Kategori Umum

  • Bayi Jo & Gangguan Pendengaran

    Anak imut nan menggemaskan dan aktif itu bernama Johanes Arjuna Mahardika Sihombing, dia seperti anak kebanyakan aktif tidak mau diam dan lucu. Putera pertama dari Cesilia Kurnia dan Sabat Immanuel Sihombing ini seperti anak kebanyakan, tak ada yang menyangka anak tampan tersebut harus sudah memakai alat bantu pendengaran di kedua telinganya. Sang Ayah yang berprofesi sebagai marketing sebuah produk mobil Jepang kenamaan mulai merasa ganjil saat mengamati putera kesayangannya tersebut, yang tidak pernah merasa terganggu dengan suara sekeras apapun, si kecil Jo tdk pernah menoleh ke asal sumber suara, beruntung ia memiliki ayah yang peka dengan perkembangannya.Diskusi panjang antara ayah dengan sang ibu yg juga Perawat RS Panti Rapih yang bertugas di ruang anak ini kemudian menghasilkan kesepakatan bahwa mereka harus melakukan cek up terhadap Putera kesayangan mereka. Mereka membawa putranya ke RS Panti Rapih menemui dr. Agus Surono, PhD, M.Sc, Sp. THT – KL. Hasil konsultasi dan pemeriksaan, dokter menyarankan untuk pemeriksaan OAE. OAE (Oto Accoustic Emission) adalah skrining (deteksi dini) atau tes pendengaran bayi baru lahir yang menangkap emisi pada koklea, dan hasilnya adalah REFER yg artinya tidak ada respon suara sama sekali pada kedua telinganya. Tak dapat dipungkiri kekecewaan dan kesedihan meliputi hati orang tua Jo, bayi yang dilahirkan spontan pada tanggal 11 September 2017 dengan berat badan 2325 gr. Orang tua Jo segera menempuh langkah langkah untuk penegakan diagnosa supaya gangguan pendengaran yang di alami putranya tidak menghambat tumbung kembang Jo. Orang tua Jo menemui dr. Ashadi P, M.Sc, Sp. THT – KL di RS Panti Rapih, dan dokter menyarankan untuk pemeriksaan lanjutan BERA. Brain Evoked Response Auditory (BERA) adalah pemeriksaan pendengaran yang dilakukan pada anak umur 1-3 tahun dan ASSR (Auditory Steady-State Response) adalah sebuah pemeriksaan pendengaran objektif, hasilnya pun menunjukan bahwa Jo mengalami Profound Hearing Loss / Gangguan Pendengaran kategori Berat yaitu di tingkat >110 db pada telinga kanan maupun yg kiri. Menurut Nia demikian ibu Jo biasa dipanggil, penyebab Jo mengalami gangguan pendengaran seperti penjelasan dokter adalah akibat terserang virus rubella saat masa kehamilan. Ibu Jo mengungkapkan selama masa kehamilan yang dirasakan adalah gatal – gatal diseluruh tubuh yang dialami selama 9 bulan penuh dimasa kehamilannya. Ibu muda berusia 30 thn ini mengatakan tidak mengetahui jika terdapat virus rubella saat mengandung Jo, ia merasa biasa – biasa saja, hingga kemudian ia menyadari putranya tersebut mengalami gangguan pendengaran. Menurut beberapa sumber, hal yang sering menjadi penyebab gangguan pendengaran pada anak adalah saat hamil si ibu mendapat serangan virus misal campak, cacar, rubella, cacar air atau varicella dan virus-virus lain termasuk infeksi gondong. Jika salah satu atau beberapa virus ini menyerang ibu hamil, anak berisiko terkena total deafness atau gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran pada anak umumnya sulit untuk disadari oleh orang tua maupun orang lain yang berinteraksi dengan si bayi. Orangtua seringnya tidak menyadari bayi mereka mengalami gangguan pendengaran hingga saat anak mulai bertambah usia mulai bertanya tanya kok anaknya sudah mulai besar tapi belum juga lancar bicara. Gangguan pendengaran sejak masa bayi atau balita akan berpengaruh pada kemampuan berbahasa, sosial, dan emosionalnya. Menurut Nia, read more

  • Tuberculosis(TB) dan Pelayanan Pojok Dots RS Panti Rapih

    Tanggal 24 maret adalah hari Tuberculosis (TB) sedunia, dan menderita penyakit TB bukanlah berakhirnya dunia, dengan semangat dan ketekunan serta kedisliplinan pengobatan niscaya TB dapat di sembuhkan. Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobakterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Penularan kuman Mycobacterium Tuberculosis penyebab TBC (yang resminya disingkat TB) ditularkan melalui droplet atau bercak dahak dari pasien yang terinfeksi. Penularan hanya terjadi ketika daya tahan tubuh seseorang berada dalam kondisi sangat lemah. Kondisi sangat lemah tersebut seperti lansia, bayi, penderita HIV/AIDS, penderita Diabetes,penderita kanker dan penyakit penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh. Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian disebabakan oleh TB. Di Indonesia Tuberkulosis (TB) adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia. Pentingnya edukasi kepada penderita untuk disiplin dalam pengobatan mampu mencegah penularan kuman yg resistensi terhadap OAT (Obat Anti TB). Apabila pasien yang menderita TB dan terpapar obat atau telah mendapat pengobatan namun kemudian belum sembuh sudah putus obat maka kuman yg akan di tularkan termasuk kuman yang resisten terhadap OAT (Obat Anti TB) dan hal ini akan mempersulit penyembuhan penderita TB. Penderita TB RO (TB Resisten Obat) inilah yg berisiko menularkan TB yang resisten obat dimana nanti OAT menjadi tidak efektif lagi. TB resisten bisa terjadi akibat pengobatan TB yang tidak tepat atau tidak standar. Misalnya akibat pasien tidak meminum obat dengan disiplin atau menghentikan pengobatan sebelum saatnya. Bisa pula akibat petugas kesehatan memberikan obat kurang tepat, seperti panduannya, dosis dan lama pengobatan. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi acuan menegakkan diagnosa apakah kita menderita TB atau tidak yaitu TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes pendukung lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).Setelah kita benar benar terdiagnosa TB maka dokter akan memberikan kita OAT(obat anti TB), obat yang harus diminum rutin selama waktu tertentu dan dalam pantauan dokter. Maka Pojok DOTS menjadi penting keberadaannya di setiap fasilitas kesehatan untuk memantau secara serius penderita penderita yang sedang dalam pengobatan TB.DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) adalah strategi penyembuhan TB jangka pendek dengan pengawasan langsung yang telah direkomendasikan oleh WHO sejak tahun 1993. DOTS adalah strategi yang paling efektif saat ini untuk menangani pasien TB, dengan tingkat kesembuhan bahkan sampai 95 persen. Dalam strategi ini ada tiga tahapan penting, yaitu mendeteksi pasien, melakukan pengobatan, dan melakukan pengawasan langsung. Pokok bahasan kali ini mengenai TB atau Tuberkulosis, yang di kenal sebagai TBC pada orang dewasa dan istilah flek pada anak anak dan pelayanan Pojok DOTS di RS Panti Rapih. Menurut Ibu Sutini,AMd.Kep perawat Rumah Sakit Panti Rapih yang menggawangi Pojok DOTS, menyebut terdapat penderita baru sekitar. 50-70 penderita setiap tri wulan di setiap tahunnya. Menurut Ibu Sutini yang sudah berkarya sebagai perawat Rumah Sakit Panti Rapih sejak tahun 1989 ini, kasus read more

  • Makanan pencegah PJK

    Malaysia, berkhasiat utk melebarkan pembuluh darah koroner Jantung. Bahan pangan tsb terdiri dari :50603 Kuala Lumpur, Biotech Division Institute of Biological Sciences University of Malaya. Beberapa jenis makanan menurut Prof. Dr. S. Vikineswary dari : * 1 gelas sari/air Apple vinegar * 1 gelas sari/air Bawang putih * 1 gelas sari/air Jahe * 1 gelas sari/airLemon Cara mengolahnya : * Campur semuanya dan didihkan dengan perlahan-lahan (api kecil). * Biarkan sekitar 1/2 jam, untuk menjadi 3 gelas. * Saring dan diamkan sampai dingin. * Setelah dingin, tambahkan 3 gelas madu alami, diaduk sampai merata dan simpan dalam botol. Anjuran pakai : * Minumlah 1 sendok makan setiap pagi sebelum sarapan. Cuka apel mengandung hasil fermentasi spt asam laktat yg dapat melarutkan endapan kalsium. Minyak zaitun kaya akan vitamin E yg mencegah oksidasi kolesterol jahat shg tidak terbentuk sel buih dan fatty streak sbg awal aterosklerosis. Bawang putih juga mencegah aterosklerosis krn kandungan selenium bagian dari enzim glutation peroksidase  dan sistein yg merupakan prekursor glutation. Jahe bersifat antiinflamasi dan pereda nyeri krn kandungan gingerol. Dan lemon kaya akan vitamin C dan antioksidan quercetin. Penyempitan/sumbatan yg berupa timbunan lemak atau endapan kalsium  akan larut krn zat2 berkhasiat di atas shg penyempitan pembuluh darah koroner yg memerlukan pemasangan stent atau operasi angioplasty atau bypass dapat dicegah.

  • Kalium

    A, seorang mahasiswa dirawat dgn kelemahan dan kram otot setelah bermain futsal dalam waktu lama yg membuatnya mengeluarkan banyak keringat. Dia juga hanya minum air mineral saat bermain. Pada awalnya dokter yg merawat mengira A menderita GBS suatu reaksi autoimun pasca-infeksi virus dgn gejala kelumpuhan tungkai bawah. Namun pemeriksaan elektrolitnya menunjukkan kadar kalium di bawah nilai normal (hipokalemia). Fungsi Kalium KALIUM atau potassium sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot, kata Dr. Samuel Oetoro, Sp.GK, MS, ahli nutrisi dari Semanggi Specialist Clinic. Kalium juga dimanfaatkan oleh sistem saraf otonom (SSO), yang merupakan pengendali detak jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya. Kalium ditemukan di hampir seluruh tubuh dalam bentuk elektrolit dan banyak terdapat pada saluran pencernaan. Sebagian besar kalium tersebut berada di dalam sel, sebagian lagi terdapat di luar sel. Mineral ini akan berpindah secara teratur dari dan keluar sel, tergantung kebutuhan tubuh. Di dalam tubuh, kalium biasanya bekerja sama dengan sodium atau natrium (Na) dalam mengatur keseimbangan muatan elektrolit cairan tubuh. Keseimbangan ini dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dari makanan dan jumlah kalium yang dibuang. Sumber Kalium Cukup mudah memperoleh kalium dari makanan sehari-hari. Kalium banyak ditemukan pada jeruk, pisang, kentang, alpukat, bayam, tomat, daging, susu, dan kacang-kacangan. Namun 3 jenis makanan yg kandungan kaliumnya tertinggi adalah mollases, seaweed dan kurma (dates). Sedangkan air kelapa ternyata lebih banyak mengandung kalium daripada natrium. Utk membuat balans kalium dgn natrium, kita dapat membubuhkan sejimpit garam ke dalam air kelapa yg kita minum (isi air kelapa dalam sebutir kelapa muda sktr 400 cc atau 2 gelas belimbing yg mengandung sktr. 400 mg kalium). Dalam keadaan normal, organ ginjal berperan menyesuaikan antara asupan dan jumlah kalium yang dibuang tubuh. Sebagian besar kalium dibuang melalui urin, walaupun ada juga yang keluar bersama tinja. Penggunaan Pencahar Dijelaskan Dr. Samuel, kadar kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Bila kurang dari itu dibilang kekurangan kalium atau dikenal dengan istilah hipokalemia. “Orang jarang kekurangan kalium,” kata Dr. Samuel. Olahragawan membutuhkan asupan kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat. Pengguna obat pencahar juga butuh asupan kalium lebih untuk menggantikan kalium yang hilang lewat kotoran. Begitu pula pemakai obat diuretik spt HCT atau furosemid yg menimbulkan kehilangan kalium bersama peningkatan jumlah air seni. Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup kalium terlalu banyak. Ini karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini. Ginjal yang normal dapat menahan kalium dengan baik. Jika konsentrasi kalium darah terlalu rendah, biasanya karena ginjal tidak berfungsi normal atau terlalu banyak kalium yang hilang melalui saluran pencernaan akibat diare, muntah, penggunaan obat pencahar dalam waktu lama, atau polip di usus besar. Pada gagal ginjal bisa terjadi kenaikan kadar kalium jika tubulus tidak mampu membuang kelebihannya ke dalam air seni. Obat-obatan seperti insulin dan obat asma jenis albuterol, terbutalin, dan teofilin bisa meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel dan mengakibatkan hipokalemia. Namun, pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal terjadinya hipokalemia. Mudah lelah Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Kondisi yang lebih berat read more

  • Serangan Jantung

    Semakin banyak orang meninggal karena serangan jantung koroner daripada krn penyakit lain. Serangan ini merupakan penyebab utama kematian dini. Serangan jantung koroner terjadi jika pembuluh nadi koroner yang memberi darah dan oksigen pada otot jantung tersumbat atau menyempit. Endapan lemak di sepanjang dinding pembuluh nadi tersebut menyebabkan penyempitan ini. Jika aliran darah koroner berkurang cukup signifikan shg  menimbulkan kerusakan otot jantung (infark miokard), maka tindakan medis seperti PTCA harus dilakukan. PTCA merupakan singkatan “Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty.” PTCA saat ini menjadi salah satu tindakan yg paling sering dilakukan oleh dokter (bedah)  jantung utk membuka pembuluh nadi koroner yang tersumbat atau rusak itu. Istilah perkutaneus berarti kateter disisipkan ke dalam pembuluh darah balik dengan jarum yg ditusukkan pada kulit hingga masuk pembuluh darah. Selanjutnya kateter didorong hingga mencapai pembuluh koroner dgn arahan x-ray. Jika utk tujuan diagnostik spt menentukan derajat penyempitan dan lokasinya, tindakan ini diinamakan kateterisasi jantung. Transluminal berarti bahwa tindakan ini dilakukan lewat lumen atau lubang pembuluh darah. Coronary atau koroner merupakan pembuluh darah yg menjalani tindakan ini sedangkan angioplasti berarti pembentuk kembali pembuluh darah tsb. Angioplasti sering disebut pula terapi balon. Pembuluh koroner yg tersumbat dibuka dengan balon khusus. Prosedur ini juga memasang stent (ganjal) utk menjaga agar pembuluh tsb tidak menutup kembali. Kateterisasi jantung dan PTCA dapat dilakukan secara bersamaan. Sebelum menjalani  PTCA, dokter akan melakukan evaluasi dengan teliti. Pasien harus puasa dan daerah lipat paha disterilkan utk tempat masuk kateter. Krn diberi obat bius, pasien akan mengantuk tapi tetap sadar selama pelaksanaan tindakan. Sejumlah obat akan disuntikkan lewat infus. Ketika balon digembungkan, mungkin pasien merasa dadanya tertekan atau tidak enak. Perasaan ini tidak apa2 dan akan berhenti saat balon dikempiskan. Mungkin pasien juga merasa detak jantungnya hilang, wajah terasa panas (flushing) dan sakit kepala. Semua ini normal dan akan hilang sendiri. Setelah  PTCA selesai dikerjakan, kateter dapat dilepas setelah 4-6 jam. Saat melakukan PTCA,  dokter akan menyuntikkan obat pengencer darah utk memasang stent. Kateter baru bisa dilepas setelah darah kembali normal. Setelah dilepas dipasang pembalut tekan utk mencegah perdarahan di tempat pemasangan kateter. Pasca-PTCA, pasien perlu kontrol teratur dgn dokter jantungnya.  PTCA tidak selalu menyembuhkan penyakit koroner. Pada beberapa pasien, pembuluh koroner dapat menyempit kembali setelah 6 bulan kemudian. Jika ini terjadi, gejala semula akan muncul kembali. Bila obat dokter tidak menghentikan nyeri dada tsb, segera konsulltasikan dgn dokter jantung. Alternatif lain PTCA adalah bedah jantung bypass. Andry H

  • Hiperkalemia saat berolahraga berat

    Ketika berolahraga berat yg memerlukan banyak oksigen spt bermain futsal, kita dapat mengalami metabolisme anaerob. Pada keadaan anaerob (keadaan tanpa oksigen), metabolisme karbohidrat utk memproduksi tenaga akan menghasilkan asam laktat. Akibatnya dapat terjadi asidosis laktat jika asam laktat itu tidak sempat diproses dalam hati menjadi glukosa lewat siklus Cori. Keadaan tubuh yg menjadi asam ini ternyata dapat menaikkan kadar kalium.  Proses terjadinya adalah bahwa pada keadaan asidosis dengan beban kerja yang berat (misalnya pada olahraga yg sangat menguras tenaga) bisa terjadi keausan bahkan kerusakan sel-sel otot. Akibat rusaknya sel-sel otot (rhabdomiolisis), banyak ion kalium keluar dari sel dan keadaan ini akan menimbulkan hiperkalemia (kenaikan kadar kalium dalam darah). Hiperkalemia merupakan keadaan berbahaya bagi jantung krn dapat menimbulkan gangguan irama jantung sampai henti jantung (cardiac arrrest) yg tentunya akan diikuti oleh kematian secara mendadak. Untuk mencegah hiperkalemia dan asidosis sebetulnya ada cara sederhana. Kita bisa minum soda gembira yg kaya akan natrium bikarbonat (baking powder; soda kue) dan gula. Natrium dapat meningkatkan ekskresi kalium lewat ginjal sedangkan gula yg masuk ke sel sebagai sumber energi akan membawa pula kalium kembali ke dalam sel. Dengan cara demikian kemungkinan asidosis laktat dan hiperkalemia dapat dicegah.

  • Preservasi Fertilitas pada Pria

    Sekitar 15% pasangan di dunia mengalami infertilitas. Infertilitas pada pasangan dapat terjadi karena tiga faktor. Sebanyak 1/3 dipengaruhi oleh faktor pria, 1/3 faktor wanita, dan 1/3 lainnya diakibatkan karena gabungan dari faktor pria dan wanita. Masalah gaya hidup seperti merokok dan obesitas dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan secara umum. Nutrisi juga memiliki pengaruh besar terhadap fertilitas pada pria. Saat ini, preservasi fertilitas dianggap sebagai pelayanan esensial di dunia medis diakibatkan karena perubahan sosial yang mengacu pada pernikahan di usia tua dan diikuti dengan perkembangan teknologi dalam pengobatan kanker dan cryobiology. Kanker sudah menjadi situasi yang signifikan dengan preservasi fertilitas nerupakan prosedur yang esensial. Data demografis global dan data epidemiologi menunjukkan peningkatan pada prevalensi kanker, dengan perkiraan 20 juta kasus kanker baru setiap tahunnya pada 2025. Fertilitas masih menjadi masalah utama dalam kualitas hidup pada penderita kanker dengan usia muda. Dengan demikian, kebutuhan preservasi fertilitas menjadi krusial sekarang karena peningkatan kelangsungan hidup kanker dalam jangka panjang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 5 tahun tingkat kelangsungan hidup relatif untuk semua kanker sekarang mendekati 70% untuk dewasa dan >80% untuk anak-anak. Gaya Hidup, Fertilitas dan Penanganan Infertilitas Aktivitas yang mempengaruhi suhu testis Pada manusia dan mayoritas mamalia, spermatogenesis merupakan proses yang bergantung pada suhu, yaitu 2 – 8°C di bawah suhu tubuh. Beberapa faktor eksternal seperti postur duduk, baju, gaya hidup, penggunaan laptop, menonton televisi, bermain video games, dan lain sebagainya yang berakibat pada peningkatan suhu testis dan gangguan fertilitas. Merokok Merokok diketahui menurunkan kapasitas antioksidan dari tubuh manusia, sehingga menurukan proteksi terhadap berbagai gangguan yang mungkin terhadap sistem reproduksi. Benzo(a)pyrene, merupakan karsinogen mutagenik yang mempengaruhi meiosis pada ovarium dan testis, mempengaruhi parameter semen pada dosis tertentu, jumlah oosit yang berakibat pada menopause dini, menghambat perkembangan embrio setelah fertilisasi, dan meningkatkan risiko kanker pada anak-anak. C. Alkohol Konsumsi alkohol sedang (40 – 80 gram atau 3,5 – 7 minum per hari) akan berakibat pada gangguan ringan dari maturasi sperma. Pada pecandu alkohol yang belum terdapat kerusakan liver berat ditemukan adanya penurunan jumlah sperma pada 40% kasus, bentuk sperma abnormal pada 45% kasus, dan gangguan motilitas sperma pada 50% kasus. Stres Stres yang persisten dapat berakibat pada aktivasi terus menerus dari sistem saraf simpatis yang menghasilkan perubahan pada aksis hipotalamus-pituitari-gonadal yang mempengaruhi spermatogenesis. Stres juga berakibat pada peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan kerusakan pada sel sperma dan berakibat pada peningkatan produksi sperma abnormal dengan motilitas dan potensi fertilitas yang buruk. Penanganan Infertilitas Manusia dianugerahi karunia prokreasi, namun umumnya individu tidak memikirkan tentang fertilitas, sampai individu tersebut berpikir untuk memulai sebuah keluarga. Tingkat fertilitas yang terus menurun terbukti dengan kecenderungan kualitas air mani yang berbanding terbalik dengan peningkatan frekuensi kasus infertilitas dalam beberapa tahun terakhir. Etiologi dalam sejumlah besar kasus infertilitas masih belum diketahui. Tingkat fertilitas yang kurang baik di awal kehidupan cenderung menjadi infertil lebih cepat dari kebanyakan orang pada umumnya. Seseorang harus merawat fertilitas sejak awal kehidupan dan bahkan setelah selesai dengan program keluarga berencana dengan beberapa hal seperti berikut. Menghindari paparan radiasi • Menghindari paparan panas pada testis • Mengurangi stres • read more

  • Mengenal Lebih Dekat Geriatri Ginekologi

    Definisi geriatri atau yang disebut juga lanjut usia menurut Departemen Kesehatan RI merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas. Definisi dari geriatri ginekologi merupakan ginekologis patologis yang terjadi pada wanita yang telah menopause dan berusia lebih dari sama dengan 65 tahun ke atas. populasi lanjut usia di Indonesia terus meningkat diprediksi pada tahun 2050 akan menjadi 21.4% dan meningkat menjadi 41% pada tahun 2100. Tingkat populasi lanjut usia di Indonesia pada tahun 2100 juga diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan dengan populasi lanjut usia di dunia, yaitu sebesar 41% dan 35.1%. Masalah ginekologi yang paling sering ditemukan ialah keganasan (32%), prolaps uterovaginal (26%), dan infeksi urogenital (17%). Keganasan paling sering terjadi ialah kanker serviks yaitu sebesar 16%, diikuti oleh kanker ovarium sebesar 9% dan kanker endometrium sebesar 6%. Keadaan menopause pada saat lanjut usia juga turut berperan dalam terjadinya masalah ginekologis, salah satunya dikarenakan adanya perubahan pada kadar pH vagina yang terjadi akibat tingkat estrogen yang rendah. Terapi penggantian hormon juga perlu dibahas dikarenakan terapi hormon ini cukup berperan dalam mengatasi masalah yang terjadi pada usia lanjut. Diharapkan kualitas hidup pada populasi lanjut usia juga dapat meningkat. Hal-hal yang terkait pembahasan seputar geriatri ginekologi adalah sebagai berikut: Menopause Beberapa tahun sebelum terjadinya menopause, folikel mengalami deplesi, hingga estrogen yang terproduksi semakin rendah. Diawali dengan penurunan kadar estradiol, dari 50-300 pg/ml pada saat sebelum menopause menjadi 10-20 pg/ml setelah menopause. Diikuti dengan tidak adanya pertumbuhan pada endometrium nantinya berakhir menjadi tidak adanya menstruasi. saat telah menopause, jumlah estron lebih tinggi dibandingkan estradiol memiliki sifat yang lebih lemah dibandingkan dengan estradiol. sekitar 5-10 tahun kemudian akan benar-benar rendah hingga akhirnya dapat dikatakan sebagai “true menopause”. Dampak yang paling sering terjadi pada saat menopause ialah adanya gejala vasomotor seperti hot flush. Sebagai adanya rasa panas yang terjadi secara tiba-tiba yang diikuti dengan keluarnya keringat, pengaruh terhadap sistem urogenital dan vagina, mengeluhkan adanya rasa sakit saat melalukan hubungan seksual (dyspareunia) dan nyeri pada saat berkemih (dysuria). Disebabkan atrofi pada lapisan epitel vagina, kandung kemih, dan uretra yang diakibatkan oleh kadar estrogen yang rendah. Masalah lainnya penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, osteoporosis dan fraktur, perubahan fisiologis, kerontokan rambut dan berkurangnya elastisitas pada kulit, disfungsi seksual, dan penurunan kognitif. Gynecology Geriatric Malignancy Keganasan memuncak di usia 60 hingga 70 tahun dimana 75% mencakup lansia, 1% dari seluruh penyakit keganasan sehingga keganasan meningkatkan mortalitas hingga 34%. Keganasan pada lansia paling banyak ditemukan ialah keganasan pada ovarium (47.93%), serviks (31.40%), dan endometrium (12.39%). Keganasan dapat dicegah dengan skrining dini. Pelvic Organ Prolapse Merupakan relaksasi dari bagian mana saja di area bawah pelvis termasuk cystocele, urethrocele, rectocele, uterine prolapse, dan eversi dari vagina atau anus. Penanganan dilakukan hanya jika pasien mengalami ketidaknyamanan serta limitasi fungsi hidup seperti inkontensia urin maupun fecal, terdapat ulserasi. Pelvic organ Prolapse memiliki banyak factor risiko yang multifactorial. Factor risiko itu ialah: Genetik Usia Ras Menopause Obesitas Peningkatan tekanan intraabdomen Penyangga organ panggul merupakan interaksi yang kompleks antara otot-otot dasar panggul, jaringan ikat dasar panggul, dan dinding vagina. Faktor risiko yang telah disebutkan diduga terlibat dalam read more

  • E.S.W.L (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)

    E.S.W.L. merupakan teknologi canggih penatalaksanaan batu saluran kemih. E.S.W.L merupakan  prosedur yang non-invasif, sehingga banyak digunakan dan bersifat relatif lebih aman. Efek pemecahan batu memberikan hasil yang efektif pada 80-85% kasus batu simple. E.S.W.L bekerja melalui transmisi energi ke batu melalui jaringan hingga batu dihancurleburkan sehingga fragmen-fragmen batu dapat keluar spontan bersamaan kencing. Indikasi-indikasi E.S.W.L : Batu ginjal simple dengan stone burden < 2 cm. Batu yang berukuran lebih dari 2 cm kurang ideal untuk E.S.W.L, karena klirens turun dari 90% untuk batu 1 cm menjadi 63%, sehingga E.S.W.L perlu diulangi. Angka risiko mengalami kolik juga lebih besar pada E.S.W.L batu ginjal yang berukura lebih dari 2 cm. Batu ureter dengan diameter < 1 cm. Pada batu ureter 1/3 bagian atas, dapat dilakukan manipulasi pendorongan batu ke ginjal dan selanjutnya dilakukan E.S.W.L Bilamana manipulasi ini gagal, dilakukan E.S.W.L in situ. E.S.W.L in situ dapat dipertimbangkan jika penderita menginginkan anestesi yang minimal dan mau menerima tindakan E.S.W.L ulang bila mana masih ada sisa batu. Kontraindikasi-kontraindikasi: Obesitas akan mengurangi daya transmisi energi ke batu, sehingga mengurangi daya fragmentasi batu. Kelainan pembekuan darah (bila belum dikoreksi). Obstruksi saluran kemih di sebelah distal (bawah) batu. Infeksi saluran kemih yang aktif atau sepsis. Aneurisma aorta atau arteri renalis. Batu cystine atau brushite (kontraindikasi relatif). Mekanisme Penghancuran Batu oleh Mesin E.S.W.L.: Bila gelombang kejut mengenai batu dengan perbedaan impedansi akustik bila dibanding dengan air, sebagian gelombang kejut direfleksikan. Gelombang kejut yang melalui batu direfleksikan kembali pada perbedaan akustik kedua antara batu dan cairan disekitarnya. Refleksi gelombang kejut inilah yang menghasilkan fragmentasi batu. Fragmentasi batu didapatkan melalui mekanisme erosi dan penghancuran. Karena tidak ada perbedaan impedansi akustik antara air dengan jaringan lunak di sekitarnya, maka gelombang kejut tidak ada/sedikit sekali yang direfleksikan, atau dengan kata lain diteruskan, sehingga tidak ada efek fragmentasi terhadap jaringan lunak di sekitarnya. Efek E.S.W.L terhadap Jaringan: Efek mikrojet dapat menimbulkan cedera jaringan, terutama pembuluh darah yang berdinding tipis. Hal ini mengakibatkan perdarahan/kencing darah, biasanya dalam waktu sementara 1-2 hari. Jejas jaringan menimbulkan reaksi radang. Diperlukan masa pemulihan 1-2 minggu. Komplikasi-komplikasi yang Dapat Terjadi pada ESWL: Perdarahan/hematom. Kencing darah. Steinstrasse Infeksi Nefritis litotripsi Dokter Bedah Saluran Kencing (Urologist Surgeon) Rumah Sakit Panti Rapih Sungsang R, Sp.U Trisula Utomo, Sp.U Indrawarman, Sp.U   oleh dr. Dwi Djuwantoro Sp.U SubBagian Urologi, SMF Bedah, R.S. Panti Rapih

