup pada penis dapat mencegah sejumlah penyakit menular seksual dan juga riset menunjukkan sunat memotong risiko terkena HPV (Human Papiloma Virus = virus penyebab kanker leher rahim) dan herpes, perempuan yang berhubungan seks dengan pria yang bersunat sedikit kemungkinan terkena HPV dan infeksi bakteri.

Perawatan pasca sunat tidak sulit, biasanya dokter akan memberikan penghilang nyeri (analgesik), yang sebaiknya diminum secara teratur sesuai petunjuk dokter, jagalah alat kelamin  tetap bersih dan kering,  Penggantian perban dapat dilakukan setiap 2-3 hari tergantung perkembangan luka khitan, Lakukan kontrol rutin ke dokter yang mengkhitan pada hari ketiga dan pada hari kelima-ketujuh apabila luka khitan sudah betul-betul kering maka perban bisa dilepaskan secara total.

Akhirnya sebelum Anda membuat keputusan sunatan, penting untuk berbicara dengan dokter Anda dan mempertimbangkan beberapa isu, sehingga keputusan yang dibuat adalah yang terbaik untuk buah hati Anda.

Mengapa bahuku kaku dan nyeri?

Sudah dua minggu ini  Bu Ratih mengalami kekakuan pada bahu kanan. Bahu kanannya tidak bebas bergerak seperti biasanya. Dari hari ke hari keluhan bahu kanan Bu Ratih dirasakan semakin memberat. Menurut Bu Ratih, awalnya  bahu kanan terasa kaku ketika bangun pagi. Bu Ratih menganggapnya sebagai keluhan biasa saja.

Namun semakin lama keluhan tersebut semakin berat. Gerakan bahu menjadi terbatas karena adanya rasa nyeri.  Karena sudah tidak tahan dengan rasa nyeri di bahu kanannya, Bu Ratih berobat ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, Bu Ratih didiagnosis menderita Frozen Sholder (Bahu Membeku).

Apa itu Frozen Shoulder?

Definisi

•Gangguan pergerakan pada sendi bahu karena adanya peradangan pada kapsul sendi bahu. Peradangan tersebut menyebabkan sendi menjadi nyeri dan gerakan sendi terbatas dan kaku.

•Penyebab utama Frozen Shoulder tidak diketahui, tapi diduga karena adanya perlukaan, trauma berulang, ataupun penyakit autoimun).

•Khas: sifat nyeri dan kekakuan sendi progresif (cepat memberat), namun biasanya  membaik secara spontan setelah 18 bulan.

•Gerakan bahu menjadi sangat terbatas, nyeri memberat ketika malam hari.

Faktor Risiko

♣Pada umumnya yang  menderita Frozen Shoulder adalah dewasa berusia 40-60 tahun, kebanyakan perempuan.
♣Imobilisasi  sendi bahu dalam waktu yang lama (misal setelah operasi lengan, koma, stroke)
♣Penyakit : Diabetes, Jantung dan Pembuluh Darah, Rematik, Parkinson.

Gejala Klinis

♣Nyeri, semakin memberat dari hari ke hari, terutama bila malam hari.

♣Kaku, ada pembatasan gerak sendi bahu: gerakan memutar lengan ke dalam, ke luar, gerakan merentangkan lengan.

Pemeriksaan

♣Foto Rontgen: dapat menunjukkan gambaran adanya peradangan sendi bahu, penurunan kepadatan tulang bahu.

♣Artrografi : menunjukkan sendi bahu terkontraksi.

Tata Laksana

♣Frozen Shoulder kebanyakan dapat pulih sendiri tanpa operasi tetapi dalam waktu yang lama.

♣Tata Laksana yang umum digunakan adalah: obat antinyeri, injeksi kortikosteroid, fisioterapi. Bila kasus parah dapat dilakukan operasi.

 

(Berbagai Sumber)