Cegah Stroke! Jangan biarkan Anda Menjadi Salah Satu Penderita Stroke

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia selain serangan jantung dan kanker.  Stroke juga penyebab kecacatan yang paling sering. Kemajuan teknologi kedokteran diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kecatatan, teknologi mutahir saat ini sudah diterapkan sebagai salah satu metode kuratif (pengobatan) bagi pasien yg mengalami  Serangan Jantung, Stroke dan Kanker.

Pengobatan kuratif tidak selalu dapat menjadi andalan. Karena tidak semua tindakan kuratif memberikan hasil yang baik atau kesembuhan yang sempurna. Pada kasus stroke bila sudah terjadi kematian sel otak akibat sumbatan pembuluh darah di otak, maka sel-sel ini tidak akan dapat membaik sehingga menimbulkan kecacatan bagi pasien.

Lain hal nya bila kita mencegah sebelum serangan itu terjadi. Tindakan prevensi atau mencegah lebih baik daripada mengobati karena tidak terdapat kerusakan sel atau jaringan yang dapat menimbulkan kecacatan. Tahun 2019 ini bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia pada tanggal 29 Oktober mengajak semua orang untuk melakukan pencegahan serangan stroke pada diri masing-masing. Tema yang diangkat adalah Dont be the one. Tema ini diangkat karena kegelisahan dunia bahwa 1 dari 4 orang dapat terjadi serangan stroke. Bila ditarik ke tahun 2012 dimana saat ini risiko stroke adalah 1 dari 6, maka saat ini kejadian stroke lebih banyak dibandingkan tahun 2012.

Stroke adalah sebuah final dari pejalanan penyakit. Penyakit-penyakit yang berjalan inilah yang menjadi faktor risiko terjadinya stroke.  Faktor risiko stroke terbagi menjadi 2 bagian yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat diubah antara lain Jenis kelamin, Umur dan Ras. Jenis kelamin laki-laki lebih banyak terserang stroke daripada wanita. Umur lebih dari 40 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi daripada umur yang lebih muda.

Faktor risiko yang dapat diubah melekat erat dengan gaya hidup kita sehari-hari. Faktor risiko ini antara lain kadar gula darah yang tinggi, tekanan darah yang tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, obesitas, merokok, minum minuman beralkohol, kurang olah raga, dan riwayat penyakit stroke atau penyakit jantung sebelumnya.

Saat ini gaya hidup yang tidak sehat sering dijumpai dalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pekerjaan dan aktivitas harian yang padat menyebabkan semua orang menjadi kurang bergerak dan memilih segala sesuatu yang mudah dan cepat saji. Kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol dan obesitas dipengaruhi oleh pola diit yang kurang baik meskipun juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Memilih diit yang instan dengan kalori tidak terukur dapat menyebabkan masalah-masalah di atas.

Tekanan darah harus dijaga dibawah 140/90 mmHg. Kolesterol total dibawah 200mg/dl. LDL kolesterol dibawah 150 mg/dl pada orang normal dan dibawah 100mg/dl pada orang yang pernah mengalami stroke sebelumnya. Gula darah juga harus menjadi perhatiaan utama karena penderita Diabetes di Indonesia terus meningkat. Gula puasa sebaiknya kurang dari 126 mg/dl dan gula 2 jam setelah makan tidak lebih dari 200mg/dl.

Merokok dan minum minuman beralkohol juga menjadi salah satu penyebab stroke. Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang sering ditemukan pada pasien stroke usia muda (kurang dari 40 tahun).  Seseorang yang pernah mengalami stroke atau serangan jantung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadi serangan stroke ulang.

Prinsip dasar mencegah serangan stroke adalab mengendalikan semua faktor risiko stroke yang ada. Karena pencegahan kejadian stroke lebih baik daripada mengobati pasien yang mengalami stroke. Pencegahan selalu dimulai dari diri kita masing-masing, apabila kita menyadari adanya faktor-faktor risiko stroke dalam diri kita maka jangan diabaikan, kerena serangan stroke tidak dapat diprediksi kapan akan datang. Oleh sebab itu lakukan pencegahan mulai sekarang. Jangan biarkan kita menjadi salah satu pasien stroke.

 

 

Oleh:

dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc. Sp.S

RS Panti Rapih Yogyakarta

 

Metode Carbing Untuk Mengendalikan Gula Darah

Salah satu metode dalam terapi gizi medis untuk mengendalikan gula darah (GD) adalah carbohydrate counting atau CARBING.

Caranya adalah sbb:

1) Tentukan dahulu kebutuhan energi anda dari makanan. Anda bisa bertanya pada dokter atau ahli gizi anda.

2) Tentukan jumlah karbohidrat (KH) yang anda butuhkan. Biasanya kebutuhan kita akan KH antara 45% sampai 60%.

3) Ubah jumlah KH dari kilokalori (kcal) menjadi gram.

4) Ubah jumlah KH dari gram menjadi satuan Carbing. 1 Carbing ~ 15 g KH.

5) Distribusikan jumlah Carbing ke sarapan (20%), makan siang (30%) dan malam (20%) serta 3 kali snack (3 x 10%).

6) Ubah satuan Carbing menjadi ukuran rumah tangga (URT) setiap bahan makanan yang mengandung KH dengan mengacu kepada tabel. Tabel dapat ditemukan lewat internet seperti pada www.low-carb-news.com atau searching for carbohydrat counting di Google.

7) Hitung kebutuhan makanan yang tidak mengandung KH yaitu protein hewani dan lemak/minyak.

8) Jika anda masih belum mampu menentukan jumlah makanan yang harus anda makan tiap hari, anda dapat mengikuti pelatihan atau seminar “Metode Carbing” yang akan diselenggarakan di RS Panti Nugroho dengan pembicara dr Andry Hartono, DAN.SpGK dari klinik MCU/Gizi RS Panti Rapih Yogyakarta.

Sup 5 Warna Pencegah Kanker

Kesaksian dr Kazu Tateishi yang ditulis dalam bukunya, Kesehatan dalam Sup Sayuran, dan juga Prof Chuang Shu Qi dari Taiwan, seharusnya membuat kita  mawas diri apakah kita akan mempertahankan hidup sehat dengan makanan alami asli Indonesia ataukah mengorbankan kesehatan kita dengan junk foods dari negara Barat ? Paling tidak pilihan makanan alami dapat menetralkan efek buruk junk foods.

MAKANAN ALAMI

Makanan alami terdiri dari sayuran & buah, beras merah dan kacang-kacangan dengan beragam warna. Sup tradisional kita yang dinamakan sayur asem juga merupakan salah satu makanan alami terbaik warisan nenek moyang kita.

Membiasakan diri makan nasi beras merah dengan sayur asem dan lauk pepes ikan segar sebetulnya merupakan salah satu cara alami untuk menghilangkan pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh junk foods jika kita tidak dapat menghindari pola makan modern ini. Tetapi sayangnya menu alami tradisional di Jawa tersebut kurang disukai anak-anak dan remaja, khususnya menu sayur asem dan sayuran lainnya.

MEMBUAT SUP SEHAT ANTIKANKER

Dr Kazu dan Prof Chuang membuat resep sayuran 5 warna berikut ini sebagai sup pencegah kanker di Jepang dan Taiwan:

1. Bahan dasarnya 5 jenis sayuran: lobak putih 600 gram, sayuran atau daun lobak yang hijau 250 gram, wortel (merah) 250 gram, gobo (burdock root; kuning) 250 gram dan jamur hitam (hioko) 3 – 5 buah atau shitake 50 gram.

2. Sayuran dicuci bersih tanpa membuang kulitnya. Direbus dengan air yang banyaknya 3 kali jumlah sayuran. Rebus sampai mendidih setelah itu, api dikecilkan dan ditunggu selama satu jam.

3. Rebusan sayuran ini bisa diminum dengan bubur/rebusan beras merah asalkan ada selang waktu lebih dari 15 menit. Cara membuat bubur beras merah: 180 gram beras direbus dengan 1 1/5 liter air.

4. Sup sayuran (airnya) dapat disimpan dalam lemari es sebagai minuman kesehatan.

5.Untuk membersihkan pestisida dari sayuran, kita dapat merendam sayuran  selama 30 menit. Kemudian sayuran tsb dicuci dengan air garam selama 5 sampai 10 menit, dibilas dan baru kemudian direbus.

PENUTUP

Untuk mencegah kanker, kita memang harus menghindari zat-zat karsinogenik dalam makanan yang gosong karena dibakar atau digoreng  seperti nitrosamin dalam daging merah, benzpiren dalam lemak dan dietilstilbestrol yang dipakai untuk menggemukkan ternak. Selain itu, pestisida dan zat kimia seperti formalin, borax, pewarna textil, TBHA, plastik dalam makanan juga bersifat karsinogenik jika termakan secara berlebihan. Karena itu, daging berlemak yang dibakar atau digoreng harus dihindari. Begitu juga makanan sumber karbohidrat yang digoreng seperti kentang goreng karena makanan ini mengandung akril amida yang juga karsinogenik.

Untuk mencegah kanker, selain makanan atau minuman alami yang sehat, kehidupan yang rileks tanpa distres atau stres patologis juga dapat mencegah pembentukan kanker. Stres emosional, perilaku (tergesa-gesa, perfeksionis) dan fisik (kurang istirahat, makan tidak teratur, banyak merokok, minuman keras dan obat, perubahan cuaca dll.) semuanya dapat mengakibatkan distres. Konsekuensi distres adalah peningkatan kortisol dan penurunan antibodi secretory-IgA yang menurunkan daya tahan tubuh. Kenaikan adrenalin dengan penurunan kadar serotonin dalam otak juga menyebabkan tekanan darah meningkat, gula darah naik, fibromialgia/pegal linu yang kronis dan sakit kepala sehingga kita semakin stres.

Catatan: karena burdock root tidak ada di Indonesia, saya menggantinya dengan sayuran berwarna kuning.

Diringkas dari situs www.nutrimax.organic.com

Terapi Gizi Medik

Terapi gizi medik (TGM) dahulunya dikenal dengan istilah terapi diet (dietary treatment). Diet sendiri berarti “pengaturan jumlah serta jenis makanan dan jadual makan setiap hari.” Jika dirancang bersama pasien dengan bimbingan dietisien, terapi diet juga dapat dinamakan Perencanaan Menu atau Makan/PM (Menu Planning). PM ini mempertimbangkan pula faktor-faktor nonnutrisi seperti adat istiadat, habit, kultur, psikologi, dan ekonomi.

TGM

Istilah TGM digunakan karena terapi diet dapat pula disertai terapi gizi lain seperti suplementasi. Karena beberapa formula enteral misalnya formula susu diabetes (diabetasol, dianeral, nutren diabetes, glucerna) atau nutraceuticals misalnya kombinasi vitamin B, asam folat dgn zink dan kromium (diabetone, glucobion) atau fitokimia pangan misalnya antosianin/zeaxanthin serta bahan berkhasiat lain misalnya cinnulin sering digunakan sebagai suplemen lewat penulisan resep yang merupakan priviledge medis, maka digunakan istilah terapi gizi medik atau TGM.

Sejarah

Diet DM pertama kali diperkenalkan oleh dr Bouchardat pada tahun 1870an ketika beliau mengamati diabetisi yang makanannya dicatu akibat kelangkaan bahan pangan pasca-perang Perancis Prussian. Diabetisi yang makanannya dicatu ternyata memiliki kadar gula darah yang lebih rendah sehingga beliau menerapkan diet sebagai terapi untuk mengendalikan gula darah (ingat pada tahun itu, insulin dan OHO belum ditemukan).

Dibandingkan insulin yang baru diproduksi dan dipasarkan pada tahun 1921, kemudian OHO generasi pertama seperti tolbutamid dan klorpropamid yang baru diproduksi pada tahun 1955 serta biguanid seperti metformin yang dipasarkan pada tahun 1959, maka terapi diet jelas mempunyai sejarah yang jauh lebih lama.

Tujuan TGM

TGM bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan:

1. Kadar GD mendekati normal (puasa/FPG 90-130, 2 jam pp < 180 dan A1c < 7)
2. TD yang normal (<130/80)
3. Profil lipid yang normal (LDL < 100, HDL > 40, TG < 150)
4. BB yang normal (IMT < 25)

Komponen TGM

TGM terdiri dari 2 komponen plus pengaturan jadual makan. Dahulunya komponen ini dikenal dgn sebutan 3 J: Jumlah makanan, Jenis makanan dan Jadual makan.

Komponen pertama yang berkaitan dgn jumlah makanan dikembangkan menjadi carbohydrate counting (carbing) atau penghitungan jumlah KH yg dibutuhkan dan distribusinya dalam 24 jam. Tentu saja untuk menghitung KH, kita harus menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan per 24 jam dan persentasenya dalam bentuk KH. Menurut PERKENI 2009, persentase KH yg direkomendasikan adalah 45 – 65% dgn jumlah minimal 130 g/24 jam. Gula pasir diperbolehkan dalam sayuran/lauk dgn jumlah maksimal 5% dari Total Energy Intake.

Komponen kedua berhubungan dgn Jenis Makanan yang kemudian dikembangkan dengan memperhitungkan pula Indeks Glisemik (IG) dan Glycemic Load (GL) setiap makanan.

Mengapa harus TGM?

Penelitian terakhir seperti yg dilakukan F Cavalot et al pada tahun 2006 (J Clin Endocrinol Metab 2006;91:813-819) menunjukkan bahwa kenaikan GD 2 jam pp akan menaikkan hazard ratio serangan Jantung Koroner sebesar 2,5 x lipat (dari 2,12 menjadi 5,54). Kita ketahui bahwa kenaikan GD 2 jam PP berkaitan erat dengan IG, GL dan jumlah KH dalam makanan. Dengan kata lain, kematian karena serangan jantung koroner sangat dapat dicegah dgn diet yg dapat mengendalikan lonjakan GD (PG spikes) sesudah makan. PG spikes akan meningkatkan glikosilasi (A1c) yg menurunkan kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen dan melentur masuk ke dalam kapiler yang ukuran lumennya lebih kecil dari ukuran SDM.

Mengukur Unit Carbing

Sebelum mengukur unit Carbing, kita tentunya harus menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan. Berikut ini langkah2 untuk menghitung kebutuhan kalori, KH dan unit Carbing:

1. Hitunglah dahulu kebutuhan basal (BEE) dgn mengalikan BB dgn 25 pada wanita dan dgn 30 pada pria jika BBnya normal (TB < /= 160 pada pria dan </= 150 pada wanita) atau ideal (TB > 160 cm pada pria dan >150 cm pada wanita). BB ideal = 90% (TB – 100); BB normal = TB – 100. Pada diabetisi yang berat badannya berlebih/kurang harus dikoreksi dengan memotong/menambahkan sebesar 20-30% (lihat No. 2).

2. Koreksi BEE dilakukan
Jika diabetisi tsb nonsedentari (bekerja fisik, berolahraga ringan).  Tambahkan hasil di atas dgn 10% pada diabetisi yang nonsedentari.

Pada usia di atas 40 tahun, kurangi 5% utk 40-59 thn, 10% utk 60-69 thn dan 20% utk > 70 thn.

Utk BB lebih atau obesitas, kurangi 20-30% dari hasil penghitungan BEE; untuk BB kurang, tambah 20-30% pada hasil penghitungan BEE.

3. Hasil terakhir dalam kcal diubah menjadi gram (1 g KH = 4 kcal), dan dari gram diubah menjadi unit carbing dgn membaginya dgn angka 15 (karena 1 unit = 15 g KH)

4. Jumlah unit carbing ini selanjutnya didistribusikan pada 3 kali makan utama dan 2-3 kali snack dgn interval waktu sekitar 3 jam.

Di dalam situs www.pantirapih.org dapat ditemukan pula langkah2 menghitung unit carbing.

5. Setelah mendistribusikannya ke dalam 3 makan pokok dan 2-3 camilan, anda harus melihat tabel utk mengetahui jumlah unit carbing pada tiap kelompok bahan pangan. (Ingat KH hanya terdapat dalam 4 kelompok bahan pangan yaitu (1) bahan pangan sumber energi [nasi, roti, mie, jagung, sereal, umbi2an], (2) protein nabati atau kacang-kacangan, (3) sayur-buah dan (4) susu dlm bentuk laktosa).

Protein hewani dan lemak/minyak tidak mengandung KH sehingga memiliki IG yang rendah atau bahkan 0 (lemak/minyak).

IG dan GL

Seberapa besar kenaikan kadar gula darah dalam waktu 3 jam (yg diukur saat puasa dan kemudian sesudah memakan suatu makanan setiap 1/2 jam sekali) menentukan besarnya IG. Sebagai pembanding dipakai glukosa yang ditetapkan memiliki IG 100.

Perkalian IG dgn jumlah KH dalam makanan tsb menghasilkan GL. GL diperlukan karena tidak semua KH atau monosakarida menaikkan GD dgn segera. Sebagai contoh fruktosa yang terdapat dalam corn sugar memerlukan waktu 3 jam untuk diubah menjadi glukosa di dalam hati. Jadi, fruktosa lebih mempertahankan kadar GD yang tinggi ketimbang menimbulkan PG spike. Karena itu, corn sugar yang pernah dipakai sebagai gula pengganti yang alami dgn IG yang rendah sekarang sudah tidak lagi mengingat GLnya yang tinggi.

Untuk penjelasan detail dan tabel IG, anda dapat melihat Majalah Intisari Menu Sehat terbitan bulan Mei Tahun tahun 2009 hal. 106 – 115 (fotokopi terlampir).

Penutup

Di samping TGM, pilar-pilar lain dalam menopang pengendalian FPG meliputi olahraga serta aktivitas fisik yg seimbang dengan istirahat, manajemen stres, monitoring gula darah dan pemakaian OHO/insulin. Semua ini berlandaskan pada pengetahuan diabetisi akan penyakit, komplikasi dan penanganannya lewat konseling perorangan pada klinik edukasi DM dan penyuluhan kelompok. Akhirnya kita harus berpedoman pada motto Joslin, “Diabetisi yang memiliki lebih banyak pengetahuan tentang DM dan penanganannya akan berusia lebih panjang dan memiliki kualitas hidup lebih baik.” Untuk informasi tambahan, anda dapat membuka atau mensearch situs Joslin lewat Google. Situs dalam bahasa Indonesia yang cukup dikenal adalah www.SSdiabetes.org yang dikelola oleh Prof Sidartawan Sugondo SpPD-KEMD.

Dr Andry Hartono, SpGK

Tips Memilih Diet Slimming

Ada berbagai macam diet yang ditawarkan oleh salon, studio atau klinik pelangsingan. Contoh-contohnya a.l. diet Atkins, diet zona, diet Cohen, diet Mayo, diet rendah kalori dan banyak lagi lainnya.

Agar anda tidak bingung memilihkannya, perhatikan tip berikut ini:

1. Pilihlah program diet yang tidak menjanjikan penurunan berat badan (BB) secara instan tapi menjanjikan pengurangan BB yang bertahap dan lestari bersama dengan peningkatan kesehatan dan kebugaran tubuh.

2. Jangan memilih program diet yang disertai pemberian suplemen yang isinya tidak diberitahukan.  Preparat tiroid, peluruh kencing, pencahar, ephedrin dan anorektik seperti misalnya fenfluramin dapat membawa efek samping berbahaya sehingga tidak akan dipakai oleh program diet yang baik. Begitu pula herbal berbahaya seperti ma huang tidak boleh digunakan dalam program diet.

(3) Pilihlah program diet yang sesuai dengan pola hidup dan kesehatan anda. Perbaikan pola hidup yang salah hanya dapat dilakukan secara bertahap dgn berlandaskan kemauan, kemampuan dan kesempatan yang anda miliki.

(4) Pilihlah program diet yang masuk di akal dengan biaya yang layak serta terjangkau. Jika anda hanya mengikuti diet untuk sesaat, dan kemudian berhenti karena biayanya terlalu mahal,  maka selain anda tidak mendapatkan manfaat apa-apa, berat badan anda pun dapat naik lebih tinggi dari BB sebelum diet.

(4) Program diet yang baik biasanya juga disertai pemeriksaan dokter termasuk wawancara, pemeriksaan fisik,  antropometri, tekanan darah dan gula darah, khususnya jika obesitas yang anda alami menyertai suatu penyakit seperti hipotiroid, sindrom Cushing, dan sindrom metabolik serta diabetes tipe 2. Biasanya program ini dilaksanakan oleh dokter MCU dgn bantuan dietisien atau oleh dokter spesialis gizi klinik.

(5) Program yang baik akan menekankan 5 hal sebagai syarat mutlak keberhasilan menurunkan dan mempertahankan BB ideal, yaitu: kemauan kuat, pengetahuan yang benar tentang kesehatan dan gizi, perencanaan makanan yang baik, aktivitas fisik serta OR yg tepat, dan dukungan suami/isteri.

Akhirnya, keberhasilan anda bukanlah karena dokter atau dietisien yang membimbing anda tetapi karena diri anda sendiri. Dengan demikian, keberhasilan itu akan terus menjadi milik anda dan bahkan dapat anda bagikan dengan orang lain, khususnya keluarga sendiri.

dr Andry H
Klinik MCU dan Gizi Medik
RSPR

Sup Pancawarna

Ketika saya mencoba memodifikasi komposisi sup pancawarna yg disarankan oleh Dr Kazu, saya mengganti gobo/burdock yg berwarna kuning dgn walo (pumpkin yg juga kuning) termasuk bijinya. Biji walo ini mengandung selenium, salah satu mineral yg sangat penting bagi fungsi antioksidan enzimatik, yaitu glutation peroksidase atau GPx. GPx merupakan sistem pertahanan sel terakhir dalam menghadapi radikal bebas spt superoksida dan hidrogen peroksida. Kegagalan GPx yg diikuti gangguan fungsi glutation sebagai master antioksidan akan mengakibat kematian sel.

Magnesium sebenarnya banyak terdapat dalam klorofil daun dan bagian tanaman yang bewarna hijau. Magnesium bekerja dalam keseimbangan dgn kalsium. Kalsium banyak terdapat dalam makanan hewani sedangkan magnesium dalam makanan nabati. Saya memasukkan brokoli yg bukan hanya kaya akan magnesium tetapi juga mengandung sulforafan salah satu zat antikanker ke dalam komposisi sup pancawarna sebagai pengganti daun lobak.

Lobak yg putih dan daun lobak membuat kita membuang gas usus terus shg cukup mengganggu dan utk menguranginya, saya ganti daun lobak dgn brokoli yg sama-sama berwarna hijau serta kaya akan klorofil (analog hemoglobin pada manusia krn fungsi Hb sbg pembawa oksigen yg mengikat O2 dgn melepaskan CO2 lewat paru sedangkan klorofil mengubah CO2 menjadi O2 lewat daun tanaman).

Sebagai penyedap rasa yg dapat menggantikan rasa gurih dari kaldu ayam atau MSG, saya gunakan “Totole” suatu serbuk penyedap utk makanan vegetarian. Totole terbuat dari sari jamur shitake dan dapat dibeli di toko bahan pangan vegan.

Untuk melancarkan aliran darah, saya tambahkan hioko atau shitake yg bewarna hitam. Jamur hitam mengandung senyawa semacam statin (antikolesterol) dan lentinan yg selain berfungsi sbg antikoagulan juga tidak kalah efektifnya dibandingkan amantadin HCl yg merupakan obat antivirus terkenal. Jamur yg di Cina dikenal dgn nama Mo-er (jamur hitam) atau wood ear ini sebenarnya terdiri dari shitake, jamur tiram, enoki dan jamur kuping (hioko). Di Cina, jamur dikenal sebagai bahan makanan untuk mempertahankan kesehatan pada manula krn fitokimianya melancarkan darah dan mengatur keseimbangan imunitas (Referensi dari Jean Carper, the Food Pharmacy).

Demikianlah manfaat salah satu makanan berbasis nabati bagi kesehatan kita. Mudah2an bermanfaat pula bagi mereka yg mendambakan kesehatan tanpa harus terus-menerus berobat.

dr Andry Hartono

Pescetarian

Menurut John Hopkin School of Public Health, kebiasaan tidak makan daging 1 hari dalam seminggu akan mengurangi asupan lemak jenuh sebesar 15% dari diet seseorang. Pengurangan asupan daging dan produk hewani seperti telur serta susu dapat dijadikan salah satu cara bagi pemula diet vegan sebelum menjadi vegan murni. Pescetarianism merupakan salah satu bentuk diet lainnya bagi mereka yg belum dapat mengikuti diet vegetarian total atau murni di samping laktoovovegan. Istilah pescetarian atau pescovegetarian ini berasal dari kata Italia “pesce” yg artinya ikan dan kata Inggeris “vegetarian” yang artinya pemakan makanan nabati atau vegetables. Kamus Merriam-Webster menyebutkan tahun 1993 sebagai tahun memperkenalkan diet sayuran buah, kacang-kacangan dan sereal serta bijian dgn mengikutsertakan ikan dan makanan laut sebagai sumber protein hewani, omega-3, B12 dan zink. Diet ini sebenarnya merupakan diet mediteranian yg digunakan dalam diet DASH (Dietary Action to Stop Hypertension) yg mengikutsertakan pula minyak zaitun sebagai sumber lemak yg baik (MUFA atau omega-9) selain ikan, kacang-kacangan, biji2an/sereal dan sayuran-buah.

Sebuah meta-analisis di tahun 1999 terhadap 5 penelitian yang membandingkan angka kematian pada populasi vegetarian dengan non-vegetarian di negara-negara Barat mendapatkan bahwa angka kematian karena penyakit jantung iskemik lebih rendah 34% pada pescetarians, 34% pada ovo-lakto vegetarian, 26% pada vegan murni dan 20% pada semivegetarian atau kelompok yg makan daging sekali-sekali.

Terhadap diet pescetarian, sejumlah pakar kesehatan mengkhawatirkan adanya zat racun spt merkuri dan PCB pada makanan laut yg tercemar limbah kimia buangan pabrik dan kapal-kapal laut. Namun, pilihan ikan yg aman seperti ikan pegunungan (salmon) atau ikan air tawar (ikan emas, mujair dll) yang hidup alami dapat dilakukan utk mengurangi asupan zat racun tersebut di atas.

The Vegetarian Society, yang mulai mempopulerkan istilah vegetarian di tahun  1847, tidak menggolongkan kelompok  pescetarianism sebagai vegetarian. Namun demikian, diet pescetarian maupun semivegetarian (diet hanya makan protein hewani sekali seminggu) dapat menjadi diet antara sebelum seseorang bisa menjadi vegan murni.

Andryhart
See also: Category:Pescetarians, List of vegans, and List of vegetarians

Katering Diet Rumah Sakit Panti Rapih

Dengan semakin majunya perkembangan jaman, dan semakin besarnya tuntutan hidup maka memunculkan manusia-manusia modern yang dinamis dan aktif (busy person). Semakin sibuknya manusia maka memerlukan segala sesuatunya dengan cepat dan secara kasarnya sesuatu yang instan. Dan ini berkaitan juga dalam makanan, segala sesuatu diperlukan secara cepat dan instan, namun apakah segala sesuatu yang instan tersebut sudah memenuhi kebutuhan kalori tubuh dan yang paling penting adalah “apakah sudah sehat?”

Pertanyaan semacam ini sering terdengar dalam kehidupan kita. Khususnya masyarakat perkotaan yang lebih dinamis. Banyak sekali dikeluhkan oleh keluarga kita juga, khususnya bagi para ibu-ibu yang kurang memiliki waktu dalam rumah tangganya karena kesibukannya. Apakah makanan untuk keluarga sudah sehat? Apakah dengan makanan tersebut sudah baik buat anak kita? Pertanyaan yang sangat menimbulkan dilema.

Namun, sekarang tidak perlu cemas. Melihat hal tersebut, RS Panti Rapih mulai membuat program makanan bergizi yang dapat di pesan-antar (delivery). Dengan kualitas gizi yang terjamin dan mutu yang sudah dianjurkan oleh Ahli Gizi. Dengan biaya yang cukup terjangkau, keluarga Anda akan mendapatkan makanan sehat dan bergizi tinggi. Kami namakan program ini dengan sebutan “Katering Diet”. Dalam Katering Diet kami juga menyediakan makanan / menu khusus bagi penderita penyakit tertentu, yang dapat dilihat dalam daftar dibawah ini.

Berikut adalah daftar makanan diet (per porsi) :

1 Diabetes Melitus
2 Diet Hati
3 Diet Jantung
4 Rendah Kolesterol
5 Rendah Protein (ginjal)
6 Rendah Purin (asam urat)
7 Rendah Garam (hipertensi)
8 Makanan saring
9 Sum – sum
10 Makanan Cair (sonde) blenderize
11 Makanan Vegetarian
12 Rendah Kalori < 1500

Bagi yang tidak sempat datang ke RS Panti Rapih tidak perlu khawatir. Kami tersedia “Delivery Order” dilayani dengan biaya memperhitungkan jauh dekatnya jarak.
Delivery order hanya berlaku untuk pemesanan makan SIANG dan SORE.

Tersedia snack cookies untuk pasien DM (Diabetes Militus) dan kolesterol per topless yaitu :

  1. Sagu Keju
  2. Choco Coconut Cookies

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi :

Instalasi Pelayanan Gizi
RS Panti Rapih Yogyakarta