  • Kanker Prostat

    Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya, terutama tulang dan lymph node. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, disfungsi erektil dan gejala lainnya. Epidemiologi Kanker Prostat : Pada Laki-laki Amerika menjadi penyakit yang paling sering nomor 2 diidap. Penyebab kematian nomer 2 yang paling sering dialami pria setelah kanker paru (di Amerika) Meningkat cepat dengan bertambahnya usia Risiko laki-laki usia 50 tahun dalam masa hidupnya : – uCaP laten : 40% – CaP yang terdeteksi secara klinis : 9,5% – Kematian akibat CaP : 2,9% Kemungkinan CaP : Usia <= 40 : 1 in 10.000 40 – 59 : 1 in 103 60 – 79 : 1 in 8 Faktor Risiko Kanker Prostat : Proses Penuaan Riwayat Keluarga Diet Tinggi Lemak PATOLOGI : Adenokarsinoma 95% TCC Small Cell Carcinoma Sarkoma GRADE DAN STADIUM Sistem Grade GLEASON : Berdasar arsitektur kelenjar Grades bervariasi dari 1 sampai 5 Grade primer : paling sering ditemukan Grade sekunder: paling sering kedua Gleason score : jumlah grade primer dan sekunder GLEASON Score : 2 – 4 : diferensiasi baik 5 – 7 : diferensiasi moderat 8 – 10 : diferensiasi jelek Manifestasi Klinik : Prostat awal: gejala Negatif Gejala positif Deteksi Ca P Colok dubur: induration/nodule PSA : cut off point 4 ng% TRUS dg biopsi sistematik PEMERIKSAAN COLOK DUBUR Untuk menentukan ukuran, konsistensi dan memprediksikan adanya keganasan prostat Untuk menentukan perluasan tumor primer Adanya kanker prostat, prostat teraba keras seperti tulang Sebanyak 50% karsinoma tidak terdiagnosis dengan colok dubur Ca P teraba sebagai benjolan keras seperti dasar hidung dan BPH sebagai ujung hidung Nodul keras pada prostat dapat disebabkan oleh : – Prostat kalkulosa – TURP/operation/biopsi sebelumnya – Prostatitis granulomatous – Prostatitis TB PROSTATIC SPECIFIC ANTIGEN Tidak spesifik untuk kanker prostat – Peningkatan PSA : BPH, infeksi, instrumentasi – Cut off point : 4 ng % Sensitivitas PSA ditingkatkan : – PSA velocity (change over time) : 0,75 ng/mL/th – PSA density : *) BPH = 0,12 ng/mL jaringan *) PSAD > 0,15 à Biopsy – Age adjusted PSA (Oesterling, 1993) Usia Normal Range (ng %) 40 – 49 0 – 2,5 50 – 59 0 – 3,5 60 – 69 0 – 4,5 70 – 79 0 – 5,5 TRANS  RECTAL ULTRASONOGRAPHY (TRUS) Bermanfaat untuk panduan biopsi prostat Ca P cenderung tampak  lesi hipoekoik pada zona perifer Lebih akurat dalam penentuan stad. lokal dari pada colok dubur Juga dapat mengukur volume prostat  PSAD Diagnosis Banding Kanker Prostat Colok dubur positif – Ca P – Prostatitis granulomatosa kronis – TB  prostat uBatu prostat – TURP/Biopsi sebelumnya PSA meningkat – BPH – Infeksi – Infark – Instrumentasi PENATALAKSANAAN Ca P Prinsip Umum, keputusan terapi tergantung oleh : Grade dan stadium Harapan hidup Morbiditas yang menyertai Preferensi penderita dan dokter Modalitas terapi 1. Watchfull waiting Penderita tua Kelainan read more

  • Batu Ginjal

    Penyakit batu ginjal banyak dialami oleh penduduk Indonesia, terutama kaum pria. Adapun faktor-faktor yang berperan pada pembentukan batu ginjal / kandung kemih meliputi ras, keturunan, jenis kelamin, bakteri, kurang minum, air minum jenuh mineral, pekerjaan, makanan dan suhu tempat kerja. Apakah batu ginjal itu? Batu ginjal adalah massa keras menyerupai “batu” yang terbentuk disepanjang saluran kemih dan biasa menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun didalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis). Gejalanya apa saja? Batu, terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala. Namun bila ukuran cukup besar dapat menimbulkan gejala : Nyeri perut bagian bawah sampai dengan punggung Nyeri hebat yang hilang timbul Mual dan muntah Perut menggelembung Demam dan menggigil Buang air kecil disertai darah Batu dalam saluran kemih dapat menyebabkan infeksi akibat penyumbatan. Bila penyumbatan berlangsung lama dapat mengakibatkan hidronefrosis (ginjal terisi penuh dengan air), sampai akhirnya bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Bagaimana Cara Mencegahnya? Dianjurkan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari) Diet rendah kalsium. Kurangi konsumsi makanan seperti susu, telor, dll Banyak mengkonsumsi putih telur Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung oksalat seperti bayam, kangkung, kembang kol, coklat, kacang-kacangan, merica dan teh Mengurangi asupan daging, dan Dianjurkan sering mengkonsumsi buah semangka Perhatikan kesehatan Gigi Bagaimana Cara Mengatasinya ? Apabila batu terlalu besar untuk dikeluarkan secara alamiah, operasi dapat dikerjakan. Apabila batu berada di ureter, sistoskopi dapat digunakan melalui uretra dan batu dimanipulasi dengan kateter. Pengeluaran batu dari daerah lainnya (pada calix dan pelvis) memerlukan operasi dari samping atau perut bagian bawah. Prosedur yang disebut percutaneus ultrasonic lithotripsy dan extracorporeal shock wave lithotripsy akan memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil-kecil, sehingga dapat dikeluarkan secara alamiah atau dengan pengisapan. Di Rumah Sakit Panti Rapih Rumah Sakit Panti Rapih memiliki beberapa layanan medis untuk mengatasi masalah Batu Ginjal yaitu ESWL dan PCNL. ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan suatu teknologi tinggi yang dapat menghancurkan batu ginjal dengan gelombang kejut, efek samping yang lebih kecil dibandingkan   dengan tindakan operasi. Angka keberhasilan tindakan ini rata-rata mencapai 90 persen, tergantung jenis dan ukuran batu. Tindakan ini memerlukan waktu sekitar 1 jam dan biasanya tidak memerlukan rawat inap. Pada     kasus dengan faktor penyulit perlu perawatan lebih lama hingga rawat inap. Percutaneous Nephrolithotomy dan nephrolithotripsy (PCNL) merupakan metode pengambilan batu ginjal yang berukuran sedang / cukup besar.  Metode PCNL ini biasanya ditempuh apabila metode ESWL tidak memungkinkan untuk dilakukan. Tindakan  PCNL dilakukan dengan membuat sayatan kecil (0,5 inci) di bagian samping belakang pasien di daerah ginjal.  Melalui sayatan tersebut alat PCNL dimasukkan untuk mengambil batuginjal. Selama proses ini berlangsung pasien dikontrol oleh dokter anestesi.Dengan metode PCNL ini pasien akan lebih cepat pulih dibandingkan metode operasi yang konvensional.

  • Dermatitis Kontak

    Belakangan ini banyak pasien datang ke rumah sakit dengan gejala ruam kemerahan seperti luka lecet yang disertai keluhan rasa panas dan perih atau gatal. Ruam ini terjadi setempat pada kulit dan kadang-kadang menyebar hingga timbul bercak merah pada beberapa bagian tubuh seperti lengan, leher dll. Dokter mendiagnosis keadaan ini sebagai dermatitis kontak (DK). DK merupakan reaksi kulit terhadap sesuatu seperti alergen atau iritan. Jika terasa panas dan perih, penyebabnya iritan misalnya zat kimia seperti deterjen atau terpentin. Jika ada rasa gatalnya, penyebabnya alergen misalnya serangga atau tanaman (toksikodendron). Orang awam sering menyebutnya luka karena dikencingi coro (lipas kecil). Berbeda dengan biduran (urtikaria) yang muncul dan hilang dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam, DK memerlukan waktu beberapa hari sebelum gejala tsb menghilang. Hilangnya keluhan dan gejala terjadi ketika alergen atau iritan sudah tidak mengenai kulit lagi. Kalau tidak, akan terjadi DK yang kronis. Umumnya DK diobati dengan kombinasi krim steroid untuk mengurangi reaksi inflamasi (merah, nyeri dan bengkak) dan krim antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri. Pada keadaan yang berat, dokter juga meresepkan obat minum kortikosteroid seperti metilprednisolon dan antihistamin seperti loratadin atau cetirizin. Kendati kelihatannya mengerikan terutama kalau ruamnya luas dan mengenai beberapa tempat, DK akan sembuh sendiri ketika kulit sudah tidak terkena alergen atau iritan. dr. Andry Hartono

  • MODY= DMT2 pada anak

    MODY merupakan singkatan Maturity Onset of Diabetes in the Young yang sebenarnya merupakan DM Tipe 2 pada anak-anak dan remaja. DM  tipe 2 (DM tidak tergantung insulin) umumnya dimulai pada usia pertengahan dengan gangguan terutama pada reseptor insulin. Reseptor insulin bisa diibaratkan pintu masuk sel. Glukosa (gula darah) yang akan dijadikan energi oleh mitokondria sel dibawa masuk lewat pintu tersebut dengan bantuan hormon insulin. Gangguan reseptor insulin yang disebut resistensi insulin merupakan ciri utama baik DM tipe 2 maupun MODY. Bentuk yang terakhir ini kini semakin kerap ditemukan. Biasanya pada anak-anak terjadi DMT1 dengan ciri tubuh yang kurus dan ketoasidosis akibat kerusakan sel beta penghasil insulin. DMT1 menempati 5% dari seluruh kasus DM sedangkan DMT2 95%. Sebaliknya gejala MODY pada anak-anak berupa obesitas dengan penimbunan lemak di bagian perut karena MODY merupakan DMT2. Anak-anak ini mungkin tidak memiliki keluhan apa pun kecuali selera makannya yang luar biasa dan berat badannya yang terus bertambah. Pemeriksaan laboratorium sering menunjukkan kenaikan trigliserid (TG). Kadar gula darah mungkin naik tapi masih di bawah 126 mg/dL. Angka 126 merupakan kriteria diagnostik DM. Semua ini terjadi karena hiperinsulinisme yang menimbulkan obesitas, kenaikan TG dan  intoleransi glukosa (kadar GD 110-126). Penyebab MODY diperkirakan karena anak dan remaja semakin banyak mengonsumsi KH sederhana seperti gula dan tepung gandum selain lemak jenuh. Sementara itu, anak dan remaja tidak menyukai KH kompleks seperti sayur dan buah. Kehidupan yang kurang gerak karena adanya kendaraan bermotor dan alat elektronik juga meningkatkan insidensi MODY. Menurut situs www.naturefood.com, pemakaian alloxan sebagai pemutih bahan pangan seperti misalnya tepung gandum turut menambah pelik masalah ini karena masyarakat modern semakin menyukai roti putih, mie instan, gorengan dengan tepung dll dengan meninggalkan camilan tradisional yang alami. Dalam laboratorium alloxan dipakai  untuk menjadikan tikus percobaan menderita diabetes. Pencegahan MODY dapat dilakukan dgn meningkatkan makanan berserat seperti roti gandum utuh, kacang-kacangan, beras merah/beras tumbuk, sayuran dan buah. Mengajarkan kepada anak dan remaja untuk kembali menyukai makanan tradisional ketimbang junk food merupakan tindakan yang bijaksana.

  • Kreatinin

    Pasien yang menderita penyakit ginjal kronis tentunya tidak asing dengan istilah kreatinin. Begitu juga pasien yang mengecek fungsi ginjalnya tentunya pernah mendengar kata kreatinin ini. Namun, mereka tentunya ingin mengetahui lebih detail lagi apakah sebetulnya kreatinin itu, bagaimana fungsinya dan pada keadaan apa saja kadar kreatinin dalam darah meningkat? Apakah kreatinin itu? Kreatinin merupakan hasil penguraian kreatin fosfat dalam otot. Untuk bekerja dengan baik, otot kita memerlukan sumber energi instan yang dinamakan ATP (adenosin trifosfat) – suatu ikatan fosfat berenergi tinggi. Nah, sumber ATP adalah kreatin fosfat di samping fosforilasi oksidatif yang dalam biokimia dikenal sebagai siklus Krebs. Karena itu, kita tidak akan heran jika di pasaran MLM atau toko suplemen juga terdapat tablet kreatin fosfat yang sering dalam bentuk kombinasi dengan asam alfa-lipoat dan KH indeks-glisemik tinggi. Suplemen seperti ini sering digunakan oleh atlit jenis olahraga yang memerlukan kerja otot yang berat seperti pelari sprint. Linford Christie, pemegang medali emas lari 100 meter di Olimpiade Barcellona tahun 1992, merupakan salah seorang pemakai suplemen kreatin fosfat. Lainnya adalah Sally Gunnel, salah seorang pemegang medali emas lari rintangan 400 meter di pesta olimpiade yang sama. Kreatin fosfat tidak dianggap sebagai doping. Kembali kepada kreatinin yang merupakan hasil pemecahan kreatin fosfat untuk menghasilkan energi otot, kadar kreatinin dalam darah berkisar dalam batas 0,5 – 1,2 mg/dL. Pria memiliki kadar yang lebih tinggi daripada wanita karena massa ototnya lebih besar. Kata kreatinin sebenarnya berasal dari kata Yunani, kreas, yang artinya otot. Kadarnya dalam darah dipertahankan dalam batas-batas di atas oleh ginjal, khususnya penyaringan di glomerulus dan sekresi di tubulus proksimal. Kreatinin jarang diserap kembali di dalam tubulus ginjal. Keadaan yang menaikkan kadar kreatinin Ada beberapa keadaan yang disertai peningkatan kadar kreatinin dalam darah, yaitu: 1) Penyakit ginjal kronis yang tentu saja disertai dengan kenaikan kadar kreatinin dalam darah. Tetapi gejala ini biasanya disertai pula peningkatan kadar ureum. Fungsi ginjal ditentukan lewat GFR (glomerular filtration rate) yang dihitung dengan rumus memakai kadar kreatinin dalam darah dan air seni. 2) Pemakaian obat hipertensi seperti kombinasi inhibitor ACE dgn ARB (angiotensin receptor blocker). Karena itu, kedua obat ini biasanya dipakai sendiri atau dalam bentuk kombinasi dgn golongan lain. 3) Aktivitas fisik yang berat apalagi bila disertai cedera otot. Pada keadaan ini, selain kreatinin juga bisa terjadi peningkatan asam urat dan enzim ALT dalam darah. Namun, setelah beristirahat dan terjadi pemulihan otot, biasanya kadar zat-zat tersebut akan kembali normal. 4) Usia lanjut. Ketika manusia mencapai usia lebih dari 70 tahun, semua fungsi organ sudah menurun termasuk fungsi ginjal. Karena itu, kadar kreatinin bisa meninggi pada manula khususnya wanita. Peninggian ini umumnya disertai pula dengan kenaikan kadar asam urat dan ALT, enzim yang bukan hanya diproduksi oleh sel hati yang mengalami peradangan tetapi juga oleh sel otot yang aus atau rusak. Hanya saja, kenaikan ALT karena deplesi protein dari otot tidak akan sampai 3 kali lipat nilai normalnya seperti terjadi pada peradangan hati. dr Andry Hartono, DAN.SpGK Klinik MCU dan Gizi Medik RS Panti Rapih Jl Cik di Tiro 30 Yogyakarta

  • Pelemakan Hati

    Anda diberitahu oleh dokter yang melakukan pemeriksaan USG dalam rangkaian proses medical checkup bahwa pada hati anda terjadi pelemakan. Keadaan ini berarti bahwa di dalam sel-sel hati anda sudah terdapat ruang-ruang (vakuola) berisikan lemak. Artikel ini akan menjawab keingintahuan anda yang lebih lanjut tentang penyakit pelemakan hati (PPH). Pelemakan hati atau fatty liver yang juga disebut penyakit steatohepatik ini umumnya ditemukan pada penyandang kegemukan, gangguan metabolisme seperti sindrom metabolik (keadaan pradiabetes), hipertrigliseridemia atau pun pemakai obat-obat yang mengganggu fungsi hati seperti kortikosteroid. Di negara Barat yang masyarakatnya banyak minum minuman beralkohol, penyakit pelemakan hati (PPH) dapat disebabkan oleh alkohol. Karena itu, kita mengenal dua jenis PPH: alkoholik dan nonalkoholik (NASH; nonalcoholic steatohepatic disease). PPH DI INDONESIA PPH nonalkoholik lebih sering ditemukan di Indonesia dibandingkan PPH alkoholik. Apalagi dengan semakin tingginya angka kegemukan di kalangan remaja yang seiring dengan peningkatan konsumsi junk foods yang kaya akan tepung, gula, minyak/lemak jenuh serta aditif pangan tertentu seperti butil hidroquinon dalam minyak. KELUHAN DAN GEJALA PPH tanpa inflamasi biasanya tidak disertai keluhan dan gejala. Bila sudah terjadi inflamasi (peradangan yang bukan infeksi melainkan reaksi terhadap zat toksik, xenobiotik atau metabolit yg mengganggu hati), penyakit yang kemudian disebut steatohepatitis ini akan menimbulkan keluhan seperti sakit maag yang lebih berat dengan rasa kembung atau sebah terutama pada perut kanan atas. Pada keadaan seperti ini, dokter akan memeriksa kadar enzim hati yang disebut SGPT dan SGOT (AST dan ALT). Kenaikan enzim hati sampai lebih dari 3 kali lipat angka normalnya menunjukkan steatohepatitis. Selanjutnya dokter akan memeriksa kadar antigen hepatitis B dan antibodi hepatitis C. Kedua keadaan terakhir ini bukan lagi inflamasi tetapi infeksi virus yang berbahaya sehingga anda harus dirujuk ke dokter konsultan penyakit hati (SpPD-KGEH). PENGOBATAN DAN GAYA HIDUP Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk PPH kecuali menghilangkan penyebabnya seperti menurunkan berat badan pada penyandang kegemukan atau menghentikan pemakaian obat dan zat kimia yang mengganggu hati. Beberapa zat kimia yang ditambahkan dalam makanan seperti butil hidroquinon untuk mencegah kerusakan minyak dalam proses penggorengan dengan panas yang tinggi dan waktu yang lama dapat mengganggu atau bahkan merusak hati bila dikonsumsi berlebihan. Begitu pula zat kimia alloxan yang dipakai untuk memutihkan tepung gandum. Karena itu, penyandang PPH dianjurkan untuk memiliki pola makan yang sehat seperti lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah, protein yang sehat seperti kacang2an serta mengurangi kebiasaan makan camilan yang digoreng dengan banyak minyak. Sementara itu, hindarilah konsumsi gula, tepung serta minyak masak/lemak jenuh yang berlebihan dalam junk foods yang kini semakin banyak diiklankan di TV. PENGOBATAN ALTERNATIF Preparat herbal seperti curcuma dalam temulawak atau silymarin mungkin diresepkan dokter. Begitu pula suplemen vitamin yang dianggap sebagai antioksidan seperti vitamin E. Suplemen lain yang juga banyak diresepkan adalah fosfolipid atau lesitin yang dianggap dapat mencegah pelemakan hati, dan tripeptida glutation untuk detoksifikasi hati karena gugus SHnya. Di samping itu, formula enteral yang kaya akan asam amino rantai cabang (BCAA) juga sering ditambahkan sebagai suplemen untuk mengurangi beban kerja hati. dr Andry Hartono SpGK Klinik MCU dan Gizi Medik RS Panti Rapih Yogyakarta

  • Perut Buncit pada Pria

    Pria gemuk biasanya memiliki tubuh seperti buah apel karena timbunan lemak di perutnya. Wanita gemuk, sebaliknya, menimbun lemak di panggul dan pangkal paha sehingga lebih terlihat seperti buah per atau biola. Nah, kini pertanyaannya bagaimana kita harus memahami risiko pada perut buncit (PB) dan mengatasinya. RISIKO PB PB berisiko pada: 1. Gangguan pembuluh darah yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner atau pun stroke (penyakit pembuluh darah otak). 2. Gangguan metabolisme seperti sindrom metabolik dgn resistensi insulin (keadaan pradiabetes), DMT2, kadar trigliserid yang tinggi dan penyakit kolesterol atau dislipidemia. 3. Beberapa jenis kanker 4. Gangguan sendi seperti spondilosis tulang belakang atau osteoartritis sendi lutut/pangkal paha. 5. Sleep apnea (berhenti napas dengan gejala napas seperti tercekik saat tidur). Pria dengan PB sering harus tidur dalam posisi duduk untuk mencegah sleep apnea. BAGAIMANA MENGETAHUI PB ? Ukurlah lingkaran pinggang anda, jika ukurannya melebihi 90 cm atau 36 inci pada ukuran pinggang celana jean anda (kriteria Asia Pasifik), maka anda sudah dianggap berperut buncit. Cara mengukur lingkar pinggang: 1. Gunakan pita pengukur penjahit (sentimeteran). Lingkarkan pita itu di sekeliling perut anda pada posisi tepat di atas kedua ujung tulang pinggul. 2. Tarik pita itu sehingga pas melingkari perut dalam posisi horizontal tetapi jangan menariknya dengan kuat sehingga menimbulkan lekukan pada kulit perut. 3. Hembuskan napas anda, relaks tetapi jangan kempiskan perut anda. 4. Perhatikan ujung pita dengan angka nol jatuh pada angka berapa. Hasilnya menunjukkan besar lingkar pinggang (LP)  anda. USIA MEMBUAT PB Genetik memang menentukan apakah seorang manula berperut buncit atau tidak. Akan tetapi, pada pria, gaya hidup lebih menentukan. Penurunan BMR pada usia lanjut (BMR = kebutuhan energi untuk fungsi dasar seperti metabolisme, produksi panas tubuh, gerakan organ seperti jantung dan usus) dan berkurangnya aktivitas fisik karena pensiun atau jabatan manajer sementara asupan energi dari makanan tidak berubah atau malahan bertambah, semuanya ini akan berisiko kegemukan dan PB. BAGAIMANA MENGATASI PB ? OR situp biasanya tidak dianjurkan pada manula apalagi kalau sudah terdapat kelainan degeneratif tulang belakang dan sendi paha. OR yang dianjurkan bersifat aerobik seperti jalan, renang perlahan, senam manula, dan bersepeda. Yang penting, setelah berolahraga, anda berkeringat serta merasa segar, tetapi tidak merasa lapar, tidak mengantuk dan tidak merasa pegal pada otot. Makanan yang perlu dihindari oleh manula meliputi makanan yang kaya akan gula, tepung dan lemak jenuh karena ketiga jenis makanan bukan hanya menimbulkan PB dan kegemukan tetapi juga dapat menaikkan kadar gula, TG, kolesterol jahat dan tekanan darah anda. dr Andry Hartono, SpGK Klinik MCU dan Gizi Medik RS Panti Rapih Yogyakarta

  • Kegemukan

    Kegemukan atau obesitas merupakan keadaan bertambahnya lemak tubuh yang menyebabkan kenaikan berat badan. Keadaan ini tentunya berbeda dengan kelebihan berat badan karena penambahan massa otot atau tulang seperti terjadi pada misalnya Ade Rai atau Sylvester Stallone. Kegemukan dengan distribusi lemak pada perut dinamakan obesitas sentral atau abdominal (lihat perut buncit). Keadaan ini merupakan salah satu tanda atau gejala sindrom metabolik. PENYEBAB KEGEMUKAN Biasanya para ahli gizi akan menjelaskan bahwa asupan kalori yang melebihi pengeluaran merupakan penyebab kegemukan. Keadaan ini dapat kita analogikan dengan tabungan. Jika uang yang ditabung lebih banyak daripada yang diambil, maka tabungan kita tentu akan bertambah besar. Hanya sayangnya pada kegemukan, barang yang kita tabung bukan uang tapi lemak atau gajih. Penyebab kegemukan yang lain adalah faktor genetik. Sejumlah orang dengan thrifty gen lebih mudah gemuk daripada lainnya. Kondisi ini disebabkan produksi leptin dalam sel-sel lemak mereka sangat rendah padahal leptin berfungsi menekan pertambahan sel lemak di samping menekan selera makan yang berlebihan. Pada orang yang diet ketat, produksi leptin juga dapat berkurang. Keadaan ini menjelaskan mengapa setelah misalnya 3 sampai 6 bulan menjalankan diet ketat, penurunan berat badan kemudian terhenti. Keadaan yang dinamakan plateau phase of weight reduction ini terjadi karena penurunan sekresi leptin. Sementara produksi ghrelin oleh sel-sel lambung dan neuropeptida Y dalam hipotalamus meningkat sehingga selera makan bertambah karena kedua hormon ini berfungsi untuk menimbulkan rasa lapar. PENYEBAB HORMONAL Beberapa keadaan hormonal juga dapat menyebabkan kegemukan seperti DMT2 awal atau sindrom metabolik dengan terjadinya resistensi insulin, produksi hormon tiroid yang kurang (hipotiroid) dan sindrom Cushing (peningkatan produksi hormon anabolik khususnya glukokortikoid oleh kelenjar adrenal). Ketiga keadaan ini tentu saja tidak dapat ditangani dengan terapi diet semata tetapi memerlukan pengobatan yang rumit dan harus dilaksanakan oleh dokter spesialis endokrin (SpPD-KEMD). RISIKO KEGEMUKAN Risiko kegemukan sama seperti risiko perut buncit. Karena itu, anda dapat membaca tulisan tentang perut buncit. DIAGNOSIS Diagnosis kegemukan dibuat dengan menghitung indeks massa tubuh. Rumusnya adalah berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan (dalam meter) yang dipangkat dua. Angka di atas 23 menunjukkan keadaan praobese dan di atas 25 memperlihatkan obesitas. Selanjutnya kita dapat mengukur lingkar pinggang seperti dijelaskan dalam tulisan tentang perut buncit. TERAPI DIET Terapi diet yang dianjurkan adalah pengurangan asupan kalori, terutama KH sederhana dan lemak, melalui pemilihan jenis makanan dan cara memasak yang benar dengan memperhatikan keseimbangan zat gizi yang lain (protein, vitamin dan mineral). Sementara itu, asupan air tawar dan serat pangan dapat ditingkatkan untuk memberikan rasa kenyang dan mengurangi penyerapan makanan. Beberapa diet menawarkan penurunan berat badan dengan cepat seperti diet Atkins atau diet Cohen. Diet ini menghilangkan sumber karbohidrat dari makanan sehingga terjadi asidosis. Asidosis memang akan mengurangi selera makan secara drastis tetapi juga membuat tubuh menjadi lemah, bau mulut menjadi tidak enak (bau keton) dan sulit konsentrasi. Biasanya orang yang menjalankan diet ini hanya dapat bertahan selama 3 bulan dengan penurunan berat yang drastis tetapi ketika pola makannya balik ke keadaan semula, maka berat badannya kembali naik bahkan lebih tinggi daripada BB sebelum diet. Keadaan inilah yang kita sebut sindrom yoyo. Bahaya asidosis di read more

  • Mengenal Ginjal Lebih Dalam

    Ginjal merupakan salah satu organ penting untuk menyaring keluar zat racun termasuk limbah nitrogen dari protein selain juga mengatur jumlah cairan dalam tubuh lewat produksi air seni. Organ yang terdapat sepasang ini berada di balik kedua belah pinggang kita dan masing-masing memiliki satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus. Penyakit atau kerusakan pada ginjal akan berakibatkan hilangnya nefron tersebut. Selanjutnya kita akan berkenalan dengan glomerulus dan tubulus. GLOMERULUS Glomerulus merupakan saringan (filter) yang sebenarnya dalam ginjal. Alat ini bertugas untuk (1) menghilangkan zat kimia yang termakan lewat makanan/minuman. Zat-zat 7P (pemutih, penjernih, pengawet, pengental, pewarna, penyedap dan pemanis buatan) harus dikeluarkan oleh ginjal ke dalam air seni. Begitu pula, sebagian besar obat yang kita minum. Apalagi jika zat yang termakan itu bersifat racun seperti pestisida, pewarna tekstil atau pengawet formalin. (2) Mengeluarkan limbah nitrogen dari hasil metabolisme protein seperti ureum atau BUN, dan kreatinin serta asam urat baik yang berasal dari makanan maupun dari keausan/kerusakan otot kita sendiri. (3) Mempertahankan zat yang berguna seperti albumin (protein darah) dan glukosa (gula darah) agar keduanya tidak tersaring keluar. TUBULUS Tubulus ginjal merupakan bagian dari nefron yang bertugas untuk: (1) Mengatur cairan tubuh lewat produksi air seni dan pengaturan kekentalannya. (2) Mengatur keseimbangan asam-basa. (3) Mengatur elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium dan fosfor. FUNGSI LAIN Di samping fungsi di atas, ginjal juga: (1) Menghasilkan hormon eritropoitin yang merangsang sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah. (2) Menghasilkan kalsitriol dengan mengaktifkan vitamin D. Kalsitriol berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan pembentukan dan perombakan tulang. Ginjal yang terganggu akan menghasilkan renin yang mengaktifkan angiotensin sehingga terjadi kenaikan tekanan darah. Dengan mengenali fungsi-fungsi di atas, kita akan memahami mengapa gejala anemia, kenaikan TD, kelemahan tulang, sembab serta penimbunan cairan dalam rongga tubuh, dan serangan jantung karena hiperkalemia (kenaikan kadar kalium darah) akan terjadi pada penyakit ginjal kronis yang disertai penurunan fungsi ginjal, khususnya jika penyakitnya sudah parah. (Sumber bacaan: Andry Hartono, “Rawat Ginjal, Cegah Cuci Darah,” Penerbit Kanisius Yogyakarta). Dr Andry Hartono, SpGK Klinik MCU dan Gizi Medik RS Panti Rapih

  • Batu Empedu

    Ketika mengalami kolik batu empedu (BE), saya tidak akan pernah lupa akan pengalaman yang terjadi sekitar 20 tahun yang lalu itu. Kejadiannya di tengah malam ketika saya berada dalam keadaan tidur dengan posisi berbaring (sehingga saluran empedu/SE sejajar dgn kantung empedu/KE). Kolik terjadi ketika ada BE yang  memaksa menerobos masuk ke dalam SE karena terdorong oleh kontraksi KE. Jika duduk atau berdiri, batu tersebut hanya mengendap di dasar KE mengingat SE terletak di atas sedangkan dasar KE di bawah (Ingat bentuk KE seperti buah per: lebar di dasar KE dan mengecil di puncaknya yg bersambung dgn SE). Sakitnya sungguh luar biasa sehingga disebut kolik BE. Untuk meredakan kolik ini, saya harus minum kombinasi pereda sakit, pelemas otot polos pada SE/KE dan obat tidur. Sakit tersebut terdapat pada perut kanan atas. Sebelumnya saya memang sering mengalami sakit maag tapi tidak pernah terpikir bahwa sakit maag ini berhubungan dengan BE. Bedanya dgn sakit maag biasa, gejala sakit maag pada BE disertai rasa mudah lelah. Saat serangan juga terdapat rasa lemah yang hebat. Mual, muntah dan kembung juga menyertai. TANDA ADANYA BE Bila terjadi peradangan KE, maka ketika tangan kita menekan perut sebelah kanan atas tepat di bawah iga dan kemudian kita bernapas, maka saat menarik napas daerah tsb akan terasa nyeri sehingga kita akan menahan napas. Tanda ini dinamakan tanda Murphy. Seperti dijelaskan di atas, kolik BE yang berlangsung 30 menit sampai beberapa jam itu diawali dengan gejala maag. Rasa nyeri pada BE  secara klasik terdapat di bagian perut kanan atas yang dapat menjalar ke bahu atau daerah antar-tulang belikat. Pada sakit maag yang asli, nyeri biasanya terdapat di daerah ulu hati. Ketika meraba daerah yang nyeri, kadang-kadang kita dapat merasakan adanya benjolan yg tegang sebesar bola pingpong… Selain tanda-tanda ini, biasanya dokter juga mempertimbangkan 4F yaitu Fourty (usia sekitar 40 tahun), Female (wanita kendati pria juga bisa mengalaminya), Fatty (gemuk) dan Fertile (dalam usia subur pada wanita karena hormon estrogen diperkirakan berperan dalam memperlemah kontraksi empedu). F kelima atau Fair skin karena BE dianggap lebih sering ditemukan pada wanita berkulit putih. Namun demikian, diagnosis pasti BE adalah pemeriksaan USG dan CT Scan perut. BE tanpa gejala biasanya ditemukan secara kebetulan pada saat USG perut untuk keperluan medical checkup. TIPE BE Ada dua tipe BE: (1) Batu kolesterol dan (2) Batu pigmen. Yang pertama biasanya terjadi pada penyandang kolesterol, apalagi jika dia menggunakan obat golongan fibrat dan niacin. Kedua  obat ini meningkatkan produksi dan pengeluaran getah empedu (GE) ke dalam usus (karena itu berkhasiat untuk menurunkan kolesterol). Akan tetapi jika KE kita sudah lemah, maka produksi GE yang meningkat itu akan tertimbun dalam KE sehingga terbentuk lumpur (sludge) yang kemudian menjadi BE. Yang kedua, batu pigmen, biasanya terdiri dari kalsium dan bilirubin. Batu ini umumnya terjadi pada anemia karena peningkatan penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik) dan infeksi KE. PENANGANAN Batu empedu yang tidak memberikan keluhan dan gejala apa pun biasanya didiamkan saja karena belum mengganggu KE dan organ lain. Jika batunya tidak terlalu besar, dokter dapat memberikan preparat urododesoksikolat untuk melarutkan read more

  • Konsekuensi Gula Yang Tinggi

    Salah satu konsekuensi kenaikan gula darah adalah glikosilasi protein. Reaksi glikosilasi ini menghasilkan produk AGE yang mirip dengan produk amadori yang terbentuk ketika protein daging dimasak dengan gula. Misalnya saja daging yang lembut dan merah ketika mengalami oksidasi (karena dimasak) bersama dengan gula akan menjadi dendeng yang keras dan cokelat (produk amadori). Protein hemoglobin dalam sel darah merah akan rusak (dan membentuk produk AGE; advanced glycation end products) ketika terikat gula saat terjadi  reaksi oksidasi dalam sel tersebut untuk menghasilkan energi. Ikatan ini diukur lewat A1c yg normalnya kurang dari 6,5. Sel darah merah yang hemoglobinnya terikat gula tidak dapat membawa oksigen. Sel seperti ini masih hidup tapi tidak berfungsi. Selain itu, sel darah merah tersebut menjadi keras dan tidak lentur sehingga tidak dapat masuk ke dalam kapiler untuk menyalurkan darah dan oksigen ke dalam sel-sel tubuh. Di samping sel darah merah yang mengalami glikosilasi, protein kolagen dan elastin dalam dinding pembuluh darah juga bisa mengalami glikosilasi sehingga pembuluh darah tidak lentur dan tidak dapat berdenyut untuk mengalirkan darah dan oksigen. Semua peristiwa di atas yang menyebabkan pengerasan sel darah merah dan pembuluh darah  disebut angiopati. Akibat angiopati selanjutnya adalah kerusakan organ seperti retinopati diabetes (kerusakan selaput jala mata) yang bisa menimbulkan kebutaan, nefropati diabetes (kerusakan nefron/saringan pada ginjal) yang bisa menimbulkan gagal ginjal, neuropati diabetes (kerusakan saraf) dst.nya sampai penyumbatan pembuluh darah tepi (yang membuat gangren sehingga kaki harus diamputasi), penyakit jantung koroner, dan stroke. Semua ini merupakan komplikasi kronis. Di samping komplikasi kronis, gula darah yang tinggi juga dapat mengakibatkan komplikasi akut seperti koma hipoglikemia (pingsan karena kadar gula darah yang terlalu rendah di bawah 50 mg/dL), hiperglikemia hiperosmotik nonketosis (HONK) (pingsan karena kadar gula yang terlalu tinggi sehingga darahnya sangat kental dan aliran darahnya macet tapi tanpa ketosis) dan ketoasidosis diabetes (darah yang menjadi asam karena ketosis [penimbunan keton bodies hasil metabolisme lemak akibat sel tidak bisa menggunakan gula sebagai sumber energi]). Ketiga komplikasi akut ini dapat menimbulkan kematian mendadak apalagi jika ada komorbiditas atau penyakit lain yang serius seperti penyakit jantung koroner. dr Andry H. Klinik Medical Checkup RS. Panti Rapih Yogyakarta

  • Apendisitis Akut

    Apendisitis (radang usus buntu) adalah peradangan pada apendiks vermiformis (umbai cacing/ usus buntu). Umumnya apendisitis disebabkan oleh infeksi bakteri, namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) apendiks oleh timbunan tinja/feces yang keras (fekalit), hiperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, kanker dan pelisutan. Faktor kebiasaan makan makanan rendah serat dan konstipasi /susah buang air besar (BAB) menunjukkan peran terhadap timbulnya apendisitis. Konstipasi akan meningkatkan tekanan lumen usus yang berakibat sumbatan fungsional apendiks dan meningkatnya pertumbuhan flora normal usus. Tipe apendisitis: Apendisitis  akut (mendadak). Gejala apendisitis akut adalah  demam, mual-muntah, penurunan nafsu makan, nyeri sekitar pusar yang kemudian terlokalisasi di perut kanan bawah, nyeri bertambah untuk berjalan, namun tidak semua orang akan menunjukkan gejala seperti ini, bisa juga hanya bersifat meriang, atau mual-muntah saja. Apendisitis kronik. Gejala apendisitis kronis  sedikit mirip dengan sakit asam lambung dimana terjadi nyeri samar (tumpul) di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Seringkali disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah ke perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut. Penyebaran rasa nyeri akan bergantung pada arah posisi/letak apendiks itu sendiri terhadap usus besar, Apabila ujung apendiks menyentuh saluran kemih, nyerinya akan sama dengan sensasi nyeri kolik saluran kemih, dan mungkin ada gangguan berkemih. Bila posisi apendiks ke belakang, rasa nyeri muncul pada pemeriksaan tusuk dubur atau tusuk vagina. Pada posisi usus buntu yang lain, rasa nyeri mungkin tidak spesifik. Perjalanan penyakit apendisitis: Apendisitis akut fokal (peradangan lokal) ↓ Apendisitis supuratif (pembentukan nanah) ↓ Apendisitis Gangrenosa (kematian jaringan apendiks) ↓ Perforasi (bocornya dinding apendiks ) ↓ Peritonitis (peradangan lapisan rongga perut); sangat berbahaya, dan mengancam jiwa Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh Tim Kesehatan untuk menentukan dan mendiagnosis adanya Apendisitis, diantaranya adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi : Pemeriksaan fisik. Pada apendisitis akut, dengan pengamatan akan tampak adanya pembengkakan (swelling) rongga perut dimana dinding perut tampak mengencang (distensi). Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) Dengan tindakan tungkai kanan dan paha ditekuk kuat / tungkai di angkat tinggi-tinggi, maka rasa nyeri di perut semakin parah. Kecurigaan adanya peradangan apendiks semakin bertambah bila pemeriksaan dubur dan atau vagina menimbulkan rasa nyeri juga. Suhu dubur yang lebih tinggi dari suhu ketiak, lebih menunjang lagi adanya radang usus buntu. Pemeriksaan Laboratorium. Pada pemeriksaan laboratorium darah, yang dapat ditemukan adalah kenaikan dari sel darah putih (leukosit) . Pemeriksaan radiologi. Foto polos perut dapat memperlihatkan adanya fekalit. Namun pemeriksaan ini jarang membantu dalam menegakkan diagnosis apendisitis. Ultrasonografi (USG) cukup membantu dalam penegakkan diagnosis apendisitis (71 ?97 %), terutama untuk wanita hamil dan anak-anak. Tingkat keakuratan yang paling tinggi adalah dengan pemeriksaan CT scan (93-98 %). Dengan CT scan dapat terlihat jelas gambaran apendiks. Bila diagnosis sudah pasti, maka penatalaksanaan standar untuk penyakit apendisitis (radang usus buntu)adalah operasi. Pada kondisi dini apabila sudah dapat langsung terdiagnosis kemungkinan read more

  • Cerumen Prop

    60-80%  keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop). Ø  Seberapa sering Anda membersihkan kotoran telinga? Ø  Mengapa telinga kita terus-menerus memproduksi kotoran telinga? Ø  Sebenarnya apakah ada gunanya kotoran tersebut? Ø  Bagaimana cara membersihkan yang benar?   Serumen adalah substansi lengket berwarna kekuningan sampai coklat, yang ada di liang telinga. Substansi tersebut adalah hasil produksi dari kelenjar minyak dan modifikasi  kelenjar keringat dinding telinga. Serumen tersebut terdiri dari 60% keratin*, 12-20% asam lemak*, alkohol, squalene*, dan 6-9% kolesterol. Komposisi ini menentukan wujud serumen itu sendiri. Serumen ini secara umum dibagi menjadi: Tipe basah: o   Serumen putih (White/Flaky Cerumen), sifatnya mudah larut bila diirigasi. o   Serumen coklat (light-brown), sifatnya seperti jeli, lengket. Tipe kering: o   Serumen gelap/ hitam, sifatnya keras, biasanya erat menempel pada dinding liang telinga bahkan menutup liang sehingga menimbulkan gangguan pendengaran. Serumen tipe basah lebih dominan dibandingkan tipe kering. Serumen diproduksi tubuh dengan tujuan: Pembersihan Dinding dalam telinga, membrane tympani (gendang telinga) setiap hari menghasilkan epitel  mati. Serumen membantu pengeluaran epitel-epitel tersebut sehingga tidak menumpuk dengan bantuan gerakan rahang mulut. Lubrikasi/ pelicin Serumen mencegah terjadinya desikasi/ kekeringan, rasa gatal, dan panas dalam liang telinga. Antibakterial dan antijamur Kemampuan antibacterial dan antijamur serumen karena  serumen bersifat asam, mengandung enzim lysozyme*, dan adanya asam lemak. Produksi serumen dipengaruhi oleh stres fisik dan stres psikis. Bila produksi serumen berlebihan, serumen dapat menumpuk dan menyumbat liang telinga, dan menyebabkan penurunan pendengaran. Diperkirakan 60-80%  keluhan penurunan pendengaran disebabkan oleh sumbatan serumen (cerumen prop). Metode Pembersihan Serumen Kuretase*, dengan alat khusus pengangkat serumen, atau dengan cotton bud Irigasi, menggunakan air hangat dan alat khusus Vakum* Pembersihan serumen  yang terlalu sering, justru merangsang produksi serumen lebih banyak. Seruminolisis adalah proses untuk melisiskan (meluruhkan) serumen, biasanya menggunakan agen seruminolitik yang diteteskan ke liang telinga. Biasanya agen ini akan membuat serumen mencair, atau bila terlalu keras maka akan lebih melunakkan serumen sehingga lebih mudah diangkat dengan metode pembersihan yang sesuai. Agen seruminolitik yang tersedia adalah Minyak zaitun, minyak almond, minyak mineral, baby oil, gliserol, Peroksida karbamid(6.5%) Larutan sodium bicarbonate, atau sodium bicarbonate B.P.C. (sodium bicarbonate dan glycerine) Cerumol (arachis oil, turpentine dan dichlorobenzene) Cerumenex (Triethanolamine, polypeptides dan oleate-condensate) Exterol (urea, hydrogen peroxide dan glycerine) Docusate sodium Hidrogen Peroksida 3% Agen-agen ini dipakai 2-3 kali sehari selama 3-5 hari. Pemberian agen-agen ini justru lebih baik daripada manipulasi telinga secara pribadi karena malah mungkin mengakibatkan perlukaan dinding liang telinga. Penggunaan cotton bud pun harus dilakukan secara hati-hati. Sebaiknya sebelum digunakan untuk membersihkan serumen, kapas cotton bud dibasahi dengan baby oil, atau air bersih, atau dibuat lembab, supaya kapas cotton bud tidak mudah lengket dengan serumen yang bisa mengakibatkan kapas terlepas dari batangnya.   KAMUS KITA Kerati : suatu protein yang menyusun rangka yang bersifat sangat tidak mudah larut Squalene : zat perantara dalam pembuatan kolesterol, merupakan asam lemak tidak jenuh. Banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu. Epitel : Lapisan yang menutupi permukaan dalam dan luar tubuh termasuk lapisan pada pembuluh darah dan rongga yang kecil lainnya. Enzim lysozim : enzim yang mampu membunuh bakteri. Kuretase : pengeluaran suatu bahan dari dinding suatu rongga. Vakum : Penghisapan   REFERENSI McCarter, D.F.2007.Cerumen Impaction. Available at URL: www.aafp.org. Cited read more

  • Urtikaria: bentol-bentol Biduran

    Urtikaria (urticaria, wheal, hives, biduran, kaligata, liman) adalah reaksi alergi (melibatkan pembuluh darah atau vaskuler) pada kulit dan selaput lendir yang ditandai dengan bentol-bentol (adakalanya hanya berupa bercak merah) pada kulit, berwarna merah atau berwarna keputihan dan gatal, sebagai akibat pembengkaan antar sel. Berdasarkan waktunya, urtikaria dapat berlangsung akut (≤6 minggu), kronis (> 6 minggu) dan berulang (kambuhan). Angka kejadian urtikaria sekitar 15-20% populasi dalam masa hidupnya. Tidak ada perbedaan ras dan umur. Hanya saja, pada urtikaria kronis (berulang dan lama), lebih sering dialami pada wanita(60%). Faktor pencetus urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dll) dan faktor psikis. Urtikaria terjadi sebagai akibat pelebaran pembuluh darah dan peningkatan kepekaan pembuluh darah kecil (kapiler) sehingga menyebabkan pengeluaran cairan dari dinding pembuluh darah, akibatnya terjadi bentol pada kulit. Kondisi ini dikarenakan adanya pelepasan histamin yang dipicu oleh paparan allergen. Urtikaria mudah dikenali, yakni bentol atau bercak meninggi pada kulit, berwarna merah dan berwarna keputihan jika ditekan, gatal, dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran. Penampakan urtikaria beragam, mulai yang ringan berupa bentol merah dan gatal hingga  bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir, daun telinga dan adakalanya disertai demam. Pengelolaan: Menghindari penyebabnya Makanan, diketahui dengan cara: i.Memperhatikan riwayat hubungan antara setiap makan makanan tersebut dengan timbulnya urtika, yakni apakah timbul bila makan dan tidak timbul bila tidak makan makanan tersebut. ii.Yang biasanya menyebabkan, antara lain: ikan, udang, kepiting, telur, jamur, zat aditif: pengawet (asam benzoate), pewarna(golongan azo), ragi. Obat, diketahui dengan cara: Riwayat hubungan penggunaannya dengan timbulnya urtika. Provokasi jika perlu dan tidak membahayakan. iii. Yang biasanya menyebabkan: penisilin, aspirin, vaksin, serum Inhalan, diketahui dengan cara: Riwayat hubungan antara pajanan dengan timbulnya urtika. Yang biasanya menyebabkan: tepung sari, bulu binatang, debu. Gigitan serangga Psikis Tekanan: pada tempat-tempat yang tertekan: ikat pinggang, gelang, jam. Fisik: digores dengan benda kecil, timbul urtika Sinar: pada tempat yang kena sinar matahari Dingin: termasuk udara dingin, bisa dites dengan provokasi dengan tabung berisi air es. Menghilangkan gejalanya Bila ringan, gatal bisa dikurangi dengan kompres dingin, mandi air dingin, bedak calamine yang mengandung menthol. Obat-obat yang lazim digunakan, diantaranya: Antihistamin, secara umum akan menghambat pelepasan histamin pada fase awal dan mengurangi datangnya sel-sel radang. Antihistamin generasi pertama biasanya menimbulkan rasa kantuk yang hebat serta memiliki dampak kurang nyaman pada pasien seperti berdebar–debar. Sedangkan antihistamin generasi kedua memiliki efek kantuk yang rendah pada dosis anjuran, tidak menimbulkan rasa berdebar–debar dan penggunaannya cukup satu kali dalam sehari. Diphenhydramine injeksi. Dosis dewasa: 10-20 mg per dosis, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari. Hydroxyne HCl (bestalin). Dosis dewasa: 25 mg, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3 kali sehari. Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari. Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), read more

  • Hipertensi Esensial (Primer)

    Bila seseorang mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini dapat membawa penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian Hipertensi adalah keadaan tekanan darah ≥ 140 mmHg sistolik dan atau ≥ 90 mmHg diastolik pada seseorang yang tidak sedang makan obat antihipertensi. Disebut Hipertensi Esensial (Primer) bila tidak diketahui penyebabnya, biasanya merupakan kombinasi antara berbagai faktor genetik dan lingkungan yang menyebabkan fenotipe hipertensif. Disebut hipertensi sekunder bila hipertensi terjadi akibat suatu penyakit tertentu, misalnya penyakit ginjal, karena hormonal, obatan-obatan, dll. Tercatat 13.353 kasus hipertensi esensial pada tahun 2010 di Rumah Sakit Panti Rapih. Diagnosis hipertensi berdasarkan hasil rata-rata pengukuran tekanan darah yang dilakukan minimal dua kali tiap kunjungan pada dua kali kunjungan atau lebih dengan menggunakan manset (cuff) yang meliputi minimal 80% lengan atas pada pasien dengan posisi duduk dan telah beristirahat lima menit. Klasifikasi Hipertensi Sistolik                                               Diastolik ———————————————————————————————————- Normal                          < 120 mmHg              dan             < 80 mmHg ———————————————————————————————————- Prehipertensi                 120 – 139 mmHg          atau           80 – 89 mmHg ———————————————————————————————————- Hipertensi stage 1          140 – 159 mmHg          atau           90 – 99  mmHg ———————————————————————————————————- Hipertensi stage 2          > 160  mmHg               atau          > 100 mmHg ———————————————————————————————————- Hasil pemeriksaan tekanan darah akan didapatkan dua angka. Angka pertama diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), dan angka kedua diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, Tekanan darah dikatakan normal jika berada diantara 100/60 dan 120/80. Tekanan darah antara 120/80 dan 140/90 disebut pra-hipertensi, dan tekanan darah diatas 140/90 dianggap hipertensi. Tekanan darah dalam kehidupan manusia bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak  normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah dibandingkan dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di pagi hari dan paling rendah di saat tidur malam hari. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh faktor psikis. Hipertensi sering ditemukan pada usia lanjut. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah. Tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Pada sebagian besar penderita hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala bisa muncul bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan hipertensi. Gejala tersebut adalah : Sakit kepala Leher cengeng Perdarahan dari hidung (mimisan) Wajah kemerahan dan kelelahan Mual Muntah Gelisah Pandangan kabur. Bila seseorang mengalami hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini dapat membawa penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Hipertensi yang terus menerus menyebabkan jantung bekerja ekstra keras, akhirnya terjadi kerusakan pada jaringan dan organ-organ tubuh. Pengobatan hipertensi yang utama adalah kontrol terhadap diet: Kandungan garam (Sodium /Natrium) Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam (sodium/natrium), ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini : Bahan makanan sumber natrium yang perlu dibatasi, yaitu sebagai berikut : read more

  • Faringitis Akut

    Tenggorokan terasa kering…… Terasa gatal….. Terasa nyeri…… Waspadai nyeri telan yang tak membaik selama beberapa hari….   Faringitis (pharyngitis) Akut, adalah suatu penyakit peradangan tenggorok (faring) yang sifatnya akut (mendadak dan cepat memberat). Umum disebut radang tenggorok. Radang ini menyerang lapisan mukosa (selaput lendir) dan submukosa faring. Disebut faringitis kronis bila radangnya sudah berlangsung dalam waktu lama dan biasanya tidak disertai gejala yang berat. Epidemiologi Angka kejadian pada anak &dewasa:anak, rata-rata terdapat 5 kali infeksi saluran pernafasan bagian atas dan pada orang dewasa hampir separuhnya Kasus Faringitis akut  di Rumah Sakit Panti Rapih tahun 2010 sebesar 5.305 kasus. Penyebab Radang ini bisa disebabkan oleh virus atau kuman. Biasanya disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A. Namun bakteri lain seperti  gonorrhoeae, C. diphtheria, H. influenza juga dapat menyebabkan faringitis. Apabila disebabkan oleh infeksi virus biasanya oleh Rhinovirus, Adenovirus, Parainfluenza virusdan Coxsackie virus. Faringitis juga bisa timbul akibat iritasi udara kering, merokok, alergi, trauma tenggorok (misalnya akibat tindakan intubasi), penyakit refluks asam lambung, jamur, menelan racun, tumor. Perjalanan Penyakit Penularan dapat terjadi melalui udara (air borne disease) maupun sentuhan. Droplet  masuk melalui saluran napas atau mulut kemudian masuk ke lapisan faring. Faring bereaksi terhadap proses infeksi tersebut, terjadilah radang. Gejala dan tanda Yang sering muncul pada faringitis adalah: Nyeri tenggorok dan nyeri menelan Tonsil (amandel)  membesar Mukosa yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan pus (nanah). Demam, bisa mencapai 40ºC. Pembesaran kelenjar getah bening di leher. Setelah bakteri atau virus mencapai sistemik maka gejala-gejala sistemik akan muncul, Lesu dan lemah, nyeri pada sendi-sendi otot, tidak nafsu makan dan nyeri pada telinga. Peningkatan jumlah sel darah putih. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik: o   Kemerahan dan peradangan dinding belakang mukosa mulut. o   Pembengkakan mukosa o   Adanya selaput, bintik-bintik, nanah pada mukosa o   Dengan menggunakan penilaian tertentu atas gejala dan tanda, bisa diprediksi penyebab faringitis apakah viral atau bakterial Jenis faringitis Faringitis Virus Faringitis Bakteri Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan Sering ditemukan nanah di tenggorokan Demam, biasanya tinggi. Demam. Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar Pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan terhadap apus tenggorok. Skrining terhadap bakteri Streptokokus. Darah rutin menunjukkan peningkatan jumlah lekosit. Kultur dan uji resistensi bakteri bila diperlukan. Tata Laksana Untuk mengurangi nyeri tenggorok dapat diberikan obat antinyeri (analgetik) seperti asetaminofen, obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye. Untuk menghindari iritasi lebih lanjut pada saluran faring, pada pasien dapat dianjurkan untuk mengurangi makanan yang berminyak dan panas, juga dianjurkan untuk istirahat sebanyak mungkin agar metabolisme lebih dikhususkan untuk memperbaiki daya tahan tubuh. Jika demam tidak turun dengan pemberian obat dapat dibantu dengan menggunakan read more

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

    “ISK dapat mengenai semua orang, mulai dari bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.” Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. ISK adalah jenis infeksi yang sangat sering terjadi. ISK dapat terjadi di ginjal, saluran ginjal (ureter), kandung kemih (bladder), atau saluran kencing bagian luar (uretra). ISK secara klinik timbul sebagai ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah adalah ISK yang paling sering terjadi.  ISK bagian atas biasanya sering disebabkan oleh kuman yang sama dengan ISK bagian bawah, hal ini terjadi karena ISK bagian bawah tidak diobati secara tepat sehingga kuman tersebut naik dari kandung kemih ke ginjal, dan dapat menyebabkan infeksi yang serius dari ginjal. Urin (air seni) merupakan media yang baik bagi pertumbuhan kuman. Maka dalam urin terdapat  kuman tetapi dalam  jumlah yang masih normal. Mengosongkan kandung kemih adalah cara alami yang dilakukan tubuh agar jumlah kolonisasi kuman dapat ditekan, sekaligus mencegah kuman naik ke saluran kemih bagian atas (ginjal). Di samping itu, tubuh menjaga agar urin yang dikeluarkan memiliki tingkat osmolalitas tinggi, konsentrasi urea tinggi, dan pH asam. Kondisi tersebut menyebabkan urin mempunyai ‘efek antibakteri’. Adanya gangguan terhadap mekanisme alami itulah yang memudahkan terjadinya ISK. Contohnya adalah pasien diabetes melitus, dimana terjadi konsentrasi glukosa urin yang meningkat menjadi media yang sangat baik bagi kolonisasi kuman. ISK dapat mengenai semua orang, mulai dari bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.  ISK lebih sering ditemukan pada bayi atau anak kecil dibandingkan dengan dewasa.  Pada bayi sampai umur tiga bulan, ISK lebih sering pada laki-laki daripada perempuan, tetapi selanjutnya lebih sering pada perempuan daripada laki-laki. Wanita lebih sering terkena ISK karena saluran kencing wanita lebih pendek dibanding pria. Ini menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih karena saluran kencing lebih dekat ke sumber bakteri seperti daerah dubur. Pada wanita dengan seksualitas aktif, terdapat faktor lainnya untuk berkembang menjadi ISK, seperti penggunakan kontrasepsi diafragma (kondom wanita) dan metode seksual yang dilakukan. Pada wanita hamil, dapat lebih sering terkena ISK karena adanya perubahan hormonal dan perubahan dari posisi saluran kencing selama kehamilan. Semasa hidup seseorang, risiko ISK meningkat 1-2%. Statistik menunjukkan prevalensi ISK pada wanita muda yang semula hanya 1-2% akan meningkat menjadi 2,8-8,6% di usia 50-70 tahun. Pada pria, prevalensi ISK di atas usia 80 tahun juga tinggi, mencapai 20%. Semakin tua seseorang, status imunnya akan semakin menurun. Maka, semakin mudah pula orang tersebut mengalami infeksi. Kaum geriatrik (lansia) dengan gangguan mood dan penurunan faal kognitif cenderung sulit merawat diri. Kebersihan tubuh terutama daerah genital kurang terjaga. Akibatnya, kuman mudah berkoloni di daerah tersebut sehingga terjadilah infeksi. ISK dibagi menjadi 2 tipe yaitu tidak berkomplikasi (uncomplicated) dan berkomplikasi (complicated). Prinsipnya, semua ISK yang ditemukan pada pria tergolong ISK berkomplikasi, karena struktur anatomi saluran kemih pria menyulitkan terjadinya ISK. Sebaliknya, definisi ISK berkomplikasi pada perempuan lebih ‘lunak’ yaitu bila ditemukan adanya kelainan struktur pada sistem saluran kemih, batu, retensi urin, abses, atau terjadi karena penyebaran melalui aliran darah. ISK pada usia lanjut sebagian besar adalah read more

  • Angina Pectoris

    Bila Anda mengalami rasa nyeri dada saat anda beraktivitas, segera konsultasi ke dokter. Angina pektoris adalah kumpulan gejala klinis berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar ke lengan kiri. Nyeri dada tersebut  biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas dan segera hilang bila aktivitas dihentikan. Nyeri angina dapat menyebar ke lengan kiri, ke punggung, ke rahang atau ke daerah perut, yang bisa disalahartikan sebagai gejala maag. Penyebab angina pektoris adalah suplai oksigen yang tidak mencukupi ke sel-sel otot-otot jantung dibandingkan kebutuhan. Ketika beraktivitas, terutama aktivitas yang berat, beban kerja jantung meningkat. Otot jantung memompa lebih kuat. Jika beban kerja suatu jaringan meningkat maka kebutuhan oksigen juga meningkat; Oksigen ini dibutuhkan untuk menghasilkan energi kerja. Jantung mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi terutama dari pembuluh darah koroner. Saat beban jantung meningkat, pembuluh darah koroner akan melebar untuk memberikan aliran darah yang adekuat bagi kebutuhan otot jantung. Namun jika pembuluh darah koroner mengalami kekakuan atau menyempit, otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang memadai bagi kerja jantung. Otot jantung akan memproduksi jalur energy lain yang tidak menggunakan oksigen. Jalur energy ini menghasilkan asam laktat yang bersifat asam. Derajat keasaman otot jantung akan meningkat. Hal inilah yang menimbulkan rasa nyeri. Apabila kebutuhan energi jantung berkurang,ketika aktivitas dihentikan,  maka suplai oksigen menjadi adekuat dan otot kembali ke proses wajar untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya penimbunan asam laktat, maka nyeri angina mereda. Dengan demikian, angina pektoris merupakan suatu keadaan yang berlangsung singkat. Terdapat tiga jenis angina, yaitu : Angina Stabil Disebut juga angina klasik, terjadi jika pembuluh darah koroner yang  tidak dapat melebar untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksigen meningkat. Peningkatan kerja jantung dapat menyertai aktivitas misalnya berolah raga atau naik tangga. Angina prinzmetal Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan pada kenyataannya sering timbul pada waktu beristirahat atau tidur. Pada angina prinzmetal terjadi spasme (penyempitan terus-menerus) pembuluh darah koroner yang menimbulkan kekurangan oksigen jantung di bagian hilir. Angina tak stabil Adalah kombinasi angina stabil dengan angina prinzmetal ; dijumpai pada individu dengan perburukan penyakit pembuluh darah koroner. Angina ini biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung; hal ini tampaknya terjadi akibat arterosklerosis koroner, yang ditandai oleh plak yang tumbuh dan mudah mengalami penyempitan. Gejala klinis : Diagnosis seringkali berdasarkan keluhan nyeri dada yang mempunyai ciri khas sebagai berikut : Sering pasien merasakan nyeri dada di daerah sternum (tulang dada) atau di bawah sternum (substernal), atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri, dapat menjalar ke punggung, rahang, leher, atau ke lengan kanan. Nyeri dada juga dapat timbul di tempat lain seperti di daerah ulu hati, leher, rahang, gigi, bahu. Pada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti di peras atau terasa panas, kadang-kadang hanya mengeluh perasaan tidak enak di dada karena pasien tidak dapat menjelaskan dengan baik, lebih-lebih jika pendidikan pasien kurang. Nyeri dada pada angina biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas, misalnya sedang berjalan cepat, tergesa-gesa, atau sedang berjalan mendaki atau naik tangga. Pada read more

  • “Sakit panas anak yang tidak biasa dan bisa berkomplikasi ke jantung”

    Penyakit Kawasaki Mirip dengan kisah yang dialami dokter Kawasaki pada tahun 1967 di Jepang, seorang anak  5 tahun datang ke  seorang dokter  anak di  Yogyakarta dengan badan panas  terus menerus  selama 4 hari. Sang bunda sudah mencoba memberikan pengobatan sendiri di rumah, tapi tidak membaik, bahkan saat di bawa ke dokter , disertai dengan kedua mata kemerahan , kulit tampak ruam kemerahan di hampir di seluruh tubuh. Orang tua takut  jangan jangan si anak terkena Demam Berdarah, penyakit yang saat ini sedang musim nya atau  mungkin campak  ? Demikianlah singkat kata , pada akhirnya si anak didiagnosis menderita penyakit Kawasaki, penyakit yang dinamai sesuai nama penemunya, yaitu penyakit panas yang tidak biasa karena bisa berakibat fatal dengan komplikasi menderita penyakit jantung bila tidak segera di tangani dengan tepat.  Misdiagnosis masih sering terjadi mengingat penyakit ini jarang dan belum populer disini. “ Apa itu Penyakit Kawasaki  dok “ sang Ibu bertanya terheran heran. Baru kali ini ia mendengar istilah itu. Mengenal penyebab Penyakit Kawasaki Marilah kita mengenali sejenak Penyakit yang ditemukan  Prof Kawasaki ini yang sekarang juga sudah bisa ditemukan di negara kita. Balita dengan badan panas  terus menerus berhari hari dan mata merah tanpa belek disertai ruam kemerahan di sekujur tubuh adalah gejala yang umum ditemui pada penyakit ini. Orang kadang menganggap sebagai campak  ataupun takut sebagai  gejala demam berdarah. Namun ternyata gejala di atas disebabkan hal yang berbeda yaitu oleh karena adanya poliarteritis nodusa  istilah untuk adanya  peradangan pada  seluruh pembuluh darah  tubuh  ( disebut juga sebagai severe vasculitis) , disertai pembengkakan pada kelenjar getah bening. Apakah peradangan ini disebabkan infeksi virus seperti halnya  virus measles pada campak atau virus dengue pada demam berdarah ? Bukan . Penyakit ini bukanlah sejenis penyakit panas biasanya yang disebabkan oleh infeksi dari berbagai kuman atau virus  namun ini adalah penyakit yang diduga lebih banyak disebabkan oleh teaksi kekebalan tubuh yang salah  kaprah yang justru -kekebalan itu- menyerang tubuhnya  sendiri ( autoimun disease ) , yang dalam hal ini adalah terjadi pembengkakan di sistem pembuluh darah si anak dan juga kelenjar getah bening. Penyakit  ini  relatif jarang terjadi. Data menyebutkan di Amerika Serikat dalam setahun terjadi 3000 kasus. Di Jepang di negeri asal ditemukannya  tahun 1967 hingga tahun 1999 terjadi  125 ribu anak terkena penyakit ini. Memang penyakit ini dikatakan lebih banyak menyerang etnik Asia meskipun tidak menutup kemungkinan mengenai etnik lainnya. 80 % yang terpapar adalah anak < 5 tahun. Anak laki laki punya risiko hampir 2 kalinya anak perempuan. Dan apabila , oleh karena severity atau keberatan penyakitnya tidaklah fatal, dan si anak dapat lolos dari lubang jarum kematian, maka pada akhirnya kesembuhan yang terjadi akan meninggalkan parut serta kekakuan ( fibrotik ) pada pembuluh darahnya yang tentu saja akan menyebabkan  gangguan pasokan darah ke bagian jantung itu sendiri.  Anak sembuh dengan menderita penyakit jantung  oklusif ( sumbatan ) yang kronis. Inipun merupakan morbiditas / penderitaan yang tidak ringan. Mengenali Tanda Klinik Panas tinggi, bisa  lebih 40 Celsius, terus menerus. Tidak berespon dengan pengobatan antibiotika  atau antipanas dan apabila tidak segera terdiagnosis read more

  • Vaksin MMR dan Autisme Tidak Berkaitan

    Ikatan Dokter Anak Indonesia telah lama memasukkan vaksin measles-mumps-rubella (MMR) pada daftar rekomendasi vaksinasi dasar untuk anak Indonesia. Sayangnya banyak juga berita miring tentang vaksin MMR yang dikatakan menyebabkan peningkatan insidensi autisme pada anak. Tuduhan terhadap vaksin MMR ini salah satunya didasarkan pada penelitian Wakefield dkk yang diterbitkan pada jurnal The Lancet tahun 1998 dengan judul “Ileal-lymphoid-nodular hyperplasia, non-specific colitis, and pervasive developmental disorder in children”. Publikasi sensasional media atas publikasi tersebut telah menyebabkan kepanikan di seluruh dunia, menurunkan cakupan vaksin MMR, meningkatkan pembiayaan kesehatan, dan menempatkan jutaan anak pada resiko penyakit infeksi. Jurnal ilmiah “The Lancet” tanggal 2 Februari 2010 mengumumkan penarikan terhadap jurnal ilmiah yang ditulis oleh Wakefield tersebut, sebagai respon atas keputusan UK General Medical Council’s Fitness to Practise Panel tanggal 28 Januari 2010 yang menyatakan bahwa ada ketidaksesuaian fakta yang tertulis pada jurnal tersebut. Fakta tersebut adalah bahwa kedua belas anak yang diikutsertakan dalam penelitian tersebut dirujuk berurutan kepada peneliti dan bahwa penelitian ini disetujui oleh komite etika di tempat Wakefield bekerja. Nyatanya, kedua belas anak tersebut dirujuk kepada peneliti dengan tujuan khusus, dan tidak adanya ijin terhadap pemeriksaan penunjang invasif terhadap anak-anak tersebut. Seorang wartawan bernama Brian Deer pada tahun 2004 pernah mendapatkan fakta bahwa kedua belas anak tersebut tidak dirujuk berurutan kepada peneliti, melainkan dikirim oleh pengacara kelalaian medis yang diminta untuk membantu beberapa orang tua yang hendak menuntut dokter atas “kecacatan” yang terjadi akibat vaksin MMR. Deer pernah mengajukan permohonan kepada The Lancet atas temuan ini namun ditolak. Investigasi independen juga menemukan adanya imbalan dengan sejumlah uang tertentu pada saat pengambilan sampel tersebut, dan adanya kontribusi keuangan pihak yang merujuk kepada peneliti atas hasil pemeriksaan peneliti terhadap anak-anak tersebut. Wakefield sendiri dalam publikasi asli penelitian tersebut mengemukakan bahwa dia dan koleganya mengamati beberapa anak yang setelah tumbuh normal kehilangan kemampuan komunikasi, disertai denagn keluhan saluran cerna berupa nyeri perut, diare, kembung, dan sedikit intoleransi makanan. Wakefield dkk dalam diskusinya juga menuliskan bahwa penelitian ini tidak bermaksud menghubungkan kumpulan gejala tadi dengan vaksin MMR. Walau demikian, peneliti menekankan fakta bahwa autisme berkaitan langsung dengan virus rubela dan ensefalitis karena virus, dan vaksin polivalen MMR juga berhubungan dengan sindrom tersebut. Dalam sebuah konferensi pers, Wakefield juga menyarankan pemberian ketiga vaksin secara terpisah dengan interval satu tahun tanpa dasar ilmiah yang jelas. Pernyataan inilah yang dianggap menyebabkan adanya “kepercayaan palsu” terhadap hubungan vaksin MMR dan autisme di seluruh dunia. Akibatnya, cakupan vaksin menurun, dan measles (campak) kembali terjadi khususnya di Eropa dan mengakibatkan kerusakan yang signifikan. Penelitian Smeeth dkk tahun 2004 telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin MMR dengan gangguan perkembangan pervasif. Penelitian ini melibatkan 1294 kasus dan 4469 kontrol dengan desain penelitian case-control menggunakan data sekunder dari UK General Practice Research Database terhadap semua orang yang lahir dari tahun 1973 dan datang ke pusat pelayanan kesehatan primer dengan gangguan perkembangan tahun 1987 sampai dengan 2001. Penelitian secara terbatas juga dilakukan pada mereka yang menerima vaksinasi MMR sebelum usia tiga tahun dan mereka yang terpapar informasi media mengenai efek MMR terhadap autisme  dengan hasil read more

  • Diare

    Diare masih merupakan masalah kesehatan di Asia Tenggara. Penyakit yang berhubungan dengan diare masih menjadi penyebab kematian empat sampai lima juta balita di dunia, menduduki tempat ketiga penyebab terbanyak. Setengah dari kematian anak-anak Asia Tenggara diakibatkan oleh diare dan infeksi saluran pernafasan. Paling sedikit ada 20 virus, bakteri, dan protozoa yang berkembang biak di dalam saluran pencernaan manusia, keluar bersama feses, transit di lingkungan, dan akhirnya menyebabkan diare pada inang yang baru. Perbedaan tempat menimbulkan perbedaan sumber daya, epidemiologi, permasalahan kesehatan umum yang mendasar, ketersediaan air dan makanan yang aman, dan lain-lain. Diare sebenarnya adalah masalah yang umum walaupun gejalanya dapat bervariasi dari yang ringan sampai berat. Diare pada anak-anak biasanya diakibatkan oleh infeksi. Meski demikian, pemberian makanan yang kurang tepat, gangguan penyerapan, dan gangguan pada usus yang lain dapat pula menyebabkan diare. Diare biasanya self-limited namun harus ditangani dengan manajemen yang tepat. Komplikasi paling sering terjadi adalah dehidrasi (kekurangan cairan). Diare akut (kurang dari satu minggu) biasanya disebabkan oleh infeksi dan berkaitan erat dengan kepadatan penduduk, globalisasi produksi makanan, kontaminasi sumber air, dan pembuangan sampah yang tidak aman. Virus penyebab diare yang paling sering dikenal adalah enterovirus. Protozoa yang paling sering menyebabkan diare adalah amoeba. Diare yang disertai lendir dan darah biasanya disebabkan oleh bakteri, misalnya Shigella, Salmonella, Campylobacter, Escherichia coli, Yersinia enterocolitica, Clostridium difficile. Penting untuk mengenali dehidrasi pada anak dan bayi, mengingat ini komplikasi yang sering dan paling penting. Selain dehidrasi, abnormalitas konsentrasi elektrolit (ion-ion), status asam basa tubuh, dan menyebarnya infeksi ke seluruh tubuh menjadi penyulit diare. Dehidrasi sedang ditandai dengan anak/bayi yang nampak sakit, mengantuk, rakus bila diberi minum, mata cekung, mulut dan lidah yang kering dan nafas yang agak cepat. Bila kulit perut dicubit, cubitan kulitnya kembali lambat. Bila ubun-ubun bayi belum menutup, dapat diraba cekung. Dehidrasi berat pada anak/bayi ditandai dengan ketidakmampuan untuk minum, sangat mengantuk sampai tidak sadar, lemah, mata yang sangat cekung, mulut dan lidah yang sangat kering, dan cubitan kulit perut yang kembali sangat lambat. Nafas bayi menjadi sangat cepat dan ubun-ubun bila belum menutup teraba sangat cekung. Pemberian makanan direkomendasikan sesegera mungkin sebagai manajemen diare akut karena isi usus diketahui sebagai faktor yang membantu perbaikan selaput lendir usus segera setelah jejas. Asupan makanan seperti biasa dalam beberapa jam saat pengembalian cairan atau meneruskan pemberian makanan selama diare tanpa dehidrasi telah terbukti memperpendek durasi diare. Pemberian susu formula yang diencerkan tidak memberikan manfaat dibanding susu formula dengan konsentrasi yang dianjurkan. Bayi dengan diare yang berat mungkin membutuhkan susu formula bebas laktosa (ada produk LLM/Low lactose milk dari merk-merk susu terkenal) sampai kira-kira dua minggu sampai penyembuhan selaput lendir tercapai. Bayi atau anak yang lebih tua dapat makan sesuai usia seperti biasa. Pembatasan laktosa juga tidak selalu dibutuhkan. Dianjurkan pemberian serat dan sereal seperti nasi, mi, kentang, gandum, dan oat. Makanan-makanan ini secara umum dapat ditoleransi oleh pasien dengan diare. Pasien-pasien dengan diare ini juga dapat mengkonsumsi biskuit, pisang, yogurt, sup, dan sayuran rebus. ASI mengandung banyak bahan yang dapat membantu pertubuhan sel-sel di mukosa usus dan melawan bakteri. Pemberian ASI yang berkelanjutan pada anak dengan diare memberikan manfaat seperti telah dibuktikan pada berbagai literatur. Oleh read more

  • Batuk Kronis Berulang Pada Anak

    Melihat anak yang sehat dan lincah dalam segala aktifitasnya, tentu membuat kita senang dan bahagia.  Namun ada kalanya anak kita menmgalami gangguan kesehatan yang mengganggu aktifitasnya.  Diantaranya batuk kronis berulang. Sebenarnya batuk merupakan salah satu refleks tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang berada di saluran pernafasannya.  Namun jika batuk berlangsung terus pastilah menimbulkan gangguan.  Berikut ini informasi tentang batuk kronis berulang pada anak, disampaikan oleh dr. Ratnaningsih Sp.A yang berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta. Batuk merupakan gejala klinis yang sangat mengganggu kita apalagi bila itu membuat anak menjadi muntah, sehingga asupan makanan berkurang sehingga berat badan anak menjadi turun. Batuk kronis berulang pada anak adalah keadaan klinis yang disebabkan oleh berbagai penyebab dengan gejala batuk yang berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu berturut-turut dengan atau tanpa disertai gejala respiratorik maupun respiratorik.  Biasanya jenis batuknya terus menerus, produktif (berdahak), atau seperti gonggongan anjing.  Waktu batuk terutama malam hari, lebih hebat pada waktu bangun pagi, dan hilang pada waktu anak tidur.  Pencetusnya bias makanan, iklim/udara, kegiatan jasmani seperti berlari, ataupun infeksi saluran nafas akut serta debu rumah atau binatang, dll. Gejala lainnya yang berhubungan dengan respiratorik adalah : sesak nafas, mengi, nafas berbunyi, nyeri dada bila bernafas.  Gejala non respiratorik adalah : panas, nafsu makan turun, sakit kepala, keringat malam hari, berat badan turun, meriang, dll.  Adanya riwayat asthma / alergi dalam keluarga, atau kontak dengan penderita tubercolusis, jangan sampai lupa kita tanyakan pada orangtuanya. Pemeriksaan fisik yang bias didapatkan adalah tanda-tanda yang berhubungan dengan obstruksi saluran nafas yang kronis.  Pemeriksaan penunjang yang kita lakukan adalah tes tuberculin/mantoux test, darah rutin, IgE, IgG, IgA.  Uji kulit alergi/skin test, rontgent foto thorax dan sinus paranasal, uji faal paru dan provokasi bronkus. Dikatakan BKB (Batuk Kronis Berulang) bila pada pasien tersebut belum diketahui penyebab batuknya. Beberapa diagnosis banding BKB : Bronchitis : Bronchitis virus Bronchitis kimiawi keasap rokok, zat inhalasi Bronchitis karena infeksi bakteri Sinobronchitis Asthma Infeksi Spesifik Fibrosis kistik Infeksi mycoplasma pneumonia TBC Penyakit Paru Supuratif Fibrosis kistik Bronchietasis Infeksi sekunder pada atelektasis, benda asing ataupun kista Lesi Lokal Benda asing / corpus alienum Tumor / kista Trakeomolasia Batuk Psikogen Batuk Refleks Pengelolaan terapi adalah sesuai dengan penyakit dasarnya, bila penyakit dasarnya belum diketahui, maka pertama harus kita berikan bronkodilator, fisioterapi perlu dipertimbangkan, bila perlu dapat diberi antibiotic.  Tahap kedua adalah menilai hasil pengobatan tahap awal, meneliti kembali gejala klinis yang lain, pemeriksaan rontgent, imunologik, dll. Batuk kronis berulang (BKB) adalah suatu kondisi yang harus dilacak lebih jauh, sehingga pengelolaan dapat kita berikan sesuai dengan penyakit dasarnya / penyakit yang mendasarinya.

  • Kesehatan Gigi

    Seringkali kita menyaksikan anak-anak yang terlihat sehat dan bergerak dengan lincah, apalagi saat menunjukkan senyuman menawan dengan gigi yang putih, rapi.  Sungguh menggemaskan, sehingga kita merasa enggan mengalihkan pandangan. Tentunya kita juga ingin mempunyai buah hati yang demikian. Tidak kurang upaya yang dilakukan orangtua untuk  menjaga kesehatan gigi mereka.  Pada kesempatan ini drg. Julie Christine, Sp.KGA, seorang spesialis dokter gigi anak yang berkarya di RS Panti Rapih Yogyakarta, memberikan informasi tentang pentingnya fungsi gigi susu. Perawatan gigi pada masa anak-anak sangat penting karena kondisi gigi susu (gigi decidui) saat ini sangat menentukan keadaan gigi-gigi permanent penggantinya. Beberapa fungsi dan peran gigi susu adalah : Fungsi Pengunyahan (mastikasi) Anak yang sering sakit gigi tentu akan malas untuk mengunyah makanan, hal ini berdampak pada asupan gizi yang tentunya sangat dibutuhkan anak-anak mengingat masa anak-anak adalah masa aktif pertumbuhan dan perkembangan.  Disamping itu berdampak pula terhadap pertumbuhan rahang.  Rahang tidak akan bertumbuh maksimal karena fungsi pengunyahan yang juga tidak maksimal, mengakibatkan gigi-gigi permanen penggantinya kekurangan ruang sehingga gigi berjejal (crowded), posisi gigi depan maju (prostrusi) Fungsi Bicara (fonetik) Gigi berperan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu seperti F,V,S,Z,Th.  Ketika gigi, terutama gigi depan hilang/rusak berat maka pelafalan beberapa huruf akan kurang tepat (cedal). Fungsi kecantikan (estetik) Anak dengan gigi utuh dan rapi akan terlihat semakin cantik/tampan.  Yang perlu dicermati adalah beban psikologis anak ketika teman-temannya mengolok dengan sebutan ‘ompong’ karena giginya gigis (rampant) dan tinggal akar. Fungsi mempertahankan ruang dalam lengkung gigi sebagai persiapan pertumbuhan gigi permanen sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi permanen. Gigi susu karena suatu sebab terpaksa dicabut sebelum waktunya, maka gigi yang terletak di depan/ belakangnya akan bergeser ke ruang bekas gigi yang dicabut.  Hal ini mengakibatkan gigi permanent kekurangan ruang untuk tumbuhnya kelak.  Gigi permanent akan kehilangan penuntun arah, akibatnya gigi tumbuh dengan arah yang salah. Mengingat pentingnya gigi susu, maka orangtua dapat mengkonsultasikan keadaan gigi buah hatinya pada dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak.  Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak juga akan mendetaksi kecenderungan terjadinya posisi gigi yang tidak normal (maloklusi) akibat kebiasaan buruk yang dilakukan anak seperti menghisap ibu jari, bernafas melalui mulut, menggigit-gigit kuku, kerot di waktu malam, dll. Bersama orangtua, dokter spessialis kedokteran  gigi anak akan memotivasi anak untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, sehingga kemungkinan terjadinya kelainan pada gigi anak dapat dicegah.  Orangtua diharapkan membawa buah hatinya untuk control ke dokter spesialis konservasi gigi anak setiap 3 – 6 bulan sekali, terlebih antara usia 5-12 tahun ketika terjadi pergantian gigi susu ke gigi permanent.  Hal ini untuk menghindari terjadinya persistensi (gigi auau belum tanggal, gigi permanent telah tumbuh).

  • Sindrom Metabolik

    Sindrom metabolik merupakan keadaan pradiabetes dengan komponen: 1. Intoleransi glukosa (kadar gula puasa 110-126 mg/dL) 2. Obesitas abdomen (gemuk dg perut buncit) dgn Indeks massa tubuh di atas 23 (kg/m2) dan lingkar perut di atas 80 cm [wanita] atau 90 cm [pria]). 3. Kadar trigliserid di sekitar atau di atas 175 mg/dL. 4. Kadar kolesterol jahat di sekitar atau di atas 150 mg/dL. 5. Tekanan darah sistolik di sekitar atau di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Diagnosis sindrom metabolik dibuat jika ada 3 dari 5 komponen di atas. Sindrom metabolik merupakan (kumpulan) keadaan akibat resistensi insulin yang terjadi sebelum seseorang menderita penyakit metabolik khususnya diabetes dan penyakit vaskular seperti hipertensi yang kemudian bisa berlanjut menjadi penyakit yg serius (penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular [stroke] dan nefropati diabetes [gagal ginjal]). Lamanya waktu dari sindrom metabolik hingga terjadinya penyakit di atas bisa 15 tahun atau lebih tergantung faktor genetik dan pola hidup ybs. Gangguan metabolisme termasuk sindrom metabolik biasanya mulai terjadi pada usia di sekitar 35 tahun (saat pola hidup berubah). Diet yg salah, kehidupan sedentari, stres serta perilaku yg salah, dan kebiasaan berisiko spt merokok semuanya akan mempercepat perubahan dari sindrom metabolik menjadi penyakit yang serius. INSIDENSI Dalam Survei Kesehatan Nasional 2007 disebutkan ada 1,5% kasus DM yg sudah diketahui, 4,2% DM yg baru terdiagnosis sehingga terdapat total kasus DM 5,7%. Sedangkan toleransi gula terganggu atau intoleransi glukosa adalah 10,2%. Mengingat sindrom metabolik merupakan sindrom resistensi insulin yg menyebabkan intoleransi glukosa, maka insidensi sindrom metabolik di Indonesia bisa dianggap sekitar 10,2% dari total populasi penduduk. ORANG YANG RENTAN Seperti di sebut di atas, orang gemuk dengan perut buncit karena pola hidup yg salah rentan terkena sindrom metabolik.  Cirinya adalah orang yang gemuk dengan perut buncit plus 4 tanda lain spt disebut di atas dalam komponen sindrom metabolik. Hanya sayangnya 4 tanda tsb tidak memberikan keluhan atau gejala apa pun shg baru diketahui setelah penyandang sindrom metabolik menjalani medical checkup atau tes laboratorium. Untuk mencegahnya, faktor yg bisa diubah harus kita ubah seperti diet dengan gizi yang baik dan seimbang (khususnya diet DM), olahraga aerobik yang teratur, manajemen stres yg benar dan medical checkup untuk mendetesi faktor risiko secara dini. Faktor usia, jenis kelamin dan genetik tidak bisa diubah. TERAPI DIET DAN GIZI Terapi diet untuk SM dan problem metabolik lainnya (obesitas, intoleransi gula dan hiperkolesterol/ hipertrigliserid): 1. Batasi KH sederhana spt gula dan tepung. Contoh makanan yg kaya akan KH sederhana a.l.: makanan/minuman yg manis, camilan spt roti halus, kue kering, tarcis dan camilan yg digoreng dgn tepung. Jangan makan malam dgn hidangan yg terlalu berat krn kaya akan KH sederhana dan lemak/ minyak spt nasi atau mie goreng. 2. Hindari lemak jenuh spt gajih, jerohan, lemak trans, jelantah dan santan yg kental. Gunakan jenis minyak yg baik spt omega-3, 6, 9 dan MCT dalam proporsi yg tepat dan jumlah yg wajar (sekitar 1 sendok makan per kali pakai). 3. Banyak makan makanan yg kaya serat dan antioksidan spt sayuran, buah dan kacang2an yg memiliki beragam warna. read more

  • Gout Arthritis

    Peradangan sendi gout arthritis yang disebabkan penumpukan asam urat seringkali menimbulkan rasa sakit luar biasa. Nyeri ini disebabkan oleh kristal asam urat yg berbentuk spt jarum. Biasanya kristal asam urat terbentuk pada persendian jempol kaki dan jari-jari atau tulang2 kecil kaki (metatarsal dan tarsal). Selain itu, asam urat juga dapat mengendap dalam ginjal shg terbentuk batu asam urat. Serangan asam urat bisa terjadi dalam hitungan hari atau bulan. Pria dan penyandang obesitas adalah kelompok yang berisiko tinggi mengalami kenaikan asam urat atau hiperurisemia. Sebenarnya, nyeri akibat asam urat bisa dicegah dengan mengatur keseimbangan kerja, olahraga dan istirahat di samping menghindari makanan tertentu. Asam urat berasal dari purin yg banyak terdapat dalam daging merah termasuk otot kita sendiri. Jika aktivitas fisik kita terlalu berat (ditandai oleh rasa pegal) sementara kita juga kurang minum dan air seni kita terlalu asam krn banyak mengonsumsi daging, lemak dan alkohol, maka terjadilah kenaikan kadar asam urat (di atas 7 utk pria dan 5,5 utk wanita) yg bisa dgn atau tanpa nyeri sendi akibat pengendapan kristal asam urat. Kadar asam urat pria lebih tinggi dari wanita krn massa ototnya lebih besar. Ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi atau setidaknya harus dikurangi porsinya agar nyeri akibat asam urat bisa dicegah. Apa saja makanan tersebut? – Jamur kering Jamur mengandung purin yg tinggi tetapi jamur kering jauh lebih tinggi lagi krn dengan pengeringan, purin lebih terkonsentrasi dg jumlah yg jauh lebih besar. – Tape Keberadaan ragi yg memfermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat dan alkohol bukan hanya meningkatkan kandungan purin tapi juga membuat air seni lebih asam sehingga asam urat mengendap sebagai kristal dan tidak bisa dibuang keluar oleh ginjal. – Kerang Untuk mengurangi risiko munculnya nyeri asam urat, Anda harus mengurangi konsumsi daging kerang. Saran ini dikemukakan Lona Sandon, asisten profesor gizi klinik di University of Texas Southwestern Medical Center, Amerika Serikat. “Hewan laut satu ini sangat kaya akan purin, yang oleh tubuh akan dipecah menjadi asam urat. Jika ingin mengonsumsinya, sebaiknya jangan terlalu banyak,” kata Sandon, seperti dikutip dari Health.com – Alkohol Minum minuman beralkohol akan meningkatkan risiko serangan asam urat hingga dua kali lipat. Alkohol tidak hanya meningkatkan asam urat tetapi juga membuat tubuh makin sulit membersihkannya dari sistem ekskresi spt ginjal. Jika memang ingin minum, lebih baik pilih red wine yg mengandung resveratrol antioksidan pencegah pembentukan asam urat. Minum bir hanya membuat nyeri asam urat makin parah. – Daging merah dan jerohan Seperti dikatakan sebelumnya daging kaya akan purin. Namun tidak semua daging memiliki kadar purin yang sama. Daging putih biasanya lebih sehat daripada daging merah. Sebenarnya tidak masalah jika Anda mengonsumsi daging merah, tetapi pastikan jangan terlalu sering dan jangan meminum kaldu atau kuahnya yg kental. – Minuman manis Hindari konsumsi minuman manis yg mengandung sukrosa dan fruktosa yg tinggi seperti soft drink atau jus buah kemasan. Pemanis buatan yang terkandung di dalamnya juga membuat tubuh lebih banyak memproduksi asam urat. Penelitian menunjukan pria yang mengonsumsi banyak minuman berfruktosa tinggi berisiko lebih tinggi terkena asam urat. Namun demikian, soda water yg hanya read more

  • Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

    SEORANG anak bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, karena ia mempunyai sifat berlainan dari orang dewasa. Ia harus tumbuh dan berkembang sampai dewasa agar dapat berguna bagi masyarakat. Walaupun pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, seorang anak dalam banyak hal bergantung kepada orang dewasa, misalnya mengenai makan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dan sebagainya. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang, misalnya keperluan dan lingkungan anak pada waktu tertentu agar anak dapat tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya. Sebuah organ yang tumbuh berarti organ itu akan menjadi besar, karena sel-sel dan jaringan di antara sel bertambah banyak. Selama pembiakan, sel berkembang menjadi sebuah alat (organ) dengan fungsi tertentu. Pada permulaannya, organ ini masih sederhana dan fungsinya belum sempurna.Lambat laun organ tersebut dengan fungsinya akan tumbuh dan berkembang menjadi organ yang matang, seperti yang diperlukan orang dewasa. Dengan demikian pertumbuhan, perkembangan dan kematangan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimum diperlukan berbagai faktor misalnya makanan harus disesuaikan dengan keperluan anak yang sedang tumbuh. Penyakit infeksi akut maupun kronis menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahan penyakit menular merupakan hal yang penting, di samping diperlukan bimbingan, pembinaan, perasaan aman dan kasih sayang dari ayah dan ibu yang hidup rukun, bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat. Sebelum bayi lahir terdapat pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sekali, yaitu dari seorang makhluk yang terdiri hanya dari satu sel sampai terjadi seorang bayi yang setelah dilahirkan dapat hidup sendiri terpisah dari ibunya. Triwulan pertama masa embrio sangat penting, karena merupakan masa pembentukan organ dan beberapa organ telah mulai bekerja. Bila dalam masa ini pertumbuhan embrio dipengaruhi oleh obat, penyakit virus atau radiasi, maka akan terjadi perubahan pada organ yang sedang tumbuh tersebut yang selanjutnya akan menyebabkan kelainan bawaan. Dalam triwulan berikutnya janin lebih tahan, beberapa organ telah selesai pertumbuhannya. Pada masa ini terutama terjadi perkembangan fungsi dan panjang janin juga bertambah. Akhir bulan keempat panjang janin 35 cm (kira-kira 70% dari panjang badan bayi baru lahir). Selama triwulan terakhir, berat badan bertambah dengan cepat sekali dan terutama terdapat penambahan jaringan lemak di bawah kulit. Bayi lahir dengan berat rata-rata 3000 gram dan panjang badan 48 cm di Indonesia, sedangkan di negara maju berat badan rata-rata bayi baru lahir adalah 3300 gram dan panjang 50 cm. Pada bayi baru lahir besar kepala merupakan 1/4 panjang badan, sedangkan anggota gerak kira-kira 1/4 panjang badan. Besar kepala orang dewasa hanya 1/8 panjang badannya dan anggota geraknya 1/2 panjang badannya. Pada umur 2 tahun, umbilicus merupakan pusat badan, sedangkan pada orang dewasa pusat badan adalah simfisis. Berat fetus 90% terdiri dari air, sedangkan pada bayi baru lahir 70-80% dan pada orang dewasa 50%. Setelah bayi lahir, berat badan akan menurun karena kurangnya minum, kehilangan cairan tubuh melalui kencing, pernafasan kulit dan mekonium. Penurunan fisiologis ini dapat mencapai 10% dari berat badan waktu lahir. Sesudah 10-14 hari berat badan waktu lahir dapat dicapai read more

  • Prinsip Penanganan Kaki Diabetes

    Prinsip Penanganan Kaki Diabetes Kontrol metabolik : pengendalian keadaan metabolik sebaik mungkin seperti pengendalian kadar gula darah, kolesterol, dan sebagainya. Kontrol vaskular: perbaikan suplai vascular(kecukupan aliran darah), biasanya dibutuhkan pada keadaan kerusakan pembuluh darah tepi, dilakukan dengan operasi atau angioplasty. Kontrol infeksi: pengobatan infeksi secara agresif, jika terlihat tanda klinis infeksi. Kontrol lukal: pembuangan jaringan terinfeksi dan jaringan mati secara teratur Kontrol tekanan: mengurangi tekanan. Tekanan yang berulang dapat menyebabkan perlukaan, sehingga harus dihindari. Hal itu sangat penting dilakukan pada luka akibat kerusakan saraf, dan diperlukan pembuangan kalus dan memakaikan sepatu yang pas yang berfungsi untuk mengurangi tekanan. Gunakan alas kaki yang cocok dengan bentuk kaki, 1-2 cm lebih panjang dari ukuran kaki. gunakan selalu alas kaki baik didalam maupun diluar rumah. Kalau perlu buat sepatu yang dibuat khusus menyesuaikan dengan bentuk atau kelainan kaki yang ada. Kontrol edukasi: penyuluhan yang baik. o   Edukasi perawatan kaki harus diberikan secara rinci pada semua orang dengan luka maupun neuropati perifer atau peripheral arterial disease. Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan air. Periksa kaki setiap hari, dan laporkan pada dokter apabila ada kulit terkelupas atau daerah kemerahan atau luka. Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakaikannya. Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, dan mengoleskan krim pelembab ke kulit yang kering. Gunting kuku dengan cara yang benar, jangan membuat luka dan jangan sampai kuku tumbuh ke dalam daging. Bersihkan kaki setiap hari. Setiap 4-6 jam lepaskan sepatu Gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki untuk melancarkan sirkulasi darah. Jangan merendam kaki Jangan menggunakan botol panas/peralatan listrik untuk memanaskan kaki. Jangan menggunakan silet untuk mengurangi kapalan. Jangan menggunakan obat-obat tanpa anjuran dokter untuk menghilangkan mata ikan. Jangan menggunakan sikat tajam atau pisau untuk kaki. Jangan membiarkan luka di kaki sekecil apa pun. o   Edukasi perawatan kaki harus dilakukan secara teratur.   (dari berbagai sumber)

  • Kaki Diabetes

    Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes pada berbagai organ tubuh. Data epidemiologis di luar negeri menunjukkan 4-10% diabetisi akan mengalami masalah kaki dibetes. Sebagian terbesar (40-70%) amputasi kaki terkait dengan diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama akan menimbulkan beban kepada jaringan tubuh. Gula darah yang merupakan nutrisi tubuh, karena jumlahnya berlebih malah menjadi racun bagi sel-sel tubuh. Penumpukkan racun itu akan mengganggu pembuluh darah dan sel saraf. Pembuluh darah mengalami kerusakan dan tidak dapat menyediakan kebutuhan nutrisi dan oksigen kepada jaringan tubuh yang membutuhkan. Akibatnya, jaringan tubuh menjadi tidak sehat, sel-selnya kekurangan nutrisi dan dalam waktu lama menjadi rusak. Keadaan jaringan yang tidak sehat ini juga menjadi rentan terhadap masalah infeksi, karena sistem imunitas jaringan juga menjadi tidak optimal. Kerusakan sel saraf tepi khususnya pada tungkai kaki menyebabkan kulit kaki mengalami pengurangan sensasi. Selain itu ditemukan juga kelemahan otot-otot intrinsik kaki, sehingga otot tersebut tidak dapat mempertahankan struktur-struktur dalam kaki terhadap pengaruh berat badan dan tekanan dari luar (misal: sepatu, alas kaki yang lain). Kondisi-kondisi di atas menyebabkan kaki rentan mengalami luka dan infeksi. Langkah-langkah deteksi dini kaki diabetik meliputi: Adanya keluhan kaki kesemutan atau Baal (kulit teras tebal) Adanya perubahan bentuk kaki seperti jari yang bengkok, kulit kering dan pecah-pecah, mata ikan, dll Denyut nadi kaki melemah Melakukan pemeriksaan dengan MONOFILAMEN Melakukan pengukuran tekanan pembuluh darah di kaki dengan DOFLER. Dengan melakukan deteksi dini kaki diabetik maka bisa diketahui upaya-upaya pencegahan yang perlu dilakukan. Masalah kaki diabetes Kalus Merupakan penebalan kulit yang umumnya terjadi di telapak kaki, terutama di bagian yang menonjol. Kalus disebabkan gesekan atau tekanan berulang pada daerah yang sama, juga karena distribusi berat badan yang tidak seimbang, sepatu yang tidak sesuai (kesempitan), atau kelainan kulit. Kalus dapat menjadi berkembang menjadi infeksi, terlebih bila dimanipulasi ( dikorek, digunting) Kulit melepuh Terjadi jika sepatu selalu menggesek kaki pada daerah yang sama. Disebabkan penggunaan sepatu yang kurang pas atau tanpa kaus kaki. Kulit melepuh dapat berkembang menjadi infeksi. Penanganan kulit melepuh adalah dengan tidak meletuskannya. Kuku kaki yang tumbuh ke dalam Terjadi ketika ujung kuku tumbuh ke dalam kulit dan menimbulkan tekanan yang dapat merobek kulit sehingga kulit bengkak kemerahan dan terinfeksi. Kuku kaki yang tumbuh ke dalam dapat terjadi jika memotong kuku sampai ke ujung, dapat pula disebabkan pemakaian sepatu yang terlalu ketat atau trauma kaki karena aktivitas seperti berlari dan aerobik. Jika ujung kuku kaki kasar, pergunakan kikir untuk meratakannya. Pembengkakan ibu jari kaki Terjadi jika ibu jari kaki condong ke arah jari di sebelahnya sehingga menimbulkan kemerahan, rasa sakit, dan infeksi. Dapat terjadi pada salah satu atau kedua kaki karena penggunaan sepatu berhak tinggi dan ujung yang sempit. Jari kaki bengkok Terjadi ketika otot intrinsik  kaki menjadi lemah. Kerusakan saraf karena diabetes dapat menyebabkan kelemahan ini. Otot yang lemah dapat menyebabkan tendon (jaringan yang menghubungkan otot dan tulang) di kaki memendek sehingga jari kaki menjadi bengkok. Akan menimbulkan masalah dalam berjalan dan kesulitan menemukan sepatu yang tepat. Dapat juga disebabkan pemakaian sepatu yang terlalu pendek. Kulit kaki kering dan pecah Dapat terjadi read more

  • Demam Chikungunya

    Demam Chikungunya disebabkan oleh infeksi virus Chikungunya. Virus ini masih satu keluarga dengan Virus Dengue, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes Albopictus yang juga nyamuk penular DBD. Demam Chikungunya sering rancu dengan DBD karena mempunyai gejala yang awal yang hamper sama, tetapi gejala nyeri sendi merupakan gejala yang penting pada demam Chikungunya. Tetapi untuk pasti membedakannya adalah dengan pemeriksaan laboratorium darah pada demam hari ke 3. Serangan demam Chikungunya dalam bentuk KLB (kejadian luar biasa) sudah sering terjadi, terutama pada musim penghujan. Nyamuk Aedes yang sudah terinfeksi virus Chikungunya bila menggigit manusia akan menularkan virus Chikungunya. Di dalam tubuh manusia, virus tidak serta merta menimbulkan gejala, tetapi memerlukan masa berkembangbiakan (masa tunas) 1-12 hari untuk dapat menimbulkan gejala. Gejala-gejala Demam Chikungunya adalah Demam mendadak tinggi, disertai menggigil dan muka kemerahan. Panas tinggi selama 2-4 hari kemudian kembali normal. Sakit persendian. Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering muncul sebelum timbul demam dan dapat bermanifestasi berat, sehingga kadang penderita merasa lumpuh. Sendi yang sering dikeluhkan: sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang. Nyeri otot. Nyeri bisa terjadi pada seluruh otot atau pada otot bagian kepala dan daerah bahu. Kadang terjadi pembengkakan pada pada otot sekitar mata kaki. Bercak kemerahan ( ruam ) pada kulit. Bercak kemerahan ini terjadi pada hari pertama demam, tetapi lebih sering pada hari ke 4-5 demam. Lokasi biasanya di daerah muka, badan, tangan, dan kaki. Kadang ditemukan perdarahan pada gusi. Nyeri kepala: nyeri kepala merupakan keluhan yang sering ditemui. Kejang, biasanya pada anak karena panas yang terlalu tinggi, jadi bukan secara langsung oleh penyakitnya. Gejala lain. Gejala lain yang kadang dijumpai adalah pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher. Penderita demam Chikungunya sebaiknya diisolasi dari gigitan nyamuk, sehingga dapat mencegah penularan ke orang lain. Setiap orang dapat mencegah gigitan nyamuk vektor dengan kelambu, repelan, obat nyamuk bakar dan semprot atau dengan kasa anti nyamuk. Pencegahan terbaik adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Adanya gerakan PSN di suatu desa atau wilayah hunian akan berdampak pada penurunan angka kejadian Demam Chikungunya. Pengobatan demam Chikungunya adalah pengobatan simptomatis (menghilangkan gejala) dengan obat demam, dan  atau anti-nyeri, disertai istirahat, dan makan minum cukup. Perjalanan penyakit ini umumnya cukup baik, karena bersifat self limited, yakni akan sembuh sendiri. Belum ditemukan obat spesifik untuk penyakit ini. Juga belum ditemukan vaksinasi yang berguna sebagai tindakan preventif. Namun pada penderita yang telah terinfeksi timbul imunitas / kekebalan terhadap penyakit ini dalam jangka panjang. http://www.chikungunya.in http://www.who.int

  • Dispepsia

    DISPEPSIA “pencernaan yang jelek” Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pencernaan yang jelek”. Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini. Dispepsia merupakan  suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman, mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh/sebah), kembung, sendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. Gejala itu bisa akut, berulang, dan bisa juga menjadi kronis. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus. Penyebab dispepsia bervariasi dari psikis sampai kelainan serius seperti kanker lambung. Ada dua tipe dispepsia yakni organik dan fungsional. Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang terjadi tanpa adanya kelainan organ lambung, baik dari pemeriksaan klinis, biokimiawi hingga pemeriksaan penunjang lainnya, seperti USG, Endoskopi, Rontgen hingga CT Scan. Dispepsia organik adalah dispepsia yang disebabkan adanya kelainan struktur organ percernaan(perlukaan, kanker) Dispepsia fungsional berhubungan dengan ketidaknormalan pergerakan (motilitas) dari saluran pencernaan bagian atas (kerongkongan, lambung dan usus halus bagian atas). Selain itu, bisa juga dispepsia jenis itu terjadi akibat gangguan irama listrik dari lambung. Sebab lain bisa juga karena infeksi bakteri lambung Helicobacter pylori. Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan dispepsia adalah menelan terlalu banyak udara, misalnya, mereka yang mempunyai kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara). Atau mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah (biasanya  konsistensi makanannya cair). Keadaan itu bisa membuat lambung merasa penuh atau bersendawa terus. Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan dispesia adalah merokok, konsumsi kafein (kopi), alkohol, atau minuman yang sudah dikarbonasi (softdrink), atau makanan yang menghasilkan gas ( tape, nangka, durian). Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti suplemen besi/kalium, anti-nyeri tertentu, antibiotika tertentu, dan anti-radang. Obat-obatan itu sering dihubungkan dengan keadaan dispepsia. Yang paling sering dilupakan orang adalah faktor stres/tekanan psikologis yang berlebihan. Pada pasien diabetes pun dapat mengalami dispepsia karena gerakan lambungnya mengalami gangguan akibat kerusakan saraf. Diagnosis Banding Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)/Penyakit refluks asam lambung dapat menjadi salah satu kemungkinan dari kumpulan gejala tersebut. Umumnya, penderita penyakit ini sering melaporkan nyeri perut bagian ulu hati. Kemungkinan lain, irritable bowel syndrome (IBS) yang ditandai dengan nyeri perut yang berulang, yang berhubungan dengan buang air besar yang tidak teratur dan perut kembung. Kurang lebih sepertiga pasien dispepsia fungsional memperlihatkan gejala yang sama dengan IBS. Sehingga dokter harus selalu menanyakan pola BAB kepada pasien untuk mengetahui apakah pasien menderita dispepsia fungsional atau IBS. Pankreatitis kronik juga dapat dipikirkan. Gejalanya berupa nyeri perut atas yang hebat dan konstan. Biasanya menyebar ke belakang. Mencari tahu sebab dari dispepsia tidaklah mudah. Dalam dunia kedokteran, diagnosis harus ditegakkan dulu sebelum memberi pengobatan. Dalam hal itu pengobatan dispepsia boleh dibilang relatif sukar karena untuk mengetahui dengan pasti penyebab penyakit itu relatif tidak gampang. Dokter harus dengan teliti membedakan antara dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk oleh para dokter, yaitu sebagai berikut. Nyeri ulu hati yang terjadi pada read more

  • Dislipidemia

    Dislipidemia adalah kelainan metabolisme* lipid (lemak) yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lemak dalam darah. Kelainan fraksi lipid yang paling utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), kenaikan kadar trigliserida serta penurunan kadar HDL(kolesterol baik). Idealnya kadar HDL dalam tubuh harus tinggi dan kadar LDL, TG dan kolesterol total tidak boleh berlebih. Kolesterol merupakan salah satu dari komponen lemak itu sendiri. Kehadiran lemak sendiri dalam tubuh kita sesungguhnya memiliki fungsi sebagai zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi lainnya seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Kolesterol mempunyai fungsi dalam tubuh yaitu untuk melapisi dinding sel tubuh, membentuk asam empedu, membentuk hormon seksual, berperan dalam pertumbuhan jaringan saraf dan otak. Kolesterol sebanyak 75% dibentuk di organ hati sedangkan 25% diperoleh dari asupan makanan. Kenaikan kadar kolesterol di atas nilai normal diantaranya disebabkan oleh berlebihnya asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan serta makanan-makanan yang dewasa ini disebut sebagai makanan sampah (junkfood). Trigliserida adalah asam-asam lemak dan merupakan jenis lemak yang paling banyak di dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah (hipertrigliseridemia) juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Tingginya trigliserida sering disertai dengan keadaan kadar HDL rendah. Sementara yang lebih mengerikannya lagi, ditemukan pula pada kadar trigliserida diatas 500 mg/dl dapat menyebabkan peradangan pada pankreas. Kadar trigliserida dalam darah banyak dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan kegemukan. HDL dikatakan kolesterol baik karena berperan membawa kelebihan kolesterol di jaringan kembali ke hati untuk diedarkan kembali atai dikeluarkan dari tubuh. HDL ini mencegah terjadinya penumpukkan kolesterol di jaringan, terutama di pembuluh darah. LDL dikatakan kolesterol jahat karena LDL berperan membawa kolesterol  ke sel dan jaringan tubuh. Sehingga bila jumlahnya berlebihan, kolesterol dapat menumpuk dan mengendap pada dinding pembuluh darah dan mengeras menjadi plak. Plak dibentuk dari unsur lemak, kolesterol, kalsium, produk sisa sel dan materi-materi yang berperan dalam proses pembekuan darah. Hal inilah yang kemudian dapat berkembang menjadi menebal dan mengerasnya pembuluh darah yang dikenal dengan nama aterosklerosis. Nilai LDL dan HDL berdampak terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nilai LDL yang tinggi dikaitkan dengan risiko tinggi terhadap serangan jantung, sebaliknya HDL tinggi dikaitkan dengan risiko rendah. Pemeriksaan penyaring untuk profil lipid sebaiknya dilakukan orang dewasa berusia diatas 30 tahun atas anjuran petugas kesehatan atau atas permintaan sendiri. Pemeriksaan selektif harus dilakukan pada mereka yang berisiko tinggi untuk terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu: Bukti adanya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan atau manifestasi penumpukan plak lemak di pembuluh darah yang lain. Riwayat keluarga PJK usia dini. Riwayat keluarga dengan dislipidemia Bukti adanya faktor risiko PJK yang lain (DM, Hipertensi, Obesitas, Merokok) Atau atas permintaan sendiri. Profil Lipid Diinginkan Diwaspadai Berbahaya ·         Kolesterol <200 200-239 >240 ·         Trigliserida <150 150-199 >200 ·         HDL >45 36-44 <35 ·         LDL <130 130-159 >160 Angka patokan kadar lipid yang memerlukan pengelolaan, penting dikaitkan dengan terjadinya komplikasi jantung dan pembuluh darah. Dari berbagai penelitian jangka panjang di negara-negara barat, yang dikaitkan dengan besarnya resiko untuk terjadinya Penyakit Jantung dan Pembuluh darah, dikenal patokan kadar kolesterol total sbb : a) Kadar yang diinginkan dan read more

  • Asma pada Anak

    Anak dengan batuk membandel, bisa jadi merupakan gejala asma……. Asma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan bernafas.  Asma merupakan suatu penyakit peradangan  saluran napas yang sifatnya kronik (menahun).Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama sekali pada anak mulai usia 5 tahun. Asma diambil dari bahasa Yunani  “asthma” yang berarti ‘sukar bernapas’. Penyakit asma ditandai dengan tiga hal, antara lain mengkerutnya  saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebih pada saluran napas. Penyakit ini merupakan salah satu manifestasi alergi. Jika salah satu atau kedua orangtua, atau kerabat lain(kakek, nenek, paman, bibi) mengidap alergi, maka si anak memiliki bakat besar untuk alergi. Seorang anak dengan salah satu orangtua yang menderita asma memiliki resiko 25 % memiliki asma, jika kedua orangtua memiliki asma, resikonya meningkat menjadi 50 %. Dalam riwayat keluarga, biasanya ditemui asma, serta bentuk lain penyakit alergi, seperti eksim, pilek alergi, atau alergi obat maupun makanan. Anak yang ibunya merokok selama hamil lebih mungkin terkena asma. Anak di lingkungan perkotaan lebih mungkin memiliki asma, terutama sekali jika mereka berasal dari kelompok sosial ekonomi rendah. Meskipun asma berpengaruh dengan persentasi yang tinggi pada anak berkulit hitam dibandingkan dengan anak berkulit putih, peranan genetik berpengaruh dalam meningkatnya asma adalah kontroversi karena anak berkulit hitam juga lebih mungkin untuk tinggal di daerah perkotaan. Anak yang menghadapi alergen dengan konsentrasi tinggi, seperti debu atau kotoran kecoa, pada usia dini lebih mungkin menderita terkena asma. Sebagian besar asma pada anak menghilang saat dewasa. Sebagian lagi terbawa sampai dewasa. GEJALA KLINIS ASMA PADA ANAK Anak dengan batuk membandel, bisa jadi merupakan gejala asma. Batuk membandel adalah batuk yang berlangsung lama (dua minggu lebih), sulit sembuh, timbul berulang dalam jangka pendek, atau membaik sebentar namun timbul lagi. Gejala klinis asma bervariasi dari yang ringan sampai berat. Gejala khas asma adalah adanya sesak napas yang berulang disertai napas berbunyi. Batuk kering merupakan gejala awal yang biasanya terjadi pada malam dan menjelang pagi hari Selanjutnya batuk disertai dahak yang kental. Gejala ini sering disertai pilek-pilek (rinitis alergika). Gejala ini biasanya terjadi setelah 4 – 8 jam kontak dengan pemicu. Hal yang mendukung ke arah asma diantaranya : Batuk timbul jika terpajan dengan faktor pencetus yang banyak sekali bentuk dan macamnya. Batuk asma pada anak memberikan ciri lain yang lebih berat pada malam atau dini hari. Terkadang, perbedaan intensitas batuk pada siang dan malam hari, demikian ekstrem. Siang, tanpa batuk sama sekali, lalu malam justru hebat sampai anak tidak bisa tidur. Tentu orang tua ikut terganggu tidurnya. Akibatnya anak mengantuk di sekolah, dan orang tuanya mengantuk saat bekerja. Hal lain yang memperkuat diagnosis asma ialah respons yang baik dengan obat asma. Sering karena tidak terdiagnosis asma, pasien dengan batuk bandel diberikan obat penekan batuk, tapi bentuknya malah kian menjadi. Pasien asma memang tidak boleh diberikan obat tadi. Pasien akan mereda batuknya jika diberikan obat asma. Untuk mengonfirmasi diagnosis asma, perlu dilakukan pemeriksaan khusus berupa uji fungsi paru. Untuk melaksanakannya, pasien perlu melakukan jurus yang cukup kompleks. read more

