Cegah Stroke! Jangan biarkan Anda Menjadi Salah Satu Penderita Stroke

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia selain serangan jantung dan kanker. Stroke juga penyebab kecacatan yang paling sering. Kemajuan teknologi kedokteran diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kecatatan, teknologi mutahir saat ini sudah diterapkan sebagai salah satu metode kuratif (pengobatan) bagi pasien yg mengalami Serangan Jantung, Stroke dan Kanker.

Pengobatan kuratif tidak selalu dapat menjadi andalan. Karena tidak semua tindakan kuratif memberikan hasil yang baik atau kesembuhan yang sempurna. Pada kasus stroke bila sudah terjadi kematian sel otak akibat sumbatan pembuluh darah di otak, maka sel-sel ini tidak akan dapat membaik sehingga menimbulkan kecacatan bagi pasien.

Lain hal nya bila kita mencegah sebelum serangan itu terjadi. Tindakan prevensi atau mencegah lebih baik daripada mengobati karena tidak terdapat kerusakan sel atau jaringan yang dapat menimbulkan kecacatan. Tahun 2019 ini bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia pada tanggal 29 Oktober mengajak semua orang untuk melakukan pencegahan serangan stroke pada diri masing-masing. Tema yang diangkat adalah Dont be the one. Tema ini diangkat karena kegelisahan dunia bahwa 1 dari 4 orang dapat terjadi serangan stroke. Bila ditarik ke tahun 2012 dimana saat ini risiko stroke adalah 1 dari 6, maka saat ini kejadian stroke lebih banyak dibandingkan tahun 2012.

Stroke adalah sebuah final dari pejalanan penyakit. Penyakit-penyakit yang berjalan inilah yang menjadi faktor risiko terjadinya stroke. Faktor risiko stroke terbagi menjadi 2 bagian yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat diubah anatara lain Jenis kelamin, Umur dan Ras. Jenis kelamin laki-laki lebih banyak terserang stroke daripada wanita. Umur lebih dari 40 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi daripada umur yang lebih muda.

Faktor risiko yang dapat diubah melekat erat dengan gaya hidup kita sehari-hari. Faktor risiko ini antara lain kadar gula darah yang tinggi, tekanan darah yang tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, obesitas, merokok, minum minuman beralkohol, kurang olah raga, dan riwayat penyakit stroke atau penyakit jantung sebelumnya.

Saat ini gaya hidup yang tidak sehat sering dijumpai dalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pekerjaan dan aktivitas harian yang padat menyebabkan semua orang menjadi kurang bergerak dan memilih segala sesuatu yang mudah dan cepat saji. Kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol dan obesitas dipengaruhi oleh pola diit yang kurang baik meskipun juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Memilih diit yang instan dengan kalori tidak terukur dapat menyebabkan masalah-masalah di atas.

Tekanan darah harus dijaga dibawah 140/90 mmHg. Kolesterol total dibawah 200mg/dl. LDL kolesterol dibawah 150 mg/dl pada orang normal dan dibawah 100mg/dl pada orang yang pernah mengalami stroke sebelumnya. Gula darah juga harus menjadi perhatiaan utama karena penderita Diabetes di Indonesia terus meningkat. Gula puasa sebaiknya kurang dari 126 mg/dl dan gula 2 jam setelah makan tidak lebih dari 200mg/dl.

Merokok dan minum minuman beralkohol juga menjadi salah satu penyebab stroke. Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang sering ditemukan pada pasien stroke usia muda (kurang dari 40 tahun). Seseorang yang pernah mengalami stroke atau serangan jantung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadi serangan stroke ulang.

Prinsip dasar mencegah serangan stroke adalah mengendalikan semua faktor risiko stroke yang ada. Karena pencegahan kejadian stroke lebih baik daripada mengobati pasien yang mengalami stroke. Pencegahan selalu dimulai dari diri kita masing-masing, apabila kita menyadari adanya faktor-faktor risiko stroke dalam diri kita maka jangan diabaikan, kerena serangan stroke tidak dapat diprediksi kapan akan datang. Oleh sebab itu, lakukan pencegahan mulai sekarang. Jangan biarkan kita menjadi salah satu pasien stroke.

 

Oleh: dr. Esdras Ardi Pramudita, M.Sc. Sp.S
RS Panti Rapih Yogyakarta

Nyeri Tengkuk

Leher dan shoulderpain dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Beberapa orang hanya mengalami sakit leher atau hanya nyeri bahu, sementara yang lain mengalami nyeri di kedua daerah.

Apa Penyebab Nyeri Leher?

Penyebab nyeri leher meliputi:

  • Kelainan pada tulang atau sendi
  • Trauma
  • Sikap tubuh yang buruk
  • Penyakit degeneratif
  • Tumor
  • Ketegangan otot

Apa Penyebab Nyeri Bahu?

Bahu adalah bola dan soket bersama dengan berbagai macam gerakan. Seperti sendi ponsel cenderung lebih rentan terhadap cedera. Nyeri bahu dapat berasal dari satu atau lebih penyebab berikut:

  • Strain karena kelelahan
  • Tendonitis dari berlebihan
  • Bahu ketidakstabilan sendi
  • Dislokasi
  • Patah tulang lengan atas atau kerah
  • Bahu beku
  • Saraf terjepit (juga disebut radiculopathy)

Bagaimana Apakah Leher dan Bahu Nyeri Didiagnosis?

  • Sinar-X: Plain X-ray dapat mengungkapkan penyempitan ruang antara dua tulang belakang, arthritis-seperti penyakit, tumor, menyelipkan cakram, penyempitan kanal tulang belakang, patah tulang dan ketidakstabilan tulang belakang.
  • MRI: Magnetic Resonance Imaging adalah prosedur non-invasif yang dapat mengungkapkan detail dari saraf (saraf terkait) unsur, serta masalah dengan tendon dan ligamen.
  • Myelography / CT scan: Kadang-kadang digunakan sebagai alternatif untuk MRI.
  • Studi Electrodiagnostic: Elektromiografi (EMG)dan kecepatan konduksi saraf (NCV) kadang-kadang digunakan untuk mendiagnosa leher dan nyeri bahu, nyeri lengan, mati rasa dan kesemutan.

Bagaimana Apakah Leher dan Bahu Nyeri Diobati?

Perlakuan leher jaringan lunak dan nyeri bahu sering mencakup penggunaan obat anti-inflamasi seperti ibuprofen (Advil atau Motrin) atau naproxen (Aleve atau Naprosyn). Penghilang rasa sakit seperti acetaminophen (Tylenol) juga mungkin dianjurkan. Tergantung pada sumber rasa sakit, obat-obatan seperti otot dan bahkan antidepresan mungkin bisa membantu. Nyeri juga dapat diobati dengan aplikasi lokal panas lembab atau es. Injeksi kortikosteroid lokal sering membantu untuk arthritis bahu. Untuk kedua leher dan nyeri bahu gerakan, latihan dapat membantu. Untuk kasus di mana akar saraf atau sumsum tulang belakang yang terlibat, prosedur bedah mungkin diperlukan. Dokter Anda dapat memberitahu Anda apa perawatan terbaik untuk Anda.

sumber

Fisioterapi Panti Rapih merupakan  bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau  kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan  fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi dan komunikasi. Dalam mengatasi nyeri tengkuk tersebut, Fisioterapi RS Panti Rapih dapat menjadi solusi bagi Anda.

Link Terkait : Fisioterapi

 

Informasi Terkait

Fisioterapi Rumah Sakit Panti Rapih
Jl. Cik Di Tiro 30 Yogyakarta