Tempe Sebagai Sumber B12

Makanan vegetarian termasuk tempe yg menjadi sumber protein utama dalam diet vegetarian secara umum kurang mengandung vitamin B12. Akibat kekurangan B12 adalah anemia pernisiosa dan homosisteinemia. Homosistein merupakan produk konversi sistein yang berpengaruh buruk bagi pembuluh darah dan tergolong ke dalam faktor risiko penyakit Jantung Koroner (PJK) spt halnya LDL kolesterol. Vitamin B12, asam folat dan B6 mencegah konversi sistein menjadi homosistein.

B12 dalam tempe sering dianggap diproduksi oleh kapang Rhizopus yg mengubah kedelai menjadi tempe. Menurut DR Susianto, Ketua IVS Asia Pasifik, sebenarnya B12 dihasilkan oleh bakteri Lactobacillus leichmannii yg ikut tumbuh dalam proses pembuatan tempe. Konsumsi 150 g tempe (6 potong tempe yg tiap2 potongnya seukuran kotak korek api), menurut disertasi DR Susianto, sudah dapat mencegah insidensi anemia defisiensi B12 yg sering ditemukan di antara para vegetarian dan orang-orang yg kurang mengonsumsi produk makanan hewani seperti daging. Sumber B12 lainnya dalam makanan vegan adalah rumput laut atau ganggang laut dan plankton.

Selain memberikan B12, tempe juga dapat menurunkan kadar gula darah 3 jam sesudah makan. Penurunan ini diperkirakan terjadi krn efek antitripsin dalam kedelai yg mendorong pankreas utk lebih banyak menghasilkan bukan hanya enzim tripsin tetapi juga hormon insulin. Kandungan antosianin dalam kedelai hitam juga diperkirakan dapat mencegah glikosilasi hemoglobin (HbA1c) pada diabetes. Glikosilasi ini membuat sel darah merah tidak mampu membawa oksigen kendati sel tersebut masih hidup.

dr Andry
Klinik MCU
RS Panti Rapih
Yogyakarta

Posted in Gizi and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *