Kanker Prostat

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan lymph node. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, disfungsi erektil dan gejala lainnya.

Epidemiologi Kanker Prostat :

  1. Pada Laki-laki Amerika menjadi penyakit yang paling sering nomor 2 diidap.
  2. Penyebab kematian nomer 2 yang paling sering dialami pria setelah kanker paru (di Amerika)
  3. Meningkat cepat dengan bertambahnya usia
  4. Risiko laki-laki usia 50 tahun dalam masa hidupnya :
    – uCaP laten : 40%
    – CaP yang terdeteksi secara klinis : 9,5%
    – Kematian akibat CaP : 2,9%
  5. Kemungkinan CaP :
    Usia <= 40 : 1 in 10.000
    40 – 59 : 1 in 103
    60 – 79 : 1 in 8

Faktor Risiko Kanker Prostat :

  1. Proses Penuaan
  2. Riwayat Keluarga
  3. Diet Tinggi Lemak

PATOLOGI :

  1. Adenokarsinoma 95%
  2. TCC
  3. Small Cell Carcinoma
  4. Sarkoma

GRADE DAN STADIUM

Sistem Grade GLEASON :

  • Berdasar arsitektur kelenjar
  • Grades bervariasi dari 1 sampai 5
  • Grade primer : paling sering ditemukan
  • Grade sekunder: paling sering kedua
  • Gleason score : jumlah grade primer dan sekunder

GLEASON Score :

  • 2 – 4 : diferensiasi baik
  • 5 – 7 : diferensiasi moderat
  • 8 – 10 : diferensiasi jelek

Manifestasi Klinik :

  • Prostat awal: gejala Negatif

Gejala positif

Deteksi Ca P

  1. Colok dubur: induration/nodule
  2. PSA : cut off point 4 ng%
  3. TRUS dg biopsi sistematik

PEMERIKSAAN COLOK DUBUR

  1. Untuk menentukan ukuran, konsistensi dan memprediksikan adanya keganasan prostat
  2. Untuk menentukan perluasan tumor primer
  3. Adanya kanker prostat, prostat teraba keras seperti tulang
  4. Sebanyak 50% karsinoma tidak terdiagnosis dengan colok dubur
  5. Ca P teraba sebagai benjolan keras seperti dasar hidung dan BPH sebagai ujung hidung
  6. Nodul keras pada prostat dapat disebabkan oleh :
    – Prostat kalkulosa
    – TURP/operation/biopsi sebelumnya
    – Prostatitis granulomatous
    – Prostatitis TB

PROSTATIC SPECIFIC ANTIGEN

  1. Tidak spesifik untuk kanker prostat
    – Peningkatan PSA : BPH, infeksi, instrumentasi
    – Cut off point : 4 ng %
  2. Sensitivitas PSA ditingkatkan :
    – PSA velocity (change over time) : 0,75 ng/mL/th
    – PSA density :
    *) BPH = 0,12 ng/mL jaringan
    *) PSAD > 0,15 à Biopsy
    – Age adjusted PSA (Oesterling, 1993)
Usia Normal Range (ng %)
40 – 49 0 – 2,5
50 – 59 0 – 3,5
60 – 69 0 – 4,5
70 – 79 0 – 5,5

TRANS  RECTAL ULTRASONOGRAPHY (TRUS)

  1. Bermanfaat untuk panduan biopsi prostat
  2. Ca P cenderung tampak  lesi hipoekoik pada zona perifer
  3. Lebih akurat dalam penentuan stad. lokal dari pada colok dubur
  4. Juga dapat mengukur volume prostat  PSAD

Diagnosis Banding Kanker Prostat

Colok dubur positif
– Ca P
– Prostatitis granulomatosa kronis
– TB  prostat uBatu prostat
– TURP/Biopsi sebelumnya

PSA meningkat
– BPH
– Infeksi
– Infark
– Instrumentasi

PENATALAKSANAAN Ca P

Prinsip Umum, keputusan terapi tergantung oleh :

Grade dan stadium

Harapan hidup

Morbiditas yang menyertai

Preferensi penderita dan dokter

Modalitas terapi

1. Watchfull waiting

  • Penderita tua
  • Kelainan penyerta
  • Small, well differentiated Ca P

2. Prostatektomi radikal

  • Retropubik
  • Perineal
  • Laparoscopy
  • Robotic

3. Radioterapi

  • EBRT : 6.500 – 7.000 cgy
  • Brachytherapy

4. Cryosurgery

5. Terapi endokrin/hormonal

6. Terapi sitotoksik  in HRPCA

7. Lain-lain (Paliatif untuk metastasis ke tulang yang nyeri)

Follow-up Penderita Kanker Prostat
Penentuan PSA serum, bersamaan dengan perjalanan penyakit dan colok dubur. Pemeriksaan radiologi hanya dilakukan pada penderita khusus.

Terapi Sitotoksik pada HRPCA

  1. Pada penderita HRPCA, dan calon terapi sitotoksik docetaxel 75 mg/m setiap 3 minggu
  2. Pada penderita dengan metastasis tulang karena GRPCA, docetaxel atau mitoxantrone dengan prednison atau hidrokortison.

Terapi Paliatif HRPCA

  1. Biosphosphonates dapat diberikan pada penderita dengan metastasis tulang. (grade A recommendation).
  2. Terapi paliatif seperti radioterapi, dan analgetik kuat.

Summary
Kanker prostat sering kali kompleks serta berbagai aspek penyakit dan penderita perlu dipertimbangkan

 

oleh dr. Dwi Djuwantoro SpU
Bagian Urologi, SMF Bedah, R.S. Panti Rapih

Posted in Umum and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *