Penyakit TBC

Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia.

Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.

Penyebab Penyakit TBC

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).

Cara Penularan Penyakit TBC

Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.

Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala sistemik/umum

  • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
  • Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

Gejala khusus

  • Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak.
  • Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
  • Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
  • Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Penegakan Diagnosis

Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah:

  • Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
  • Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
  • Rontgen dada (thorax photo).
  • Uji tuberkulin.

(Berbagai Sumber)

 

Asam Urat dan Nyeri Sendi

Berbeda dengan kepercayaan dan pengetahuan kebanyakan orang, kata “urat” dalam frase “asam urat” tidak mempunyai hubungan langsung dengan kata “urat” yang berarti otot. Sebenarnya, asam urat adalah terjemahan langsung dari istilah bahasa Inggris “uric acid”. Penamaan ini berakibat banyak orang mengasosiasikan asam urat dengan nyeri otot, persendian, dan tulang. Apakah benar demikian?

Untuk menelaahnya, kita akan mulai dengan meninjau metabolisme asam urat dalam tubuh manusia. Asam urat adalah produksi metabolit langsung dari suatu bahan yang disebut sebagai purin. Di dalam sel, purin dibentuk menjadi senyawa asam nukleat yang menyusun senyawa-senyawa cadangan energi. Asam urat hasil pemecahan senyawa purin baik dari tubuh kita maupun dari makanan, beredar dalam darah untuk kemudian dibuang melalui saluran pencernaan dan saluran kemih. Jumlah asam urat yang dibuang melalui ginjal dan saluran kemih jauh lebih besar.

Pada tingkat keasaman darah yang normal, asam urat akan membentuk senyawa garam bersama dengan natrium (sodium). Pada perubahan tingkat keasaman darah, suhu yang menurun, dan adanya jejas atau trauma, senyawa asam urat ini akan membentuk kristal yang dapat dijumpai pada cairan sendi, sekitar sendi, ginjal, dan jaringan lunak yang longgar. Kadar asam urat dalam darah dapat saja tinggi namun tidak dirasakan oleh penderita.

Kristal asam urat yang terbentuk pada jaringan lunak menimbulkan benjolan kecil-kecil yang kadang dapat hilang sendiri. Benjolan ini sering dijumpai pada daun telinga (paling sering), permukaan dalam lengan bawah, permukaan depan tungkai bawah, sekitar persendian pada jari-jari, siku, dan sekitar tumit. Berlawanan dengan persepsi banyak orang, penumpukan kristal asam urat jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit dan peradangan yang nyata. Kekakuan sendi kadang terjadi.

Kristal asam urat juga dapat menghalangi penyaringan darah di ginjal. Kristal dapat menyumbat saluran-saluran di ginjal dan membentuk batu urat di ginjal. Akibatnya fungsi ginjal terganggu dan dapat menyebabkan kegagalan ginjal. Pada orang dengan diabetes dan tekanan darah tinggi, kristal urat dalam ginjal ini mempercepat terjadinya kerusakan pada ginjal dan menimbulkan batu ginjal dan saluran kemih.

Kristal asam urat yang menimbulkan nyeri adalah apabila kristal tersebut berada di dalam cairan sendi. Serangan nyeri karena kristal asam urat ini hampir selalu menyerang satu sendi saja. Sendi ini terutama adalah sendi di belakang ibu jari kaki. Penumpukan kristal asam urat ini menimbulkan peradangan, nyeri saat berjalan, kemerahan, dan setelah rasa sakit berkurang permukaan kulit akan mengelupas. Nyeri karena kristal asam urat pada sendi ini disebut sebagai penyakit pirai.

Pirai paling sering muncul pada laki-laki usia 40-50 tahun. Pirai sangat jarang terjadi pada anak-anak dan pada perempuan yang belum menopause. Ini menyebabkan adanya anggapan bahwa pirai adalah penyakitnya laki-laki. Dari sekian banyak orang dengan kadar asam urat dalam darah yang tinggi, hanya sedikit yang menjadi penyakit pirai.

Bagaimana mencegah kenaikan kadar asam urat?

Salah satu cara mencegah kenaikan kadar asam urat adalah dengan diet rendah purin. Ada jembatan keledai yang mudah diingat tentang jenis-jenis makanan yang perlu dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas, yaitu “BEnJOL”. Bayam, Emping, Jerohan, Otak, dan Lemak. Emping pada dasarnya adalah melinjo, jadi semua produk dari pohon melinjo juga perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya. Bayam mewakili sayur-sayuran, dan selain bayam, perlu juga menghindari atau mengurangi konsumsi terung-terungan. Kadar asam urat dalam darah juga dapat naik akibat konsumsi alkohol. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi setiap orang untuk mengurangi asupan minuman beralkohol.

Selain mengatur pola makan, perlu pula dilakukan perubahan gaya hidup seperti menghentikan rokok, olah raga yang cukup, dan menurunkan berat badan. Konsumsi vitamin C sampai dengan 500mg juga dikatakan dapat mempengaruhi kemungkinan terjadinya pirai. Cukup minum air hingga memastikan volume air seni sampai 2 liter per hari dikatakan dapat mencegah timbulnya batu urat pada ginjal dan saluran kemih.

Apakah setiap nyeri otot dan sendi berkaitan dengan asam urat?

Jawabannya: tentu tidak. Sebagian besar keluhan mengenai nyeri otot dan nyeri sendi tidak pernah berkaitan langsung dengan asam urat. Seperti sudah dibahas di atas, nyeri karena asam urat terjadi pada kristal asam urat yang menumpuk di cairan sendi dan menyebabkan peradangan. Sebagian besar nyeri karena asam urat ini juga terjadi hanya pada satu sendi dan paling sering mengenai sendi di belakang ibu jari kaki.

Flu Babi (Swine Flu)

Secara internasional, flu babi disebut sebagai swine flu. Jadi jangan sepolos saya yang mencari di search engine dengan keyword: pig flu. Duh, bodohnya saya. Beranjak dari kebodohan itu, mari kita bahas satu-satu mengenai flu ini, dan mengapa kita tidak perlu panik menghadapinya.

Pandemi Spanish Flu tahun 1918 membuat para ahli kesehatan masyarakat selalu waspada atas potensi pandemi yang sama. Setelah SARS dan avian influenza (flu burung, walau lebih tepat disebut flu unggas), kini ada ancaman serupa yang disebut sebagai flu babi atau swine flu. Potensi pandemi ini telah menyalakan alarm kewaspadaan di seluruh perbatasan negara di dunia termasuk Indonesia. Total kematian akibat flu ini dalam beberapa minggu ini telah melampaui seluruh korban meninggal akibat flu burung di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Flu babi disebabkan oleh virus influenza A H1N1.

Bedakan dengan flu burung yang H5N1. Sama dengan flu burung, ada tiga tingkatan diagnosis flu babi, yaitu kasus suspectprobable, dan confirmed. Seseorang dikatakan suspect flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dengan salah satu kondisi berikut:

  1. Kontak dengan penderita kasus flu babi confirmed dalam 7 hari terakhir, atau
  2. Melakukan perjalanan ke Amerika Serikat atau daerah lain di mana terdapat minimal satu kasus confirmedflu babi, atau
  3. Tinggal di tempat di mana ada minimal satu kasus confirmedflu babi.

Seseorang dikatakan probable flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dan memenuhi salah satu kriteria berikut ini:

  1. Positif untuk influenza A namun negatif untuk H1 atau H3 dengan RT PCR.
  2. Positif untuk influenza A dengan influenza rapid test atau immunofluorescent assay ditambah memenuhi kriteria suspect.

Seseorang dikonfirmasi sebagai penderita flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dengan konfirmasi virus influenza H1N1 yang diperiksa dengan real time PCR atau kultur virus.

Mari kita tidak usah pusing dengan klasifikasi tersebut. Mari kita fokus pada bagaimana gaya hidup kita bisa menghindarkan kita dari resiko penularan flu babi.

Tidak ada literatur yang saya baca di CDC menyebutkan keterlibatan babi dalam penularan virus flu ini. Virus ini memang menular dengan sangat cepat di antara babi-babi di peternakan, tapi sedikit sekali kasus manusia tertular dari babi, apalagi dari dagingnya. Itulah sebabnya saya heran kenapa Indonesia serta merta menghentikan impor daging babi. Manajemen emosional khas Indonesia. Walau demikian, babi memang menjadi tempat yang potensial perkembangan strain virus baru yang berbahaya bagi manusia mengingat tingginya kompatibilitas manusia dengan babi.

Flu babi menular melalui droplets bersin orang sakit. CDC menggarisbawahi bahwa tidak mungkin satu perilaku dapat mencegah penularan flu babi. Perlu beberapa perilaku, yaitu cuci tangan (dengan sabun atau bahan yang mengandung alkohol), menutup mulut dan hidung saat batuk, tinggal di rumah saja selama sakit (kecuali untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan), dan meminimalkan kontak dengan anggota rumah tangga yang lain. Apabila memerlukan diri untuk keluar dari rumah, orang sakit diharapkan mengenakan masker atau respirator (bentuknya seperti yang biasa dipakai para pekerja sampah).

Bila keduanya tidak ada, boleh memakai sapu tangan atau sleyer saja. Membatasi kontak sosial juga merupakan langkah yang penting. Kontak sosial sementara lewat sini saja dulu. CDC menetapkan jarak 6 kaki (WHO menulis kira-kira satu meter) sebagai jarak yang bisa diterima bila harus melakukan kontak sosial bagi penderita sakit saluran pernafasan.

Nah, kapan anda harus mencari pertolongan medis berkaitan dengan gejala infeksi saluran nafas? Pertama, bila ada sesak nafas atau nyeri dada. Selanjutnya apabila ada warna biru atau ungu pada bibir, muntah dan tidak bisa minum, ada gejala kekurangan cairan (pusing bila berdiri, kencing sedikit atau tidak ada, atau pada bayi tidak ada air mata waktu menangis).  Pada keadaan yang lebih serius mungkin ada kejang atau penurunan reaksi ketika dipanggil atau orang sakit menjadi bingung (gelisah).

Semoga informasi ini bisa membantu. Anda tidak usah takut makan daging babi asal dibersihkan dan dimasak dengan teliti (virus mati pada suhu 70 derajat Celcius). Tetap kembangkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, karena inilah yang akan menyelamatkan hidup anda, bukannya melarang orang berdagang karena ketakutan yang tidak berdasar.

Hemoroid

Ketika saya melakukan kunjungan kesehatan ke sebuah pos kesehatan, disana saya menemukan beberapa kasus hemoroid, atau awam dikenal sebagai wasir atau ambeien dengan keluhan yang berbeda. Ada Bapak yang mengeluhkan pedih di lubang anusnya, hingga duduk pun susah, ada juga Ibu-ibu yang khawatir karena keluar darah segar mengucur setelah selesai BAB (Buang Air Besar). Semua keluhan tersebut saya kelola sebagai hemoroid. Lantas mengapa keluhan mereka berbeda? Apa yang terjadi?

Hemoroid adalah penyakit yang sangat umum dijumpai.  Yunani, haem = blood (darah), rhoos = flowing (mengalir)]

Sekitar 75% orang akan menderita hemoroid di satu masa kehidupannya. Biasanya hemoroid ini akan dialami orang dewasa, dengan puncak usia 45-65 tahun. Laki-laki dan wanita mempunyai risiko yang sama untuk menderita hemoroid. Tetapi pada wanita hamil, kejadian hemoroid meningkat.Merupakan sebab terbanyak perdarahan yang keluar melalui anus. Hemoroid adalah pembesaran pembuluh darah vena di daerah anus.  Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah balik yang bertugas untuk mengantarkan darah kembali ke jantung.  Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang berdinding tipis dan elastis. Karena sifatnya yang tipis dan elastis, adanya tekanan yang meninggi atau bendungan akan membuat dinding vena melebar menampung darah.

Penyebab hemoroid pada prinsipnya adalah adanya peninggian tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah anus. Gangguan BAB ( bisa  BAB keras, ataupun diare) yang kronis, kekurangan serat makanan, mengejan ketika BAB, batuk kronis, mengangkat benda yang berat, duduk lama, kehamilan, tumor perut, kegemukan,  bisa menyebabkan  hemoroid. Penyebab lain hemoroid adalah kelemahan jaringan  penyokong usus besar dan anus yang terkait dengan usia.

Berdasarkan lokasinya, bila pembuluh darah vena di bagian dalam anus yang membesar tepatnya masih di daerah usus besar(rektum), dinamakan Hemoroid Interna. Sedangkan bila yang membesar adalah vena di daerah lubang anus, maka disebut sebagai Hemoroid Eksterna.

Hemoroid Interna berdasarkan tingkat keparahannya:

Derajat 1 Vena membesar, ada benjolan mukosa tetapi masih di dalam usus besar, gejala yang dirasakan: adanya perdarahan stelah BAB, tidak ada rasa nyeri.
Derajat 2 Benjolan mukosa dapat keluar dari lubang anus ketika BAB terutama waktu mengejan, namun secara spontan kembali ke dalam setelah BAB, gejala lain yang menyertai: perdarahan, rasa pedih, gatal.
Derajat 3 Benjolan mukosa keluar dari lubang anus ketika BAB, dan kembali ke dalam dengan bantuan jari. Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal.
Derajat 4 Benjolan mukosa keluar dari lubang anus, dan tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam.Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal.

Perdarahan terjadi ketika benjolan vena terluka oleh gesekan tinja. Sehingga perdarahannya khas menetes setelah tinja keluar. Darah menetes merah segar, tidak ada lendir, dan tidak bercampur dengan tinja. Rasa nyeri dan gatal terjadi ketika benjolan vena sudah keluar dari lubang anus.

Hemoroid Eksterna menimbulkan gejala yang lebih mengganggu dari hemoroid interna.  Vena yang membesar cenderung membentuk bekuan darah. Tonjolan ini akan meregangkan kulit anus sehingga menimbulkan rasa nyeri dan gatal.

Yang paling penting dalam mengobati hemoroid adalah menghilangkan  faktor yang menyebabkan.

Faktor yang Menyebabkan

Solusi

-BAB keras Minum banyak air putih minimal 8 gelas per hari, perbanyak serat makanan, obat pencahar, hindari mengejan. Serat akan membuat tinja lebih lunak dan lebih mudah keluar, sehingga mengurangi tekanan  vena akibat mengejan. Serat akan memperbaiki pencernaan dan mencegah sembelit.
-Batuk kronis Mengobati batuk, obat yang menekan rangsang batuk. Batuk meningkatkan tekanan di dalam rongga perut, proses yang terjadi sama seperti kita sedang mengejan.
-Mengangkat benda berat Mencari bantuan orang lain. Ketika mengangkat benda berat, secara tidak langsung kita juga mengejan.
-Duduk lama Menghindari bantalan duduk yang keras, setiap  beberapa saat bangun dari duduk, berjalan-jalan sejenak.
-Kehamilan Perbanyak konsumsi serat dan air putih, BAB dengan kloset duduk Kehamilan meningkatkan tekanan rongga perut. Efek hormon
-Kegemukan Turunkan berat badan hingga berat badan ideal, perbanyak konsumsi serat dan air putih.
-Tumor perut dan penyakit hati Mengobati penyakit utama, perbanyak konsumsi serat dan air putih.

Untuk mengurangi rasa sakit di anus :

  • Merendam anus di air hangat selama 10 menit beberapa kali sehari
  • Mengompres dengan es
  • Mengoleskan krim lidah buaya, madu
  • Mengoleskan salep antinyeri

Bila Hemoroid terus berkelanjutan dan tidak membaik dengan cara-cara sederhana di atas maka bisa dilakukan terapi invasive minimal (hanya untuk hemoroid interna derajat 1, 2, dan 3), yaitu ligasi, koagulasi, skleroterapi, krioterapi, dan terapi laser. Di atas derajat tersebut dan hemoroid eksterna terapi yang paling tepat adalah dilakukan tindakan pembedahan.

 

(Dari Berbagai Sumber)

Cara Pemberian Obat pada Anak dan Bayi

Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh orangtua anak maupun bayi

di Farmasi RS Panti Rapih :

Apa yang diperhatikan dokter saat memberikan obat pada bayi atau anak?

Saat meresepkan obat untuk bayi dan anak, dokter akan melihat:

  1. Diagnosa penyakit berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium (jika diperlukan).
  2. Usia bayi. Semakin kecil usia bayi semakin banyak obat yang belum boleh diberikan.
  3. Berat badan bayi. Dosis obat diberikan berdasarkan berat bayi sehingga penimbangan berat badan sangat penting.

Jika obat si kecil tersisa, bolehkah diberikan kembali bila suatu waktu ia mengalami penyakit yang sama?

Bergantung jenis obatnya, jika:

  1. Tidak boleh! Apapun bentuknya baik itu sirup atau puyer. Antibiotik harus dihabiskan atau sesuai instruksi dokter.
  2. Baik sirup maupun puyer sebaiknya tidak diberikan, dikhawatirkan terdapat jenis obat yang tidak bisa dikonsumsi kembali.
  3. Obat sirup. Boleh diberikan, misalnya obat penurun panas, batuk, pilek, dan lain-lain.
  4. Puyer, seperti obat kejang atau obat emergency lainnya, bisa diberikan asalkan kondisi obat tidak berubah, baik warna atau tekstur (menggumpal/tidak). Serta, berat badan atau usia bayi tidak jauh berbeda saat obat tersebut diberikan.

Obat sirup dapat tahan berapa lama setelah kemasannya dibuka?

Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti. Ibu sebaiknya mengecek kembali kondisi dan tanggal kadaluwarsa obat.

Bagaimana cara penyimpanan yang baik untuk obat sirup sisa?

  1. Tutup botol obat dengan rapat, cuci/lap dengan air hangat untuk menghilangkan sisa obat di luar botol.
  2. Letakkan di tempat yang tertera dalam kemasan obat. Jika diminta di dalam lemari pendingin, sebaiknya tidak di freezer, tempatkan pada wadah terpisah yang tertutup agar tidak terkontaminasi dari sayuran atau bahan lainnya yang ada dalam lemari pendingin.
  3. Simpan dalam suhu ruangan yang terjaga (26 – 27 derajat Celsius) dan hindarkan dari sinar matahari langsung.

Bolehkah si kecil diberikan obat milik bayi atau anak lain?

Lihat kondisi si kecil. Prinsipnya boleh saja, terbatas obat untuk pertolongan pertama, misalnya penurun panas, asalkan usia atau berat badan antara bayi satu dengan lainnya tidak jauh berbeda, bisa menggunakan aturan pemakaian yang sama. Tapi bila berbeda berat badan maupun usianya tanyakan kepada apoteker Anda. Untuk obat-obat selain obat penurun panas disarankan untuk memeriksakan ke dokter agar pengobatan sesuai dengan kondisi dan dosis yang diperlukan.

Mana lebih baik, obat penurun panas golongan paracetamol atau ibuprofen?

Dua-duanya sama saja, namun kadang ada yang merasa lebih cocok menggunakan paracetamol dibandingkan ibuprofen atau sebaliknya.

Tapi biasanya untuk anak yang memiliki riwayat kejang atau panas yang sulit turun, dokter mungkin mengombinasikan 2 jenis obat penurun panas yang diberikan secara selang-seling.

Untuk kasus yang diduga demam berdarah dengue, pemberian parasetamol menjadi pilihan. Dikarenakan pemberian ibuprofen diduga dapat mengakibatkan turunnya jumlah trombosit.

Kapan boleh diberikan obat penurun panas ulang setelah pemberian yang pertama?

Pemberian diulang 4 – 6 jam setelah pemberian obat sebelumnya. Jika panas sulit turun, ibu dapat memberikan bayi minum lebih banyak dan mengompres badannya dengan air hangat.

Mana lebih baik, obat penurun panas lewat mulut atau anus?

Sama saja, namun obat yang diberikan melalui anus bereaksi lebih cepat. Tetapi pemberiannya disesuaikan juga dengan keluhan si kecil. Jika bayi muntah, obat akan diberikan melalui anus. Namun jika bayi menderita diare, akan lebih efektif jika obat diberikan lewat mulut.

Bolehkah menghentikan pemberian antibiotik sebelum waktunya?

Tidak boleh karena dapat menimbulkan resistensi/kebalnya kuman terhadap obat. Ibu juga tidak boleh mengganti aturan minumnya, misal: 4×1 menjadi 3×1 karena tiap antibiotik memiliki masa kerjanya sendiri. Seandainya si kecil terlewat 1x waktu minum antibiotik, Ibu tetap memberikannya sesuai petunjuk pemakaian dengan selang waktu lebih singkat, misalnya: seharusnya bayi minum obat pukul 9 tapi dipercepat menjadi pukul 6.

Benarkah pemberian antibiotik pada bayi dapat mengakibatkan gigi kuning saat anak besar?
Saat Ibu masih kecil, ada jenis antibiotik Tetracycline. Nah, jenis ini dapat menyebabkan gigi kuning saat si kecil besar. Namun jangan khawatir karena sekarang sudah jarang digunakan.

Apakah obat paten lebih baik daripada obat generik?

Antara paten dan generik memiliki kualitas yang sama. Dikarenakan memiliki kandungan yang sama pula. Obat paten biasanya jauh lebih mahal dibandingkan obat generiknya dikarenakan bahan tambahan, biaya pengemasan dan biaya promosinya. Namun kadang dokter meresepkan obat paten dikarenakan ada beberapa jenis obat yang belum tersedia generiknya.

Mungkinkah terjadi reaksi alergi pada bayi saat pemberian obat? Jika ya, bagaimana ciri-cirinya?
Reaksi alergi karena pemberian obat sangat mungkin terjadi.

Ciri-ciri yang timbul bergantung pada sistem apa yang terkena, misalnya:

  1. Pencernaan, ditandai bayi mengalami mual, muntah sampai diare.
  2. Pernapasan, ditandai dengan suara grok-grok akibat produksi lendir yang berlebih. Bahkan bisa sampai terjadi sesak napas.
  3. Kulit, timbul bercak-bercak merah, gatal sampai melepuh.
  4. Reaksi alergi ini dapat timbul langsung sehabis obat diberikan atau bahkan beberapa hari setelahnya. Jadi, ibu disarankan untuk menyimpan copy resep maupun kuitansi pembayaran obat si kecil guna mencari tahu obat mana yang menimbulkan reaksi alergi. Dengan adanya data obat apa saja yang pernah digunakan, ibu dapat mengetahui riwayat pengobatan si kecil pula.

Apa tindakan orangtua jika bayinya mengalami reaksi alergi obat?

Yang pertama dilakukan adalah menghentikan penggunaan obat untuk menghindari reaksi yang lebih lagi.

Tindakan yang dapat dilakukan bergantung keluhan yang timbul, jika:

  1. Ringan, sebatas gatal dan merah-merah, Ibu cukup menghentikan pemberian obatnya dan beri obat topikal pada daerah yang terkena.
  2. Berat, seperti muntah-muntah, diare sampai sesak, segera hentikan pemberian obat dan bawa ke pusat kesehatan terdekat.

Bolehkah menaikkan/menurunkan dosis obat secara mandiri oleh orangtua?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter, jangan menurunkan/menaikkan dosis secara mandiri. Jika overdosis, dapat mengakibatkan gangguan hati dan ginjal pada jangka panjang. Namun, jika dosisnya kurang, maka obat tidak dapat bekerja secara optimal.

Bagaimana jika bayi memuntahkan obat?

Jika obat yang diberikan langsung dimuntahkan, Ibu bisa memberikan lagi dengan dosis yang sama. Namun jika si kecil muntah setelah 30 menit, Ibu tidak perlu mengulangi, karena usus akan menyerap sebagian besar obat pada waktu 30 – 45 menit setelah pemberian.

Hubungi dokter anak Anda, bila si kecil bolak-balik muntah. Pemberian dosis obat yang terlalu sering bisa menyebabkan muntah maupun diare, terutama pada beberapa jenis antibiotika. Kalau sudah begini, pemberian antibiotika bisa dilakukan dengan cara disuntik.

Bolehkah mencampur obat, misalnya obat sirup dicampur puyer?

Boleh, tetapi Ibu harus memerhatikan waktu pemberiannya. Jangan menggabungkan obat yang seharusnya diminum sebelum makan dengan obat setelah makan.

Manakah yang lebih baik, obat sirup atau puyer?

Sama saja, namun jika obat yang diresepkan jumlahnya banyak, maka demi kepraktisan biasanya dokter meresepkan obat racikan agar si kecil tidak perlu meminum banyak obat.

Bolehkah memberikan obat pada bayi dengan dicampur madu?

Anak-anak sering tidak nyaman dengan rasa obat yang sebagian besar pahit. Untuk memperbaiki rasa sebaiknya bisa diberikan air gula maupun madu murni. Namun kadang dikhawatirkan madu yang beredar belum tentu baik, kadar gula yang tinggi juga bisa menyebabkan batuk. Jika terpaksa harus memberikan puyer yang pahit, Ibu bisa meminta tambahan penetralisir rasa di apotek terdekat.

Bolehkah bayi langsung meminum susu setelah minum obat?

Bergantung jenis obatnya. Ada yang bisa namun ada juga yang menunggu 30 menit setelah pemberian obat, karena ada beberapa obat tertentu yang larut dalam susu.

Ada beberapa obat yang boleh diberikan bersama dengan susu. Misalnya sediaan serbuk Lactobacillus (yang biasa digunakan untuk mengatasi diare pada anak). Namun susu harus diminum semuanya agar obat yang diterima si kecil sesuai dengan dosisnya.

Tip mudah memberikan obat pada bayi?

  1. Ciptakan suasana yang santai, jika si kecil suka mendengar musik maka mainkan musik. Alihkan perhatian agar ia tidak tahu akan diberi obat.
  2. Hindari penggunaan suara keras saat memberikan obat. Gunakan nada lembut dan Ibu dalam kondisi rileks.
  3. Posisikan bayi dengan kepala lebih tinggi agar obat tidak masuk ke paru-paru. Umumnya, memberi obat pada bayi lebih susah, karena ia suka berontak. Makanya, posisi tubuhnya musti pas. Caranya? Pangku si kecil, lalu aturlah agar posisinya setengah duduk.

Catatan: Jangan menelentangkan bayi, sebab obat bisa masuk ke paru-paru. Khusus bayi, sebaiknya obat cair diberikan dengan pipet. Bayi kan belum bisa menelan dari sendok! Ada triknya agar obat tadi benar-benar ditelan si kecil. Misalnya, letakkan pipet di sudut mulut bayi, lalu secara perlahan-lahan keluarkan obat. Letakkan ujung pipet obat di bibir bawah si kecil, biarkan obat mengalir ke dalam mulut.

Tetes Mata

Tetes mata saat ini terdapat bermacam-macam jenis, tahukah kita bahwa masing-masing jenis tetes mata tersebut memiliki indikasi yang berbeda pula? Mari kita telisik lebih jauh bagaimana indikasi tetes mata yang sering diresepkan di Farmasi Rumah Sakit kita yang tercinta ini.

Tetes Mata bisa digolongkan ke dalam beberapa golongan, yaitu:

  • Antiinfeksi
  • Antiinflamasi
  • Midriatik dan Cycloplegic
  • Miotik dan Anti Glaukoma
  • Anastetik Lokal
  • Tonik
  • Lain-lain

GOLONGAN TETES MATA

ANTIINFEKSI

Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba, masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus.

Kandungan obat antiseptik dan antiinfeksi mata selain pembawa yang harus steril dan inert (tidak menimbulkan efek pada mata atau tidak bereaksi dengan zat aktifnya/obat) dalam bentuk tetes atau salep, juga zat aktifnya merupakan antibiotik/antiseptik atau antivirus dengan berbagai golongan.

Berikut ini jenis zat aktif yang ada dalam obat antiseptik dan antiinfeksi mata :

  1. Sulfacetamid Na(Albucid®)
    1. Ciprofloxacin HCl(Baquinor® TM)

Ulkus kornea yang disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa, Serratia marcescens, Staphyllococcus aureus, Streptococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus viridans.

  1. Tobramycin(Tobradex®)
  2. Chloramphenicol dan kombinasinya

Sediaan Chloramphenicol: Colsancetine®, Cendo Fenicol®, Ikamicetin®.

Sediaan dgn kombinasi: Cendo Mycos® (dgn Hydrocortison).

  1. Dibekacin Sulfat(Dibekacin Meiji® TM)
  2. Ofloxacin(Tarivid® TM, Cendo Floxa®)
  3. Gentamycin Sulfat(Garamycin® TM, Sagestam® TM, Cendo Gentamycin® TM)
  4. Oxytetracycline dan turunannya(Terra-cotril®)
  5. Kombinasi Neomycin Sulfat dan antibiotik lainnya

Untuk sediaan tetes mata Neomisin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat dan Phenylephrine atau Polymixin B Sulfat dan Gramicidin.

Sedangkan sediaan salep matanya Neomycin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat atau Bacitracin

  1. Ofloxacin(Tarivid® TM)
  2. Acyclovir

ANTIINFLAMASI

Peradangan pada mata sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur dan alergi. Gejala yang dirasakan pasien misalnya mata berair dan gatal, tampak kemerahan, adanya secret/kotoran mata, silau,  buram atau kelopak mata bengkak. Pengobatan bergantung kepada penyebabnya dapat berupa antibiotika,anti inflamasi, anti alergi, anti jamur dan anti virus. Misalnya Cendo Lyteers®, Cendo Vision®, Vision® dan Voltaren Opthma®.

MIDRIATIK DAN CYCLOPLEGIC

Digunakan untuk memperlebar pupil mata, biasanya digunakan bila akan dilakukan pemeriksaan pada mata untuk melihat detail mata.

Tetes mata midriatik secara temporer akan menstimulasi pelebaran otot iris pada mata.

Midriatik biasa digunakan untuk alasan berikut ini:

  1. Relaksasi otot lensa mata dalam melakukan fokus mata.
  2. Dalam operasi mata untuk menghindari luka gores dengan memperlebar pupil mata (misal: operasi katarak).
  3. Untuk menghindari operasi katarak pada penderita katarak kecil yang masih kecil.
  4. Post operatif Glaukoma.
  5. Pada anak-anak penderita amblyopia (mata malas), midriatik  digunakan sebagai terapi untuk memburamkan pandangan mata agar otak anak terstimulasi.

Penggunaan Midriatik menyebabkan pelebaran pupil mata sehingga lebih sensitif terhadap cahaya. Oleh sebab itu penggunaan kacamata UV dapat membantu. Misalnya : Cendo Mydriatil ®

MIOTIK DAN ANTI GLAUKOMA

Miotik digunakan dengan tujuan konstriksi/memperkecil pupil mata. Obat jenis ini bertolak belakang dengan penggunaan tetes mata midriatik. Sedangkan antiglaukoma digunakan untuk mencegah peningkatan Tekanan Intra Okular yang berakibat pada perubahan patologis optik mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Contoh sediaan, misalnya: Azopt ® TM, Betoptima ® TM, Cendo Carpine ® TM, Cendo Timolol ®.

ANASTETIK LOKAL

Anastetik local mata biasa digunakan untuk menimbulkan kekebalan atau mati rasa. Biasanya digunakan sebelum mengukur tekanan pada mata, menghilangkan objek asing dari mata dan sebelum melakukan beberapa pemeriksaan mata. Efek dari tetes mata anastetik biasanya selama 20 menit. Contoh sediaan Pantocain®.

TONIK

Tonik mata berfungsi sebagai penyegar dan mengatasi kelelahan pada mata. Penggunaannya juga mampu mempertajam penglihatan. Contoh sediaan, misalnya : Cendo Augentonic ®.

 

ISTILAH PENYAKIT PADA MATA

Blefaritis : radang pada kelopak mata.

Dakriosistitis : infeksi pada saluran air mata, ada di dekat hidung.

Katarak : proses kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau seluruh bagian lensa mata. Penyebab katarak adalah karena faktor usia, kecelakaan, terganggunya metabolisme tubuh akibat penyakit berkepanjangan, bawaan lahir atau bahkan keracunan.

Keratitis : radang pada kornea mata.

Konjungtivitis :

Peradangan pada konjungtiva (lapisan luar mata dan lapisan dalam kelopak mata) yang disebabkan oleh mikroorganisme (virus, bakteri, jamur, chlamidia), alergi, iritasi bahan-bahan kimia. Biasa disebut “belekan”.

Mata terasa kasar menggatalkan, merah dan mungkin berair. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih

Keratokonjungtivitis: kekeringan pada kedua mata yang berlangsung lama akibat menurunnya fungsi kelenjar air mata, yang menyebabkan dehidrasi pada konjungtiva dan kornea.

Konjungtivitis Vernalis: penyakit alergi mata sepanjang tahun menahun di daerah tropis seperti Indonesia.

Glaukomakerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata. Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidak-seimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata, sehingga merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Senile cataract: kerusakan penglihatan yang diakibatkan oleh penebalan lensa.

Trachoma: infeksi pada mata yg disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.

Uveitis: peradangan pada uvea atau bola mata.

Alergi Obat

Pernahkah anda mengalami gatal-gatal setelah minum obat atau mengalami bengkak pada mata dan sesak nafas setelah minum obat tertentu? Bila ya, kemungkinan anda mengalami reaksi alergi terhadap obat-obat tertentu.

Sebenarnya apakah alergi itu?

Alergi merupakan suatu respon tubuh yang diperantarai oleh system imun terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

 

Penyebab alergi (allergen) ada beberapa macam, diantaranya adalah makanan, debu dan obat. Bentuk spesifik dari reaksi alergi obat yang mudah dikenali adalah gatal-gatal, kemerahan ditubuh atau bisa pula timbul bengkak pada mata yang terkadang disertai sesak nafas.

Obat-obat yang sering timbulkan reaksi alergi adalah Penislin, Amoksisilin, antibiotika golongan sulfa, Antalgi (atau sering dikenal dengan alergi Gin-Gin).

Alergi Penisilin & Amoksisilin

Penisilin merupakan salah satu golongan antibiotika yang cukup sering menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitive. Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi penisilin sebaiknya juga menghindari obat-obat yang satu golongan dengannya antara lain : amoksisilin, ampisilin, penisilin prokain, phenoxymethylpenicilin. Bentuk alergi yang muncul biasanya berupa gatal-gatal, kemerahan di kulit, Steven’s Johnson Syndrome, atau syok anafilaksi bila obat yang diberikan berupa injeksi.

Alergi Sulfa

Antibiotika golongan lain yang juga cukup sering menimbulkan reaksi alergi adalah golongan sulfa. Yang termasuk dalam golongan Sulfa ini antara lain : Cotrimoxazole, Sulfadoxin (biasanya kombinasi dengan Pyrimethamine untuk pengobatan malaria), Sulfadiazine, Sulfasalazine.

Alergi Gin-Gin

Antalgin, salah satu obat pengurang rasa sakit, juga termasuk salah satu obat yang cukup sering menimbulkan reaksi alergi. Alergi antalgin ini lebih dikenal dengan sebutan “Alergi Gin-Gin”. Reaksi alergi terhadap Gin-Gin ini cukup unik, karena bentuk alergi yang muncul cukup khas yaitu bengkak pada pelupuk mata, dan terkadang disertai sesak nafas, namun ada pula yang mengalami alergi antalgin dengan bentuk gatal-gatal atau kemerahan di kulit. Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi antalgin dengan bentuk alergi bengkak pada pelupuk mata dan sesak nafas, sebaiknya menghindari obat-obat yang termasuk analgetik-antiradang, seperti : Asam Mefenamat, Diklofenak, Piroxicam, Ketoprofen, Ketorolac, Dexketoprofen. Karena obat-obat ini potensial menimbulkan reaksi alergi yang sama dengan alergi antalgin.

Tips aman sebelum minum obat :

1. Pastikan obat yang diminum telah benar.

2. Pastikan anda tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat yang anda pergunakan.

3. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter.

4. Informasikan kepada dokter atau petugas farmasi bila anda memiliki riwayat alergi obat

5. Bawalah selalu catatan alergi obat yang anda miliki dan tunjukkan kepada dokter yang merawat.

Mencegah Penyakit Pneumokokus

Orang Dewasa Juga Perlu di Vaksinasi, untuk mencegah penyakit Pneumokokus.

Apakah yang Dimaksud dengan Penyakit Pneumokokus?

Penyakit Pneumokokus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus.

Infeksi yang ditimbulkan adalah :

  1. Meningitis : infeksi pada jaringan yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak
  2. Pneumonia : infeksi paru-paru
  3. Bakteremia : bakteria dalam aliran darah
  4. Otitis Media : infeksi telinga tengah

Gejala dari Penyakit Pneumokokus meliputi :

  • demam
  • menggigil
  • nyeri dada
  • peningkatan denyut jantung
  • batuk
  • lemah
  • mual
  • sesak nafas
  • Otitis Media menyebabkan : mengakibatkan menangis, menarik telinga, demam, lekas marah, kurang pendengaran dan kadang diare serta muntah.

Pneumococcus adalah spesies bakteri pertama ditemukan ada sebagai diploid, dua organisme bersama-sama. Sebagai bakteri membagi asosiasi ganda & baru untuk membentuk rantai panjang yang memungkinkan bakteri untuk tetap bersama dan membentuk koloni.

Bakteri ini sekarang semakin kebal terhadap antibiotik (resisten) dikarenakan ia mudah berevolusi. Sehingga dikawatirkan dikemudian hari sulit sekali diobati.

Orang Dewasa Mempunyai Risiko Untuk Mengidap Penyakit Pneumokokus

Ya. Orang dewasa tetap bisa terkena bakteri ini. Orang dewasa muda mempunyai risiko terhadap penyakit pneumokokus jika mempunyai faktor resiko sebagai berikut : merokok, menderita flu, menderita penyakit kronik tertentu seperti penyakit kronik pada jantung, asma, hati, paru, ginjal dan diabetes. Menderita penyakit pneumokokus dapat mengubah hidup anda. Orang dewasa usia lanjut lebih beresiko terhadap penyakit pneumokokus karena fungsi kekebalan tubuh yang menurun.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Pneumokokus ?

Vaksinasi : vaksinasi sangat penting untuk mencegah penyakit pnemokokus dan komplikasinya.

  • Vaksinasi merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membantu mencegah infeksi yang akan datang atau penyakit
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa vaksinasi dapat melindungi anak dan orang dewasa terhadap penyakit pnemokokus
  • vaksinasi adalah langkah yang dapat menurunkan insiden penyakit pnemokokus dan mencegah terjadinya penyakit pnemokokus di masa depan.

Satgas imunisasi dewasa indonesia merekomendasikan pemberian vaksinasi untuk mencegah penyakit pneumokokus pada anak dan dewasa.

  • vaksinasi semua orang berusia 50 tahun ke atas
  • vaksinasi orang berusia 19 tahun ke atas dengan kondisi berikut : imunokompromais (immunodefisiensi bawaan atau dapatan, HIV/AIDS, gagal ginjal kronis, sindroma nefrotik, leukemia, limfoma, Hodgkin disease, kanker, immunosupresi iatrogenik, pasien yang mendapatkan transplantasi organ, mieloma multipel), asplenia fungsional atau anatomis (sickle cell desease / kelainan hemoglobin lain), pasien dengan implan koklea, dan kebocoran cairan serebrospinal.
  • Mereka yang termasuk dalam klelompok diatas dan belum pernah vaksinasi PPSV23, dianjurkan untuk vaksinasi 1 dosis PCV13 terlebih dahulu. Lanjutkan dengan vaksinasi PPSV23 minimal 8 minggu setelah pemberian vaksin PCV13
  • Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah; perlu diperhatikan agar vaksinasi telah memberikan proteksi sebelum jemaah haji/umrah berangkat
  • Bila sebelumnya sudah pernah vaksinasi PPSV23, berikan vaksin PCV13 dengan jeda minimal 1 tahun setelah pemberian vaksin PPSV23

Ada banyak hal dalam hidup Anda yang tidak dapat dikendalikan, jangan abaikan yang dapat Anda kendalikan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda. Vaksinasi dewasa dan pemeriksaan berkala, adalah bagian dari penuaan yang sehat, jika dilakukan bersama dengan diet seimbang dan latihan jasmani.

Teknik Nafas dalam dan Batuk Efektif

Batuk pada dasarnya merupakan mekanisme tubuh mengeluarkan benda asing yang berada di saluran pernafasan atas. Salah satunya, bisa disebabkan oleh flu atau ISPA yang menyebabkan terjadinya lendir atau radang saluran pernafasan. Di musim pancaroba, di mana virus flu dan kuman penyebab ISPA banyak berkembang biak, batuk pun semakin menjadi. Untuk menanganinya, perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu agar diketahui penyebab ataupun jenis batuk yang diderita, kemudian barulah pengobatan bisa diberikan sesuai dengan penyakit yang diderita.

Apa itu Batuk Efektif?

Merupakan suatu metode batuk yang benar, dimana klien  dapat mengeluarkan energi dan mengeluarkan dahak secara maksimal.

Apa manfaat nafas dalam dan batuk efektif ?

  1. Memperbaiki fungsi pernafasan
  2. Mencegah pengempisan paru
  3. Memperbaiki ketahanan dan kekuatan otot-otot pernafasan
  4. Memperbaiki pola nafas yang tidak efisien
  5. Meningkatkan relaksasi

Bagaimana melakukan teknik nafas dalam?

  1. Letakkan tangan pada uluhati
  2. Tarik nafas dalam melalui hidung secara perlahan, pertahankan  bahu tetap rileks, dada bagian atas tidak bergerak, dan biarkan rongga perut bergerak naik.
  3. Keluarkan udara secara perlahan melalui mulut, dengan  menguncupkan bibir.
  4. Lakukan 3 – 4 kali
  5. Pada tarikan nafas ke – 4,  keluarkan  nafas secara maksimal.
  6. Tarik nafas secara maksimal, tahan 3 – 5 detik
  7. Keluarkan udara secara  perlahan melalui mulut dengan menguncupkan bibir.
  8. Ulangi 5 – 10 kali, lakukan  sehari 3 – 4 kali

Bagaimana cara melakukan batuk efektif?

  1. Posisi duduk bersandar dengan leher sedikit menunduk
  2. Lakukan teknik pernafasan dalam
  3. Pada tarikan nafas ke – 4, tahan nafas dan  lakukan batuk 2 kali, kemudian keluarkan nafas perlahan melalui mulut.
  4. Pada tarikan  nafas ke – 5, lakukan batuk bersamaan dengan mengeluarkan nafas.
  5. Kencangkan otot-otot perut saat batuk
  6. Ulangi  5 – 10 kali, lakukan 3 – 4 kali sehari

Stroke “Mengerti dan Mengenali”

Otak Manusia

Otak manusia dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu otak besar kanan dan kiri serta otak kecil dibagian belakang, disetiap bagian memiliki fungsi masing-masing, otak besar kanan akan mempersarafi wajah, tubuh dan anggota gerak sebelah kiri (bersilangan) dan sebaliknya untuk otak besar kiri, sedangkan otak kecil memiliki fungsi keseimbangan dan koordinasi, Otak merupakan organ yang sangat peka dan tergantung dengan pasokan oksigen dan nutrisi dari darah karena otak tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan energi, oleh sebab itu otak dipasok oleh 2 pembuluh darah arteri (pembuluh darah yang membawa darah yang berasal dari jantung) yang besar dibagian depan dan 1 pembuluh darah arteri dibagian belakang, arteri-arteri ini akan saling berhubungan didasar otak membentuk sebuah lingkaran arteri yang siap memasok darah keseluruh bagian otak. Otak membutuhkan 50-60cc darah setiap menit untuk setiap 100gram jaringan otak.

Jaringan otak terbungkus oleh selaput otak yang terdiri dari 3 lapisan, sedangkan jaringan otak sendiri terdiri oleh bagian kortek yang berada di bagian luar dan sub kortek yang berada dibawah kortek, di bagian kortek inilah terdapat pusat gerakan, sensibilitas, fungsi luhur (atensi, bahasa, daya ingat, pengenalan benda dan fungsi eksekutif). Jaringan kortek dapat berfungsi dengan baik apabila pasokan darah ke otak dalam keadaan baik.

Mengerti tentang Stroke

Stroke adalah gangguan fungsi dari otak baik hanya sebagian maupun keseluruhan bagian dari otak yang disebabkan oleh gangguan dari aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ke otak ini dapat berupa sumbatan pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah otak yang pecah atau bocor.

Stroke merupakan masalah kesehatan yang sangat penting, 1 dari 6 orang akan mengalami stroke, dan stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit kanker dan jantung, Kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga berdampak besar pada kehidupan pribadi, sosial dan ekonomi bagi penderitanya.

Dikenal 2 jenis Stroke yaitu Stroke Perdarahan (hemoragik) dan Stroke sumbatan (Infark/non hemoragik), Stroke Sumbatan terjadi karena aliran darah di otak tersumbat dapat terjadi karena darah yang mengumpal melalui pembuluh darah yang menyempit, sedangkan stroke perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam otak pecah sehingga darah mengalih keluar dari pembuluh darah dan mendesak jaringan otak. Kejadian Stroke sumbatan lebih banyak dibandingkan stroke perdarahan.

Baik stroke sumbatan maupun perdarahan menyebabkan pasokan daah ke jaringan otak terganggu, sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan otak menjadi berkurang atau habis, maka jaringan otak akan kekurangan energi atau mati, hal inilah yang memicu terjadinya manifestasi klinis pada penderita.

Mengenali Stroke

Gangguan yang dialami oleh jaringan otak akan menyebabkan munculnya manifestasi klinis, manifestasi klinis yang terjadi bersifat tiba-tiba dikarenakan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah juga bersifat tiba-tiba. Manifestasi yang dialami bisa satu atau lebih dari manifestasi berikut ini:

  1. Gangguan kesadaran

Seorang yang mengalami serangan stroke dapat tiba-tiba mengalami gangguan kesadaran mulai terlihat mengantuk sampai tidak dapat dibangunkan.

  1. Gangguan fungsi luhur

Fungsi luhur adalah fungsi intelektual, yang meliputi atensi, bahasa, memori (ingatan), visuospatial (pengenalan bentuk dan ruang) serta eksekutif (pengambilan keputusan),  Gangguan fungsi luhur yang terjadi karena stroke dapat mengenai 1 atau lebih fungsi luhur diatas.

  1. Kelemahan separo tubuh

Keluhan ini yang paling sering dan paling diingat oleh masyarakat, yaitu kelemahan separo badan yang bersifat tiba-tiba, kelemahan yang dialami memiliki derajat yang berbeda-beda mulai dari ringan sampai tidak bisa bergerak sama sekali

  1. Gangguan rasa separo tubuh

Gangguan rasa yang dimaksud dapat berbagai macam tetapi bersifat separo badan, misalnya rasa tebal-tebal, rasa kesemutan, rasa tertusuk-tusuk jarum, nyeri separo badan

  1. Pelo atau perot

Pelo dan perot juga merupakan gejala yang sering, kelemahan yang terjadi pada otot wajah sesisi akan menyebabkan wajah tertarik ke sisi yang sehat, hal ini menimbulakn wajah tampak perot demikian juga dengan kelemahan dari otot lidah sehingga penderita mengeluhkan bicara pelo/cadel/celat

  1. Pusing berputar atau nggliyer

Pusing berputar atau nggliyer (rasa melayang, ringan, bergoyang) dapat dialami baik sebagai awal terjadinya stroke karena aliran darah di bagian otak kecil mulai berkurang ataupun karena sudah terjadi stroke dibagian otak.

  1. Buta mendadak

Buta mendadak merupakan salah satu manifestasi stroke, apabila terjadi gangguan pembuluh darah diotak besar bagian belakang

Perlu diingat bahwa keluhan–keluhan yang muncul karena stroke selalu bersifat mendadak atau tiba-tiba, keluhan tersebut bisa hanya terjadi kurang dari 24 jam ataupun menetap lebih dari 7 hari. Apabila keluhan yang muncul hilang dalam 24 jam maka yang terjadi adalah stroke sepintas atau disebut TIA (Transient Ischemic Atttack). TIA merupakan faktor risiko terjadinya stroke oleh sebab itu harus segera ditangani.

Pemerintah Amerika Serikat mengenalkan kepada warganya untuk tanda-tanda stroke yang harus dikenali sehingga dapat langsung meminta bantuan, dikenal dengan F.A.S.T (Face. Arm. Speech. Time)

  1. Face: mengenali adanya perot pada wajah
  2. Arm: Separo badan dan anggota gerak sulit digerakkan
  3. Speech: Bicara pelo/cedhal/celat
  4. Time: Secepatnya mencari pertolongan medis

Hasil terapi stroke sangat tergantung dengan waktu, yang dimaksud disini adalah waktu sejak terjadinya serangan sampai mendapatkan pertolongan medis (golden period), oleh sebab itu apabila didapatkan tanda-tanda yang seperti diatas penderita harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat.