Diet Vegan

Diet vegan merupakan diet dengan konsumsi makanan nonhewani yang secara alami lebih cocok bagi manusia agar dapat hidup sehat dan kalau berumur panjang (yang bisa mencapai 120 tahun) tetap memiliki kualitas hidup yang baik. Kondisi umur panjang dengan kualitas hidup yang baik ditemukan pada suku Hunza di Himalaya dan penduduk di Okinawa Jepang.

Sebaliknya orang Eskimo yg tidak pernah makan sayuran/buah dan kacang-kacangan hanya memiliki harapan hidup di sekitar 30 tahunan karena mereka menghadapi risiko perdarahan yang dapat terjadi sebagai akibat tidak adanya asam lemak omega-6 (yang terdapat dalam minyak nabati) sementara kandungan omega-9-nya tinggi pada makanan mereka. Agar terdapat keseimbangan antara pembekuan dan pengenceran darah, seharusnya konsumsi asam lemak omega-3 dan -6 berada dalam keadaan seimbang pula. Diet vegan atau semivegan (kalau belum terbiasa, kita tidak harus vegan murni atau semivegan) dianjurkan utk manusia karena beberapa alasan:

1. Manusia lebih cenderung ke arah herbivor karena memiliki geraham dgn gerakan rahang yg bisa horizontal (karnivor hanya memiliki gerakan rahang yg vertikal) dan juga mempunyai usus yg panjang (usus karnivor lebih pendek). Daging yg cepat membusuk tidak cocok utk usus yg panjang.
2. Manusia berkeringat pada kulitnya shg berbeda dgn karnivora yang mendinginkan tubuh dgn lidahnya (krn itu, anjing sering menjulurkan lidahnya bila kepanasan)
3. Manusia minum dgn cara menghirup spt herbivor dan tidak menjilatnya spt karnivor.
4. Manusia bersama guinea pig dan chimpanze tidak bisa membuat sendiri vitamin C shg harus mendapatnya dari buah dan sayuran.

Risiko yang pasti harus kita hadapi karena memakan daging secara berlebihan adalah efek karsinogenik dan aterogeniknya mengingat:

(1) Kandungan dioxin dan PCB di lingkungan (rumput) yang dapat termakan oleh ternak. Kedua zat racun ini bisa berada dalam lemak dan hati hewan selama waktu bertahun-tahun (bisa sampai 14 tahun). Keduanya mencemari lingkungan vegetasi lewat pestisida, herbisida serta insektisida dan dapat menimbulkan kanker pada hewan serta manusia yg memakannya. Pencemaran lingkungan oleh dioxin juga dapat terjadi ketika sampah yang terdiri dari bahan-bahan plastik dibakar. Kita tahu bahwa hewan ternak seperti sapi, kambing dan ayam juga mencari makan di tempat pembuangan sampah yang kemungkinan besar sudah tercemar dioxin. Apalagi jika plastik digunakan secara sengaja sebagai bahan tambahan dalam minyak untuk menggoreng makanan agar makanan tetap garing meskipun disimpan lama.
(2) Lemak hewan yang dibakar akan menghasilkan benzpiren yang merupakan zat karsinogenik.
(3) Daging hewan sering diawetkan dgn sodium nitrit yang jika dibakar atau digoreng akan berubah menjadi nitrosamin yg juga zat karsinogenik.
(4) Daging hewan dapat mengandung hormon spt DES (yg sudah tidak dipakai pada manusia krn efek karsinogenik) dan juga AB yg menyebabkan semakin banyak kuman yg resisten thdp AB. Hormon dipakai utk mempercepat pertumbuhan dan penggemukan sedangkan AB mencegah infeksi bakteri pada ternak. Penelitian SEAMEO menemukan 80% hati ayam broiler di Jakarta mengandung residu AB yg tinggi.

Jadi, kalau kita masih memakan daging khususnya daging merah, sebaiknya kita tidak membakar dan menggorengnya tetapi merebusnya dalam bentuk masakan berkuah (sup, soto, rawon). Kalau bisa hindari lemak, darah dan hatinya karena di bagian tubuh inilah terdapat zat-zat kimia berbahaya tersebut. Semua ini saya sampaikan karena dari pengalaman di rumah sakit, saya melihat semakin banyak remaja dan dewasa muda yang mengalami kanker usus besar akibat memiliki pola makan seperti hewan karnivor (hanya makan daging serta junk food dgn berbagai zat kimianya dan tidak menyukai makanan nabati spt sayuran/buah) di samping menderita kanker paru krn kebiasaan merokok di usia remaja. Selain itu, penyakit pembuluh darah (aterogenik) seperti stroke dan serangan jantung koroner juga semakin banyak menimpa laki-laki yang berusia di bawah 40 tahun.

Andry H.

Gula Pengganti

Ada banyak macam gula pengganti yang dapat digunakan oleh pasien diabetes atau kegemukan. Gula ini juga dipakai oleh industri pangan utk menghasilkan kemanisan yang lebih kuat dgn biaya yang jauh lebih rendah.

Berdasarkan kandungan energinya dan sifat alami/sintetik, GP dibagi menjadi:

  1. Gula sintetik spt sakarin, siklamat dan asesulfam-K yg sama sekali tidak mengandung energi karena bukan dari zat gizi.
    2. Gula dari zat gizi misalnya aspartam dari protein atau asam amino; fruktosa (gula buah) yg banyak terdapat dalam buah yang manis, madu, gula aren serta sirup maple dan sukralosa yg berasal dari sukrosa (gula pasir).
    3. Gula alkohol misalnya xylitol, maltitol dll.
    4. Gula lainnya. Misalnya tagalosa dan trehalosa.

Gula tanpa kalori
Sakarin juga merupakan pemanis sintetik nonkalori yg hanya boleh dipakai oleh diabetisi dan pasien obesitas. Tapi kedua pemanis ini dapat ditemukan dalam produk industri pangan. Asesulfam K (K merupakan simbol kalium) adalah senyawa kalium asesulfam yg dibuat sintetik shg tidak mengandung kalori. Kemanisan asesulfam 180-2000 kali gula pasir dan sama dgn kemanisan aspartam. Seperti sakarin, asesulfam memiliki aftertaste agak pahit di lidah. Biasanya asesulfam dicampur dgn pemanis lain spt sukralosa dan aspartam utk meningkatkan kemanisan dan mengurangi aftertaste. Karena tahan panas, asesulfam sering dipakai dalam proses pembuatan makanan dgn pemanasan. Pemanis ini juga bersama pemanis lain banyak ditemukan dalam produk industri pangan seperti soft drink yg zero sugar. Meskipun ada pakar kesehatan yg menganggap asesulfam sbg zat karsinogen, namun FDA masih menganggapnya sebagai pemanis yang aman asalkan takaran pemakaiannya di bawah ADI.Siklamat merupakan salah satu bentuk pemanis tanpa kalori. Pemanis ini di negara Barat sudah tidak digunakan karena dapat menimbulkan kanker kandung kemih.

Gula dari protein
Aspartame merupakan pemanis yg terbentuk dari asam aspartat dan metil ester fenil alanin. Karena pada perubahan pH atau pemanasan, metil ester dapat berubah menjadi metanol dan kemudian formaldehid serta asam format, maka pemakaian aspartam yang sudah disetujui oleh FDA sering mendapat tentangan dari sebagian pakar gizi dan kesehatan. Alasan mereka adalah karena metanol dapat menimbulkan kebutaan sedangkan formaldehid dan asam format merupakan senyawa toksik. Namun, FDA masih mempertahankannya asalkan takaran pemakaiannya di bawah ADI atau Acceptable Daily Intake (dosis 1/100 dari dosis yg menimbulkan gangguan kesehatan pada hewan). Salah satu ciri aspartam yg merugikan adalah bahwa pemanasan dapat menimbulkan rasa logam pada lidah selain mengubah metil ester menjadi metanol dan formaldehid spt disebutkan di atas.

Fruktosa (gula buah) yang juga dikenal sebagai gula jagung terdapat dalam buah dan sayuran yang manis, madu, gula aren dan sirup maple. Gula ini tergolong ke dalam KH sehingga memberikan 4 kcal per gramnya. Karena fruktosa dapat diubah menjadi gula darah (glukosa) oleh hati, maka gula ini memiliki glycemic load yg tinggi shg sekarang tidak lagi dipakai sebagai gula utk diabetisi. Selain dalam buah yg manis, fruktosa terdapat pula dalam madu, kurma, sirup maple dan gula aren.
Sukralosa merupakan pemanis yang dibuat dari sukrosa atau gula pasir dgn mengganti 3 gugus OHnya dengan klorin. Dgn demikian sukralosa tidak menaikkan gula darah, memiliki indeks glisemik yg rendah dan tidak begitu memberikan kalori seperti gula pasir.

Gula alkohol (GA)
Meskipun membawa nama alkohol, GA tidak mengandung etanol atau alkohol. Gula ini terdapat secara alami dalam sayuran dan buah kendati dapat dibuat oleh industri pangan. GA kurang manis dibandingkan sukrosa atau gula pasir (GP) tapi tetap mengandung kalori sekalipun lebih rendah daripada GP. Beberapa jenis GA yg digunakan dalam makanan produk industri adalah isomalt, maltitol, lactitol, sorbitol, xylitol dan ekstrak stevia (high refined stevia).

Gula lain
Tagalosa dan trehalosa merupakan pemanis baru yang digolongkan dalam GRAS (generally recognized as safe). Tagalosa mirip fruktosa tapi dibuat dari laktosa.
Trehalosa terdapat dalam jamur atau cendawan.
Akhirnya meskipun diabetisi boleh menggunakan gula/pemanis pengganti dalam minuman seperti teh, cokelat dan kopi, namun takarannya tidak boleh berlebihan karena sebagai food aditive harus di bawah ADI. Gula pasir sendiri masih boleh digunakan oleh seorang diabetisi asalkan takarannya tidak melebihi 5% dari asupan total kalori (PERKENI 2006) dan hanya dalam sayur/masakan (bukan dalam minuman).

Dr Andry Hartono, SpGK
Klinik MCU dan Gizi Medik
RS Panti Rapih
Yogyakarta

Sup Pancawarna

Ketika saya mencoba memodifikasi komposisi sup pancawarna yg disarankan oleh Dr Kazu, saya mengganti gobo/burdock yg berwarna kuning dgn walo (pumpkin yg juga kuning) termasuk bijinya. Biji walo ini mengandung selenium, salah satu mineral yg sangat penting bagi fungsi antioksidan enzimatik, yaitu glutation peroksidase atau GPx. GPx merupakan sistem pertahanan sel terakhir dalam menghadapi radikal bebas spt superoksida dan hidrogen peroksida. Kegagalan GPx yg diikuti gangguan fungsi glutation sebagai master antioksidan akan mengakibat kematian sel.

Magnesium sebenarnya banyak terdapat dalam klorofil daun dan bagian tanaman yang bewarna hijau. Magnesium bekerja dalam keseimbangan dgn kalsium. Kalsium banyak terdapat dalam makanan hewani sedangkan magnesium dalam makanan nabati. Saya memasukkan brokoli yg bukan hanya kaya akan magnesium tetapi juga mengandung sulforafan salah satu zat antikanker ke dalam komposisi sup pancawarna sebagai pengganti daun lobak.

Lobak yg putih dan daun lobak membuat kita membuang gas usus terus shg cukup mengganggu dan utk menguranginya, saya ganti daun lobak dgn brokoli yg sama-sama berwarna hijau serta kaya akan klorofil (analog hemoglobin pada manusia krn fungsi Hb sbg pembawa oksigen yg mengikat O2 dgn melepaskan CO2 lewat paru sedangkan klorofil mengubah CO2 menjadi O2 lewat daun tanaman).

Sebagai penyedap rasa yg dapat menggantikan rasa gurih dari kaldu ayam atau MSG, saya gunakan “Totole” suatu serbuk penyedap utk makanan vegetarian. Totole terbuat dari sari jamur shitake dan dapat dibeli di toko bahan pangan vegan.

Untuk melancarkan aliran darah, saya tambahkan hioko atau shitake yg bewarna hitam. Jamur hitam mengandung senyawa semacam statin (antikolesterol) dan lentinan yg selain berfungsi sbg antikoagulan juga tidak kalah efektifnya dibandingkan amantadin HCl yg merupakan obat antivirus terkenal. Jamur yg di Cina dikenal dgn nama Mo-er (jamur hitam) atau wood ear ini sebenarnya terdiri dari shitake, jamur tiram, enoki dan jamur kuping (hioko). Di Cina, jamur dikenal sebagai bahan makanan untuk mempertahankan kesehatan pada manula krn fitokimianya melancarkan darah dan mengatur keseimbangan imunitas (Referensi dari Jean Carper, the Food Pharmacy).

Demikianlah manfaat salah satu makanan berbasis nabati bagi kesehatan kita. Mudah2an bermanfaat pula bagi mereka yg mendambakan kesehatan tanpa harus terus-menerus berobat.

dr Andry Hartono

Manajemen Protein Pada GGK

Manajemen protein dan elektrolit lewat terapi diet merupakan hal penting dalam menghambat penurunan fungsi ginjal seperti pada penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal.

Ginjal tdd nefron yg dibentuk oleh glomerulus (bagian filtrasi/saringan) dan tubulus (bagian ekskresi serta reabsorpsi). Tiap ginjal mengandung 1 juta nefron yg jumlahnya akan menyusut dgn pertambahan usia. Pada penyakit ginjal kronis, penyusutan itu berlangsung lebih cepat shg dalam waktu 6 bulan dapat mencapai stadium terminal yg disebut gagal ginjal (jika laju filtrasi atau GFR < 15% shg diperlukan dialisis atau transplantasi). Krn itu, manajemen protein dan elektrolit lewat terapi diet dan suplemen gizi sangat penting untuk mencegah penyusutan tsb.

FUNGSI GINJAL
Fungsi filtrasi glomerulus meliputi:
1. Pengeluaran zat beracun spt zat kimia, obat2an dan aditif pangan yg nefrotoksik. Dalam makanan t.u. makanan kemasan ada 6 P: pemutih, penjernih, pengawet, pewarna, penyedap, pemanis dan pestisida. 6 P tsb umumnya terdapat dalam 6 S: snack, soup (kuah mak kaleng dan mie instan), sauerkraut (sayur atau acar yg diawetkan), salted (ikan asin dll), smoked (ham, susis, daging asap) dan sauces (saus tomat, kecap). Ginjal yg sakit  tidak dapat mengeluarkan metabolit zat2 kimia ini ke dalam kencing.
2. Pengeluaran limbah hasil metabolisme protein (waste product) yaitu: ureum (atau BUN), kreatinin dan asam urat.
3. Pengeluaran gula jika kadarnya berlebihan (jika kadar gula darah > 180 mg/dL) krn gula dapat mengikat protein sel darah merah (hemoglobin) dan pemb darah lewat reaksi glikosilasi.
4. Mempertahankan protein darah (albumin) agar cairan plasma tetap dalam pemb. darah. Albumin < 2,5 dapat menimbulkan sembap jaringan bahkan penambahan cairan dalam rongga tubuh spt asites.

Fungsi tubulus antara lain:
1. Mempertahankan keseimbangan elektrolit spt kalium, natrium, klorida, kalsium dan fosfor.
2. Mempertahankan keseimbangan asam basa.
3. Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh.

Selain fungsi di atas, ginjal juga berfungsi utk:
1. Menghasilkan vitamin D aktif yg disebut kalsitriol. Tidak adanya kalsitriol dan gangguan fungsi kel paratiroid pada GGK akan menimbulkan kerapuhan tulang krn penurunan kalsium dan peningkatan fosfat (osteodistrofi renal).
2. Menghasilkan eritropoitin yg menstimulasi pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang.
3. Mengelola metabolisme KH dan lemak. Pada GGK juga terjadi kenaikan kolesterol jahat sementara kadar gula turun krn sebagian insulin dirombak oleh ginjal shg penurunan fungsi ginjal juga menyebabkan hiperinsulin.

TERAPI DIET
Diet tinggi kalori rendah protein.. Tinggi kalori dapat diperoleh lewat makanan sumber KH yg rendah protein spt nasi. Protein dibatasi 40 g/hari (normalnya 60 sampai 90 g/hari). Dari penelitian saat ini dianggap protein nabati bisa diberikan bersama protein hewani(kalau diet rendah protein yg lama, protein nabati tidak dibolehkan).

Keuntungan protein nabati:
1. Menghindari akumulasi fosfor pd GGK.
2. Tidak mengandung kolesterol.
3. Memiliki kandungan protein yg lebih rendah daripada protein hewani dan KH utk sumber energi.
4. Mengandung arginin yg diperlukan pada urea cyle.

“Grain-based vegetarian diet helps CKD patients avoid accumulating toxic levels of phosphorus in their bodies (the result of a research from US published in the Clinical Journal of the American Society of Nephrology.)”

Diet rendah kalium dan natrium dilakukan jika terdapat kenaikan kadar kedua elektrolit tsb. Makanan yg sangat tinggi kalium spt kurma (dates), seaweed dan molasses dihindari. Sedangkan air kelapa, jus jeruk dan tomat, pisang dan air kacang hijau yg juga kaya kalium dibatasi. Garam sbg sumber natrium dibatasi hingga 6 g garam dapur per hari. (Sedang AKG kalium adalah 4,7 g/hari.) Namun, pemberian NaHCO3 (soda kue) dosis-rendah ternyata dapat mengurangi asidosis dan hiperkalemia pada GGK (The Royal London Study reported in the Journal of the American Society of Nephrology).

Suplemen gizi lain yg sering diberikan pada GGK a.l. asam alfa-keto, asam folat, zink dan vit B selain obat untuk memperbaiki perfusi darah ginjal dan mengontrol TD serta kolesterol.

dr. Andry H.

Puasa

Dalam masa prapaskah, umat Katolik wajib berpuasa pada rabu abu dan jumat agung. Puasa berarti boleh makan kenyang satu kali sedangkan selebihnya makan sedikit sebanyak dua kali. Mereka yang berusia di bawah 18 tahun dan di atas 60 tahun hanya wajib berpantang dan biasanya pantang daging.

Manusia tidak dapat berpuasa air atau tidak minum selama lebih dari 24 jam karena akan terjadi dehidrasi dan gangguan elektrolit yang bisa membawa kematian. Namun manusia yang sehat dapat tetap hidup dengan berpuasa makanan sampai 1 bulan (Musa dan Yesus berpuasa 40 hari). Sedangkan pasien diabetes yang menggunakan insulin atau yang gula darahnya di atas 250 mg/dL tidak dapat berpuasa lebih dari 12 jam karena dapat terjadi ketoasidosis diabetes.

Sumber tenaga manusia berasal dari oksidasi dua jenis zat gizi yaitu karbohidrat dan lemak. Protein sebenarnya bukan zat penghasil tenaga melainkan zat pembangun kendati kalau perlu protein juga dapat dioksidasi menjadi tenaga dengan produk limbah amonia dan ureum. Amonia yang beracun diubah menjadi ureum oleh hati dan ureum dibuang ke dalam air seni lewat ginjal.

Karbohidrat (KH) terdapat dalam bentuk glukosa yang pada orang normal sekitar 100 mg/dL atau total glukosa dalam darah seseorang dengan berat 75 kg hanya sekitar 5 gram dan dalam total air tubuh 45 gram. KH juga terdapat dalam bentuk simpanan yg disebut glikogen. Jumlahnya sedikit karena hanya dapat memenuhi kebutuhan tenaga selama 12 jam, yaitu 100 gram dalam hati dan 200 gram dalam otot yang hanya memberikan 1200 kcal utk memenuhi kebutuhan selama 12 jam. Setelah gula darah dan glikogen terpakai dalam tempo 4 hingga 8 jam dg aktivitas normal (kadar gula darah tidak boleh kurang dari 50 mg/dL) maka tubuh akan menggunakan lemak yg jumlahnya sekitar 20% dari berat badan. Pemakaian lemak sebagai sumber tenaga akan menghasilkan keton bodies yang membuat darah menjadi asam. Karena itu dalam keadaan lapar, mulut pun terasa asam. Ketika lemak tubuh mulai digunakan, berat tubuh pun turun. Bahkan kadar trigliserid dan kolesterol juga turun.

Ketika jumlah lemak tubuh turun sampai kurang dari 10%, maka protein pun ikut digunakan sebagai sumber tenaga. Bahkan pada pasien kanker, protein sejak awal sudah dipakai untuk menghasilkan glukosa yang diperlukan sel kanker (sel kanker tidak bisa menggunakan lemak sebagai energinya dan lemak juga tidak bisa diubah jadi glukosa kecuali gliserol).

Penggunaan protein sebagai sumber tenaga akan menimbulkan pelisutan otot dan keadaan ini pada starvasi dinamakan malnutrisi. (Kwashiorkor pada malnutrisi protein dan marasmus pada malnutrisi kalori). Pada kanker, malnutrisi yang berat ini disebut kakeksia. Pada malnutrisi yang berat, biasanya pasien meninggal karena gangguan elektrolit yang menimbulkan aritmia dan gagal ginjal.

Puasa yang sehat seperti puasa yang tidak melebihi 8-12 jam per hari sebenarnya memberikan manfaat bagi kesehatan seperti penurunan pada risiko kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, kelainan metabolisme seperti diabetes dan dislipidemia, kelainan imunitas dan bahkan puasa yg sehat akan memperlambat proses penuaan.

Menurut Dr. Mark P. Mattson, kepala  laboratorium neurosciences pada the US National Institute on Aging, puasa yg dilakukan tiap 2 hari sekali  (intermittent fasting) memberikan manfaat sama besarnya seperti manfaat diet rendah kalori pada hewan mencit. Sebuah penelitian yg dilakukan pada manusia di Universitas Illinois menunjukkan hasil yang sama. Menurut the US National Academy of Sciences, manfaat puasa yang lain meliputi ketahanan terhadap stres, peningkatan kepekaan insulin, penurunan angka kesakitan dan pertambahan usia harapan hidup. Hasil penelitian yg dilakukan oleh Dr. Eric Ravussin menghasilkan kesimpulan, “Alternate-day fasting may be an alternative to prolonged diet restriction for increasing the life span”. (Puasa setiap 2 hari sekali merupakan alternatif pengganti diet rendah kalori yang lama bagi peningkatan rentang usia). Jadi jika kita berpuasa senin-kemis atau rabu-jumat, manfaatnya sangat banyak bagi kesehatan.

dr Andry H SpGK
Klinik Medical Checkup
RS Panti Rapih
Yogyakarta

Pescetarian

Menurut John Hopkin School of Public Health, kebiasaan tidak makan daging 1 hari dalam seminggu akan mengurangi asupan lemak jenuh sebesar 15% dari diet seseorang. Pengurangan asupan daging dan produk hewani seperti telur serta susu dapat dijadikan salah satu cara bagi pemula diet vegan sebelum menjadi vegan murni. Pescetarianism merupakan salah satu bentuk diet lainnya bagi mereka yg belum dapat mengikuti diet vegetarian total atau murni di samping laktoovovegan. Istilah pescetarian atau pescovegetarian ini berasal dari kata Italia “pesce” yg artinya ikan dan kata Inggeris “vegetarian” yang artinya pemakan makanan nabati atau vegetables. Kamus Merriam-Webster menyebutkan tahun 1993 sebagai tahun memperkenalkan diet sayuran buah, kacang-kacangan dan sereal serta bijian dgn mengikutsertakan ikan dan makanan laut sebagai sumber protein hewani, omega-3, B12 dan zink. Diet ini sebenarnya merupakan diet mediteranian yg digunakan dalam diet DASH (Dietary Action to Stop Hypertension) yg mengikutsertakan pula minyak zaitun sebagai sumber lemak yg baik (MUFA atau omega-9) selain ikan, kacang-kacangan, biji2an/sereal dan sayuran-buah.

Sebuah meta-analisis di tahun 1999 terhadap 5 penelitian yang membandingkan angka kematian pada populasi vegetarian dengan non-vegetarian di negara-negara Barat mendapatkan bahwa angka kematian karena penyakit jantung iskemik lebih rendah 34% pada pescetarians, 34% pada ovo-lakto vegetarian, 26% pada vegan murni dan 20% pada semivegetarian atau kelompok yg makan daging sekali-sekali.

Terhadap diet pescetarian, sejumlah pakar kesehatan mengkhawatirkan adanya zat racun spt merkuri dan PCB pada makanan laut yg tercemar limbah kimia buangan pabrik dan kapal-kapal laut. Namun, pilihan ikan yg aman seperti ikan pegunungan (salmon) atau ikan air tawar (ikan emas, mujair dll) yang hidup alami dapat dilakukan utk mengurangi asupan zat racun tersebut di atas.

The Vegetarian Society, yang mulai mempopulerkan istilah vegetarian di tahun  1847, tidak menggolongkan kelompok  pescetarianism sebagai vegetarian. Namun demikian, diet pescetarian maupun semivegetarian (diet hanya makan protein hewani sekali seminggu) dapat menjadi diet antara sebelum seseorang bisa menjadi vegan murni.

Andryhart
See also: Category:Pescetarians, List of vegans, and List of vegetarians

Katering Diet Rumah Sakit Panti Rapih

Dengan semakin majunya perkembangan jaman, dan semakin besarnya tuntutan hidup maka memunculkan manusia-manusia modern yang dinamis dan aktif (busy person). Semakin sibuknya manusia maka memerlukan segala sesuatunya dengan cepat dan secara kasarnya sesuatu yang instan. Dan ini berkaitan juga dalam makanan, segala sesuatu diperlukan secara cepat dan instan, namun apakah segala sesuatu yang instan tersebut sudah memenuhi kebutuhan kalori tubuh dan yang paling penting adalah “apakah sudah sehat?”

Pertanyaan semacam ini sering terdengar dalam kehidupan kita. Khususnya masyarakat perkotaan yang lebih dinamis. Banyak sekali dikeluhkan oleh keluarga kita juga, khususnya bagi para ibu-ibu yang kurang memiliki waktu dalam rumah tangganya karena kesibukannya. Apakah makanan untuk keluarga sudah sehat? Apakah dengan makanan tersebut sudah baik buat anak kita? Pertanyaan yang sangat menimbulkan dilema.

Namun, sekarang tidak perlu cemas. Melihat hal tersebut, RS Panti Rapih mulai membuat program makanan bergizi yang dapat di pesan-antar (delivery). Dengan kualitas gizi yang terjamin dan mutu yang sudah dianjurkan oleh Ahli Gizi. Dengan biaya yang cukup terjangkau, keluarga Anda akan mendapatkan makanan sehat dan bergizi tinggi. Kami namakan program ini dengan sebutan “Katering Diet”. Dalam Katering Diet kami juga menyediakan makanan / menu khusus bagi penderita penyakit tertentu, yang dapat dilihat dalam daftar dibawah ini.

Berikut adalah daftar makanan diet (per porsi) :

1 Diabetes Melitus
2 Diet Hati
3 Diet Jantung
4 Rendah Kolesterol
5 Rendah Protein (ginjal)
6 Rendah Purin (asam urat)
7 Rendah Garam (hipertensi)
8 Makanan saring
9 Sum – sum
10 Makanan Cair (sonde) blenderize
11 Makanan Vegetarian
12 Rendah Kalori < 1500

Bagi yang tidak sempat datang ke RS Panti Rapih tidak perlu khawatir. Kami tersedia “Delivery Order” dilayani dengan biaya memperhitungkan jauh dekatnya jarak.
Delivery order hanya berlaku untuk pemesanan makan SIANG dan SORE.

Tersedia snack cookies untuk pasien DM (Diabetes Militus) dan kolesterol per topless yaitu :

  1. Sagu Keju
  2. Choco Coconut Cookies

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi :

Instalasi Pelayanan Gizi
RS Panti Rapih Yogyakarta

Tempe Sebagai Sumber B12

Makanan vegetarian termasuk tempe yg menjadi sumber protein utama dalam diet vegetarian secara umum kurang mengandung vitamin B12. Akibat kekurangan B12 adalah anemia pernisiosa dan homosisteinemia. Homosistein merupakan produk konversi sistein yang berpengaruh buruk bagi pembuluh darah dan tergolong ke dalam faktor risiko penyakit Jantung Koroner (PJK) spt halnya LDL kolesterol. Vitamin B12, asam folat dan B6 mencegah konversi sistein menjadi homosistein.

B12 dalam tempe sering dianggap diproduksi oleh kapang Rhizopus yg mengubah kedelai menjadi tempe. Menurut DR Susianto, Ketua IVS Asia Pasifik, sebenarnya B12 dihasilkan oleh bakteri Lactobacillus leichmannii yg ikut tumbuh dalam proses pembuatan tempe. Konsumsi 150 g tempe (6 potong tempe yg tiap2 potongnya seukuran kotak korek api), menurut disertasi DR Susianto, sudah dapat mencegah insidensi anemia defisiensi B12 yg sering ditemukan di antara para vegetarian dan orang-orang yg kurang mengonsumsi produk makanan hewani seperti daging. Sumber B12 lainnya dalam makanan vegan adalah rumput laut atau ganggang laut dan plankton.

Selain memberikan B12, tempe juga dapat menurunkan kadar gula darah 3 jam sesudah makan. Penurunan ini diperkirakan terjadi krn efek antitripsin dalam kedelai yg mendorong pankreas utk lebih banyak menghasilkan bukan hanya enzim tripsin tetapi juga hormon insulin. Kandungan antosianin dalam kedelai hitam juga diperkirakan dapat mencegah glikosilasi hemoglobin (HbA1c) pada diabetes. Glikosilasi ini membuat sel darah merah tidak mampu membawa oksigen kendati sel tersebut masih hidup.

dr Andry
Klinik MCU
RS Panti Rapih
Yogyakarta