Makanan pencegah PJK

Malaysia, berkhasiat utk melebarkan pembuluh darah koroner Jantung. Bahan pangan tsb terdiri dari :50603 Kuala Lumpur, Biotech Division Institute of Biological Sciences University of Malaya.

Beberapa jenis makanan menurut Prof. Dr. S. Vikineswary dari :

* 1 gelas sari/air Apple vinegar
* 1 gelas sari/air Bawang putih
* 1 gelas sari/air Jahe
* 1 gelas sari/airLemon

Cara mengolahnya :
* Campur semuanya dan didihkan dengan perlahan-lahan (api kecil).
* Biarkan sekitar 1/2 jam, untuk menjadi 3 gelas.
* Saring dan diamkan sampai dingin.
* Setelah dingin, tambahkan 3 gelas madu alami, diaduk sampai merata dan simpan dalam botol.

Anjuran pakai :
* Minumlah 1 sendok makan setiap pagi sebelum sarapan.

Cuka apel mengandung hasil fermentasi spt asam laktat yg dapat melarutkan endapan kalsium. Minyak zaitun kaya akan vitamin E yg mencegah oksidasi kolesterol jahat shg tidak terbentuk sel buih dan fatty streak sbg awal aterosklerosis. Bawang putih juga mencegah aterosklerosis krn kandungan selenium bagian dari enzim glutation peroksidase  dan sistein yg merupakan prekursor glutation. Jahe bersifat antiinflamasi dan pereda nyeri krn kandungan gingerol. Dan lemon kaya akan vitamin C dan antioksidan quercetin.

Penyempitan/sumbatan yg berupa timbunan lemak atau endapan kalsium  akan larut krn zat2 berkhasiat di atas shg penyempitan pembuluh darah koroner yg memerlukan pemasangan stent atau operasi angioplasty atau bypass dapat dicegah.

Batu Empedu

Ketika mengalami kolik batu empedu (BE), saya tidak akan pernah lupa akan pengalaman yang terjadi sekitar 20 tahun yang lalu itu. Kejadiannya di tengah malam ketika saya berada dalam keadaan tidur dengan posisi berbaring (sehingga saluran empedu/SE sejajar dgn kantung empedu/KE). Kolik terjadi ketika ada BE yang  memaksa menerobos masuk ke dalam SE karena terdorong oleh kontraksi KE. Jika duduk atau berdiri, batu tersebut hanya mengendap di dasar KE mengingat SE terletak di atas sedangkan dasar KE di bawah (Ingat bentuk KE seperti buah per: lebar di dasar KE dan mengecil di puncaknya yg bersambung dgn SE).

Sakitnya sungguh luar biasa sehingga disebut kolik BE. Untuk meredakan kolik ini, saya harus minum kombinasi pereda sakit, pelemas otot polos pada SE/KE dan obat tidur.
Sakit tersebut terdapat pada perut kanan atas.

Sebelumnya saya memang sering mengalami sakit maag tapi tidak pernah terpikir bahwa sakit maag ini berhubungan dengan BE. Bedanya dgn sakit maag biasa, gejala sakit maag pada BE disertai rasa mudah lelah. Saat serangan juga terdapat rasa lemah yang hebat. Mual, muntah dan kembung juga menyertai.

TANDA ADANYA BE

Bila terjadi peradangan KE, maka ketika tangan kita menekan perut sebelah kanan atas tepat di bawah iga dan kemudian kita bernapas, maka saat menarik napas daerah tsb akan terasa nyeri sehingga kita akan menahan napas. Tanda ini dinamakan tanda Murphy.

Seperti dijelaskan di atas, kolik BE yang berlangsung 30 menit sampai beberapa jam itu diawali dengan gejala maag. Rasa nyeri pada BE  secara klasik terdapat di bagian perut kanan atas yang dapat menjalar ke bahu atau daerah antar-tulang belikat. Pada sakit maag yang asli, nyeri biasanya terdapat di daerah ulu hati. Ketika meraba daerah yang nyeri, kadang-kadang kita dapat merasakan adanya benjolan yg tegang sebesar bola pingpong…

Selain tanda-tanda ini, biasanya dokter juga mempertimbangkan 4F yaitu Fourty (usia sekitar 40 tahun), Female (wanita kendati pria juga bisa mengalaminya), Fatty (gemuk) dan Fertile (dalam usia subur pada wanita karena hormon estrogen diperkirakan berperan dalam memperlemah kontraksi empedu). F kelima atau Fair skin karena BE dianggap lebih sering ditemukan pada wanita berkulit putih.

Namun demikian, diagnosis pasti BE adalah pemeriksaan USG dan CT Scan perut. BE tanpa gejala biasanya ditemukan secara kebetulan pada saat USG perut untuk keperluan medical checkup.

TIPE BE

Ada dua tipe BE: (1) Batu kolesterol dan (2) Batu pigmen.

Yang pertama biasanya terjadi pada penyandang kolesterol, apalagi jika dia menggunakan obat golongan fibrat dan niacin. Kedua  obat ini meningkatkan produksi dan pengeluaran getah empedu (GE) ke dalam usus (karena itu berkhasiat untuk menurunkan kolesterol). Akan tetapi jika KE kita sudah lemah, maka produksi GE yang meningkat itu akan tertimbun dalam KE sehingga terbentuk lumpur (sludge) yang kemudian menjadi BE.

Yang kedua, batu pigmen, biasanya terdiri dari kalsium dan bilirubin. Batu ini umumnya terjadi pada anemia karena peningkatan penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik) dan infeksi KE.

PENANGANAN

Batu empedu yang tidak memberikan keluhan dan gejala apa pun biasanya didiamkan saja karena belum mengganggu KE dan organ lain. Jika batunya tidak terlalu besar, dokter dapat memberikan preparat urododesoksikolat untuk melarutkan BE dan mendorongnya keluar. Obat lain yang diberikan bersifat simptomatik seperti pereda nyeri, preparat enzim, atau antibiotik jika sudah terjadi infeksi.

Bila batunya besar (> 0,8 cm) dan lebih dari satu atau multiple, dokter bedah digestif dapat melakukan salah satu dari dua alternatif ini: (1) kolesistektomi terbuka/laparotomi dan (2) kolesistektomi laparoskopik. Cara pertama dilakukan bila terdapat infeksi berat dan pelengketan. Jika cara pertama memerlukan waktu perawatan minimal 4 hari, maka cara kedua hanya satu hari atau one day care.

Cara lainnya adalah dengan ERS (Endoscopic Retrograde Sphincterotomy) setelah keberadaan BE terbukti lewat ERCP (Endoscopic Retrograde CholePancreatography).

TERAPI DIET

Diet tinggi serat soluble dgn mengurangi asupan gula, tepung dan lemak terutama yang jenuh dgn rantai panjang seperti gajih, santan atau jelantah dapat mencegah pembentukan BE. Kekurangan asupan folat, magnesium, kalsium dan vitamin C dapat meningkatkan pembentukan BE. Sebaliknya serat pangan solubel dan asam lemak omega 3 (minyak ikan, flax seed oil) serta omega 9 (minyak zaitun/olive oil) dapat mengurangi kecenderungan pembentukan BE.

Jus apel lokal (yang agak asam) sebanyak 1/2 sampai 1 gelas dgn ditambahkan 1 atau 2 sendok makan minyak zaitun dipercaya oleh sebagian orang dapat melarutkan BE (karena cuka atau jus apel) dan mendorong BE yang sudah larut itu keluar (karena minyak zaitun).

dr Andry H.
(Sumber dari dr Sabarno P., SpB, pengalaman pribadi dan situs internet)

Dislipidemia

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme* lipid (lemak) yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lemak dalam darah. Kelainan fraksi lipid yang paling utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), kenaikan kadar trigliserida serta penurunan kadar HDL(kolesterol baik). Idealnya kadar HDL dalam tubuh harus tinggi dan kadar LDL, TG dan kolesterol total tidak boleh berlebih.

Kolesterol merupakan salah satu dari komponen lemak itu sendiri. Kehadiran lemak sendiri dalam tubuh kita sesungguhnya memiliki fungsi sebagai zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi lainnya seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

  • Kolesterol mempunyai fungsi dalam tubuh yaitu untuk melapisi dinding sel tubuh, membentuk asam empedu, membentuk hormon seksual, berperan dalam pertumbuhan jaringan saraf dan otak. Kolesterol sebanyak 75% dibentuk di organ hati sedangkan 25% diperoleh dari asupan makanan.
  • Kenaikan kadar kolesterol di atas nilai normal diantaranya disebabkan oleh berlebihnya asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan serta makanan-makanan yang dewasa ini disebut sebagai makanan sampah (junkfood).
  • Trigliserida adalah asam-asam lemak dan merupakan jenis lemak yang paling banyak di dalam darah.
  • Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah (hipertrigliseridemia) juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Tingginya trigliserida sering disertai dengan keadaan kadar HDL rendah. Sementara yang lebih mengerikannya lagi, ditemukan pula pada kadar trigliserida diatas 500 mg/dl dapat menyebabkan peradangan pada pankreas.
  • Kadar trigliserida dalam darah banyak dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan kegemukan.
  • HDL dikatakan kolesterol baik karena berperan membawa kelebihan kolesterol di jaringan kembali ke hati untuk diedarkan kembali atai dikeluarkan dari tubuh. HDL ini mencegah terjadinya penumpukkan kolesterol di jaringan, terutama di pembuluh darah.
  • LDL dikatakan kolesterol jahat karena LDL berperan membawa kolesterol  ke sel dan jaringan tubuh. Sehingga bila jumlahnya berlebihan, kolesterol dapat menumpuk dan mengendap pada dinding pembuluh darah dan mengeras menjadi plak. Plak dibentuk dari unsur lemak, kolesterol, kalsium, produk sisa sel dan materi-materi yang berperan dalam proses pembekuan darah. Hal inilah yang kemudian dapat berkembang menjadi menebal dan mengerasnya pembuluh darah yang dikenal dengan nama aterosklerosis. Nilai LDL dan HDL berdampak terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nilai LDL yang tinggi dikaitkan dengan risiko tinggi terhadap serangan jantung, sebaliknya HDL tinggi dikaitkan dengan risiko rendah.

Pemeriksaan penyaring untuk profil lipid sebaiknya dilakukan orang dewasa berusia diatas 30 tahun atas anjuran petugas kesehatan atau atas permintaan sendiri. Pemeriksaan selektif harus dilakukan pada mereka yang berisiko tinggi untuk terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu:

  • Bukti adanya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan atau manifestasi penumpukan plak lemak di pembuluh darah yang lain.
  • Riwayat keluarga PJK usia dini.
  • Riwayat keluarga dengan dislipidemia
  • Bukti adanya faktor risiko PJK yang lain (DM, Hipertensi, Obesitas, Merokok)
  • Atau atas permintaan sendiri.
Profil Lipid Diinginkan Diwaspadai Berbahaya
·         Kolesterol <200 200-239 >240
·         Trigliserida <150 150-199 >200
·         HDL >45 36-44 <35
·         LDL <130 130-159 >160

Angka patokan kadar lipid yang memerlukan pengelolaan, penting dikaitkan dengan terjadinya komplikasi jantung dan pembuluh darah. Dari berbagai penelitian jangka panjang di negara-negara barat, yang dikaitkan dengan besarnya resiko untuk terjadinya Penyakit Jantung dan Pembuluh darah, dikenal patokan kadar kolesterol total sbb :

  1. a) Kadar yang diinginkan dan diharapkan masih aman (desirable) adalah < 200 mg/dl
  2. b) Kadar yang sudah mulai meningkat dan harus diwaspadai untuk mulai dikendalikan   (bordeline high) adalah 200-239 mg/dl
  3. c) Kadar yang tinggi dan berbahaya bagi pasien (high) adalah > 240 mg/dl .

Manajemen Dislipidemia

  1. Umum

Pilar utama pengelolaan dislipidemia adalah upaya non obat yang meliputi

  • Pengelolaan berat badan
  • Pengelolaan diet
  • Latihan jasmani

Pengelolaan Berat Badan

Ada beberapa cara mengetahui berat badan ideal, yaitu:

Indeks Massa Tubuh (IMT)= BB(kg) / TB(m2)

Klasifikasi:

BB kurang     <18,5

BB normal     18,5-22,9

BB lebih        ≥23,0

Berat badan Ideal (BBI) = 90% x (TB-100)x 1 kg.

Bagi pria dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan

wanita kurang dari 150 cm, rumus dimodifikasi menjadi:

Berat badan ideal(BBI)= (TB-100)x 1 kg

BB normal     : BBI ±10%

Kurus            :

Gemuk                    :>BBI+10%

Contoh: A mempunyai BB 70kg dengan tinggi badan 165cm,apakah BB A ini normal?

BBI= 90% x (165-100)x1kg=58,5kg

BB normal= 58,5 ±5,85= 52,65 sampai 64,35 kg, Jadi A termasuk dalam kategori gemuk.

Berdasarkan IMT:

IMT= 70kg/ (1,65)²= 70/2,7225 = 25,71

Berdasarkan IMT, A termasuk kategori BB lebih.

Kesimpulannya: A memerlukan pengelolaan berat badan, dengan pengelolaan diet dan olahraga.

Pengelolaan diet

Pengelolaan diet dimulai dengan menilai pola makan pasien, mengidentifikasi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol serta seberapa sering keduanya dimakan. Jika diperlukan ketepatan yang lebih tinggi untuk menilai asupan gizi, perlu dilakukan penilaian yang lebih rinci, yang biasanya membutuhkan bantuan ahli gizi. Hasil diet ini terhadap kolesterol serum dinilai setelah 4-6 minggu dan kemudian setelah 3 bulan.

Yang perlu diperhatikan pada diet ini:

  • Prinsip modifikasi jenis makanan:
  • Skip (menghindari makanan berlemak dan manis)
  • Trim(membuang lemak pada daging)
  • Pick(memilih blender sayuran dibandingkan jus buah manis)
  • Chew( mengunyah makanan samapai halus, 32 kali kunyahan)
  • Nick(mengurangi jumlah makanan berisiko)
  • Menggantikan karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat sederhana: merupakan makanan yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat sederhana juga tidak bisa menyimpan cadangan glikogen, misalnya nasi putih, roti, terigu, produk makanan jadi( biskuit, snek, gula-gula)

Karbohidrat kompleks: membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah menjadi gula darah, sehingga tidak mudah melepaskan gula ke dalam darah. Contoh: roti gandum, sereal gandum, nasi merah, jagung, ubi dan singkong, oatmeal

  • Makanan Termogenik (membakar kalori): cabai, air es, teh hijau, jeruk nipis, cuka apel, tahu, tempe, dan berbagai produk kedelai lainnya, telur (tanpa kuning), daging ayam (tanpa kulit), ikan kakap, ikan tuna, ikan kembung, ikan tongkol, ikan belanak, berbagai jenis udang, kepiting, kerang.
  • Hindari pengggunaan lemak jenuh.

Kebanyakan berasal dari lemak hewani:  daging, makanan laut, produk susu penuh lemak seperti keju, susu, es krim, kulit unggas, dan kuning telur. Beberapa tumbuhan juga tinggi lemak jenuh seperti kelapa, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol total lebih dari kolesterol diet karena cenderung meningkatkan baik HDL maupun LDL, sehingga penting untuk membatasi lemak jenuh.

  • Hindari penggunaan lemak trans.Asam lemak trans adalah lemak yang diproduksi melalui pemanasan minyak sayur dengan adanya kehadiran hidrogen. Proses ini disebut hidrogenasi. Kebanyakan lemak trans dalam diet orang Amerika dijumpai dalam makanan seperti makanan olahan, makanan ringan, dap lain-lain. Lemak trans bahkan memperburuk kadar kolesterol ketimbang lemak jenuh karena meningkatkan LDL dan menurunkan HDL.
  • Ganti penggunaan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh.Lemak tak jenuh dijumpai pada produk lemak nabati seperti minyak sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ada dua kategori utama, yaitu lemak tak jenuh rangkap banyak yang dijumpai dalam konsentrasi tinggi pada minyak bunga matahari, jagung, dan kedelai, dan minyak tak jenuh tunggal yang dijumpai dalam konsentrasi tinggi pada minyak kanola, zaitun, kacang tanah. Dalam studi di mana lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat, lemak baik ini menurunkan LDL dan meningkatkan kadar HDL.
  • Cara memasak
  1. Memasak lebih diutamakan dengan merebus, mengukus, menumis, hindari memanggang.
  2. Sayuran sebaiknya dimasak setengah matang.
  3. Gunakan penggorengan anti lengket, sehingga mengurangi penggunaan minyak goreng.
  4. Dihindari cara masak dengan banyak minyak (contoh: menggoreng)

Latihan jasmani

Latihan fisik yang minim menjadi faktor risiko berkembangnya penyakit koroner, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Mengapa aktivitas fisik penting? Aktivitas fisik secara rutin bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita dalam berolahraga. Dan yang tak kalah penting adalah untuk pencegahan primer maupun sekunder dari penyakit jantung dan pembuluh darah. Kurang gerak merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Bila dilakukan secara rutin, aktivitas fisik bisa membantu mengontrol kadar lipid dalam darah, diabetes, dan obesitas.

Ada beberapa alasan penting, mengapa aktivitas fisik bisa menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Di antaranya, meningkatkan kelenturan otot serta menguatkan dan memperpanjang daya tahan otot. Aktivitas yang banyak menggunakan otot lengan dan paha, atau disebut aerobik, akan membuat kerja jantung lebih efisien, baik saat olahraga maupun saat istirahat. Sedangkan aktivitas seperti jalan cepat, lompat tali, joging, bersepeda, hiking, atau dansa adalah contoh aktivitas aerobik yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan fisik.

Program olahraga yang didesain untuk meningkatkan kemampuan fisik, dibuat berdasarkan rumus FIT:

  • Frekuensi (seberapa sering: berapa hari dalam seminggu)
  • Intensitas (seberapa berat latihan yang dilakukan: ringan, sedang, atau sangat aktif)
  • Time (berapa lama: misalnya sebulan untuk masing-masing sesi).
  1. KHUSUS

Bila upaya non obat belum memberikan hasil yang maksimal, maka kita dapat menggunakan bermacam-macam obat  tergantung dari jenis dislipidemia. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuan dari pada obat obat tersebut dalam mempengaruhi HDL, Trigliserida, LDL, dan juga diperhatikan pengaruh atau efek samping dari pada obat-obat tersebut .

Saat ini didapat beberapa golongan obat :

1) Golongan resin ( sequestrants )

2) Asam nikotinat dan Acipimox

3) Golongan Statin (HMG-CoA Reductase Inhibitor)

4) Derivat Asam Fibrat

5) Probutol 1

6) Lain – lain

* Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel.

REFERENSI

http://www.aafp.org/afp

Pedoman Deteksi, Prevensi dan Tatalaksana Dislipidemia dalam penanggulangan Penyakit Jantung Koroner, PERKI edisi 1995.