  • Bahaya Merokok

    Dengan merokok, Anda menginvestasikan sejumlah penyakit berbahaya….. Merokok menyebabkan sejumlah efek kesehatan yang berbahaya baik bagi perokok (aktif) maupun bagi orang lain sebagai perokok pasif karena asap rokok yang terhirup. Apa yang terkandung dalam asap rokok? Rokok mengandung lebih dari 3.800 bahan kimia, sebagian besar diantaranya beracun.Racun dalam asap rokok yang dihisap oleh perokok aktif dan perokok pasif meliputi: Nikotin, Tar, Arsenik, Benzen, Karbonmonoksida, Formalin, Hidrogen sianida, Amoniak, Vinyl klorida. Nikotin, merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker. Nikotin yang dihirup hanya memerlukan waktu singkat untuk mencapai peredaran darah di otak. Nikotin dalam otak akan menstimulasi berbagai senyawa kimia neurotransmiter dan hormon yang bertanggung jawab terhadap semua efek “penenang” bagi perokok. Senyawa ini akan terus-menerus dihasilkan selama terdapat nikotin di dalam peredaran darah otak. Akibatnya, bila kadar nikotin menurun, otak akan mengirim pesan “butuh” nikotin kembali. Tar,  kadar tar pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar sejenis cairan berwarna coklat atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Tar menyebabkan kanker paru-paru. Bahaya rokok dari racun ini sangat mengancam kelangsungan hidup si perokok. Karbon monoksida, mengikat hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen. Tubuh yang kekurangan oksigen akan mengecilkan pembuluh darah. Bila proses tersebut berlangsung lama, maka pembuluh darah akan menyempit. Penyempitan pembuluh darah bisa terjadi di otak, paru, ginjal, saluran kandungan, ari-ari pada janin, dan di mana-mana. Hidrogen sianida,merupakan zat yang mudah terbakar dan paling ampuh untuk menghalangi ataupun merusak saluran pernapasan. Walaupun hanya sedikit, apabila sianida dikomsumsi orang secara langsung, maka manusia tersebut bisa meninggal. Benzene dan formaldehid, merupakan senyawa karsinogen yang berbahaya, Arsen yang sering digunakan sebagai racun tikus, dan karbon monoksida, yang merupakan komponen utama pada asap rokok dan asap kendaraan, merupakan beberapa senyawa yang terdapat pada rokok. Merokok: -Berkaitan dengan angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) yang lebih tinggi pada semua umur -Meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung pada laki-laki dan wanita paruhbaya sebanyak 3 kali -Berinteraksi dengan faktor risiko PJK lainnya: Diabetes Hipertensi Hiperkolesterolemia Bahkan merokok dalam jumlah sedikit berbahaya -Mereka yang menghisap Hanya 6-9 batang rokok perhari meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 210% Mortalitas (angka kematian) karena penyebab apapun meningkat sampai 200% -Mereka yang tidak menghisap Risiko serangan jantung juga meningkat Risiko kematian akibat penyebab apapun juga meningkat -Mereka yang menghisap Hanya 6-9 batang rokok perhari meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 210% Mortalitas karena penyebab apapun meningkat sampai 200% -Mereka yang tidak menghisap Risiko serangan jantung juga meningkat Risiko kematian akibat penyebab apapun juga meningkat Merokok dan Penyakit Vaskular -Penyakit vaskular perifer )penyakit pembuluh darah tepi) – risiko perokok dibandingkan dengan bukan perokok: Merokok <20 batang/hari meningkatkan risiko lebih dari 11 kali Merokok >20 batang/hari meningkatkan risiko lebih dari 15 kali -Aneurisme aorta (Kelainan pembuluh darah besar aorta) ( – risiko perokok lebih dari 5 kali -Meningkatkan risiko trombosis cerebral (penyumbatan pembuluh darah otak) dan stroke Merokok read more

  • Penyakit Campak

    Apakah setiap bintik-bintik merah yang muncul di seluruh tubuh pada anak balita merupakan campak? Banyak para orangtua salah mengira gejala campak. Salah perkiraan ini tak jarang menimbulkan kerugian buat si anak. Anak dianggap sudah mendapat kekebalan campak, hingga anak melewatkan vaksinasi campak. Definisi Suspek Campak: Setiap orang yang demam dengan bercak kemerahan disertai minimal salah satu dari: mata merah (konjungtivitis) atau pilek atau batuk atau mencret. Campak / Gabag /Morbili / Measles / Rubeola Merupakan penyakit infeksi virus yaitu Morbillivirus. Kejadiannya di seluruh dunia. Menyerang manusia, belum diketahui pada binatang Sangat menular, >90 % diantara kelompok orang rentan. Umur terbanyak menderita campak adalah <12bulan, diikuti kelompok umur 1-4 tahun dan 5-14 tahun terlebih yang tidak mendapatkan imunisasi campak. Cara Penularan Penularan dari orang ke orang melalui percikan ludah dan transmisi melalui udara ( sampai 2 jam setelah  penderita campak  meninggalkan ruangan ). Waktu Penularan: 4 hari sebelum dan 4 hari setelah ruam. Penularan maksimum pada 3-4 hari  setelah ruam. Gejala Penyakit CAMPAK Hari 1-3 : Demam tinggi. Mata merah dan sakit bila kena cahaya. Anak batuk pilek Mungkin dengan muntah atau diare. Hari 3- 4 : Demam tetap tinggi. Timbul ruam / bercak-bercak merah pada kulit dimulai wajah dibelakang telinga menyebar cepat ke seluruh tubuh. Mata bengkak terdapat cairan kuning kental Bila ruam timbul waktu demam turun dan dengan penyebaran yang tidak khas, dan penderita berumur < 2tahun, bukan merupakan penyakit campak tetapi Eksantema Subitum / Roseola Infantum ( infeksi virus Herpes tipe 6 dan 7) Hari 4 – 6 : Ruam berubah menjadi kehitaman dan mulai mengering Selanjutnya mengelupas secara berangsur-angsur Akhirnya kulit kembali seperti semula tanpa menimbulkan bekas Hilangnya ruam sesuai urutan timbulnya. Komplikasi Penyakit Campak Sering Jarang -Diare yang dapat diikuti    dehidrasi -Radang paru-paru -Malnutrisi -Radang telinga tengah -Sariawan -Komplikasi mata – Encephalitis / radang otak – Myocarditis / radang otot jantung – Pneumonia / radang paru-paru – Subacute Sclerosing Pan Encephalitis (SSPE): proses degeneratif susunan saraf pusat. Disebabkan karena infeksi virus yang menetap. Pengobatan : Pada umumnya penyakit Campak dapat sembuh dengan sempurna. Komplikasi terjadi bila kekebalan anak tidak bagus atau anak menderita kurang gizi. Pengobatan bersifat suportif, terdiri dari pemberian cairan yang cukup, suplemen nutrisi, obat anti-demam, obat batuk dan pilek. Bila tidak ada komplikasi dilakukan rawat jalan. Rawat Inap bila: Demam tinggi (>39ºC), dehidrasi, kejang, asupan makanan / minuman sulit, atau adanya komplikasi. Pemberian Vitamin A (100.000 IU untuk anak usia 6-12 bulan dan 200.000 IU untuk >12 bulan. Vitamin A ini berfungsi untuk  perbaikan selaput lendir ( mata, mulut, hidung, usus) yang meradang. Pencegahan : Vaksinasi campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak. Imunisasi Campak diberikan pada bayi usia 9 bulan, pemberian vaksin dibawah umur 9 bulan kurang efektif karena bayi masih mendapatkan  proteksi kekebalan dari ibu. Vaksin kombinasi MMR ( Measles, Mumps, Rubella), dilakukan pada usia 12-15 bulan dan diulang saat usia 4-7 tahun. Bayi yang pernah sakit campak sebelum usia 9 bulan apakah perlu divaksin campak? Karena beberapa penyakit virus lain gejalanya mirip campak, sehingga orangtua bahkan dokter keliru, bahwa penyakit read more

  • Cacar Air

    Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular…. Cacar air merupakan penyakit kulit yang umum dikenal masyarakat. Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena cacar air. Sering kita bisa memperkirakan seseorang sudah terkena cacar air dari adanya bekas luka di wajah, berupa bopeng. Cacar air bersifat musiman. Disebut musiman karena sifatnya yang sangat mudah menular. Bila ada 1 penderita cacar air, sangat besar akan diikuti oleh penderita-penderita lainnya. Bila di satu keluarga ada yang terkena, maka akan disusul episode-episode anggota keluarga lainnya. Apakah penyakit Cacar Air itu? Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster.  Virus ini menginfeksi manusia dengan sifat sistemik, maksudnya virus ini menimbulkan reaksi menyeluruh, bukan bersifat lokal. Penderita cacar air menularkan penyakitnya ke orang lain melalui cara: Droplet (partikel cairan yang dikeluarkan dari mulut pada waktu bersin, batuk, atau berbicara yang mengandung kuman penyakit, yaitu virus Varicella-zoster) yang masuk ke tubuh orang sehat. Melalui kontak langsung, bersentuhan dengan penderita Setelah masuk ke tubuh manusia, virus akan memperbanyak diri dan menyebar ke jaringan setempat melalui aliran darah dan aliran getah bening. Virus memperbanyak diri kembali hingga virus menyebar ke seluruh tubuh dan terutama mencapai kulit dan selaput lendir. Periode menular 1-2 hari sebelum, sampai 5-6 hari setelah timbulnya ruam. Apa gejala penyakit Cacar Air? Berat ringannya gejala cacar air sangat ditentukan oleh daya tahan tubuh, yaitu imunitas tubuh. Tanda awal umumnya berupa: demam yang tidak tinggi, tidak enak badan, sakit kepala, yang dialami 1-3 hari sebelum munculnya ruam atau plentingan. Ruam berair muncul, makin lama makin banyak hingga sekujur tubuh, termasuk di rongga mulut, mata, telinga, hidung. Munculnya ruam ini tidak khas dari bagian tubuh tertentu. Bisa pertama muncul di lengan, punggung, atau perut. Pada cacar air di seluruh tubuh dapat ditemukan bermacam-macam bentuk ruam, ada yang masih berupa ruam kemerahan, ruam berair yang berisi cairan jernih, ruam bernanah, hingga ruam yang sudah menjadi keropeng. Ruam berangsur mengering seluruhnya hingga pulih setelah 1-3 minggu. Penyakit ini lebih berat dan sering menimbulkan komplikasi pada bayi, dewasa, dan orang dengan daya tahan tubuh yang jelek. Setelah sakit, pasien kebal seumur hidup. Komplikasi bervariasi antara 5- 10% kasus, dapat mengenai sistem saraf pusat, paru-paru, telinga bagian tengah, dan infeksi kulit yang parah. Penyakit ini dapat sembuh sendiri. Bagaimana manajemen penyakit Cacar Air? Bila menderita penyakit ini maka yang sebaiknya dilakukan adalah: Istirahat. Selain untuk memperbaiki daya tahan tubuh, juga untuk mencegah penularan penyakit. Menjaga nutrisi yang cukup. Menjaga kebersihan diri: o   Mandi, merupakan anggapan yang salah bila penderita cacar air tidak boleh mandi. Mandi akan membersihkan tubuh dari sel-sel kulit mati sehingga mencegah infeksi bakteri. o   Air mandi bisa ditambahkan larutan antiseptic seperti Larutan PK, atau gentian violet. o   Jangan memencet ruam berair ataupun melepas keropeng karena dapat menimbulkan bekas dan infeksi. Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman untuk menghindari gesekan dengan ruam. Obat-obatanuntuk meringankan gejala: o   Obat anti-demam, bila demam tinggi o   Obat untuk mengurangi rasa gatal, bisa obat luar berupa bedak salisil atau sejenisnya, bisa juga obat yang diminum. Obat anti-virus: o   Salep Asiklovir, dioleskan pada ruam. read more

  • Flu Singapore

    Seminggu yang lalu, saya bertemu dengan teman lama saya, di rumah sakit. Teman saya itu membawa anaknya berobat. Dia bilang menurut dokter anaknya menderita Flu Singapore.  Saya lihat di telapak tangan anak itu tampak bintik-bintik merah, mulutnya ada sariawan di beberapa tempat. Flu Singapore? Apakah itu? Flu Singapore sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PKTM). Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Di indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru. Istilah “Flu Singapore” muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura.  Gejala penyakit ini mirip flu, dan saat itu terjadi kejadian luar biasa di Singapura (dan kemudian juga terjadi di indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah “Flu Singapore”. PKTM ini merupakan penyakit akut akibat infeksi virus. Virus yang dapat menyebabkan PKTM adalah Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan  Enterovirus.  Infeksi Enterovirus 71 sering menimbulkan PKTM yang berat bahkan berkomplikasi. Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun).  Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena. Penularan PKTM sama seperti penularan flu, bisa melalui udara, batuk, bersin, air liur, ingus, cairan tubuh lainnya. Dari tangan yang tidak cuci tangan, handuk, peralatan makan pun bisa menularkan penyakit ini. Ketika seseorang terkena PTKM dia akan mengalami demam, umunya demamnya tidak tinggi, diikuti keluhan tenggorokan (mungkin nyeri menelan atau terasa kering), badan terasa tidak enak, nafsu makan menurun, pilek, pegal-pegal. Kemudian timbul plentingan berair yang mudah pecah di lidah, gusi, pipi bagian dalam, yang terasa nyeri. Di telapak tangan dan kaki timbul bercak-bercak merah sampai plentingan berair yang tidak gatal. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat dirumah sakit. Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit. Komplikasi yang bisa terjadi: radang selaput otak, radang otak, radang otot jantung, lumpuh layu akut, bahkan kematian. Diagnosis pasti penyakit ini didapatkan dengan pemeriksaan deteksi keberadaan virus. Pemeriksaan darah rutin tidak memberikan diagnosis yang pasti. PTKM adalah infeksi virus, dan infeksi virus ini bersifat self limited disease, artinya bisa pulih dengan sendirinya. Berat ringannya gejala sangat ditentukan oleh jenis virus yang menginfeksi serta tingkat imunitas tubuh. Semakin rendah tingkat imunitas tubuh, maka gejala yang Nampak dapat semakin berat dan mudah mengalami komplikasi. Manajemen PTKM meliputi istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, bila perlu dengan suplemen vitamin, pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan pengobatan sesuai gejala yang menyertai. Bila demam, maka diberikan obat anti-demam. Diberikan juga obat untuk luka di daerah mulut untuk mengurangi kesakitan.   (dari berbagai sumber)

  • Varises Tungkai Bawah

    Bila Anda tidak tahan untuk jongkok dan berdiri lama, dimana tungkai bawah Anda terasa pegal, atau di bagian betis sudah terlihat urat-urat halus bisa jadi Anda mulai terkena  varises. Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik (pembuluh darah vena) akibat gangguan aliran darah. Kata varises berasal dari bahasa Latin “varix” yang berarti memutar. Pembuluh darah vena berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari jaringan tubuh untuk kembali ke jantung. Varises timbul apabila terjadi gangguan pada pembuluh darah vena. Dinding pembuluh darah vena merupakan dinding yang tipis tetapi elastis. Apabila elastisitasnya berkurang, fungsinya yang mengalirkan darah kembali ke jantung pun akan berkurang. Pembuluh darah vena tidak optimal melawan efek gravitasi bumi sehingga darah akan menumpuk di tungkai. Selain karena elastisitas yang berkurang, rusaknya katup pembuluh darah vena juga menimbulkan varises. Katup pembuluh darah vena ini bertugas menahan darah yang mengalir ke atas (ke jantung) agar tidak kembali ke bawah (tungkai). Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan  menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Adanya gangguan aliran darah (penumpukkan darah) menyebabkan pembuluh darah vena melebar, membesar dan berkelok-kelok. Hal-hal yang dapat memicu terjadinya varises: · Faktor keturunan/ genetik Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan. · Obesitas Obesitas akan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah vena. · Kehamilan Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat. · Obat hormonal (KB) · Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises. · Merokok Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi. · Kurang gerak Gaya hidup yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh vena tidak mampu memompa darah secara maksimal. · Terlalu banyak berdiri Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh darah vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung. · Memakai sepatu hak tinggi Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah vena menjadi tidak maksimal. Berdasarkan berat ringannya penyakit, varises terbagi menjadi 4 stadium, yakni: Stadium I : Pada stadium ini gejala biasanya tidak spesifik. Pada umumnya ditandai dengan gejala tungkai bawah  gatal, rasa terbakar, rasa pegal, kaki mudah capek, mudah kesemutan (gringgingen). Stadium II: Pada stadium ini ditandai dengan warna kebiruan yang lebih nyata pada pembuluh darah vena. Stadium III: Pembuluh darah vena nampak melebar dan berkelok-kelok mirip sarang laba-laba (spider navy). Keluhan pada tungkai makin nyata dan makin kerap dialami. Stadium IV: Pada stadium ini ditandai dengan timbulnya berbagai komplikasi, antara lain: dermatitis (peradangan pada kulit, kulit menghitam dan mengeras),  luka (ulkus), perdarahan varises, dan gangguan pembuluh darah vena lainnya. Bila sudah terkena varises: Sering istirahat dengan kaki ditinggikan. Bila harus berdiri/duduk terlalu lama, gerakkan kaki sebanyak mungkin. Gunakan stocking yang menopang. Periksa read more

  • Insomnia (Sulit Tidur)

    Tidur merupakan kebutuhan pokok manusia. Bayangkan apa yang terjadi bila kebutuhan pokok tidak bisa tercukupi?  Tentu kehidupan manusia akan terganggu. Tidur mempunyai fungsi yang vital bagi kesehatan. Pada saat kita tidur, tubuh akan mengadakan perbaikan dan mencapai keadaan yang seimbang. Organ-organ tubuh akan beristirahat dan akan mengembalikan fungsi-fungsinya dalam keseimbangan. Tidur yang normal antara 7-8 jam, bayi membutuhkan waktu yang lama untuk tidur yaitu 18-20 jam. Sedangkan pada lansia malah waktu tidur semakin memendek yaitu 4-6 jam. Tidur yang normal adalah 7-8 jam, tetapi ada pengecualian: Short sleeper/ petidur singkat: < 6 jam Long sleeper/ petidur lama: > 8 jam Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hormon, yaitu asetilkolin,  serotonin, dan dopamin yang saling berinteraksi dalam proses tidur (mengawali dan mengakhiri). Insomnia adalah sindroma kesulitan tidur yang berulang, baik kesulitan untuk memulai tidur dan atau mempertahankan tidur sehingga menghasilkan  hendaya (gangguan fungsi) pada siang hari. Penyebab Insomnia: Jet lag, perbedaan waktu, misal bila bepergian ke luar negeri. Masalah psikologi: stres, trauma, depresi Masalah kesehatan: sesak napas, rasa nyeri Masalah lingkungan: keramaian, pencahayaan, suhu ruangan yang tidak nyaman Efek obat-obatan: obat-obat stimulan otak, misal vitamin neurotropik. Kebiasaan: begadang, minum alkohol, kecanduan nikotin. Kriteria Insomnia: Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk tidur atau tidur kembali setelah terbangun. Hendaknya dalam fungsi kehidupan sehari-hari, misalnya mengantuk, susah konsentrasi, depresi, lesu, lemas, nyeri kepala, kesehatan menurun. Tipe Sindroma Insomnia: Transient Insomnia: kesulitan tidur 2-3 hari. Short Term Insomnia: kesulitan tidur 3 minggu. Long Term Insomnia: kesulitan tidur lebih dari 3 minggu, biasanya berhubungan dengan kondisi medik dan psikiatrik tertentu. Manajemen Kesulitan Tidur: Ciptakan suasana tidur yang tenang dan nyaman. Tidur dan bangunlah secara biasanya, bahkan bila tidur lebih larut, biasakanlah bangun di waktu yang sama, jangan menambah jam tidur. Jangan mengkonsumsi kafein, soda, alkohol pada malam hari. Sebaiknya mengkonsumsi produk yang mengandung kalsium, seperti susu, karena kalsium mempunyai sifat menenangkan. Makan malam minimal 2 jam sebelum tidur, tetapi jangan tidur dengan perut kosong. Jangan menggunakan obat-obat stimulan Melakukan olahraga yang ringan sebelum tidur. Segera bangun dari tempat tidur bila tak dapat tidur (15-30 menit). Hindari rasa cemas atau frustasi. Terapi Psikologi: teknik relaksasi. Terapi Obat, bila memang sangat diperlukan.   (Berbagai Sumber)

  • Luka Bakar

    Pernahkah Anda mengalami luka bakar? Sebagian besar orang seumur hidupnya hampir pasti pernah menderita luka bakar, mulai dari tingkat ringan sampai berat. Mulai dari kemerahan akibat sengatan matahari, tersiram air panas, kena setrum, sampai terbakar api. Luka Bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan energi ekstrim seperti api, air panas, bahan kimia (asam atau basa), listrik,  dan radiasi. Prinsipnya: Luka bakar terjadi akibat energi  panas yang merusak jaringan kulit. Luka Bakar Derajat 1 ♣ Biasa terjadi akibat sengatan matahari, paparan nyala api ♣ Bersifat ringan ♣ Kulit yang terpapar akan terasa lunak, nyeri, merah dan hangat ♣ Sembuh sendiri, dalam 3-7 hari Luka Bakar Derajat 2 ♣ Jaringan kulit tidak rusak semua ♣ Ditandai dengan adanya bula (lepuhan) ♣ Luka tampak basah dan kemerahan ♣ Terasa sangat nyeri karena ujung saraf nyeri terbuka akibat kerusakan jaringan kulit. Luka Bakar Derajat 3 ♣ Seluruh kulit mengalami kerusakan ♣ Kulit seperli lilin, pucat dan kering ♣ Tidak terasa nyeri karena saraf-saraf sudah rusak ♣ Untuk perbaikannya membutuhkan pencangkokan kulit. Penanganan Luka Bakar: Segera hilangkan sumber luka bakar. Segera hambat dan hilangkan panas yang terserap ke dalam kulit, misalnya dengan mengalirkan bagian tubuh yang terbakar dengan air bersih, kurang lebih selama 15 menit. Segera mencari pelayanan kesehatan terutama untuk luka bakar derajat 2 dan 3. Indikasi Rawat Inap Luka bakar pada wajah, tangan, daerah kemaluan Luka bakar akibat bahan kimia dan listrik Menderita gangguan atau penyakit lain: penyakit jantung, ginjal, diabetes. Luka bakar derajat 2 dengan luas ≥15% (dewasa) dan ≥10% pada anak dan lansia Luka bakar derajat 3 ≥10%

  • “Mam…kenapa sih aku harus disunat?”

    Liburan sekolah telah tiba, beberapa anak laki-laki Sekolah Dasar pada liburan sekolah ini disunat. Ada yang ikut-ikutan teman-temannya, ada yang dorongan orang tua dan lainnya. Dan tidak sedikit dari mereka yang bertanya kepada ibunya, “ Mam… kenapa sih aku harus disunat? Sunat atau khitan sudah dikenal dan dilakukan sejak beribu tahun yang lalu di beberapa negara , misalnya bangsa-bangsa Semit di Timur Tengah, Arab, Israel, Palestina dan  Indonesia. Alasan orang tua memilih menyunatkan anak laki- lakinya berbeda-beda misalnya berdasarkan keyakinan agama, alasan kebersihan, medis,  faktor budaya, adat istiadat  atau social dan lainnya. Sunat dalam kehidupan sehari-hari mempunyai banyak istilah misalnya Circumsisi, Dorsumsisi, Khitan, Supit, Tetak (jawa), Sepit (banyumas), dll.  Dalam sunat, kulup yang menutupi penis dipotong, mengekspos ujung penis. Anak laki-laki disunat tidak dibatasi usia  karena sunat bisa dilakukan mulai dari bayi baru lahir hingga dewasa, oleh ahli sunat tradisional seperti bengkong (bong supit), oleh tenaga kesehatan seperti  perawat, dokter umum, dokter bedah atau dokter lain yang biasa mengerjakannya. Namun di Indonesia biasanya anak disunat , pada waktu mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD), atau pada saat memasuki masa akil balik, kecuali apabila ada alasan medis dapat dilakukan lebih dini, misalnya fimosis (kulup tidak dapat dibuka sehingga kesulitan buang air kecil), biasanya dialami oleh satu dari 20 bayi laki-laki. Makanya, ia sudah bisa disunat sebelum usia dua bulan, dll. Sunat adalah prosedur operasi kecil yang sudah umum dimana anak laki-laki dilahirkan dengan tudung kulit, disebut kulup/prepusium, yang mencakup kepala (juga disebut glend) dari penis.  Pada kulup terdapat kelenjar minyak, padatan minyak yang lembab sulit dibersihkan yang terkadang menutupi jalan keluar urine (air seni), kotoran pada daerah ini biasa disebut smegma. Dalam Sunat, prepusium atau kulit kuncup ujung penis yang melipat dipotong, pembuluh darah ditutup, kemudian luka dijahit sehingga kepala penis terlihat, dengan masa penyembuhan luka sekitar 5-6 hari. Dipotong atau diirisnya kulit yang menutupi kepala penis ini sekaligus membersihkan daerah tersebut dari smegma. Dalam tindakan ini dilakukan bius lokal apabila pasien kooperatif (tidak takut, mengerti dan bisa diajak kerjasama). Bius lokal bisa berupa suntik atau semprot. Kemudian untuk pasien bayi, ketakutan atau tidak koopertif dilakukan bius total. Manfaat utama dari sunat adalah membersihkan diri dari berbagai smegma atau kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya. Sehingga penis menjadi lebih mudah untuk dibersihkan.  Dengan demikian sunat dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Dan, terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Beberapa bukti-bukti memperlihatkan bahwa  prosedur memotong kulup pada penis dapat mencegah sejumlah penyakit menular seksual dan juga riset menunjukkan sunat memotong risiko terkena HPV (Human Papiloma Virus = virus penyebab kanker leher rahim) dan herpes, perempuan yang berhubungan seks dengan pria yang bersunat sedikit kemungkinan terkena HPV dan infeksi bakteri. Perawatan pasca sunat tidak sulit, biasanya dokter akan memberikan penghilang nyeri (analgesik), yang sebaiknya diminum secara teratur sesuai petunjuk dokter, jagalah alat kelamin  tetap bersih dan kering,  Penggantian perban dapat dilakukan setiap 2-3 hari tergantung perkembangan read more

  • Mengapa bahuku kaku dan nyeri?

    Sudah dua minggu ini  Bu Ratih mengalami kekakuan pada bahu kanan. Bahu kanannya tidak bebas bergerak seperti biasanya. Dari hari ke hari keluhan bahu kanan Bu Ratih dirasakan semakin memberat. Menurut Bu Ratih, awalnya  bahu kanan terasa kaku ketika bangun pagi. Bu Ratih menganggapnya sebagai keluhan biasa saja. Namun semakin lama keluhan tersebut semakin berat. Gerakan bahu menjadi terbatas karena adanya rasa nyeri.  Karena sudah tidak tahan dengan rasa nyeri di bahu kanannya, Bu Ratih berobat ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, Bu Ratih didiagnosis menderita Frozen Sholder (Bahu Membeku). Apa itu Frozen Shoulder? Definisi •Gangguan pergerakan pada sendi bahu karena adanya peradangan pada kapsul sendi bahu. Peradangan tersebut menyebabkan sendi menjadi nyeri dan gerakan sendi terbatas dan kaku. •Penyebab utama Frozen Shoulder tidak diketahui, tapi diduga karena adanya perlukaan, trauma berulang, ataupun penyakit autoimun). •Khas: sifat nyeri dan kekakuan sendi progresif (cepat memberat), namun biasanya  membaik secara spontan setelah 18 bulan. •Gerakan bahu menjadi sangat terbatas, nyeri memberat ketika malam hari. Faktor Risiko ♣Pada umumnya yang  menderita Frozen Shoulder adalah dewasa berusia 40-60 tahun, kebanyakan perempuan. ♣Imobilisasi  sendi bahu dalam waktu yang lama (misal setelah operasi lengan, koma, stroke) ♣Penyakit : Diabetes, Jantung dan Pembuluh Darah, Rematik, Parkinson. Gejala Klinis ♣Nyeri, semakin memberat dari hari ke hari, terutama bila malam hari. ♣Kaku, ada pembatasan gerak sendi bahu: gerakan memutar lengan ke dalam, ke luar, gerakan merentangkan lengan. Pemeriksaan ♣Foto Rontgen: dapat menunjukkan gambaran adanya peradangan sendi bahu, penurunan kepadatan tulang bahu. ♣Artrografi : menunjukkan sendi bahu terkontraksi. Tata Laksana ♣Frozen Shoulder kebanyakan dapat pulih sendiri tanpa operasi tetapi dalam waktu yang lama. ♣Tata Laksana yang umum digunakan adalah: obat antinyeri, injeksi kortikosteroid, fisioterapi. Bila kasus parah dapat dilakukan operasi.   (Berbagai Sumber)  

  • Penyakit TBC

    Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia. Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru. Penyebab Penyakit TBC Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). Cara Penularan Penyakit TBC Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen. Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC. Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC. Gejala Penyakit TBC Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik. Gejala sistemik/umum Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan read more

  • Asam Urat dan Nyeri Sendi

    Berbeda dengan kepercayaan dan pengetahuan kebanyakan orang, kata “urat” dalam frase “asam urat” tidak mempunyai hubungan langsung dengan kata “urat” yang berarti otot. Sebenarnya, asam urat adalah terjemahan langsung dari istilah bahasa Inggris “uric acid”. Penamaan ini berakibat banyak orang mengasosiasikan asam urat dengan nyeri otot, persendian, dan tulang. Apakah benar demikian? Untuk menelaahnya, kita akan mulai dengan meninjau metabolisme asam urat dalam tubuh manusia. Asam urat adalah produksi metabolit langsung dari suatu bahan yang disebut sebagai purin. Di dalam sel, purin dibentuk menjadi senyawa asam nukleat yang menyusun senyawa-senyawa cadangan energi. Asam urat hasil pemecahan senyawa purin baik dari tubuh kita maupun dari makanan, beredar dalam darah untuk kemudian dibuang melalui saluran pencernaan dan saluran kemih. Jumlah asam urat yang dibuang melalui ginjal dan saluran kemih jauh lebih besar. Pada tingkat keasaman darah yang normal, asam urat akan membentuk senyawa garam bersama dengan natrium (sodium). Pada perubahan tingkat keasaman darah, suhu yang menurun, dan adanya jejas atau trauma, senyawa asam urat ini akan membentuk kristal yang dapat dijumpai pada cairan sendi, sekitar sendi, ginjal, dan jaringan lunak yang longgar. Kadar asam urat dalam darah dapat saja tinggi namun tidak dirasakan oleh penderita. Kristal asam urat yang terbentuk pada jaringan lunak menimbulkan benjolan kecil-kecil yang kadang dapat hilang sendiri. Benjolan ini sering dijumpai pada daun telinga (paling sering), permukaan dalam lengan bawah, permukaan depan tungkai bawah, sekitar persendian pada jari-jari, siku, dan sekitar tumit. Berlawanan dengan persepsi banyak orang, penumpukan kristal asam urat jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit dan peradangan yang nyata. Kekakuan sendi kadang terjadi. Kristal asam urat juga dapat menghalangi penyaringan darah di ginjal. Kristal dapat menyumbat saluran-saluran di ginjal dan membentuk batu urat di ginjal. Akibatnya fungsi ginjal terganggu dan dapat menyebabkan kegagalan ginjal. Pada orang dengan diabetes dan tekanan darah tinggi, kristal urat dalam ginjal ini mempercepat terjadinya kerusakan pada ginjal dan menimbulkan batu ginjal dan saluran kemih. Kristal asam urat yang menimbulkan nyeri adalah apabila kristal tersebut berada di dalam cairan sendi. Serangan nyeri karena kristal asam urat ini hampir selalu menyerang satu sendi saja. Sendi ini terutama adalah sendi di belakang ibu jari kaki. Penumpukan kristal asam urat ini menimbulkan peradangan, nyeri saat berjalan, kemerahan, dan setelah rasa sakit berkurang permukaan kulit akan mengelupas. Nyeri karena kristal asam urat pada sendi ini disebut sebagai penyakit pirai. Pirai paling sering muncul pada laki-laki usia 40-50 tahun. Pirai sangat jarang terjadi pada anak-anak dan pada perempuan yang belum menopause. Ini menyebabkan adanya anggapan bahwa pirai adalah penyakitnya laki-laki. Dari sekian banyak orang dengan kadar asam urat dalam darah yang tinggi, hanya sedikit yang menjadi penyakit pirai. Bagaimana mencegah kenaikan kadar asam urat? Salah satu cara mencegah kenaikan kadar asam urat adalah dengan diet rendah purin. Ada jembatan keledai yang mudah diingat tentang jenis-jenis makanan yang perlu dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas, yaitu “BEnJOL”. Bayam, Emping, Jerohan, Otak, dan Lemak. Emping pada dasarnya adalah melinjo, jadi semua produk dari pohon melinjo juga perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya. Bayam mewakili sayur-sayuran, dan selain bayam, perlu read more

  • Flu Babi (Swine Flu)

    Secara internasional, flu babi disebut sebagai swine flu. Jadi jangan sepolos saya yang mencari di search engine dengan keyword: pig flu. Duh, bodohnya saya. Beranjak dari kebodohan itu, mari kita bahas satu-satu mengenai flu ini, dan mengapa kita tidak perlu panik menghadapinya. Pandemi Spanish Flu tahun 1918 membuat para ahli kesehatan masyarakat selalu waspada atas potensi pandemi yang sama. Setelah SARS dan avian influenza (flu burung, walau lebih tepat disebut flu unggas), kini ada ancaman serupa yang disebut sebagai flu babi atau swine flu. Potensi pandemi ini telah menyalakan alarm kewaspadaan di seluruh perbatasan negara di dunia termasuk Indonesia. Total kematian akibat flu ini dalam beberapa minggu ini telah melampaui seluruh korban meninggal akibat flu burung di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Flu babi disebabkan oleh virus influenza A H1N1. Bedakan dengan flu burung yang H5N1. Sama dengan flu burung, ada tiga tingkatan diagnosis flu babi, yaitu kasus suspect, probable, dan confirmed. Seseorang dikatakan suspect flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dengan salah satu kondisi berikut: Kontak dengan penderita kasus flu babi confirmed dalam 7 hari terakhir, atau Melakukan perjalanan ke Amerika Serikat atau daerah lain di mana terdapat minimal satu kasus confirmedflu babi, atau Tinggal di tempat di mana ada minimal satu kasus confirmedflu babi. Seseorang dikatakan probable flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dan memenuhi salah satu kriteria berikut ini: Positif untuk influenza A namun negatif untuk H1 atau H3 dengan RT PCR. Positif untuk influenza A dengan influenza rapid test atau immunofluorescent assay ditambah memenuhi kriteria suspect. Seseorang dikonfirmasi sebagai penderita flu babi bila menderita suatu penyakit saluran nafas dengan demam yang tiba-tiba dengan konfirmasi virus influenza H1N1 yang diperiksa dengan real time PCR atau kultur virus. Mari kita tidak usah pusing dengan klasifikasi tersebut. Mari kita fokus pada bagaimana gaya hidup kita bisa menghindarkan kita dari resiko penularan flu babi. Tidak ada literatur yang saya baca di CDC menyebutkan keterlibatan babi dalam penularan virus flu ini. Virus ini memang menular dengan sangat cepat di antara babi-babi di peternakan, tapi sedikit sekali kasus manusia tertular dari babi, apalagi dari dagingnya. Itulah sebabnya saya heran kenapa Indonesia serta merta menghentikan impor daging babi. Manajemen emosional khas Indonesia. Walau demikian, babi memang menjadi tempat yang potensial perkembangan strain virus baru yang berbahaya bagi manusia mengingat tingginya kompatibilitas manusia dengan babi. Flu babi menular melalui droplets bersin orang sakit. CDC menggarisbawahi bahwa tidak mungkin satu perilaku dapat mencegah penularan flu babi. Perlu beberapa perilaku, yaitu cuci tangan (dengan sabun atau bahan yang mengandung alkohol), menutup mulut dan hidung saat batuk, tinggal di rumah saja selama sakit (kecuali untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan), dan meminimalkan kontak dengan anggota rumah tangga yang lain. Apabila memerlukan diri untuk keluar dari rumah, orang sakit diharapkan mengenakan masker atau respirator (bentuknya seperti yang biasa dipakai para pekerja sampah). Bila keduanya tidak ada, boleh memakai sapu tangan atau sleyer saja. Membatasi kontak sosial juga merupakan langkah yang penting. Kontak sosial sementara lewat sini saja dulu. CDC menetapkan jarak 6 kaki (WHO menulis kira-kira satu meter) sebagai jarak yang bisa diterima bila harus melakukan kontak sosial bagi penderita sakit saluran pernafasan. Nah, kapan anda read more

  • Hemoroid

    Ketika saya melakukan kunjungan kesehatan ke sebuah pos kesehatan, disana saya menemukan beberapa kasus hemoroid, atau awam dikenal sebagai wasir atau ambeien dengan keluhan yang berbeda. Ada Bapak yang mengeluhkan pedih di lubang anusnya, hingga duduk pun susah, ada juga Ibu-ibu yang khawatir karena keluar darah segar mengucur setelah selesai BAB (Buang Air Besar). Semua keluhan tersebut saya kelola sebagai hemoroid. Lantas mengapa keluhan mereka berbeda? Apa yang terjadi? Hemoroid adalah penyakit yang sangat umum dijumpai.  Yunani, haem = blood (darah), rhoos = flowing (mengalir)] Sekitar 75% orang akan menderita hemoroid di satu masa kehidupannya. Biasanya hemoroid ini akan dialami orang dewasa, dengan puncak usia 45-65 tahun. Laki-laki dan wanita mempunyai risiko yang sama untuk menderita hemoroid. Tetapi pada wanita hamil, kejadian hemoroid meningkat.Merupakan sebab terbanyak perdarahan yang keluar melalui anus. Hemoroid adalah pembesaran pembuluh darah vena di daerah anus.  Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah balik yang bertugas untuk mengantarkan darah kembali ke jantung.  Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang berdinding tipis dan elastis. Karena sifatnya yang tipis dan elastis, adanya tekanan yang meninggi atau bendungan akan membuat dinding vena melebar menampung darah. Penyebab hemoroid pada prinsipnya adalah adanya peninggian tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah anus. Gangguan BAB ( bisa  BAB keras, ataupun diare) yang kronis, kekurangan serat makanan, mengejan ketika BAB, batuk kronis, mengangkat benda yang berat, duduk lama, kehamilan, tumor perut, kegemukan,  bisa menyebabkan  hemoroid. Penyebab lain hemoroid adalah kelemahan jaringan  penyokong usus besar dan anus yang terkait dengan usia. Berdasarkan lokasinya, bila pembuluh darah vena di bagian dalam anus yang membesar tepatnya masih di daerah usus besar(rektum), dinamakan Hemoroid Interna. Sedangkan bila yang membesar adalah vena di daerah lubang anus, maka disebut sebagai Hemoroid Eksterna. Hemoroid Interna berdasarkan tingkat keparahannya: Derajat 1 Vena membesar, ada benjolan mukosa tetapi masih di dalam usus besar, gejala yang dirasakan: adanya perdarahan stelah BAB, tidak ada rasa nyeri. Derajat 2 Benjolan mukosa dapat keluar dari lubang anus ketika BAB terutama waktu mengejan, namun secara spontan kembali ke dalam setelah BAB, gejala lain yang menyertai: perdarahan, rasa pedih, gatal. Derajat 3 Benjolan mukosa keluar dari lubang anus ketika BAB, dan kembali ke dalam dengan bantuan jari. Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal. Derajat 4 Benjolan mukosa keluar dari lubang anus, dan tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam.Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal. Perdarahan terjadi ketika benjolan vena terluka oleh gesekan tinja. Sehingga perdarahannya khas menetes setelah tinja keluar. Darah menetes merah segar, tidak ada lendir, dan tidak bercampur dengan tinja. Rasa nyeri dan gatal terjadi ketika benjolan vena sudah keluar dari lubang anus. Hemoroid Eksterna menimbulkan gejala yang lebih mengganggu dari hemoroid interna.  Vena yang membesar cenderung membentuk bekuan darah. Tonjolan ini akan meregangkan kulit anus sehingga menimbulkan rasa nyeri dan gatal. Yang paling penting dalam mengobati hemoroid adalah menghilangkan  faktor yang menyebabkan. Faktor yang Menyebabkan Solusi -BAB keras Minum banyak air putih minimal 8 gelas per hari, perbanyak serat makanan, obat pencahar, hindari mengejan. Serat akan membuat tinja lebih lunak dan lebih mudah keluar, sehingga mengurangi tekanan  vena akibat mengejan. Serat akan memperbaiki pencernaan dan read more

  • Cara Pemberian Obat pada Anak dan Bayi

    Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh orangtua anak maupun bayi di Farmasi RS Panti Rapih : Apa yang diperhatikan dokter saat memberikan obat pada bayi atau anak? Saat meresepkan obat untuk bayi dan anak, dokter akan melihat: Diagnosa penyakit berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium (jika diperlukan). Usia bayi. Semakin kecil usia bayi semakin banyak obat yang belum boleh diberikan. Berat badan bayi. Dosis obat diberikan berdasarkan berat bayi sehingga penimbangan berat badan sangat penting. Jika obat si kecil tersisa, bolehkah diberikan kembali bila suatu waktu ia mengalami penyakit yang sama? Bergantung jenis obatnya, jika: Tidak boleh! Apapun bentuknya baik itu sirup atau puyer. Antibiotik harus dihabiskan atau sesuai instruksi dokter. Baik sirup maupun puyer sebaiknya tidak diberikan, dikhawatirkan terdapat jenis obat yang tidak bisa dikonsumsi kembali. Obat sirup. Boleh diberikan, misalnya obat penurun panas, batuk, pilek, dan lain-lain. Puyer, seperti obat kejang atau obat emergency lainnya, bisa diberikan asalkan kondisi obat tidak berubah, baik warna atau tekstur (menggumpal/tidak). Serta, berat badan atau usia bayi tidak jauh berbeda saat obat tersebut diberikan. Obat sirup dapat tahan berapa lama setelah kemasannya dibuka? Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti. Ibu sebaiknya mengecek kembali kondisi dan tanggal kadaluwarsa obat. Bagaimana cara penyimpanan yang baik untuk obat sirup sisa? Tutup botol obat dengan rapat, cuci/lap dengan air hangat untuk menghilangkan sisa obat di luar botol. Letakkan di tempat yang tertera dalam kemasan obat. Jika diminta di dalam lemari pendingin, sebaiknya tidak di freezer, tempatkan pada wadah terpisah yang tertutup agar tidak terkontaminasi dari sayuran atau bahan lainnya yang ada dalam lemari pendingin. Simpan dalam suhu ruangan yang terjaga (26 – 27 derajat Celsius) dan hindarkan dari sinar matahari langsung. Bolehkah si kecil diberikan obat milik bayi atau anak lain? Lihat kondisi si kecil. Prinsipnya boleh saja, terbatas obat untuk pertolongan pertama, misalnya penurun panas, asalkan usia atau berat badan antara bayi satu dengan lainnya tidak jauh berbeda, bisa menggunakan aturan pemakaian yang sama. Tapi bila berbeda berat badan maupun usianya tanyakan kepada apoteker Anda. Untuk obat-obat selain obat penurun panas disarankan untuk memeriksakan ke dokter agar pengobatan sesuai dengan kondisi dan dosis yang diperlukan. Mana lebih baik, obat penurun panas golongan paracetamol atau ibuprofen? Dua-duanya sama saja, namun kadang ada yang merasa lebih cocok menggunakan paracetamol dibandingkan ibuprofen atau sebaliknya. Tapi biasanya untuk anak yang memiliki riwayat kejang atau panas yang sulit turun, dokter mungkin mengombinasikan 2 jenis obat penurun panas yang diberikan secara selang-seling. Untuk kasus yang diduga demam berdarah dengue, pemberian parasetamol menjadi pilihan. Dikarenakan pemberian ibuprofen diduga dapat mengakibatkan turunnya jumlah trombosit. Kapan boleh diberikan obat penurun panas ulang setelah pemberian yang pertama? Pemberian diulang 4 – 6 jam setelah pemberian obat sebelumnya. Jika panas sulit turun, ibu dapat memberikan bayi minum lebih banyak dan mengompres badannya dengan air hangat. Mana lebih baik, obat penurun panas lewat mulut atau anus? Sama saja, namun obat yang diberikan melalui anus bereaksi lebih cepat. Tetapi pemberiannya disesuaikan juga dengan keluhan si kecil. Jika bayi muntah, obat akan diberikan melalui anus. Namun jika bayi read more

  • Tetes Mata

    Tetes mata saat ini terdapat bermacam-macam jenis, tahukah kita bahwa masing-masing jenis tetes mata tersebut memiliki indikasi yang berbeda pula? Mari kita telisik lebih jauh bagaimana indikasi tetes mata yang sering diresepkan di Farmasi Rumah Sakit kita yang tercinta ini. Tetes Mata bisa digolongkan ke dalam beberapa golongan, yaitu: Antiinfeksi Antiinflamasi Midriatik dan Cycloplegic Miotik dan Anti Glaukoma Anastetik Lokal Tonik Lain-lain GOLONGAN TETES MATA ANTIINFEKSI Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba, masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus. Kandungan obat antiseptik dan antiinfeksi mata selain pembawa yang harus steril dan inert (tidak menimbulkan efek pada mata atau tidak bereaksi dengan zat aktifnya/obat) dalam bentuk tetes atau salep, juga zat aktifnya merupakan antibiotik/antiseptik atau antivirus dengan berbagai golongan. Berikut ini jenis zat aktif yang ada dalam obat antiseptik dan antiinfeksi mata : Sulfacetamid Na(Albucid®) Ciprofloxacin HCl(Baquinor® TM) Ulkus kornea yang disebabkan oleh Pseudomonas aeroginosa, Serratia marcescens, Staphyllococcus aureus, Streptococcus epidermidis, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus viridans. Tobramycin(Tobradex®) Chloramphenicol dan kombinasinya Sediaan Chloramphenicol: Colsancetine®, Cendo Fenicol®, Ikamicetin®. Sediaan dgn kombinasi: Cendo Mycos® (dgn Hydrocortison). Dibekacin Sulfat(Dibekacin Meiji® TM) Ofloxacin(Tarivid® TM, Cendo Floxa®) Gentamycin Sulfat(Garamycin® TM, Sagestam® TM, Cendo Gentamycin® TM) Oxytetracycline dan turunannya(Terra-cotril®) Kombinasi Neomycin Sulfat dan antibiotik lainnya Untuk sediaan tetes mata Neomisin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat dan Phenylephrine atau Polymixin B Sulfat dan Gramicidin. Sedangkan sediaan salep matanya Neomycin Sulfat dikombinasi dengan Polymixin B Sulfat atau Bacitracin Ofloxacin(Tarivid® TM) Acyclovir ANTIINFLAMASI Peradangan pada mata sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur dan alergi. Gejala yang dirasakan pasien misalnya mata berair dan gatal, tampak kemerahan, adanya secret/kotoran mata, silau,  buram atau kelopak mata bengkak. Pengobatan bergantung kepada penyebabnya dapat berupa antibiotika,anti inflamasi, anti alergi, anti jamur dan anti virus. Misalnya Cendo Lyteers®, Cendo Vision®, Vision® dan Voltaren Opthma®. MIDRIATIK DAN CYCLOPLEGIC Digunakan untuk memperlebar pupil mata, biasanya digunakan bila akan dilakukan pemeriksaan pada mata untuk melihat detail mata. Tetes mata midriatik secara temporer akan menstimulasi pelebaran otot iris pada mata. Midriatik biasa digunakan untuk alasan berikut ini: Relaksasi otot lensa mata dalam melakukan fokus mata. Dalam operasi mata untuk menghindari luka gores dengan memperlebar pupil mata (misal: operasi katarak). Untuk menghindari operasi katarak pada penderita katarak kecil yang masih kecil. Post operatif Glaukoma. Pada anak-anak penderita amblyopia (mata malas), midriatik  digunakan sebagai terapi untuk memburamkan pandangan mata agar otak anak terstimulasi. Penggunaan Midriatik menyebabkan pelebaran pupil mata sehingga lebih sensitif terhadap cahaya. Oleh sebab itu penggunaan kacamata UV dapat membantu. Misalnya : Cendo Mydriatil ® MIOTIK DAN ANTI GLAUKOMA Miotik digunakan dengan tujuan konstriksi/memperkecil pupil mata. Obat jenis ini bertolak belakang dengan penggunaan tetes mata midriatik. Sedangkan antiglaukoma digunakan untuk mencegah peningkatan Tekanan Intra Okular yang berakibat pada perubahan patologis optik mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Contoh sediaan, misalnya: Azopt ® TM, Betoptima ® TM, Cendo Carpine ® TM, Cendo Timolol ®. ANASTETIK LOKAL Anastetik local mata biasa digunakan untuk menimbulkan kekebalan atau mati rasa. Biasanya digunakan sebelum mengukur tekanan pada mata, menghilangkan objek asing dari mata dan sebelum melakukan beberapa read more

  • Alergi Obat

    Pernahkah anda mengalami gatal-gatal setelah minum obat atau mengalami bengkak pada mata dan sesak nafas setelah minum obat tertentu? Bila ya, kemungkinan anda mengalami reaksi alergi terhadap obat-obat tertentu. Sebenarnya apakah alergi itu? Alergi merupakan suatu respon tubuh yang diperantarai oleh system imun terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh.   Penyebab alergi (allergen) ada beberapa macam, diantaranya adalah makanan, debu dan obat. Bentuk spesifik dari reaksi alergi obat yang mudah dikenali adalah gatal-gatal, kemerahan ditubuh atau bisa pula timbul bengkak pada mata yang terkadang disertai sesak nafas. Obat-obat yang sering timbulkan reaksi alergi adalah Penislin, Amoksisilin, antibiotika golongan sulfa, Antalgi (atau sering dikenal dengan alergi Gin-Gin). Alergi Penisilin & Amoksisilin Penisilin merupakan salah satu golongan antibiotika yang cukup sering menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitive. Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi penisilin sebaiknya juga menghindari obat-obat yang satu golongan dengannya antara lain : amoksisilin, ampisilin, penisilin prokain, phenoxymethylpenicilin. Bentuk alergi yang muncul biasanya berupa gatal-gatal, kemerahan di kulit, Steven’s Johnson Syndrome, atau syok anafilaksi bila obat yang diberikan berupa injeksi. Alergi Sulfa Antibiotika golongan lain yang juga cukup sering menimbulkan reaksi alergi adalah golongan sulfa. Yang termasuk dalam golongan Sulfa ini antara lain : Cotrimoxazole, Sulfadoxin (biasanya kombinasi dengan Pyrimethamine untuk pengobatan malaria), Sulfadiazine, Sulfasalazine. Alergi Gin-Gin Antalgin, salah satu obat pengurang rasa sakit, juga termasuk salah satu obat yang cukup sering menimbulkan reaksi alergi. Alergi antalgin ini lebih dikenal dengan sebutan “Alergi Gin-Gin”. Reaksi alergi terhadap Gin-Gin ini cukup unik, karena bentuk alergi yang muncul cukup khas yaitu bengkak pada pelupuk mata, dan terkadang disertai sesak nafas, namun ada pula yang mengalami alergi antalgin dengan bentuk gatal-gatal atau kemerahan di kulit. Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi antalgin dengan bentuk alergi bengkak pada pelupuk mata dan sesak nafas, sebaiknya menghindari obat-obat yang termasuk analgetik-antiradang, seperti : Asam Mefenamat, Diklofenak, Piroxicam, Ketoprofen, Ketorolac, Dexketoprofen. Karena obat-obat ini potensial menimbulkan reaksi alergi yang sama dengan alergi antalgin. Tips aman sebelum minum obat : 1. Pastikan obat yang diminum telah benar. 2. Pastikan anda tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat yang anda pergunakan. 3. Gunakan obat sesuai petunjuk dokter. 4. Informasikan kepada dokter atau petugas farmasi bila anda memiliki riwayat alergi obat 5. Bawalah selalu catatan alergi obat yang anda miliki dan tunjukkan kepada dokter yang merawat.

  • Mencegah Penyakit Pneumokokus

    Orang Dewasa Juga Perlu di Vaksinasi, untuk mencegah penyakit Pneumokokus. Apakah yang Dimaksud dengan Penyakit Pneumokokus? Penyakit Pneumokokus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus. Infeksi yang ditimbulkan adalah : Meningitis : infeksi pada jaringan yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak Pneumonia : infeksi paru-paru Bakteremia : bakteria dalam aliran darah Otitis Media : infeksi telinga tengah Gejala dari Penyakit Pneumokokus meliputi : demam menggigil nyeri dada peningkatan denyut jantung batuk lemah mual sesak nafas Otitis Media menyebabkan : mengakibatkan menangis, menarik telinga, demam, lekas marah, kurang pendengaran dan kadang diare serta muntah. Pneumococcus adalah spesies bakteri pertama ditemukan ada sebagai diploid, dua organisme bersama-sama. Sebagai bakteri membagi asosiasi ganda & baru untuk membentuk rantai panjang yang memungkinkan bakteri untuk tetap bersama dan membentuk koloni. Bakteri ini sekarang semakin kebal terhadap antibiotik (resisten) dikarenakan ia mudah berevolusi. Sehingga dikawatirkan dikemudian hari sulit sekali diobati. Orang Dewasa Mempunyai Risiko Untuk Mengidap Penyakit Pneumokokus Ya. Orang dewasa tetap bisa terkena bakteri ini. Orang dewasa muda mempunyai risiko terhadap penyakit pneumokokus jika mempunyai faktor resiko sebagai berikut : merokok, menderita flu, menderita penyakit kronik tertentu seperti penyakit kronik pada jantung, asma, hati, paru, ginjal dan diabetes. Menderita penyakit pneumokokus dapat mengubah hidup anda. Orang dewasa usia lanjut lebih beresiko terhadap penyakit pneumokokus karena fungsi kekebalan tubuh yang menurun. Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Pneumokokus ? Vaksinasi : vaksinasi sangat penting untuk mencegah penyakit pnemokokus dan komplikasinya. Vaksinasi merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membantu mencegah infeksi yang akan datang atau penyakit Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa vaksinasi dapat melindungi anak dan orang dewasa terhadap penyakit pnemokokus vaksinasi adalah langkah yang dapat menurunkan insiden penyakit pnemokokus dan mencegah terjadinya penyakit pnemokokus di masa depan. Satgas imunisasi dewasa indonesia merekomendasikan pemberian vaksinasi untuk mencegah penyakit pneumokokus pada anak dan dewasa. vaksinasi semua orang berusia 50 tahun ke atas vaksinasi orang berusia 19 tahun ke atas dengan kondisi berikut : imunokompromais (immunodefisiensi bawaan atau dapatan, HIV/AIDS, gagal ginjal kronis, sindroma nefrotik, leukemia, limfoma, Hodgkin disease, kanker, immunosupresi iatrogenik, pasien yang mendapatkan transplantasi organ, mieloma multipel), asplenia fungsional atau anatomis (sickle cell desease / kelainan hemoglobin lain), pasien dengan implan koklea, dan kebocoran cairan serebrospinal. Mereka yang termasuk dalam klelompok diatas dan belum pernah vaksinasi PPSV23, dianjurkan untuk vaksinasi 1 dosis PCV13 terlebih dahulu. Lanjutkan dengan vaksinasi PPSV23 minimal 8 minggu setelah pemberian vaksin PCV13 Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah; perlu diperhatikan agar vaksinasi telah memberikan proteksi sebelum jemaah haji/umrah berangkat Bila sebelumnya sudah pernah vaksinasi PPSV23, berikan vaksin PCV13 dengan jeda minimal 1 tahun setelah pemberian vaksin PPSV23 Ada banyak hal dalam hidup Anda yang tidak dapat dikendalikan, jangan abaikan yang dapat Anda kendalikan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda. Vaksinasi dewasa dan pemeriksaan berkala, adalah bagian dari penuaan yang sehat, jika dilakukan bersama dengan diet seimbang dan latihan jasmani.

  • Teknik Nafas dalam dan Batuk Efektif

    Batuk pada dasarnya merupakan mekanisme tubuh mengeluarkan benda asing yang berada di saluran pernafasan atas. Salah satunya, bisa disebabkan oleh flu atau ISPA yang menyebabkan terjadinya lendir atau radang saluran pernafasan. Di musim pancaroba, di mana virus flu dan kuman penyebab ISPA banyak berkembang biak, batuk pun semakin menjadi. Untuk menanganinya, perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu agar diketahui penyebab ataupun jenis batuk yang diderita, kemudian barulah pengobatan bisa diberikan sesuai dengan penyakit yang diderita. Apa itu Batuk Efektif? Merupakan suatu metode batuk yang benar, dimana klien  dapat mengeluarkan energi dan mengeluarkan dahak secara maksimal. Apa manfaat nafas dalam dan batuk efektif ? Memperbaiki fungsi pernafasan Mencegah pengempisan paru Memperbaiki ketahanan dan kekuatan otot-otot pernafasan Memperbaiki pola nafas yang tidak efisien Meningkatkan relaksasi Bagaimana melakukan teknik nafas dalam? Letakkan tangan pada uluhati Tarik nafas dalam melalui hidung secara perlahan, pertahankan  bahu tetap rileks, dada bagian atas tidak bergerak, dan biarkan rongga perut bergerak naik. Keluarkan udara secara perlahan melalui mulut, dengan  menguncupkan bibir. Lakukan 3 – 4 kali Pada tarikan nafas ke – 4,  keluarkan  nafas secara maksimal. Tarik nafas secara maksimal, tahan 3 – 5 detik Keluarkan udara secara  perlahan melalui mulut dengan menguncupkan bibir. Ulangi 5 – 10 kali, lakukan  sehari 3 – 4 kali Bagaimana cara melakukan batuk efektif? Posisi duduk bersandar dengan leher sedikit menunduk Lakukan teknik pernafasan dalam Pada tarikan nafas ke – 4, tahan nafas dan  lakukan batuk 2 kali, kemudian keluarkan nafas perlahan melalui mulut. Pada tarikan  nafas ke – 5, lakukan batuk bersamaan dengan mengeluarkan nafas. Kencangkan otot-otot perut saat batuk Ulangi  5 – 10 kali, lakukan 3 – 4 kali sehari

  • Stroke “Mengerti dan Mengenali”

    Otak Manusia Otak manusia dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu otak besar kanan dan kiri serta otak kecil dibagian belakang, disetiap bagian memiliki fungsi masing-masing, otak besar kanan akan mempersarafi wajah, tubuh dan anggota gerak sebelah kiri (bersilangan) dan sebaliknya untuk otak besar kiri, sedangkan otak kecil memiliki fungsi keseimbangan dan koordinasi, Otak merupakan organ yang sangat peka dan tergantung dengan pasokan oksigen dan nutrisi dari darah karena otak tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan energi, oleh sebab itu otak dipasok oleh 2 pembuluh darah arteri (pembuluh darah yang membawa darah yang berasal dari jantung) yang besar dibagian depan dan 1 pembuluh darah arteri dibagian belakang, arteri-arteri ini akan saling berhubungan didasar otak membentuk sebuah lingkaran arteri yang siap memasok darah keseluruh bagian otak. Otak membutuhkan 50-60cc darah setiap menit untuk setiap 100gram jaringan otak. Jaringan otak terbungkus oleh selaput otak yang terdiri dari 3 lapisan, sedangkan jaringan otak sendiri terdiri oleh bagian kortek yang berada di bagian luar dan sub kortek yang berada dibawah kortek, di bagian kortek inilah terdapat pusat gerakan, sensibilitas, fungsi luhur (atensi, bahasa, daya ingat, pengenalan benda dan fungsi eksekutif). Jaringan kortek dapat berfungsi dengan baik apabila pasokan darah ke otak dalam keadaan baik. Mengerti tentang Stroke Stroke adalah gangguan fungsi dari otak baik hanya sebagian maupun keseluruhan bagian dari otak yang disebabkan oleh gangguan dari aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ke otak ini dapat berupa sumbatan pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah otak yang pecah atau bocor. Stroke merupakan masalah kesehatan yang sangat penting, 1 dari 6 orang akan mengalami stroke, dan stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi ketiga setelah penyakit kanker dan jantung, Kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga berdampak besar pada kehidupan pribadi, sosial dan ekonomi bagi penderitanya. Dikenal 2 jenis Stroke yaitu Stroke Perdarahan (hemoragik) dan Stroke sumbatan (Infark/non hemoragik), Stroke Sumbatan terjadi karena aliran darah di otak tersumbat dapat terjadi karena darah yang mengumpal melalui pembuluh darah yang menyempit, sedangkan stroke perdarahan terjadi karena pembuluh darah didalam otak pecah sehingga darah mengalih keluar dari pembuluh darah dan mendesak jaringan otak. Kejadian Stroke sumbatan lebih banyak dibandingkan stroke perdarahan. Baik stroke sumbatan maupun perdarahan menyebabkan pasokan daah ke jaringan otak terganggu, sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan otak menjadi berkurang atau habis, maka jaringan otak akan kekurangan energi atau mati, hal inilah yang memicu terjadinya manifestasi klinis pada penderita. Mengenali Stroke Gangguan yang dialami oleh jaringan otak akan menyebabkan munculnya manifestasi klinis, manifestasi klinis yang terjadi bersifat tiba-tiba dikarenakan sumbatan atau pecahnya pembuluh darah juga bersifat tiba-tiba. Manifestasi yang dialami bisa satu atau lebih dari manifestasi berikut ini: Gangguan kesadaran Seorang yang mengalami serangan stroke dapat tiba-tiba mengalami gangguan kesadaran mulai terlihat mengantuk sampai tidak dapat dibangunkan. Gangguan fungsi luhur Fungsi luhur adalah fungsi intelektual, yang meliputi atensi, bahasa, memori (ingatan), visuospatial (pengenalan bentuk dan ruang) serta eksekutif (pengambilan keputusan),  Gangguan fungsi luhur yang terjadi karena stroke dapat mengenai 1 atau lebih fungsi luhur diatas. Kelemahan separo tubuh Keluhan ini yang paling sering dan paling diingat oleh masyarakat, read more

  • Apa itu Parkinson?

    “Di sebuah reuni SMA, 2 orang bapak-bapak yang merupakan sahabat semasa SMA dan sudah lebih dari 50 tahun tidak bertemu melepas kangen dengan ngobrol, salah satu bapak tersebut mengeluh saat ini kedua tangannya gemetar sampai ia sulit untuk memegang piring makan dan juga bila berjalan terasa kaku seperti robot” Sebuah kutipan cerita diatas tampak seorang bapak yang sedang mengeluhkan kondisinya, kondisi dimana ia kesulitan untuk memegang benda karena gemetaran dan juga berjalan, kondisi ini di masyarakat luas sering disebut “buyutan” yang secara medis dikenal dengan nama Parkinson, Parkinson adalah suatu kondisi neurodegeneratif yang umumnya muncul pada usia diatas 60 tahun. Penyakit ini disebabkan karena sel-sel saraf otak di bagian ganglia basal yang mulai mengalami degenerasi tidak lagi atau kurang memproduksi zat kimia sebagai neurotransmitter yaitu Dopamin. Dopamin memiliki peran penting pada fungsi gerak, maka apabila terjadi kekurangan dopamine maka akan muncul berbagai macam gejala, gejala-gejala khas yang muncul pada Parkinson dikenal dengan T.R.A.P (Tremor, Rigiditas, Akinesia/bradikinesia, Postural Instability). Tremor (Gemetaran) Tremor merupakan gejala utama dari Parkinson, tremor adalah suatu kondisi gemetaran pada tangan baik satu atau pada kedua tangan, tremor khas pada Parkinson adalah gerakan memilin pada jari-jari dan tremor terjadi pada saat kondisi tangan istirahat (resting tremor) artinya pada saat tangan digerakkan makan tremor akan menghilang. Sebagian besar tremor terjadi pada tangan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada kepala dan kaki. Rigiditas (Kekakuan sendi) Rigid berarti kaku, pada pasien yang menderita Parkinson maka akan terjadi kekakuan pada sendi dikarenakan tegangan otot yang tinggi, peningkatan tegangan otot ini dikenal dengan hipertoni kondisi ini akan menyebabkan sendi-sendi sulit untuk digerakkan karena adanya hambatan dari otot, kondoisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot-otot yang mengalami kekakuan. Akinesia/bradikinesia (Gerakan menjadi Lambat) Kinesia berarti bergerak, bradi berarti lambat, pada Parkinson akan terjadi perlambatan gerakan, perlambatan ini meliputi bermacam bentuk seperti berkurangnya ekspresi wajah sehingga wajah seperti memakai topeng, berkurangnya kedipan pada mata, sulit atau lambat untuk memulai suatu gerakan (terutama memulai jalan), berjalan kecil-kecil, tulisan tangan menjadi lambat, kecil dan jelek serta kemampuan koordinasi untuk melakukan suatu keterampilan dalam aktivitas harian. Postural Instability (Gangguan postur tubuh) Gangguan ini akan menyebabkan pasien menjadi mudah jatuh saat berjalan, berjalan tidak seimbang, sulit untuk berputar, keluhan ini biasanya muncul pada tahap lanjut dari penyakit Parkinson. Diagnosis Parkinson dapat ditegakkan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis saraf dan juga dilakukan pemeriksaan penunjang bila diperlukan untuk menegakkan diagnosis lain dengan gejala mirip Parkinson (Parkinsonism). Selain karena proses degenerasi, Gejala mirip Parkinson dapat juga disebabkan oleh Stoke, Hidrosepalus tekanan normal, Demensia Lewi body dan beberapa penyakit degenerative lain. Penanganan penyakit Parkinson meliputi terapi dengan obat-obatan dan terapi supportif. Terdapat berbagai macam obat yang apat digunakan untuk pengobatan Parkinson, antara lain obat golongan Levodopa, Dopamin agonist, dan golongan lainnya. Pilihan terapi sangat individual dengan mempertimbangkan banyak aspek seperti usia, alergi, respon tubuh terhadap obat, efek samping yang mungkin muncul dan faktor lainnya. Pengobatan Parkinson sebaiknya dimulai sedini mungkin seteah diagnosis ditegakkan karena Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif makan tidak menutup kemungkinan akan terdapat peningkatan dosis dikemudian hari pada masa pengobatan dikarenakan read more

  • Kebersihan Tangan

    Keselamatan pasien telah menjadi isu global. Ada lima isu penting yang terkait dengan keselamatan di rumah sakit, yaitu: keselamatan pasien, keselamatan petugas kesehatan, keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas, keselamatan lingkungan yang berdampak terhadap pencemanaran lingkungan dan keselamatan “bisnis” rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup rumah sakit. Namun harus diakui bahwa kegiatan institusi rumah sakit dapat berjalan apabila ada pasien. Karena itu keselamatan pasien merupakan prioritas utama. Keselamatan Pasien adalah unsur yang paling penting dalam pelayanan kesehatan, oleh karena itu Sasaran Keselamatan Pasien merupakan salah satu bab dasar dalam penilaian akreditasi. Kelompok sasaran ini menggarisbawahi mengenai ketepatan identitas, peningkatan komunikasi, keamanan obat, pembedahan yang aman, pengurangan resiko infeksi, dan pengurangan resiko pasien jatuh. Salah satu cara pengurangan resiko infeksi adalah dengan cuci tangan. Cuci tangan 6 langkah menurut WHO dapat meminimalisir terjadinya penyebaran infeksi di Rumah Sakit. Kebersihan Tangan Kebersihan tangan mengacu pada proses membersihkan tangan dengan melakukan cuci tangan dengan menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol. Dalam pengaturan kesehatan, cuci tangan yang benar adalah cara paling sederhana untuk mengurangi lintas transmisi mikroorganisme yang terkait dengan infeksi yang menyebabkan peningkatan lama waktu dirawat , peningkatan biaya perawatan, dan bahkan kematian. Mengukur Kepatuhan Cuci Tangan Pelayan Kesehatan RS Panti Rapih Proses pengukuran Kepatuhan Cuci Tangan Pelayan Kesehatan di RS Panti Rapih mencakup semua Pelayan Kesehatan: dokter, perawat, asisten perawat, dan pelayan kesehatan lain yang berada di Instalasi rawat Jalan, IGD, Rawat Inap (16 ruang rawat inap), Instalasi Hemodialisa, Laboratorium, dan Instalasi Radiologi. Unsur yang diukur meliputi Kepatuhan Cuci Tangan 6 Langkah dan 5 Moment. Komite Mutu dan Keselamatan Pasien (KMKP) RS Panti Rapih bersama dengan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Panti Rapih, manajemen rumah sakit dan pemangku kepentingan klinis telah bekerja sama untuk menyempurnakan program kebersihan tangan sejak tahun 2013. Program yang dilakukan termasuk pelatihan dan penilaian Pelayan Kesehatan di semua bagian. Komite Mutu dan Keselamatan Pasien dan Komite Pencegahan bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS Panti Rapih melakukan monitoring kepatuhan Pelaksanaan 6 Langkah Cuci Tangan dan Kepatuhan Pelaksanaan 5 Moment Kebersihan Tangan Pelayan Kesehatan melalui observasi tertutup. Ini berarti bahwa Pelayan kesehatan tidak menyadari bahwa mereka sedang diamati oleh auditor. Hal ini dilakukan karena auditee cenderung memiliki kecenderungan untuk mengubah perilaku mereka ketika mereka tahu bahwa mereka sedang di audit (Hawthorne effect). Kepatuhan Pelaksanaan 5 Moment didefinisikan sebagai jumlah Pelayan Kesehatan yang melalukan five moment cuci tangan dengan benar dibagi dengan jumlah Pelayan Kesehatan yang dilakukan survey , dikalikan dengan 100 dan dinyatakan sebagai persentase. RS Panti Rapih mengadopsi pedoman Organisasi Kesehatan Dunia “WHO” pada “5 Moments of Hygiene” ¹, yaitu : Sebelum bersentuhan pasien, sebelum melakukan tindakan invasif, setelah bersentuhan dengan ekskresi, setelah menyentuh pasien, dan setelah menyentuh lingkungan pasien. Kepatuhan Pelaksanaan 6 Langkah Cuci Tangan didefinisikan sebagai jumlah petugas yang melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar dibagi jumlah petugas yang dilakukan survey, dikalikan dengan 100 dan dinyatakan sebagai persentase. Pelatihan staf Pelayan Kesehatan tentang  kebersihan tangan dilakukan bersamaan dengan orientasi bagi pegawai baru, penempelan poster read more

  • Demam

    Keceriaan anak atau aktivitas orang dewasa kerap kali terganggu oleh demam. Tulisan ini akan menguraikan sedikit tentang demam sehingga pandangan kita terhadap demam dapat lebih menyeluruh. Demam menurut kamus umum adalah suhu tinggi yang abnormal dan biasa diikuti dengan menggigil, sakit kepala, dan bila sudah parah: mengigau. Ensiklopedia online menjelaskan demam dengan definisi yang agak lain. Ada definisi lain yang bisa ditemukan dan menjadi pegangan para pelayan kesehatan. Demam dikatakan sebagai naiknya set-point suhu tubuh di hipotalamus. Dengan bergesernya set-point (patokan) ini, hipotalamus mengirimkan sinyal untuk menaikkan suhu tubuh. Sebelum memahami tentang gejala penyakit paling umum ini, kita perlu tahu bagaimana suhu tubuh kita diatur. Suhu tubuh diatur di hipotalamus. Hipotalamus adalah bangunan kecil di bagian bawah otak yang kira-kira hanya berukuran 0,3% dari total volume otak. Walau demikian, bangunan ini mengatur integrasi yang luar biasa, meliputi pengendalian cairan dan elektrolit tubuh, keseimbangan energi, reproduksi, suhu, sistem kekebalan, dan lain-lain. Para pelajar dan mahasiswa kadang mengacaukan hipotalamus ini dengan hipofisis (pituitary) oleh karena letak dan peranannya yang sama-sama kompleks. Hipotalamus dapat menjalankan fungsi tersebut karena diatur oleh hubungan melalui sistem saraf, sistem peredaran darah, dan kemungkinan juga melalui cairan otak (cairan serebrospinal). Suhu tubuh dapat diukur dengan berbagai cara menggunakan termometer. Cara pengukuran yang paling lazim dilakukan adalah dengan meletakkan termometer di ketiak. Selain itu, termometer dapat pula diletakkan di mulut, anus, atau vagina. Pengukuran yang paling baik tentu di anus karena dekat dengan pusat tubuh dan tidak terlalu banyak faktor pengacau. Pengukuran di mulut mudah dilakukan sekaligus akurat, namun dapat terganggu oleh kebiasaan bernafas lewat mulut, suhu minuman, dan lain-lain. Suhu normal tubuh kita diukur di mulut adalah 36,70 (360 – 37,40 C) pada pagi hari. Suhu di anus dan vagina adalah setengah derajat lebih tinggi, dan suhu di ketiak setengah derajat lebih rendah. Suhu tubuh kita berfluktuasi sebesar setengah sampai satu derajat setiap harinya. Paling rendah pada pagi hari dan paling tinggi pada awal malam hari. Patokan suhu tubuh di hipotalamus dapat naik karena peran prostaglandin.  Prostaglandin  timbul akibat induksi pirogen endogen (sitokin). Sitokin dihasilkan oleh sel-sel sistem kekebalan tubuh karena adanya infeksi atau adanya cedera pada jaringan. Sampai saat masih belum jelas benar bagaimana suatu infeksi atau cedera pada suatu jaringan bisa menginduksi reaksi kenaikan set-point suhu tubuh. Sebagian besar obat turun panas  bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin dalam tubuh. Kenaikan patokan suhu tubuh pada hipotalamus ditanggapi tubuh dengan menambah produksi panas, dengan jalan menggigil dan menaikkan laju metabolisme basal. Dengan produksi panas yang bertambah, suhu tubuh menjadi naik. Apabila sumber keluarnya sitokin telah disingkirkan, patokan suhu tubuh kembali ke normal. Pada waktu ini, tubuh tahu bahwa suhu tubuh lebih tinggi daripada patokan yang ditentukan. Segera hipotalamus bereaksi dengan merangsang keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Mengapa suhu tubuh harus naik akibat adanya sitokin? Ini juga belum sepenuhnya jelas. Demam mungkin bermanfaat sebab mikroorganisme penyebab penyakit tumbuh dalam rentang suhu yang sempit sehingga kenaikan suhu akan menghambat pertumbuhannya. Sistem kekebalan tubuh juga diuntungkan dengan adanya demam karena produksi antibodi meningkat dengan adanya demam. Walau demikian, suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat merusak sistem saraf dan dapat mematikan. Kontroversi manfaat demam read more

  • Harapan Tentang Pemberantasan HIV AIDS

    Harapan tentang pemberantasan HIV AIDS -terutama pada anak-  yang perlu mendapatkan dukungan kita semua Perayaan Hari AIDS Sedunia (World AIDS Day) pada Jumat, 1 Desember 2017 memiliki tema ‘hak atas sehat’ (Right to health), dengan menyoroti hak 36,7 juta orang atau semua orang yang hidup dengan HIV, untuk tetap sehat. Apa yang harus disadari? Pada tahun 2015, para pemimpin global telah menandatangani Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, dengan tujuan  untuk mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2030. Di bawah slogan “Everybody counts”, 36,7 juta orang tersebut harus memperoleh akses terhadap obat yang aman, efektif, berkualitas dan terjangkau, termasuk prosedur diagnostik dan layanan perawatan kesehatan yang dibutuhkan, sekaligus  memastikan bahwa mereka dilindungi terhadap risiko beban pembiayaan. Dengan UHC, maka tidak boleh ada lagi orang yang tertinggal, layanan kesehatan harus yang berkualitas tinggi, dan layanan HIV, tuberkulosis dan hepatitis harus terintegrasi. Selain itu,  orang yang hidup dengan HIV, termasuk anak, memiliki akses terhadap perawatan yang terjangkau. Secara global diperkirakan 3,2 juta anak hidup dengan HIV pada akhir tahun 2013. Infeksi HIV pada anak terutama disebabkan penularan dari ibu, yaitu pada periode kehamilan, selama dan setelah persalinan. Data dari Ditjen PP & PL Kemkenkes RI pada 18 Mei 2016 menunjukkan bahwa, sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Desember 2016,  HIV-AIDS tersebar di 407 (80%) kabupaten/kota di seluruh  Indonesia. HIV-AIDS pertama kali ditemukan di Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2012. Kemenkes juga melaporkan prevalensi HIV/AIDS sudah turun menjadi 0,33% (697.142 orang) di tahun 2016. Hingga Juli tahun 2017, yang masih terus mendapatkan obat ARV (Anti Retro Viral) sebanyak 83.517 orang. Dengan intervensi yang manjur (efficacious interventions), risiko penularan HIV dari ibu-ke-bayi  (mother-to-child HIV transmission) dapat dikurangi menjadi 2%.  Namun, intervensi semacam itu masih belum dapat diakses secara luas atau tersedia di kebanyakan negara atau daerah yang terbatas sumber daya, tetapi beban HIV tinggi.  Jumlah anak di bawah 15 tahun yang menerima ARV di negara berpenghasilan rendah dan menengah meningkat dua kali lipat dari tahun 2009 sampai 2013, dari 355.000 sampai 740.000 orang.  Pada akhir tahun 2013, kurang dari seperempat (23%) anak yang hidup dengan HIV menerima ARV di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dibandingkan dengan lebih dari sepertiga (37%) dari orang dewasa pada tahun 2009. Kementerian Kesehatan RI Tahun 2014 memberikan panduan kapan kita harus memikirkan adanya infeksi HIV pada anak, dengan cara  melakukan temuan kasus (case finding).  Masalah terbesar adalah menentukan cara diagnostik yang terbaik.  Bayi dan anak wajib menjalani tes HIV, apabila anak menderita penyakit yang berhubungan dengan HIV, seperti  TB berat atau mendapat OAT berulang, malnutrisi, atau pneumonia berulang, dan diare kronis atau berulang. Juga bayi yang  lahir dari ibu terinfeksi HIV dan sudah mendapatkan perlakuan pencegahan penularan dari ibu ke anak. Selain itu, bila  salah satu saudara kandungnya didiagnosis HIV; atau salah satu atau kedua orangtua meninggal oleh sebab yang tidak diketahui, tetapi masih mungkin karena HIV. Kasus lain adalah anak yang terpajan atau potensial terkena infeksi HIV, baik melalui jarum suntik yang terkontaminasi, menerima transfusi darah berulang ataupun  mengalami kekerasan seksual. Untuk read more

  • Cara Pemberian Obat pada Anak dan Bayi

    Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh orangtua anak maupun bayi di Farmasi RS Panti Rapih: Apa yang diperhatikan dokter saat memberikan obat pada bayi atau anak? Saat meresepkan obat untuk bayi dan anak, dokter akan melihat: Diagnosa penyakit berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium (jika diperlukan). Usia bayi. Semakin kecil usia bayi semakin banyak obat yang belum boleh diberikan. Berat badan bayi. Dosis obat diberikan berdasarkan berat bayi sehingga penimbangan berat badan sangat penting. Jika obat si kecil tersisa, bolehkah diberikan kembali bila suatu waktu ia mengalami penyakit yang sama? Bergantung jenis obatnya, jika: Antibiotik. Tidak boleh! Apapun bentuknya baik itu sirup atau puyer. Antibiotik harus dihabiskan atau sesuai instruksi dokter. Racikan. Baik sirup maupun puyer sebaiknya tidak diberikan, dikhawatirkan terdapat jenis obat yang tidak bisa dikonsumsi kembali. Obat sirup. Boleh diberikan, misalnya obat penurun panas, batuk, pilek, dan lain-lain. Puyer, seperti obat kejang atau obat emergency lainnya, bisa diberikan asalkan kondisi obat tidak berubah, baik warna atau tekstur (menggumpal/tidak). Serta, berat badan atau usia bayi tidak jauh berbeda saat obat tersebut diberikan. Obat sirup dapat tahan berapa lama setelah kemasannya dibuka? Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti. Ibu sebaiknya mengecek kembali kondisi dan tanggal kadaluwarsa obat. Bagaimana cara penyimpanan yang baik untuk obat sirup sisa? Tutup botol obat dengan rapat, cuci/lap dengan air hangat untuk menghilangkan sisa obat di luar botol. Letakkan di tempat yang tertera dalam kemasan obat. Jika diminta di dalam lemari pendingin, sebaiknya tidak di freezer, tempatkan pada wadah terpisah yang tertutup agar tidak terkontaminasi dari sayuran atau bahan lainnya yang ada dalam lemari pendingin. Simpan dalam suhu ruangan yang terjaga (26 – 27 derajat Celsius) dan hindarkan dari sinar matahari langsung. Bolehkah si kecil diberikan obat milik bayi atau anak lain? Lihat kondisi si kecil. Prinsipnya boleh saja, terbatas obat untuk pertolongan pertama, misalnya penurun panas, asalkan usia atau berat badan antara bayi satu dengan lainnya tidak jauh berbeda, bisa menggunakan aturan pemakaian yang sama. Tapi bila berbeda berat badan maupun usianya tanyakan kepada apoteker Anda. Untuk obat-obat selain obat penurun panas disarankan untuk memeriksakan ke dokter agar pengobatan sesuai dengan kondisi dan dosis yang diperlukan. Mana lebih baik, obat penurun panas golongan paracetamol atau ibuprofen? Dua-duanya sama saja, namun kadang ada yang merasa lebih cocok menggunakan paracetamol dibandingkan ibuprofen atau sebaliknya. Tapi biasanya untuk anak yang memiliki riwayat kejang atau panas yang sulit turun, dokter mungkin mengombinasikan 2 jenis obat penurun panas yang diberikan secara selang-seling. Untuk kasus yang diduga demam berdarah dengue, pemberian parasetamol menjadi pilihan. Dikarenakan pemberian ibuprofen diduga dapat mengakibatkan turunnya jumlah trombosit.   Kapan boleh diberikan obat penurun panas ulang setelah pemberian yang pertama? Pemberian diulang 4 – 6 jam setelah pemberian obat sebelumnya. Jika panas sulit turun, ibu dapat memberikan bayi minum lebih banyak dan mengompres badannya dengan air hangat.   Mana lebih baik, obat penurun panas lewat mulut atau anus? Sama saja, namun obat yang diberikan melalui anus bereaksi lebih cepat. Tetapi pemberiannya disesuaikan juga dengan keluhan si kecil. Jika bayi muntah, obat akan diberikan melalui anus. read more

  • Leptospirosis Pasca Banjir

    Bencana banjir pada puncak siklon tropis Cempaka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Timur selatan pada Selasa, 28 November 2017 sangat memprihatinkan. Bahaya ikutan setelah banjir surut adalah *penyakit leptospirosis yang mematikan.* Leptospirosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia  (zoonosis). Apa yang perlu kita waspadai? Leptospirosis pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Dr. Adolf Weil dengan gejala *demam tinggi disertai beberapa gejala saraf serta pembesaran hati dan limpa.* Penyakit dengan gejala tersebut di atas oleh Goldsmith 1887 disebut sebagai Weil’s Disease. Pada tahun 1915 Dr. Inada berhasil membuktikan bahwa “Weil’s Disease” *disebabkan oleh bakteri Leptospira icterohemorrhagiae.* Pada tahun 2016  yang lalu kasus leptospirosis di Indonesia mencapai 343 orang, meninggal  47 orang dan CFR (Case Fatality Rate) 13,70%, sedangkan di DIY dengan jumlah kasus 17 orang, meninggal 6 orang, *maka CFR di DIY sangat tinggi, yaitu 35,29%.* Pada usia lebih dari 50 tahun kematian mencapai 56%. Di beberapa publikasi angka kematian dilaporkan antara 3-54% tergantung sistem organ yang terinfeksi. *Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui air (water borne disease).* Urin (air kencing) dari individu yang terserang penyakit ini merupakan sumber utama penularan, baik pada manusia maupun pada hewan. *Hujan deras akan membantu penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir.* Kejadian Leptospirosis pada manusia banyak ditemukan pada pekerja pembersih selokan, *karena selokan banyak tercemar bakteri Leptospira.* Leptospirosis dapat juga mengenai anak, yang tinggal *di lingkungan padat perkotaan dengan banyak tikus rumah yang berkeliaran.* Masa inkubasi Leptospirosis pada manusia yaitu 2-26 hari. Infeksi Leptospirosis mempunyai manifestasi yang sangat bervariasi dan *kadang tanpa gejala, sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis, apalagi pada infeksi subklinis yang ditandai dengan flu ringan sampai berat.* Hampir 40% penderita terpapar infeksi tidak bergejala *tetapi pemeriksaan serologis positif.* Sekitar 90% penderita akan *mengalami mata dan kulit kuning ringan, sedangkan 5% kuning berat yang dikenal sebagai penyakit Weil.* Perjalanan penyakit Leptospira terdiri dari 2 fase, *yaitu fase septisemik dan fase imun.* Pada periode peralihan fase selama 1-3 hari kondisi penderita mungkin terlihat membaik. *Fase Septisemik dikenal sebagai fase awal atau fase leptospiremik karena bakteri dapat diisolasi dari darah, cairan serebrospinal dan sebagian besar jaringan tubuh.* Pada stadium ini, penderita akan mengalami gejala mirip flu selama 4-7 hari, ditandai dengan demam, kedinginan, dan kelemahan otot. Gejala lain adalah sakit tenggorokan, batuk, nyeri dada, muntah darah, nyeri kepala, takut cahaya, gangguan mental, radang selaput otak (meningitis), serta *pembesaran limpa dan hati.* Fase Imun sering disebut *fase kedua atau leptospirurik karena sirkulasi antibodi dapat dideteksi dengan isolasi kuman dari urin,* dan mungkin tidak didapatkan lagi dari darah atau cairan serebrospinalis. Fase ini terjadi pada 0-30 hari akibat respon pertahanan tubuh terhadap infeksi. Gejala tergantung organ tubuh yang terganggu seperti selaput otak, hati, mata atau ginjal. Jika yang diserang adalah selaput otak, maka akan terjadi depresi, kecemasan, dan sakit kepala. Pada pemeriksaan hati didapatkan kulit kuning, pembesaran hati (hepatomegali), dan tanda koagulopati. Gangguan paru-paru berupa batuk, batuk darah, dan sulit bernapas. Gangguan hematologi berupa peradarahan dan pembesaran limpa (splenomegali). Kelainan jantung ditandai gagal jantung atau read more