Manajemen Protein Pada GGK

Manajemen protein dan elektrolit lewat terapi diet merupakan hal penting dalam menghambat penurunan fungsi ginjal seperti pada penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal.

Ginjal tdd nefron yg dibentuk oleh glomerulus (bagian filtrasi/saringan) dan tubulus (bagian ekskresi serta reabsorpsi). Tiap ginjal mengandung 1 juta nefron yg jumlahnya akan menyusut dgn pertambahan usia. Pada penyakit ginjal kronis, penyusutan itu berlangsung lebih cepat shg dalam waktu 6 bulan dapat mencapai stadium terminal yg disebut gagal ginjal (jika laju filtrasi atau GFR < 15% shg diperlukan dialisis atau transplantasi). Krn itu, manajemen protein dan elektrolit lewat terapi diet dan suplemen gizi sangat penting untuk mencegah penyusutan tsb.

FUNGSI GINJAL
Fungsi filtrasi glomerulus meliputi:
1. Pengeluaran zat beracun spt zat kimia, obat2an dan aditif pangan yg nefrotoksik. Dalam makanan t.u. makanan kemasan ada 6 P: pemutih, penjernih, pengawet, pewarna, penyedap, pemanis dan pestisida. 6 P tsb umumnya terdapat dalam 6 S: snack, soup (kuah mak kaleng dan mie instan), sauerkraut (sayur atau acar yg diawetkan), salted (ikan asin dll), smoked (ham, susis, daging asap) dan sauces (saus tomat, kecap). Ginjal yg sakit  tidak dapat mengeluarkan metabolit zat2 kimia ini ke dalam kencing.
2. Pengeluaran limbah hasil metabolisme protein (waste product) yaitu: ureum (atau BUN), kreatinin dan asam urat.
3. Pengeluaran gula jika kadarnya berlebihan (jika kadar gula darah > 180 mg/dL) krn gula dapat mengikat protein sel darah merah (hemoglobin) dan pemb darah lewat reaksi glikosilasi.
4. Mempertahankan protein darah (albumin) agar cairan plasma tetap dalam pemb. darah. Albumin < 2,5 dapat menimbulkan sembap jaringan bahkan penambahan cairan dalam rongga tubuh spt asites.

Fungsi tubulus antara lain:
1. Mempertahankan keseimbangan elektrolit spt kalium, natrium, klorida, kalsium dan fosfor.
2. Mempertahankan keseimbangan asam basa.
3. Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.

Selain fungsi di atas, ginjal juga berfungsi utk:
1. Menghasilkan vitamin D aktif yg disebut kalsitriol. Tidak adanya kalsitriol dan gangguan fungsi kel paratiroid pada GGK akan menimbulkan kerapuhan tulang krn penurunan kalsium dan peningkatan fosfat (osteodistrofi renal).
2. Menghasilkan eritropoitin yg menstimulasi pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang.
3. Mengelola metabolisme KH dan lemak. Pada GGK juga terjadi kenaikan kolesterol jahat sementara kadar gula turun krn sebagian insulin dirombak oleh ginjal shg penurunan fungsi ginjal juga menyebabkan hiperinsulin.

TERAPI DIET
Diet tinggi kalori rendah protein.. Tinggi kalori dapat diperoleh lewat makanan sumber KH yg rendah protein spt nasi. Protein dibatasi 40 g/hari (normalnya 60 sampai 90 g/hari). Dari penelitian saat ini dianggap protein nabati bisa diberikan bersama protein hewani(kalau diet rendah protein yg lama, protein nabati tidak dibolehkan).

Keuntungan protein nabati:
1. Menghindari akumulasi fosfor pd GGK.
2. Tidak mengandung kolesterol.
3. Memiliki kandungan protein yg lebih rendah daripada protein hewani dan KH utk sumber energi.
4. Mengandung arginin yg diperlukan pada urea cyle.

“Grain-based vegetarian diet helps CKD patients avoid accumulating toxic levels of phosphorus in their bodies (the result of a research from US published in the Clinical Journal of the American Society of Nephrology.)”

Diet rendah kalium dan natrium dilakukan jika terdapat kenaikan kadar kedua elektrolit tsb. Makanan yg sangat tinggi kalium spt kurma (dates), seaweed dan molasses dihindari. Sedangkan air kelapa, jus jeruk dan tomat, pisang dan air kacang hijau yg juga kaya kalium dibatasi. Garam sbg sumber natrium dibatasi hingga 6 g garam dapur per hari. (Sedang AKG kalium adalah 4,7 g/hari.) Namun, pemberian NaHCO3 (soda kue) dosis-rendah ternyata dapat mengurangi asidosis dan hiperkalemia pada GGK (The Royal London Study reported in the Journal of the American Society of Nephrology).

Suplemen gizi lain yg sering diberikan pada GGK a.l. asam alfa-keto, asam folat, zink dan vit B selain obat untuk memperbaiki perfusi darah ginjal dan mengontrol TD serta kolesterol.

dr. Andry H.

Posted in KIA and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *