Tuberculosis(TB) dan Pelayanan Pojok Dots RS Panti Rapih

Tanggal 24 maret adalah hari Tuberculosis (TB) sedunia, dan menderita penyakit TB bukanlah berakhirnya dunia, dengan semangat dan ketekunan serta kedisliplinan pengobatan niscaya TB dapat di sembuhkan.

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobakterium tuberculosis, yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru. Penularan kuman Mycobacterium Tuberculosis penyebab TBC (yang resminya disingkat TB) ditularkan melalui droplet atau bercak dahak dari pasien yang terinfeksi. Penularan hanya terjadi ketika daya tahan tubuh seseorang berada dalam kondisi sangat lemah. Kondisi sangat lemah tersebut seperti lansia, bayi, penderita HIV/AIDS, penderita Diabetes,penderita kanker dan penyakit penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh.

Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian disebabakan oleh TB. Di Indonesia Tuberkulosis (TB) adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia.

Pentingnya edukasi kepada penderita untuk disiplin dalam pengobatan mampu mencegah penularan kuman yg resistensi terhadap OAT (Obat Anti TB). Apabila pasien yang menderita TB dan terpapar obat atau telah mendapat pengobatan namun kemudian belum sembuh sudah putus obat maka kuman yg akan di tularkan termasuk kuman yang resisten terhadap OAT (Obat Anti TB) dan hal ini akan mempersulit penyembuhan penderita TB. Penderita TB RO (TB Resisten Obat) inilah yg berisiko menularkan TB yang resisten obat dimana nanti OAT menjadi tidak efektif lagi. TB resisten bisa terjadi akibat pengobatan TB yang tidak tepat atau tidak standar. Misalnya akibat pasien tidak meminum obat dengan disiplin atau menghentikan pengobatan sebelum saatnya. Bisa pula akibat petugas kesehatan memberikan obat kurang tepat, seperti panduannya, dosis dan lama pengobatan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi acuan menegakkan diagnosa apakah kita menderita TB atau tidak yaitu TBC dapat dideteksi melalui pemeriksaan dahak. Beberapa tes pendukung lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit menular ini adalah foto Rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux).Setelah kita benar benar terdiagnosa TB maka dokter akan memberikan kita OAT(obat anti TB), obat yang harus diminum rutin selama waktu tertentu dan dalam pantauan dokter.

Maka Pojok DOTS menjadi penting keberadaannya di setiap fasilitas kesehatan untuk memantau secara serius penderita penderita yang sedang dalam pengobatan TB.DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) adalah strategi penyembuhan TB jangka pendek dengan pengawasan langsung yang telah direkomendasikan oleh WHO sejak tahun 1993. DOTS adalah strategi yang paling efektif saat ini untuk menangani pasien TB, dengan tingkat kesembuhan bahkan sampai 95 persen. Dalam strategi ini ada tiga tahapan penting, yaitu mendeteksi pasien, melakukan pengobatan, dan melakukan pengawasan langsung.

Pokok bahasan kali ini mengenai TB atau Tuberkulosis, yang di kenal sebagai TBC pada orang dewasa dan istilah flek pada anak anak dan pelayanan Pojok DOTS di RS Panti Rapih.

Menurut Ibu Sutini,AMd.Kep perawat Rumah Sakit Panti Rapih yang menggawangi Pojok DOTS, menyebut terdapat penderita baru sekitar. 50-70 penderita setiap tri wulan di setiap tahunnya. Menurut Ibu Sutini yang sudah berkarya sebagai perawat Rumah Sakit Panti Rapih sejak tahun 1989 ini, kasus terkait TB terus meningkat.

Pojok DOTS  di RS panti Rapih, dilayani oleh lima perawat terlatih di bawah koordinasi ibu Sutini,Amd.Kep perawat lulusan Akper Panti Rapih dan Pojok DOTS Panti Rapih telah melakukan pelayanan sejak Desember tahun 2000 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kota, Provinsi dan fasilitas pelayanan kesehatan lain sehingga semua penderita TB yang melakukan pengobatan terpantau dengan tujuan supaya tidak terputus obatnya.

Ibu Sutini menyebutkan pelayanan Pojok DOTS sudah berlangsung sekitar sembilan belas tahun ini, bisa dilakukan apabila pasien yg merasa menderita TB melakukan pemeriksaan ke dokter dan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk penegakan diagnose, dan kemudian setelah diagnosa pasti dokter akan merujuk ke Pojok DOTS untuk akses obat dan serangkaian edukasi dengan harapan kelak kemudian hari pasien tersebut tidak putus obat dan tidak menjadi sumber penularan kuman TBC yang tahan terhadap obat Anti TB.

Pasien yang telah didiagnosa TB akan masuk ke Pojok DOTS untuk mendapatkan penyuluhan tentang penyakit TB, hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari penularan kepada orang lain serta proses pengobatan untuk menuju kesembuhan.

Apakah anda atau keluarga anda merasa perlu untuk memastikan terkena TB atau tidak, segera datang ke RSPR menemui dokter dokter Spesialis Paru Paru terbaik, tegakkan diagnosa dan raih kesembuhan dan melanjutkan hidup sehat tanpa TB, TB bisa disembuhkan, bersama Panti Rapih sahabat untuk hidup sehat.

 

Penulis: Katharina Indah Aryanti

(Perawat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

Posted in PPI, Umum and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *